cover
Contact Name
Sri Rahayu
Contact Email
srirahayuatirfiyah@gmail.com
Phone
+6285379034482
Journal Mail Official
srirahayuatirfiyah@gmail.com
Editorial Address
Jl.Tentara Pelajar Mudal Boyolali 57351
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
Core Subject : Science,
ABSTRAK Latar Belakang : Involusi uterus adalah suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil. Proses ini dimulai segera plasenta lahir akibat kontraksi otot-otot polos uterus (Ambarwati, 2009). Senam nifas adalah latihan jasmani yang dilakukan setelah melahirkan, dimana fungsinya adalah untuk mengembalikan kondisi kesehatan, untuk mempercepat penyembuhan, mencegah timbulnya komplikasi, memulihkan dan memperbaiki regangan pada otot – otot setelah kehamilan (Ervinasby, 2008). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh senam nifas terhadap involusi uterus pada ibu post partum Di Puskesmas Mariana Kabupaten Banyuasin tahun 2020. Metodologi : Penelitian ini Merupakan penelitian Kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen dengan rancangan pretest posttest dengan kelompok kontrol (pretest-posttest with control group). Hasil : Hasil Penelitian menunjukan bahwa rerata involusi uterus pada kelompok Kontrol (Tidak melakukan senam Nifas) adalah 5,30+0,67 cm, rerata kelompok perlakuan (melakukan Senam Nifas) adalah 3,00+1,05 cm. Analisis kemaknaan dengan uji Mann Withney menunjukkan bahwa nilai p = 0,000. Hal ini berarti bahwa kedua kelompok sesudah diberikan perlakuan, rerata Involusi Uterus berbeda secara bermakna (p<0,05). Kesimpulan : Involusi uterus kelompok kontrol (Tidak melakukan senam) sesudah/Pengukuran ke dua terjadi penurunan involusi uterus dan Involusi uterus kelompok Perlakuan (melakukan senam nifas) sesudah senam nifas terjadi penurunan involusi uterus secara signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ada pengaruh senam nifas terhadap involusi uteri.
Articles 252 Documents
PERBEDAAN HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN KANKER SERVIKS FATALISM PADA WANITA USIA REPRODUKSI DAN PASCA REPRODUKSI Wahyuni, Sri
Jurnal Kebidanan VOLUME 08 No.02, DESEMBER 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v8i02.214

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang:  Kanker serviks adalah kanker ke dua terbanyak  pada wanita  di  dunia. Memprihatinkan  lagi penderita  datang  sudah  dalam stadium lanjut. Hal ini disebabkan  karena persepsi fatalism yang   tinggi dan  tingginya  fatalism  tersebut  karena  pengetahuan   tentang  kanker serviks yang kurang. Beberapa penelitian menyebutkan persepsi fatalism terbanyak dijumpai pada wanita tua. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan hubungan pengetahuan tentang kanker serviks dengan kanker serviks fatalism antara wanita usia reproduksi dan pasca reproduksi. Metode :      Jenis  penelitian  observasional  dengan  rancangan  cross sectional. Subyek penelitian adalah wanita usia usia reproduksi dan pasca reproduksi  di Kabupaten Klaten. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 207 wanita. Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage stratified random sampling. Analisis data dengan summary mean, standar deviasi, distribusi frekwensi,  Independent t Test, Pearson Correlation dan regresi linier. Hasil:  Hasil  analisis  didapatkan  bahwa  terdapat hubungan  bermakna antara pengetahuan  kanker  serviks dengan  kanker  serviks  fatalism  pada usia pasca reproduksi dengan  nilai  r -0,68  dan  p value 0,000.  Secara  keseluruhan  terdapat hubungan  yang bermakna antara pengetahuan  tentang  kanker serviks dengan kanker  serviks   fatalism dengan nilai r = - 0,371 dan p value 0,000. Pendidikan terutama pendidikan rendah mempengaruhi kanker serviks fatalism. Kesimpulan :  1. Pengetahuan kanker  serviks  semakin  rendah  akan meningkatkan  kanker serviks fatalism, 2.Tidak bermakna hubungan tingkat pengetahuan dengan kanker serviks fatalism berdasarkan strata usia.Kata kunci: Pengetahuan, Usia, Kanker serviks fatalism.THE RELATIONSHIP DIFFERENCE BETWEEN KNOWLEDGE ABOUT CERVICAL CANCER AND CERVICAL CANCER FATALISM AMONG REPRODUCTION AND PASCA REPRODUCTION AGE WOMANABSTRACTBackground:  Cervical  cancer  is  the  second  most  common  cancer  in women worldwide. Unfortunately, most patients are detected in having this cancer when it is in an advanced stadium. This is due to a perception on high  level  of  fatalism  and  the  perception  is  caused  by  the  lack  of knowledge  about cervical  cancer.  Some studies  have reported  that the perception on fatalism is most found in elderly women. Objective: To study the relationship difference between knowledge about cervical cancer and cervical cancer fatalism among reproduction and pasca reproduction age woman. Method: This was a descriptive and analytic study with a cross-sectional study design  using quantitative  and qualitative  methods.  Subjects  were age  reproductive and post reproductive age women in Klaten District.  Samples  were  207  women selected with a technique of multistage stratified random sampling. Data were analyzed  with summary  mean,  standard  deviation,  frequency  and distribution, Independent t Test, and Pearson Correlation and linear regression. Results:  The  findings  revealed  that  there  was  a  relationship  in post reproductive age with the value of r = - 0,68 and p value 0,000. There are a relationship in generality with value of r = - 0,371 and p value 0,000. Howeever, education was related to cervical cancer fatalism. Conclusion :1. The lower  level  of knowledge  about  cervical  cancer  would increase  cervical  cancer  fatalism. 2. The relationship of knowledge about cervical cancer fatalism in post reproductive age women more significant than in reproductive age women.Keywords: Knowledge, cervical cancer fatalism, reproductive and post reproductive age women.
KEJADIAN HIPERBILIRUBIN AKIBAT INKOMPATIBILITAS ABO Apriliastuti, Dwi Anita
Jurnal Kebidanan Volume 1 No. 1 Juni 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v1i1.340

Abstract

AbstrakPenelitian di dunia kedokteran menyebutkan bahwa 70 % bayi baru lahir mengalami kuning atau ikterus. kejadian ini ditemukan pada ibu dengan golongan darah O yang melahirkan bayi bergolongan darah A atau B, sekitar 20 – 40 % dari seluruh kehamilan.Penelitian dilakukan di RSU Pandan Arang Boyolali pada Bulan Maret sampai Juli 2007 dengan sampel ibu yang melahirkan, suaminya dan bayi yang dilahirkan yang mengalami hiperbilirubin dengan ditandai ikterus pada 24 jam pertama, kadar bilirubin total 12 mg% pada bayi cukup bulan kadar  bilirubin total  10 mg% pada bayi kurang bulan.Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan didapatkan prosentase terbanyak untuk golongan darah suami maupun ibu adalah O. Prosentase kejadian hiperbilirubin Akibat Inkompatibilitas ABO sebanyak 21,74 %, asfiksia sedang sebanyak 4,35%, infeksi sebanyak 30,43%, BBLR sebanyak 43,48%. Diketahui juga hiperbilirubin Akibat Inkompatibilitas ABO terjadi pada ibu yang bergolongan darah O melahirkan bayi yang bergolongan darah  A sebanyak 13% dan ibu yang  bergolongan darah O melahirkan bayi yang bergolongan darah B sebanyak 8,8 % dengan derajat hiperbilirubin yaitu derajat I sebanyak 13 %, derajat II sebanyak 4,4 % dan derajat IV sebanyak 4,4 %.Kejadian hiperbilirubin akibat inkompatibilitas ABO ditemukan sebanyak 21,74 % atau 5 bayi dari 23 bayi yang mengalami hiperbilirubin dengan persalinan sejumlah 235 persalinan Kata Kunci : golongan darah, hiperbilirubin, inkompatibilitas ABO
ANALISIS PERBEDAAN TERAPI DISMENORHEA DENGAN METODE EFFLERUAGE, KNEADING, DAN YOGA DALAM MENGATASI DISMENORHEA Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto, Sugi Purwanti
Jurnal Kebidanan VOLUME 5 NO.1 JUNI 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v5i2.106

Abstract

ANALISIS PERBEDAAN TERAPI DISMENORHEA DENGAN METODE EFFLERUAGE, KNEADING, DAN YOGA DALAM MENGATASI DISMENORHEA Sugi Purwanti Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto ABSTRACT Dysmenorrhea is pain in the lower abdomen felt during menstruation. Dysmenorrhea is the most frequent symptom complained. These disorders are subjective, difficult to assess the weight and intensity. The Effleurage, kneading, yoga are method that used to solve dysmenorrhea. The purpose of this research is to knowing comparative efectiveness of effleurage, kneading and yoga method to decrease the intensity of dysmenorrhea. The research was quasy experimental design with pre test and post test design. Respondent was student YLPP’s academy of midwivery, numbered 45 people by random sampling. The research was using a paired sample T test with value of α 0.05. The average dysmenorrheal intensity before doing effleurage, kneading, yoga are 5,27 : 6,27 : 6,27. The average dysmenorrheal intensity after doing effleurage, kneading, yoga are 3.00 : 2,87 : 3,47. The average differences before and after effleurage, kneading, yoga are 2,267 : 3,400 : 2,800 with p value 0,000. The size effect of effleurage, kneading, yoga to decrease dismenorrhea intensity are 0,875 : 0,968 : 0,923. There are a significant difference before and after doing therapy effleurage, kneading and yoga. The effleurage therapy, kneading therapy, and yoga treatment can be used as the alternative intervention to decrease dismenorrhea intensity. Keyword : Dysmenorrhea, effleurage, kneading, yoga
HUBUNGAN USIA MENARCHE DENGAN KEJADIAN KANKER PAYUDARA DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA TAHUN 2015 Qoyyimah, Anna Uswatun; Yuliyani, Triyas
Jurnal Kebidanan VOLUME 08 No.01, JUNI 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v8i01.200

Abstract

Anna Uswatun Qoyyimah1), Triyas Yuliyani 2)1) 2) Prodi DIII Kebidanan Stikes Muhammadiyah KlatenE-mail: wonderfull_pices@yahoo.co.id ABSTRAKPendahuluan: Kanker payudara adalah penyakit yang terjadi karena kerusakan genetik pada DNA (mutasi BRCA dan BCRA 2) dari sel epitel payudara menjalar ke jaringan lobular. Menurut Kemenkes (2012) insiden kanker payudara sebesar 40 per 100.000 perempuan dan kanker payudara di Jawa Tengah sebesar 11.341 kasus. Faktor resiko kanker payudara pada wanita antara lain faktor usia, faktor genetik, perokok, memakai kontrasepsi hormonal dan oral, gaya hidup yang tidak sehat, wanita yang tidak pernah menyusui, dan mentruasi yang terlalu muda. Data rekam medik kanker payudara tahun 2014 di RSUD Dr. Moewardi Surakarta terdapat 3.516 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia menarche dengan kejadian kanker payudara di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2014. Metode penelitian: deskriptif korelasional, pendekatan waktu dengan retrospektif. Populasi kanker payudara sebanyak 3516 orang setelah dikriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sampel 1217 orang. Teknik sampling random sampling dengan pengambilan secara acak sistematis dan analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian: Dari 92 responden yang mengalami kanker payudara terdapat 85 responden mengalami usia menarche <10 tahun dengan stadium III. Nilai x2 hitung 21.710 dan nilai p = 0,001. Kesimpulan: penelitian ini adalah terdapat hubungan antara usia menarche dengan kejadian kanker payudara di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2014.Kata Kunci: Usia Menarche, Kanker PayudaraRELATIONSHIP AGE OF MENARCHE WITH BREAST CANCER EVENTS DI HOSPITAL DR. MOEWARDI SURAKARTA 2015ABSTRACTBreast cancer is a disease which happens caused by genetic breakdown on the DNA (mutation of BRCA and BRCA 2) of breast’s epitel cell spreading to lobular tissue. According to the Ministry of Health in 2012 the cases of breast cancer amounting 40 per 100.000 women and the breast cancer cases in Central Java are 11.341 cases. The risk factors of breast cancer are including: age factor, genetic factor, smoking habit, the use of hormonal and oral contraception, unhealthy life style, no experience of breast-feeding, and menstruation which came too early. The data of breast cancer’s medical record of RSUD Dr Moewardi in 2014, there were found 3.526 cases. The purpose of this research is to know about the relation between menarche age and breast cancer case in RSUD Dr. Moewardi Surakarta 2014. The method of research is correlational, with retrospective time approach. The population of breast cancer is 3516 people whom after being categorized in inclusion and exclusion there found 1217 people for sample. The sampling technique being used is random sampling and the technique of data analysis is chi square. The result of this research, from 92 respondents who suffer breast cancer, 85 respondents are experiencing the menarche age <10 years with status of stadium III. The value of x2 of the counting is 21.710 and the value of p = 0,001. The conclusion of this research is that there is a relation between menarche age and breast cancer case in RSUD Dr. Moewardi Surakarta 2014. It is expected that the said hospital implement an anticipation action toward women in fertile age to do an early detection and handling breast cancer with SADARI, mammografi, chemotherapy, and operation to prevent the breast cancer to develop to an advanced stadium.Keywords: menarche age, breast cancer
EFEKTIVITAS ANALGESIK DAUN GATAL (Laportea Decumana) PADA PENDERITA MYALGIA DI KAMPUNG ATSJ DISTRIK ATSJ KABUPATEN ASMAT PROVINSI PAPUA Ariastuti, Reni; Anam, Kairul; Pamungkas, Idris Yani
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 01, JUNI 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i01.298

Abstract

ABSTRAKDaun gatal (Laportea decumana) merupakan tanaman berkhasiat obat yang tumbuh subur di provinsi Papua. Efektivitas penggunaan L decumana sebagai antinyeri telah diteliti secara pra klinis maupun klinis. Namun demikian, penelitian dengan pemanfaatan langsung dari L decumana sebagai pereda myalgia pada masyarakat di kabupaten Asmat masih jarang dilakukan maka dari itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan melihat efektivitas pemanfaatan L decumana terhadap penderita myalgia  di kampung Atsj Distrik Atsj kabupaten Asmat Provinsi Papua. Desain penelitian menggunakan quasi experimental design, dengan rancangan one group pretest-posttest with control design. Sampel sejumlah 40 subjek uji (total sampling) dibagi 2 kelompok : kontrol (tanpa perlakuan) dan perlakuan (daun gatal masing-masing kelompok terdiri dari 20 subjek uji. Analisis efektivitas L decumana sebagai analgesik menggunakan uji statistik Mann-Whitney test dengan tingkat kepercayaan 95%. Derajat myalgia yang dialami oleh masyarakat kampung Atsj tergolong sedang sebanyak 19 orang (47,5%) dan berat sebesar 21 orang (52,5%). Rata-rata derajat myalgia pada kelompok perlakuan sebelum pemanfaatan L. decumana sebesar 5,80 dan setelah perlakuan menurun hingga sebesar 2,70. Daya analgetik dari L. decumana sebesar 53,45 %. Rata-rata derajat myalgia pada kelompok kontrol (tanpa perlakuan) awal 5,65 dan akhir sebesar 5,50. Terdapat pengaruh yang signifikan dalam pemanfaatan L decumana  sebagai analgesik pada penderita myalgia di kampung Atsj, distrik Atsj, kabupaten Asmat, provinsi Papua.Perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut terkait kandungan zat aktif dan pembuatan sediaan topikal L decumana sebagai analgesik Kata Kunci: Laportea decumana, Myalgia, kampung AtsjANALGESIC EFFECTIVENESS OF LAPORTEA DECUMANA ON MYALGIA PATIENTS AT ATSJ VILLAGE ASMAT PAPUAABSTRACTBackground Laportea Decumana is a medicinal plant that thrives in Papua. Analgesic  effectiveness of L. Decumana has been studied pre-clinically and clinically yet the research with direct utilization of L. Decumana as myalgia patient in Asmat district is still rarely done. Therefore, this research aimed to see the effectiveness of the utilization of L. Decumana to myalgia patient in ATSJ Village, Asmat, Papua. Method The research design uses quasi experimental design, with one group pretest-posttest control design. The number of participants in this research were all 40 participants consisting of 20 participants for experimental group and 20 participants for control group. The effectiveness of L. Decumana as analgesic was measured by using statistical test Mann-Whitney with level of confidence 95%. Result The degree of myalgia experienced by the ATSJ village community was moderate (19 people) (47.5%) and severe (21 people) (52.5%). The mean degree of myalgia in the treatment group prior to the utilization of L. decumana was 5.80 and after treatment decreased to 2.70. The analgesic power of L. decumana was 53.45%. The pretest mean degree of myalgia in the control group was 5.65 and the posttest was 5.50. Conclusion There is a significant influence in the utilization of L decumana as an analgesic in myalgia patients in ATSJ Village, Asmat, Papua. It is necessary to conduct further study related to active substance content and topical dosage form of L decumana as analgesic.Keywords: Laportea Decumana, Myalgia, ATSJ Village
PERBEDAAN KEJADIAN INKONTINENSIA URIN PADA PASIEN POST KATETERISASI YANG DILAKUKAN BLADDER TRAINING SETIAP HARI DENGAN BLADDER TRAINING SEHARI SEBELUM KATETER DIBUKA DI BPK RSU TIDAR MAGELANG Poltekkes Semarang Prodi Keperawatan Magelang, Anita Widiastuti
Jurnal Kebidanan Vol 4 No.2 Desember 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v4i2.101

Abstract

PERBEDAAN KEJADIAN INKONTINENSIA URIN PADA PASIEN POST KATETERISASI YANG DILAKUKAN BLADDER TRAINING SETIAP HARI DENGAN BLADDER TRAINING SEHARI SEBELUM KATETER DIBUKA DI BPK RSU TIDAR MAGELANG Anita Widiastuti Poltekkes Semarang Prodi Keperawatan Magelang ABSTRAK Banyaknya pasien yang menggunakan kateter menetap dalam jangka waktu yang lama, mengalami keluhan saat berkemih setelah kateter di lepas meskipun sehari sebelumnya telah dilakukan bladder training sesuai protap Rumah Sakit. Dari 280 pasien yang terpasang kateter 56 (20%) mengalami ketidak puasan dalam berkemih. Klien pada awalnya merasakan ingin berkemih tetapi belum sampai ke kamar mandi klien sudah berkemih. Keluhan paling banyak adalah merasa tidak puas saat berkemih karena seakan-akan tidak tuntas, serta berkemih tanpa disadari dengan temuan berkemih di tempat tidur (ngompol). Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya perbedaan kejadian inkontinensia urin post kateterisasi antara pasien yang dilakukan bladder training setiap hari dengan bladder training sehari sebelum kateter di buka. Penelitian ini termasuk Pre-Eksperiment Design bentuk perbandingan kelompok satatis (static group comparison), yaitu memberikan perlakuan atau intervensi kemudian dilakukan pengukuran atau observasi. Data di analisis menggunakan Mann Whitney test diperoleh nilai statistik sebesar 15.000 dengan p-value sebesar 0.000. Nilai p < α (0.05) maka Ho ditolak dan Ha gagal ditolak sehingga ada perbedaan kejadian inkontinensia urin pada kelompok bladder training setiap hari dengan kelompok bladder training sehari sebelum kateter dibuka. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk melaksanakan tindakan bladder training setiap hari pada klien yang terpasang kateter menetap. Kata Kunci : Bladder training, inkontinensia urin, berkemih
EFEKTIFITAS MUSCLE PUMPING DALAM MENINGKATKAN SCORE APGAR PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN ASFIKSIA Intarti, Wiwit Desi; Puspitasari, Lina; Pradani, Restu Ika
Jurnal Kebidanan VOLUME 08 No.01, JUNI 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v8i01.195

Abstract

EFEKTIFITAS MUSCLE PUMPING DALAM MENINGKATKAN SCORE APGAR PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN ASFIKSIA Wiwit Desi Intarti 1)  , Lina Puspitasari 2) , Restu Ika Pradani 3)1) 2) 3) Akademi Kebidanan Graha Mandiri CilacapE-mail: wiwitdesiintarti@ymail.comABSTRAKAsfiksia neonatorum adalah suatu keadaan gawat bayi berupa kegagalan bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Keadaan ini disertai hipoksia, hiperkapnia dan berakhir dengan asidosis. Data terkait dengan asfiksia di Indonesia Angka Kematian Bayi (AKB) masih tinggi yaitu 34/1.000 Kelahiran Hidup (SDKI 2007), sekitar 56% kematian terjadi pada periode sangat dini yaitu di masa neonatal. Kondisi tersebut dapat meningkatkan Angka Kematian Bayi baru lahir jika tidak segera ditangani. Penanganan dengan resusitasi bayi asfiksia akan lebih efektif dengan penambahan muscle pumping atau pompa jantung. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektivitas muscle pumping dalam meningkatkan skor APGAR pada bayi baru lahir dengan asfiksia. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan RCT dan pendekatan case control. Sempel yang diambil adalah bayi baru lahir yang mengalami asfiksia dengan jumlah 40 pasien dengan teknik randomas control trial. Teknik analisa data menggunakan uji Mann-Whitney dengan program SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Z hitung 4,508 dan Z tabel 2,021. Nilai p-value= 0,001. Sehingga Z hitung>Ztabel dan P value < 0,05. Kesimpulan penelitian yaitu muscle pumping efektif dalam meningkatkan skor APGAR pada 20 bayi baru lahir dengan asfiksia. Kata Kunci : Asfiksia, Bayi Baru Lahir, Muscle pumpingEFFECTIVENESS OF MUSCLE PUMPING TO INCREASE APGAR SCORE IN NEWBORN WITH ASPHYXIAABSTRACTAsphyxia neonatorum is a state of attention the baby form of failure to breathe spontaneously and regularly soon after birth. This situation is accompanied by hypoxia, acidosis and ended with hiperkapnia. The data associated with asphyxia in Newborn mortality rate Indonesia (AKB) is still high i.e. 34/1,000 live births (SDKI 2007), approximately 56% of deaths occurred at a very early period, namely in the neonatal. The condition can improve newborn mortality rate if not immediately addressed. Handling with asphyxia newborn Resuscitation would be more effective with the addition of muscle pumping or pump the heart. This research aims to examine the effectiveness of muscle pumping in improving score APGAR in the newborn with asphyxia. This type of research uses experimental methods with the RCT approach and case control. The captured Sempel is a newborn baby who suffered asphyxiation with a total of 40 patients with randomas engineering control trial. Technique of data analysis using the Mann-Whitney test with SPSS program. The results showed that the value of Z and Z 4.508 count table of 2.021. The p-value value = 0.001. So Z Ztabel > count and P value < 0.05. Conclusions of research i.e. muscle pumping efektif APGAR score in improving on 20 newborn with asphyxia.Keywords: Asphyxia, Newborn, Muscle pumping
BREASTFEEDING FATHER DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MELAKSANAKAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS UNGARAN Marheni, Ni Kadek Shinta; ., Masruroh
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 01, JUNI 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i01.293

Abstract

BREASTFEEDING FATHER DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MELAKSANAKAN ASI EKSKLUSIF DI  PUSKESMAS UNGARANNi Kadek Shinta Marheni 1), Masruroh 2)1) 2) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ngudi WaluyoE-mail: shintasawitri1995@gmail.com,vinamasruroh@yahoo.co.idABSTRAKBreastfeeding father adalah dukungan penuh dari seorang suami kepada istrinya untuk mempersiapkan pelaksanaan pemberian ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Breastfeeding Father dengan Pengambilan Keputusan Ibu Untuk Melaksanakan ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Ungaran. Metode penelitian yang digunakan adalah Correlational Study dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Ungaran sebanyak 61 orang. Sampel penelitian ini adalah 53 responden dengan teknik pengambilan sampling menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan Penerapan Breastfeeding father menurut penilaian Ibu hamil sebanyak 47,2% dan yang tidak menerapkan breastfeeding father yaitu 52,8 %.. Ibu yang memutuskan melaksanakan ASI Eksklusif sebanyak 45,3% dan ibu yang memutuskan tidak melaksanakan ASI Eksklusif yaitu 54,7%. Ada hubungan yang signifikan antara breastfeeding father dengan pengambilan keputusan ibu untuk melaksanakan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Ungaran dengan p-value 0,004 < α (0,05). Adanya hubungan breastfeeding father dengan pengambilan keputusan ibu untuk melaksanakan  ASI Eksklusif diharapkan asumsi suami tentang wanitalah (istri) yang bertugas untuk melayani kebutuhan dan keinginan suami dapat dirubah, sehingga suami memiliki pemikiran bahwa dukungan penuh selama kehamilan sangatlah penting untuk dilaksanakan untuk mensukseskan pelaksanaan ASI Eksklusif.Kata Kunci : Breastfeeding Father, Pengambilan Keputusan , ASI EksklusifBREASTFEEDING FATHER CORRELATION   WITH  DECISION MAKING A MOTHER TO IMPLEMENT EXCLUSIVE BREASTFEEDING IN PUSKESMAS UNGARANABSTRACTBreastfeeding father give full support from a husband to his wife to prepare and implement breastfeeding. The purpose of this study was to determine the correlation between a breastfeeding father with a mother's decision to implement exclusive breastfeeding in Primary Health Centre Ungaran. The method used correlational study with cross sectional. The population in this study was all pregnant women in the third trimester in Primary Health Centre  Ungaran as many as 61 people. Samples were 53 respondents using simple random sampling. The results showed that breastfeeding fathers were 47,2% and whole who did not do breastfeeding father were 52,8%. The mothers giving exclusive breastfeeding were 45,3% and not giving exclusive breastfeeding were 54,7%. That showed a significant association between a breastfeeding father and a mother's with a decision to carry out exclusive breastfeeding in Primary Health Centre Ungaran with p-value of 0.004 <α (0.05). It expects the assumption that wife’s job is to serve the needs of her husband can be changed, so that the husband can support during pregnancy to be implemented to ensure the success of exclusive breastfeeding.Keywords: BreastfeedingFather,  Decision to Implement ,Exclusive breastfeeding Bibliographes: Literatures (1992 - 2014)  Keywords: BreastfeedingFather,  Decision to Implement ,Exclusive breastfeedingJurnal Kebidanan, Vol. X, No. 01, Juni 2018                                                       1                Bibliographes: Literatures
HUBUNGAN CAKUPAN K4 BIDAN DENGAN DETEKSI DINI RESIKO TINGGI KEHAMILAN DI KECAMATAN REMBANG Anitasari, Yuni Indah; Widiyastuti, Nurul Eko
Jurnal Kebidanan Vol 4 No.2 Desember 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v4i2.96

Abstract

HUBUNGAN CAKUPAN K4 BIDAN DENGAN DETEKSI DINI RESIKO TINGGI KEHAMILAN DI KECAMATAN REMBANG Yuni Indah Anitasari & Nurul Eko Widiyastuti Akademi Kebidanan Estu Utomo Boyolali ABSTRAK Berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) angka kematian ibu tahun 2007 adalah 228 per 100.000 kelahiran hidup. Prioritas penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan (28 %), eklampsia (24 %), infeksi (11 %), abortus (5 %) dan partus lama (5 %). Dalam rangka menurunkan angka kematian ibu di Indonesia yang masih tinggi, Depkes melakukan berbagai upaya salah satunya melalui program antenatal care dengan mengadakan program 14 T diantaranya yaitu program deteksi dan penanganan ibu hamil risiko tinggi oleh tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan cakupan K4 bidan dengan deteksi dini resiko tinggi kehamilan di Kecamatan Rembang. Metode penelitian ini merupakan jenis deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan waktu secara retrospektif. Jumlah sampel yang digunakan 34 bidan, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara cakupan K4 bidan dengan deteksi dini resiko tinggi kehamilan. Dimana didapatkan hasil uji statistik dengan penghitungan secara Chi Square didapatkan X ² = 8,183 dengan P Value = 0,004. Nilai tersebut lebih kecil dari alpha = 0,05. Kata kunci : cakupan K4 bidan, deteksi dini resiko tinggi kehamilan
HUBUNGAN PARITAS DAN PEMAKAIAN KB HORMONAL DENGAN USIA MENOPAUSE Hanasiwi, Mayang Isa; Pertiwi, Herdini Widyaning
Jurnal Kebidanan VOLUME 07 No.02, Desember 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v7i02.183

Abstract

ABSTRAK Menopause adalah peristiwa kehidupan yang normal dan merupakan suatu fase alamiah yang akan di alami oleh setiap wanita yang biasanya terjadi di atas usia 40 tahun. Namun saat rata-rata usia menopause wanita Indonesia adalah 45-55 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan pemakaian KB Hormonal dengan Usia Menopause. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik, Metode pendekatan dengan menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita menopause di Posyandu Lansia Kelurahan Tingkir, Salatiga pada bulan April 2014 sejumlah 58 responden, dengan teknik total sampling dan analisa data chi square. Terdapat hubungan paritas dengan usia menopause pada ibu di Posyandu Lansia Kelurahan Tingkir, Salatiga, dengan p value 0,000. Terdapat hubungan pemakaian KB hormonal dengan usia menopause pada ibu di Posyandu Lansia Kelurahan Tingkir, Salatiga, dengan p value 0,001, berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan paritas dan pemakaian KB Hormonal dengan Usia Menopause. Kata Kunci : Paritas, Pemakaian KB Hormonal, Usia Menopause.PARITY RELATIONSHIP AND USE OF HORMONAL KB AGE WITH MENOPAUSE ABSTRACT Background : Menopause is a normal life event and is a natural phase that will be experienced by every woman who usually occurs over the age of 40 years . However, when the average age of menopause is 45-55 years old Indonesian woman Objective : This study aimed to determine the relationship of parity and use of family planning by Age Menopause Hormonal Methods : This study is a survey research , analytical method using cross sectional approach . The population in this study were all postmenopausal women in IHC Elderly Village Tingkir, Salatiga in April 2014 a number of 58 respondents , with a total sampling techniques and chi square analysis of the data . Results : There is parity relationship with the mother's age at menopause in IHC Elderly Village Tingkir, Salatiga, with a p value of 0.000 . There is a relationship with the use of hormonal family planning on maternal age of menopause in the IHC Elderly Village Tingkir, Salatiga, with p value of 0.001 , meaning Ha Ho accepted and rejected . Conclusion : From this study it can be concluded that there is a relationship of parity and use of family planning Menopause Hormone with age.  Keywords: Parity, use of family planning Hormone, Menopause Age.

Page 1 of 26 | Total Record : 252