cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muharram.fajrin@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
ISSN : 25483129     EISSN : 25991736     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) menginformasikan hasil penelitian asli dan telaah pustaka dalam bidang peternakan meliputi : produksi, nutrisi, pengolahan hasil, pengolahan limbah, kesehatan ternak dan hijauan pakan ternak yang belum dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain. Terbit dua kali setahun januari dan juli
Arjuna Subject : -
Articles 99 Documents
Karakteristik Sifat Kualitatif Domba Di Ex Upt Pir Nak Barumun Kecamatan Aek Nabara Barumun Kabupaten Padanglawas Aisyah Nurmi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Peternkan Edisi Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.456 KB) | DOI: 10.31604/jac.v1i1.198

Abstract

Peningkatan produktivitas ternak domba dapat dilakukan melalui penelitian mengenai Identifikasi Sifat-sifat Kualitatif Domba.Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pemukiman Transmigrasi Perusahaan Inti Rakyat Pola Ternak (UPT PIR Nak) Barumun Kecamatan Aek Nabara Barumun Kabupaten Padang Lawas, berlangsung selama dua bulan  mulai  bulan Juni hingga  Juli 2015.Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh deskripsi sifat-sifat kualitatif Domba yang meliputi bentuk telinga, warna bulu, bentuk ekor dan bentuk tanduk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analitik, data yang telah terkumpul selanjutnya diolah dengan bantuan komputer menggunakan Program Microsoft Excell.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa sifat-sifat kualitatif Domba lokal  di UPT Pir Nak Barumun  adalah sebagai berikut : bentuk telinga dominan berdaun hiris, dengan ekor berbentuk DEG, bentuk tanduk leang-leang dengan pola warna bulu dominan adalah putih tunggal,warna putih 21%, hitam 18.5% dan coklat 16.5% dan abu abu 2.75%. Kombinasi dua warna (warna hitam-coklat) yaitu; 15,25%, (coklta-putih) yaitu 13% diikuti kombinasi tiga warna (putih-hitam-coklat) 13%. memiliki pandangan mata yang tajam, cerah dengan bentuk, ukuran yang simetris dan normal; dan geraham atas dan geraham bawah sama rata serta normal bentuknya. Kata Kunci : Domba Warna Bulu, Motif Bulu, dan Bentuk Tanduk
Mutu Hedonik Daging Burung Puyuh (Coturnix-coturnix Javonica) Dengan Pemberian Tepung Tepung Limbah Kulit Kopi (Coffea arabica L) Muharram Fajrin Harahap
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Peternkan Edisi Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.582 KB) | DOI: 10.31604/jac.v1i1.201

Abstract

Burung puyuh merupakan salah satu ternak yang mudah dibudidayakan  dan memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat melalui usaha burung puyuh. Untuk menekan harga pakan, upaya yang dilakukan salah satunya membuat bahan pakan alternatif yang mudah didapat, seperti  pemberian tepung limbah kulit kopi. Limbah kulit kopi belum dimanfaatkan petani secara optimal, kulit kopi bisa digunakan sebagai pakan karena kulit kopi mempunyai kecernaan protein sebesar 65 % dan 51,4 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan mutu hedonik daging burung puyuh yang diberikan campuran  tepung limbah kulit kopi dalam ransum.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan jumlah perlakuan (t) = 4, ulangan (n) = 6. Adapun susunan perlakuan ransum adalah sebagai berikut: penambahan tepung limbah kulit kopi sebesar A0=0%, A1=5%, A2=10%, dan A3=15%.Dari hasil penelitian diketahui bahwa dengan pemberian tepung limbah kulit kopi terhadap mutu hedonik (warna, rasa aroma dan tekstur) daging burung puyuh memiliki pengaruh terhadap rasa, aroma dan ekstur daging burung puyuh. Sedangkan untuk warna, hasil penilaian panelis menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Dimana dengan atau tanpa penambahan tepung limbah kulit kopi tidak mempengaruhi mutu warna daging burung puyuh. Kata kunci : limbah kulit kopi, burung puyuh, mutu hedonik
Pemberian Tepung Daun Lamtoro (Leucaena Leucocephala) Dalam Ransum Terhadap Performans Burung Puyuh (Coturnix-coturnix Javonica) Nova Sarah Pardede
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Peternkan Edisi Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.117 KB) | DOI: 10.31604/jac.v1i1.203

Abstract

Daun lamtoro mengandung banyak nilai gizi terutama protein yang dapat membantu pertumbuhan ternak, sehingga daun lamtoro dapat dijadikan sebagi tambahan pakan bagi ternak puyuh.  Daun lamtoro mengandung senyawa anti nutrisi yaitu mimosin dan HCN, salah satu cara untuk menghilangkan senyawa tersebut yaitu dengan cara perebusan selama empat menit.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun lamtoro pada ransum terhadap performansburung puyuh.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan jumlah perlakuan (T)=6 dan ulangan (n)=4, dengan pemberian daun lamtoro sebanyak 5%, 10%, 15%, 20%,25% dalam ransum.  Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa pengaruh  penambahan tepung daun lamtoro (leucaena leucocephala) dalam ransum terhadap performans burung puyuh menghasilkan rataan tertinggi pada perlakuan L0 (tanpa penambahan tepung daun lamtoro) sebesar 24.882gr/ekor/minggu pada pertambahan bobot badan, dan pada konsumsi ransum sebesar 97.426 gr/ekor/minggu.  Sedangkan rataan terendah pada pertambahan bobot badan yaitu pada perlakuan L5 yaitu sebesar 19.952 gr/ekor/minggu dan pada konsumsi ransum terdapat pada perlakuan L4 yaitu sebanyak 87.873 gr/ekor/minggu.
Pemberian Ekstrak Pegagan (Centella asiatica) Terhadap Karkas Ayam Broiler Fase Finisher Kalvin Yamin Ritonga
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Peternkan Edisi Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.42 KB) | DOI: 10.31604/jac.v1i1.204

Abstract

Pemeliharaan ayam secara intensif, biaya pakan merupakan biaya produksi terbesar. Penggunaan bahan pakan komersil yang umum digunakan, sering menimbulkan persaingan, sehingga anggaran ransum dan obat-obatan. Manfaat Ekstrak pegagan (Centella asiatica) sebagai bahan minum tambahan merupakan upaya meningkatkan produksi ternak. Khasiat pegagan adalah sebagai mengatasi cekaman panas pada ayam selain itu, penambahan pegagan dipakai sebagai suplemen dan penambah nafsu makan selama pemeliharaan ayam, sehingga keuntungan yang diperoleh juga meningkat, anti lupa, adaptogenik, anti-pyretik, antispasmodik, aphrodisiak, astringent, pembersih darah (keracunan logam), diuretik, nervine, sedative.  Penalitian ini telah dilaksanakan dikandang percobaan Mix Farming Experience (MFE) Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Kota Padangsidimpuan, selama dua bulan mulai dari Februari sampai bulan Maret 2017. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak pegagan terhadap bobot hidup, bobot karkas, persentase karkas dan bobot giblet ayam broiler fase finisher. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancanga Acak Lengkap (RAL) dengan jumlah Perlakuan (t) = 4 dan Ulangan (n) = 5.   Susunan perlakuan PO (Tanpa pemberian ekstrak pegagan), P1 (Pemberian ekstrak pegagan sebanyak 100 gram), P2 (Pemberian ekstrak pegagan sebanyak 200 gram) dan P3 (Pemberian ekstrak pegagan sebanyak 300 gram). Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa rataan terginggi pada pemberian ekstrak pegagan terhadap bobot hidup pada perlakuan P3 yaitu= 1215.20 gram, bobot karkas rataan terginggi pada perlakuan P3 yaitu= 914.40 garm, persentase karkas rataan tertinggi pada perlakuan P3 yaitu= 75,312% dan bobot giblet rataan tertinggi pada perlakuan perlakuan PO yaitu = 80.45 gram.
Kualitas Telur Pertama Burung Puyuh (Coturnix coturnix javonica) Dengan PemberianTepung Daun Pepaya (Carica papaya L) Dalam Ransum Amin Saputra Nasution
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Peternkan Edisi Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.016 KB) | DOI: 10.31604/jac.v1i1.205

Abstract

Telur adalah produk unggas yang mempunyai nilai gizi tinggi dan mudah dicerna. Karakteristik paling utama untuk telur konsumsi yaitu kesegaran, besar telur, warna kerabang telur, dan warna kuning telur. Penelitian ini dilaksanakan di kandang aneka ternak Mix Farming Exprience Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, dimulai dari bulan Januari sampai bulan Maret 2017. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kualitas telur pertama burung puyuh dengan pemberian tepung daun pepaya dalam ransum. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap  dengan jumlah perlakuan (t) = 4, R0 (tanpa penambahan tepung daun pepaya sebanyak 0%), R1 (penambahan tepung daun pepaya sebanyak 5%), R2 (penambahan tepung daun pepaya sebanyak 10%), dan R3 (penambahan tepung daun pepaya sebanyak 15%), ulangan (n) = 6. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah rataan Bobot Telur, Yolk Indeks, Albumen Indeks, Nilai Haugh Unit, dan Warna Kuning Telur. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa pengaruh kualitas telur pertama burung puyuh dengan pemberian tepung daun pepaya  dalam ransum menghasilkan rataan tertinggi sebanyak 5% untuk kategori (bobot telur), sebanyak 15% untuk kategori (yolk indeks dan albumen indeks), sebanyak 0% untuk kategori (haugh unit, dan warna kuning telur), dan sebanyak 10% untuk kategori (yolk indeks dan warna kuning telur), sedangkan rataan terendah sebanyak 0% untuk kategori (bobot telur), sebanyak 5% untuk kategori (yolk indeks, albumen indeks, dan haugh unit) sebanyak 15% untuk kategori (warna kuning telur). Kesimpulan yang dapat diambil selama penelitian tidak memberikan pengaruh terhadap yolk indeks, albumen indeks dan nilai haugh unit, tetapi berpengaruh terhadap bobot telur dan warna kuning telur.
Penggunaan Tepung Limbah Kulit Kopi (Coffea arabica L) Dalam Ransum Terhadap Performans Burung Puyuh (Coturnix Coturnix Javonica) Ahyar Ahyar
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Peternkan Edisi Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.302 KB) | DOI: 10.31604/jac.v1i1.206

Abstract

Limbah yang tidak dimanfaatkan secara baik akan berdampak buruk terhadap lingkungan.  Banyaknya limbah kulit kopi belum dimanfaatkan secara optimal untuk pakan ternak karena ketidaktahuan peternak akan kandungan kulit kopi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung limbah kulit kopi (Coffea arabica L) dalam ransum terhadap performans burung puyuh (Coturnix coturnix javonica).  Penelitian ini telah dilaksanakan dikandang aneka ternak Mix Farming Experience Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan selama enam minggu mulai bulan Januari sampai Maret 2017. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan jumlah perlakuan (t) = 4, ulangan (n) = 6.  Dengan susunan perlakuan A0 = 0%, A1 = 5%, A2 = 10%, A3 = 15%. Hasil penelitian penggunaan tepung limbah kulit kopi dalam ransum terhadap performans burung puyuh menghasilkan pertambahan bobot badan tertinggi pada perlakuan A0 sebesar 12.97 gram/ekor/minggu, terendah terdapat pada perlakuan A3 sebesar 11.42 gram/ekor/minggu.  Konsumsi ransum tertinggi terdapat pada perlakuan A3 sebesar 78.07 gram/ekor/minggu, terendah terdapat pada perlakuan A0 sebesar 72.57 gram/ekor/minggu.  Konversi ransum tertinggi terdapat pada perlakuan A3 sebesar 6.90, terendah terdapat pada perlakuan A0 sebesar 5.63. Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan burung puyuh (P<0.05), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum dan konversi ransum burung puyuh (P>0.05).  Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penggunaan tepung limbah kulit kopi dalam ransum berpengaruh yaitu dapat meningkatkan  pertambahan bobot badan burung puyuh, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap konsumsi ransum dan konversi ransum burung puyuh.
Penambahan Putih Telur Pada Mineral Blok Dengan Level Yang Berbeda Terhadap Performans Domba Lokal Jantan Lepas Sapih Aziz Husein Rangkuti
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Peternkan Edisi Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.242 KB) | DOI: 10.31604/jac.v1i1.207

Abstract

Mineral blok merupakan pakan yang non-konvensional bagi domba yang didalamnya terdapat berbagai macam bahan pakan yang di kemas dalam cetakan.  Domba lokal merupakan salah satu jenis ternak penghasil daging di Indonesia yang memiliki keunggulan, diantaranya adalah mudah pemeliharaannya, cepat berkembangbiak dan memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi alam di Indonesia.       Penelitian ini dilaksanakan Kandang Aneka Ternak Mix Farming Experience (MFE) Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Padangsidimpuan pada Februari-April 2017.  Sampel penelitian ini sebanyak empat ekor dengan kode dan bobot awal sebagai berikut: D1= (26 kg), D2= (26 kg), D3= (25 kg) dan D4 (17 kg).       Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) 4x4. Rancangan dengan Empat macam perlakuan  mineral blok pada level yang berbeda, tanpa putih telur (P0), pemberian 2% putih telur (P1), pemberian 4% putih telur (P2) dan pemberian putih telur 6 % (P3).Variabel penelitian ini berupa konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan (kg/hari).       Hasil penelitian ini adalah penambahan putih telur pada mineral blok dengan level mulai tanpa perlakuan (P0), 2% (P1), 4% (P2) dan 6%(P3) memberikan dampak yang berpengaruh pada konsumsi rumput domba lokal jantan lepas sapih, akan tetapi pada dalam empat perlakuan yang yang cocok diberikan yaitu perlakuan P2 (4%), di karenakan lebih di sukai ternak domba lokal lepas sapih. Saran pada penelitian ini adalah penambahan putih telur pada mineral blok sebaiknya pada batas 4% saja, karena lebih dominan meningkatkan konsumsi pada pertumbuhan bobot badan domba.
UJI KECERNAAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, KADAR NH3 DAN VFA PADA PELEPAH DAUN SAWIT TEROLAH PADA SAPI SECARA IN VITRO Nurainun Harahap; Edhy Mirwandhono; Nevy Diana Hanafi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Peternkan Edisi Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.479 KB) | DOI: 10.31604/jac.v1i1.209

Abstract

Penelitian yang berjudul “Uji Kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik, Kadar NH3 dan VFA Pada Pelepah Sawit Terolah Pada Sapi Secara Invitro” telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh teknologi pengolahan pakan terhadap nilai kecernaan dan fermentabilitas pelepah daun sawit dalam rumen sapi secara In vitro. Hasil penelitian pada pelepah daun sawit menunjukkan bahwa konsentrasi NH3 dan VFA yang tertinggi terdapat pada pakan yang diolah dengan amoniasi yakni sebesar 14,19 mM dan 131,35 mM sedangkan pada penggunaan teknologi pengolahan pakan terhadap nilai KCBK dan KCBO pada pelepah daun sawit yang terbaik adalah dengan teknologi pengolahan secara amoniasi yaitu 25,59% dan 24,06%. Kesimpulan penelitian ini adalah teknologi pengolahan pakan dengan amoniasi menghasilkan koefisien cerna bahan kering, koefisien cerna bahan organik, NH3, VFA paling baik untuk digunakan dibandingkan mekanik dan fermentasi.
ANALISA USAHA DOMBA LOKAL DENGAN WAKTU PEMBERIAN PAKAN DAN PANJANG PEMOTONGAN BULU YANG BERBEDA Aisyah Nurmi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.177 KB) | DOI: 10.31604/jac.v1i2.239

Abstract

This research was conducted in Unit Resettlement The Nucleus Enterprise System (NES) of  LivestockBarumun District of AekNabaraBarumun Padang Lawas regency, lasts for three months.   There were 24  local sheep with initial average body weight 15,91 ± 3,69 kg were used in this research.Design of this experiment was completely randomized design factorial with factor A was feeding time (A1 = feeding at 08.00 and 16.00, A2 = the evening feeding time at 20.00 and 04.00 pm ), and factor B was shearing (B1=0 cm, B2=1 cm, B3=2 cm, B4=natural).The aim of thisresearchwas to analysis the effort from the utilization of feeding time and shearing towards the effort analysis of  local sheep that seem from  the sum production cost, the sum of production income, profit and loss, benefit cost ratio, break even point of production price and break even point of production volume, income over feed cost and return on investment. The results showed that feeding time was very significant (P <0.01) to total production, profit-loss, B / C ratio and Break Even Point Price, significantly different (P <0.05) to total production cost and IOFC and no effect real (P> 0.05) to BEP Volume; (P0.05) to total production, profit and loss, B / C ratio, BEP Volume, BEP Price and IOFC but not significantly different (P> 0.05) to total production cost; the interaction of feeding and cutting treatments had significant effect (P <0.05) on total production cost and BEP Volume but no significant effect (P> 0.05) on total production, profit loss, B / C ratio, BEP price and IOFC. The conclusion of this study is that the treatment of 2 cm cutting and night feeding of local sheep is the best, with no major differences in B / C ratio and profit-loss, and economically profitable.Based on the result of the research, it can be concluded that the difference of feeding time and length of cutting feathers affect the local sheep business analysis. Treatment of 2 cm cutting of the feathers and the provision of feed at night to local sheep provide the best results, and economically profitable.
Pemberian Tepung Daun Lamtoro (Leucaenaleucocephala) Pada Ransum Terhadap Karkas Burung Puyuh (Coturnixcoturnix Javonica) Khoirul Hamdani; Mukhlis Hasibuan; Muharram Fajrin Harahap
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.498 KB) | DOI: 10.31604/jac.v1i2.240

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di kandang percobaan Mix Farming Experience Fakultas Peternakan Universitas Tapanuli Selatan, Kota Padangsidimpuan selama 52 hari mulai dari Bulan Maret sampai April 2017.Penelitian ini bertujuan untuk megetahui pengaruh pemberiann tepung daun lamtoro dalam ransum terhadap karkas  (bobot karkas, persentase karkas,panjang usus, dan bobot giblet) burung puyuh (Coturnix coturnix Javonica) umur 6 minggu.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan jumlah perlakuan (t)= 6 dan ulangan (n)= 4.  susunan perlakuan ransum L0 (0 %), L1(5%), L2 (10%), L3(15%), L4(20%)dan L5 (25%).Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa penambahan tepung daun lamtoro rataan tertinggi pada perlakuan L1 (ransum penambahan tepung daun lamtoro sebayak 5%) untuk bobot karkas dengan berat 54,25 gram, persentase karkas sebesar 64,33, panjang usus dengan panjang 11,63 cm, dan bobot giblet dengan berat 5,93 gram.Hasil penelitian dapat disimpulkan, pemberian tepung daun lamtoro (Leucaena leucocephala) dalam ransum tidak dapat meningkatkan bobot karkas, persentase karkas,panjang usus dan bobot giblet burung puyuh (Coturnix coturnix javonica).  Perlakuan terbaik dari penelitian yang dilakukan terdapat pada ransum penambahan tepung daun lamtoro sebayak 5% pada setiap parameter.

Page 1 of 10 | Total Record : 99