cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.biotika@unpad.ac.id
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA Unpad Jl. Raya Bandung Sumedang Km 21. Jatinangor
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Biotika: Jurnal Ilmiah Biologi
ISSN : 14124297     EISSN : 26214180     DOI : https://doi.org/10.24198/biotika
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi adalah Jurnal terbuka yang diterbitkan oleh Departemen Biologi Universitas Padjadjaran yang berdiri sejak tahun 2002. Artikel yang diterbitkan di Jurnal Biotika meliputi semua artikel penelitian asli (original article) yang relevan dengan bidang Biologi dan akan ditelaah secara tertutup oleh mitra bestari. Dalam era interdisipliner ini, Biotika berperan sebagai media komunikasi ilmiah untuk bidang Biologi dan aplikasi terapannya yang relevan, seperti mikrobiologi, genetika dan molekuler, biologi struktur, biologi fungsi, biologi lingkungan maupun biologi terapan. Biotika juga berperan dalam menerbitkan hasil penelitian yang berkualitas dari peneliti muda untuk dapat dijadikan informasi ilmiah bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian. Para kontributor Jurnal Biotika terbuka untuk peneliti dari bidang-bidang terkait, akademisi dan mahasiswa berbagai strata (S1, S2, dan S3). Jurnal BIOTIKA diterbitkan setiap 6 bulan sekali yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 208 Documents
KOMBINASI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BINTARO (Cerbera Odollam) DAN DAUN MIMBA (Azadirachta Indica) TERHADAP BAKTERI Escherichia Coli SECARA IN VITRO Elisa Kustiyaningsih; Yuniar Ajeng Mastuti; Wimawantika Hapsari Nugraha; Wisanti Wisanti
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 17, No 2 (2019): BIOTIKA DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v17i2.26052

Abstract

Penggunaan obat antibiotik sintetis semakin marak digunakan. Cara alternatif yang bisa dilakukan ialah dengan memanfaatkan tanaman bintaro (Cerbera odollam) dan mimba (Azadirachta indica A. Juss) yang diketahui berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil fitokimia ekstrak daun bintaro dan mimba secara kualitatif dan mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak kedua daun terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli FNCC 0091. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian efektivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar dengan cara pour plate dan menggunakan amoxycillin sebagai kontrol positif serta akuades sebagai kontrol negatif. Metode penelitian yang digunakan ialah RAL dengan ANOVA satu arah dilanjutkan dengan uji Duncan. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan konsentrasi yaitu 10%, 20%, 40% dan 80%. Hasil uji profil fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun bintaro dan mimba mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, triterpenoid, tanin dan fenolik. Data yang diperoleh berupa rata-rata diameter zona hambat. Pada perlakuan aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun bintaro dan mimba terhadap pertumbuhan bakteri E. coli diperoleh rata-rata diameter zona hambat sebesar 14,58 ± 0,87 mm pada perlakuan kontrol positif, pada perlakuan kombinasi ekstrak daun bintaro dan mimba dengan konsentrasi yang terkecil hingga konsentrasi terbesar yaitu sebesar 2,00 ± 0,25 mm; 3,41 ± 0,38; 4,08 ± 0,14 mm; dan 5,25 ± 0,25 mm. Kontrol negatif (akuades) tidak mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli.Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi zat antibakteri yang diberikan maka semakin besar zona hambat yang terbentuk. Kombinasi ekstrak daun bintaro dan mimba yang efektif dalam menghambat pertumbuhan dari bakteri adalah konsentrasi 80%.
NILAI EKONOMI SIMPANAN KARBON HUTAN ALAM TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS Gabriel B. Hutajulu; Hasna Afifah
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 17, No 2 (2019): BIOTIKA DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v17i2.26645

Abstract

Deforestasi merupakan isu global yang perlu perhatian. Deforestasi melepaskan gas rumah kaca berupa karbondioksida (CO2) ke atmosfer yang meningkatkan pemanasan global. Untuk menurunkan laju deforestasi diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hutan. Masyarakat perlu mengetahui nilai hutan secara ekonomi disamping ekologinya. Nilai ekonomi ini direpresentasikan dengan simpanan karbon pada hutan. Setengah dari biomassa hutan tersusun atas karbon. Simpanan karbon berupa karbon di atas dan di bawah tanah, karbon organik tanah, karbon serasah dan tumbuhan bawah, serta nekromassa. Tujuan penelitian ini adalah menentukan total keuntungan simpanan karbon di hutan alam sekunder TNWK. Metode penelitian dilakukan dengan pengambilan data analisis vegetasi pada 8 plot sampel berukuran 20m x 20m. Simpanan karbon dihitung dengan allometri ketterings. Hutan TNWK memiliki total biomassa sebesar 10157603,84 gram/ha dengan simpanan karbon sebesar 200,81 ton/ha. Simpanan karbon hutan alam sekunder TNWK termasuk tinggi. Simpanan karbon tersebut sangat penting untuk menjaga kestabilan iklim global. Besarnya simpanan karbon memiliki nilai ekonomi yang besar juga. Jika nilai ekonomi simpanan karbon hutan alam sekunder TNWK diestimasi, maka harga karbon total pada hutan TNWK mengacu pada REDD+ adalah US$50.789.156,5 atau sebesar 714.679.616.000 rupiah.
STUDI ETNOBOTANI PEMANFAATAN JENIS-JENIS TUMBUHAN SEBAGAI BAHAN OBAT TRADISIONAL OLEH MASYARAKAT DI DESA CIBUNAR KECAMATAN RANCAKALONG KABUPATEN SUMEDANG-JAWA BARAT Johan Iskandar; Yayan Suryana; Aseng Ramlan
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2, No 1 (2003): Biotika Juni 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v2i1.227

Abstract

PERBANDINGAN FAKTOR EDAFIK TERHADAP KOMUNITAS MAKROFAUNA TANAH DI DUA EKOSISTEM YANG BERBEDA SEBAGAI INDIKATOR HUTAN YANG BERKELANJUTAN Muhamad David Hambali; Aslama Nuraulia; Endah Sulistyawati
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 17, No 2 (2019): BIOTIKA DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v17i2.26647

Abstract

Ekosistem hutan dikatakan berkelanjutan apabila dapat menyediakan keadaan ideal bagi seluruh komponen yang ada di dalamnya, salah satu komponennya adalah makrofauna tanah. Makrofauna tanah merupakan salah satu bentuk diversitas lokal yang sangat berperan dalam mempertahankan dan meningkatkan fungsi tanah untuk menopang kehidupan di dalam suatu ekosistem hutan. Keberadaan dan aktivitas makrofauna tanah berhubungan dengan ketersediaan bahan organik tanah dan penyediaan fungsi infiltrasi air, aerasi, dan agregasi tanah. Indeks keberagaman dan densitas makrofauna tanah dapat dijadikan indikator penentuan kualitas ekosistem hutan. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan keanekaragaman makrofauna tanah sebagai indikator kualitas tanah di Hutan Alam Way Kambas dan Hutan Reklamasi Pasca Tambang. Untuk mengetahui tingkat keberagaman dan densitas makrofauna tanah dapat dilakukan kegiatan pencuplikan sampel tanah berukuran 20 cm x 20 cm x 20 cm di dua ekosistem hutan yang berbeda. Indeks keberagaman dan makrofauna di Hutan Alam Way Kambas lebih besar dibandingkan Hutan Reklamasi Pasca Tambang. Terdapat 7 taksa dan 23 individu makrofauna di Hutan Reklamasi Pasca Tambang dengan taksa Formicidae memiliki densitas tertinggi sebesar 73,9%, dan indeks keberagaman sebesar 1,04. Terdapat 10 taksa dan 39 individu di hutan sekunder Way Kanan dengan taksa Acanthodrilidae memiliki densitas tertinggi yaitu 41,03% dan indeks keberagaman sebesar 1,71. 
PENGARUH Bacillus chitinosporus, B. uniflagellatus dan B. laterosporus TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET KELAPA SAWIT DI PEMBIBITAN AWAL Subronto .. .; D. N. Nasution; Markhaini .. .; H. H. Hasyim
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2, No 1 (2003): Biotika Juni 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v2i1.229

Abstract

Plumeria pudica Jacq. : TAMBAHAN UNTUK MARGA PLUMERIA (APOCYNACEAE) DI JAWA Muhammad Rifqi Hariri; Arifin Surya Dwipa Irsyam; Rina Ratnasih Irwanto
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 17, No 2 (2019): BIOTIKA DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v17i2.25454

Abstract

Plumeria Tourn. ex L. merupakan tumbuhan eksotik yang berasal dari kawasan Amerika Tropis. Marga tersebut telah banyak diintroduksi dan ditanam sebagai tanaman hias karena memiliki ciri morfologi yang menarik. Sebanyak tiga jenis Plumeria telah diketahui tumbuh di Pulau Jawa, yaitu P. alba L., P. obtusa L., dan P. rubra L. Akan tetapi, jenis-jenis Apocynaceae budi daya belum tercatat secara lengkap dalam Flora Malesiana. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk melaporkan keberadaan jenis Plumeria lainnya yang ada di Jawa. Penelitian dilakukan menggunakan metode jelajah di Jawa Barat (Bandung, Bogor, Pangandaran, Sumedang) dan Jawa Timur (Situbondo) pada bulan Maret hingga Agustus 2019. Penelitian ini mengungkap suatu jenis tambahan dari marga Plumeria, yakni P. pudica Jacq. Informasi mengenai keberadaan dan ciri morfologi P. pudica dilaporkan dalam catatan ini beserta kunci identifikasi terkini untuk marga Plumeria di Jawa.
UJI IN VITRO AKTIVITAS ANTIBAKTERIA DARI EMPAT ISOLAT BAKTERI ENDOFIT BATANG Avicenniamarina (Forssk.) Vierh. Ida Indrawati; Devira Monica
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 17, No 2 (2019): BIOTIKA DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v17i2.27146

Abstract

Avicennia marina (Forssk.) Vierh. (Mangrove api-api putih) merupakan jenis tumbuhan mangrove yang umum ditemukan di Indonesia. A. marina diketahui mengandung senyawa bioaktif yang dapat digunakan sebagai anti-oksidan, anti-tumor, anti-inflamasi, anti-alergi, dan anti-mikroba. Senyawa bioaktif pada A. marina juga dapat dihasilkan oleh bakteri endofit yang hidup pada jaringan tumbuhan A. marina karena adanya transfer genetik antara bakteri endofit dengan inangnya. Potensi anti-mikroba dari bakteri endofit yang diisolasi dari A. marina diharapkan dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas anti-bakteri dari bakteri endofit yang diisolasi dari batang A. marina terhadap bakteri pathogen Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan Klebsiella pneumoniae. Metode yang digunakan adalah uji aktivitas anti-bakteri metode difusi Kirby- Bauer dengan dua kali pengulangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa empat isolat bakteri endofit dari batang A. marina memiliki aktivitas anti-bakteri yang cukup tinggi (kisaran diameter zona hambat 8,9-13,17 mm) terhadap MRSA dan K. pneumoniae.
MIKRONUKLEUS SPONTAN PADA ERITROSIT IKAN SAPU-SAPU (Liposarcus pardalis) DARI EMPAT STASIUN SUNGAI CITARUM HULU Ade Pandi; Piah Alvia; Kartiawati Alipin
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2, No 1 (2003): Biotika Juni 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v2i1.231

Abstract

MORFOMETRIK KERANG HIJAU (Perna viridis) DAN REMIS (Donax compressus) DI PERAIRAN PANTAI TIMUR PANGANDARAN, JAWA BARAT Desak Made Malini; Emilie Nuraida Erawan
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 17, No 2 (2019): BIOTIKA DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v17i2.26006

Abstract

Pantai Timur Pangandaran merupakan salah satu lokasi pariwisata yang berada di dekat Cagar Alam Pananjung Pangandaran dan merupakan habitat bagi kerang hijau (Perna viridis) dan remis (Donax compressus). Organisme tersebut sangat rentan terhadap perubahan factor lingkungan seperti salinitas, pH, ketersediaan nutrisi dan tingkat pencemaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara panjang cangkang, lebar cangkang, berat daging dengan berat total dari P. viridis dan D. compressus serta hubungannya dengan kondisi lingkungan di perairan Pantai Timur Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan teknik survey. Sampel P. viridis diperoleh di area keramba jaring apung sedangkan sampel D. compressus diperoleh di sepanjang pesisir pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai r tertinggi pada P. viridis terdapat pada korelasi berat daging dengan berat total yaitu r 0,9864 dan memiliki nilai R sebesar 0,9731, sedangkan pada D. compressus nilai r tertinggi sebesar 0,97613 dengan R2 0,952. Nilai terendah pada P. viridis berada pada nilai r 0,8330 dengan R2 0,6939, dan pada D. compressus nilai r 0,8747 terendah dengan R2 0,7652. Berdasarkan pada hasil pengukuran morfometrik P. viridis dan D. compressus dapat disimpulkan bahwa perairan Pantai Timur Pangandaran belum tercemar.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA ALTERNATIF TERHADAP PERTUMBUHAN F0 DAN SENYAWA METABOLIT SEKUNDER PADA JAMUR TIRAM MERAH MUDA (Pleurotus flabellatus) Anggita Rahmi Hafsari; Putri Andiani; Yani Suryani
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 15, No 2 (2017): BIOTIKA DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v15i2.19301

Abstract

Page 1 of 21 | Total Record : 208