cover
Contact Name
Ivan Taslim
Contact Email
ivantaslim@umgo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geografi@umgo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
J SIG (Jurnal Sains Informasi Geografi)
ISSN : -     EISSN : 26141671     DOI : -
Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Mei dan November (2 Nomor dalam 1 Volume) yang pada setiap terbitan berisi maksimal 6 artikel/paper. Publikasi dalam jurnal ini menggunakan Bahasa Indonesia meski juga diperbolehkan dengan menggunakan Bahasa Inggris (english).
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
IDENTIFIKASI SUHU PERMUKAAN DARAT MENGGUNAKAN TEKNOLOGI GEOSPASIAL: Studi Kasus Kota Bukittingi, Provinsi Sumatera Barat (Identification of Land Surface Temperature Using Geospatial Technology: Case Study in Bukittinggi City, West Sumatra Province) henzulkifli rahman; Triyatno Triyatno
Jurnal Sains Informasi Geografi Vol 4, No 1 (2021): Edisi Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/j sig.v4i1.711

Abstract

Perubahan lahan permukiman di area perkotaan mempengaruhi perubahan iklim mikro di area kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan suhu permukaan darat yang dipengaruhi oleh perubahan penggunaan lahan, kondisi vegetasi dan kepadatan bangunan di Kota Bukittinggi penelitian ini menggunakan data citra satelit landsat ETM 5 tahun 2011 dan citra satelit landsat OLI 8 tahun 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan klasifikasi maximum likelihood, Normalized Difference Vegetation Index, Normalized Difference Build-up Index, dan land surface temperatur yang dirposes menggunakan teknologi geospasial. Hasil penelitian menemukan bahwa dari rentang tahun 2011 ke tahun 2017 telah terjadi perubahan penggunaan lahan (43,9 ha) yang tidak terlalu luas di Kota Bukittinggi akan tetapi fenomena ini sangat berpengaruh besar terhadap dinamika suhu permukaan darat dimana dalam rentang 6 tahun terakhir suhu permukaan darat telah meninggkat sekitar 4,567 oC peningkatan suhu ini dipengaruhi oleh tingkat kepadatan bangunan di Kota Bukittinggi dan kondisi vegetasi yang sangat minim pada area pusat kota yang menjadikan lingkungan di sekitar area kota menjadi sangat panas setiap tahunnya.
PEMETAAN ZONA NILAI TANAH (ZNT) DI KELURAHAN TITI KUNING KECAMATAN MEDAN JOHOR KOTA MEDAN (Mapping of Land Value Zones in Sub District Titi Kuning Medan Johor Districts Medan City) Ernawati Sibarani; Darwin Parlaungan Lubis; M Taufik Rahmadi
Jurnal Sains Informasi Geografi Vol 4, No 1 (2021): Edisi Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/j sig.v4i1.725

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Zona nilai tanah berdasarkan transaksi jual beli di Kelurahan Titi Kuning Kecamatan Medan Johor. (2) Mengetahui klasifikasi zona nilai tanah berdasarkan NJOP di Kelurahan Titi Kuning Kecamatan Medan Johor. (3) Mengetahui zona nilai tanah berdasarkan NIR di Kelurahan Titi Kuning. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Titi Kuning Kecamatan Medan Johor, Sumatera Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tanah yang ada di wilayah Kelurahan Titi Kuning Kecamatan Medan Johor. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara teknik observasi dan kuesioner. Penelitian ini menggunaan teknik overlay peta untuk mengolah data. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1) Berdasarkan hasil yang telah diolah, nilai jual objek pajak Kelurahan Titi Kuning dibagi menjadi 3 zona. Zona terendah dengan rentang harga Rp 537.000,00 – Rp 1.537.000,00. Zona sedang dengan rentang harga Rp 1.537.000,00 – Rp 2.640.000,00. Zona tertinggi dengan rentang harga Rp 2.640.000,00 – Rp 4.605.000,00., (2) Harga NPW yang sudah dipetakan menjadi 3 zona, yaitu Zona terendah dengan rentang harga Rp 2.000.000,00 – Rp 5.000.000,00. Zona sedang dengan rentang harga Rp 5.000.000,00 – Rp 8.000.000,00. Zona tertinggi dengan rentang harga Rp 8.000.000,00 – Rp 15.000.000,00., (3) Zona Nilai Tanah yang dihasilkan pada akhir penelitian ini dipetakan menjadi 3 zona, yaitu Zona terendah dengan rentang harga Rp 1.395.000,00 – Rp 3.860.000,00. Zona sedang dengan rentang harga Rp 3.860.00000 – Rp 7.386.000,00. Zona tertinggi dengan rentang harga Rp 7.386.000,00 – Rp 11.492.000,00. Perubahan selisih harga pasar dengan harga NJOP terendah adalah sebesar Rp1.395.000,00 atau sekitar 30,29%, sedangkan untuk kenaikan harga tertinggi adalah sebesar Rp 11.492.000,00 atau sekitar 841,92%. Kata kunci: Pemetaan, Zona Nilai Tanah, NJOP, Medan Johor
PENGOLAHAN FOTO UDARA DRONE MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK Pix4DMAPPER (Drone Aerial Photograph Processing Using Pix4D Mapper Software) Arthur Gani Koto
Jurnal Sains Informasi Geografi Vol 4, No 1 (2021): Edisi Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/j sig.v4i1.738

Abstract

Abstract - A recording project using a drone where one of the results is in the form of aerial photographs, it is necessary to carry out further processing, namely a mosaic to obtain the final result in the form of an orthomosaic. It is intended that it can be analyzed for various interests, especially in the field of earth. This study aims to show how to process drone aerial photos into orthomosaic using a desktop PC that has Pix4Dmapper software installed. The data used is an aerial photo of the PRPM area "tracking mangrove in love" totaling 112 images recorded by the DJI Phantom 4 drone. The processing process used a PC desktop with specifications : AMD FX 8300 CPU, 16 GB DDR3 RAM, GPU: AMD Radeon (TM) R9 200 Series 2 GB, HDD: 1 TB 5400 rpm, and Windows 10 Enterprise 64-bit operating system. The method used is processing drone aerial photos into orthomosaic and DSM on the Pix4Dmapper software using a PC Desktop. During aerial photo processing, temperature observations (CPU, RAM, GPU, HDD, Motherboard) are also carried out using the CPUID HWMonitor application and observing hardware workloads (CPU, RAM, GPU, HDD) using the Task Manager application. Initial processing and DSM, Orthomosaic, and Index are performed by default setting. Point Cloud and Mesh settings for image scale: slow and point density: high, otherwise they are the default. The results showed that the need for processing drone aerial photos into orthomosaic and DSM can be done with the desktop PC specifications mentioned above. The total time required during the processing process is 5 hours 18 minutes 28 seconds.Keywords: aerial photograph, drone, orthomosaic, pix4d mapper   Abstrak – Kegiatan perekaman menggunakan drone yang salah satu hasilnya berupa foto udara perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut yaitu mosaik agar diperoleh hasil akhir berupa orthomosaic. Hal ini bertujuan agar dapat dianalisis untuk berbagai kepentingan khususnya dibidang kebumian. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana pengolahan foto udara drone menjadi orthomosaic menggunakan PC Desktop yang telah terinstall perangkat lunak Pix4Dmapper. Data yang yang digunakan yaitu foto udara kawasan PRPM “tracking mangrove in love” berjumlah 112 image yang direkam drone DJI Phantom 4. Proses pengolahan menggunakan PC desktop dengan spesifikasi CPU AMD FX 8300, 16 GB RAM DDR3, GPU: AMD Radeon (TM) R9 200 Series 2 GB, HDD: 1 TB 5400 rpm, dan sistem operasi Windows 10 Enterprise 64-bit. Metode yang digunakan yaitu pengolahan foto udara drone menjadi orthomosaic dan DSM pada perangkat lunak Pix4Dmapper menggunakan PC Desktop. Selama pengolahan foto udara berlangsung, dilakukan pula pengamatan suhu (CPU, RAM, GPU, HDD, Motherboard) menggunakan aplikasi CPUID HWMonitor dan pengamatan beban kerja  perangkat keras (CPU, RAM, GPU, HDD) menggunakan aplikasi Task Manager. Pengaturan Initial processing dan DSM, Orthomosaic, and Index dilakukan secara default. Pengaturan Point Cloud and Mesh untuk image scale : slow dan point density : high, selain itu default. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan untuk pengolahan foto udara drone menjadi orthomosaic dan DSM dapat dilakukan dengan spesifikasi PC Desktop tersebut diatas. Total waktu yang dibutuhkan selama proses pengolahan yaitu 5 jam 18 menit 28 detik.Kata kunci: foto udara, drone, ortomosaic, pix4d mapper
IDENTIFIKASI RUANG TERBUKA HIJAU MENGGUNAKAN METODE NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX DI KOTA DEPOK (Identification of Green Open Spaces Using the Normalized Difference Vegetation Index in Depok City) Alvian Aji Purboyo; Alvien Hanif Ramadhan; Eva Safitri; Riki Ridwana; Shafira Himayah
Jurnal Sains Informasi Geografi Vol 4, No 1 (2021): Edisi Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/j sig.v4i1.740

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi di wilayah perkotaan diakibatkan oleh perkembangan dan pemekaran setiap tahunnya. Kota Depok merupakan salah satu kota yang terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Melalui aktivitas pembangunan dan perkembangan wilayah yang semakin meningkat, mengakibatkan lahan ruang terbuka hijau di Kota Depok Semakin berkurang. Berdasarkan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, proporsi ruang terbuka hijau adalah sebesar 30% dari luas total wilayah kota tersebut. Dalam upaya memantau ketersediaan ruang terbuka hijau, dapat dilakukan identifikasi ruang terbuka hijau dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh. Metode yang digunakan adalah Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) yang dilakukan pada citra Landsat 8 OLI/TIRS dengan waktu perekaman tahun 2020. Hasil yang diperoleh berupa rentang nilai NDVI -0.93 hingga 0.76 dengan jenis kerapatan vegetasi antara lain non ruang terbuka hijau, sangat rendah, rendah, sedang, dan tinggi. Luasan ruang terbuka hijau yang terdapat saat ini sebesar 2709.14 ha atau mencapai 13.64%. Hal tersebut menunjukkan Kota Depok belum memenuhi proporsi ruang terbuka hijau.Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau, Penginderaan Jauh, Citra Landsat 8, NDVI
SEBARAN TINGKAT EROSI DI DAERAH TANGKAPAN AIR SITU GINTUNG, CIPUTAT TIMUR, TANGERANG SELATAN, BANTEN (Distribution of erosion levels in Situ Gintung Catchment Area, East Ciputat, South Tangerang, Banten) Faizah Muthmainnah; Astrid Damayanti
Jurnal Sains Informasi Geografi Vol 4, No 1 (2021): Edisi Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/j sig.v4i1.830

Abstract

Perubahan penggunaan lahan pada suatu daerah tangkapan air (DTA) memiliki pengaruh terhadap kualitas suatu perairan. Sumber air dari suatu perairan dapat berasal dari mata air yang terdapat di dalamnya dan dari masukan air sungai atau limpasan air permukaan serta air hujan yang mengalir di lahan sekitar perairan tersebut. Daerah tangkapan air Situ Gintung adalah suatu daerah  yang mengalirkan air ke Situ Gintung. Masyarakat yang tinggal di sekitar Situ Gintung memanfaatkan situ tersebut untuk perikanan, pertanian dan sarana wisata. Dalam jangka waktu 20 tahun, yaitu tahun 1999, 2004, 2009, 2014, 2019, Situ Gintung mengalami perubahan kualitas perairan secara fisik dapat diketahui melalui kandungan materi yang mengubah warna air tersebut. Perubahan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh erosi dan sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya laju erosi di DTA Situ Gintung dengan menggunakan pemodelan USLE (Universal Soil Loss Equation). Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat tingkat erosi di DTA Situ Gintung, yaitu normal, ringan, sedang, berat. Sebaran erosi yang terjadi di DTA Situ Gintung mengikuti pola lereng. Laju erosi normal terbesar sebesar 178,13 ton/ha/tahun pada tahun 2019 dan terkecil sebesar 58,43 ton/ha/tahun pada tahun 2014. Tingkat erosi ringan terbesar sebesar 1410,63 ton/ha/tahun pada tahun 2019 dan terkecil sebesar 706,13 ton/ha/tahun pada tahun 2014. Tingkat erosi sedang tertinggi adalah 2.831,84 ton/ha /tahun pada tahun 2009 dan yang terkecil sebesar 1710,71 ton/ha/tahun pada tahun 2014. Laju erosi berat terbesar adalah 4782,74 ton/ha/tahun pada tahun 2009 dan terkecil adalah 2.312,31 ton/ha/tahun pada tahun 2019.
ANALISIS SPATIO – TEMPORAL PERUBAHAN KERAPATAN VEGETASI DI KECAMATAN LEMBANG (Spatio Temporal Analysis Of Changes Vegetation Density In Kecamatan Lembang) Hana Taqiyyah Fachri; Abyan Hilmi; Adi Firmansyah
Jurnal Sains Informasi Geografi Vol 4, No 1 (2021): Edisi Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/j sig.v4i1.838

Abstract

Lembang adalah sebuah kecamatan yang berada di daerah Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan Lembang  berjarak sekitar 22 kilometer dari Ibu Kota Kabupaten Bandung Barat ke arah timur laut melalui Cisarua. Kecamatan ini merupakan kecamatan paling timur dan terkenal sebagai tujuan wisata di Jawa Barat karena pemandangan alamnya yang masih asri dan kawasannya yang berada di dataran tinggi menambah daya tarik para wisatawan untuk datang dan berwisata. Sebagian besar lahan hijau yang ada di Kecamatan Lembang telah berubah menjadi lingkungan buatan yang dibangun untuk kebutuhan manusia, seperti pemukiman, sarana parawisata, dan usaha-usaha kecil menengah yang menunjang sarana pariwisata. Hal  ini tentu saja akan berpengaruh kepada tingkat kerapatan vegetasi di Kecamatan Lembang dan bisa menjadi permasalahan yang besar dikemudian hari apabila pembangunan - pembangunan tersebut tidak dikontrol. Tujuan dari penelitian ilmiah ini adalah untuk menganalisis persebaran nilai indeks vegetasi dan besaran perubahan luas antar kerapatan vegetasi di kecamatan Lembang pada tahun 2013, 2015, 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  interpretasi citra Landsat 8 dengan menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Indeks (NDVI) yang menggambarkan tingkat kehijauan suatu tanaman dan analisis deksriktif berbasis keruangan. Dari hasil penelitian, kerapatan vegetasi di Kecamatan Lembang terdistribusi menjadi 5 kelas yaitu non vegetasi, kerapatan rendah, kerapatan sedang, kerapatan tinggi dan kerapatan sangat tinggi. Selain itu kerapatan vegetasi juga mengalami pertambahan luas pada kelas non vegetasi dan kerapatan rendah serta mengalami penurunan luas pada kelas kerapatan tinggi.Kata kunci: Kerapatan Vegetasi, Landsat 8, NDVI, Kecamatan Lembang
MONITORING PERUBAHAN GARIS PANTAI UNTUK EVALUASI RENCANA TATA RUANG DAN PENANGGULANGAN BENCANA DI KABUPATEN TANGERANG (Monitoring Coastline Change for Spatial Plan Evaluation and Disaster Management in Tangerang Regency) Heri Setiawan; Supriatna Supriatna
Jurnal Sains Informasi Geografi Vol 4, No 2 (2021): Edisi November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/j sig.v4i2.1036

Abstract

Garis pantai Kabupaten Tangerang merupakan garis pantai yang sangat dinamis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi laju perubahan garis pantai tiap desa di Pesisir Kabupaten Tangerang periode 2011 - 2021, mengidentifikasi penyebab, dampak dan memberikan rekomendasi untuk evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan penanggulangan bencana. Metode kuantitatif teknik Digital Shoreline Analysis System (DSAS) digunakan untuk identifikasi abrasi dan akresi. Sedangkan analisis penyebab, dampak dan rekomendasi menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan semua desa di Pesisir Kabupaten Tangerang mengalami abrasi ataupun akresi selama satu dekade terakhir. Desa dengan laju dan luas akresi tertinggi berada di Desa Kohod sebesar 31,41 m/tahun dan 55,51 ha. Desa yang mempunyai laju abrasi tertinggi di Desa Tanjung burung sebesar -23,12 m/tahun dan luas abrasi tertinggi di Desa Desa Ketapang seluas 27,65 ha. Terdapat juga reklamasi di Kecamatan Kosambi seluas 78,18 ha. Adanya sedimentasi muara Sungai Cisadane sebagai penyebab akresi. Abrasi disebabkan karena kerusakan ekosistem mangrove, ketidaksesuaian kondisi eksisting dengan pola ruang hutan lindung RTRW di kawasan pesisir dan penyalahgunaan pemanfaatan sempadan pantai. Dampak kerusakan meliputi hilangnya pemukiman dan tambak, berkurangnya luas rencana hutan lindung (mangrove), mundurnya garis pantai akan memicu konflik lahan terkait pemanfaatan sempadan pantai. Beberapa rekomendasi yang diusulkan antara lain evaluasi RTRW pola ruang hutan lindung dan sempadan pantai, penanaman mangrove tepat di belakang wave breaker, pengelolaan ekowisata mangrove dan silvofishery.
ANALISIS STRATIGRAFI DAERAH LEATO UTARA DAN SELATAN, KOTA GORONTALO (Stratigraphy Analysis of The North and South Leato Region, Gorontalo City) Ronal Hutagalung; Aang Panji Permana; Dewi Rahmawaty Isa; Ivan Taslim
Jurnal Sains Informasi Geografi Vol 4, No 2 (2021): Edisi November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/j sig.v4i2.1037

Abstract

Daerah Leato Utara dan Selatan, Kota Gorontalo merupakan bagian selatan dari lengan utara Sulawesi. Kondisi geologi daerah penelitian sangat kompleks. Untuk itu penelitian ini sangat menarik dilakukan untuk mengetahui stratigrafi sehingga bisa diketahui rekonstruksi pembentukan daerah Leato Utara dan Selatan, Kota Gorontalo. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis stratigrafi daerah Leato Utara dan Selatan, Kota Gorontalo. Tujuan tersebut akan dicapai menggunakan dua metode penelitian yakni survei lapangan berupa pemetaan geologi detail dan analisis laboratorium berupa analisis petrografi. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua satuan geomorfologi, tiga satuan batuan serta tiga kontrol struktur geologi yang bekerja. Satuan granit menjadi satuan tertua yang terbentuk di laut dalam kemudian mengalami pengangkatan di atasnya diendapkan tidak selaras satuan breksi vulkanik dan satuan batugamping terumbu pada lingkungan laut dangkal.
STUDI ANALISIS KUALITAS AIR SUNGAI KALI DINGIN WOSI, DISTRIK MANOKWARI BARAT, KABUPATEN MANOKWARI (Analytical Studies of River Water Quality of Kalidingin Wosi, West Manokwari District, Manokwari Regency) Erikha Maurizka Mayzarah; Nur Alzair
Jurnal Sains Informasi Geografi Vol 4, No 2 (2021): Edisi November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/j sig.v4i2.1097

Abstract

Penentuan kualitas air diperlukan sebagai arah pemantauan pencemaran air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas air Sugai Kalidingin Wosi dengan parameter pH, BOD5, TSS, TDS, DO, Cr6+.  Penelitian dilakukan di Sungai Kalidingin Wosi, Manokwari Barat, Papua Barat dari bulan Januari- Maret 2021.  Titik pengambilan sampel terdiri dari 3 titik yaitu bagian Hulu Sungai, Tengah Sungai dan Hilir Sungai. Sampel air dengan Parameter Kimia-Fisika dianalisis di Laboratorium Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Papua. Pengolahan data dari analisis Laboratorium menggunakan metode komparatif yaitu membandingkan hasil analisis laboratorium dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Kelas II.  Hasil Penelitian yaitu pH di lokasi penelitian berkisar 6,55 - 7,21, TSS sebesar 73 – 91Mg/L, TDS sebesar 95 – 146 Mg/L, DO sebesar 5,3 – 6,2 Mg/L, BOD5 sebesar 8,6 – 12,7 Mg/L, dan Cr 6+ sebesar 0,0013 – 0,004 Mg/L.  Kesimpulan penelitian ini yaitu parameter TSS, DO dan BOD5 melebihi nilai ambang batas sedangkan parameter pH, TDS dan Cr6+ masih dibawah nilai ambang batas yang telah ditetapkan.  Penurunan kualitas air sungai berdasarkan parameter tersebut diakibatkan karena aktivitas masyarakat yang membuang limbah domestik ke sungai.
ANALISIS SPASIAL WISATA PANTAI BOTUTONUO DESA BOTUTONUO MENGGUNAKAN FOTO UDARA ORTHOFOTO HASIL PEMOTRETAN DENGAN UAV (Spatial Analysis at Butotonuo Beach Tourism Object in Botutonuo Village Using Orthophoto Aerial Photograph as UAV Imaging Result) Hendra Hendra; Ahmad Syamsu Rijal S; Risman Jaya; Nurfaika Nurfaika
Jurnal Sains Informasi Geografi Vol 4, No 2 (2021): Edisi November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/j sig.v4i2.995

Abstract

Penelitian ini menganalisis spasial wisata pantai botutonuo desa Botutonuo menggunakan foto udara orthofoto hasil pemotretan dengan UAV . Perbaikan destinasi wisata harus memperhatikan kriteria komponen dasar wisata agar dapat menjadi tempat wisata yang diminati oleh wisatawan. Data real time tentang komponen wisata sangat penting untuk destinasi wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan pengambilan foto udara dengan drone. Pengolahan data dilakukan dengan perangkat lunak yang menghasilkan orthomosaic.  Data dianalisis dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan indikator 3 A (atraksi, amenitas dan aksesibilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa komponen Atraksi wisata memiliki 3 item dalam menarik wisatawan yaitu pesisir pantai, vegetasi, dan spot dermaga. Untuk komponen amenitas terdapat sepuluh item penting sebagai pendukung wisata botutonuo yaitu penginapan, gasebo, menara pandang botutonuo, market, warung makan, tempat ibadah, toilet, area parkir, penerangan. Aksesibilitas wisata menunjukan keterjangkauan dan keterhubungan yang baik dengan adanya kondisi jalan yang baik, tersedianya pusat pergerakan untuk wisatawan yaitu bandar udara, pelabuhan dan terminal. Hasil Analisis spasial menghasil peta atraksi wisata, amenitas dan aksesisbilitasPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis spasial wisata pantai botutonuo desa Botutonuo menggunakan foto udara orthofoto hasil pemotretan dengan UAV