cover
Contact Name
A Sumarudin
Contact Email
shumaru@polindra.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jtt@polindra.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
JTT (Jurnal Teknologi Terapan)
ISSN : 24773506     EISSN : 25491938     DOI : -
Core Subject : Science,
JTT memuat naskah hasil-hasil penelitian di bidang teknologi terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Mikrofabrikasi Jalur PCB Menggunakan Metode Visible Ligth Maskless Photolitography Suwandi, Dedi; Badruzzaman, Badruzzaman; Istiyanto, Jos
Jurnal Teknologi Terapan Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v1i1.28

Abstract

Pada tulisan ini akan dibahas metode modifikasi dari Photolitography yaitu Visible Ligth Maskless Photolitography, perbedaannya menggunakan sinar tampak (visible light) dan tanpa mask (cetakan) selanjutnya diaplikasikan pada fabrikasi jalur listrik PCB (printed circuit board). [DI1]Kelebihan metode adalah mudah, murah tetapi mampu membuat profil rumit dan aman. Cara kerjanya model/ profil dibuat di komputer/ laptop kemudian dipancarkan melalui DLP projector. Pada bagian bawah projector dipasang PCB yang sudah dilapisi Negative Photoresist sehingga terjadi proses exposure. Selanjutnya dilakukan proses developing dan eching sehingga terbentuk profil sesuai desain. Pada jenis projector Infocus IN114A ditemukan parameter terbaik: posisi lensa pemfokus pembesaran 3X berjarak 3 cm dibawah DLP projektor dan 14 cm diatas material uji PCB, menggunakan kombinasi warna hitam (R:0 G:0 B:0) dan biru terang (R=0, G=176, B=240) dengan waktu prebake 2 menit, spin 2.000 rpm, exposure 3 menit, developing 5 menit, Postbake 5 menit dan Eching 5 menit. Profil jalur listrik yang berhasil dibuat diantaranya: garis, huruf, alur listrik, dan bentuk microcontroller. Hasil pengukuran Scanning Electron Microscope (SEM) profil garis terkecil yang dapat dibuat yaitu m132 m dan memiliki kekasaran tepi (deviasi) 6,6 m.
Mikrofabrikasi Jalur PCB Menggunakan Metode Visible Ligth Maskless Photolitography Dedi Suwandi; Badruzzaman Badruzzaman; Jos Istiyanto
Jurnal Teknologi Terapan Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.158 KB) | DOI: 10.31884/jtt.v1i1.28

Abstract

Pada tulisan ini akan dibahas metode modifikasi dari Photolitography yaitu Visible Ligth Maskless Photolitography, perbedaannya menggunakan sinar tampak (visible light) dan tanpa mask (cetakan) selanjutnya diaplikasikan pada fabrikasi jalur listrik PCB (printed circuit board). [DI1]Kelebihan metode adalah mudah, murah tetapi mampu membuat profil rumit dan aman. Cara kerjanya model/ profil dibuat di komputer/ laptop kemudian dipancarkan melalui DLP projector. Pada bagian bawah projector dipasang PCB yang sudah dilapisi Negative Photoresist sehingga terjadi proses exposure. Selanjutnya dilakukan proses developing dan eching sehingga terbentuk profil sesuai desain. Pada jenis projector Infocus IN114A ditemukan parameter terbaik: posisi lensa pemfokus pembesaran 3X berjarak 3 cm dibawah DLP projektor dan 14 cm diatas material uji PCB, menggunakan kombinasi warna hitam (R:0 G:0 B:0) dan biru terang (R=0, G=176, B=240) dengan waktu prebake 2 menit, spin 2.000 rpm, exposure 3 menit, developing 5 menit, Postbake 5 menit dan Eching 5 menit. Profil jalur listrik yang berhasil dibuat diantaranya: garis, huruf, alur listrik, dan bentuk microcontroller. Hasil pengukuran Scanning Electron Microscope (SEM) profil garis terkecil yang dapat dibuat yaitu m132 m dan memiliki kekasaran tepi (deviasi) 6,6 m.
Studi Eksperimen Konversi LPG Pada Sepeda Motor Berbahan Bakar Bensin Nur Rohmat, Yusup
Jurnal Teknologi Terapan Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v1i1.29

Abstract

Tingginya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor serta konsumsi bahan bakar minyak di Indonesia telah menimbulkan masalah terhadap lingkungan dan penyedian bahan bakar ini. Permasalahan ini makin rumit karena [A1]subsidi untuk pengadaannya sangat memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Oleh karena itu harus terus dilakukan upaya komprehensif untuk mencari solusi terbaiknya. Dalam makalah ini dibahas hasil penelitian yang bertujuan untuk mengurangi emisi dan menurunkan konsumsi bahan bakar sepeda motor, dengan mengkonversi penggunaan bahan bakar bensin dengan LPG yang biasa digunakan untuk memasak. Pengujian dilakukan di laboratorium menggunakan dinamometer chassis untuk membandingkan torsi, daya, tingkat konsumsi bahan bakar serta biaya operasi, pada sebuah mesin sepeda motor berkarburator menggunakan bahan bakar bensin dan LPG, baik tanpa pengubahan kondisi pengapian maupun dengan mengubah kondisi pengapian. Dari penelitian ini didapatkan bahwa bahan bakar LPG memiliki unjuk kerja yang baik dan dapat digunakan secara langsung tanpa mengubah kondisi pengapiannya. Akan tetapi kinerjanya akan lebih baik jika kondisi pengapiannya disesuaikan. Tingkat konsumsi terbaik LPG adalah 86 km/kg atau senilai Rp.58/km sedangkan bensin 66 km/l atau Rp.98/km.
Studi Eksperimen Konversi LPG Pada Sepeda Motor Berbahan Bakar Bensin Yusup Nur Rohmat
Jurnal Teknologi Terapan Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.59 KB) | DOI: 10.31884/jtt.v1i1.29

Abstract

Tingginya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor serta konsumsi bahan bakar minyak di Indonesia telah menimbulkan masalah terhadap lingkungan dan penyedian bahan bakar ini. Permasalahan ini makin rumit karena [A1]subsidi untuk pengadaannya sangat memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Oleh karena itu harus terus dilakukan upaya komprehensif untuk mencari solusi terbaiknya. Dalam makalah ini dibahas hasil penelitian yang bertujuan untuk mengurangi emisi dan menurunkan konsumsi bahan bakar sepeda motor, dengan mengkonversi penggunaan bahan bakar bensin dengan LPG yang biasa digunakan untuk memasak. Pengujian dilakukan di laboratorium menggunakan dinamometer chassis untuk membandingkan torsi, daya, tingkat konsumsi bahan bakar serta biaya operasi, pada sebuah mesin sepeda motor berkarburator menggunakan bahan bakar bensin dan LPG, baik tanpa pengubahan kondisi pengapian maupun dengan mengubah kondisi pengapian. Dari penelitian ini didapatkan bahwa bahan bakar LPG memiliki unjuk kerja yang baik dan dapat digunakan secara langsung tanpa mengubah kondisi pengapiannya. Akan tetapi kinerjanya akan lebih baik jika kondisi pengapiannya disesuaikan. Tingkat konsumsi terbaik LPG adalah 86 km/kg atau senilai Rp.58/km sedangkan bensin 66 km/l atau Rp.98/km.
Analisa Uji Kekerasan dan Uji Tarik Material AISI P20 Mod. Hasil Perlakukan Hardening dan Tempering Roni Kusnowo
Jurnal Teknologi Terapan Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.685 KB) | DOI: 10.31884/jtt.v1i1.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis uji kekerasan dan uji tarik pada material AISI P20 Mod. setelah melalui proses hardening dan tempering pada suhu yang berbeda-beda. Hardening adalah proses perlakuan panas yang diterapkan untuk menghasilkan benda kerja yang keras. Proses tempering bertujuan untuk memperoleh kombinasi antara kekuatan, keuletan dan ketangguhan yang tinggi. Material AISI P20 Mod. sebagai material substitusi impor yang diproduksi melalui proses continuous casting dimana dalam proses pembuatannya memerlukan proses rol (rolling) dan proses tempa (forging). Material ini mempunyai sifat dan karakteristik khusus, diantaranya tahan terhadap temperatur tinggi, tahan terhadap abrasi, dan mempunyai mampu mesin yang baik. Hasil penelitian menunjukkan uji kekerasan pada proses hardening mencapai nilai kekerasan 53,7 HRC. Selanjutnya dilakukan proses tempering pada suhu 200C hasil menunjukkan nilai kekerasan sedikit meningkat menjadi 54 HRC, sedangkan pada temperatur 400C terjadi penurunan nilai kekerasan menjadi 47,4 HRC. Baru setelah dilakukan tempering pada suhu 600C hasil uji kekerasan menunjukkan masuk target kekerasan yang diinginkan yaitu pada 34 HRC. Hasil uji tarik menunjukkan pada kondisi awal benda, hasil uji tarik adalah 655N/mm2. Kekuatan tarik hasil proses hardening sebesar 1244 N/mm2. Setelah dilakukan proses tempering 2000C dihasilkan kekuatan tarik 1515.8 N/mm2. Pada proses tempering 4000C, terjadi penurunan nilai kekuatan tarik menjadi 1397.9 N/mm2. Selanjutnya pada proses tempering 6000C nilai kekuatan tarik menjadi 1077.7 N/mm2, mendekati target kekuatan tarik yaitu 1020 N/mm2.
Analisa Uji Kekerasan dan Uji Tarik Material AISI P20 Mod. Hasil Perlakukan Hardening dan Tempering Kusnowo, Roni
Jurnal Teknologi Terapan Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v1i1.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis uji kekerasan dan uji tarik pada material AISI P20 Mod. setelah melalui proses hardening dan tempering pada suhu yang berbeda-beda. Hardening adalah proses perlakuan panas yang diterapkan untuk menghasilkan benda kerja yang keras. Proses tempering bertujuan untuk memperoleh kombinasi antara kekuatan, keuletan dan ketangguhan yang tinggi. Material AISI P20 Mod. sebagai material substitusi impor yang diproduksi melalui proses continuous casting dimana dalam proses pembuatannya memerlukan proses rol (rolling) dan proses tempa (forging). Material ini mempunyai sifat dan karakteristik khusus, diantaranya tahan terhadap temperatur tinggi, tahan terhadap abrasi, dan mempunyai mampu mesin yang baik. Hasil penelitian menunjukkan uji kekerasan pada proses hardening mencapai nilai kekerasan 53,7 HRC. Selanjutnya dilakukan proses tempering pada suhu 200C hasil menunjukkan nilai kekerasan sedikit meningkat menjadi 54 HRC, sedangkan pada temperatur 400C terjadi penurunan nilai kekerasan menjadi 47,4 HRC. Baru setelah dilakukan tempering pada suhu 600C hasil uji kekerasan menunjukkan masuk target kekerasan yang diinginkan yaitu pada 34 HRC. Hasil uji tarik menunjukkan pada kondisi awal benda, hasil uji tarik adalah 655N/mm2. Kekuatan tarik hasil proses hardening sebesar 1244 N/mm2. Setelah dilakukan proses tempering 2000C dihasilkan kekuatan tarik 1515.8 N/mm2. Pada proses tempering 4000C, terjadi penurunan nilai kekuatan tarik menjadi 1397.9 N/mm2. Selanjutnya pada proses tempering 6000C nilai kekuatan tarik menjadi 1077.7 N/mm2, mendekati target kekuatan tarik yaitu 1020 N/mm2.
Analisa Kegagalan pada Produk Replacable Lip dan Pengaruh Deoksidasi Aluminium pada Baja Cor Tahan Panas SCH22 Sambas, Achmad
Jurnal Teknologi Terapan Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v1i1.31

Abstract

Replaceable Lip merupakan salah satu komponen habis pakai dengan material Baja Cor Tahan Panas Stainless Steel (Heat Resistant Stainless Steel Casting ) SCH 22. Produk tersebut dibuat di Polman khususnya di Jurusan Teknik Pengecoran Logam, namun masih ada kendala dalam proses pembuatannya. Masalah yang terjadi pada Replaceable lip ini adalah adanya cacat coran berupa porositas atau inklusi dibawah permukaan tuangan. Cacat tersebut dapat diketahui dari permukaan luarnya setelah dilakukan proses permesinan. Umumnya, porositas dalam produk coran disebabkan oleh gas yang terjebak atau akibat dari penyusutan cairan ketika membeku. Selama ini porositas dicegah dengan proses degassing konvensional dengan Aluminium, tetapi belum memberikan hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengatasi kegagalan/ cacat cor yang terjadi pada produk cor Replaceable lip serta mengembangkan material Baja Cor Tahan Panas SCH22 terhadap kualitas produk yang bebas porositas. Manfaat dari penelitian yaitu tercapainya optimalisasi proses degasing dalam penyelesaian masalah cacat, dan prototip produk yang dapat digunakan secara langsung bagi industri pengguna. Metode yang akan dilakukan yaitu dengan membuat spesimen berupa sampel uji dan sampel produk dengan proses pengecoran logam, kontrol parameter proses metalurgi dengan variasi degasing Al dari 0,1% sd 0,4%, dan Temperatur cor yang tetap sekitar 1450 sd 1550oC. Dari kedua sampel dilakukan pengamatan terhadap porositas, kekuatan mekanik dan struktur mikro, untuk melihat pengaruh dari degasing Aluminium.
Analisa Kegagalan pada Produk Replacable Lip dan Pengaruh Deoksidasi Aluminium pada Baja Cor Tahan Panas SCH22 Achmad Sambas
Jurnal Teknologi Terapan Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.254 KB) | DOI: 10.31884/jtt.v1i1.31

Abstract

Replaceable Lip merupakan salah satu komponen habis pakai dengan material Baja Cor Tahan Panas Stainless Steel (Heat Resistant Stainless Steel Casting ) SCH 22. Produk tersebut dibuat di Polman khususnya di Jurusan Teknik Pengecoran Logam, namun masih ada kendala dalam proses pembuatannya. Masalah yang terjadi pada Replaceable lip ini adalah adanya cacat coran berupa porositas atau inklusi dibawah permukaan tuangan. Cacat tersebut dapat diketahui dari permukaan luarnya setelah dilakukan proses permesinan. Umumnya, porositas dalam produk coran disebabkan oleh gas yang terjebak atau akibat dari penyusutan cairan ketika membeku. Selama ini porositas dicegah dengan proses degassing konvensional dengan Aluminium, tetapi belum memberikan hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengatasi kegagalan/ cacat cor yang terjadi pada produk cor Replaceable lip serta mengembangkan material Baja Cor Tahan Panas SCH22 terhadap kualitas produk yang bebas porositas. Manfaat dari penelitian yaitu tercapainya optimalisasi proses degasing dalam penyelesaian masalah cacat, dan prototip produk yang dapat digunakan secara langsung bagi industri pengguna. Metode yang akan dilakukan yaitu dengan membuat spesimen berupa sampel uji dan sampel produk dengan proses pengecoran logam, kontrol parameter proses metalurgi dengan variasi degasing Al dari 0,1% sd 0,4%, dan Temperatur cor yang tetap sekitar 1450 sd 1550oC. Dari kedua sampel dilakukan pengamatan terhadap porositas, kekuatan mekanik dan struktur mikro, untuk melihat pengaruh dari degasing Aluminium.
KAJI EKSPERIMENTAL DEHUMIDIFIER PORTABLE BERBASIS TERMOELEKTRIK DENGAN VARIASI ARUS LISTRIK MASUKAN Kurniawan, Yudhy; Setiawan, Aa
Jurnal Teknologi Terapan Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v1i1.32

Abstract

Sebuah prototipe didesain untuk mendinginkan dan kemudian sekaligus mengeringkan atau disebut dehumidifier. Alat ini menggunakan termoelektrik sebagai komponen utama dalam dehumidifikasi. Hal ini mengingat alatnya relatif murah dengan daya yang kecil, portable, dan ramah lingkungan karena tanpa menggunakan refrigeran sebagai fluida kerja. Penelitian ini dibuat atas dasar permasalahan gudang penyimpan benih sayuran, dimana kelembaban belum dapat dikontrol dengan baik. Pengontrolan kelembaban sangat berpengaruh dalam memperpanjang umur tumbuh benih, sehingga para petani dapat menyimpan benihnya dalam waktu lama. Untuk benih sayuran dibutuhkan keadaan ruangan yang relatif dingin sekitar 20 oC dan kelembaban relatif (RH) berkisar 45% - 50%. Umumnya peralatan menggunakan refrigeran atau desiccant untuk proses dehumidifikasi penyimpan benih, sedangkan penggunaan termoelektrik belum pernah diaplikasikan pada gudang penyimpan benih sayuran.Alat ini bekerja dengan 2 tahap. Dimana udara lingkungan masuk melalui tahap 1 yang merupakan proses pendinginan yang disebarkan oleh heat sink dari pendinginan Peltier sehingga terjadi penurunan temperatur kemudian dengan adanya plat pengarah udara dingin dialirkan menuju tahap 2 yang merupakan proses pemanasan (kebalikan efek Peltier) dimana pada tahap ini udara dingin dikeringkan melalui heat sink sehingga terjadi penurunan kelembaban. Mengalirnya udara kering keluar system dibantu oleh fan axial. Dari kinerja system ini diharapkan terjadi proses dehumidifikasi yang diharapkan.
KAJI EKSPERIMENTAL DEHUMIDIFIER PORTABLE BERBASIS TERMOELEKTRIK DENGAN VARIASI ARUS LISTRIK MASUKAN Yudhy Kurniawan; Aa Setiawan
Jurnal Teknologi Terapan Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.764 KB) | DOI: 10.31884/jtt.v1i1.32

Abstract

Sebuah prototipe didesain untuk mendinginkan dan kemudian sekaligus mengeringkan atau disebut dehumidifier. Alat ini menggunakan termoelektrik sebagai komponen utama dalam dehumidifikasi. Hal ini mengingat alatnya relatif murah dengan daya yang kecil, portable, dan ramah lingkungan karena tanpa menggunakan refrigeran sebagai fluida kerja. Penelitian ini dibuat atas dasar permasalahan gudang penyimpan benih sayuran, dimana kelembaban belum dapat dikontrol dengan baik. Pengontrolan kelembaban sangat berpengaruh dalam memperpanjang umur tumbuh benih, sehingga para petani dapat menyimpan benihnya dalam waktu lama. Untuk benih sayuran dibutuhkan keadaan ruangan yang relatif dingin sekitar 20 oC dan kelembaban relatif (RH) berkisar 45% - 50%. Umumnya peralatan menggunakan refrigeran atau desiccant untuk proses dehumidifikasi penyimpan benih, sedangkan penggunaan termoelektrik belum pernah diaplikasikan pada gudang penyimpan benih sayuran.Alat ini bekerja dengan 2 tahap. Dimana udara lingkungan masuk melalui tahap 1 yang merupakan proses pendinginan yang disebarkan oleh heat sink dari pendinginan Peltier sehingga terjadi penurunan temperatur kemudian dengan adanya plat pengarah udara dingin dialirkan menuju tahap 2 yang merupakan proses pemanasan (kebalikan efek Peltier) dimana pada tahap ini udara dingin dikeringkan melalui heat sink sehingga terjadi penurunan kelembaban. Mengalirnya udara kering keluar system dibantu oleh fan axial. Dari kinerja system ini diharapkan terjadi proses dehumidifikasi yang diharapkan.

Page 1 of 22 | Total Record : 215