cover
Contact Name
Usman
Contact Email
usman_health@yahoo.co.id
Phone
+6285335204999
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Jenderal Ahmad Yani Km. 6, Kota Parepare Sulawesi Selatan 91112
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MAKES
ISSN : 26145073     EISSN : 26143151     DOI : https://doi.org/10.31850/makes
Jurnal Ilmiah Manusia dan kesehatan merupakan jurnal ilmiah menyajikan hasil penelitian, laporan kasus, makalah ilmiah atau kajian analitis-kritis di bidang manusia dan kesehatan dan artikel dalam bentuk ulasan. Jurnal ini diterbitkan setahun tiga kali: Januari, Mei, dan September.
Articles 188 Documents
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN INSIDENSI DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA WANITA USIA DEWASA DI RSUD ANDI MAKKASAU KOTA PAREPARE Henni Kumaladewi Hengky; Mardhatillah N; Haniarti
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.721 KB) | DOI: 10.31850/makes.v1i1.100

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan kumpulan gejala yang timbul poada seseorang akibat tubuh mengalami gangguan dalam mengontrol kadar gula darah. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh sekresi hormon insulin yang tidak adekuat, fungsi insulin yang terganggu (resistensi insulin) atau dapat merupakan gabungan dari keduanya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan jumlah, jadwal, dan jenis bahan makanan dengan insidensi diabetes mellitus tipe 2. Desain penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik korelatif yang menggunakan pendekatan cross sectional. Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu sebesar 44 orang. Hasil uji statistic dengan menggunakan analisis Chi-Square diperoleh nilai pvalue untuk jumlah, jadwal dan jenis bahan makanan berturut-turut yaitu p= 0,004, 0,017, dan 0,001 dimana nilai p<0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak dapat diartikan bahwa ada hubungan jumlah makanan, jadwal makan dan jenis bahan makanan dengan insidensi diabetes mellitus tipe 2 pada wanita usia dewasa di RSUD Andi Makkasau Kota Parepare. Saran kepada tenaga kesehatan agar lebih giat memberikan penyuluhan tentang pola makan yang baik dan sesuai untuk penderita diabetes agar dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya mengatur jumlah, jenis dan bahan makanan yang dikomsumsi dan ketepatan jadwal dalam meminimalisir insiden diabetes tipe 2.
PERAN PUSKESMAS DALAM PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TATANAN RUMAH TANGGA DI KELURAHAN PADAIDI KECAMATAN MATTIRO BULU KABUPATEN PINRANG Herlina; Lisnawati; Muhammad Arsyad
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.967 KB) | DOI: 10.31850/makes.v1i1.102

Abstract

PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan–kegiatan kesehatan di masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran pusksmas dalam program PHBS tatanan rumah tangga dan untuk Mengetahui pelaksanaan PHBS dimasyarakat diwilayah kerja puskesmas Mattiro Bulu. Lokasi penelitian dilaksanakan di 3 lingkungan yaitu lingkungan Pao, Barugae dan Karangan, di Kelurahan Padaidi Kecamatan Mattiro Bulu Kabupaten Pinrang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-juli 2017 Penelitian ini menggunakan penelitian survei dengan rancangan deskriptif. Tehnik pengambilan sampel yang di gunakan adalah pendekatan simple random sampling dan terpilih sebanyak 124 Kepala keluarga. Berdasarkan hasil penelitian, dari 124 Masyarakat yang menilai petugas kesehatan di Puskesmas melaksanakan peran untuk program PHBS tatanan rumah tangga sebanyak (60,4%) yang berperang dan sebanyak (39,6%) yang tidak berperan. responden yang mengatakan pelaksanaan program PHBS terlaksana sebanyak (66,1%) dan yang mengatakan tidak dilaksanakan sebanyak (33,9%). Agar masyarakat memberdayakan anggota keluarganya agar tahu, mau dan mampu melaksanakan PHBS dan menerapkannya dikehidupan sehari-hari sampai seterusnya.
IMPLEMENTASI EKSTRAK DAUN RAMBUTAN (Nephelium Lappaceum L.) SEBAGAI PESTISIDA NABATI TERHADAP LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI Rahmi Amir; Yanti Widiastuti
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.827 KB) | DOI: 10.31850/makes.v1i1.104

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang menimbulkan keresahan masyarakat karena perjalanan penyakitnya yang cepat dan dapat mengakibatkan kematian dalam waktu singkat. Setiap tahunnya angka kasus DBD terus meningkat. Pemberantasan larva merupakan kunci strategis program pengendalian vektor. Pengendalian vektor DBD dengan insektisida sintetik tidak aman bagi populasi pengguna dan menimbulkan resistensi vektor. Dampak negative dapat diminimalisir dengan insektisida alami yaitu ekstrak daun rambutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan implementasi ekstrak daun rambutan (Nephelium lappaceum L) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti dengan berbagai konsentrasi yaitu 5 ml, 10 ml, 15 ml, 20 ml dan 25 ml dengan 100 ml air, setiap percobaan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan cara eksperimental. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun rambutan dapat membunuh larva Aedes aegypti 90% pada konsentrasi 20 ml dan 100% pada konsentrasi 25 ml
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS MADISING NA MARIO KOTA PAREPARE Usman; Ulfa Damayanti Suherman; Ayu Dwi Putri Rusman
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.349 KB) | DOI: 10.31850/makes.v1i1.94

Abstract

Pemanfaatan pelayanan ANC oleh sejumlah ibu hamil di Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman yang ditetapkan.Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor umur, paritas, dukungan suami/keluarga, dukungan tenaga kesehatan, media informasi, dan kondisi ibu hamil dengan pemanfaatan antenatal care di Puskesmas Madising Na Mario Kota Parepare. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien ibu hamil yang memeriksakan kandungan di Puskesmas Madising Na Mario Kota Parepare sejumlah 508 ibu hamil. Penentuan sampel dengan menggunakan teknik accidental sampling sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 84 sampel. Hasil penelitian variabel yang menunjukkan ada hubungan dengan pemanfaatan ANC adalah variabel umur (p=0,012; r=0,273), dan variabel yang tidak ada hubungan adalah variabel paritas (p=0,095; r=0,183), variabel dukungan suami/keluarga (p=0,293; r=0,116), variabel dukungan tenaga kesehatan (p=0,605; r=0,057), variabel media informasi (p=0,964; r=0,005), dan variabel kondisi ibu hamil (p=0,861; r=0,19). Oleh karena itu, diharapkan pada penelitian selanjutnya memasukkan lebih banyak variabel mengenai faktor pemanfaatan ANC
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROFESIONALISME PETUGAS KESEHATAN DI PUSKESMAS BAROKO KABUPATEN ENREKANG Abidin Djalla; Rezqi Nur Hafidza; Amir Patintingan
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.785 KB) | DOI: 10.31850/makes.v1i1.97

Abstract

Profesionalisme adalah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya yang terdapat pada atau dilakukan seorang profesional. Profesionalisme merupakan kompetensi untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik dan benar dan juga komitmen dari pada anggota dari sebuah profesi untuk meningkatkan kemampuan dari seorang pekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara tingkat pendidikan, pelatihan, pengalaman kerja dan jabatan terhadap profesionalisme petugas kesehatan di Puskesmas Baroko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei analitik dengan pendekatan kualitatif, yaitu dinamika hubungan atau pun pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat dikaji pada saat bersamaan yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi profesionalisme petugas kesehatan di Puskesmas Baroko. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh secara signifikan dengan t hitung = 2,647 dan t tabel = 0,43. Pelatihan berpengaruh secara signifikan dengan t hitung = 2,647 dan t tabel = 0,468. Pengalaman kerja berpengaruh secara signifikan dengan t hitung = 2,647 dan t tabel = 0,528. Jabatan berpengaruh secara signifikan dengan t hitung = 2,647 dan t tabel = 1,068.
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI, BODY IMAGE, ASUPAN ENERGI DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA GIZI DAN NON GIZI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE Makhrajani Majid; Suherna; Haniarti
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.473 KB) | DOI: 10.31850/makes.v1i1.99

Abstract

Penduduk usia >18 tahun mengalami gizi kurang sebesar 8.7%. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan utama. Pada periode remaja hingga dewasa, seseorang memerlukan asupan gizi yang seimbang. Akan tetapi karena adanya keinginan memiliki tubuh yang ideal menyebabkan periode tersebut rentan terhadap pembatasan asupan makan. Pengetahuan yang baik mengenai gizi dapat mempengaruhi asupan makan seseorangan sehingga akan berdampak pula terhadap status gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan tingkat penegtahuan gizi, body image, asupan energi dan status gizi pada mahasiswa gizi dan non gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare. Penelitian ini menggunakan cross sectional. Lokasi penelitian ini dilakukan di dalam dan diluar Kampus II Universitas Muhammadiyah Parepare. Populasinya adalah semua mahasiswz Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare yaitu mahasiswa gizi dan non gizi dengan metode pengambilan sampel yaitu accidental sampling dengan jumlah 82 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat Pengetahuan Gizi mempunyai perbedaan antara mahasiswa gizi dan non gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p (Value) = 0,000 yang berarti lebih kecil dari α-value (0,05), sedangkan body image (dengan nilai p = 0,049 > 0,05 berarti tidak ada perbedaan), asupan energi (dengan nilai p = 0,346 > 0,05 berarti tidak ada perbedaan), dan status gizi (dengan nilai p = 2,916 > 0,05 berarti tidak ada perbedaan) terhadap mahasiswa gizi dan non gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare.
KEKUATAN DAN KELEMAHAN PELAYANAN KESEHATAN HAJI PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN MAMUJU Andi Nasir; Agus Erwin
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.18 KB) | DOI: 10.31850/makes.v1i2.114

Abstract

Tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan haji di Kabupaten Mamuju masih sulit mengoptimalkan penerapan standar, adanyaketerbatasan pemeriksaan haji, aspek kualitas dan kuantitas petugas pelayanan kesehatan haji serta minimnya ketersediaan anggaran pelayanan kesehatan haji. Penelitian ini bertujuanmengetahui kekuatan dan kelemahan Pelayanan Kesehatan Haji pada Kabupaten Mamuju. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif pendekatan fenomenologis yang dilaksanakan pada Dinas Kesehatan dan Puskesmas Binanga Kabupaten Mamuju. Informan penelitian adalah penanggung jawab pelayanan kesehatan haji. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam pada informan.Analisis data penelitian dilakukan secara deskriptif, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan pelayanan kesehatan haji adalah petunjuk teknis pelayanan kesehatan haji, prosedur pemeriksaan dan penentuan kelaikan sehat, surat keputusan panitia pemeriksa kesehatan haji, pelatihan kesehatan haji, ketersediaan insentif, ruangan pemeriksaan kesehatan haji dan peralatan pemeriksaan kesehatan haji, sedangkan kelemahan pelayanan kesehatan haji yaitu sosialisasi standar pelayanan kesehatan haji, pelaksanaan SOP tidak optimal, masih rendahnya kualitas dan kuantitas pengelola kesehatan haji, minimnya biaya operasional dan kurang optimalnya penginputan data jemaah sistem online (SISKOHAT), serta adanya keterbatasan ruang tes kebugaran
PENERAPAN METODE FAST TERHADAP PENGEMBANGAN SIM-RS UNTUK PENINGKATAN PELAYANAN DI RUMAH SAKIT Putri Nur Rahma; Makhrajani Madjid; Herlina; Ayu Dwi Putri Rusman; Noer Bahry Noer; Fridawati Rifai
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.431 KB) | DOI: 10.31850/makes.v1i2.115

Abstract

Penerapan SIM telah diamanatkan oleh Undang-undang untuk segera diterapkan yakni pada Nomor 44 Tahun 2009 Pasal 52. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kendala yang menjadi factor penghambat dalam penerapan system informasi manajemen di rumah sakit. Menghasilkan strategi paling efektif yang dapat mengoptimalkan penerapan system informasi manajemen di rumah sakit. Menggunakan metode FAST dalam merancang system informasi managemen rumah sakit dirumah sakit. Metode yang digunakan kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif pada penelitian ini digunakan untuk membantu proses identifikasi, dalam metodologi pengembangan sistem informasi manajemen rumah sakit dalam guna mendukung keputusan manajemen pelayanan. Metode kuantitatif digunakan untuk mengevaluasi kualitas informasi sebelum dan sesudah pengembangan sistem informasi.Hasil penelitian menunjukkan kendala utama belum diterapkannya system informasi manajemen di rumah sakit adalah mahalnya biaya membangun system informasi manajemen, Strategi yang efektif untuk menerapkan system informasi manajemen di rumah sakit adalah perkuat komitmen manajemen rumah sakit bahwa sistem informasi manajemen akan berjalan, Dengan metode FAST dapat memperbaiki kualitas informasi melalui aplikasi system informasi manajemen di rumah sakit. Sistem informasi yang dikembangkan perlu diaplikasikan secara on-line dengan menggunakan Local Area Network untuk penggunaan multiuser
ANALISIS POLA KONSUMSI SAYUR DAN BUAH DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK DI PAUD TERPADU NUSA INDAH KOTA PAREPARE Fitriani Umar; Muhammad Nurmaallah
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.268 KB) | DOI: 10.31850/makes.v1i2.117

Abstract

Prevalensi kurang konsumsi sayur dan buah pada anak usia prasekolah cukup signifikan. Kurangnya konsumsi zat gizi pada anak berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pola konsumsi sayur dan buah terhadap perkembangan motorik halus anak di PAUD Terpadu Nusa Indah Kota Parepare. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Sampel adalah seluruh anak didik usia 3-6 tahun di PAUD Terpadu Nusa Indah Kota Parepare. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling sebanyak 50 orang. Hasil penelitian diperoleh berdasarkan frekuensi, 82% anak sering mengkonsumsi sayur dan buah namun berdasarkan jumlah asupan, 100 % anak memiliki jumlah asupan kurang . Hasil analisis menunjukkan ada pengaruh frekuensi konsumsi sayur dan buah dengan perkembangan motorik halus anak (p= 0,015). Disarankan perlunya perhatian dan peran orang tua dalam meningkatkan jumlah konsumsi sayur dan buah pada anak
FAKTOR MANUSIA DAN FAKTOR PEKERJAAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECELAKAAN KERJA PT XY TAHUN 2016 Herdianti; Hamdani
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.939 KB) | DOI: 10.31850/makes.v1i2.137

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan suatu rentetan kejadian atau suatu kecelakaan kerja yang terjadi karena akibat dari pekerja pada waktu melaksanakan pekerjaan dan juga disebabkan oleh adanya faktor-faktor atau potensi bahaya yang satu sama lain saling berkaitan. Desain penelitian menggunakan metode cross sectional dan jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja yang bekerja di bagian produksi di PT XY kabupaten bungo. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportional random sampling dan didapat jumlah sample sebanyak 58 responden. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada responden.Untuk menguji ada tidaknya keterkaitan umur, masa kerja dan unit kerja dengan kecelakaan kerja , peneliti menggunakan uji Chi-Square dengan P-value sebesar < 0,05 . Hasil penelitian antara variabel umur pekerja dengan kecelakaan kerja nmenunjukan P-value sebesar (0,000 < 0,05) yang menunjukkan adanya hubungan , variabel masa kerja dengan kecelakaan kerja menunjukkan P-value sebesar (0,000<0,05) yang menunjukkan adanya hubungan, dan variabel unit kerja dengan kecelakaan kerja menunjukkan adanya P-value sebesar (0,004 < 0,05) yang menunjukkan adanya hubungan dengan kecelakaan kerja. Mengadakan pelatihan untuk menambah wawasan dan skill bagi tenaga kerja serta pengawasan yang lebih intensif agar dapat meminimalisir dan menekan angka kecelakaan kerja

Page 1 of 19 | Total Record : 188