cover
Contact Name
Piter Joko Nugroho
Contact Email
piter@mp.upr.ac.id
Phone
+6281390731979
Journal Mail Official
eejupr@upr.ac.id
Editorial Address
Program Studi Manajemen Pendidikan, FKIP Universitas Palangka Raya Kampus UPR Tunjung Nyaho, Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia E-mail: eejupr@upr.ac.id
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Equity in Education Journal (EEJ)
ISSN : 26860031     EISSN : 27235904     DOI : https://doi.org/10.37304/eej.v2i1
Core Subject : Education, Social,
Equity in Education Journal (EEJ) is and Open Access national journal that publishes articles focusing on Education Management, Educational Leadership, Educational Supervision and Education Policy that are able to make a positive contribution to improving the quality of schools and/or educational institution. - Change/classroom management, education quality - Computers in educational administration, multimedia environments - Distance education, information systems for education/training support - Education economics/finance/accountability, marketing in education - Educational leadership, systems/strategic planning - Globalization and education, organizations as learning communities - Individual professional learning portfolio, teaching staff professional development - Knowledge and education, lifelong learning, competences development - Management in higher education, management of curriculum/e-education - Policy analysis/evaluation of institutions/study programmes - Research methods in education/school/school system improvement - Transactional education, student/teaching mobility, m-learning - Rural/remote areas education
Articles 54 Documents
PENGELOLAAN KANTIN SEHAT DI SDN 6 BUKIT TUNGGAL PALANGKA RAYA Supriono, Juliya Safitri; Berliani, Teti; Limin, Dagai L.
Equity In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Equity In Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1068.275 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan kantin sehat di SDN 6 Bukit Tunggal Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Sumber data penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru dan para pedagang kantin sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan: reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) proses perencanaan kantin sehat dilakukan dengan tahapan mulai dari identifikasi kebutuhan layanan kantin sehat hingga penetapan jadwal kegiatan kantin sehat; (2) pengorganisasian kantin sehat dilakukan dengan menetapkan struktur organisasi kantin beserta tugas serta tanggungjawab pengelola kantin; (3) pelaksanaan kantin sehat dikelola sekolah bersama penjaga kantin; dan (4) pengawasan kantin sehat dilakukan secara internal oleh pihak sekolah dan eksternal dengan melibatkan stakeholders seperti: Badan POM, Puskesmas Kayon, dan Dinas Lingkungan Hidup. Abstract: This study aims to describe the management of a healthy canteen at SDN 6 Bukit Tunggal Palangka Raya. This study used a qualitative approach with case study design. Sources of research data consisted of school principals, teachers and school canteen traders. The data was collected by means of observation, interview and documentation study. The data analysis technique was carried out in stages: data reduction, data presentation and verification or drawing conclusions. The results showed that: (1) the planning process for a healthy canteen was carried out with stages starting from identifying the need for healthy canteen services to establishing a schedule for healthy canteen activities; (2) the organization of a healthy canteen is carried out by determining the organizational structure of the canteen and the duties and responsibilities of the canteen manager; (3) implementation of a healthy canteen managed by the school together with the canteen guard; and (4) supervision of the healthy canteen is carried out internally by the school and externally by involving stakeholders such as: the POM, Kayon Puskesmas, and the Environmental Agency. References: Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2013). Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Daryanto., & Farid, M. (2013). Konsep Dasar Manajemen Pendidikan di Sekolah. Yogyakarta: Gava Media Februhartanty, J., Iswarawanti, D. N., Ermayani, E., Meiyetriani, E., Laras, I. P., & Astuti, R. D. (2018). Pengembangan Kantin Sehat Sekolah. Jakarta: Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition SEAMEO RECFON. Hanum, S. M. F., & Latifah, F. N. (2019). PKM Kantin Sehat SMP di Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Jurnal ABDINUS: Jurnal Pengabdian Nusantara, 2(2), 159-168. doi: https://doi.org/10.29407/ja.v2i2.12407. Mavidayanti, H., & Mardiana. (2016). Kebijakan Sekolah dalam Pemilihan Makanan Jajanan pada Anak Sekolah Dasar. Unnes Journal of Health Education, 1(1), 71-77. Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Analisis Data Kualitatif Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UI Press. Novariska, T. (2004). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum. Sagala, S. (2012). Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung: Alfabeta. Soemanto, W. (1990). Psikologi Pendidikan Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Yusuf, L., Yulastri, A., Kasmita., & Faridah, A. (2008). Teknik Perencanaan Gizi Makanan: untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN Noviearty, Laura; Berliani, Teti; Setiawan, Setiawan
Equity In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Equity In Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.49 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Manajemen Pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan di SMA Negeri 2 Palangka Raya, pada aspek: a) perencanaan pembelajaran prakarya dan kewirausahaan, b) pelaksanaan pembelajaran prakarya dan kewirausahaan, serta c) penilaian pembelajaran prakarya dan kewirausahaan. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakasek kurikulum, guru mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan serta tiga orang peserta didik yang mengikuti pembelajaran prakarya dan kewirausahaan. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran prakarya dan kewirausahaan yang ada di SMA Negeri 2 Palangka Raya sudah terlaksana dengan baik yang dibuktikan dengan adanya perencanaan pembelajaran yang sistematis serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku; pelaksanaan pembelajaran telah dilakukan dengan metode-metode pembelajaran yang variatif dimana lebih menekankan pada proses menemukan serta memecahkan masalah yang artinya peserta didik dituntut untuk lebih kreatif dan mampu berinovasi dalam menghasilkan jenis-jenis prakarya dan keterampilan; serta penilaian pembelajaran yang menggunakan penilaian otentik sesuai standar kompetensi lulusan, sikap, pengetahuan dan keterampilan. Abstract: This study aims to describe the Management of Craft and Entrepreneurship Learning at Public Senior High School 2 Palangka Raya, in the following aspects: a) planning for craft and entrepreneurship learning, b) implementing hand-crafted learning and entrepreneurship, and c) assessment of craft and entrepreneurship learning. The research method used is a qualitative approach with a case study design. Sources of data in this study were the principal, curriculum vice principal, craft and entrepreneurship subject teachers as well as three students who took craft and entrepreneurship learning. The results of this study indicate that the management of craft learning and entrepreneurship in Public Senior High School 2 Palangka Raya has been carried out well, as evidenced by the existence of systematic learning planning and in accordance with applicable regulations; the implementation of learning has been carried out with varied learning methods which emphasize the process of finding and solving problems, which means that students are required to be more creative and able to innovate in producing types of crafts and skills; and learning assessment using authentic assessment according to the competency standards of graduates, attitudes, knowledge and skill. References: Humaeroh, A. (2017). Implementasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Penelitian di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bandung). Diunduh pada tanggal 5 Agustus 2019, dari http://digilib.uinsgd.ac.id/3686/. Arsyad. (2014). Media Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Chatib, M. (2012). Gurunya Manusia. Bandung: PT. Mizan Pustaka. Fattah, N. (2008). Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosadakarya Offset. Ilham, M. (2019). Pengertian Penilaian menurut Para Ahli dan Kesimpulannya. Diakses pada tanggal 8 Agustus 2019, dari https://materibelajar.co.id/pengertian-penilaian-menurut-para-ahli/. Kasmir. (2013). Kewirausahaan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Margono, S. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineke Cipta. Moleong, L. J. (2012). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Pamungkas, C., & Sutrisno, B. (2014). Pelaksanaan Pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan dengan Kurikulum 2013 Pada Kelas X Di SMA Negeri 1 Teras. Skripsi tidak dipublikasikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta: Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntasi. Diterima dari https://eprints.uny.ac.id/16070/. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Peraturan Menteri Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan. Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Sudjana, N. (2005). Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Ukas, M. (1999). Manajemen Konsep Prinsip dan Aplikasi. Bandung: Agini Bandung. Wahyuni, R., & Berliani, T. (2018). Pelaksanaan Kompetensi Pedagogik Guru di Sekolah Dasar, Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. 27(2), 108-115. doi: http://dx.doi.org/10.17977/um009v27i22018p108. Widoyoko. (2013). Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Zaky. (2018). Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli dan Secara Umum. Diakses tanggal 2 Agustus 2019 , dari https://www.zonareferensi.com/pengertian- pendidikan/.  
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH PEREMPUAN PADA SEKOLAH SWASTA EFEKTIF DI KOTA PALANGKA RAYA Rianae, Rianae; Berliani, Teti; Dagau, Erenfried
Equity In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Equity In Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.502 KB)

Abstract

Abstrak: Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kepemimpinan kepala sekolah perempuan di SMP Kristen Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Prosedur pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan pola interaktif data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan metode triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas kepemimpinan dalam mewujudkan sekolah efektif bukan ditentukan oleh karakteristik gender. Kunci keberhasilan kepala sekolah perempuan dalam mewujudkan sekolah efektif ditentukan oleh kemampuannya dalam merancang dan merealisasikan visi dan misi serta tujuan sekolah serta kemampuanya dalam mengelola sekolah dengan efektif melalui pendayagunaan seluruh potensi yang dimiliki sekolah serta jalinan kerjasama yang sinergis dengan stakeholders sekolah. Abstract: In general, this study aims to describe the leadership of the female school principal at Palangka Raya Christian Middle School. This research is a qualitative research with a case study design. Data collection procedures using observation, in-depth interviews and study of documentation. Data analysis using interactive data patterns. Data validity was checked by triangulation and member check methods. The results showed that the effectiveness of leadership in realizing effective schools was not determined by gender characteristics. The key to the success of female school principals in realizing an effective school is determined by their ability to design and realize the vision and mission and goals of the school as well as their ability to manage schools effectively through the utilization of all the potential of the school as well as synergistic collaboration with school stakeholders. References: Fadhli, M. (2016). Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Efektif dalam Menciptakan Sekolah Efektif. Jurnal Tarbiyah, 23(1), 23-44. Fauzuddin. (2011). Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah. Disertasi tidak dipublikasikan. Universitas Negeri Malang: Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Diterima dari http://repository.um.ac.id/63845/. Growe, R., & Montgomery, P. (2000). Women and the Leadership Paradigm: Bridging the Gender Gap. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/242783132_ Women_and_the_leadership_paradigm_bridging_the_gender_gap. Handayani, T. (2005). Konsep dan Teknik Penelitian Gender. Malang: Universitas Negeri Malang. Kartono, K. (2002). Pemimpin dan Kepemimpinan: Apakah Pemimpin Abnormal Itu?. Jakarta: CV. Rajawali. Komariah, A., & Triatna, C. (2010). Visionary Leadershp Menuju Sekolah Efektif. Bandung. Bumi Aksara. Kristiyanti, E. I., & Muhyadi. (2015). Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 3(1), 37-49. doi: https://doi.org/10.21831/amp.v3i1.6270. Kunandar. (2007). Guru Profesional. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, Lunenburg, F. C., & Ornstein, A. C. (2004). Educational Administration Concepts and Practices. Fourth Edition. Australia: Thomson Wadsworth.  Macbeath, J., & Mortimore, P. (2005). Improving School Effectiveness: Memperbaiki Efektivitas Sekolah. Jakarta: PT. Grasindo. Mardiah, A. (2019). Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Kinerja Guru di Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal Administrasi dan Supervisi Pendidikan, 1(1), 1-7. doi: 10.31219/osf.io/9zrfm. Marhawati, B. (2017). Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan pada Sekolah Efektif. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 1(2), 122-127. Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Analisis Data Kualitatif Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UI Press. Moerdiyanto, (2007, 22-24 June). Manajemen Sekolah Indonesia yang Efektif Melalui Penerapan Total Quality Management. Paper presented at IMEC 2007, Bayview Beach Resort, Penang, Malaysia. Retrieved from http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/ penelitian/Drs.%20Moerdiyanto,%20M.Pd./ARTIKEL%20MANAJEMEN%20SEKOLAH%20EFEKTIF.pdf. Muhlifah, A., & Haqiqi, A. K. (2019). Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Manajemen Mutu Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah. Quality, 7(2), 48-63. Mutjahid. (2011). Pengembangan Profesi Guru. Malang: UIN-Maliki Press. Nurdin. (2011). Manajemen Sekolah efektif dan Unggul. Jurnal Administrasi Pendidikan, 13(1), doi: https://doi.org/10.17509/jap.v13i1.6387. Sagala, S. (2008). Administrasi Pendidikan Komtemporer. Bandung: Alfabeta.? Sagala, S. (2010). Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Saroni, M. (2006). Manajemen Sekolah: Kiat Menjadi Pendidik yang Kompeten. Jogjakarta: Ar- Ruzz. Scheerens, J. (1992). Effective Schooling Research: Theory and Practice. London: Cassell. Shannon, G. S., & Bylsma, P. (2007). Nine Characteristics of High-Performing Schools: A Research-Based Resource for Schools and Districts to Assist with Improving Student (2nd Ed.). Olympia, WA: OSPI. Teddlie, C., & Stringfield, S. C. (1993). Schools Make a Difference: Lessons Learned from a 10 Years Study of School Effect. New York: Teachers? College Pres. The Conversation. (2020). Kepala Sekolah Perempuan di Indonesia: Saat Ini Masih Sedikit dan Kita Butuh Lebih Banyak. Diterima dari https://theconversation.com/kepala-sekolah-perempuan-di-indonesia-saat-ini-masih-sedikit-dan-kita-butuh-lebih-banyak -137622. Umar, N. (2001). Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Qur?an. Jakarta: Paramadina. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Uyung, S. (2004). Manajemen Perubahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Wahjosumidjo. (2002). Kepemimpinan Kepala Sekolah: Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Wardani, A., Munandar, M. A., & Makmuri. (2013). Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan Terhadap Motivasi Kerja Guru (Studi di SMAN 12 Semarang). Unnes Civic Education Journal, 2(2), 8-15. Diterima dari https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ucej/article/view/2166.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SDN 5 MENTENG PALANGKA RAYA Yunitasari, Nor; Nugroho, Piter Joko; Siram, Reddy
Equity In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Equity In Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.192 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepemimpinan transformasional kepala SDN 5 Menteng Palangka Raya yang dalam kurun waktu 3 tahun mampu merubah image sekolah ?kumuh? menjadi sekolah kondusif untuk proses belajar dan mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan pola interaktif data meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data yang diperoleh dilakukan dengan menggunakan derajat kepercayaan (credibility) melalui teknik triangulasi baik sumber maupun metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah transformasional yang fokus dalam berpikir dan bertindak untuk mewujudkan pencapaian visi dan tujuan sekolah yang direalisasikan melalui berbagai program sekolah yang kreatif dan inovatif mampu meningkatkan kualitas sekolah sekaligus meningkatkan citra baik sekolah di mata masyarakat. Abstract: This study aims to describe the transformational leadership of the principal of SDN 5 Menteng Palangka Raya who is able within 3 years to change the image of a "slum" school into a conducive school for teaching and learning. This study used a qualitative approach with case study design. The data collection technique was done by means of observation, interviews, and studi of document. Data analysis using interactive data patterns includes: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Checking the validity of the data obtained is done by using a degree of trust (credibility) through triangulation techniques both sources and methods. The results showed that transformational school principals who focus on thinking and acting to achieve the vision and goals of the school which are realized through various creative and innovative school programs are able to improve the quality of the school as well as improve the good image of the school in the eyes of the community. References: Abu, S, N. (2014). Pembinaan Guru oleh Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Bahana Manajemen Pendidikan, 2(1), 704-712. doi: https://doi.org/10.24036/bmp.v2i1.3816. Arcaro, J. (2007). Pendidikan Berbasis Mutu: Prinsip-Prinsip Perumusan dan Tata Langkah Penerapan. Terjemahan Yosai Triantara.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Balyer, A. (2012). Transformational Leadership Behavior of School Principals: A Qualitative Research Based on Teachers? Perceptions?. International Online Journal of Educational Sciences, 4(3), 581-591. Bass, B. M., & Riggio, R. E. (2006). Transformational Leadershiop (2nd Eds). New Jersey: Lawrence Erlbaum Associate Inc. Bustari, M. (2010, 30 April-2 Mei). Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi. Makalah disajikan pada International Conference on Educational, Management, Administration and Leadership (ICEMAL 2011), Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia. Diterima dari https://eprints.uny.ac.id/76/1/5._KEPEMIMPINAN__TRANSFORMASIONAL__KEP ALA_SEKOLAH__DALAM_MENINGKATKAN_KINERJA_ORGANISASI.pdf. Danim, S., & Suparno. (2009). Manajemen dan Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolahan. Jakarta: Rineka Cipta. Hartono, M. (2018). Kepemimpinan Pendidikan Indonesia pada Era Milenium. Diterima dari https://pgsd.binus.ac.id/2018/11/23/kepemimpinan-pendidikan-indonesia-pada-era- milenium/. Hidayati, R., Aunurrahman., & Radiana, U. (2016). Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Guru Di SDN 67 Sungai Raya. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 5(5), 1-18. Komariah, A., & Triatna, C. (2006). Visionary Leadership; Menuju Sekolah Efektif. Jakarta: Bumi Aksara. Kuswaeri, I. (2016). Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah. TARBAWI, 2(2), 1-13. Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UI Press. Mulyasa, E. (2011). Menjadi Kepala Sekolah Professional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Nurdin. (2011). Manajemen Sekolah efektif dan Unggul. Jurnal Administrasi Pendidikan, 13(1). doi: https://doi.org/10.17509/jap.v13i1.6387. Octaviana, M., & Silalahi, D. K. (2016). Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah. Polyglot, 12(1), 1-9. doi: http://dx.doi.org/10.19166/pji.v12i1.376. Rosita, R., Rahmat, M., & Hermawan W. (2016). Usaha Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam (Studi Kasus di MTS Al-Inayah Bandung). TARBAWY, 3(1), 75-89. Sadler, P. (1997). Leadership. London: Kogan Page Limited. Sunardi., Nugroho, P. J., & Setiawan. (2019). Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah. Equity in Education Journal, 1(1), 20-28. Tjiptono, F., & Diana, A. 2002. Total Quality Management. Yogyakarta: Andi Offset. Tukiman., & Jabar, C. S. A. (2014). Implementasi Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Meningkaatkan Mutu Sekolah di SD Kanisius Sengkan Kabupaten Sleman. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 2(1), 121-134. doi: https://dx.doi.org/10.21831/amp.v2i1.2414. Usman, H. (2008). Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Wahjosumidjo. (2011). Kepemimpinan Kepala Sekolah: Tinjauan Teori dan Permasalahannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Wiyono, G. (2010, 30 April-2 Mei). Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Berbasis Gender di SMP Kodya Yogyakarta. Makalah disajikan pada International Conference on Educational, Management, Administration and Leadership (ICEMAL 2011), Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia. Diterima dari http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/t!@file_artikel_abstrak/Isi_Artikel_712229736 032.pdf. Yuningsih, E. (2015). Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan Iklim Sekolah Terhadap Sekolah Efektif Pada SD Negeri di Purwakarta. Jurnal Administrasi Pendidikan, 22(2), 81-92.
PEMBINAAN ETOS KERJA GURU DI SMAS GOLDEN CHRISTIAN SCHOOL PALANGKA RAYA Simanjorang, Gibson; Berliani, Teti; Nugroho, Piter Joko
Equity In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Equity In Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.335 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembinaan etos kerja guru di Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Golden Christian School (GCS) Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan pola interaktif data meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan derajat kepercayaan melalui teknik triangulasi baik sumber maupun metode. Hasil penelitian mengungkap bahwa dengan pembinaan etos kerja guru oleh kepala sekolah yang dilaksanakan dengan menerapkan berbagai strategi pembinaan melalui berbagai kegiatan pengembangan profesional guru dan dilaksanakan melalui mekanisme dan pentahapan yang jelas; serta ditunjang dengan berbagai faktor pendukung yang tersedia di sekolah dapat meminimalisir berbagai kendala yang dihadapi sekolah dalam membina etos kerja guru, sekaligus mampu menjadikan SMAS GCS sebagai salah satu sekolah swasta pilihan terbaik bagi masyarakat di Kota Palangka Raya. Abstract: This study aims to describe the coaching of the work ethic of teachers in the Golden Christian School (GCS) Private High School Palangka Raya. This study used a qualitative approach with case study design. Data collection using observation, interview and study of document. Data analysis using interactive data patterns include: data reduction, data display, and drawing conclusions. Checking the validity of the data obtained is done by using a degree of trust through triangulation techniques both sources and methods. The results of the study reveal that with the guidance of the teacher's work ethic by the principal which is carried out by implementing various coaching strategies through various teacher professional development activities and carried out through clear mechanisms and phases; and also supported by various supporting factors that available in schools can minimize the various obstacles faced by schools in fostering teacher work ethics, as well as being able to make GCS Private High School as one of the best choice private schools for the community in Palangka Raya City. References: Ali, M. (2009). Pendidikan untuk Pembangunan Nasional: Menuju Bangsa Indonesia yang Mandiri dan Berdaya Saing Tinggi. Bandung: Imperial Bhakti Utama. Anaroga, P. (2001). Psikologi Kerja. Jakarta: Rineke Cipta. Arifin, I. (2001, 25-26 Juli). Profesionalisme Guru: Analisis Wacana Reformasi Pendidikan dalam Era Globalisasi. Makalah disampaikan dalam Simposium Nasional Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang. Asriani., Murniati, A. R., & Bahrun. (2017). Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Memotivasi Kerja Guru pada MTS Swasta LAM Ujong Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Magister Administrasi Pendidikan, 5(2), 121-126. Diterima dari http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JAP/article/view/8361/7333. Beason, L. (2001). Ethos and Error: How Business People React to Errors. Accessed 19 December 2019, retrieved from http://faculty.winthrop.edu/ kosterj/writ465/samples/beason.pdf. Chan, M. C., & San, T. T. (2010). Analisis SWOT Kebijakan Pendidikan dan Era Otonomi Daerah. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Fatikah, N., & Fildayanti. (2019). Strategi Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Motivasi Dan Etos Kerja Guru Di Sekolah Menengah Atas Negeri Bareng Jombang. Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES), 2(2), 167-182. doi: https://doi.org/10.33367/ijies.v2i2.989. Goldhammer, R., Anderson, R. H., Krawjewski, R. J. (1980). Clinical Supervision: Special Methods for The Supervision of Teachers. New York: Holt, Rinehart, and Winston. Indrakusuma, A. (2010). Pengantar Ilmu Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional. Latief, E. 2010. Hubungan antara Amanah, Etos Kerja dan Profesionalisme pada Rumah Zakat Indonesia. Tesis tidak dipublikasikan, Universitas Indonesia: Program Pascasarjana. Diterima dari http://lib.ui.ac.id/file?file=pdf/abstrak/id_abstrak-20342190.pdf. Manik, R. (2019). Implementasi Pemberian Reward dan Punishment Untuk Meningkatkan Etos Kerja Guru. Jurnal Masalah Pastoral, 7(XX), 80-95. Diterima dari https://ojs.stkyakobus.ac.id/index.php/JUMPA/. Masaong, A. K. (2013). Memberdayakan Pengawas sebagai Gurunya Guru. Bandung: Penerbit Alfabeta. Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Analisis Data Kualitatif. Buku Sumber tentang Metode-metode Baru. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Mulyani, S. (2016). Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Etos Kerja Guru serta Pegawai terhadap Iklim Organisasi pada SMP Negeri 225 Jakarta. Journal of Economics and Business Aseanomics (JEBA), 1(1), 38-56. doi: https://doi.org/10.33476/jeba.v1i1.398. Mustofa. (2007). Upaya Pengembangan Profesional Guru di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 4(1), 76-88. doi: https://doi.org/10.21831/jep.v4i1. Neagley, R. L., & Evans, N. D. (1980). Handbook for Effective Supervision of Instruction. New Jersey: Prentice Hall, Inc. Nopemberi, A. D. (2015). Fungsi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru. Manajer Pendidikan, 9(3), 394-403. Diterima dari https://ejournal.unib.ac.id/index.php/manajerpendidikan/article/view/1136/944. Norris, P. (2003). Still a Public Service Ethos? Work Values, Experience and Job Satisfaction among Government Workers. Accessed 19 December 2019, retrieved from https://wcfia.harvard.edu/publications/still-public-service-ethos-work-values-experience-and-job-satisfaction-among. Nugroho, P. J. (2017). Home Visiting Supervision (HVS): An Alternative Approach to Increase the Commitment of Elementary Teachers in Remote Areas. International Research- Based Education Journal, 1(1), 39-45. doi: http://dx.doi.org/10.17977/ um043v1i1p%25p. Nuraini, S. K. (2012). Pengaruh Reward and Punishment terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Nusantara V Afdeling III Kebun Sei Galuh. Skripsi tidak dipublikasikan, Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia. Diterima dari http://repository.uin-suska.ac.id/7997/1/2012_201244KOM.pdf. Octaviana, M., & Silalahi, D. K. (2016). Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah. Polyglot, 12(1), 1-9. doi: http://dx.doi.org/10.19166/pji.v12i1.376. Pidarta, M. (2009) Supervisi Pendidikan Kontekstual. Jakarta: Rineka Cipta. Pongoh, S. (2013). Etos Kerja Guru: Faktor yang Mempengaruhi dan Dipengaruhi. Surabaya: CV. R. A. De Rozarie. Prasasti, S. (2017). Etos Kerja dan Profesional Guru. Jurnal Ilmiah PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran, 3(2), 74-89. Diterima dari http://ejournal.utp.ac.id/index.php/JIP/ article/view/589. Purwanto, N. (2004). Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remadja Rosdakarya. Rifai, M. (1982). Pengantar Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Baru. Rivai, V. (2006). Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Jakarta: Radja Grafindo Persada. Robbins, S. P. (1999). Organizational Behavior. New Delhi: Prentice-Hall. Rose, A. (2005). Ethics and Human Resources Management.Accessed 19 December 2019, retrieved from https://dphu.org/uploads/attachements/books/books_4824_0.pdf. Sagita, D. D. (2018, 24 Maret). Implementasi Layanan ICS-GD dalam Meningkatan Pemahaman dan Sikap Siswa tentang Nilai-Nilai Kehidupan Islam di SMA Muhammadiyah DKI Jakarta. Makalah disajikan pada Seminar Nasional PendidikanEra Revolusi ?Membangun Sinergitas dalam Penguatan Pendidikan Karakter pada Era IR 4.0?, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia. Diterima dari https://jurnal.umj.ac.id/index.php/ SNP/article/view/2752/2209. Saifulloh. (2010). Etos Kerja dalam Perspektif Islam. Jurnal Sosial Humaniora, 3(1), 54-69. doi: http://dx.doi.org/10.12962/j24433527.v3i1.654. Sarjana, S. (2014). Pengaruh Kepemimpinan dan Kerjasama Tim terhadap Etika Kerja Guru SMK. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 20(2), 234-250. doi: https://doi.org/10.24832/jpnk.v20i2.14. Schermerhorn, J. R. (2010). Introduction to Management. Asia: John Wiley & Sons. Sergiovanni, T. J., & Starratt, R. J. (1983). Supervision: Human Perspective. New York: McGraw-Hill Book, Co. Sinamo, J. (2002). Etos Kerja Profesional di Era Digital Global. Jakarta: Institut Darma Mahardika. Sunardi, S., Nugroho, P. J., & Setiawan, S. (2019). Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah. Equity in Education Journal, 1(1), 20-28. Retrieved from https://e-journal.upr.ac.id/index.php/eej/article/view/1548. Sunarto. (2019). Pentingnya Etos Kerja bagi Pengembangan Profesional Guru. Diakses tanggal 15 Desember 2019, dari http://formenews.id/2019/02/10/pentingnya-etos-kerja-bagi-pengembangan-profesional-guru/. Syamsul, H. (2017). Penerapan Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru pada Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jurnal Idaarah, 1(2), 275-289. doi: https://doi.org/10.24252/idaarah.v1i2.4271. Tjiptono, F., & Diana, A. 2002. Total Quality Management. Yogyakarta: Andi Offset. Wibowo. (2009). Manajemen Kinerja. Jakarta. Rajawali Press. Yamin, M. (2010). Standarisasi kinerja guru. Jakarta: Gaung Persada.  
SUPERVISI AKADEMIK BERBASIS HAROYONG DI SEKOLAH DASAR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI RUNGAN DAN KAHAYAN Berliani, Teti; Wahyuni, Rina
Equity In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Equity In Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.691 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang supervisi akademik berbasis haroyong di sekolah dasar pada aliran sungai Rungan dan sungai Kahayan sebagai sebuah respon dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multisitus dengan metode komparatif konstan. Penentuan informan dilakukan dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (a) observasi, (b) wawancara mendalam, dan (c) studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis situs tunggal dan analisis lintas situs. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa supervisi akademik berbasis haroyong di sekolah dasar pada daerah aliran Sungai Rungan dan Sungai Kahayan termasuk dalam kategori cukup baik dikarenakan: sudah terfomulasi dan terprogram dengan cukup baik; secara mekanisme telah dilaksanakan secara rutin dan berjadwal dengan teknik supervisi bervariatif. Serta monitoring dan evaluasi supervisi akademik berbasis haroyong dalam pembelajaran berbasis Kurikulum 2013 telah bekerjasa Abstract: This study aims to describe academic supervision based on haroyong in elementary schools in the Rungan and Kahayan rivers as a response in implementing the 2013 Curriculum. This study uses a qualitative approach with a multisite study design with a constant comparative method. The determination of the informants was done by using purposive sampling and snowball sampling technique. The data collection techniques used were (a) observation, (b) in-depth interviews, and (c) documentation study. Data analysis was performed with single site analysis and cross site analysis. The results obtained indicate that the haroyong-based academic supervision in elementary schools in the Rungan River and Kahayan River watersheds is in the good enough category because: it is well formulated and programmed; mechanically, it has been carried out on a regular and scheduled basis with various supervision techniques. As well as monitoring and evaluation of haroyong-based academic supervision in 2013 Curriculum-based learning, it has collaborated with external parties so that it has benefits for teachers. References: Andang. (2014). Manajemen & Kepemimpinan Kepala Sekolah; Konsep, Strategi & Inovasi Sekolah Efektif. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA. Arikunto, S., & Yuliana, L. (2012). Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: Aditya Media Yogyakarta. Asmani, M. J. (2012). Tips Efektif Supervisi Pendidikan Sekolah. Jogjakarta: DIVA Press. Bafadal. I. (2009). Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara. Berliani, T., & Wahyuni, R. (2017). Implementasi Supervisi oleh Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 1(3), 124-135. doi: https://doi.org/10.17977/um025v1i32017p218 Burhanuddin., Imron, A., Maisyaroh., Sutopo, H., Supriyanto, A., Bafadal, I., Setyadin, B., Effendi, A.R., Sahertian, P.A., & Sultoni. (2003). Manajemen Pendidikan; Analisis Substantif dan Aplikasinya dalam Institusi Pendidikan (Imron, A., Burhanuddin, & Maisyaroh, Ed). Malang: Universitas Negeri Malang. Ghony, D., & Almanshur, F. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA. Gunawan, I. (2014, 8-9 Desember). Analisis Dampak Supervisi Pendidikan terhadap Perkembangan Masyarakat dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Pendidikan Revitalisasi Manajemen Pendidikan Nasional Menuju Perbaikan Mental, Jurusan Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Gunawan, I. (2014). Pengaruh Supervisi Pengajaran dan Kemampuan Guru Mengelola Kelas terhadap Motivasi Belajar Siswa. Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan, 41(1), 44-52. Gunawan, I. (2015). Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Kepuasan Kerja terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi Guru Sekolah Dasar. Premiere Educandum, 5(1), 59-58. Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. PUSTAKA SETIA. Imron, A. (2011). Supervisi Pembelajaran Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Kurniadin, D., & Machali, I. (2014). Manajemen Pendidikan Konsep & Prinsip Pengelolaan Pendidikan. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA. Mantja, W. (2010). Profesionalisasi Tenaga Kependidikan: Manajemen Pendidikan & Supervisi Pengajaran. Malang: ELANG MAS. Masaong, A. K. (2013). Supervisi Pembelajaran dan Pengembangan Kapasitas Guru. Bandung: Alfabeta. Miles, M.B., Huberman, A.M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis a Methods Sourcebook. United States of America: SAGE Publications Inc. Mulyasa, E. (2013). Manajemen & Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: PT Bumi Aksara. Muslim, S. B. (2013). Supervisi Pendidikan Meningkatkan Kualitas Profesionalisme Guru. Bandung: Alfabeta. Rivai, V., & Murni, S. (2012). Education Management; Analisis Teori dan Praktik. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada. Rusydie. (2011). Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas. Jogjakarta: DIVA PRESS. Sagala, S. (2011). Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung. Alfabeta. Sagala, S. (2012). Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung: Alfabeta. Sagala, S. (2013). Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan. Bandung: Alfabeta. Siyok, D., Saman, T.M., Sukraini, N., Simpei, B.R., Sepmiwawalma., & Yankris. (2017). Kamus Populer: Bahasa Ngaju, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris. Palangka Raya: PT. Sinar Bagawan Khatulistiwa. Sonhadji. A. (2013). Manusia, Teknologi dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru. Malang: UM Press. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Usman. H. (2013). MANAJEMEN Edisi 4. Jakarta: Bumi Aksara. Wahyuni R., & Berliani, T. 2019. Problematika Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 3(2), 63-68. doi: http://dx.doi.org/10.17977/um025v3i22019p063.
EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI LESSON STUDY LEARNING COMMUNITY DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Wahyuni, Rina
Equity In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Equity In Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.036 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan guna mendeskripsikan persepsi dosen model dalam efektivitas menerapkan lesson study learning community (LSLC), serta proses monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan LSLC pada proses pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif. Informan ditentukan dengan teknik purposive dan snowball sampling. Proses pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara serta dokumentasi. Data penelitian yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan pola interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, meliputi: pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi LSLC sangat efektif dilakukan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan adanya kolaborasi antar dosen model dalam melaksanakan proses pembelajaran, perkembangan tingkat keprofesionalan dosen dalam melaksanakan pembelajaran mengalami peningkatan yang signifikan sehingga berdampak pada kualitas pembelajaran yang lebih optimal. Selain itu, proses monitoring dan evaluasi oleh tim pengembang LSLC pada tingkat fakultas juga menambah keefektifan LSLC dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Abstract: This research was conducted to describe the perception of model lecturers in the effectiveness of implementing the lesson study learning community (LSLC), as well as the monitoring and evaluation processes in implementing the LSLC in the learning process. This research using a qualitative approach. Informants were determined by purposive technique and snowball sampling. The data collection process was carried out by observation, interviews and documentation. The collected research data were then analyzed using the interactive patterns of Miles, Huberman, and Saldana, including: data collection, data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the implementation of LSLC was very effective in improving the quality of learning. This is evidenced by the collaboration between model lecturers in carrying out the learning process, the development of the professional level of the lecturers in implementing learning has increased significantly so that it has an impact on the quality of learning that is more optimal. In addition, the process of monitoring and evaluation by the LSLC development team at the faculty level also adds to the effectiveness of LSLC in improving the quality of learning. References: Chong, W. H., & Kong, C. A. (2012). Teacher Collaborative Learning and Teacher Self- Efficacy: The Case of Lesson Study. Journal of Experimental Education, 8(3), 263? 283. Hendayana, S. (2007). Lesson Study Suatu Strategi untuk Meningkatkan keprofesionalan Pendidik, Bandung: FPMIPA UPI dan JICA. Muntaqo & Masruroh. (2016). Lesson Study dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Ma?arif Kejiwan Wonosobo. Belajar: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 125-144. Shahren, A., & Khalid, M. (2001). Mathematics Teachers? Perception of Lesson Study as a Continuous Professional Development Programme. Journal of Science and Mathematics Education in Southeast Asia 2011, 34(1), Page 67 ? 89. Tadanugi. (2015). Efektivitas Lesson Study dalam Pembelajaran Matematika. Jurnal KIP, 4(2), 887-894. Turmudi. (2009). Landasan Filsafat dan Teori Pembelajaran Matematika: Berparadigma Eksploratif dan Investigatif. Jakarta Leuser Cita Pustaka. Widiyanto. (2018). Revitalisasi Komunitas Pembelajaran dengan Lesson Study dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran. Inopendas Jurnal Ilmiah Kependidikan, 1(1), 16-28.  
EVALUASI PROGRAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN BERKUALITAS DAN TERAKSES JENJANG PENDIDIKAN DASAR DI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Winaryo, Slamet
Equity In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Equity In Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.418 KB)

Abstract

Abstrak: Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterlaksanaan program penyelenggaraan kebijakan pendidikan berkualitas dan terakses pada jenjang pendidikan dasar di Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif evaluatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik: wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Penetapan informan sebagai sumber data dilakukan dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pola interaktif Miles dan Huberman (1994). Pengecekan keabsahan data menggunakan derajat kredibilitas, transferabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum program penyelenggaraan pendidikan berkualitas dan terakses pada jenjang pendidikan dasar masih belum optimal dilaksanakan, disebabkan belum efektifnya keterlaksanaan strategi perencanaan, sistem penjaminan mutu, standar nasional pendidikan, dan standar pelayanan minimal. Abstract: In general, this study aims to evaluate the implementation of quality education policy implementation programs and are accessed at the level of elementary education in Central Kalimantan Province. This research is an evaluative descriptive study. Data collection is done by techniques: in-depth interviews, participant observation, and study documentation. Determination of the informant as a source of data is done by using purposive sampling technique. Data analysis was performed using the interactive patterns of Miles and Huberman (1994). Checking the validity of the data uses a degree of credibility, transferability, and confirmability. The results showed that in general the program of providing quality education and being accessed at the level of elementary education was still not optimally implemented, due to the ineffectiveness of planning strategies, quality assurance systems, national education standards, and minimum service standards. References: Ali, M. (2009). Pendidikan untuk Pembangunan Nasional: Menuju Bangsa Indonesia yang Mandiri dan Berdaya Saing. Bandung: INTIMA. Arikunto, S. (2010) Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Article 33 Indonesia. (2019). Pendanaan Pendidikan Dasar Gratis Berkualitas di Indonesia. Diterima dari https://media.neliti.com/media/publications/774-ID-pendanaan- pendidikan-dasar-gratis-berkualitas-di-indonesia.pdf. Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M). (2020). Pedoman Akreditasi Sekolah/Madrasah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah. Bafadal, I. (2003). Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar dalam Kerangka Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Craw, J. (2014). Statistic of the Month: Education Performance, Equity and Efficiency, Center on International Education Benchmarking. Diterima dari http://www.ncee.org/2015/01/statistic-of-the-month- education-performance-equity- and-efficiency/. Dikdas Bantul. (2014). Evaluasi SPM Dikdas Bantul. Yogyakarta: Dikdas Kabupaten Bantul. Hamalik, O. (2006) Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Hasibuan, A. (2017). Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di Provinsi Sumatera Utara: Pokok-Pokok Pikirandan Kajian Aktual Dewan Riset Daerah Sumatera Utara. Medan: Balitbang Provinsi Sumatera Utara. Ikrom, A., Taufik, A., Hendri, A. F., Prayitno, H., Darmawan, R., Sudarno, R., & Rohani, S. (2015). Peta Jalan Pendidikan 12 Tahun di Indonesia. Jakarta: Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Network for Education Watch Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). (2016). Pedoman Umum Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Miles, M, B., & Huberman, A. M. (1994). Analisis Data Kualitatif Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UI-Press. Mulyasana, D. (2011). Pendidikan Bermutu dan Berdaya Saing. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Nugroho, P. J. (2012). Pengembangan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar pada Daerah Terpencil Kabupaten Gunung Mas. Jurnal Manajemen Pendidikan, 23(6), 513-531. Nuryani, K. (2014). Evaluasi Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar SD Unggulan Muhammadiyah Kretek Kabupaten Bantul Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi tidak dipublikasikan, Universitas Negeri Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Ekonomi. Diterima dari: https://eprints.uny.ac.id/16070/. Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 1 Tahun 2011 tentang RPJMD Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010-2015. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pemerintah, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara, Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2013 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar Kabupaten/Kota. Rahwati, D. (2019). Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar. Indonesian Journal of Education Management and Adninistration Review, 3(1), 13-24. doi: http://dx.doi.org/10.4321/ijemar.v3i1.2945. Satori, D. (2010). Peningkatan dan Penjaminan Mutu Pendidikan. Bandung: UPI. Sonhadji, A. (2007, 14 September). Optimalisasi dalam Rangka Penjaminan Mutu Program Studi S1 PGSD. Makalah disajikan pada Workshop Optimalisasi Tata Pamong S-1 PGSD Universitas PGRI Adibuana. Surabaya. Sumintono, B. (2013). Sekolah Unggulan: Pendekatan Pengembangan Kapasitas Sekolah. JMP IKIP PGRI Semarang, 2(1). doi: https://doi.org/10.26877/jmp.v2i1.401. Suprayogo, I., & Tobroni. (2001). Metodologi Penelitian Sosial Agama. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Tilaar, H. A. R. (2008). Manajemen Pendidikan Nasional Kajian Pendidikan Masa Depan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Wijanarti, N. (2016). Evaluasi Pencapaian Standar Pelayanan Minimal berdasarkan Prinsip Good Governance di Sekolah Dasar Negeri. Jurnal Manajemen Pendidikan, 3(2), 207-218. World Bank (2013). Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia. Ringkasan. Report No. 73359-ID. Diakses tanggal 20 Maret 2019, dari: http://documents1.worldbank.org/curated/en/130951468042888437/pdf/733590BAHA SA0S0Box0377373B00PUBLIC0.pdf.
IMPLEMENTASI “HASUPA HASUNDAU” DALAM MEMBINA PESERTA DIDIK Fitri, Ahyanati; Berliani, Teti; Siram, Reddy
Equity In Education Journal Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Oktober 2019
Publisher : Equity In Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.131 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to describe the implementation of Hasupa Hasundau in fostering students at SDN 5 Menteng Palangka Raya, seen from the aspects of: (1) the process of the Hasupa Hasundau program in fostering students, (2) the mechanism of the Hasupa Hasundau program in fostering students, and from aspects: (3) Supporting factors and obstacles encountered in the implementation of the Hasupa Hasundau program. This study used a qualitative approach with case study design. Data collection techniques carried out by: observation, interview and documentation. Validation of data in this study uses the technique of credibility (triangulation and checking members) and confirmability. The results showed that: (1) The process of the formation of Hasupa Hasundau at SDN 5 Menteng began with a program from the Ministry of Education and Culture which is a partnership program and SDN 5 Menteng Palangka Raya implemented a partnership program, the implementation was carried out in a container that was named Hasupa Hasundau where the activity was to carry out a meeting between the school and parents of students, (2) The mechanism of the program is held 2 meetings per semester, inviting parents through groups in WA or letters, holding discussions to express opinions or needs needed by children in school, and (3) Supporting Factors and Constraints faced in the Implementation of Hasupa Hasundau in Fostering Students, namely: a) Supporting factors for parents' openness or trust in school and vice versa in educating children, parity in parenting, and b) Constraints originating there are some parents who are unable to attend attend because of time problems, like parents y I'm busy working. Keywords: Implementation, Hasupa Hasundau, Students, SDN 5 Menteng Palangka Raya Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Implementasi Hasupa Hasundau dalam Membina Peserta Didik di SDN 5 Menteng Palangka Raya, diilihat dari aspek: (1) Proses terbentuknya program Hasupa Hasundau dalam membina peserta didik, (2) Mekanisme program Hasupa Hasundau dalam membina peserta didik, dan (3) Faktor pendukung dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program Hasupa Hasundau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara: observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kredibilitas (triangulasi dan pengecekkan anggota) dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses terbentuknya Hasupa Hasundau di SDN 5 Menteng berawal dari adanya program dari Kemendikbud yaitu program kemitraan dan SDN 5 Menteng Palangka Raya menerapkan program kemitraan, pelaksanaannya dilaksanakan pada sebuah wadah yang diberi nama Hasupa Hasundau yang mana kegiatannya adalah melaksanakan pertemuan antara pihak sekolah dengan orang tua siswa, (2) Mekanisme program dilakukan 2 kali pertemuan per semester, mengundang orang tua siswa melalui melalui grup WA atau surat, diadakan diskusi untuk menyampaikan pendapat ataupun kebutuhan yang diperlukan anak di sekolah, dan (3) Faktor Pendukung dan Kendala yang dihadapi pada Pelaksanaan Hasupa Hasundau dalam Membina Peserta Didik, yaitu: a) Faktor pendukung adanya keterbukaan atau kepercayaan orang tua terhadap sekolah begitu sebaliknya dalam mendidik anak, kesamaan pola asuh, dan b) Kendala berasal ada beberapa orang tua yang berhalangan hadir karena masalah waktu, seperti orang tua yang sibuk bekerja. Kata Kunci: Implementasi, Hasupa Hasundau, Peserta Didik, SDN 5 Menteng Palangka Raya   References: Burhanuddin., Imron. A., Maisyaroh., Sutopo, H., Supriyanto, A., Bafadal, I., Setyadin, B., Effendi, A.R., Sahertian, P.A., & Sultoni. (2003). Manajemen Pendidikan; Analisis Substantif dan Aplikasinya dalam Institusi Pendidikan (Imron, A., Burhanuddin, & Maisyaroh, Ed).Malang: Universitas Negeri Malang. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. (2002). Jakarta. FKIP. (2017).Buku Pedoman Penulisan Skripsi. Universitas Palangka Raya. Iper, D. (2009). Kosakata Bahasa Dayak Ngaju-Indonesia. Palangka Raya. CV Anugerah Indah Mandiri. Keith, S. & Girling, R. H. (1991). Educational, Management, and Participation: New Directions in Educa¬tional Administration. Boston: Allyn and Bacon. Komariah, A., & Triatna, C. (2008). Visionary Leadership menuju Sekolah Efektif.Jakarta: PT. Bumi Aksara. Manap, S. (2013). Identifikasi Potensi Partisipasi Masyarakat dalam Peningkatan Sarana Pembelajaran di SMPN 1 Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong, Laporan Penelitian Penguatan Pembelajaran Program Magister Manajemen Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu, (Online), (http://repository.unib.ac.id/8057/1/B6%20Manap%2C%202013%20-%20PENELITIAN%20IDENTIFIKASI%20POTENSI%20PARTISIPASI%20MASYARAKAT.pdf), diakses 2 Februari 2019. Moleong, L. J. (2012). Metode Penelitian Kualitatif (edisi revisi). Bandung. PT Remaja Rosdakarya. Mulyasa, E. (2013). Manajemen & Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: PT Bumi Aksara. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor: 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pidarta, M. (2011). Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta. Roadmap Pendidikan Keluarga.(2015). Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Suadin. (2017). Materi umum Kemitraan Sekolah dengan Keluarga dan Masyarakat. Diunduh pada tanggal 22 Oktober 2018. https://suaidinmath.files.wordpress.com Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suharto, T. (2012). Pendidikan Berbasis Masyarakat: Relasi Negara dan Masyarakat dalam Pendidikan. Yogyakarta: LKiS Yogyakarta. Undang ? Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 7. Undang-Undang Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, BAB XV Pasal 54 ayat 1 tentang Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Wahyuni, R. (2015). Manajemen Partisipasi Masyarakat dalam Pengambilan Keputusan dan Pengembangan Sekolah (Studi Multikasus pada SMA Negeri 4 dan SMA Katolik Santo Petrus Kanisius Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah), (Online), (http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/disertasi/article/view/38505), diakses 20 Oktober 2019.
PEMBINAAN PROFESIONAL GURU SEKOLAH DASAR DAERAH TERPENCIL Rahayu, Nunung Puji; Nugroho, Piter Joko; Berliani, Teti
Equity In Education Journal Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Oktober 2019
Publisher : Equity In Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.181 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to describe the professional development of elementary school teachers in remote areas in the UPTD Damang Batu working area, seen from the aspects of: (1) elementary teacher professional development through: (a) Intensive Development, (b) Cooperative Development, (c) Self Directed Development, and (2) Supporting factors and obstacles encountered in the professional development of remote area elementary school teachers. This research is a qualitative research with a case study design. Data collection is done by methods: in-depth interviews (indepth interview), participant observation (participant observation), and study documentation (study of document). Determination of data sources is done by using purposive sampling technique. Data analysis was performed using the interactive patterns of Miles and Huberman (1994). Checking the validity of the data is done by using a degree of credibility through both source and method triangulation techniques. The results of the study show that: (1) Professional development of elementary school teachers in remote areas, through: (a) Intensive Development, carried out through activities commonly aimed at developing teacher professionals and program activities that are tailored to the needs of teachers; (b) Cooperative Development, carried out through visits to other schools, sharing experiences with colleagues, being active in MGMP activities, and supporting each other to increase work motivation; and (c) Self-Directed Development, carried out through teaching media manufacturing activities, actively reading books in school libraries, actively participating in seminars / training, and actively seeking new teaching materials if they have the opportunity to access the internet; and (2) Supporting factors include the establishment of synergic cooperation between the Education Office, UPTD, supervisors, school principals and teachers; while the constraint factor is not all teachers have the opportunity to participate in a professional development program due to geographical conditions and the difficulty of access to and from the school. Keywords: Professional Development, Elementary Teacher, Remote Area Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Pembinaan profesional guru SD daerah terpencil di wilayah kerja UPTD Kecamatan Damang Batu, dilihat dari aspek: (1) Pembinaan professional guru SD melalui: (a) Intensive Development, (b) Cooperative Development, (c) Self- Directed Development, dan (2) Faktor pendukung dan kendala yang dihadapi dalam pengembangan profesional guru SD daerah terpencil. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Penetapan sumber data dilakukan dengan teknikpurposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pola interaktif Miles dan Huberman (1994). Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan derajat kepercayaan (credibility) melalui teknik triangulasi baik sumber maupun metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pembinaan profesional guru SD daerah terpencil, melalui: (a) Intensive Development, dilaksanakan melalui kegiatan yang lazim ditujukan untuk mengembangkan profesional guru serta program kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan guru; (b) Cooperative Development, dilaksanakan melalui kegiatan kunjungan ke sekolah lain, sharing pengalaman dengan sejawat, aktif dalam kegiatan MGMP, serta saling mendukung untuk meningkatkan motivasi kerja; dan (c) Self- Directed Development, dilaksanakan melalui kegiatan pembuatan media ajar, aktif membaca buku di perpustakaan sekolah, aktif mengikuti seminar/pelatihan, serta aktif mencari bahan ajar baru jika memiliki kesempatan untuk mengakses internet; dan (2) Faktor pendukung meliputi terjalinnya kerjasama yang sinergis antara Dinas Pendidikan, UPTD, pengawas, kepala sekolah dan guru; sedangkan faktor kendala belum semua guru mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program pembinaan profesional disebabkan kondisi geografis serta sukarnya akses dari dan menuju ke sekolah tersebut. Kata Kunci: Pembinaan Profesional, Guru Sekolah Dasar, Daerah Terpencil   References: Arifin. (2011). Kompetensi Guru dan Strategi Pengembanganya. Yogyakarta: Penerbit LILIN. Arnold, P. (2001). Review of Contemporary Issues for Rural Schools. Education in Rural Australia, 11 (1), 30-42. Bafadal, I. (2003). Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar: Dalam Rangka Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara. Collette, A.T., & Chiappetta, E. L. (1994). Science Instruction in the Middle and Secondary Schools(3rd Edition). New York: Merrill. Departemen Pendidikan Nasional. (2005). Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah.Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.Departemen Pendidikan Nasional. Dinas Pendidikan Kabupaten Gunung Mas. (2010). Laporan Tahunan DinasPendidikan Kabupaten Gunung Mas Tahun 2010. Dinas Pendidikan Kabupaten Gunung Mas. (2016). Data Hasil UKG Tahun 2015. Gaffar, F. M. (1987). Perencanaan Pendidikan: Teori dan Metodologi. Jakarta: Depdikbud. Glatthorn, A. A. (1995). Teacher Development. In: Anderson, L. (Ed.). International Encyclopedia of Teaching and Teacher Education. Second Edition.London: Pergamon Press. Gorton, R. A. (1976). School Administration Challenge and Opportunity for Leadership.New York: Wm. C. Brown Company Publishers. Hanson, M. E. (1985). Educational Administration and Organizational Behavior. Third Edition. Boston Allyn and Bacon. Heslop, J. (1996). A Model for The Development of Teacher in a Remote Area of Western Australia.Australian Journal of Education. Vol.21: Iss.1, Article 1. Available at: http://ro.ecu.edu.au/ajte/vol21/iss1/1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). (2012). Pedoman Uji Kompetensi Guru.Jakarta: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). (2015). Pedoman Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru.Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Khasanah, N. (2014). Ternyata ini Alasan Pendidikan di Jawa Lebih Berkualitas. Diakses pada tanggal 20 Juli 2018, dari: https://www.kompasiana.com/noerchasanahkinar/ 54f868f5a333113a038b4577/ternyata-ini-alasan-pendidikan-di-jawa-lebih-berkualitas. Koswara, D. D., & Triatna, C. (2011). Manajemen Pendidikan: Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan.Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung: Alfabeta. McPherson, R. B. (1986). Managing Uncertainty: Administrative Theory and Practice in Education. Colombus: Charles E. Merrill Publishing Company. Miles, M., & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UI Press. Mulyasa, E. (2013). Uji Kompetensi Guru dan Penilaian Kinerja Guru.Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. Mustofa. (2007). Upaya Pengembangan Profesionalisme Guru di Indonesia.Jurnal Ekonomi Pendidikan, Vol.4 (1). Nugroho, P. J. (2013). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Profesionalisme Guru SD Daerah Terpencil Daratan Pedalaman Kabupaten Gunung Mas.Prosiding Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2013. Dies Natalis Universitas Palangka Raya. ISSN: 2354-6727. Nugroho, P. J. (2017). Pengembangan Model Pelatihan Inovatif untuk Meningkatkan Kompetensi Guru SD Daerah Terpencil. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik, Vol.26 (2). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. Rohani, N. K. (2004). Pengaruh Pembinaan Kepala Sekolah dan Kompensasi Terhadap Kinerja Guru SLTP Negeri di Kota Surabaya.Jurnal Pendidikan Dasar, Vol.5 (1). Saud, U. S. (2009). Pengembangan Profesi Guru SD/MI. Bandung: Alfabeta. Sher, J. P., & Sher, K. R. (1994). Beyond the Conventional Wisdom: Rural Develop-ment as if Australia?s Rural People and Communities Really Mattered. Journal of Research in Rural Education, Vol 10 No 1. Siram, R. (1992). Pelaksanaan Model Sistem Guru Kunjung Suatu Alternatif Pemerataan Pendidikan Sekolah Dasar Daerah Terpencil di Kalimantan Tengah.Tesis tidak dipublikasikan, PPS IKIP Malang. Snyder, K. J., & Anderson, R. H. (1986). Managing Productivity Schools. Orlando: Academic Press College Division. Supriadi, D. (1990). Pendidikan di Daerah Terpencil: Masalah dan Penanganannya. Analisis CSIS No. 5. Bandung: IKIP Bandung. Tjalla, A. (2010). Potret Mutu Pendidikan Indonesia ditinjau dari Hasil-Hasil Studi Internasional.Diakses tanggal 20 Juli 2018 dari: http://repository.ut.ac.id/2609/1/fkip201047.pdf. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.