cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285876336907
Journal Mail Official
nersmuda@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ners Muda
ISSN : -     EISSN : 27238067     DOI : https://doi.org/10.26714/nm
Core Subject : Health, Education,
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 95 Documents
Peningkatan Kemampuan Interaksi Pada Pasien Isolasi Sosial Dengan Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi Sesi 1-3 Suwarni, Suwarni; Rahayu, Desi Ariyana
Ners Muda Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.557 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i1.5482

Abstract

Penderita yang mengalami gangguan jiwa di RSJD Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2018-2019 adalah sebanyak 2557 orang yang diantaranya terdapat penderita isolasi sosial 560 orang (21,9%). Kondisi diatas menggambarkan prevalensi masalah kesehatan jiwa baik gangguan jiwa ringan sampai berat cukup tinggi dan membutuhkan penanganan yang serius serta berkesinambungan. Isolasi sosial adalah keadaan dimana seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Terapi Aktivitas Kelompok sangat efektif mengubah perilaku karena di dalam kelompok terjadi interaksi satu dengan yang lain dan saling mempengaruhi. Penerapan TAKS sesi 1-3 dilakukan selama 3 hari, evaluasi penerapan dilakukan setiap per sesi dan post-test dilakukan dihari keempat penerapan. Sampel pada penerapan ini berjumlah 2 responden yang dipilih menggunakan tekhnik random sampling yaitu pemilihan responden secara acak. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh TAKS sesi 1-3 terhadap peningkatan kemampuan interaksi pada pasien menarik diri di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. TAKS sesi 1-3 dapat meningkatkan kemampuan interaksi pada pasien menarik diri di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah.
Penatalaksanaan Resiko Penurunan Perfusi Jaringan Cerebral pada Pasien Hipertensi Emergency Kristiana Sari Prasetya; Chanif Chanif
Ners Muda Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.661 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i1.5484

Abstract

Hipertensi emergensi yang memiliki masalah kesehatan dengan risiko penyakit kardiovaskular paling sering belum dikontrol secara optimal dan didukung dengan data objektif dari hasil pemeriksaan pendukung. Memahami asuhan keperawatan pada pasien darurat hipertensi dengan masalah keperawatan risiko penurunan perfusi jaringan otak di ruang gawat darurat di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Mengambil 2 Pasien dengan diagnosis medis hipertensi darurat. Memberikan perawatan keperawatan yang tepat kepada Pasien dapat membantu mengurangi penyakit kardiovaskular dan dapat membantu mengatasi masalah keperawatan lainnya yang dialami oleh pasien. Manajemen pasien dalam keadaan darurat hipertensi dengan Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Serebral di Mr D dan Mrs. R di departemen darurat Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang sebagian diatasi.
Penurunan Intensitas Skala Nyeri Pasien Appendiks Post Appendiktomi Menggunakan Teknik Relaksasi Benson Siti Wainsani; Khoiriyah Khoiriyah; Dewi Setyawati
Ners Muda Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.222 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i1.5488

Abstract

Berdasarkan survei di Rumah Sakit Dr.Kariadi Semarang di Ruang Rajawali 2A ditemukan 26 pasien yang menjalani operasi usus buntu pada Juli 2019. Operasi usus buntu adalah tindakan pembedahan membuang usus buntu. Respons yang muncul setelah operasi usus buntu adalah nyeri. Rasa sakit adalah sensasi yang sangat tidak menyenangkan dan sangat individual yang tidak dapat dibagi dengan orang lain. Teknik relaksasi Benson adalah terapi untuk menghilangkan rasa sakit dengan mencoba memusatkan perhatian pada fokus dengan mengucapkan kalimat yang telah dipilih berulang kali. Mampu menerapkan asuhan keperawatan untuk pasien dengan nyeri akut pasca operasi usus buntu. Teknik pengambilan sampel menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Sampel adalah 2 orang. Teknik relaksasi Benson dilakukan sebelum memberikan analgesik dengan durasi 15 menit setiap hari selama tiga hari pada tanggal 31 Juli-02 Agustus 2019. Sebelum dan setelah teknik relaksasi Benson diberikan, skala nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil yang diperoleh adalah klien mengalami penurunan intensitas skala nyeri dengan hasil nyeri ringan, tanda-tanda vital dalam kisaran normal; ekspresi klien tampak tenang dan santai. Teknik relaksasi Benson dapat mengurangi intensitas skala nyeri pada pasien pasca operasi usus buntu.
Penurunan Skala Nyeri Akut Post Laparatomi Menggunakan Aromaterapi Lemon Ratna Nur Utami; Khoiriyah Khoiriyah
Ners Muda Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.296 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i1.5489

Abstract

Laparatomi merupakan prosedur pembedahan mayor berupa penyayatan pada lapisan-lapisan dinding abdomen untuk mendapatkan bagian organ abdomen yang mengalami masalah (hemoragi, perforasi, kanker, dan obstruksi). Pasien post laparatomi akan merasakan nyeri. Nyeri yang tidak diatasi akan menyebabkan pasien merasa cemas untuk melakukan mobilisasi dini sehingga tirah baring pasien terlalu lama. Pasien pasca operasi yang melakukan tirah baring terlalu lama dapat meningkatkan resiko terjadinya kekakuan atau penegangan otot-otot di seluruh tubuh, gangguan sirkulasi darah, gangguan pernafasan dan gangguan peristaltik maupun berkemih bahkan terjadinya dekubitus atau luka tekan. Tindakan nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri adalah pemberian aromaterapi lemon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon terhadap nyeri akut pasien post laparatomi. Jenis penelitian studi kuantitatif telah dilakukan dengan desain studi kasus melalui pendekatan asuhan keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan pasien 1 post operasi laparatomi dengan skala nyeri 4. Setelah diberikan aromaterapi lemon pada hari 1 dan 2 skala nyerinya 3, kemudian pada hari 3 skala nyerinya 2. Pasien 2 post operasi laparatomi dengan skala nyeri 4. Setelah diberikan aromaterapi lemon pada hari 1 skala nyerinya 3 dan pada hari 2 dan 3 skala nyerinya 2. Pemberian aromaterapi lemon dapat menurunkan skala nyeri pada pasien post operasi laparatomi.
Penurunan Harga Diri Rendah dengan menggunakan Penerapan Terapi Okupasi (Berkebun) Yain Rokhimmah; Desi Ariyana Rahayu
Ners Muda Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.609 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i1.5493

Abstract

Harga diri rendah adalah penilaian pencapaian diri dengan menganalisis sejauh mana perilaku tersebut sesuai dengan diri ideal. Perasaan tidak berharga, tidak penting dan rendah diri berkepanjangan karena evaluasi negatif diri dan kemampuan. Hal tersebut membuat pasien dengan harga diri rendah sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain. Salah satu alternatif untuk meningkatkan harga diri rendah adalah berkebun dalam terapi okupasi. Untuk meningkatkan independensi pada pasien dengan harga diri rendah dengan terapi okupasi pada pasien dengan harga diri rendah. Laporan akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada 2 pasien dengan harga diri rendah. Data diperoleh melalui lembar observasi kemampuan pasien untuk berkebun. Setelah terapi okupasi, ada penurunan harga diri yang rendah dengan P1 73% dari 8 skor, dan P2 91% dengan 10 skor. Terapi okupasi (berkebun) dapat mengurangi tingkat gangguan harga diri yang rendah juga.
Peningkatan Efektifitas Pola Napas Pada Pasien Ketoasidosis Diabetik Rinawati, Prema; Chanif, Chanif
Ners Muda Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.954 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i1.5498

Abstract

Ketoasidosis Diabetik (KAD) adalah keadaan darurat hiperglikemi yang mengancam jiwa pasien dengan diabetes melitus dimana hasil laboratorium menunjukkan pH, pCO2 dan HCO3 turun. Penulisan ini bertujuan untuk memahami asuhan keperawatan pada pasien dengan ketoasidosis diabetikum dengan pola napas tidak efektif di ICU Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang.  Metode menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan proses keperawatan, tahapan studi dari pengkajian hingga evaluasi dengan mengambil 2 pasien ketoasidosis diabetikum. Hasil dari intervensi terapi oksigen dan 45o posisi semi fowler yaitu belum efektif untuk pasien dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif. Hasil proses keperawatan kedua pasien selama di ICU menunjukkan masalah keperawatan pola nafas tidak efektif dan evaluasi menunjukkan masalah dapat teratasi.
Penurunan Hipertermia Pada Pasien Kejang Demam Menggunakan Kompres Hangat Windawati Windawati; Dera Alfiyanti
Ners Muda Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.093 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i1.5499

Abstract

Kejang demam adalah kelainan neurologis yang paling sering ditemukan pada anak-anak, karena munculnya kejang demam yang berhubungan dengan usia, tingkat suhu dan kecepatan kenaikan suhu, termasuk faktor keturunan yang juga berperan dalam peningkatan kejang demam di mana anggota keluarga pasien memiliki kesempatan untuk mengalami kejang lebih banyak daripada anak-anak normal. Karya ilmiah ini bertujuan untuk memahami konsep dasar, mendapatkan informasi, dan memberikan asuhan keperawatan mengenai kejang demam pada anak-anak. Penulis menggunakan metode deskripsi, sedangkan sampelnya adalah data yang diperoleh dengan cara wawancara, pemeriksaan fisik, pengamatan kegiatan, memperoleh catatan dan laporan diagnostik. Setelah tindakan keperawatan selama 3 hari diagnosis utama hipertermia berhubungan dengan penyakit, dan selama intervensi kompres hangat selama tiga hari berturut-turut masalah keperawatan utama hipertermia tidak dapat diatasi. Kolaborasi antara tim kesehatan dan pasien atau keluarga sangat diperlukan untuk keberhasilan asuhan keperawatan kepada pasien sehingga masalah keperawatan pasien mengenai hipertermia dapat diimplementasikan dengan baik dan masalah dapat diselesaikan.
Penurunan Intensitas Nyeri pada Pasien Mioma Uteri menggunakan Teknik Relaksasi dan Distraksi Fitriyanti Fitriyanti; Machmudah Machmudah
Ners Muda Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.137 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i1.5502

Abstract

Mioma uterus adalah tumor miometrium jinak. Karakteristik mioma uterus yaitu bulat, keras, putih ke merah muda pucat, dan sebagian besar terdiri dari otot polos dengan jaringan ikat di mana 95% berasal dari korpus uterus dan 5% dari serviks. Kadang-kadang juga berasal dari tuba falopii atau ligamentum rotundum.Penelitian ini menerapkan metode deskriptif untuk menggambarkan proses asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosis mioma uteri. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemberian asuhan keperawatan.Kondisi klinis kedua pasien mengalami nyeri akut. Intervensi dan implementasi disesuaikan dengan kondisi pasien dan merujuk NOC dan NIC.Diagnosis keperawatan kedua kasus adalah nyeri akut. Teknik relaksasi pernapasan dilakukan sebagai tehnik distraksi. Hasilnya menunjukkan dapat menyembuhkan rasa sakit sebagian. Durasi perawatan yaitu 3 x 24 jam untuk kedua kasus.
Penatalaksanan Ketergantungan pada Pasien Stroke Linda Setiawan; Tri Hartiti
Ners Muda Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.993 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i1.5510

Abstract

Pasien stroke mengalami gangguan dalam pergerakan. Gangguan pergerakan yang dialami oleh peasien membuat pasien memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi kepada perawat dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan ketergantungan pasien stoke. Studi kasus ini menggunakan desain studi kuantitatif deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Studi ini mengelola pasien stroke yang diperoleh melalui accidental sampling. Hasil studi menunjukkan bahwa pasien stroke hemiparese memiliki tingkat ketergantungan sedang. Pasien dengan tingkat ketergantungan sedang membutuhkan bantuan 1 orang perawat dalam setiap shift untuk  memenuhi kebutuhan dasarnya. Pemenuhan kebutuhan dasar pasien stroke dapat dibantu oleh perawat dan keluarga pasien. Pasien stroke dengan tingkat ketergantungan sedang membutuhkan perawatan selama 3 jam dalam 24 jam.
Manejemen Resiko Jatuh pada Pasien Vertigo Indra Darmawansyah; Tri Hartiti
Ners Muda Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.978 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i1.5514

Abstract

Vertigo merupakan gangguan kesimbangan yang dialami oleh pasien. System keseimbangan yang terganggu membuat pasien beresiko untuk mengalami kecelakaan atau cedera. Studi ini bertujuan untuk mengetahui manajemen resiko jatuh pada pasien Vertigo. Studi kasus ini menggunakan desain studi kuantitatif deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Studi ini mengelola resiko jatuh pasien vertigo. Subjek studi diperoleh melalui accidental sampling. Hasil studi menunjukkan bahwa resiko jatuh pasien disebabkan oleh gangguan keseimbangan yang dialami. Tindakan yang dilakukan untuk mengurangi resiko jatuh pasien adalah dengan melakukan pemantauan secara periodik setiap 3 jam dan kolaborasi pemberian terapi medis.

Page 1 of 10 | Total Record : 95