cover
Contact Name
Trisno Subekti
Contact Email
lppm@stikesdhb.ac.id
Phone
+6285220045869
Journal Mail Official
lppm@stikesdhb.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jakarta No. 75 Antapani Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sehat Masada
ISSN : 19792344     EISSN : 25025414     DOI : https://doi.org/10.38037
Core Subject : Health,
Sehat Masada adalah sebuah Jurnal untuk menampung hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan kesehatan, khususnya tentang Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, dan Refraksi Optisi. Jurnal ini terbit dua kali setahun (Januari dan Juli).
Articles 234 Documents
Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Perawat Dalam Penanganan Pasien Perilaku Kekerasan Bandu Jatra; Winda Ratna Wulan
Sehat MasadaJurnal Vol 10 No 2 (2016): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku kekerasan adalah perilaku yang menyertai marah dan merupakan dorongan mental untuk bertindak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang hubungan pengetahuan dengan perilaku perawat dalam penanganan pasien perilaku kekerasan di Ruang Akut Unit Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan kajian secara survey cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang berdinas di Ruang Akut Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat yang berjumlah 49 orang dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari 2 jenis adalah kuesioner dan lembar Observasi. Dari 49 responden penelitian ini, nilai rata-rata pengetahuan responden sebesar 13.6 dan 95% pengetahuan perawat ada di rentan 12.9 sampai 14.2 dengan pelaksanaan SOP sebanyak 69.4% responden melakukan pelaksanaan yang cenderung sesuai dengan SOP. Sedangkan 30.6% responden melakukan pelaksanaan yang cenderung tidak sesuai dengan SOP. Analisis data menggunakan teknik Uji T dengan nilai p Value sebesar 0.07 Hal tersebut menunjuka bahwa tidak terdapat hubungan pengetahuan dengan prilaku perawat dalam penanganan pasien prilaku kekerasan di ruang akut unit rawat inap rumah sakit jiwa provinsi jawa barat.
Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Penyakit Kusta Di Rumah Sakit Khusus Kusta Dr Sitanala Kota Tangerang Tahun 2015 Sri Komalaningsih
Sehat MasadaJurnal Vol 10 No 2 (2016): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leprosy is an infectious disease still prevalent in developing countries, including at Indonesia. In this study the problem is personal hygiene factor in leprosy patients in dr. Sitanala Leprosy Special Hospital Tangerang City. The purpose of this research was to determine the relationship between personal hygiene with occurrence of leprosy in dr. Sitanala Leprosy Special Hospital. This study uses a case-control approach. The population was outpatients in dr. Sitanala Leprosy Special Hospital diagnosed leprosy (cases) and Diabetes Mellitus (control). Samples are 108 patients. The instrument used was questionnaire. Data were analyzed with Chi-square test formula. The research results that there was a relationship between hand washing habits (p=0,023, OR=3,357) but there were not relationship bathing habits (p=0,066, OR=2,340), towel cleaning habits (p=0,740,OR=1,563), cloth cleaning habits (p=0,525, OR=1,862) and bed, blanket , pillow cases cleaning (p=0,171, OR=2,105) with occurrence of leprosy in dr. Sitanala Leprosy Special Hospital. Suggestion put forward is expected to improve personal higiene the patient and who live around them expecially on seven step hand washing habit according WHO so as not to be a source of transmission of leprosy.
Efektifitas Media Saring dalam menurunkan Kandungan E.Coli pada Air Sungai Lamaran Desa Tegalurung Kecamatan Legonkulon Kabupaten Subang Nina Rosliana
Sehat MasadaJurnal Vol 10 No 2 (2016): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini selain pencemaran akibat air limbah industri juga dari pencemaran air limbah domestik yang berasal dari buangan rumah tangga yang mengandung mikroorganisme patogen yang sangat berbahaya terhadap kesehatan masyarakat. Desa Tegalurung dengan jumlah KK sebanyak 1207 KK dan 6,30% KK masih menggunakan air Sungai Lamaran untuk kebutuhan sehari-hari, air sungai tersebut di pakai tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu, kasus diare di Desa Tegalurung sampai dengan bulan september tahun 2015 sebanyak 81 kasus. Upaya mengurangi dampak negatif bagi kesehatan manusia, perlu menerapkan teknologi tepat guna, Pengolahan air secara fisika dengan menggunakan pasir dan pecahan batu bata di dasarkan pada kemampuan media berpori dalam menahan zat tersuspensi termasuk mikroorganisme terlarut, Dengan tujuan mengetahui penurunan dan jenis media saring yang efektif dalam menurunkan kandungan E.coli pada air sungai Lamaran dengan cara melewatkan air baku ke wadah yang berisi media saring bata dan pasir, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di peroleh hasil dengan menggunakan bata dapat menurunkan E.coli sebanyak 88,8% sedangkan dengan pasir sebanyak 64,7 % dengan analisis uji-t terdapat beda rerata antara perlakuan penyaringan menggunakan bata dan pasir dimana p=0.050 dengan α=0.05, ini menunjukkan ada beda pengaruh antara kelompok media saring bata dan pasir dalam menurunkan kandungan E.coli pada air sungai lamaran, sehingga di sarankan kepada masyarakat Desa Tegalurung untuk melakukan penyaringan air sungai sebelum di gunakan untuk keperluan sehari-hari. Kata kunci : Air limbah, Penyaringan Air
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Non Pneumonia Di UPTD Pelayanan Kesehatan Cikancung Kabupaten Bandung Agus Salim
Sehat MasadaJurnal Vol 10 No 2 (2016): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian balita yaitu sebesar 28% di Indonesia. Penyakit ISPA non Pneumonia merupakan salah satu penyakit dengan angka kesakitan yang tinggi dan apabila ISPA non Pnemonia ini tidak dirawat dapat menimbulkan Pneumonia yang dapat mengakibatkan kematian. Puskesmas Cikancung merupakan wilayah yang berada di Kabupaten Bandung dengan proporsi kejadian ISPA non Pneumonia mencapai angka 60,8%. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap kejadian ISPA non Pneumonia , hal inilah yang mendasari penulis untuk meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA non Pneumonia pada balita yang berobat ke Puskesmas Cikancung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei analitik (Survey Research Method dengan rancangan survei Cross sectional, dengan sampel sebanyak 91 orang. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata balita yang tidak ASI Eksklusif lebih banyak untuk terjadi ISPA Non Peumonia yaitu sebesar (77,1 %), berdasarkan uji Chi-square terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05), begitupun dengan balita yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap cenderung lebih banyak untuk terjadi ISPA Non Peumonia yaitu 57,6% hubungan statistiknya terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05) demikian juga dengan balita yang lahir dengan BBLR cenderung sering terjadi ISPA non pneumonia (84,3%), hubungan statistiknya terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05). Upaya yang akan dilakukannya untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dalam hal promotif dan preventif dengan cara meningkatkan penyuluhan terhadap masyarakat.
Manajemen Pelayanan Makanan Di Tempat Penitipan Anak (TPA) Muslim Bunda Kota Bandung Tahun 2015 Gugum Pamungkas
Sehat MasadaJurnal Vol 10 No 2 (2016): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, jumlah ibu yang bekerja meningkat, sementara di sisi lain kualitas pertumbuhan anak sangat penting, Tempat Penitipan Anak (TPA) adalah tempat alternatif sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas anak-anak. Bagi TPA yang melaksanakan pelayanan makanan dengan menyediakan makanan bagi anak balita yang dititipkan di tempatnya, manajemen pelayanan makanan menjadi hal yang sangat penting. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui konsep manajemen pelayanan makanan di TPA Muslim Bunda Bandung yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengawasan. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 4 (empat) orang meliputi informan ahli, pengelola dan 2 (dua) orang pelaksana/pengasuh. Data hasil wawancara dibuat dalam bentuk transkrip dan dipindahkan dalam bentuk tabel serta dari hasil observasi disusun dalam tabel yang sama sehingga menggambarkan fenomena dan peristiwa. Hasil penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan manajemen pelayanan makanan masih belum optimal. Perencanaan menu dan perencanaan anggaran belum dilaksanakan, pengorganisasian masih menemui banyak kendala, pelaksanaaan pelayanan makanan dilakukan seperti rumah tangga pada umumnya dan pengawasan oleh pengelola tidak dilakukan secara ketat dan berkala. Diharapkan seluruh aspek manajemen pelayanan makanan di TPA dapat ditingkatkan untuk memberikan pelayanan makanan pada anak secara berkualitas.
Persepsi Pasien Terhadap Kualitas Pelayanan Poli Klinik Umum Di Puskesmas "X" Annisa Nur Erawan
Sehat MasadaJurnal Vol 11 No 1 (2017): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan terdekat dengan masyarakat yang semestinya memberikan pelayanan secara maksimal. Hal tersebut dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat akan kesehatan mengakibatkan tuntutan peningkatan pelayanan kesehatan yang dipandang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan menurut persepsi pasien. Jenis penelitian berupa deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 126, dengan teknik accidental sampling sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 55 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar pasien menyatakan kualitas pelayanan yang dilihat berdasarkan daya tanggap yang menyatakan tidak baik 31 orang (56,4%), jaminan sebanyak 43 orang (78,2%), bukti fisik sebanyak 45 orang (81,8%), empati sebanyak 48 orang (87,3%), keandalan sebanyak 39 orang (70,9%). Saran bagi pihak puskesmas yaitu dapat memberikan pelayanan baik kepada pasien diharapkan dapat memberikan pelayanan dengan sungguh-sungguh dalam melayani pasien sesuai harapan yang lebih tanggap terhadap keluhan yang dialami.
Pengaruh Guide Imagery Terhadap Nyeri Kepala Pasien CKR (Cedera Kepala Ringan) Yesi Pusparini
Sehat MasadaJurnal Vol 11 No 1 (2017): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien dengan cedera kepala ringan akan mengalami nyeri kepala dan gejala nyeri kepala ini akan dialami oleh pasien sampai satu tahun dan ini tentunya sangan menganggu kualitas hidup orang tersebut. Guide imagery telah dilakukan sebagai therapy non farmakologi untuk mengatasi nyeri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh guide imagery terhadap nyeri kepala dengan pasien cedera kepala ringan. Metode yang digunakan adalah experimen dengan pretest dan post test tanpa control. Jumlah partisipan sebanyak 15 orang. Wilcoxon telah digunakan untuk menguji pengaruh guide imagery relaxation terhadap tingkat nyeri. Hasil uji statistic menunjukan pengaruh secara signifikan (p sig=0,000) guide imagery terhadap penutunan tingkat nyeri pada pasien dengan cedera kepala ringan, tetapi pasien belum terbebas dari rangsangan nyeri. Kesimpulan pasien cedera kepala ringan yang mengalami cedera kepala dapat dikurangi dengan guide imagery. Rumah sakit disarankan untuk mendesign prosedur tetap dan melakukan follow up, dan peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang guide imagery dengan music terhadap nyeri kepala.
Tingkat Stres Remaja Dengan Tb Paru Agung Ruhdiyat
Sehat MasadaJurnal Vol 11 No 1 (2017): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyakit menular merupakan masalah serius bagi penderita khususnya pada remaja dengan TB paru yang mengalami tingkat stres. Jumlah TB paru di Indonesia menunjukkan 85% dari keadaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaxanya usia, jenis kelamin dan faktor pendidikan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Gambaran Tingkat Stres Pada Remaja Dengan TB Paru Di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Kota Bandung. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan slafistik. Jumlah sarnpel sebanyak 35 orang yang diambil secara purposive sampling. Pengarnbilan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa data berupa univariat. Hasil penelitian menunjukan dari 35 remaja dengan TB Paru memiliki tingkat stres ringan 16 (45,7%). Disarankan kepada pihak BKPM dapat memberikan konseling dan informasi terkait pada pendidikan yang rendah sehingga pengetahuan tentang TB paru khususnya pada remaja tidak mengalami stres.
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Pengusaha Optik Tentang Persyaratan Perijinan Pendirian optik Menurut Kepmenkes/1424/SK/XI/2002 Dengan Kelayakan Penyelenggaraan Optik Di Purwakarta Gani Setiawan
Sehat MasadaJurnal Vol 11 No 1 (2017): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optikal adalah Sarana kesehatan yang menyelenggarakan pemeriksaan mata dasar, pemeriksaan refraksi serta pelayanan kacamata koreksi dan atau lensa kontak. Setiap penyelenggaraan sarana kesehatan apapun bentuknya Menteri Kesehatan Republik Indonesia telah membuat pedoman perundang-undangan mengenai pedoman penyelenggaraan khususnya di bidang optikal. Sebagai penunjang Standarisasi dan pedoman, setiap optikal harus memperoleh izin penyelenggaraan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota setempat. Izin penyelenggaraan hanya dapat diberikan setelah memenuhi persyaratan yang meliputi persyaratan administrasi, tenaga kerja, persyaratan ruangan, peralatan dan laboraturium. Fenomena yang terjadi masih saja ada optik yang belum berijin contohnya optik yang ada di Purwakarta. Dari 30 optik hanya 22 optik saja yang baru melakukan proses perijinan. Jenis penelitianberupa penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional.Analisis data menggunakan program komputer dengan uji regresi linear.Hasil penelitian menunjukan bahwa: Gambaran tingkat pengetahuan pengusaha optik tentang persyaratan perijinan pendirian optik sebagian besar memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 28 orang (93,3%) dibandingkan responden yang berpengatahuan rendah dan berpengetahuan sedang sebanyak 1 orang (3,3%). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan pengusaha optik tentang persyaratan pendirian optik menurut kepmenkes/1424/sk/xi/2002 dengan kelayakan pendirian optik dengan nilai p sebesar 0,00 berarti p < 0,05, Ho ditolak Ha diterima dengan Nilai RR sebesar 2,7 dan nilai CI 9,5 - 11,3 .
Pengaruh Senam Hamil Pada Primigravida Terhadap Perubahan Psikofisiologi Ibu Dan Berat Badan Lahir di Puskesmas Pagarsih Dan Padasuka Kota Bandung Yeti Hernawati; Ida Suryani
Sehat MasadaJurnal Vol 11 No 1 (2017): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya keluhan ketidaknyamanan ibu pada saat hamil terutama pada ibu primigravida dapat meningkatkan kecemasan ibu serta berdampak merugikan bagi bayi yang dilahirkan. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan ketidaknyamanan adalah dengan senam hamil teratur. Manfaat melakukan senam hamil dapat memperlancar peredaran darah, mempersiapkan pernapasan serta meningkatkan kepercayaan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh senam hamil teratur pada primigravida terhadap perubahan psikofisiologis ibu dan berat badan lahir bayi. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil primigravida yang mengikuti senam hamil. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-random sampling dengan metode consecutive sampling. Jumlah sampel 50 responden yang dibagi menjadi 25 responden kelompok perlakuan dan 25 responden kelompok kontrol,pengolahan dan analisis data menggunakan uji kai kuadrat,eksak fisher, Mann-whitney dan T-test. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh senam hamil teratur terhadap penurunan skor kecemasan (nilai p=0,026), perubahan tekanan darah diastolik (nilai p=0,014) dan perubahan pernapasan (nilai p<0,001) yang memperlihatkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Tetapi tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada tekanan darah sistolik(p>0,05), penambahan berat badan ibu(p>0,05) dan berat badan lahir bayi (p>0,05). Simpulan dalam penelitian ini adalah senam hamil teratur berpengaruh terhadap penurunan kecemasan, perubahan tekanan darah, dan perubahan pernapasan. Dan tidak terdapat pengaruh senam hamil yang teratur terhadap perubahan Tekanan darah sistolik, penambahan berat badan ibu dan berat badan lahir bayi.

Page 1 of 24 | Total Record : 234