cover
Contact Name
Rima Rikmasari
Contact Email
pedagogik@unismabekasi.ac.id
Phone
+6282231491718
Journal Mail Official
pedagogik@unismabekasi.ac.id
Editorial Address
Alamat Redaksi Jurnal Pedagogik Universitas Islam 45 Bekasi Gedung E FKIP UNISMA Bekasi, Jalan Cut Meutia No.83 Bekasi 17113 Telp/Fax. 021-8820383
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : 26855461     DOI : https://doi.org/10.33558/pedagogik.v10i1
Jurnal Pendidikan Dasar Pedagogik Berisi tulisan tentang pendidikan dasar yang berkaitan dengan : Teori dan praktek pembelajaran serta gagasan konseptual, Bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar, Hasil penelitian pendidikan dan pengajaran sekolah dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 146 Documents
MODEL TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SEKOLAH DASAR Arrahim Arrahim; Siti Faridah
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10 No 1 (2022): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/pedagogik.v10i1.4603

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya solusi yang dilakukan peneliti-peneliti sebelumnya dalam mengatasi masalah hasil belajar matematika di sekolah dasar. Salah satu solusi yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu menggunakan model Teams Assisted Individualization. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Teams Assisted Individualization terhadap hasil belajar matematika Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Systematic Literature Review. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari artikel ilmiah yang dipublikasikan jurnal. Artikel ilmiah yang sesuai dengan kriteria inklusi dapat diambil sehingga diperoleh 19 artikel ilmiah untuk selanjutnya dianalisis. 19 artikel ilmiah ini terdiri dari 10 artikel penelitian Eksperimen, 8 artikel Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dan 1 artikel penelitian Deskriptif. Hasil dan pembahasan penerapan model TAI yaitu pada kelas rendah nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 80,895 dan kelas tinggi yaitu 74,17. Jika dilihat dari nilai rata-rata kelas rendah lebih unggul dibandingkan kelas tinggi. Tetapi dilihat banyaknya jurnal, kelas tinggi terdapat 16 jurnal lebih banyak dari kelas rendah yang hanya 2 jurnal. Pada pelaksanaan model Team Assisted Individualization guru dapat mengatur waktu seefisien mungkin agar pelaksanaan pembelajaran berikutnya dapat berjalan dengan baik Dari hasil literatur dan penelitian semua artikel ilmiah yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa model Team Assisted Individualization ini dapat meningkatkan dan berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran matematika.
MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SEKOLAH DASAR PADA MATERI KENAMPAKAN ALAM DAN SOSIAL BUDAYA Kori Sundari; Rifa Aulia
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10 No 1 (2022): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/pedagogik.v10i1.4604

Abstract

Ilmu Pengetahuan Sosial, atau yang biasanya disingkat IPS adalah salah satu mata pelajaran yang harus dipelajari oleh siswa di SD yang mengkaji tentang sosial kemasyarakatan yang berguna bagi kehidupan siswa kelak. Tujuan dari pembelajaran IPS itu sendiri untuk menjadikan manusia sebagai warga negara yang baik sadar akan hukum dan norma yang berlaku di masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang menganalisis dan mengkaji hasil dari penelitian sebelumnya yang memiliki tema yang relevan. Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana proses analisis data lebih menekankan pada penyimpulan perbandingan tinjauan pustaka dari beberapa jurnal ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) ini dapat meningkatkan hasil belajar IPS dalam tiga aspek yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik. Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi Kenampakan Alam dan Sosial Budaya.
GAMBARAN MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Aningsih Aningsih; Marsyana Ansida
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10 No 1 (2022): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/pedagogik.v10i1.4605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran model pembelajaran RME Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika di Sekolah Dasar. Hal ini dilihat dari siswa menganggap pelajaran matematika sulit, hanya menghafal rumus paham betul pembelajaran Matematika sehingga siswa menjadi bosan dan kurang memahami pembelajaran Matematika. Metode penelitian ini menggunakan Systematic Literatur Review (SLR). Dari artikel penelitian yang dipublikasikan 8 tahun terakhir (2014-2022), artikel membahas mengenai model Realistic Mathematic Education terhadap kemampuan pemecahan masalah Matematika. Dari hasil review dan penelitian beberapa artikel yang sudah dilakukan penggunaan model RME terbukti berpengaruh dan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Karena dengan dilaksanakannya Model Realistic Mathematic Education apa lagi dalam pembelajaran Matematika ini, siswa akan lebih berperan aktif dan situasi belajar akan lebih menyenangkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Model Realistic Mathematic Education dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Matematika siswa.
MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA SEKOLAH DASAR Rima Rikmasari; Seva Rosesa
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10 No 1 (2022): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/pedagogik.v10i1.4606

Abstract

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan mata pelajaran yang wajib dipelajari siswa sekolah dasar. IPA berguna untuk memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai fenomena-fenomena alam. IPA memiliki upaya untuk pendidikan dan juga perkembangan teknologi, karena IPA memiliki upaya untuk membangkitkan minat manusia serta kemamuan dalam mengembangkan IPA dan teknologi serta pemahaman tentang alam semesta yang mempunyai banayak fakta yang belum terungkap dan masih bersifa rahasia. Penelitian ini merupakan penelitian literature yang menganalisis dan mengkaji hasil dari peneliti sebelumnya yang memiliki tema yang relavan. Jenis peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana proses analisis lebih menekankan pada penyimpulan perbadingan tinjauan pustaka dari beberapa jurnal ilmiah. Penelitian ini bermaksud untuk menjabarkan tentang penerapan model pembelajaran Discovery Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa Sekolah Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA dalam tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Model ini mengkombinasikan keunggulan pembelajaran kooperatif dan pembelajaran individu agar siswa belajar dalam suasana yang menyenangkan sehingga dalam pembelajaran IPA siswa menjadi aktif, bersemangat dan senang belajar karena siswa-siswa ikut belajar besama. Dengan demikian dapat disimpulkan pembelajaran model Discovery Learning dapat mengingkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajara IPA.
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Rini Endah Sugiharti; Regita Aryanta Anggiani
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10 No 1 (2022): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/pedagogik.v10i1.4607

Abstract

Keterampilan menulis karangan narasi siswa masih kurang maksimal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dari sedikitnya siswa yang mampu menulis karangan narasi. Saat pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi menulis karangan narasi, sebagian besar dari siswa tersebut tidak dapat menulis karangan narasi. Siswa tidak antusias dan malas saat menulis karangan narasi, siswa masih bingung memilih kata untuk menuangkan ide yang ada dalam benak mereka dan Isi cerita tidak berkesinambungan dari awal hingga akhir. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan Media Gambar Seri. Media Gambar Seri merupakan media gambar rangkaian cerita yang disajikan secara berurutan yang digunakan sebagai alat bantu untuk menarik perhatian siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang akan lebih mudah untuk di pahami siswa melalui media. Media gambar seri ini dikembangkan dengan melibatkan para siswa dalam menelaah indikator dalam menulis karangan narasi.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL BERBASIS POWTOON PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IV Ani Hanipah; Erwin Rahayu Saputra
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10 No 1 (2022): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/pedagogik.v10i1.4609

Abstract

Penggunaan media pembelajaran buku yang masih banyak digunakan oleh guru dalam pembelajaran IPA menyebabkan siswa jenuh dan kesulitan dalam memahami materi. Hal ini pun menjadikan kurangnya pemanfaatan fasilitas yang ada di sekolah, seperti proyektor dan laptop. Media pembelajaran audio visual berbasis powtoon menjadi salah satu media yang dapat digunakan untuk mengurangi kejenuhan siswa dalam belajar. Proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran audiovisual berbasis Powtoon merupakan langkah untuk mengembangkan media pembelajaran yang dapat memudahkan siswa dalam memahami materi. Penelitian dilakukan pada siswa-siswi kelas IV SDN 1 Dangiang, Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut. Penggunaan Media Audio Visual Berbasis Powtoon diterapkan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Penelitian dilakukan pada tanggal 2 Desember 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Deskripsi dengan pendekatan Kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Observasi dan Wawancara. Observasi dilakukan saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Dan wawancara dilakukan pada murid kelas IV sebagai informan kunci penelitian. Penilaian aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran audio visual berbasis powtoon dilakukan menggunakan sekala likret. Skor pada setiap kriteria yiatu 4 (Sangat Baik), 3 (Baik), 2 (Cukup), dan 1 (Kurang). Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran audio visual berbasis powtoon pada mata pelajaran IPA memiliki rata-rata 83,3%. Rata-rata aktivitas siswa ini termasuk dalam kategori sangat baik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA DI SEKOLAH DASAR Yudi Budiarti; Kamilah Namira Putri
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10 No 1 (2022): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/pedagogik.v10i1.4610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui gambaran dari penggunaan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar pada mata pelajaran IPA siswa di Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil analisis jurnal diperoleh permasalahan hasil belajar IPA siswa sekolah dasar yang tergolong rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya nilai siswa yang masih dibawah KKM, hal tersebut dapat diatasi salah satunya dengan penerapan model pembelajaran Project Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPA siswa di Sekolah Dasar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilakukan dengan cara menggumpulkan data berupa jurnal – jurnal yang berkaitan tentang penggunaan Model pembelajaran Project Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar Mata pelajaran IPA di Sekolah Dasar. Hasil dari analisis 13 artikel ilmiah yang dianalisis berdasarkan 8 tahun terakhir menunjukan model Project Based Learning sangat efektif untuk hasil belajar IPA siswa sekolah dasar. Pada bahan kajian rata-rata subjek penelitiannya siswa sekolah dasar kelas tinggi (kelas IV&V). Terdapat pengaruh secara efektif dan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) yaitu dengan menunjukkan rata-rata hasil belajar IPA lebih tinggi dari siklus I ke siklus II dan nilai pre – test dan post test. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian – penelitian referensi terdahulu. Indikator hasil belajar ranah kognitif tercapai dalam penerapan model pembelajaran Project Based Learning.
MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH DASAR Dede Abdul Aziz; Aulia Rachmah Shani
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10 No 1 (2022): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/pedagogik.v10i1.4611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran dari Penerapan Model Contextual Teaching And Learning (CTL) Terhadap Hasil Menulis Deskripsi Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil analisis diperoleh beberapa masalah berupa hasil keterampilan menulis deskripsi siswa masih tergolong rendah (dibawah nilai KKM). Hal tersebut dapat dilihat dari kendala siswa yang masih mengalami kesulitan menulis dan menyusun kata dengan bahasanya sendiri sehingga siswa kurang berkembang dalam menulis karena terbatasnya ide, pendapat dan pengetahuan menulis siswa karena metode yang diterapkan masih konvensional (ceramah). Kendala tersebut dapat diatasi dengan menggunakan model Contextual Teaching And Learning (CTL). Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR). Penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan menggunakan jurnal penelitian yang berkaitan dengan variabel penelitian. Berdasarkan dari analisis data 11 jurnal dalam Model Contextual Teaching And Learning (CTL) menunjukkan bahwa nilai persentase terendah adalah 17,52% dan tertinggi mencapai 100%. Hal tersebut membuktikan bahwa Model Contextual Teaching And Learning (CTL) dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa serta dapat membuat siswa menjadi lebih aktif dan bersemangat sehingga dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Indikator menulis deskripsi terdiri dari : Kesesuaian judul dengan isi karangan, Penggunaan dan penulisan ejaan, Diksi atau pilihan kata, Struktur kalimat dan Penggambaran objek. Dengan Model Contextual Teaching And Learning (CTL) diyakini siswa mampu untuk mengamati, mengingat serta menuangkan isi pikiran ataupun ide ke dalam tulisan sesuai dengan apa yang telah ia lihat.
PENGARUH PENDEKATAN ANALISIS NILAI TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP KEPEDULIAN SOSIAL SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPSDI SDN AREN JAYA III Rini Endah Sugiharti
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1 No 1 (2013): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/pedagogik.v1i1.1216

Abstract

Pendekatan Analisis Nilai (Value Analysis) merupakan sebuah pendekatan pembelajaran afektif yang mampu membantu peserta didik mempelajari pengambilan keputusan melalui proses langkah demi langkah secara sistematis dengan penekanan pada perkembangan kemampuan siswa untuk berfikir logis dengan cara menganalisis masalah yang berhubungan dengan nilai-nilai sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan Nonequivent Control Group Design yang dilaksanakan pada siswa kelas IV SDN Aren Jaya III dengan jumlah 65 siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pretes pemahaman konsep siswa yang mendapat perlakuan memiliki rata-rata 6,224 dan N Gain 0,34% berkategori sedang, sedangkan pada kelas kontrol dengan pendekatan konvensional diperoleh nilai rata-rata 4,92 dan N Gain 8,7% berkategori rendah. Pada pretes sikap kepedulian sosial kelas eksperimen dengan pendekatan analisis nilai, memiliki ratarata 9 dengan N Gain 25% dan kelas yang kontrol diperoleh rata-rata 7,67 dengan N Gain 2,2%. Setelah dilakukan Uji-T menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan Analisis Nilai (value analysis) berpengaruh dalam meningkatkan pemahaman konsep dan sikap kepedulian sosial siswa
PEMBELAJARAN MATEMATIKA SESUAI PERKEMBANGAN ANAK (DEVELOPMENTALLY APROPRIATE PRACTICE) DI SEKOLAH DASAR Aningsih .
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1 No 1 (2013): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/pedagogik.v1i1.1217

Abstract

Sesuai dengan paradigma pendidikan bagi anak SD, yakni pendidikan yang mengembangkan seluruh potensi anak, terintegrasi dan menyenangkan sehingga berbagai potensi anak dapat berkembang secara simultan, maka penyelenggaraan pembelajaran matematika harus berorientasi pada perkembangan anak. Dengan kata lain, perkembangan anak harus menjadi dasar dalam menyelenggarakan pembelajaran matematika. Pembelajaran yang menerapkan pendekatan perkembangan anak adalah pembelajaran yang diberikan dengan menerapkan konsepDevelopmentally Appropriate Practice (DAP). Developmentally Appropriate Practice (DAP) adalah paradigma dalam pendidikan anak usia dini, di mana guru memperhatikan perubahan yang terjadi pada setiap aspek perkembangan anak, baik fisik, kognitif, emosi maupun sosial, dengan mendasarkan semua praktek dan keputusan pada (1) teori perkembangan anak, (2) identifikasi kekuatan individual dan penilaian otentik terhadap kebutuhan masing-masing anak, dan (3) latar belakang budaya anak seperti komunitas, riwayat keluarga, dan struktur keluarga.Dengan kata lain, konsep DAP merupakan pembelajaran yang berpijak pada tiga kesesuaian, yakni kesesuaian dengan usia, dan konteks sosial budaya. Implementasi konsep DAP dalam pembelajaran matematika antara lai (1) melibatkan anak secara aktif baik secara fisik maupun mental; (2) belajar terpadu; (3) belajar sambil bermain; (4) belajar secara berkelompok; (5) pola pendekatan spiral; (6) menggunakan metode inkuiri; (7) menerapkan pendekatan kontekstual; dan (8) bekerja sama dengan orang tua

Page 1 of 15 | Total Record : 146