cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal KOMUNIKA
ISSN : 19781261     EISSN : 25489496     DOI : -
Core Subject : Religion, Science,
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi is a scientific journal in collaboration with APJIKI (Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia) with a focus on the study of communication theory, mass communication, Islamic communication, da'wah management, da'wah messages, da'wah media, da'wah methods, da'wah organizations, Islamic broadcasting, Islamic journalism, public relations, da'wah and politics, development of Islamic society, Islamic counseling.
Arjuna Subject : -
Articles 301 Documents
CORRIGENDUM TO: ANALISIS IMPLIKATUR DALAM WACANA MEME POLITIK PADA AKUN INSTAGRAM Team, Editor
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corrigendum to:Astuti, P., Arumi, S., Pratiwi, V., & Suryono, J. (2019). Analisis Implikatur dalam Wacana Meme Politik pada Akun Instagram. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 13(2), 265-281. https://doi.org/https://doi.org/10.24090/komunika.v13i2.2084. In the PDF full text, 4th author's affiliation typed as "Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan", corrected to be "Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik". Thus Corrigendum is done at the request of the author. 
Keteladanan Sebagai Dakwah Kontemporer dalam Menyongsong Masyarakat Modern Bastomi, Hasan
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.077 KB) | DOI: 10.24090/kom.v11i1.1275

Abstract

This paper aims to explore the application of exemplary as a form of contemporary da’wah. Exemplary dakwah in modern society consist of: 1) Da’wah able to give example to society to life and noble civilization, so that human become dignified (akramal akramin); 2) Da’wah that able to motivate and facilitate society to live orderly and far of the pollution that damages his conscience; 3) Da’wah that produces high cultural products resulting from emulating noble behavior and deep reflection with the highest knowledge; 4) Da’wah that is able to bridge the diametric gap between the various orientations; and 5) Da’wah that becomes the solution and able to compensate for the various offers of non-propagation information. Execution of exemplary method in da'wah of a dai has at least two main requirements: (1) requirements of science, (2) personality requirements to be role models for society. Tulisan ini bertujuan menggali penerapan keteladanan sebagai bentuk dakwah kontemporer. Dakwah dengan keteladanan sebagai dakwah kontemporer dalam masyarakat modern adalah: 1) Dakwah yang mampu meneladani masyarakat dalam menapak jejak kemuliaan hidup dan peradaban yang tinggi, sehingga manusia menjadi bermartabat (akramal akramin); 2) Dakwah yang mampu memotivasi dan memfasilitasi masyarakat untuk hidup teratur dan jauh dari polusi yang merusak nuraninya; 3) Dakwah yang menghasilkan produk kebudayaan yang tinggi (tidak remeh-temeh) yang dihasilkan dari meneladani perilaku yang mulia dan perenungan yang mendalam dengan pengetahuan yang tinggi; 4) Dakwah yang mampu menjembatani kesenjangan diametral antara berbagai orientasi; dan 5) Dakwah yang menjadi solusi dan mampu mengimbangi berbagai tawaran informasi non-dakwah. Pelaksanaan metode keteladanan dalam dakwah seorang dai sedikitnya memiliki dua persyaratan utama: (1) persyaratan keilmuan, (2) persyaratan kepribadian untuk dijadikan suri teladan bagi masyarakat.
Feminist Therapy Islam Sebagai Alternatif Menangani Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga Nurzaman, Ade
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.447 KB) | DOI: 10.24090/kom.v11i1.1277

Abstract

Domestic Violence (KDRT) both in quantity and quality tends to increase, this can be caused by several things. First, public awareness of human rights has become part of people’s lives. Second, the number of institutions that care enough about the phenomenon of domestic violence so as to be able to report the numbers of violence that occurred. So far, the handling of domestic violence is still limited to the victims of violence. The approach of counseling theory that is considered relevant to cases of domestic violence is Islamic feminist therapy (Islamic feminist therapy). The concept built in feminist theory uses a system perspective integrated with Islamic psychology, meaning that the process of counseling intervention is not only to the individual but also environment to ensure the settlement of the root of the problem and even a spiritual and religious touch. The ability of counselors to empower individuals or communities within the victim’s environment is a skill that must be sharpened by counselors who use feminist therapy. This theory is based on three principles: First, the personal is political; Second, egalitarian relationship; and Third, the valuing perspective. These concepts that become pillars of feminist therapy and weighed with religion become important indicators in determining the ability of counselors in helping accompany victims of domestic violence. Angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) secara kuantitas maupun kualitas cenderung meningkat, disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, kesadaran masyarakat terhadap hak-hak asasi sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat. Kedua, banyaknya lembaga yang cukup peduli pada fenomena KDRT sehingga mampu melaporkan angka- angka kekerasan yang terjadi. Selama ini penanganan KDRT masih sebatas pada korban kekerasan. Pendekatan teori konseling yang dianggap relevan dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga adalah feminis terapi islam (Islamic feminist therapy). Konsep yang dibangun dalam teori feminis memakai perspektif sistem yang diintegrasikan dengan psikologi Islam, artinya proses intervensi konseling tidak hanya kepada individu tetapi lingkungan individu ikut diberi perlakuan untuk menjamin penyelesaian akar masalah bahkan ada sentuhan spiritual dan religius. Kemampuan konselor untuk memberdayakan individu/masyarakat di lingkungan korban merupakan kemampuan yang harus diasah oleh konselor yang memakai terapi feminis. Teori ini didasari pada prinsip, yaitu; Pertama, the personal is political; Kedua, egalitarian relationship; dan Ketiga, the valuing perspective. Ketiga konsep yang menjadi pilar terapi feminis dan ditimbang dengan agama menjadi indikator penting dalam menentukan kemampuan konselor dalam membantu mendampingi korban KDRT.
Efektivitas Peran Keluarga dalam Membentuk Tumbuh Kembang Agama Asmaya, Enung
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.449 KB) | DOI: 10.24090/kom.v11i1.1278

Abstract

Religion is the choice of human life. Man can accept or reject religion is influenced by their knowledge, attitude and experience, or known as personal and social aspects. These two aspects influence each other in determining human behavior. Human are individuals who are integrated and live with both aspects. Man will be lucky if able managing both aspects on the path of truth. But man will lose if otherwise. Based on the theory of behaviorism aspects social as family becomes the determinant in the verdict of religious behavior someone. Because the family becomes the closest place in one’s life.Many norms, the rule of leadership in the family which becomes the frame of references of a person in behaving. Therefore in a religious, healthy, prosperous and harmonious family the positive influence of one’s religious adherence. Beragama adalah pilihan hidup manusia. Manusia dapat menerima atau menolak agama dipengaruhi pengetahuan, sikap, dan pengalaman yang dimiliki yang biasa disebut aspek personal dan sosial. Kedua aspek tersebut saling memengaruhi jiwa dalam menentukan perilaku manusia. Manusia adalah individu yang terintegrasi dari kedua aspek tersebut dan manusia hidup dengan kedua aspek tersebut. Manusia akan beruntung jika mampu mengelola kedua aspek tersebut pada jalan kebenaran. Namun manusia akan merugi jika sebaliknya. Berdasarkan teori behaviorisme, aspek-aspek sosial seperti keluarga menjadi penentu dalam putusan perilaku keagamaan seseorang. Keluarga menjadi tempat yang paling dekat dalam kehidupan seseorang. Banyak norma, aturan kepemimpinan dalam keluarga yang menjadi frame of references seseorang dalam berperilaku. Keluarga yang agamis, sehat, sejahtera, dan harmonis memberikan pengaruh positif kepatuhan beragama seseorang.
Peran Ganda Guru Bimbingan dan Konseling di SMP Diponegoro Depok, Sleman, Yogyakarta Wahyudi, Muchamad Agus Slamet
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.498 KB) | DOI: 10.24090/kom.v11i1.1279

Abstract

This article is about the dual role of teacher guidance and counseling. Teacher guidance and counseling positions are important positions in a school. With the teachers guidance and counseling in schools are able to reach students who are exposed to the problem. Teacher guidance and counseling has so much responsibility to hear the portion of at least 150 students for one teacher guidance and counseling, then the role of teachers guidance and counseling that not only one to make guidance and counseling teachers should have good management. The location of this research is in Junior Diponegoro Depok with subject of teacher. The research method using qualitative descriptive approach with emphasis on direct jumping of spaciousness. Furthermore, from the findings in the field mentioned that the double role of a teacher guidance and counseling is something that can happen, but with this dual role, not make the teacher BK crossed his duties, but still perform the task as a teacher guidance and counseling with the help of other parties such as homeroom, waka student, even up to the principal. Cooperation and counseling teachers counseling and counseling with other parties in school make the role of teacher guidance and counseling that not only one be very helpful and can be run well. artikel ini memapakan tentang peran ganda posisi guru bimbingan dan konseling. Posisi guru bimbingan dan konseling merupakan posisi yang penting dalam sebuah sekolah. Dengan adanya guru bimbingan dan konseling di sekolah mampu menjangkau siswa-siswi yang sedang terkena masalah. Guru bimbingan dan konseling mempunyai tanggung jawab yang begitu besar dengar porsi minimal 150 siswa untuk satu guru bimbingan dan konseling, maka peran guru bimbingan dan konseling yang tidak hanya satu membuat guru bimbingan dan konseling harus mempunyai manajemen yang baik. Adapun lokasi penelitian ini adalah di SMP Diponegoro Depok dengan subjek guru. Metode penelitian dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menekankan pada terjun langsung kelapangan. Selanjutnya dari hasil temuan dilapangan menyebutkan bahwa peran ganda seorang guru bimbingan dan konseling merupakan hal yang bisa terjadi, namun dengan peran ganda ini, idak membuat guru BK melalikan tugasnya, namun tetap menjalankan tugas sebagi guru bimbingan dan konseling dengan bantuan pihak lain seperti wali kelas, waka kesiswaan, bahkan sampai kepala sekolah. Keterkaitan dan kerjasama guru bimbingan dan konseling dengan pihak lain disekolah membuat peran guru bimbingan dan konseling yang tidak hanya satu menjadi sangat terbantu dan bisa dijalankan dengan baik
Upaya Terapi Depresi Secara Islami Abidin, Zaenal
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.618 KB) | DOI: 10.24090/kom.v11i1.1280

Abstract

Many people see that depression is an ordinary inner disorder, it could heal itself as time goes by. But according to health and psychic expert, depression is a disorder which focused on thoughts and feeling which makes a person experiencing mental shock, depression wil bring a very negative impact as losing orientation of life if it lasts for some period of time and does not helped by experts. Depression also weakens the physical and mental potential, destroying the future and even erasing an identity. Referencing these impacts, surely psychotherapist need to provide sufficient information to the public: (1) about the risk of experiencing mental pressure without being able to cope with it that could leads to depression, risking his mental health and threatened his future. (2) The need of alternative solution through various approaches as physiologically, psychologically, socially and spiritually. With holistic approaches and intensively accompanied, hopefully these patients could be helped from mental suffer, and it could give society to be more aware and alert. Banyak orang awam memandang bahwa depresi merupakan suatu gangguan batin yang biasa biasa saja, seiring berjalannya waktu maka bisa sembuh sendiri. Padahal menurut para ahli kesehatan badan dan jiwa, depresi justru suatu gangguan yang berfokus pada pikiran dan perasaan yang tentunya membuat diri si penderita mengalami kegoncangan jiwa, yang apabila berlangsung lama tidak segera mendapat pertolongan dari ahlinya akan dapat membawa dampak sangat negatif berupa kehilangan orientasi kehidupannya, melemahkan sisi potensi fisik dan kondisi potensi mentalitasnya, menghancurkan masa depan, bahkan dapat kehilangan identitas kemanusiaannya. Dengan mencermati dampak yang ditimbulkan tersebut tentunya para psikoterapis perlu memberikan informasi yang tegas kepada masyarakat: (1) tentang bahaya tindaklanjut seseorang yang terkena tekanan batin tanpa mampu untuk mengatasinya, justru akan meningkat menjadi depresi dan mengancam kesehatan mentalnya dan berakhir mengancam raga dan jiwanya, dunia dan akhiratnya. (2) perlunya menawarkankan alternatif solusi melaui berbagai pendekatan terapi secara fisiologis, psikologis, sosial dan spiritual. Dengan pendekatan secara holistik dan pendampingan yang intensif diharapkan mereka para penderita depresi terbantu membebaskan diri dari penderitaan batin, sekaligus membuka cakrawala dan kesadaran masyarakat pada umumnya agar bisa mengantisipasi, sehingga memiliki kemampuan dan upaya menghindarinya.
Persiapan Diri dalam Dakwah Syafi’i, Ahmad Adnan Agus
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.501 KB) | DOI: 10.24090/kom.v11i1.1281

Abstract

Religious proselytizing (summerring or praying) is a noble duty, which to do it a knowledge is a needed, among of the them are studied on religius proselytizing (summering or praying) management and the most important of it is undestanding the preparation or religious proselytizing (summering or praying) planning for a prayyer.Proselytizer should learn by pray close attention on religious guidance and steps of Islamic fighter, the holy Qur’an, the messenger and its doctrine, the attitude of discripies and scholar of Islam. Its very important as capital in religious proselytizing planning. Among of paramount importance in religious proselyting planning is having seriousness, the scope of religious proselytizing planning of seriuousness is try seriously in teaching the soul to always back (entrust) to Allah, by decorating ourself in god self, sacriface the soul, evacuate until leaving the home town and family, and by generosity the wealth.Proselytizer also has to have a motivation that can build them, among the motivation of religious proselytizing is undestanding the peculiarity of religious proselytizing, so it can grow high awareness and spirit of religious proselytizing fighting. Dakwah adalah tugas mulia, maka untuk melaksanakannya memerlukan ilmu pengetahuan, di antaranya yaitu mempelajari manajemen dakwah, dan hal penting dalam mempersiapkan manajemen dakwah adalah planning dakwah bagi da’i.Da’i semestinya mempelajari dengan mencermati petunjuk agama dan langkah-langkah para pejuang Islam; al-Qur’an, Rasulullah dan ajarannya, perilaku para sahabat, dan para ‘ulama Islam. Hal ini sangat penting sebagai modal dalam planning dakwah. Di antara yang terpenting dalam planning dakwah adalah memiliki kesungguh-sungguhan, adapun ruang lingkup planning dakwah dengan kesungguhan adalah; Besungguh-sungguh di dalam mendidik jiwa untuk tetap kembali (berpasrah) kepada Allah, dengan penghiasan diri di dalam ketauladaan, mengorbankan jiwa, berhijrah sampai meninggalkan kampung halaman dan keluarga, dan dengan kedermawanan harta. D’ai juga harus memiliki motivasi yang dapat membangunnya, di antara motivasi dakwah adalah memahami keistimewaan dakwah, sehingga menumbuhkan kesadaran yang tinggi dan menyemangatkan perjuangan dakwah.
Komunikasi Konseling Lintas Budaya di MAN 2 Brebes Jawa Tengah Ridlwan, Nurma Ali
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.848 KB) | DOI: 10.24090/kom.v11i1.1282

Abstract

In order to help the student as a young individual to be manifested into an adult, there is a concern from guidance and counseling sides to the development of this capabilities so that the student could live decently in the future. Effort from guidance and counseling in realizing this educational function, focusing on expanding, internalizing, updating and integrating this value into self-reliable attitude. In such efforts, there are many possibilities from guidance and counseling to utilizing various methods, approaches and techniques, to understand and facilitate the individual development which rests and leads to the human development according to its existensial nature. Because of the cultural diversity that grows and flourished in society, one of the communication approach in counseling which could be implemented is cross-cultural counseling. This research tries to explore and analyzed the data related to the cross cultural counseling conducted by the teacher at Madrasah Aliah Negeri (MAN) 2 Brebes towards students with Sundanese ethnic and Javanese ethnic background. This research is a fieldobservational research based, with the type of its data is interview, observation, and documentation. Data reduction techniques, data presentation and conclusion techniques is conducted to analyze the data. Result shows that: firstly, there were similarities of cross-cultural communication conducted by the teacher towards students with Java and Sundanese ethnic background. This similarities are: Bahasa as the same medium in communication, in a specific case using clinical approach, communication skill as empathy, asking, assertiuve and confrontation, posited teachers as a friend and even student’s parent. Secondly, if there is a difference between these two sundanese and Javanese ethnic occurred, it is on rational-emotive approach which is using on Javanese ethnic student, meanwhile non-directive approach is conducted on Sundanese ethnic student. Dalam upaya membantu individu (siswa) mewujudkan pribadi utuh, bimbingan dan konseling peduli terhadap pengembangan kemampuan tersebut agar siswa dapat hidup lebih baik dan benar. Upaya bimbingan dalam merealisasikan fungsi-fungsi pendidikan, terarah kepada upaya membantu individu untuk memperluas, menginternalisasi, memperbaharui, dan mengintegrasikan sistem nilai ke dalam perilaku mandiri. Dalam upaya tersebut, bimbingan dan konseling amat mungkin menggunakan berbagai metode dan pendekatan serta teknik, untuk memahami dan memfasilitasi perkembangan individu yang bersandar dan terarah kepada pengembangan manusia sesuai dengan hakikat eksistensialnya. Oleh karena tampak keragaman budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, maka salah satu pendekatan komunikasi dalam konseling yang dapat digunakan yaitu komunikasi konseling lintas budaya. Penelitian ini berupaya menggali dan menganalisis data terkait dengan komunikasi konseling lintas budaya yang dilakukan oleh guru Madrasah Aliah Negeri (MAN) 2 Brebes kepada siswa yang berlatar belakang etnis Sunda dan etnis Jawa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis datan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa, Pertama; terdapat persamaan komunikasi konseling lintas budaya yang dilakukan oleh guru kepada siswa berlatar belakang etnis Sunda dan Jawa yaitu; secara bahasa menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi, pada kasus tertentu menggunakan pendekatan klinikal, menggunakan keterampilan komunikasi seperti keterampilan empatik, bertanya, asertif dan konfrontasi, menempatkan posisi guru sebagai teman bahkan orangtua siswa, dan memperlakukan siswa sama sesuai dengan hak dan kewajibannya. Kedua, perbedaan komunikasi konseling lintas budaya kepada keduanya (siswa Sunda dan Jawa) hanya tampak pada penggunaan pendekatannya, yaitu pendekatan pada siswa etnis Jawa menggunakan pendekatan rasional-emotif, sedangkan pada siswa etnis Sunda menggunakan pendekatan non-direktif.
Cyberbullying dalam Media Sosial Anak SMP Prasadana, Damara Putra
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.488 KB) | DOI: 10.24090/kom.v11i1.1283

Abstract

This paper explains about new media and cyberbullying, how teenagers use social media. Social media used by who wants to find important information. This research is aimed to analyze and describe the existence of cyberbullying among teenagers, and what causes them to do the activity in social media. The data collection used indepht interview to a suspected target. The suspected did not know the different between real behavior and mass media behavior. The result shows a characteristic of cyberbullying behaviour among teenagers. Makalah ini menjelaskan tentang media baru dan cyberbullying, bagaimana remaja gunakan media sosial Media sosial yang digunakan oleh siapa yang ingin ditemukan penting informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan keberadaan penindasan maya di kalangan remaja, dan apa yang menyebabkan mereka melakukan aktivitas di media sosial. Pengambilan data menggunakan wawancara indera dengan yang dicurigai target. Yang dicurigai tidak tahu perbedaan antara perilaku nyata dan perilaku media massa Hasilnya menunjukkan karakteristik cyberbullying perilaku di kalangan remaja
Pengembangan Kecerdasan Emosional Anak Melalui Game DOTA (Defence of The Ancients) Prima, Ellen
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.82 KB) | DOI: 10.24090/kom.v11i1.1284

Abstract

Every child is intelligent even with different levels of intelligence. Many types of intelligence have been known by the general public, especially emotional intelligence. A person who has emotional intelligence can be seen from how he mastered his emotions so as not too excessive exit. However, emotional intelligence has not been widely responded among the general public, especially parents. They still perceive emotional intelligence as less important than intelligence intelligence. Though emotional intelligence is needed for someone, especially children can learn to understand the feelings of himself and others and how to react. Therefore, the role of emotional intelligence is important for the child’s life so that the need for stimulus to develop optimally, one with the game. The game is a thing that is favored by both the child’s traditional and online games. The purpose of this study was to find out how to develop children’s emotional intelligence through DoTA games. Therefore, this research uses qualitative method of descriptive type. The results of this study indicate that intelligence is innate childbirth. However, intelligence must be developed by stimulating the child. One of the most important intelligence is emotional intelligence that can help children live their lives with a sense of security and happiness. Setiap anak sesungguhnya cerdas meskipun dengan tingkatankecerdasan yang berbeda. Banyak jenis kecerdasan yang telah dikenal oleh masyarakat umum, khususnya kecerdasan emosional. Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional dapat dilihat dari bagaimana dia menguasai emosinya agar tidak terlalu keluar secara berlebihan. Akan tetapi, kecerdasan emosional belum banyak yang merespon di kalangan masyarakat umum, khususnya para orang tua. Mereka masih menganggap kecerdasan emosional tidak terlalu penting seperti halnya kecerdasan inteligensi. Padahal kecerdasan emosional sangat dibutuhkan agar seseorang, terutama anak dapat belajar memahami perasaan dirinya sendiri dan orang lain serta bagaimana cara menyikapinya. Oleh karena itu, peran kecerdasan emosional penting bagi kehidupan anak sehingga dibutuhkan adanya stimulus agar berkembang secara optimal, salah satunya dengan permainan. Permainan adalah suatu hal yang disukai oleh anak baik itu permainan tradisional maupun online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara mengembangkan kecerdasan emosional anak melalui game DoTA. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan adalah bawaan anak sejak lahir. Namun kecerdasan harus dikembangkan dengan cara pemberian stimulasi pada anak. Salah satu kecerdasan yang penting adalah kecerdasan emosi yang dapat membantu anak menjalani kehidupannya dengan rasa aman dan bahagia.

Page 1 of 31 | Total Record : 301