cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Mikro Tiga
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2014)" : 7 Documents clear
EVALUASI KANDUNGAN AIR TERHADAP TEGANGAN TEMBUS PADA MINYAK JARAK YANG TELAH MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI SEBAGAI ALTERNATIF MINYAK TRANSFORMATOR Rahmawati Rahmawati; Sri Agustina; Monang R Malau
Jurnal Mikrotiga Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.441 KB)

Abstract

Abstrak-Isolasi adalah sifat atau bahan yang dapat memisahkan secara elektris dua buah penghantar agar tidak terjadi tembus yang tidak diinginkan. Salah satu isolasi yang umum digunakan pada peralatan tegangan tinggi adalah minyak transformator yang digunakan sebagai penyekat juga berfungsi sebagai pendingin. Minyak transformator adalah minyak mineral yang diperoleh dengan pemurnian minyak mentah. Terjadinya krisis energi saat ini, membuat kita perlu mencari sumber-sumber energi alternatif yang layak dikembangkan. Minyak dari tanaman jarak pagar (Jatropha Curcas L) berpotensi sebagai alternatif minyak transformator. Dalam tugas akhir ini akan dibahas mengenai hubungan kandungan air terhadap tegangan tembus pada sampel minyak jarak pagar (Jatropha Curcas Oil) yang telah dimurnikan dengan proses degumming bleaching,deodorisasi, netralisasi dan transesterifkasi. Hasil pengujian tegangan tembus terhadap kandungan air minyak jarak pagar (Jatropha Curcas Oil), dijadikan sebagai salah satu dasar untuk menentukan kelayakan minyak jarak pagar (jatropha Curcas Oil) sebagai alternatif minyak transformator. Salah satu syarat minyak transformator adalah memiliki tegangan tembus yang tinggi. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan nilai terbaik tegangan tembus sampel minyak jarak pagar sesuai IEC 156 sebesar 24,5 kV/2,5 mm dan dilihat dari besar tegangan tembusnya belum layak dijadikan sebagai alternatif minyak transformator yang disesuaikan dengan standarisasi SPLN 49 – 1 : 1982. begitu juga dari nilai kandungan air-nya minyak jarak pagar masih belum layak dijadikan sebagai bahan isolasi cair,karena nilai rata-rata kandungan air nya sebesar 605.56 ppm sedangkan standarisasi ≤ 40 ppm.Kata kunci: minyak transformator, kandungan air tegangan tembus, minyak jarak pagar.Abstract-Isolation is the nature or substance that can be electrically separate the two conductors to prevent unwanted translucent. One commonly used insulation in high voltage equipment is used as transformer oil baffle also serves as a coolant. Transformer oil is mineral oil obtained by refining crude oil. The current energy crisis, we need to make the search for alternative energy sources are feasible to be developed. Oil from Jatropha (Jatropha curcas L) as a potential alternative to transformer oil. In this thesis will discuss the relationship of the water content in the sample breakdown voltage of Jatropha oil (Jatropha Curcas Oil) that has been purified by the process of degumming bleaching, deodorization, neutralization and transesterifkasi. The results of testing the breakdown voltage of the water content of jatropha oil (Jatropha Curcas Oil), used as one basis for determining the feasibility of Jatropha oil (Jatropha Curcas Oil) as an alternative to transformer oil. One of the requirements is the transformer oil has a high breakdown voltage. Based on the test results obtained the best value of breakdown voltage of Jatropha oil samples according to IEC 156 of 24.5 kV / 2,5 mm and great views of the breakdown voltage is not used as a viable alternative to transformer oil were adjusted to standardize SPLN 49-1: 1982. So also of the value of the water content of the Jatropha oil is still not deserve to be as liquid insulation material, because the average value of its water content of 605.56 ppm while the standardization of ≤ 40 ppm.Keywords. transformer oil, water content breakdown voltage, jatropha oil
ANALISA PROTEKSI PETIR PADA GARDU DISTRIBUSI 20 KV PT PLN (PERSERO) RAYON INDERALAYA Rahayu Rahayu; Ansyori Ansyori
Jurnal Mikrotiga Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.695 KB)

Abstract

Abstrak-Dalam pendistribusian energi listrik, terkadang mengalami gangguan dalam proses penyalurannya sehingga berpengaruh dengan kontinuitas pelayanan distribusi daya listrik ke konsumen, salah satu penyebabnya adalah gangguan yang disebabkan oleh petir. Petir merupakan suatu peristiwa alam yang terjadi karena proses pemuatan energi listrik di awan. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan. dimana salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif. Pada tugas akhir ini, dibahas tentang analisa proteksi petir pada gardu distribusi 20 kV PT PLN (Persero) Rayon Inderalaya, maka akan di analisa proteksi petir yang digunakan berdasarkan jarak antara arrester dan transformator. Dengan jumlah hari guruh 142, dan data-data konstruksi saluran udara, maka didapat lebar bayang-bayang sebesar 50,06208 meter dan luas bayang-bayang 5,006208 km2 per 100 km saluran., jumlah sambaran ke saluran sebanyak 106,63223 sambaran per 100 km per tahun. dan besarnya tegangan induksi ke saluran sebesar 225,08706 kV. Jarak ideal antara arrester dan transformator adalah 2,06573 m, sedangkan yang terpasang di lapangan adalah 1,5 m. Kondisi ini bisa dikatakan aman. Pada saat diaplikasikan dalam diagram tangga, besarnya tegangan yang dirasakan transformator dibawah nilai BIL transformator pada pantulan pertama selama 0,005 μs.Kata Kunci: Petir, Arrester, Transformator, Gelombang BerjalanAbstract-In distribution of electrical energy, that sometimes get disturbance in distribution process so that had an effect on continuance electic power distribution service to the consumer, one of causing is disturbance by lightning. Lighning is natural phenomenom which happen by electrical energy charging process on the cloud. There is a cloud which had negative charge and positive charge. Lightning sometimes happen in inter-cloud whose had different charge, which one of cloud with negative charge and another cloud with positive charge. In this final assignment, is investigated about analyze lightning protection in distribution station 20 kV PT PLN (persero) Rayon Indralaya, so then will analyze lightning protection in use base on distance of arrester and transformer. With quantity of isokeraunic level is 142 and the data distribution line, the importance of the width of the shadow of 50.06208 meters wide and shadows 5.006208 km2 per 100 km line, number of lightning strikes to the line as much as 106.63223 per 100 km per year. And the magnitude of the induced voltage to the line of 225.08706 kV. The ideal distance between arrester and transformer is 2.06573 m. While mounted on the ground is 1.5 m. This condition can be said to be safe. At the moment applied in the ladder diagram, the perceived magnitude of the voltage transformer transformer under BIL value at the first reflection for 0.005 μs.Keywords. Lightning, Arrester, Transformer, Traveling Wave
STUDI SKEMA PELEPASAN GENERATOR PADA FREKUENSI BERLEBIH SEBAGAI PENGAMAN UNIT PEMBANGKIT SUBSISTEM SUMBAGSEL Rudyanto Thayib; Yudha Prahara Gurun
Jurnal Mikrotiga Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.553 KB)

Abstract

Abstrak-Kontinuitas penyaluran tenaga listrik sangat dipengaruhi stabilitas pembangkit yang beroperasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi stabilitas pembangkit adalah nilai frekuensi. Pada kondisi operasi, nilai frekuensi dapat melewati batas tinggi ataupun kurang dari batas rendah. Salah satu langkah antisipasi ketidakstabilan frekuensi yang melewati batas tinggi adalah dengan menerapkan skema pelepasan generator dengan rele frekuensi lebih. Pelepasan generator dengan rele frekuensi lebih harus dapat mengakomodir berbagai jenis beban tenaga listrik, mulai dari hari kerja, hari libur, maupun hari libur nasional (hari khusus). Selain itu, penerapan skema ini harus dapat mengembalikan nilai frekuensi pada rentang yang masih memungkinkan pembangkit dapat beroperasi secara normal sesuai standar pada Aturan Jaringan PLN Sumatera.Kata Kunci: Frekuensi, GeneratorAbstract-The continuity electricity transfer very affected by operated plant stability. One of the factor that affect the plant stability is frequency value. In operation condition, frequency value can cross the maximum operation value or under the minimum operation value. The solution of anticipate unstable frequency that cross the maximum operation value is tripping generation with over frequency relay. Tripping generation with the frequency relay must accommodate the variety of electricity loads, there are weekday load, weekend load, national holiday load (specific days). Otherwise, this scheme must be deplete frequency value in the range that accommodate plant can operation in normal condition appropriate standard in grid code PLN Sumatera.Keywords. Frequency, Generation
ANALISA DAN PENGATURAN ULANG RELAI JARAK PADA SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI 150 KV KERAMASAN – BUKIT ASAM Antonius Hamdadi; Fikriansyah Fikriansyah
Jurnal Mikrotiga Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.421 KB)

Abstract

Abstrak--- Salah satu Proteksi Utama ( Main Protection) pada sistem proteksi jaringan transmisi saluran udarategangan tinggi (SUTT) 150 KV adalah Relai Jarak ( distance relay ) . Agar dapat melakukan setting relai jarak yangbaik dan benar.Maka diperlukan analisa perhitungan sesuai dengan standar perhitungan yang telah ditetapkan. Padaperhitungan analisa relai jarak ini di hitung impedansi jaringan Z1 , Z2 , Z0 , Zom,Kodan Kom. Dengan hasil Z1 = 0,208< 60 0 ohm/km, Z2 = 0,208 < 60 0 ohm/km, , Z0 = 0,523<54 0 ohm/km, Zom = 0,556 < 68 0 ohm/km Ko =0,62 < 68 0danKom =3,53 < 52,510.Untuk perhitungan Zona Setting relai jarak dihitung zona 1 zona 2 dan zona 3. Untuk standarwaktu (t) setting untuk zona 1 di setting 0 detik, zona 2 di setting 0,4 detik dan untuk zona 3 di setting 1.2 detik. Dari hasil penelitian untuk GI keramasan – Simpang Tiga mendapatkan kesimpulan bahwa setting zona 1 dan zona 2 darihasil perhitungan dengan lapangan tidak terlalu jauh, sehingga setting masih bisa di pakai. untuk zona 3 terdapat perbedaan maka perlu dilakukan peninjauan kembali agar relai jarak bekerja dengan baik.Kata kunci: Proteksi, Relai Jarak, Zona SettingAbstract ----Distance relay is one of the main protections for overhead high voltage line transmission 150 KV. In thisstudy, we will analyze the calculation of distance relay setting. Firstly, impendences of network, Z1 , Z2 , Z0 , Zom. Koand Kom, are calculated. The obtained results are Z1 = 0,208 < 60 0 ohm/km, Z2 = 0,208 < 60 0 ohm/km, , Z0 = 0,523 <54 0 ohm/km Zom = 0,556 < 68 0 ohm/km Ko=0,62 < 68 0and Kom =3,53 < 52,510. Then, the zone between distancerelays are divided in zone 1, 2 and 3. The last, the setting time for each zones are determined. Setting time for the firstZone is 0 sec, second zone is 0,4 sec and the third zone is 1.2 sec. In this work, the calculation result and the actualcondition of distance relay in 1st and 2nd zone are similar in Keramasan – Simpang Tiga substation but there is adifference in the 3rd zone. Hence, the further observation is needed to ensure the distance relay works well.Key words. Protection, Distance Relay, Setting Zon
RANCANG BANGUN ALAT PENGUBAH TEGANGAN AC 220 V 2 PHASA KE TEGANGAN 220 V 1 PHASA DI LABORATORIUM PT.PERTAMINA RU III PLAJU – SUNGAI GERONG Sri Agustina; Muhammad Azhar Aswady
Jurnal Mikrotiga Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.277 KB)

Abstract

Abstrak—Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Laboratorium PT.Pertamina Refenery Unit III Plaju – Sungai Gerong memiliki sistem kelistrikan 2 phasa. Setelah dilakukan pengukuran dimana L-N memiliki tegangan 127V 1phasa, dan L-L memiliki tengan 220V 2 phasa. Sistem kelistrikan 2 phasa tidak bisa dilakukan untuk alat – alat Laboratorium yang ada di PT.Pertamina RU III Plaju – Sungai Gerong. Dimana apabila dipaksakan maka alat laboratorium akan rusak. Dengan mengubah tegangan listrik 2 phasa ke 1 phasa dengan keluaran sinusoidal menjadi solusi, dengan menggunakan inverter Vin 24 Vdc-27Vdc , tegangan dari Vsource PT.Pertamina 205Vac di searah menggunakan dioda dan diregulasi tegangan menjadi 24Vdc s/d 27 Vdc untuk masukan ke inverter. Vout dari inverter yang digunakan telah 220V 1 phasa dengan Line-Netral 220V, Massa – Netral ± 1V dan frekuensinya 50 Hz. rancang bangun alat ini sangat baik untuk digunakan pada alat-alat laboratorium yang ada di PT Pertamina Refenety Unit III Plaju – Sungai Gerong.Kata kunci: Pengubah Phasa, Inverter, 2 phasa, 1 phasa, diodaAbstract—Based on the results of the study indicate that Refenery PT.Pertamina Laboratory Unit III Plaju – Sungai Gerong has a 2-phase electrical system. After the measurement in which the LN has 1 Phase 127V voltage, and L-L has a 2-phase voltage 220V. 2-phase electrical system can not be implemented to tool in PT.Pertamina RU III Plaju –Sungai Gerong. It will damage the equipment if it is implemented directly . By converting the voltage 2 phase to 1 phase with sinusoidal output into a solution,and using the inverter 24 Vdc-27Vdc Vin, the voltage of 205Vac PT.Pertamina Vsource in the direction of using a diode and a regulated voltage to 24Vdc s / d 27 Vdc for input to the inverter. Vout of the inverter has 220V 1 phase with Line-Neutral 220V, Mass - Neutral ± 1V and a frequency of 50 Hz. This designed equipment can work well on laboratory equipment in PT Pertamina Refenety Unit III Plaju -Sungai Gerong .Keywords. Phase Converter, Inverter, 2 phase, 1 phase, diode
PEMROGRAMAN SISTEM OTOMATIS SORTIR BARANG BERDASARKAN WARNA MENGGUNAKAN PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER) BERBASIS MIKROKONTROLLER PIC16F877 Hera Hikmarika; Zaenal Husin; Renny Maulidda
Jurnal Mikrotiga Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.618 KB)

Abstract

Abstrak—Teknologi yang semakin berkembang, mendorong para pelaku industri untuk mengganti sistem manual ke sistem otomatis. Contoh proses produksi yang masih dikerjakan secara manual adalahpensortir barang. Pada penelitian ini, mikro PLCberbasis mikrokontroller PIC16F877akan digunakan sebagai pensortir barang berdasarkan warna (hitam dan putih). Alat ini akan bekerja secara otomatis..Rancangan Mikro PLC ini dapat di aplikasikan untuk penggunaan pada instansi pendidikan karena dapat meminimalisir biaya jika di bandingkan menggunakan PLC seperti di industri. Mikro PLC ini dilengkapi dengan bahasa pemrograman sendiri, yaitu ladder diagram yang di buat menggunakan software LDMicro. Ladder diagram ini akan di tanamkan ke memori mikrokontroller PIC16F877 menggunakan software PICPgm. Program ladder diagramakan memberikan instruksi ke input dan output mikrokontroller PIC16F877. Perangkat input berupa sensor photodioda yang akan mendeteksi keberadaan barang dan warna barang. Sedangkan perangkat output berupa motor DC yang akan menggerakkan jalannya konveyor. Barang yang berwarna putih akan bergerak ke arah kanan sedangkan barang yang berwarna hitam akan bergerak ke kiri. Proses pensortiran barang ini akan berlangsung secara terus menerus.Kata kunci: Mikro PLC, Ladder Diagram, Sistem Otomatis, LDMicro, PICPgmAbstract—Advanced technology has encouraged industry to replacea manual system to an automated system. One of them is in the production process, .micro PLC based on PIC16F877 microcontroller is designed to sort the objects based on its colour (black or white). The advantage of this Micro PLCis it can minimize the cost. Micro PLC is equipped with its own programming language, ladder diagram. It, is created using LDMicrosoftware. Ladder diagram will be downloaded into PIC16F877 microcontroller’s memory using PICPgmsoftware. Ladder diagram will provide instruction to input and output of PIC16F877 microcontroller. Photodiode sensor as input devices will detect the presence of the objects and the color of objects and the output devices of DC motor will drive the conveyor’s path. White object will move to the right, while the black object will move to the left. This sorting objects process will take place continuously.Keywords. Micro PLC, Ladder Diagram, Automated System, LDMicro, PICPgm
EVALUASI KANDUNGAN GAS (DGA) DENGAN METODE KROMATOGRAFI GAS TERHADAP NILAI TEGANGAN TEMBUS PADA MINYAK JARAK YANG TELAH MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI SEBAGAI ALTERNATIF MINYAK TRANSFORMATOR Rahmawati Rahmawati; Ega Priyo Raharjo
Jurnal Mikrotiga Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.891 KB)

Abstract

Abstrak-Minyak transformator diperoleh melalui proses pemurnian minyak bumi. Minyak transformator ini berfungsi sebagai isolasi dan sebagai media pendingin. Minyak bumi ini dikhawatirkan jika dipakai terus menerus lama kelamaan akan habis karena sifat dari mineral bumi yang tidak terbarukan. Oleh karena alasan tersebut perlu adanya alternatif lain sebagai pengganti minyak bumi ini untuk dipakai sebagai minyak isolasi didalam transformator. Salah satu minyak yang berhasil diteliti adalah minyak yang berasal dari ekstrak biji buah jarak yang diolah menjadi biodisel. Minyak jarak ini sebelumnya dilakukan proses pemurnian dengan tujuan mendapatkan minyak murni yang sesuai dengan standar minyak transformator. Proses pemurnian dilakukan dengan proses transesterifikasi. Penelitian kandungan gas pada minyak jarak menggunakan metode kromatografi gas yaitu sebuah alat yang digunakan untuk mengekstrak nilai kandungan gas dari sampel minyak dan berdasarka hasil yang diperoleh terjadi penurunan nilai kandungan gas selama proses pemurnian sebesar H2 10 ppm, CH4 2 ppm, CO 0 ppm (tetap), CO2 1425 ppm, C2H4 0 ppm , C2H6 17 ppm, C2H2 0 ppm, O2 dan N2 tidak terdeteksi. Dari hasil pengujian kandungan gas minyak jarak berada dibawah standar yang ditetapkan IEEE. Pengujian tegangan tembus juga mengalami penurunan dari 15,2 KV/2,5 mm dan setelah dimurnikan menjadi 1,24 KV/2,5 mm, faktor yang mempengaruhi menurunnya nilai tegangan tembus minyak jarak yaitu kandungan H2O yang tinggi hingga tahap akhir proses pemurnian yaitu sebesar 1267,78 ppm.Kata kunci: Minyak Transformator, Kegagalan Minyak Transformator, DGA, Kromatografi Gas, Tegangan tembus.Abstract-Transformer oilis obtained through the process of petroleum refining. This transformer oil serves as insulation and as a cooling medium. Petroleum is feared if used continuously over time wil lrun out, due to the nature of the earth's non-renewable mineral. By reason of the need for an alternative as a substitute for petroleum is used as insulating oil in transformers. One of the oils studied were successful oil derived from the fruit seed extract is processed into biodiesel distance. Castor oil was previously performed the purification process in order to get pure oil in accordance with standard transformer oil. The refining process is done with the transesterification process. Research on the gas content of castor oil using gas chromatography method is a tool used to extract the value of the gas content of the oil samples and the results obtained by a decline in the value of gas content during the purification process for H210 ppm, CH42 ppm, CO0 ppm (fixed ), CO21425 ppm, C2H40 ppm, C2H617 ppm, C2H20 ppm, O2 and N2 are not detected. From the test results gas content of castor oil is below established standards IEEE. Testing also decreased breakdown voltage of 15.2kV/2,5mm and after purified to 1.24KV/2.5 mm, factors affecting the decline in the value of breakdown voltage castor oil is a high content of H2O until the final stages of the purification process is at 1267.78 ppm.Keywords. Oil Transformer, Transformer Oil Failure, DGA, Gas Chromatography, Breakdown Voltage

Page 1 of 1 | Total Record : 7