cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Mikro Tiga
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
EVALUASI KANDUNGAN AIR TERHADAP TEGANGAN TEMBUS PADA MINYAK JARAK YANG TELAH MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI SEBAGAI ALTERNATIF MINYAK TRANSFORMATOR Rahmawati Rahmawati; Sri Agustina; Monang R Malau
Jurnal Mikrotiga Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.441 KB)

Abstract

Abstrak-Isolasi adalah sifat atau bahan yang dapat memisahkan secara elektris dua buah penghantar agar tidak terjadi tembus yang tidak diinginkan. Salah satu isolasi yang umum digunakan pada peralatan tegangan tinggi adalah minyak transformator yang digunakan sebagai penyekat juga berfungsi sebagai pendingin. Minyak transformator adalah minyak mineral yang diperoleh dengan pemurnian minyak mentah. Terjadinya krisis energi saat ini, membuat kita perlu mencari sumber-sumber energi alternatif yang layak dikembangkan. Minyak dari tanaman jarak pagar (Jatropha Curcas L) berpotensi sebagai alternatif minyak transformator. Dalam tugas akhir ini akan dibahas mengenai hubungan kandungan air terhadap tegangan tembus pada sampel minyak jarak pagar (Jatropha Curcas Oil) yang telah dimurnikan dengan proses degumming bleaching,deodorisasi, netralisasi dan transesterifkasi. Hasil pengujian tegangan tembus terhadap kandungan air minyak jarak pagar (Jatropha Curcas Oil), dijadikan sebagai salah satu dasar untuk menentukan kelayakan minyak jarak pagar (jatropha Curcas Oil) sebagai alternatif minyak transformator. Salah satu syarat minyak transformator adalah memiliki tegangan tembus yang tinggi. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan nilai terbaik tegangan tembus sampel minyak jarak pagar sesuai IEC 156 sebesar 24,5 kV/2,5 mm dan dilihat dari besar tegangan tembusnya belum layak dijadikan sebagai alternatif minyak transformator yang disesuaikan dengan standarisasi SPLN 49 – 1 : 1982. begitu juga dari nilai kandungan air-nya minyak jarak pagar masih belum layak dijadikan sebagai bahan isolasi cair,karena nilai rata-rata kandungan air nya sebesar 605.56 ppm sedangkan standarisasi ≤ 40 ppm.Kata kunci: minyak transformator, kandungan air tegangan tembus, minyak jarak pagar.Abstract-Isolation is the nature or substance that can be electrically separate the two conductors to prevent unwanted translucent. One commonly used insulation in high voltage equipment is used as transformer oil baffle also serves as a coolant. Transformer oil is mineral oil obtained by refining crude oil. The current energy crisis, we need to make the search for alternative energy sources are feasible to be developed. Oil from Jatropha (Jatropha curcas L) as a potential alternative to transformer oil. In this thesis will discuss the relationship of the water content in the sample breakdown voltage of Jatropha oil (Jatropha Curcas Oil) that has been purified by the process of degumming bleaching, deodorization, neutralization and transesterifkasi. The results of testing the breakdown voltage of the water content of jatropha oil (Jatropha Curcas Oil), used as one basis for determining the feasibility of Jatropha oil (Jatropha Curcas Oil) as an alternative to transformer oil. One of the requirements is the transformer oil has a high breakdown voltage. Based on the test results obtained the best value of breakdown voltage of Jatropha oil samples according to IEC 156 of 24.5 kV / 2,5 mm and great views of the breakdown voltage is not used as a viable alternative to transformer oil were adjusted to standardize SPLN 49-1: 1982. So also of the value of the water content of the Jatropha oil is still not deserve to be as liquid insulation material, because the average value of its water content of 605.56 ppm while the standardization of ≤ 40 ppm.Keywords. transformer oil, water content breakdown voltage, jatropha oil
MEDIA PEMANTAU TINGKAT KEPADATAN LALU LINTAS BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN WEBCAM Hermawati Soleh; Dimas P; Caroline Caroline; Ike Bayusari
Jurnal Mikrotiga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.268 KB)

Abstract

Abstrak—Pada perkembangan teknologi yang pesat di zaman ini, penyampaian informasi dapat dilakukan dengan banyak cara. Internet merupakan media penyampaian informasi yang paling diminati karena manusia dapat mengetahui hal-hal diberbagai penjuru dunia yang sebelumnya belum mereka ketahui. Website yang diakses melalui internet dibuat dengan menggunakan bermacam-macam bahasa pemrograman, salah satunya adalah PHP : Hypertext Preprocessor. Pada makalah ini akan dirancang suatu media yang dapat memberitahu tingkat kepadatan di persimpangan lampu lalu lintas. Tujuan makalah ini adalah mengolah gambar yang telah di ambil sehingga didapatkan nilai RGB yang nantinya dapat menjadi set-point untuk menentukan tingkat kepadatan.Kata kunci: Image Processing, PHP, website.Abstract— In the rapid technological developments in today, information delivery can be done in many ways. The Internet is a path to deliver information that is most desirable because humans can know things in different parts of the world that they did not previously know. Website accessed via the Internet made using a variety of programming languages, one of which is PHP: Hypertext Preprocessor. In this paper, it will be designed a medium that can tell the level of congestion at the traffic light junction. The purpose of this paper is to process images that have been taken to obtain the RGB value that can later be set-points to determine the level of density.Keywords. Image Processing, PHP, website
Analisa Respon Pengendali Feedforward Dan PID Pada Pengendalian Temperatur Heat Exchanger Djulil Amri; Bhakti Yudho Suprapto
Jurnal Mikrotiga Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.503 KB)

Abstract

Abstrak - Penentuan fungsi transfer bagi suatu proses seperti Heat Exchanger adalah merupakan suatu hal yang mutlak diperlukan. Hal ini dikarenakan melalui fungsi transfer tersebut dinamika suatu proses akan dapat terlihat dengan jelas. Ketepatan penurunan fungsi transfer akan sangat mempengaruhi pemodelan yang akan dibuat dan sistem pengendalian yang akan digunakan pada pemrosesan tersebut. Pada sistem Heat Exchanger , pemodelan yang digunakan adalah pemodelan orde satu dengan waktu tunda. Sedangkan pengendali yang digunakan adalah pengendali PID dan pengendali Feedforward. Pengendali PID adalah pengendali digunakan untuk menjaga stabilitas sistem terhadap perubahan masukan yang terjadi dan pengendali feedforward digunakan mengantisipasi gangguan yang masuk, sehingga response keluaran dari proses Heat Exchanger tetap terjaga dengan baik.Kata kunci: Feedforward, Heat Exchanger, PID
STUDI PENEMPATAN SECTIONALIZER PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV DI PENYULANG KELINGI UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN Antonius Hamdadi; Rudyanto Thayib; Azzahraninna Tryollinna
Jurnal Mikrotiga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.054 KB)

Abstract

Abstrak-Keandalan suatu sistem tenaga listrik dapat dinyatakan dengan indeks keandalan. Indeks keandalan yang digunakan yaitu SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) menyatakan frekuensi gangguan, SAIDI (System Average Interruption Duration Index) menyatakan lama gangguan, dan CAIDI (Costumer Average Interruption Duration Index) menyatakan lamanya gangguan pada pelanggan. Jurnal ini disusun dengan tujuan menentukan penempatan lokasi sectionalizer yang tepat pada jaringan distribusi untuk meningkatkan keandalan. Metode yang digunakan untuk penetapan lokasi sectionalizer di penyulang Kelingi adalah metode FMEA yang mengidentifikasikan dampak kegagalan suatu peralatan terhadap sistem. Hasil indeks keandalan sistem saat kondisi existing akan dibandingkan dengan setelah penempatan sectionalizer. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai keandalan penyulang Kelingi meningkat seperti nilai keandalan SAIFI pada section C1 meningkat sebesar 51,94%, section C2 meningkat sebesar 35,81%, dan section C3 meningkat sebesar 23,96%. Sedangkan nilai keandalan SAIDI pada section C1 meningkat sebesar 37,59%, section C2 meningkat sebesar 25,47%, dan section C3 meningkat sebesar 16,8%.Kata Kunci: keandalan, SAIFI, SAIDI, CAIDI, sectionalizer, FMEAAbstract-The reliability of the power system can be indicated by using reliability indices. The reliability indices which commonly used are SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) stated the frequency of interruption, SAIDI (System Average Interruption Duration Index) stated the duration of interruption, and CAIDI (Costumer Average Interruption Duration Index) stated the duration of interruption on customer. This paper is compiled with the purpose to determine the best placement of sectionalizer location in the distribution system to increase the reliability. The method, used to determine the location of sectionalizer in Kelingi feeder, was FMEA method which will identify the effect of failure from each component to the whole system. The result of the system reliability indices in existing condition will be compared with the result of system reliability indices after the placement of sectionalizer. Based on calculations, the reliability value in Kelingi feeder have increase such as SAIFI in section C1 increases about 51,94 %, section C2 increases about 35.81%, and section C3 increases about 23.96%. While SAIDI in section C1 increases about 37.59%, section C2 increases about 25.47%, and section C3 increases about 16.8%.Keywords. reliability, SAIFI, SAIDI, CAIDI, sectionalizer, FMEA
ROBOT PEMADAM API DENGAN KENDALI UCAPAN MENGGUNAKAN LINIER PREDICTIVE CODING DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGASI Desi Windisari; Sri Agustina; Irmawan Irmawan
Jurnal Mikrotiga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.768 KB)

Abstract

Abstrak - Teknologi pengolahan sinyal telah berkembang sangat maju pada masa modern ini, salah satu teknik yang dihasilkan adalah algoritma pengenalan ucapan. Dengan teknik ini diharapkan manusia dapat berinteraksi langsung dengan robot/mesin layaknya antar sesama manusia. Oleh karena itu, dengan menerapkan algoritma tersebut pada Robot Pemadam Api diharapkan robot dapat melakukan aksi sesuai dengan perintah yang diucapkan operator. Pada teknik pengenalan ucapan ini menggunakan algoritma Linear Predictive Coding (LPC) dan Fast Fourier Transform (FFT) untuk menghasilkan pola ucapan setiap kata, sedangkan untuk klasifikasi dan pengenalan pola menggunakan algoritma Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik. Pada perancangan hardware terdiri dari dua bagian yaitu PC (Personal Computer) dan Robot Pemadam Api, sehingga untuk menghubungkan kedua bagian ini digunakan komunikasi serial dengan jalur transmisi Bluetooth. Pada bagian PC yang terhubung microphone digunakan untuk antarmuka masukkan ucapan dan pemrosesan pengenalan ucapan yang meliputi 6 buah kata yaitu maju, mundur, kanan, kiri, kipas, dan stop. Pada bagian robot pemadam api ini menggunakan mikrokontroler ATMega8535 sebagai pengakuisisi data yang dikirimkan oleh PC. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan pengenalan ucapan pada operator yang dilatih jauh lebih baik daripada operator diluar data latih. Sinkronisasi perintah ucapan dan gerak robot didapati hasil yang cukup baik yakni dapat mengenali 88.87% ucapan dengan tepat.Kata Kunci: Robot Pemadam Api, Pengenalan Ucapan, Linear Predictive Coding, Jaringan Syaraf Tiruan, Propagasi BalikAbstract - Signal processing technology has developed very advanced in modern times, one of the resulting technique is speech recognition algorithms. With this technique the expected human can interact directly with the robot / machine like among humans. Therefore, by applying the algorithm to the Fire Fighting Robot expected robot can take action in accordance with the operator's spoken commands. In this speech recognition techniques using algorithms Linear Predictive Coding (LPC) and Fast Fourier Transform (FFT) to produce patterns of speech of each word, whereas for classification and pattern recognition algorithms Propagation Neural Network Back. In designing the hardware consists of two parts, namely a PC (Personal Computer) and Robot Fire Extinguisher, so as to connect the two parts of this serial communication is used with the Bluetooth transmission lines. On the PC connected microphone is used to enter interface and processing speech recognition speech which includes 6 pieces said the forward, backward, right, left, fans, and stop. In the fire fighting robot using microcontroller ATMega8535 as acquirer of data that is sent by the PC. Based on the results of tests performed on the speech recognition trained operator is much better than the operator outside the training data. Synchronization of speech and robot motion commands found good results that can recognize speech correctly 88.87%.Keywords. Fire Fighting Robot, Speech Recognition, Linear Predictive Coding, Neural Networks, Back Propagation.
PROTOTIPE PENYORTIR BARANG BERDASARKAN WARNA, BENTUK DAN TINGGI BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) DENGAN PENGGERAK SISTEM PNEUMATIC Hermawati Soleh; Euis W; H. Witarsa; M. Ferdian; D. Yuniarti; Caroline Caroline
Jurnal Mikrotiga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.534 KB)

Abstract

Abstrak—Makalah ini membahas tentang pemanfaatan PLC untuk mengendalikan peralatan penyortir barang berdasarkan warna, bentuk dan tinggi benda dengan penggerak sistem pneumatic. Penggunaan penyortir barang ini banyak dipergunakan pada industri tetapi biasanya hanya salah satu saja yang dipergunakan sehingga untuk merancang sistem penyortir barang yang melakukan penyortiran berdasarkan warna, bentuk dan tinggi memiliki permasalahan tersendiri. Sensor warna yang dipergunakan untuk membaca RGB adalah sensor TCS 230. Sensor ini memiliki jarak dan nilai cahaya optimal untuk memaksimalkan pembacaan nilai RGB, yaitu jarak 2 cm dari sensor warna ke benda objek dan nilai lux sekitar 250 untuk mendapatkan hasil optimal. Sedangkan untuk mengukur bentuk serta tinggi menggunakan sensor photoelectric. Dari hasil pengukuran didapatkan bahwa pemantulan sinar pada sensor photoelectric tidak terpengaruh pada bentuk media pemantulan. Pada pengujian sistem pneumatic didapatkan hasil rata-rata waktu tempuh vacum pneumatic selama beroperasi, antara lain ; 10,53 detik untuk barang berwarna biru, 14,28 detik untuk barang berwarna hijau, dan 17,04 detik untuk barang berwarna merah. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa vacum pneumatic baik digunakan untuk membantu para pekerja agar pekerjaan lebih praktis sehingga tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama dalam memisahkan dan memindahkan barang.Kata kunci: PLC Vacum Pneumatic, Sensor TCS 230, Photoelectric, Penyortir barangAbstract— This paper discusses the use of the PLC to control the sorting machine based on color, shape and height of objects by using pneumatic system. Sorting machine has been used widely but typically it only sorts based on one category. Hence, to design a system which is able to sort the item based on color, shape and height is not an easy task. Color sensor TCS 230 is used to read the RGB. It has a distance and the optimal lighting which can maximize RGB values i.e. 2cm distance from the color sensor to the object and 250 lux to obtain optimal results. Then, photoelectric sensor is to measure the shape and height. The result shows that the reflection of light in photoelectric sensor is not affected by its media. In pneumatic systems, the testing result shows that the average time of pneumatic vacuum during operation is 10.53 sec for blue, 14.28 sec for green, and 17.04 sec for red object. Based on the obtained data, it can be concluded that pneumatic vacuum can assist workers and more practical so it does not take too long in separating and moving the objects.Keywords. PLC, Pneumatic Vacuum, TCS 230 Sensor, Photoelectric, Sorting Object
PENGENALAN SIDIK JARI MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERBASIS SCALED CONJUGATE GRADIENT Suci Dwijayanti; Puspa Kurniasari
Jurnal Mikrotiga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.266 KB)

Abstract

Abstrak—Sidik jari merupakan sistem biometrik yang paling banyak digunakan untuk keamanan. Salah satu metode yang sangat baik untuk mengenali sidik jari adalah menggunakan jaringan syaraf tiruan. Penelitian ini membahas tentang pengenalan sidik jari dengan menggunakan algoritma variasi backpropagation, scaled conjugate gradient. Proses pengenalan sidik jari meliputi image acquisition, image pre-processing, feature extraction dan image recognition. Pada proses pre-processing dan feature extraction menggunakan algoritma fast fourier transform untuk memperbaiki kualitas sidik jari yang akan digunakan sebagai input pada proses pengenalan. Proses enrollment menggunakan fingerprint reader. Dari hasil pelatihan, dari 9 sampel sidik jari ada 2 sidik jari yang memiliki error lebih dari 0.05, sedangkan dari data pengujian diperoleh 91% data secara keseluruhan mampu dikenali dengan menggunakan backpropagation berbasis scaled conjugate gradient.Kata kunci: Jaringan Syaraf Tiruan, Backpropagation, Scaled Conjugate Gradient, Sidik Jari.Abstract-A fingerprint biometric system is the most widely system used for security. One of the best method to recognize fingerprints is using neural network. This paper describes the fingerprint recognition using scaled conjugate gradient, a variation backpropagation algorithm. The fingerprint recognition procesess include image acquisition, image pre-processing, feature extraction and image recognition. In the pre-processing and feature extraction, Fast Fourier Transform algorithm is used to improve the quality of prints that will be used as input in the recognition process. Enrollment process use the fingerprint reader. From the training results obtained that there are 2 fingerprints have errors more than 0.05 from 9 samples, while test data obtained 91 % of the whole data that could be identified by using backpropagation based on scaled conjugate gradient.Keywords. Neural Network, Backpropagation, Scaled Conjugate Gradient, Fingerprint
Studi Operasi Ekonomis Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Pada PT Chevron Pacific Indonesia Thayib, Rudyanto
Jurnal Mikrotiga Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.07 KB)

Abstract

Operasi ekonomis pembangkit dalam suatu sistem tenaga listrik bertujuan mengoptimalkan daya yang dibangkitkan sehingga dapat memenuhi kebutuhan beban dengan biaya seminimal mungkin. Studi tentang operasi ekonomis pada jurnal ini diselesaikan dengan menggunakan teknik Relaksasi Lagrange, Solver Add-In Ms.Excel dan PowerWorld Simulator. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa rata-rata selisih biaya operasi antara teknik Relaksasi Lagrange dengan Solver Add-In adalah 0.00001% sedangkan rata-rata selisih hasil perhitungan biaya operasi antara teknik Relaksasi Lagrange dengan PowerWorld Simulator adalah 0.01%. Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa teknik Relaksasi Lagrange, Solver Add-In Ms.Excel dan PowerWorld Simulator dapat digunakan dalam menyelesaikan permasalahan operasi ekonomis pembangkit.Kata kunci: Operasi Ekonomis, Relaksasi Langrange, Solver Add-In, PowerWorld Simulator
EVALUASI SISTEM PROTEKSI PETIR MENARA TELEKOMUNIKASI PT DAYAMITRA TELEKOMUNIKASI (TELKOM GROUP) SIMPANG TIMBANGAN INDRALAYA Ansyori Ansyori; Faisal Adil Sinaga
Jurnal Mikrotiga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.625 KB)

Abstract

Abstrak-Petir merupakan fenomena alam yang sering terjadi di Indonesia. Petir juga dapat disebut fenomena alam yang tidak dapat ditebak. Sekarang ini petir jadi permasalahan penting untuk dihadapi. Karena petir dapat merusak bahkan dapat membunuh makhluk hidup. Bangunan menara telekomunikasi yang terletak di simpang timbangan, Indralaya, Ogan Ilir Sumatera Selatan merupakan bangunan tertinggi yang ada di daerah tersebut. Dengan menara setinggi 40 m yang berdiri di tengah pemukiman padat penduduk, maka menara telekomunikasi ini sangat riskan tersambar petir secara langsung yang dapat menyebabkan kenaikan tegangan yang dapat merusak peralataan telekomunikasi. Sambaran tak langsung dapat mengakibatkan timbulnya induksi yang dapat merusak peralatan elektronik pada daerah tersebut. Dengan kepadatan sambaran petir 5,745 sambaran /km2-tahun, arus petir maksimum sebesar 52,906 kA, kecuraman maksimum arus petir sebesar 20,215 kA/μs. kemampuan finial melingungi sejauh 46,44 m. dari hasil perhitungan didapatkan nilai pembumian menara telekomunikasi ini sudah rendah yaitu sebesar 0,6 ohm .Nilai tegangan jatuh pada sistem pembumian sebesar 31,74 kv. Dengan arus petir yang menyambar finial dan disalurkan melalui down conductor maka di sekitar down conductor terjadi tegangan induksi ke peralatan BTS yang nilainya sebesar 1,799 kV.Kata kunci: sistem proteksi petir, sistem pembumian,menara telekomunikasiAbstract-Lightning is a natural phenomenon that often occurs in Indonesia. Lightning can also be called a natural phenomenon that can not be guessed. Today lightning so important issues to deal with. Because lightning can damage and even kill human. Telecommunications tower located at simpang timbangan, Indralaya, Ogan Ilir South Sumatra is the tallest building in the area. With a 40 m high tower that stands in the middle of heavily populated, it is very risky telecom tower struck by lightning directly which can cause an increase in voltage and damage telecommunications equipment. Indirect lightning can result in induction that can damage electronic equipment in the area. With a density of 5.745 lightning strikes / km2-year, the current maximum of 52.906 kA lightning, lightning current maximum steepness of 20.215 kA / μs. finial ability protect as far as 46.44 m. obtained from the calculation of the value of the telecommunications tower earthing is already low at 0.6 ohms.Value voltage drop on the earthing system by 31.74 kv. With the current lightning strikes finial and distributed through the down conductor around the down conductor occurs induced voltage BTS equipment to a value of 1,799 kV.Keyword. lightning protection systems, earthing systems, telecommunication tower
ANALISA PROTEKSI PETIR PADA GARDU DISTRIBUSI 20 KV PT PLN (PERSERO) RAYON INDERALAYA Rahayu Rahayu; Ansyori Ansyori
Jurnal Mikrotiga Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.695 KB)

Abstract

Abstrak-Dalam pendistribusian energi listrik, terkadang mengalami gangguan dalam proses penyalurannya sehingga berpengaruh dengan kontinuitas pelayanan distribusi daya listrik ke konsumen, salah satu penyebabnya adalah gangguan yang disebabkan oleh petir. Petir merupakan suatu peristiwa alam yang terjadi karena proses pemuatan energi listrik di awan. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan. dimana salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif. Pada tugas akhir ini, dibahas tentang analisa proteksi petir pada gardu distribusi 20 kV PT PLN (Persero) Rayon Inderalaya, maka akan di analisa proteksi petir yang digunakan berdasarkan jarak antara arrester dan transformator. Dengan jumlah hari guruh 142, dan data-data konstruksi saluran udara, maka didapat lebar bayang-bayang sebesar 50,06208 meter dan luas bayang-bayang 5,006208 km2 per 100 km saluran., jumlah sambaran ke saluran sebanyak 106,63223 sambaran per 100 km per tahun. dan besarnya tegangan induksi ke saluran sebesar 225,08706 kV. Jarak ideal antara arrester dan transformator adalah 2,06573 m, sedangkan yang terpasang di lapangan adalah 1,5 m. Kondisi ini bisa dikatakan aman. Pada saat diaplikasikan dalam diagram tangga, besarnya tegangan yang dirasakan transformator dibawah nilai BIL transformator pada pantulan pertama selama 0,005 μs.Kata Kunci: Petir, Arrester, Transformator, Gelombang BerjalanAbstract-In distribution of electrical energy, that sometimes get disturbance in distribution process so that had an effect on continuance electic power distribution service to the consumer, one of causing is disturbance by lightning. Lighning is natural phenomenom which happen by electrical energy charging process on the cloud. There is a cloud which had negative charge and positive charge. Lightning sometimes happen in inter-cloud whose had different charge, which one of cloud with negative charge and another cloud with positive charge. In this final assignment, is investigated about analyze lightning protection in distribution station 20 kV PT PLN (persero) Rayon Indralaya, so then will analyze lightning protection in use base on distance of arrester and transformer. With quantity of isokeraunic level is 142 and the data distribution line, the importance of the width of the shadow of 50.06208 meters wide and shadows 5.006208 km2 per 100 km line, number of lightning strikes to the line as much as 106.63223 per 100 km per year. And the magnitude of the induced voltage to the line of 225.08706 kV. The ideal distance between arrester and transformer is 2.06573 m. While mounted on the ground is 1.5 m. This condition can be said to be safe. At the moment applied in the ladder diagram, the perceived magnitude of the voltage transformer transformer under BIL value at the first reflection for 0.005 μs.Keywords. Lightning, Arrester, Transformer, Traveling Wave

Page 1 of 3 | Total Record : 28