cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil " : 8 Documents clear
PENGARUH GRADASI AGREGAT TERHADAP PERILAKU CAMPURAN BETON ASPAL Kusharto, Harry
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In standard of Bina Marga Code there are eleven grading for the mixture of asphalt concrete. This research is conducted to know aggregate gradation influence to asphalt concrete mixture behavior. Size measure and gradation depend on what the target of hard mixture of asphalt made. High Concrete pavement with quality used to endue surface of road; street elapse to pass by quickly. In this research of aggregate  have meeting gradation  that is aggregate which  have good gradation to start from harsh till refine. Result of research there are difference assess mixture stability to election of grading, interaction influence between material and grading to stability not differ. Highest Stability value on VII grading, interaction between material and grading to durability not differ.Dalam standar spesifikasi Bina Marga ada sebelas grading untuk campuran beton aspal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh gradasi agregat terhadap perilaku campuran beton aspal. Ukuran dan gradasi tergantung pada apa tujuan campuran perkerasan aspal dibuat. Beton aspal berkualitas tinggi digunakan untuk lapis permukaan jalan berlalu lintas berat. Dalam penelitian ini yang mengandung agregat bergradasi rapat yaitu agregat yang bergradasi baik mulai dari kasar hingga halus. Hasil penelitian terbukti ada perbedaan nilai stabilitas campuran terhadap pemilihan grading, sedang pengaruh interaksi antara grading dan material terhadap stabilitas tidak berbeda. Nilai stabilitas tertinggi ada pada grading VII, interaksi antara grading dan material terhadap durabilitas tidak berbeda. 
RUMAH BATU DI PESAYANGAN MARTAPURA SEBUAH KARYA ARSITEKTUR EKLEKTIK DI KALIMANTAN SELATAN Anhar, Pakhri; Tharziansyah, Muhammad
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eclectism in architecture is seen as an emerging style driven by the desire or effort to immitate and apply elements of interest to compose a new form at architecture. Ecletic architecture has also developed in South Borneo. The mansory houses are evidence of ecleticsm development process in local architecture. Merchants holds an inportant role in this eclectism process, due to intensive cultural contacts inherited within this society. The intensity of the cultural contact plays a substantial part form the aculturation process. This intensity of cultural contact is the main part of alculturation process, which increased after the fall of Banjar Kingdom in mid 19th century. Gaya eklektik dalam arsitektur digambarkan sebagai suatu gaya yang muncul karena adanya keinginan atau usaha menjiplak dan kemudian memadukan berbagai unsur yang dianggap menarik ke dalam bentuk baru. Begitu pula dengan perkembangan arsitektur eklektik di Kalimantan Selatan, dimana arsitektur Rumah Batu merupakan bukti adanya proses eklektikisme dalam arsitektur setempat. Pemegang peran utama dalam proses eklektik ini adalah para saudagar atau pedagang, yang tentunya tidak terlepas dari intensitas kontak budaya yang dimiliki oleh kelompok masyarakat ini. Intensitas kontak budaya ini merupakan bagian utama dari proses akulturasi budaya yang meningkat setelah runtuhnya Kerajaan Banjar pada pertengahan abad ke 19. 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN KERJA KONSTRUKSI Endroyo, Bambang; Tugino, .
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since two decades later, accident rate in construction work has been higher than the rate in any other industry. Referring to that, attention to the safety  must be improved to depress the accident rate. The effort to find out an accident causation needs complete understanding about how and why the accident happened. Therefore, it is very important both to develop the theory of accident causation and to do research in the field. Regarding the old theory,  occupational accident is an effect of a poor worker action. The new theory pointed that the accident caused by organizational and management factors. Therefore, till now, the development of theory about construction safety still relevant to be studied. The studies may regard to: (1) organizational/ management, that is participation the owner, designer, and contractor in  accident mitigation and  (2) time/phase of the project, from conception to execution, even demolition. Here in after, the results of the case study  to the accidents would be a valuable knowledge’s which very useful for  construction accident mitigation.Sejak dua dasawarsa terakhir ini, angka kecelakaan kerja konstruksi masih selalu lebih tinggi dibanding sektor industri lainnya. Oleh karena itu, perhatian akan keselamatan harus  ditingkatkan untuk lebih menekan angka kecelakaan. Usaha untuk menemukan faktor-faktor penyebab kecelakaan konstruksi memerlukan pemahaman yang lengkap tentang bagaimana dan mengapa peristiwa seperti itu  terjadi. Untuk itu diperlukan pengembangan teori-teori penyebab kecelakaan dan penelitian-penelitian lapangan yang lebih mendalam. Teori lama mengatakan bahwa kecelakaan kerja diakibatkan oleh tindakan pekerja yang buruk. Teori baru menunjuk bahwa kecelakaan kerja bersumber kepada faktor-faktor organisasi dan manajemen. Oleh karena itu, sampai saat ini pengembangan teori tentang keselamatan kerja konstruksi masih sangat relevan untuk dikaji. Pengkajian/pengembangan yang dilakukan dapat berkenaan dengan: (1) organisasi/ manajemen, yaitu partisipasi owner, perencana dan kontraktor dalam pencegahan kecelakaan, dan (2) waktu/tahapan proyek, yaitu sejak konsepsi sampai ke pelaksanaan, bahkan  pembongkaran (demolition). Akhirnya, hasil-hasil studi kasus terhadap kecelakaan-kecelakaan dapat  menjadi suatu pengetahuan yang sangat berguna bagi pencegahan kecelakaan konstruksi selanjutnya.
PENGUJIAN SIFAT MEKANIK BAMBU (METODE PENGAWETAN DENGAN BORAKS) Handayani, Sri
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bamboo is an alternate material for wood In the structure of building, because bamboo has more easy found and cheap, if it followed with the processing technology of bamboo as an effort to improve preservation and strong. Preservation method with boraks is the other way characteristic of bamboo developing to improve quality of bamboo. The research purpose is to know comparative result mechanics strength of bamboo (compressions, tensile, and flexure strengths), due to its preservation method with the boraks. Two species of bamboo are used in this research, they are Ori and Wulung. Analysis result shown there are different mechanics strength of bamboo between preserve and not preserve. Mechanics strength of bamboo preservation have more strength. Therefore, usage bamboo in building materials, first rate of the construction, will need maximally processing with preservation of boraks.Bambu sebagai bahan alternatif pengganti kayu dalam bahan bangunan gedung perlu dipertimbangkan, karena bambu mempunyai kelebihan mudah didapatkan dan murah, apabila disertai dengan teknologi pengolahan bambu akan mampu meningkatkan keawetan dan kekuatan bambu. Metode pengawetan dengan menggunakan boraks merupakan salah satu upaya perbaikan sifat-sifat bambu yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekuatan mekanik bambu (tekan, tarik dan lentur) akibat adanya metode pengawetan dengan menggunakan boraks. Jenis bambu yang digunakan adalah bambu Ori dan Wulung, yang sering dipakai untuk keperluan bahan bangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan kekuatan mekanik bambu dengan dan tanpa pengawet. Kekuatan mekanik bambu yang diawetkan dengan boraks mempunyai kekuatan lebih tinggi. Oleh karena itu, pengggunaan bambu untuk bahan bangunan terutama dalam penggunaan sebagai konstruksi perlu adanya penanganan bambu secara maksimal dengan pengawet boraks. 
MECHANICAL PROPERTIES OF AFTER-FIRE CONCRETE WITH RICE HUSK ASH (RHA) AS AN ADDITIONAL MATERIAL Joedono, Ngudiyono
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The temperature above 200  oC at fire can cause reducing of the strength of concrete. To anticipate that condition, in order to enhance the strength, the use of rice husk ash (RHA) as an additional material is an alternative. The research would like to know the mechanical behavior and physical changing of after fire concrete with RHA. The specimens are concrete cylinder with 15 cm in diameter and 30 cm height. They are 54 specimens, 30 specimens are used for compression strength of normal concrete at various ages, and the less 24 specimens are used for the compression strength of after fire concrete. The test runs at 3, 7, 14, 28, and 90 days for normal concrete, and 90 days for after fire concrete. The temperatures of fire are 200, 400, 600, and      800 oC respectively with duration one hour. At temperature 200  oC, the compression strength of normal concrete lower than that of RHA concrete. In addition, at 400, 600, and 800 oC, the compression strength of normal concrete less decrease than that of RHA concrete Modulus elasticity of both normal and RHA concrete decrease after firing at 200 to 800 oC. At 400 to 600 oC, they have surface crack and color changing brown to black brown for normal concrete, also white brown for RHA concrete. At 800 ˚C, for normal concrete not only have surface cracks but also spalling. The colors of the concrete become white brown (at 600  oC), and white pink (at 800  oC).Pada saat kebakaran, bila suhu yang terjadi di atas 200 oC, kekuatan beton akan menurun. Penambahan abu sekam padi (RHA, rice husk ash) merupakan upaya memperbaiki mutu beton. Pada penelitian ini akan dikaji seberapa jauh penurunan kekuatan dan perubahan fisik beton dengan penambahan abu sekam padi 15 % pasca kebakaran. Benda uji berupa silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm.  Jumlah benda uji sebanyak 54 sampel, 30 sampel dipakai untuk kuat tekan pada umur yang berbeda, dan 24 sampel dipakai untuk uji kuat tekan beton pasca bakar. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 3, 7, 14, 28, dan 90 hari untuk beton pra bakar, dan 90 hari untuk beton pasca bakar  Pembakaran dilakukan pada suhu 200, 400, 600, dan 800 oC, dengan lama pembakaran masing-masing 1 jam. Pada suhu 200 oC, beton normal mengalami kenaikan kuat tekan lebih kecil bila dibandingkan dengan kuat tekan beton dengan abu sekam padi. Pada suhu 400, 600, dan 800 oC beton normal mengalami penurunan kuat tekan  lebih kecil  dari penurunan kuat tekan beton dengan abu sekam padi. Modulus elastisitas beton normal maupun beton dengan abu sekam padi pasca bakar suhu 200hingga    800 oC mengalami penurunan. Pada suhu 400hingga 600 oC, beton normal maupun beton dengan RHA mengalami retak-retak permukaan (surface crack), dan perubahan warna, menjadi abu-abu kehitaman (beton normal), dan abu-abu (beton RHA). Pada suhu 800 oC beton normal selain mengalami retak-retak permukaan juga mengalami pengelupasan (spalling). Warna beton menjadi putih keabu-abuan (suhu 600  oC) dan merah muda keputih-putihan (suhu 800  oC). 
ANALISIS KAPASITAS TAMPUNGAN SISTEM DRAINASE KALI BERINGIN UNTUK PENGENDALIAN BANJIR WILAYAH DRAINASE SEMARANG BARAT Sucipto, .; Sutarto, Agung
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Floods that happened in region of West Semarang, especially at Beringin canal drainage system are caused by the river path unable to accommodate stream volume.  Water overflowing are result floods and pond in region around Mangkang Semarang. This research have target to analyze surface dimension of Beringin canal which able to accommodate and conduct floods stream that happened. The research location is laying in Beringin canal systems broadly 32.5 km2. Research result indicates that existing drainage channel unable to accommodate debit of water. The analysis result of charge floods with use that rational method as design highflow discharge that is 158.062 m3/s. Analysis result of channel surface dimension there are some normalization regions which must because accommodation charge (existing Q) smaller than plan floods charge. So that needed by the effort normalization. Channel normalization done by enlarging channel surface dimension according to analysis result is till expected can accommodate volume floods water.Banjir yang terjadi di wilayah Semarang Barat khususnya pada sistem drainase Kali Beringin, salah satunya disebabkan oleh alur sungai tidak mampu menampung volume aliran. Luapan air mengakibatkan banjir dan genangan di wilayah Mangkang Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dimensi penampang saluran drainase Kali Beringin yang dapat menampung dan mengalirkan debit banjir yang terjadi. Lokasi penelitian terletak pada Sub Sistem Kali Beringin dengan luas DAS 32,5 km2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran drainase yang ada tidak mampu menampung debit air yang ada. Hasil analisis debit banjir menggunakan metode rasional digunakan sebagai debit banjir rencana, yaitu 158,062 m3/detik. Hasil analisis dimensi penampang saluran terdapat beberapa wilayah yang harus dinormalisasi karena debit tampungan (Q) yang ada lebih kecil dari debit banjir rencana. Sehingga diperlukan usaha normalisasi. Normalisasi saluran dilakukan dengan memperbesar dimensi penampang saluran sesuai hasil analisis, sehingga diharapkan dapat menampung volume air banjir.
KONSEP DASAR ARSITEKTUR TATA RUANG RUMAH TINGGAL TRADISIONAL JAWA TENGAH PADA PERKEMBANGAN TATA RUANG MASJID KADILANGU DEMAK DARI AWAL BERDIRI SAMPAI SEKARANG Kusyanto, Mohhamad
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mosque of Kadilangu represent inheritance mosque of Sunan Kalijaga, one of nine Wali in Java (Walisongo) propagating Islam with local culture approach.  Mosque of Kadilangu from early standing to date have experienced of some architecture growth that are phase of Sunan Kalijaga period, Mataram kingdom government period and year of 1990s till now. Growth of Kadilangu Mosque architecture estimated to use basic concept of traditional residence architecture of Central Java. This Research aim to know relation of basic concept of traditional architecture of Central Java with architecture of Kadilangu mosque in it’s growing from early standing to date. Result of this research shows relation existence among both of the architecture.Masjid Kadilangu merupakan masjid peninggalan Sunan Kalijaga, salah seorang dari sembilan wali di Jawa (Walisongo) yang menyebarkan agama Islam dengan pendekatan kebudayaan setempat. Masjid Kadilangu dari awal berdiri sampai saat ini telah mengalami beberapa perkembangan tata ruang yakni fase masa Sunan Kalijaga, fase masa pemerintahan Kerajaan Mataram dan fase tahun 1990-an sampai sekarang. Perkembangan tata ruang Masjid Kadilangu diduga menggunakan konsep dasar tata ruang rumah tinggal tradisional Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan mengetahui keterkaitan konsep dasar tata ruang rumah tinggal tradisional Jawa Tengah dengan tata ruang Masjid Kadilangu dalam perkembangannya dari awal berdiri sampai saat ini. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya keterkaitan diantara kedua tata ruang tersebut.
ANALISIS DEFORMASI DUA DIMENSI PADA RAFT FOOTING DI ATAS TANAH LUNAK AKIBAT BEBAN BANGUNAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Irdhiani, .
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main problem in design of building structure on soft soil is very big degradation. One of the alternative to reduce the degradation is to reduce the building weight by using lighter materials both for the upper structure and under structure on hoard. In this problem, light material of styrofoam is used as concrete mixture and as filler subtance for hoard. The percentage of styrofoam to concrete used in this research are 40 %, 60 %, 80 % and 100 % of the mix concrete. The deformation pattern due to the building weight is analized using Plaxis software version 7.0 with modeling of Mohr-Coulomb soil on three conditions of soil water face, that are water face deeply located, in base of raft footing, and in ground surface. The result of this research shows the higher building total weight, the higher vertical and horisontal transferring. For 100% styrofoam arise contrarily vertical transferring with the other hoard because of building total weight is smaller than the weight of dig ground in 2.45 meter depth.Permasalahan utama dalam perancangan struktur bangunan di atas tanah lunak adalah penurunan yang cukup besar. Salah satu alternatif untuk mereduksi penurunan yang terjadi yaitu mereduksi berat bangunan, antara lain menggunakan material yang lebih ringan baik pada struktur bagian atas maupun pada timbunan. Dalam masalah ini, material ringan yang digunakan adalah styrofoam yang digunakan sebagai campuran beton maupun sebagai bahan pengisi untuk timbunan. Penelitian ini menggunakan beton styrofoam dengan persentase styrofoam 40 %, 60 %, 80 % dan 100 % dari campuran beton. Pola deformasi akibat berat bangunan tersebut dianalisis menggunakan software Plaxis versi 7,0 dengan pemodelan tanah Mohr-Coulomb pada tiga kondisi muka air tanah yaitu muka air terletak sangat dalam, di dasar fondasi tipe raft footing dan di permukaan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar total berat bangunan maka semakin besar perpindahan vertikal dan horisontal yang terjadi. Untuk beton styrofoam dengan persentase styrofoam 100% terjadi perpindahan vertikal yang berlawanan arah dengan bahan timbunan lainnya yang disebabkan total berat bangunannya lebih kecil daripada berat tanah galian sedalam 2,45 meter.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 25, No 1 (2023): April 2023 Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue