cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL TEKMAPRO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PADA PDAM LUMAJANG DENGAN BALANCED SCORECARD Titisari, Manik Ayu
JURNAL TEKMAPRO Vol 1, No 1 (2006): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.315 KB)

Abstract

Abstract . PDAM of Lumajang is one of the Local Owned Business Institutions which offer public services of running water. Performance Measurement System which is applied refers to a system stated in the Department of Internal Affair’s Decision No. 47/1999 which is still based on the firm’s financial performance so that it does not reflect all its activities. Besides, all PDAMs should implement this performance measurement system, but each PDAM has its own visions, missions, and strategies. Howefer, a good performance measurement system must reflect performances of all activities in the related firm. Thus, in order to get the comprehensive performance measurement system, it should be a system which is able to represent the whole firm’s performances, namely Balanced Scorecard. Performance Measurement System using the Balanced Scorecard model is based on the Balanced Scorecard frameworks, that are determination of measurement architecture, determination of strategic objectives of each perspective (financial, customer, internal business process, learning and growing), determination of Key Performance Indicators (KPI), and determination of targets and initiatives (act of planning). Based on the analysis results, the following are performances of PDAM Lumajang in 2003 in terms of each perspective : the Financial Perspektive is 1.967  , the Customer Perspektive is 1.08  , the Internal Business Process Perspektive is 1.331 , and the Learning and Growing Perspektive is 0.64. Thus, in a whole the performances of PDAM Lumajang is good enough with the performance value of  5.02 . Keywords : Performance Measurement System, Balanced Scorecard, Local Owned Business Institutions Intisari . PDAM TK II Lumajang adalah salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memberikan jasa pelayanan di bidang air minum. Sistem Pengukuran Kinerja (SPK) yang digunakan selama ini adalah sistem pengukuran kinerja yang tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri No.47 Th 1999 yang masih banyak bertumpu pada kinerja keuangan perusahaan sehingga belum memperlihatkan kinerja dari aktivitas-aktivitas perusahaan secara keseluruhan. Dalam menerapkan sistem penilaian kinerja masing-masing PDAM pada dasarnya memiliki visi, misi, dan strategi yang berbeda-beda. Sistem pengukuran kinerja yang baik adalah sistem yang merupakan penjabaran visi, misi, dan strategi perusahaannya dan mampu memperlihatkan kinerja dari aktivitas-aktivitas perusahaan tersebut secara keseluruhan. Proses perancangan SPK dengan model Balanced Scorecard didasarkan pada langkah-langkah (framework) dari Balanced Scorecard, yaitu penetapan arsitektur pengukuran, penentuan tujuan strategis (strategic objectives) dari masing-masing perspektif (finansial, pelanggan, proses bisnis internal, belajar dan tumbuh), penentuan Key Performance Indicators (KPI) dan penentuan target serta inisiatif (rencana aksi). Dari hasil analisa diperoleh kinerja PDAM Lumajang tahun 2003 untuk masing-masing perspektif adalah sebagai berikut : Perspektif Finansial sebesar 1,967 , Perspektif Pelanggan sebesar 1,08 , Perspektif Proses Bisnis Internal sebesar  1,331  , Perspektif Belajar dan Tumbuh sebesar 0,64  Dengan demikian secara keseluruhan, kinerja PDAM Lumajang adalah cukup baik dengan nilai kinerja sebesar 5,02. Kata kunci : Sistem Pengukuran Kinerja, Balanced Scorecard, BUMD
IDENTIFIKASI PROSES BISNIS PERGURUAN TINGGI DENGAN PENDEKATAN KERANGKA CIM-OSA Prasetyo, Suseno Budi
JURNAL TEKMAPRO Vol 1, No 1 (2006): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.632 KB)

Abstract

ABSTRACT Strategic planning at the higher education institution begins from self-evaluation process. First step in the self-evaluation process is identifying all of business processes in the higher education organization. The purposes of this research are to obtain the map of business processes in the higher institution and to identify main business process, which give the biggest influence for the quality increment in the higher education. Model for mapping business processes used in this research is CIM-OSA (Computer Integrated Manufacturing-Open System Architecture). The results of mapping business processes are weighted using AHP to define the level of importance in the organization. There are three main processes in the higher education institution, as the result of this research, consists of management process, core business process, and supporting process. From the calculation of AHP process, learning process is the most importance process with score 0.649, folowwed by marketing process with score 0.279 and preparation for learning process with score 0.072. Keywords: self evaluation, mapping business process, CIM-OSA, AHP ABSTRAK Pengembangan strategis pada institusi pendidikan tinggi diawali dari proses self- evaluation. Langkah awal di dalam self-evaluation pada institusi pendidikan tinggi adalah melakukan identifikasi pada seluruh proses bisnis yang ada pada penyelenggaraan pendidikan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan proses bisnis pada institusi pendidikan tinggi serta mengetahui proses bisnis apakah yang memberikan pengaruh terbesar pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Model pemetaan proses bisnis yang digunakan dalam penelitian ini adalah CIM-OSA (Computer Integrated Manufacturing-Open System Architecture). Hasil pemetaan proses bisnis dibobotkan dengan menggunakan AHP untuk melihat tingkat kepentingan di dalam organisasi. Dari hasil pemetaan proses bisnis institusi pendidikan tinggi, terdapat tiga proses utama pendidikan tinggi yaitu proses manajemen, proses utama yaitu pengajaran dan proses pendukung Pada hasil perhitungan proses AHP, dapat dilihat bahwa proses belajar mengajar merupakan proses yang paling penting dengan nilai 0.649, disusul dengan proses penjaringan calon mahasiswa sebesar 0.279 dan persiapan proses belajar mengajar sebesar 0.072.   Kata kunci: self evaluation, pemetan proses bisnis, CIM-OSA, AHP
Analisis Kapabilitas Proses Produk Kawat Menggunakan Pendekatan Define, Measure, Analyze, Improve, Control Dengan Metode Taguchi di PT. Universal Metal Work Sidoarjo Samanhudi, Didik
JURNAL TEKMAPRO Vol 2, No 1 (2007): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.102 KB)

Abstract

ABSTRAK PT. Sidoarjo Universal Metal Work (Sidomet) merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri logam, dengan hasil produksinya berupa logam kawat, antara lain : kawat paku (nail wire), kawat seng (galvanizing wire), kawat duri dan flat wire. Pada produk kawat paku, terdapat berbagai macam ukuran (BWG = Birmingham Weight Gauge) antara lain : BWG 4, BWG 5, BWG 6, dst. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi karakteristik kualitas kawat paku, mengukur tingkat kapabilitas proses yang terjadi pada saat ini dan memberikan usulan perbaikan proses pada perusahaan. Six Sigma merupakan suatu metode atau teknik pengendalian dan peningkatan kualitas yang berkesinambungan dan mampu memberikan solusi ampuh dalam hal terobosan-terobosan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas secara dramatik menuju tingkat kegagalan nol (zero defect). Metodologi six sigma yang dipakai dalam penelitian ini meliputi Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control. Pada tahap Improve digunakan metode Taguchi sehingga nantinya diketahui kombinasi terbaik untuk proses produksi. Dari hasil penelitian diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik kualitas kawat paku adalah Diameter, Tensile strength dan Weight. Dari perhitungan didapatkan variabel respon yang merupakan critical to quality (CTQ) adalah Tensile strength. Dari hasil pengukuran data sample selama satu shift didapatkan nilai kapabilitas proses sebesar 1,032 dan nilai sigma sebesar 4,5 dengan Defect per Million Opportunity (DPMO) sebesar 1.350. Perbaikan proses dilakukan dengan menggunakan desain eksperiman Taguchi. Dari hasil brainstorming dengan operator produksi, kepala laboratorium dan Manager Quality Control, terdapat 3 variabel independent yang diduga berpengaruh, yaitu : Kadar karbon wireroad, Machine speed dan Dies. Perbaikan proses dilakukan dengan cara mencari kombinasi optimum yang dapat menurunkan variabilitas Tensile strength. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, kombinasi optimum ketiga faktor tersebut adalah Kadar karbon wireroad sebesar 0,08 (8%), Machine speed sebesar 220 rpm dan Dies sebesar 23 %. Dengan setting mesin tersebut, nilai sigma meningkat menjadi 4,9 dengan DPMO sebesar 337 dan nilai kapabilitas proses meningkat menjadi 1,166.   Kata Kunci : Kualitas, Six Sigma, DMAIC, Taguchi.
Pengendalian Kualitas Dengan Metode Six Sigma Pada Produk Flange Exhaust Type D-38A di PT Ionuda Sidoarjo Putra, Boy Isma
JURNAL TEKMAPRO Vol 2, No 1 (2007): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.806 KB)

Abstract

ABSTRAKSI   CV MCH merupakan perusahaan koper yang berlokasi di Sidoarjo. Berdasarkan laporan perusahaan CV MCH kinerja system operasionalnya menunjukkan hasil yang cukup baik, namun pengukuran kinerja secara terintegrasi belum pernah dilakuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja CV MCH dengan beberapa aspek terintegrasi, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis intrenal serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, menentukan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Data yang dipergunakan dalam penlitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui dokumentasi dan data primer diperoleh melalui instrumen kuesioner. Analisis data menggunakan Metode Balance Score Card (BSC) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Kesimpulan dari penelitian ini adalah;  kinerja CV MCH dalam perspektif keuangan (ROE, ROI, SG, ROA), pelanggan (customer acquition, customer satisfaction, on time delivery). proses bisnis internal (kerusakan peralatan, kecelakaan kerja) serta pembelajaran dan pertumbuhan (employee turn over, produktifitas, kepuasan karyawan) tahun 2002- 2004 adalah cukup (dengan nilai   ). Bobot masing – masing perspektif adalah perspektif keuangan = 0,4, perspektif pelanggan = 0,27, perspektif proses bisnis internal = 0,2 perspektif pembelajaran dan pertumbuhan = 0,13. Keywords: pengendalian Kualitas, six sigma
FORMULASI DEVELOPMENT INDEX UNTUK OPTIMASI RENCANA PENGEMBANGAN INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI Prasetyo, Suseno Budi
JURNAL TEKMAPRO Vol 1, No 2 (2006): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.374 KB)

Abstract

ABSTRACT To face the change, which happens in both inside and outside the education system, we need development planning at the education system, specially the higher education system. The aim of this research is to optimize the development planning at the higher education system using development index formulation. The development planning is made based on the identification of business processes, sub business processes, activities, root causes and alternative solutions. The management weights the results of identification process. Then, the development index formulation is created based on the results of management decision. The development index formulation is limited by the resource of the organization.  The next step of this research is optimizing the formulation using integer linear programming. Finally, the higher education institution uses the result of the optimization process to create the development planning appropriate with the resource they have. From the result of case study in Department “X”, there are 4 program which is appear after the optimizing process, consists of sending 30 lecturers to the workshop, 2 times lecture notes competition, 4 times coordination and evaluation program, and 2 times survey to the students. Keywords: development planning, development index, integer linear programming ABSTRAK Untuk menghadapi perubahan yang terjadi, baik di dalam sistem pendidikan maupun lingkungan di luar sistem pendidikan, dibutuhkan rencana pengembangan (development planning) pada sistem pendidikan, terutama pendidikan tinggi. Dalam penelitian ini, dilakukan upaya optimasi terhadap rencana pengembangan institusi pendidikan tinggi, dengan menggunakan formulasi development index. Rencana pengembangan dibuat berdasarkan identifikasi proses bisnis, sub proses bisnis, aktifitas, root cause dan alternatif solusi. Hasil identifikasi tersebut dibobotkan oleh pihak manajemen terkait. Dari hasil pembobotan terhadap seluruh proses bisnis, dibuat persamaan developmet index. Nilai developmet index dibatasi oleh constrains berupa resource yang dimiliki organisasi. Dengan menggunakan integer linear programming, dilakukan maksimalisasi terhadap nilai developmet index, sehingga pihak institusi pendidikan tinggi akan mendapatkan sebuah rencana pengembangan yang optimal sesuai dengan kapasitas resource yang dimiliki. Dari studi kasus yang diterapkan pada Program Studi “X”, terdapat 4 kegiatan yang muncul berdasarkan hasil optimasi, yaitu pengiriman dosen untuk mengikuti workshop sebanyak 30 dosen, 2 kali kompetisi pembuatan buku ajar, 4 kali kegiatan koordinasi dan evaluasi, serta 2 kali penyebaran kuesioner kepada mahasiswa.   Kata kunci: development planning, development index, integer linear programming
ANALISIS PENGARUH MARKETING MIX TERHADAP PENJUALAN KERAMIK ( STUDI KASUS PADA INDUSTRI KERAMIK KASONGAN DI KABUPATEN BANTUL, JOGJAKARTA ) Catur W, Hana; Koeswandari, Enny
JURNAL TEKMAPRO Vol 2, No 2 (2007): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.271 KB)

Abstract

INTISARI Penelitian yang dilakukan di sentra industri keramik kasongan kabupaten Jogjakarta ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan mengetahui faktor – faktor marketing mix yang berpengaruh terhadap penjualan keramik serta untuk mengetahui sejauh mana dan seberapa besar pengaruh masing – masing variabel marketing mix yang berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan penjualan dengan memperbaiki faktor – faktor marketing mix yang paling berpengaruh terhadap penjualan. Pengumpulan data diperoleh dengan cara penyebaran kuisioner kepada pimpinan perusahaan atau pihak yang berkompeten sehingga diperoleh data yang bersifat kualitatif. Pada penelitian ini pengolahan data dilakukan dengan cara perhitungan komputasi untuk menganalisis secara kualitatif. Alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda, yang menjadi variabel tak bebas adalah penjualan keramik, dan variabel bebasnya adalah produk sebagai variabel X1, harga sebagai variabel X2, saluran distribusi sebagai X3, dan promosi sebagai variabel X4 Dari pengolahan data diperoleh hasil bahwa secara bersama – sama produk, harga, saluran distribusi dan promosi ( marketing mix ) berpengaruh secara positif signifikan terhadap penjualan keramik sebesar 0,428 atau 42,8 %. Sedangkan untuk masing – masing variabel ternyata hanya produk, harga dan saluran distribusi yang berpengaruh signifikan terhadap penjualan keramik. Dengan demikian untuk meningkatkan penjualan faktor – faktor marketing mix yang lebih ditingkatkan adalah produk, harga dan saluran distribusi.   Kata kunci : marketing mix, harga, promosi, regresi berganda
Peningkatan Pelayanan Service Advisor dengan Menerapkan Metode Quality Function Deployment di Auto 2000 Hr. Muhammad Surabaya Hatta, Mochammad
JURNAL TEKMAPRO Vol 3, No 1 (2008): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.815 KB)

Abstract

Abstrak   Industri yang bergerak dibidang jasa mengalami peningkatan, demikian juga dengan industri jasa bengkel. Kenaikan tersebut sangat berdampak pada persaingan bisnis antar badan usaha sejenis. Oleh karena itu bagi jasa bengkel Auto 2000 juga ingin tetap eksis dan berkembang, dan mengedepankan kualitas pelayanan, karena kualitas pelayanan sudah menjadi tolak ukur bagi setiap konsumen pengguna jasa tersebut. Dalam pengolahan data yang digunakan adalah Cluster Random Sampling, variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah fasilitas service, penerimaan service, pelaksanaan service serta penyerahan dan tindak lanjut service, dan masing-masing variabel terdiri atas beberapa sub variabel. Hasil penelitian diperoleh bahwa kecermatan petugas service dalam menanggapi keluhan pelanggan adalah kebutuhan yang paling dipentingkan oleh para pelanggan dengan nilai tertinggi 4,49. Kemudian perlu diketahui juga berapa kesenjangan/gap antara kepuasan dengan harapan pelanggan. Dari hasil analisa diperoleh bahwa kebutuhan pelanggan dalam kemudahan membuat perjanjian service menepati urutan pertama dengan nilai gap sebesar -0,20. Sedangkan untuk nilai gap kualitas pelayanan secara keseluruhan adalah sebesar –0,0553 yang artinya kualitas belum memenuhi harapan pelanggan. Kata Kunci : Keputusan, Pelayanan dan Kualitas
Analisis Ketidaksuksesan Kualitas Produk Pada Bagian Pencetakan Akibat Kesalahan Manusia Melalui Pendekatan Human Reliability Assesment (HRA) Aidil SZS, Joumil
JURNAL TEKMAPRO Vol 1, No 1 (2006): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.047 KB)

Abstract

ABSTRAK Kualitas produk di dalam suatu perindustrian merupakan hal penting, maka dari itu ketidaksesuaian kualitas produk tidak boleh diabaikan begitu saja dan diperlukan beberapa strategi untuk perbaikannya. Peningkatan kualitas tidak bias diperoleh dalam sekejap, melainkan melalui tahap yang berkelanjutan, khususnya dari segi manusia yang juga cukup signifikan. Kesalahan manusia (Human Error) adalah salah satu hal penting yang juga mempengaruhi kualitas suatu produk. PT. Madju Warna Steel Surabaya khususnya pada Departemen Pencetakan yang memproduksi jaw plate, dalam menerapkan kebijakan mutu dan kualitas dianggap masih urang. Pada produk yang dihasilkan masih terdapat ketidaksesuaian kualitas produk yang salah satu sebab utamanya  adalah kesalahn manusianya (operator) dalam pengerjaan pencetakan. Untuk menetapkan masalah yang dihadapi, diterapkan konsep Human reliability assessment (HAS), metode tentang pengukuran keandalan dan kinerja manusia atau operator dalam menangani pekerjaan yang dilakukannya. Untuk  mengidentifikasi penyebab terjadinya kesalahan pada manusia (operator) dilakukan penyebaran kuisioner kepada operator pencetakan yang kemudian diukur berdasarkan persepsi dan harapan operator dan diolah menggunakan Planning Matrix. Sehingga diperoleh beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan kinerja operator. Hasil dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kesalahan manusia (operator) yang mempengaruhi ketidaksesuaian kualitas produk. Kesalahan operatr tersebut antara lain adalah tidak memperhatikan penyemprotan gas CO2, tidak memperhatikan penyetingan komponen pasir, mengabaikan pengamatan penuangan cairan coran, tidak memperhatikan penyetingan cetakan dan temperatur penuanga. Selain itu dapat diketahui kesepuluh faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kesalahan manusia antara lain kondisi suhu udara, jam istirahat, kepatuhan terhadap peringatan dan larangan, kondisi bangunan dan tata letak fasilitas, kondisi suara, kebersihan, kenyamanan dalam bekerja, pengetahuan/pelatihan yang didapat untuk bekerja, ketepatan perencanaan produksi (jumlah dan waktu), ketersediaan peralatan kerja.   Kata Kunci : Human Reliability Assesment (HRA), human error, planning matrix.
Aplikasi Sistem Informasi Geografis Untuk Analisa Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lamongan Fauzi, Akhmad
JURNAL TEKMAPRO Vol 3, No 1 (2008): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.137 KB)

Abstract

Abstract : The existing lamongan Sub-Province is executing autonomy Daerah, so request of information about development of area lamongan hardly is required. But constraint faced is gathering of the information from various sectors relating to geographical position from it area . so consequence triggers to give complete presentation of geographical information , accurate and safe. Hence its the solution is with making geospatial  information system, which is aliance data at map and its(the information), information consisted of  form  database, tables, data thematic at map and photo. By Using SIG to assists Local Government Lamongan in planning of area as according to information to phase here in after. Keywords : Geospatial Information System (GIS), regional planology , geographical information
ANALISIS JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG VENDOR MANAGED INVENTORY TERHADAP SUPPLY CHAIN PT SEMEN GRESIK Tbk Ngatilah, Yustina
JURNAL TEKMAPRO Vol 1, No 2 (2006): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.744 KB)

Abstract

ABSTRAK Sistem persediaan atau inventory sangat penting bagi perusahaan sekarang ini, karena akan berpengaruh pada kelancaran proses produksi, tinggi rendahnya biaya inventory, serta kemampuan dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Banyak hal yang telah dilakukan leh perusahaan untuk mengatur menejemen inventory ini sedemikian rupa sehingga biaya inventorinya bias ditekan denngan tidak mempengaruhi kemampuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Salah satu dari sekian banyak inventori yang digunakan adalah sistem Vendor Manages Inventori (VMI). Dalam VMI ini supplier bertanggung jawab untuk menentukan kapan akan mengirimklan barang yang dibutuhkan oleh buyer dan juga menentukan kuantitasnya, sedangkan buyer hanya menyediakan inisial data mengenai produksi yang akan mereka lakukan dan juga mengenai permintaan konsumen dari waktu ke waktu. Dalam tugas akhir ini akan dibahas keuntungan dan keerugian dari penggunaan sistem VMI ini baik dari pihak buyer maupun suoplier baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang dan juga akan dibandingkan kinerjanya dengan sistem yang selama ini telah banyak digunakan yaitu sistem Economic Order Quantity (EOQ). Studi ini dilakukan di PT Semen Gresik Tbk dengan mencoba model pada beberapa raw material yang dipasok oleh salah satu supliernya. Hasil yang didapatkan adalah dalam jangka pendek buyer mendapatkan tambahan keuntungan, sedangkan supplier mengalami keuntungan. Sedangkan dalam jangka panjang, keuanya mendapatkan tambahan keuntungan.   Kata Kunci : Vendor Managed Inventory, Economic Order Quantity.

Page 1 of 21 | Total Record : 207