cover
Contact Name
Dhimas Satria
Contact Email
dhimas@untirta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dhimas@untirta.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta
ISSN : 24077852     EISSN : 25977083]     DOI : -
Core Subject : Engineering,
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta [p-ISSN 2407-7852 | e-ISSN 2597-7083] is a journal published by the Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa to accommodate the results of research conducted by academics, industry researchers and students. FLYWHEEL Journal is published 2 times a year, April and October.
Arjuna Subject : -
Articles 181 Documents
OPTIMASI JADWAL PEMELIHARAAN SCREW PRESS PEMERAS DAGING BUAH KELAPA SAWIT DENGAN METODE TIME BASED MAINTENANCE (Studi Kasus di Pabrik Kelapa Sawit PTPN III Aek Nabara Selatan) Nelson Manurung
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume II Nomor 2, November 2016
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.76 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v2i1.1362

Abstract

Pada penelitian ini perawatan yang diusulkan adalah perawatan pencegahan (preventive maintenance) yaitu perawatan atau pemeliharaan yang dilakukan pada selang waktu yang telah ditentukan. Usulan dalam perawatan pencegahan ini difokuskan pada komponen kritis screw press. Data yang digunakan adalah data kerusakan komponen pada bulan januari sampai desember 2009. Hasil analisa perhitungan downtime menggunakan jadwal pemeliharaan lama diperoleh hasil total downtime sebesar 657,25 jam dengan produktivitas mesin dalam 1 tahun operasi adalah 92,5 %. Sedangkan hasil perhitungan downtime menggunakan jadwal pemeliharaan baru diperoleh hasil total downtime sebesar 218,74 jam dengan produktivitas mesin 1 tahun operasi adalah 97,5 %. Dengan demikian diperoleh downtime yang menurun 438,5 jam dan meningkatnya produktivitas sebesar 5,01%. Produktivitas dengan menggunakan jadwal pemeliharaan lama adalah 92,5 % x 60 Ton/jam = 55,5 Ton/jam, sedangkan produktivitas dengan menggunakan jadwal pemeliharaan baru adalah 97,5 % x 60 Ton/jam = 58,5 Ton/jam (peningkatan 3 Ton/jam)
VARIASI CAMPURAN FLY ASH BATUBARA UNTUK MATERIAL KOMPOSIT Sunardi Sunardi; Mohamad Fawaid
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume I Nomor 1, April 2015
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.05 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v2i1.527

Abstract

Tanaman bamboo yang melimpah di Indonesia dapat di jadikan material alternative bahan bangunan serta tujuan khusus dengan mencampurnya dengan bahan lain. Serbuk bambu betung dan fly ash batubara berpotensi untuk dijadikan bahan komposit alternatif kampas rem. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi material komposit sebagai bahan alternatif kampas rem, dengan harga terjangkau, ramah lingkungan dan karakteristik yang baik. Bahan yang digunakan adalah serbuk bambu betung (dendrocalamus asper), serbuk fly ash batubara, dan resin epoksi. Variasi komposisi antara serbuk bambu dan fly ash, masing-masing K1(50:10%), K2(45:15%), dan K3(40:20%). Pembuatan bahan dilakukan dengan proses mixing kemudian kompaksi metode cold press single punch dengan tekanan 400 kg/cm2. Selanjutnya, bahan disintering pada temperatur 150oC selama 1 jam. Karakteristik yang diteliti yaitu kekerasan, laju keausan, densitas, porositas, dan pengamatan struktur mikro. Dari hasil pengujian komposit dengan karakteristik terbaik yaitu K3, dengan nilai kekerasan 51,67 N/mm2, laju keausan 2,84E-07 gr/mm2.s, densitas 1,33 gr/cm3, dan porositas 0,50 %.
ANALISIS PENGARUH RASIO OVERLAP SUDU TERHAD AP UNJUK KERJA SAVONIUS HORIZONTAL AXIS WATER TURBINE Hasnul Khuluqi; Syamsul Hadi; Dominicus Danardono
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume III Nomor 1, April 2017
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.1460

Abstract

Air hujan yang ditampung lalu dialirkan disebuah pipa berdiameter 3” mempunyai potensi energi yang dapat dimanfaatkan sebagai pemutar turbin yang mampu menggerakkan generator sehingga menghasilkan energi listrik. Pada penelitian kali ini turbin yang di pakai ialah turbin savonius dengan sumbu horizontal dengan variasi rasio overlap. Turbin savonius dengan sudu kelengkungan semi cylinder, aspect ratio = 1, endplate = 1,1. Penelitian ini membandingkan turbin air savonius dengan variasi rasio overlap sudu 0, 0,1, 0,2, 0,3, dan 0,4. Simulasi dilakukan dengan menggunakan software SolidWork 2013, penelitian ini menggunakan Computational Fluid Design (CFD). Hasil dari simulasi yang diambil ialah distribusi tekanan pada sudu turbin air savonius, aliran air dan torsi. Torsi yang terbesar pada penelitian kali ini terjadi pada rasio overlap 0,3 dengan nilai 5,22 Nm, dan torsi terkecil terjadi pada rasio non overlap 0 dengan nilai 4,91 Nm.
ANALISA EXERGI SISTEM PEMBANGKIT UAP PILOT PLANT BIODIESEL Ambo Intang
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume I Nomor 2, November 2015
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.303 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.539

Abstract

The Efforts to reduce the use of fossil fuels is to innovate in order to support the equipment more efficient in the use of fuel and the use of alternative energy sources to power generation. In the biodiesel pilot plant, each of these can be done at once by doing exergy analysis on the energy conversion process components, in this case, especially on the part of the combustion chamber and heat exchanger. The results of this study indnicate that the room is toasty exergy destruction is still above 30% (B0: 66.29%; B20: B50 and 54.38%: 56.13%) this allows for improved space efficiency boiler to burn to prevent the destruction exergy such high. Exergy destruction in the heat exchanger has taken 30% (B0: 29.17%; B20: B50 and 24.78%: 24.12%). Percentage exergy destruction in the combustion chamber of the lowest in the B20 and B50 increased, meaning the addition of biodiesel in diesel fuel to improve the level of energy and the increasing quality of biodiesel in the fuel mix will again lower the level of quality of energy.
PENGUJIAN BIO MEKANIK ILIZAROV EXTERNAL FIXATION Erwin Erwin; Ahmad Taufik
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume I Nomor 1, April 2015
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.22 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v2i1.526

Abstract

External fiksasi merupakan alat untuk mengatasi fraktur yang kompleks dengan cara memasukkan pin atau kawat kedalam jaringan kulit, jaringan lunak dan masuk kedalam tulang. Pada penelitian ini di fokuskan untuk jenis external fikation. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini, fabrikasi external fikation dengan menggunakan ring aluminium alloy, hingga dengan melakukan pengujian uji tarik, uji tekan, uji lendut dan uji puntir.Pengujian dilakukan dengan cara memberikan gaya berkisar bertahap meningkat 5 N untuk uji tarik dan tekan, pengujian dihentikan pada saat simulator tulang mengalami displacement 1 mm. sedangkan pada pengujian lendut gaya yang di berikan bertahap meningkat 2 N dan untuk uji puntir gaya yang diberikan bertahap meningkat 1 N. Pada uji lendut dan puntir pengujian di hentikan pada saat simulator tulang mengalami displacement 1 .Pada percobaan yang telah penulis hasil data yang penulis peroleh dibawah standarisasi, hal dapat disimpulakan besarnya pengaruh kekuatan dan ketegangan krischner pada ring external fixation.
PENGARUH IMPLANTASI ION NITROGEN TERHADAP KEKERASAN BAJA TAHAN KARAT TIPE SS 316L YANG DIDEFORMASI DINGIN Nurfi Ahmadi
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume I Nomor 2, November 2015
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.941 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.535

Abstract

Baja tahan karat merupakan logam yang banyak digunakan pada konstruksi, manufaktur maupun medis. Pada penggunaanya bahan-bahan tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya adalah kekerasan, ketahanan korosi, ketahanan aus dan ulet yang memadahi. Untuk memenuhi persaratan tersebut maka teknik modifikasi bahan terus dikembangkan diantaranya adalah teknik implantasi ion dan deformasi dingin. Pada penelitian ini akan dilakukan penggabungan teknik implantasi ion dan deformasi dingin yang nantinya diharapkan akan memeperoleh kualitas baja tahan karat tipe SS 316L yang lebih baik. Penelitian dilakukan dengan mendeformasi spesimen dengan reduksi tebal 47% kemudian diimplant dengan ion nitrogen dengan waktu 25, 40, 55, dan 60 menit pada arus berkas 50 μA dan energy 100 keV, dan selanjutnya dilakukan uji kekerasan pada permukaan spesimen. Deformasi dingin 47% meningkatkan kekerasan permukaan hingga 127% dari kekerasan awal, sedangkan implantasi ion nitrogen pada permukaan baja SS tipe SS 316L yang mengalami deformasi dingin dapat meningkatkan kekerasan hingga 380 kg/mm2
DISTRIBUSI TEMPERATUR AREA PEMOTONGAN PADA PROSES DRAY MACHINING BAJA AISI 1045 Slamet Wiyono; Rina Lusiani; Ari Wibowo
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume I Nomor 1, April 2015
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.543 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v2i1.521

Abstract

Temperatur pemotongan merupakan data pemesinan yang sangat penting dalam suatu proses pemotongan logam. Laju kenaikan temperatur pemotongan yang tinggi menyebabkan pendeknya umur pahat yang mengakibatkan proses pemesinan menjadi tidak ekonomis. Temperatur pada area kontak antar muka pahat dan benda kerja diprediksi melalui simulasi pemotongan untuk mengetahui distribusi temperatur pada pahat dan benda kerja sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam perencanaan proses pemesinan. Dalam penelitian ini dijelaskan simulasi proses pemotongan mekanik pada baja AISI 1045 menggunkan material pahat HSS. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi pengaruh variasi kedalaman pemotongan terhadap distribusi temperatur pada pahat dan benda kerja. Variasi kealaman pemotongan yang digunakan adalah 0.5 mm,1.0 mm,1.5 mm sedangkan parameter lainnya konstan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semakin tinggi kedalaman potong dan panjang pemotongan menghasilkan temperatur pemotongan yang semakin tinggi. Pemakaian kedalaman 1.5 mmdan panjang pemotongan 35 mm menghasilkan temperatur tertinggi mencapai 380,4 K pada area rekahan geram, 341,7 K pada permukaan benda kerja dan 345,7 K pada pahat. Validasi temperatur dilkakukan melalui pengukuran temperatur secara langsung pada proses machining pada kondisi pemotongan yang sama dengan bantuan infrared thermometer. Tempertaur yang terukur adalah 315,13 K, 322,67 K dan 359,23 K.
PENGARUH METODE WORK HARDENING, SMAT, SERTA ELECTROLYTIC POLISHING TERHADAP KARAKTERISASI STRUKTUR KRISTAL DAN LAJU KOROSI MATERIAL BIOMPLAN Mirza Pramudia; Khamdi Mubarok
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume I Nomor 2, November 2015
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.141 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.540

Abstract

Bioimplan merupakan material biomedis yang digunakan dengan tujuan untuk menggantikan fungsi organ tulang manusia yang mengalami kegagalan atau kerusakan. Sifat bioimplan yang digunakan diharuskan memiliki beberapa persyaratan antara lain tidak menimbulkan reaksi kimia yang bersifat racun/mampu menimbulkan reaksi alergi pada tubuh manusia. Salah satu bahan bioimplan yang memenuhi persyaratan di atas adalah material logam dengan jenis nickel-free austenitic stainless steel. Material ini memiliki kandungan nikel dengan persentase sangat rendah sehingga mampu meminimalisir resiko terjadinya alergi akibat reaksi ion Ni yang bersifat ion antigenik. Bioimplan nickel-free austenitic stainless steel pada penelitian ini ditingkatkan kualitas dan kekuatan mekanikknya dengan menggunakan beberapa kombinasi metode work hardening, SMAT, serta electrolytic polishing. Metode work hardening dilakukan dengan menekan spesimen uji dengan persentase penekanan 15%, 30%, 45%, dan 54%. Setelah proses work hardening, material diberi perlakuan SMAT dengan cara menumbukkan material abrasive berupa bola-bola baja dalam selama 10 menit. Hasil proses work hardening dan SMAT selanjutnya mendapat perlakuan electrolytic polishing dengan parameter tegangan 8 volt dan jarak elektroda 3 cm.
VARIASI CAMPURAN FLY ASH BATUBARA UNTUK MATERIAL KOMPOSIT Sunardi Sunardi; Mohamad Fawaid; Muhammad Fikri Rasyid Noor
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume I Nomor 1, April 2015
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.05 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v2i1.528

Abstract

Tanaman bamboo yang melimpah di Indonesia dapat di jadikan material alternative bahan bangunan serta tujuan khusus dengan mencampurnya dengan bahan lain. Serbuk bambu betung dan fly ash batubara berpotensi untuk dijadikan bahan komposit alternatif kampas rem. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi material komposit sebagai bahan alternatif kampas rem, dengan harga terjangkau, ramah lingkungan dan karakteristik yang baik. Bahan yang digunakan adalah serbuk bambu betung (dendrocalamus asper), serbuk fly ash batubara, dan resin epoksi. Variasi komposisi antara serbuk bambu dan fly ash, masing-masing K1(50:10%), K2(45:15%), dan K3(40:20%). Pembuatan bahan dilakukan dengan proses mixing kemudian kompaksi metode cold press single punch dengan tekanan 400 kg/cm2. Selanjutnya, bahan disintering pada temperatur 150oC selama 1 jam. Karakteristik yang diteliti yaitu kekerasan, laju keausan, densitas, porositas, dan pengamatan struktur mikro. Dari hasil pengujian komposit dengan karakteristik terbaik yaitu K3, dengan nilai kekerasan 51,67 N/mm2, laju keausan 2,84E-07 gr/mm2.s, densitas 1,33 gr/cm3, dan porositas 0,50 %.
PENILAIAN KINERJA KUALITAS PERUSAHAAN MANUFAKTUR PT. YUASA BATTERY INDONESIA DENGAN METODE BALANCE SCORECARD Arif Krisbudiman
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume I Nomor 1, April 2015
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.667 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v2i1.516

Abstract

Dalam menghadapi lingkungan bisnis yang semakin kompleks seperti saat ini dibutuhkan metode pengukuran kinerja yang dapat menilai kinerja perusahaan secara akurat dan komprehensif. Dalam hal ini metode yang dapat digunakan adalah Balance Scorecard. Balance Scorecard adalah alat pengukuran kinerja yang menggabungkan ukuran kinerja keuangan dan non keuangan. Metode Balance Scorecard mengukur kinerja dari empat perspektif , yaitu perspektif pertumbuhan dan learning, perspektif proses bisnis internal, perspektif pelanggan dan perspektif keuangan.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data PT. Yuasa Battery Indonesia untuk menganalisis perspektif keuangan dan perspektif lain dianalisis dari hasil browsing maupun telaah pustaka. Indikator yang digunakan seperti ROI, profit margin, rasio operasi, kepuasan pelanggan, inovasi dan kepuasan karyawan. Pada indikator perspektif keuangan dapat dihitung dan dianalisa kinerja perusahaan berdasarkan laporan keuangan dari tahun ke tahun apakah mengalami peningkatan penjualan. Untuk perspektif pelanggan dapat diukur kinerjanya melalui data yang menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan. Pada perspektif bisnis internal diukur kinerja perusahaan apakah sudah bisa melakukan inovasi dengan baik. Dan untuk perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dapat diukur kinerjanya dari data yang menunjukkan tingkat kepuasan karyawan.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi metode pengukuran kinerja dalam industri baterai aki dan metode survei yang akan digunakan. Perbandingan berpasangan digunakan untuk nilai bobot setiap atribut kualitas dan tolak ukur dari Balance Scorecard. Persyaratan pelanggan dianalisis dengan menggunakan Quality Function Deployment, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Total Productive Maintenance konsep ini digunakan untuk meningkatkan kinerja proses, pengujian baterai aki dan proses pengembangan. Dari data penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan Balance Scorecard dapat memberikan penilian kinerja yang lebih terstruktur dan komprehensif.

Page 1 of 19 | Total Record : 181