cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lentera Pustaka
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23024666     EISSN : 25409638     DOI : -
Core Subject : Science,
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan is the official scholarly research journal of the Library Science Study Program of Diponegoro University which focused on Library and Information Science. Lentera Pustaka is published online twice a year (semi annual) in the middle of the year (June) and in the end of the year (December).
Arjuna Subject : -
Articles 79 Documents
URGENSI DAN INTEGRITAS ARSIP DALAM KONTEKS KEBANGSAAN DAN KESADARAN SEJARAH Afdini Rihlatul Mahmudah; Lailatur Rahmi
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 2, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.872 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v2i1.12353

Abstract

Arsip merupakan rekaman peristiwa masa lalu yang di terima oleh lembaga pemerintah, swasta maupun individu. Tulisan ini berfokus pada urgensi dan integritas arsip dalam konteks kebangsaan dan kesadaran sejarah. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui peran arsip dari sejarah yang memiliki fungsi sangat kuat dalam konteks kebangsaan dan menyadarkan masyarakat terhadap sejarah nantinya. Pengumpulan data dengan metode studi kepustakaan. Tulisan ini membahas integritas arsip dalam membangun ulang ingatan manusia terhadap rentetan informasi yang berhubungan dengan sejarah bangsa dan mengulas informasi yang memperkuat semangat pemerintah dalam membangun negara. Keberadaan arsip sejarah yang penting untuk diperhatikan tidak bisa terjaga dengan baik jika tidak dikelola oleh pengelola yang profesional. Pentingnya keberadaan profesional arsip dikenal dengan sebutan Arsiparis mulai dirasakan bagi lembaga pemerintah. Arsiparis diharapkan dapat memudahkan pemerintah dan sejarawan dalam merekonstruksi rangkaian sejarah sebagai catatan penting bagi bangsa. Maka dari itu arsiparis sangat berperan dalam membantu negara agar sadar sejarah dan membantu dalam membangun bangsa.
PENGUATAN JARINGAN PERPUSTAKAAN (NETWORKLIBRARY) SEBAGAI UNSUR POTENSIAL DALAM MENINGKATKAN AKSES LAYANAN PERPUSTAKAAN BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS Siti Samsiyah
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 2, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.019 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v2i1.12354

Abstract

Universitas Terbuka (UT) sebagai perguruan tinggi jarak jauh (PTJJ) memiliki karakteristik khusus dalam sistem pembelajarannya.Mahasiswa dan dosen tidak bertemu secara intensif tatap muka setiap hari.  Dalam sistem pembelajarannya mahasiswa  dibantu melalui berbagai media yang berisi materi perkuliahan. Ragam media ini sebagai sarana pembelajaran  meliputi, program computer assisted instruction (CAI), dry lib, audio-video, program tv channel sky-lbs, tv feature, radio feature. Sebagai perguruan tinggi  berkonsep PTJJ, terdapat karakteristik yang berbeda juga dalam layanan perpustakaannya. Kalau perguruan tinggi konvensional mahasiswa dapat secara langsung berkunjung ke gedung perpustakaan memilih, meminjam koleksi perpustakaan, selain itu juga mahasiswa dapat mengakses semua koleksi atupun memesan koleksi melalui internet. Sedangkan UT sebagai PTJJ,  mahasiswa memiliki keterbatasan dalam mengakses koleksi perpustakaan secara off line/kunjungan langsung secara fisik ke perpustakaan. Karena mahasiswa yang tersebar di seluruh tanah air, praktis koleksi perpustakaan yang bisa dinikmati secara kunjungan langsung oleh mahasiswa yang berada di lokasi Jakarta, Bogor, Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek.). Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini bertujuan untuk mengidentifikasi penguatan jaringan perpustakaan sebagai upaya meningkatkan akses layanan perpustakaan bagi mahasiswa UT sebagai layanan perpustakaan bagi mahasiswa PTJJ. Dengan sumber data dari mahasiswa UT, pustakawan,  dan sumber data sekunder berupa dokumentasi akses koleksi perpustakaan dan data statistik menunjukkan bahwa penguatan jaringan perpustakaan UT sangat diperlukan bagi mahasiswa. Diantaranya penguatan jaringan perpustakaan FKP2TN (Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri), Aspika (Asosiasi penyelenggara Pendidikan Tinggi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia ). Hal ini untuk mengatasi keterbatasan akses secara off line mahasiswa pada perpustakaan UT sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran.
ANALISIS KETERAMPILAN LITERASI INFORMASI PUSTAKAWAN PUSAT INFORMASI ILMIAH DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO BERDASARKAN MODEL THE BIG 6 Hendra Wicaksono; Aris Kurniawan
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 2, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.367 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v2i1.12355

Abstract

Penelitian ini menganalisis keterampilan literasi informasi pustakawan Pusat Informasi Ilmiah di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman berdasarkan model The Big6. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif karena seluruh populasi pustakawan di Pusat Informasi Ilmiah di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman yang memenuhi kriteria dijadikan sampel. Populasi penelitian ini adalah seluruh pustakawan dan atau petugas perpustakaan di 12 Fakultas yang memiliki latar belakang bidang ilmu perpustakaan dan atau pernah mengikuti pelatihan kepustakawanan, yaitu berjumlah 18 orang. Data diperoleh dengan melakukan penyebaran kuesioner yang di uji validitas dan reliabilitas instrumennya. Perolehan data kuesioner kemudian di tabulasi dalam bentuk persentase. Hasil persentase selanjutnya dianalisis dan diinterpretasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hampir setengah pustakawan memiliki keterampilan dalam mendefinisikan masalah ditandai dengan 44%. Sebagian besar memiliki keterampilan strategi pencarian informasi ditandai 56%. Setengah memiliki keterampilan menemukan lokasi akses informasi ditandai 50%. Hampir setengah pustakawan memiliki keterampilan strategi pencarian informasi atau memiliki cara yang efektif untuk menyaring dan memeras informasi ditandai 33%. Sebagian besar memiliki keterampilan sintesis atau menggabungkan berbagai informasi ditandai 61%. Sebagian besar pustakawan memiliki keterampilan dalam memberikan penilaian terhadap hasil dan proses yang sudah berhasil dilaluinya ditandai 61%
PEMETAAN PENULISAN SKRIPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI S-1 ILMU PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Ika Krismayani
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 2, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.28 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v2i1.12356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan penulisan skripsi mahasiswa program studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif.Populasi dalam penelitian ini adalah skripsi mahasiswa program studi ilmu perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (baik reguler 1 maupun reguler 2) yang berjumlah 521 judul skripsi. Keseluruhan populasi tersebut diambil sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keragaman subjek dari skripsi yang telah dihasilkan mahasiswa ilmu perpustakaan Universitas Diponegoro sebanyak 22 topik. Dari 22 topik, diketahui bahwa topik yang paling banyak dipilih oleh mahasiswa ilmu perpustakaan universitas diponegoro adalah topik mengenai penggunaan perpustakaan dan penggunanya yaitu sebesar 23,42% (122 judul skripsi).
MEMAHAMI METODE ANALISIS PASANGAN BIBLIOGRAFI (BIBLIOGRAPHIC COUPLING) DAN KO-SITASI (CO-CITATION) SERTA MANFAATNYA UNTUK PENELITIAN KEPUSTAKAAN I Komang Rupadha
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 2, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.635 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v2i1.12358

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara umum dan  sebagai penghantar untuk memahami lebih lanjut mengenai analisis pasangan bibliografi dan ko-sitasi, sebagai salah satu teknikpenelitian bidang kepustaka-wanan, khususnya untuk mengidentifikasi hubungan antara satu dokumen dengan dokumen lainnya berdasarkan kedekatan atau keeratan subyeknya. Pembahasan dalam makalah ini akan difokuskan pada beberapa aspek dasar yang meliputi pengertian, prosedur pengumpulan data, dan analisis data, dan manfaat analisis pasangan bibliografi dan ko-sitasi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa : 1) Analisis pasangan bibliografi dan ko-sitasi bermanfaat untuk mengetahui tingkat kesesuaian subyek diantara beberapa dokumen yang disitir dengan dokumen yang menyitir. Semakin tinggi frekuensi/kekuatan pasangan bibliografi dan ko-sitasinya, maka semakin dekat pula kesesuaian/kesamaan subyek beberapa dokumen yang menyitir dokumen yang sama. 2) Dalam hubungannya dengan proses pengindeksan dan penelusuran informasi, maka analisis pasangan bibliografi (bibliographic coupling) dan ko-sitasi (co-citation) sangat bermanfaat untuk pembuatan indeks sitasi. 3) Pasangan bibliografi dan ko-sitasi dapat digunakan untuk memetakan dokumen-dokumen berdasarkan ukuran kedekatan satu dokumen dengan dokumen lain.
Studi Eksperimen Mengenai Metode Baca Good Reading Prijana Prijana; Asep Saeful Rohman
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 2, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.499 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v2i2.13464

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui korelasi kegiatan membaca teks ilmu pengetahuan menggunakan metode good reading dan Penilaian Acuan Patokan (PAP) dengan prestasi akademik mahasiswa. Prestasi akademik mahasiswa menggunakan ketentuan indeks prestasi kumulatif (IPK). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan metode observasi menggunakan studi eksperimen. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, dengan kelompok eksperimen (N=34), dan kelompok kontrol (N=44). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi akademik mahasiswa yang diklasifikasikan rendah, sedang, dan tinggi, memiliki hubungan significant dengan metode baca good reading. Prestasi akademik yang diklasifikasikan menggunakan metode PAP (Penilaian Acuan Patokan), memiliki hubungan significant dengan metode baca good reading. Dapat dikatakan bahwa metode PAP lebih cocok digunakan untuk mengklasifikasi prestasi akademik mahasiswa. Metode baca good reading memiliki kepercayaan lebih tinggi dibandingkan dengan metode reading habit jika dikaitkan dengan prestasi akademik mahasiswa.
Community of Practitioners: Solusi Alternatif Berbagi Pengetahuan antar Pustakawan Supriyadi Supriyadi
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 2, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.482 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v2i2.13476

Abstract

Tujuan Tulisan ini menyajikan tentang pentingnya komunitas praktisi dalam berbagi ilmu pengetahuan (knowledge sharing) antara sesama pustakawan, dengan harapan menjadi problem solving dari setiap persoalan yang berhubungan dengan pekerjaan pustakawan, baik berkaitan dengan hal-hal yang bersifat teknis, konsep atau pun  perencanaan. Metodologi atau Pendekatan - yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan metode atau pendekatan kepustakaan (library research), sedangkan  pengumpulan data dilakukan dengan menelaah dan/atau mengekplorasi beberapa Jurnal, buku, dan dokumen-dokumen (baik yang berbentuk cetak maupun elektronik) serta sumber-sumber data dan atau informasi lainnya yang dianggap relevan dengan kajian.Temuan dalam kajian ini adalah Pada komunitas praktisi ada tiga karakteristik yang menjadi pembeda utama dari komunitas-komunitas lainnya yaitu, ada Domain, Community dan anggota harus berasal dari para praktisi yang mempunyai kesamaan profesi, komunitas ini hanya diikat oleh trust antara sesama anggota walaupun pada perkembangannya pembentukan komunitas ini mulai masuk sistem atau manajemen suatu perusahaan sebagai wadah knowledge sharing internal. Berbagi ilmu pengetahuan terkait pekerjaan menjadi ciri khas dari  komunitas praktisi dan output nya dapat memproduksi ilmu-ilmu baru yang kita sebut sebagai inovasi dalam menyelesaikan suatu persoalan atau pekerjaan tak terkecuali di perpustakaan. Diperpustakaan komunitas praktisi dilakukan dengan cara mengelompokkan para pustakawan berdasarkan bidang perkerjaan atau jabatan, antara sirkulasi dengan bidang sirkulasi, pengadaan antar sesama pengadaan, bagian shelving dengan sesama bagian shelving dan begitu seterusnya, dan semua para praktisi ini bertemu untuk berbagi pengetahuan dengan sesama praktisinya dalam suatu komunitas yang kita sebut sebagai kumunitas praktisi.
Manajemen Layanan Produk Kemas Ulang Informasi Digital di PDII LIPI Wahid Nashihuddin; Tupan Tupan
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 2, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.987 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v2i2.13477

Abstract

Di era globalisasi ini, pengguna jasa perpustakaan, dokumentasi, dan informasi sangat tergantung pada internet dan aplikasi teknologi digital untuk mendapatkan informasi. Begitu juga halnya dengan pengguna jasa di PDII, yang mana mereka lebih sering memesan informasi secara online dan meminta petugas untuk mengemas ulang dalam satu topik informasi. Hal tersebut guna mempermudah dan mempercepat pemanfaatan literatur untuk kegiatan penelitian atau koleksi lembaga. Secara umum, kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengelolaan produk kemas ulang informasi digital di PDII, yang dilihat dari aspek: (1) karakteristik pengguna jasa informasi; (2) kegiatan kemas ulang informasi; (3) jenis produk kemas ulang informasi; dan 4) proses kemas ulang informasi di PDII. Data kajian ini dijabarkan secara deskriptif, melalui hasil observasi, studi literatur, dan dokumentasi. Kesimpulan kajian ini, yaitu: (1) kemas ulang informasi digital disediakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna PDII, baik digital immigrants maupun digital natives; (2); fungsi kegiatan kemas ulang informasi adalah untuk preservasi dan diseminasi informasi ilmiah; (3) kemasan informasi digital yang dikelola PDII adalah paket informasi  full text terseleksi dalam satu topik, dalam bentuk e-book dan pohon industri digital; dan (4)  kegiatan kemas ulang informasi digital dilakukan secara cermat dan sistematis berdasarkan permintaan pengguna.
Persepsi Pemustaka Berdasarkan Stratifikasi Sosial Pendidikan Terhadap Fungsi Perpustakaan Sebagai Tempat Penyimpanan Hasil Karya Manusia Rizki Nurislaminingsih
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 2, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.864 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v2i2.13478

Abstract

Gambaran perpustakaan sebagai tempat penyimpanan buku merupakan stigma yang sulit untuk dihilangkan hingga saat ini. Kecanggihan perangkat teknologi dan internet yang ada di perpustakaan belum juga mampu mengikis paradigma perpustakaan sebagai gudang buku. Perpustakaan Kota Yogyakarta menjadi salah satu contoh perpustakaan yang tidak memiliki kesan kaku. Bangunan perpustakaan yang mirip sebuah rumah, layanan internet dan koleksi audio visual membuat perpustakaan tersebut menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Hal ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang berbeda latar belakang pendidikan. Perbedaan stratifikasi sosial pendidikan pemustaka menimbulkan beragam persepsi tentang fungsi perpustakaan sebagai tempat penyimpanan hasil karya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pemustaka terhadap fungsi penyimpanan di perpustakaan, yakni sebagai tempat penyimpanan buku dan koleksi digital. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif digunakan dalam penelitian ini guna menggali persepsi pemustaka secara lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukan perpustakaan dipersepsikan sebagai gudang buku dan gudang pengetahuan. Informan menjelaskan hasil karya manusia yang tersimpan di perpustakaan berupa buku pelajaran, buku cerita, peta, buku fiksi, jurnal, surat kabar, majalah, koleksi referensi, hasil penelitian, bacaan umum dan bacaan untuk anak-anak. Perpustakaan juga dipersepsikan sebagai tempat penyimpanan hasil karya seseorang (buku dan pengetahuan) dalam bentuk digital yang kemudian dilayankan secara online.
Manajemen Perpustakaan Sekolah pada SMA dan SMK Negeri Se-Kota Singaraja: Permasalahan dan Solusi Pemecahannya Luh Putu Sri Ariyani
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 2, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.088 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v2i2.13479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengelolaan perpustakaan SMA dan SMK Negeri se Kota Singaraja, masalah yang dihadapi dalam pengelolaan perpustakaan serta solusi atau saran tindak pemecahannya untuk meningkatkan fungsinya sebagai perpustakaan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang berpusat pada deskripsi dan interpretasi atas perilaku yang ada. Penelitian dilakukan dengan mengikuti beberap tahapan seperti 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perpustakaan sudah memiliki perpustakaan yang cukup memadai meskipun masih ditemukan beberapa masalah tata kelola seperti: a) kurangnya keberagaman koleksi, b) penataan koleksi yang tidak beraturan, c) kurangnya sarana dan prasaran, d) program literasi sekolah setengah hati, e) ketiadaan pustakawan professional. Saran tindak yang bisa diambil dalam penyelesaian masalah tersebut adalah: pertama, melakukan pengembangan koleksi dengan baik khususnya kegiatan seleksi koleksi perpustakaan.Kedua, bekerjasama dengan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap keberadaan perpustakaan sekolah.Ketiga, sosialisas program literasi sekolah bagi semua siswa dengan pengawasan guru.Keempat, sekolah dalam hal ini kepala sekolah bisa mempekerjakan pustakawan profesional dengan berhubungan langsung ke perguruan tinggi yang mencetak calon-calon pustakawan.Kelima, Memanfaatkan perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi untuk meningkatkan jumlah dan keragaman koleksi di perpustakaan.