cover
Contact Name
Eko Suhartono
Contact Email
esuhartono@ulm.ac.id
Phone
+6281251126368
Journal Mail Official
jbk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Kedokteran
ISSN : 14120550     EISSN : 25485660     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Health, Science,
Berkala Kedokteran is a journal contains scientific articles from original research and literature review in medical and health scope. It is published twice in a year, on February and September.
Articles 412 Documents
HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DENGAN KECANDUAN INTERNET PADA SISWA KELAS X DI SMAN 1 BANJARMASIN Anggraeni, Muthia; Husain, Achyar Nawi; Arifin, Syamsul
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.392

Abstract

ABSTRACT: Internet addiction disorder is an impulse-control disorder that is caused by excessive internet usage who spent 19 hours everyweek. The internet addictive behavior can be caused by a variety of factors, one of which is personality type (introvert-ekstrovert). The aim of this research was to determine the relationship between introvert personality type and internet addiction disorder. The research used analytical observasional methods with cross sectional approach. Respondents were selected by using proportional random sampling based on the criteria samples of Fraenkel and Wallen. Fifty respondents were asked to fill the Personality Types questionnaires and Young Internet Addiction Scale. The results then analyzed with Fisher test. The results showed, respondents who had introvert personality type were 40 (80%), respondents who had extrovert personality type were 10 (20%), respondents who had internet addiction behavior were 38 (76%), and respondents who did not have internet addiction behavior were 12 (24%). Statistical analysis using Fisher test showed the value of P=0,046 with Odds Ratio 4,714. It was concluded that introvert personality type was 40 respondents (80%), internet addiction was 38 respondents (76%), and there is a significant relationship between introvert personality type and internet addiction disorder at X grade of SMAN 1 Banjarmasin’s Students. Keywords: introvert personality type, internet addiction, SMAN 1 Banjarmasin. ABSTRAK: Kecanduan internet adalah suatu impulse-control disorder yang disebabkan oleh pemakaian internet berlebihan yang menghabiskan waktu 19 jam perminggu. Perilaku kecanduan internet dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tipe kepribadian (introvert-ekstrovert). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tipe kepribadian introvert dengan kecanduan internet. Metode penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden dipilih menggunakan teknik proporsional random sampling dengan jumlah sampel berdasarkan kriteria Fraenkel dan Wallen. Sebanyak 50 responden kemudian diminta untuk mengisi kuesioner tipe kepribadian dan kuesioner Young Internet Addiction Scale, hasilnya kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher. Hasil penelitian menunjukkan, responden yang memiliki tipe kepribadian introvert sebanyak 40 orang (80%), sedangkan yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert sebanyak 10 orang (20%). Responden yang memiliki kecanduan internet sebanyak 38 orang (76%), sedangkan yang tidak memiliki kecanduan internet sebanyak 12 orang (24%). Uji Fisher menunjukkan nilai p=0,046 dengan Odds Ratio 4,714. Dapat disimpulkan, tipe kepribadian introvert adalah sebanyak 40 responden (80%) dan kecanduan internet sebanyak 38 responden (76%) serta terdapat hubungan yang bermakna antara tipe kepribadian introvert dan kecanduan internet pada siswa kelas X di SMAN 1 Banjarmasin. Kata-kata kunci: tipe kepribadian introvert, kecanduan internet, SMAN 1 Banjarmasin.
HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DENGAN KECANDUAN INTERNET PADA SISWA KELAS X DI SMAN 1 BANJARMASIN Muthia Anggraeni; Achyar Nawi Husain; Syamsul Arifin
Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.545 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.392

Abstract

ABSTRACT: Internet addiction disorder is an impulse-control disorder that is caused by excessive internet usage who spent 19 hours everyweek. The internet addictive behavior can be caused by a variety of factors, one of which is personality type (introvert-ekstrovert). The aim of this research was to determine the relationship between introvert personality type and internet addiction disorder. The research used analytical observasional methods with cross sectional approach. Respondents were selected by using proportional random sampling based on the criteria samples of Fraenkel and Wallen. Fifty respondents were asked to fill the Personality Types questionnaires and Young Internet Addiction Scale. The results then analyzed with Fisher test. The results showed, respondents who had introvert personality type were 40 (80%), respondents who had extrovert personality type were 10 (20%), respondents who had internet addiction behavior were 38 (76%), and respondents who did not have internet addiction behavior were 12 (24%). Statistical analysis using Fisher test showed the value of P=0,046 with Odds Ratio 4,714. It was concluded that introvert personality type was 40 respondents (80%), internet addiction was 38 respondents (76%), and there is a significant relationship between introvert personality type and internet addiction disorder at X grade of SMAN 1 Banjarmasin’s Students. Keywords: introvert personality type, internet addiction, SMAN 1 Banjarmasin. ABSTRAK: Kecanduan internet adalah suatu impulse-control disorder yang disebabkan oleh pemakaian internet berlebihan yang menghabiskan waktu 19 jam perminggu. Perilaku kecanduan internet dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tipe kepribadian (introvert-ekstrovert). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tipe kepribadian introvert dengan kecanduan internet. Metode penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden dipilih menggunakan teknik proporsional random sampling dengan jumlah sampel berdasarkan kriteria Fraenkel dan Wallen. Sebanyak 50 responden kemudian diminta untuk mengisi kuesioner tipe kepribadian dan kuesioner Young Internet Addiction Scale, hasilnya kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher. Hasil penelitian menunjukkan, responden yang memiliki tipe kepribadian introvert sebanyak 40 orang (80%), sedangkan yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert sebanyak 10 orang (20%). Responden yang memiliki kecanduan internet sebanyak 38 orang (76%), sedangkan yang tidak memiliki kecanduan internet sebanyak 12 orang (24%). Uji Fisher menunjukkan nilai p=0,046 dengan Odds Ratio 4,714. Dapat disimpulkan, tipe kepribadian introvert adalah sebanyak 40 responden (80%) dan kecanduan internet sebanyak 38 responden (76%) serta terdapat hubungan yang bermakna antara tipe kepribadian introvert dan kecanduan internet pada siswa kelas X di SMAN 1 Banjarmasin. Kata-kata kunci: tipe kepribadian introvert, kecanduan internet, SMAN 1 Banjarmasin.
PERBANDINGAN TINGKAT REPRESENTATIF PEMERIKSAAN PAP SMEAR METODE KOMBINASI SPATULA AYRE–CYTOBRUSH DENGAN METODE CERVEX BRUSH Kusumawati, Erika; Rahardja, Suka Dwi; Armanza, Ferry
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.395

Abstract

ABSTRACT: One way of early detection for cervix cancer is the Pap smear. This study aim is to compare the level of representative Pap smear method using combiation Ayre spatula-cytobrush with cervex brush method. This study is a descriptive analytic study with cross sectional approach. 47 pieces of preparat were selected according to inclusion criteria over the period of January-September 2013. Representative results of Pap smear using the combination of Ayre spatula-cytobrush and the used of brush cervex were 36 (76.60%) and 40 (85.10%). The results of data analysis using the Wilcoxon test with 95% confidence level indicates no statistically significant difference between the use of a combination of Ayre spatula-cytobrush methods with cervex brush method, the value of p = 0.157 (p> 0.05). It can be concluded that the representative rate of Pap smear using a combination of Ayre spatula-cytobrush method is not better than cervex brush method. Keywords: Pap smear, ayre spatula, cytobrush, cervex brush  ABSTRAK: Salah satu cara deteksi dini kanker servik adalah pemeriksaan Pap smear. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat representatif pemeriksaan Pap smear metode kombinasi spatula ayre-cytobrush dengan metode cervex brush. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Preparat penelitian sebanyak 47 buah dipilih sesuai kriteria inklusi pada periode bulan Januari – September 2013. Hasil representatif Pap smear menggunakan kombinasi spatula ayre-cytobrush yakni 36 (76,60%) dan yang menggunakan cervex brush sebanyak 40 (85,10%). Hasil analisis data menggunakan uji wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95% , didapatkan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara penggunaan metode kombinasi spatula ayre-cytobrush dengan metode cervex brush yaitu dengan nilai  p = 0,157 (p > 0,05). Dapat disimpulkan bahwa tingkat representatif pemeriksaan Pap smear menggunakan metode kombinasi spatula ayre-cytobrush tidak lebih baik dibandingkan metode cervex brush. Kata-kata kunci: Pap smear, spatula ayre, cytobrush, cervex brush
PERBANDINGAN TINGKAT REPRESENTATIF PEMERIKSAAN PAP SMEAR METODE KOMBINASI SPATULA AYRE–CYTOBRUSH DENGAN METODE CERVEX BRUSH Erika Kusumawati; Suka Dwi Rahardja; Ferry Armanza
Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.395

Abstract

ABSTRACT: One way of early detection for cervix cancer is the Pap smear. This study aim is to compare the level of representative Pap smear method using combiation Ayre spatula-cytobrush with cervex brush method. This study is a descriptive analytic study with cross sectional approach. 47 pieces of preparat were selected according to inclusion criteria over the period of January-September 2013. Representative results of Pap smear using the combination of Ayre spatula-cytobrush and the used of brush cervex were 36 (76.60%) and 40 (85.10%). The results of data analysis using the Wilcoxon test with 95% confidence level indicates no statistically significant difference between the use of a combination of Ayre spatula-cytobrush methods with cervex brush method, the value of p = 0.157 (p> 0.05). It can be concluded that the representative rate of Pap smear using a combination of Ayre spatula-cytobrush method is not better than cervex brush method. Keywords: Pap smear, ayre spatula, cytobrush, cervex brush  ABSTRAK: Salah satu cara deteksi dini kanker servik adalah pemeriksaan Pap smear. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat representatif pemeriksaan Pap smear metode kombinasi spatula ayre-cytobrush dengan metode cervex brush. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Preparat penelitian sebanyak 47 buah dipilih sesuai kriteria inklusi pada periode bulan Januari – September 2013. Hasil representatif Pap smear menggunakan kombinasi spatula ayre-cytobrush yakni 36 (76,60%) dan yang menggunakan cervex brush sebanyak 40 (85,10%). Hasil analisis data menggunakan uji wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95% , didapatkan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara penggunaan metode kombinasi spatula ayre-cytobrush dengan metode cervex brush yaitu dengan nilai  p = 0,157 (p > 0,05). Dapat disimpulkan bahwa tingkat representatif pemeriksaan Pap smear menggunakan metode kombinasi spatula ayre-cytobrush tidak lebih baik dibandingkan metode cervex brush. Kata-kata kunci: Pap smear, spatula ayre, cytobrush, cervex brush
PERBEDAAN TEKANAN DARAH SESUDAH TES ERGOCYCLE PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNLAM YANG MENSTRUASI DAN TIDAK MENSTRUASI Sorayya, Rizki Agmalia; Huldani, Huldani; Asnawati, Asnawati
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.398

Abstract

ABSTRACT: Blood pressure is the force exerted on the blood vessel wall or the pressure inside blood vessels when the heart pumps blood throughout the body . There are several factors that affect a persons blood pressure , one of which is menstruation. This study aimed to determine differences in blood pressure and menstrual women who do not menstruate after ergocycle test . This research is a descriptive analytic cross-sectional approach. Sampling technique used in this research was urposive sampling technique by sampling a number of 60 student is 30 female students were menstruating and 30 female students were not menstruating. The instrument used to measure blood pressure is a mercury sphygmomanometer to be deducted while the bike ergocycle in 3 minutes . The data obtained were analyzed using Mann Whitney test . The results showed an average blood pressure value coed FK Unlam Banjarmasin student menstruation is 109.67 mmHg systolic and 80 mmHg diastolic, whereas a student who is not menstruating is 123 mmHg systolic and 84,67 mmHg diastolic. Statistical analysis showed significant differences in blood pressure in FK Unlam Banjarmasin student who menstruation and not menstruation (P=0.000 for systolic and P=0.020 for diastolic) . Conclusions obtained in this study is the significant difference in blood pressure values menstrual student and non- menstrual student after ergocycle test. Keywords: menstruation, blood pressure ABSTRAK: Tekanan darah adalah gaya yang diberikan darah pada dinding pembuluh darah atau tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung memompakan darah keseluruh tubuh. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tekanan darah seseorang, salah satunya adalah menstruasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah wanita yang menstruasi dan tidak menstruasi setelah dilakukan tes ergocycle. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sejumlah 60 mahasiswi yaitu 30 mahasiswi yang menstruasi dan 30 mahasiswi yang tidak menstruasi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tekanan darahnya adalah sphygmomanometer air raksa, untuk pembebanannya dengan sepeda ergocycle selama 3 menit. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai tekanan darah mahasiswi FK Unlam Banjarmasin yang menstruasi adalah 109,67 mmHg sistole dan 80 mmHg diastole, sedangkan mahasiswi yang tidak menstruasi adalah 123 mmHg sistole dan 84,67 mmHg diastole. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna tekanan darah pada mahasiswi FK Unlam Banjarmasin yang menstruasi dan tidak menstruasi (P=0,000 untuk sistole dan P=0,020 untuk diastole). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna nilai tekanan darah mahasiswi yang menstruasi dan mahasiswi yang tidak menstruasi setelah tes ergocycle. Kata-kata kunci: menstruasi, tekanan darah
PERBEDAAN TEKANAN DARAH SESUDAH TES ERGOCYCLE PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNLAM YANG MENSTRUASI DAN TIDAK MENSTRUASI Rizki Agmalia Sorayya; Huldani Huldani; Asnawati Asnawati
Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.15 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.398

Abstract

ABSTRACT: Blood pressure is the force exerted on the blood vessel wall or the pressure inside blood vessels when the heart pumps blood throughout the body . There are several factors that affect a person's blood pressure , one of which is menstruation. This study aimed to determine differences in blood pressure and menstrual women who do not menstruate after ergocycle test . This research is a descriptive analytic cross-sectional approach. Sampling technique used in this research was urposive sampling technique by sampling a number of 60 student is 30 female students were menstruating and 30 female students were not menstruating. The instrument used to measure blood pressure is a mercury sphygmomanometer to be deducted while the bike ergocycle in 3 minutes . The data obtained were analyzed using Mann Whitney test . The results showed an average blood pressure value coed FK Unlam Banjarmasin student menstruation is 109.67 mmHg systolic and 80 mmHg diastolic, whereas a student who is not menstruating is 123 mmHg systolic and 84,67 mmHg diastolic. Statistical analysis showed significant differences in blood pressure in FK Unlam Banjarmasin student who menstruation and not menstruation (P=0.000 for systolic and P=0.020 for diastolic) . Conclusions obtained in this study is the significant difference in blood pressure values menstrual student and non- menstrual student after ergocycle test. Keywords: menstruation, blood pressure ABSTRAK: Tekanan darah adalah gaya yang diberikan darah pada dinding pembuluh darah atau tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung memompakan darah keseluruh tubuh. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tekanan darah seseorang, salah satunya adalah menstruasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah wanita yang menstruasi dan tidak menstruasi setelah dilakukan tes ergocycle. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sejumlah 60 mahasiswi yaitu 30 mahasiswi yang menstruasi dan 30 mahasiswi yang tidak menstruasi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tekanan darahnya adalah sphygmomanometer air raksa, untuk pembebanannya dengan sepeda ergocycle selama 3 menit. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai tekanan darah mahasiswi FK Unlam Banjarmasin yang menstruasi adalah 109,67 mmHg sistole dan 80 mmHg diastole, sedangkan mahasiswi yang tidak menstruasi adalah 123 mmHg sistole dan 84,67 mmHg diastole. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna tekanan darah pada mahasiswi FK Unlam Banjarmasin yang menstruasi dan tidak menstruasi (P=0,000 untuk sistole dan P=0,020 untuk diastole). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna nilai tekanan darah mahasiswi yang menstruasi dan mahasiswi yang tidak menstruasi setelah tes ergocycle. Kata-kata kunci: menstruasi, tekanan darah
Efek Pajanan Kadmium (Cd) terhadap Aktivitas Katalase Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) Khairunanda, Nuryandi; Suhartono, Eko; Triawanti, Triawanti
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.926

Abstract

ABSTRACT: Cadmium (Cd) is a heavy metal compound which is often founded in the environment and food. It has a wide variety of negative effects on target exposed organs, such as blood. Cd increases the Reactive Oxygen Species (ROS) which will lead to an increase in catalase (CAT) activity. The aim of this study was to determine the effect of Cd exposure on CAT activity in the rat ovary (Rattus norvegicus). It was an experimental laboratory using 2 groups. Control group P (0) was given 2 mL aquadest and treatment group P (1) was given Cd with 1,2 x 10-2 mg daily for 4 weeks. The results showed that the mean of the activity of CAT in the control group P(0) was 0,382 + 0,225 μU/mg while in the treatment group P(1) was 0,458 + 0,393 μU/mg. The statistical analysis test using unpaired t test showed an insignificant differences between those two groups with p = 0,599 (p > 0,05). It can be concluded that Cd does not have effect on activity of CAT in the rats’ blood. Keywords: cadmium, catalase activity, oxydative stress..ABSTRAK: Kadmium (Cd) adalah suatu senyawa logam berat yang sering terdapat pada lingkungan dan makanan. Cd memiliki berbagai efek negatif pada organ target yang terpajan, salah satunya adalah darah. Mekanisme Cd untuk merusak jaringan yang terpajan adalah dengan meningkatkan Reactive Oxygen Species (ROS) yang akan menyebabkan peningkatan aktivitas katalase (CAT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pajanan Cd terhadap aktivitas CAT pada darah tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini bersifat laboratorik eksperimental yang dilakukan pada 2 kelompok, yakni kelompok kontrol P(0) yang diberi akuadest sebanyak 2 mL dan kelompok pajanan P(1) yang diberi Cd dengan dosis 1,2 x 10-2 mg setiap hari selama 4 minggu. Hasil penelitian didapatkan rerata pada kelompok kontrol P (0) sebesar 0,382 + 0.225 µU/mg dan pada kelompok perlakuan P(1) sebesar 0,458 + 0,393 µU/mg. Pada uji t tidak berpasangan didapatkan tidak ada perbedaan yang bermakna dari kedua kelompok dengan p = 0,037 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa Cd tidak memiliki efek pada aktivitas CATpada darah tikus putih. Kata-kata kunci: kadmium, aktivitas katalase, stres oksidatif.
Efek Pajanan Kadmium (Cd) terhadap Aktivitas Katalase Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) Nuryandi Khairunanda; Eko Suhartono; Triawanti Triawanti
Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.926

Abstract

ABSTRACT: Cadmium (Cd) is a heavy metal compound which is often founded in the environment and food. It has a wide variety of negative effects on target exposed organs, such as blood. Cd increases the Reactive Oxygen Species (ROS) which will lead to an increase in catalase (CAT) activity. The aim of this study was to determine the effect of Cd exposure on CAT activity in the rat ovary (Rattus norvegicus). It was an experimental laboratory using 2 groups. Control group P (0) was given 2 mL aquadest and treatment group P (1) was given Cd with 1,2 x 10-2 mg daily for 4 weeks. The results showed that the mean of the activity of CAT in the control group P(0) was 0,382 + 0,225 μU/mg while in the treatment group P(1) was 0,458 + 0,393 μU/mg. The statistical analysis test using unpaired t test showed an insignificant differences between those two groups with p = 0,599 (p > 0,05). It can be concluded that Cd does not have effect on activity of CAT in the rats’ blood. Keywords: cadmium, catalase activity, oxydative stress..ABSTRAK: Kadmium (Cd) adalah suatu senyawa logam berat yang sering terdapat pada lingkungan dan makanan. Cd memiliki berbagai efek negatif pada organ target yang terpajan, salah satunya adalah darah. Mekanisme Cd untuk merusak jaringan yang terpajan adalah dengan meningkatkan Reactive Oxygen Species (ROS) yang akan menyebabkan peningkatan aktivitas katalase (CAT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pajanan Cd terhadap aktivitas CAT pada darah tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini bersifat laboratorik eksperimental yang dilakukan pada 2 kelompok, yakni kelompok kontrol P(0) yang diberi akuadest sebanyak 2 mL dan kelompok pajanan P(1) yang diberi Cd dengan dosis 1,2 x 10-2 mg setiap hari selama 4 minggu. Hasil penelitian didapatkan rerata pada kelompok kontrol P (0) sebesar 0,382 + 0.225 µU/mg dan pada kelompok perlakuan P(1) sebesar 0,458 + 0,393 µU/mg. Pada uji t tidak berpasangan didapatkan tidak ada perbedaan yang bermakna dari kedua kelompok dengan p = 0,037 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa Cd tidak memiliki efek pada aktivitas CATpada darah tikus putih. Kata-kata kunci: kadmium, aktivitas katalase, stres oksidatif.
Studi Interaksi Farmakodinamik Efek Analgesik Kombinasi Perasan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) dengan Parasetamol: Kajian terhadap waktu reaksi nyeri menggunakan metode hot plate pada mencit (Mus musculus) Wirasari, Firda; Bakhriansyah, Mohammad; Istiana, Istiana
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.927

Abstract

ABSTRACT: Mengkudu (Morinda citrifolia) has been proven in  possessing the analgesic effect. The similarity of analgesic activity of mengkudu and paracetamol enable the existence of analgesic effect interaction synergistically when they are both combined. The objective of this research is to find out the pharmacodynamic interaction between the juice of mengkudu and paracetamol. The research was an experimental research with posttest-only with control group design. The control group consists of 6 groups, and each group had 5 mice. The 1st group was given aquadest 0.5 ml; the 2nd group was given the juice of mengkudu 0.042 mg/g BB; the 3rd group was given paracetamol 0.065 mg/g BB; while the 4th , 5th, 6th groups were given the combination of mengkudu juice 0.042 mg/g BB and paracetamol with the dosages 0.01625 mg/g BB; 0.0325 mg/g BB; 0.065 mg/g BB, respectively. Treatments were given 10 minutes before mice were painly induced by using hot plate. The average of onset of pain for group I, II, III, IV, V, VI were 5.36; 8.28; 8.02; 9.67; 10.5 and 11.74 seconds, respectively. Statistical anaysis using Kruskal Wallis showed that there was significance difference among groups (p = 0.000) while the very potential effect was in group with paracetamol dosage on 0,065 mg/g BB. Based on this research, it can be concluded that there is sinergycal interaction between the combination of mengkudu juice with paracetamol on mice. Keywords : analgesic effect, mengkudu, paracetamol, onset of pain, synergycal interaction ABSTRAK: Mengkudu (Morinda citrifolia) telah terbukti memiliki efek analgesik. Kesamaan aktivitas analgesik buah mengkudu dan parasetamol memungkinkan adanya interaksi efek analgesik yang sinergis ketika keduanya dikombinasikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi farmakodinamik efek analgesik kombinasi perasan buah mengkudu dengan parasetamol. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan pendekatan posttest-only with control group design, terdiri dari 6 kelompok. Setiap kelompok memiliki 5 ekor mencit. Kelompok I diberikan aquadest 0,5ml, kelompok II diberikan perasan buah mengkudu dengan dosis 0,042 mg/g BB, kelompok III diberikan parasetamol 0,065 mg/g BB sedangkan, kelompok IV, V, VI diberikan kombinasi perasan buah mengkudu 0,042 mg/g BB dan parasetamol dengan dosis masing-masing: 0,01625 mg/g BB; 0,0325 mg/g BB; 0,065 mg/g BB, diberikan 10 menit sebelum dilakukan induksi nyeri di atas hot plate. Rerata waktu reaksi nyeri mencit pada kelompok  I, II, III, IV, V, dan VI berturut-turut adalah 5,36; 8,28; 8,02; 9,67; 10,5 dan 11,74 detik. Hasil analisis statistik Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara berbagai kelompok dengan nilai p = 0,000, dengan dosis kelompok kombinasi yang paling potensial memberikan efek analgesik adalah kelompok dengan dosis parasetamol 0,065 mg/g BB. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi yang sinergis pada kombinasi perasan buah mengkudu dengan parasetamol pada mencit. Kata-kata kunci: efek analgesik, buah mengkudu, parasetamol, waktu reaksi, interaksi.
Studi Interaksi Farmakodinamik Efek Analgesik Kombinasi Perasan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) dengan Parasetamol: Kajian terhadap waktu reaksi nyeri menggunakan metode hot plate pada mencit (Mus musculus) Firda Wirasari; Mohammad Bakhriansyah; Istiana Istiana
Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.927

Abstract

ABSTRACT: Mengkudu (Morinda citrifolia) has been proven in  possessing the analgesic effect. The similarity of analgesic activity of mengkudu and paracetamol enable the existence of analgesic effect interaction synergistically when they are both combined. The objective of this research is to find out the pharmacodynamic interaction between the juice of mengkudu and paracetamol. The research was an experimental research with posttest-only with control group design. The control group consists of 6 groups, and each group had 5 mice. The 1st group was given aquadest 0.5 ml; the 2nd group was given the juice of mengkudu 0.042 mg/g BB; the 3rd group was given paracetamol 0.065 mg/g BB; while the 4th , 5th, 6th groups were given the combination of mengkudu juice 0.042 mg/g BB and paracetamol with the dosages 0.01625 mg/g BB; 0.0325 mg/g BB; 0.065 mg/g BB, respectively. Treatments were given 10 minutes before mice were painly induced by using hot plate. The average of onset of pain for group I, II, III, IV, V, VI were 5.36; 8.28; 8.02; 9.67; 10.5 and 11.74 seconds, respectively. Statistical anaysis using Kruskal Wallis showed that there was significance difference among groups (p = 0.000) while the very potential effect was in group with paracetamol dosage on 0,065 mg/g BB. Based on this research, it can be concluded that there is sinergycal interaction between the combination of mengkudu juice with paracetamol on mice. Keywords : analgesic effect, mengkudu, paracetamol, onset of pain, synergycal interaction ABSTRAK: Mengkudu (Morinda citrifolia) telah terbukti memiliki efek analgesik. Kesamaan aktivitas analgesik buah mengkudu dan parasetamol memungkinkan adanya interaksi efek analgesik yang sinergis ketika keduanya dikombinasikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi farmakodinamik efek analgesik kombinasi perasan buah mengkudu dengan parasetamol. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan pendekatan posttest-only with control group design, terdiri dari 6 kelompok. Setiap kelompok memiliki 5 ekor mencit. Kelompok I diberikan aquadest 0,5ml, kelompok II diberikan perasan buah mengkudu dengan dosis 0,042 mg/g BB, kelompok III diberikan parasetamol 0,065 mg/g BB sedangkan, kelompok IV, V, VI diberikan kombinasi perasan buah mengkudu 0,042 mg/g BB dan parasetamol dengan dosis masing-masing: 0,01625 mg/g BB; 0,0325 mg/g BB; 0,065 mg/g BB, diberikan 10 menit sebelum dilakukan induksi nyeri di atas hot plate. Rerata waktu reaksi nyeri mencit pada kelompok  I, II, III, IV, V, dan VI berturut-turut adalah 5,36; 8,28; 8,02; 9,67; 10,5 dan 11,74 detik. Hasil analisis statistik Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara berbagai kelompok dengan nilai p = 0,000, dengan dosis kelompok kombinasi yang paling potensial memberikan efek analgesik adalah kelompok dengan dosis parasetamol 0,065 mg/g BB. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi yang sinergis pada kombinasi perasan buah mengkudu dengan parasetamol pada mencit. Kata-kata kunci: efek analgesik, buah mengkudu, parasetamol, waktu reaksi, interaksi.

Page 1 of 42 | Total Record : 412