Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENDAMPINGAN GURU DALAM MERANCANG AKTIVITAS BERMAIN KONTEN LOOSE PARTS Felisitas Ndeot; Beata Palmin; Petrus Redy Partus Jaya; Maria Rahayu Anwar; Maria Makdalena Ori
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.949 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7017

Abstract

Abstrak: Masalah-masalah yang dihadapi guru PAUD PKG Kota Komba adalah kesulitan dalam menyediakan dan merancang media pembelajaran karena tidak memiliki kemampuan untuk membuat sendiri; kesulitan menentukan alat dan bahan untuk aktivitas anak; dan belum sepenuhnya memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media dan sumber belajar. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman guru PAUD PKG Kota Komba dalam merancang dan menerapkan aktivitas bermain menggunakan loose parts. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah workshop, mitra kegiatan ini adalah anggota PKG Kota Komba yang berjumlah 45 orang, dengan tahapan: (1) pra kegiatan, dengan menentukan waktu dan lokasi kegiatan; (2) pelaksanaan kegiatan, melalui workshop dan penugasan; serta (3) monitoring dan evaluasi menggunakan lembar observasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan kemampuan guru PAUD anggota PKG Kota Komba dalam merancang aktivitas bermain konten loose parts yang meningkat mencapai 88% dari 33%. Guru-guru sudah mampu memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar yang merupakan bahan-bahan lepasan yang dapat digunakan untuk membentuk, menyusun, menalar, meronce, memasang, mengaitkan, menempel, menganyam, dan sebagainya oleh anak sebagai media bermain yang menyenangkan serta dapat mengembangkan berbagai apek perkembangan anak.Abstract: The problems faced by teachers of PKG PAUD in Komba city are difficulty in providing and designing learning media because they do not have the ability to create their own; difficulty determining tools and materials for the child's activities; and have not fully utilized the surrounding environment as a medium and learning resource. The purpose of this devotion is to improve the ability and understanding of PAUD PKG Kota Komba teachers in designing and implementing playing activities using loose parts. The method used in this service is a workshop, this activity partner is a member of PKG Kota Komba which numbers 45 people, with stages: (1) pre-activity, by determining the time and location of the activity; (2) the implementation of activities, through workshops and assignments; and (3) monitoring and evaluation using observation sheets. The results of this activity showed an increase in the ability of PAUD teachers of PKG members of Komba City in designing loose parts content playing activities which increased by 88% from 33%. Teachers have been able to utilize the materials available around which are loose materials that can be used to form, arrange, reasoning, arranging thing together using a piece of string, install, hook, stick, weed, and so on by children as a fun playing medium and can develop a variety of child development.
Analisis Kesiapan Guru dalam Mengimplementasikan Kurikulum 2013 di PAUD Melania Marsela Kongen; Petrus Redy Partus Jaya
PG-PAUD Trunojoyo Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.563 KB) | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v6i2.6149

Abstract

This study was conducted to determine the extent of teacher readiness in implementing the 2013 Curriculum in PAUD. This type of research was a descriptive study with a qualitative approach. The research subjects were 21 teachers in Langke Rembong sub-district. Data collection techniques using interviews and questionnaires. The instrument used was interview guidelines and questionnaire items in the form of open questions. In this study, researchers examined the readiness of teachers related to the implementation of the 2013 Curriculum (K'13) in terms of Curriculum Structure, Guidelines for Detection of Children Growth, Learning Guidelines, Assessment Guidelines, and Educator Guidebooks. Teacher readiness is measured by the extent of the teacher's ability to implement the 2013 Curriculum in PAUD. Based on the findings related to five things in organizing the 2013 Curriculum in PAUD, it appears that administratively PAUD teachers are ready to implement the 2013 Curriculum in PAUD. However, practically the teachers still experience difficulties. These difficulties are related to the application of a scientific approach and the implementation of authentic assessments. In learning, teachers have difficulty designing activity themes and materials that encourage children to observe, ask questions, gather information, reason, and communicate. That is why, learning is more directed at drawing and coloring activities. In doing the assessment, the teacher has difficulty compiling data on the results of the daily assessment and compiling reports on child development. This difficulty occurs because most of the teachers are high school / vocational high school and non-PAUD undergraduate students
Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik Membaca Intensif Siswa Kelas VII di Kecamatan Langke Rembong. Jaya, Petrus Redy Partus; Jelahut, Marianus Supar; Kebol, Yoakim Jekson
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen penilaian membaca dalam pembelajaran BahasaIndonesia kelas VII. Prinsip dasar yang memotivasi pelaksanaan penelitian ini adalah urgensi penilaian sebagai testdriven instruction dalam pembelajaran. Keterampilan membaca siswa dapat ditingkatkan apabila guru memilikireferensi model penilaian membaca yang menjangkau semua kompetensi membaca siswa. Pengembangan instrumendimulai dengan mendeskripsikan model penilaian membaca yang telah digunakan oleh guru bahasa Indonesia kelasVII. Pada tahap ini, ditemukan bahwa instrumen yang dikembangkan guru belum menjangkau semua kompetensidasar yang menjadi target kegiatan membaca. Selanjutnya, peneliti mengembangkan instrumen penilaian membaca.Instrumen yang dikembangkan berupa instrument jawaban singkat, uraian, dan rubrik penilaian kinerja. Instrumenyang dikembangkan ini digunakan untuk menilai kegiatan membaca teks hasil observasi, teks tanggapan deskriptif,dan teks eksposisi.
PENERAPAN MODEL EVALUASI CIPP DALAM MENGEVALUASI PROGRAM LAYANAN PAUD HOLISTIK INTEGRATIF Petrus Redy Partus Jaya; Felisitas Ndeot
PERNIK : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2018): Pernik : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/pernik.v1i01.2622

Abstract

Abstract: This paper aims at designing the evaluation model CIPP in evaluating holistic integrative program services in early childhood education.A description of the terminology evaluation and evaluation of the program be placed on early so that the reader can see the holistic integrative services in early childhood education as a program.Next, elaborated on the model of evaluation of CIPP. An understanding of the four components of the CIPP evaluation be the key to implementing this model in evaluating program services holistic integrative in early childhood education.In the four components of the CIPP evaluation there are a few key questions: "what is needed?"; "what should I do?"; "is the program implemented?"; and "how the success rate of the program?".Shove off from these major questions, CIPP model can be applied to evaluate service program holistic integrative in early childhood education from the aspect of Context, Input, Process, and Product. The development of the object and questions of the evaluation refers to the Regulation of the President of the Republic of Indonesia Number 60 of 2013 and Technical Guidelines for the Implementation of Early Childhood Education (PAUD) at the PAUD Unit level. Keywords: evaluation program, PAUD HI,CIPP evaluation model  Abstrak :Tulisan ini bertujuan merancang model evaluasi CIPP dalam mengevaluasi program layanan PAUD HI ditingkat satuan PAUD. Uraian tentang terminologi evaluasi dan evaluasi program ditempatkan pada awal tulisan agar pembaca dapat melihat layanan PAUD HI sebagai suatu program. Selanjutnya, diuraikan tentang model evaluasi CIPP. Pemahaman tentang empat komponen evaluasi CIPP menjadi kunci untuk menerapkan model ini dalam mengevaluasi program layanan PAUD HI.  Dalam empat komponen evaluasi CIPP terdapat beberapa pertanyaan kunci, yaitu “apa yang dibutuhkan?”; “apa yang harus dilakukan?”; “apakah program dilaksanakan?”; dan “bagaimana tingkat keberhasilan program?”. Bertolak dari beberapa pertanyaan utama ini, model CIPP dapat diterapkan untuk mengevaluasi program layanan PAUD HI dari aspek Context, Input, Process, dan Product. Pengembangan objek dan pertanyaan evaluasi mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 60 tahun 2013 dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan PAUD HI di tingkat Satuan PAUD. Kata Kunci: evaluasi, program, PAUD HI, model evaluasi CIPP       
Tata Kelola Pemerintahan Desa di Kabupaten Manggarai, NTT Ambros Leonangung Edu; Petrus Redy Partus Jaya; Stefanus Jelalut
STAATSRECHT: Indonesian Constitutional Law Journal Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : UIN JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/siclj.v4i1.14557

Abstract

This study examines the governance of villages in Manggarai Regency, NTT Province. The performance of village governance is measured by the principles of good governance; transparency, accountability, responsiveness, rule of law, and participatory. The research method uses qualitative research methods with an empirical approach. Data obtained by literature studies and interviews. The study population consisted of villages in Manggarai Regency as many as 145 villages spread across 11 sub-districts (except Langke Rembong District). The results showed that village governance was classified as positive. Village officials and villagers organize village governance according to aspects of transparency, accountability, law enforcement, responsiveness and participation. However, village governance tends to be administrative.
Tata Kelola Pemerintahan Desa di Kabupaten Manggarai, NTT Ambros Leonangung Edu; Petrus Redy Partus Jaya; Stefanus Jelalut
STAATSRECHT: Indonesian Constitutional Law Journal Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : UIN JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/siclj.v4i1.14557

Abstract

This study examines the governance of villages in Manggarai Regency, NTT Province. The performance of village governance is measured by the principles of good governance; transparency, accountability, responsiveness, rule of law, and participatory. The research method uses qualitative research methods with an empirical approach. Data obtained by literature studies and interviews. The study population consisted of villages in Manggarai Regency as many as 145 villages spread across 11 sub-districts (except Langke Rembong District). The results showed that village governance was classified as positive. Village officials and villagers organize village governance according to aspects of transparency, accountability, law enforcement, responsiveness and participation. However, village governance tends to be administrative.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN AUTENTIK MEMBACA INTENSIF SISWA KELAS VII DI KECAMATAN LANGKE REMBONG Petrus Redy Partus Jaya; Marianus Supar Jelahut; Yoakim Jekson Kebol
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.35 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen penilaian membaca dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII. Prinsip dasar yang memotivasi pelaksanaan penelitian ini adalah urgensi penilaian sebagai test driven instruction dalam pembelajaran. Keterampilan membaca siswa dapat ditingkatkan apabila guru memiliki referensi model penilaian membaca yang menjangkau semua kompetensi membaca siswa. Pengembangan instrumen dimulai dengan mendeskripsikan model penilaian membaca yang telah digunakan oleh guru bahasa Indonesia kelas VII. Pada tahap ini, ditemukan bahwa instrumen yang dikembangkan guru belum menjangkau semua kompetensi dasar yang menjadi target kegiatan membaca. Selanjutnya, peneliti mengembangkan instrumen penilaian membaca. Instrumen yang dikembangkan berupa instrument jawaban singkat, uraian, dan rubrik penilaian kinerja. Instrumen yang dikembangkan ini digunakan untuk menilai kegiatan membaca teks hasil observasi, teks tanggapan deskriptif, dan teks eksposisi.
Praktik Pembuatan APE Berbasis Budaya Manggarai Di PKG Ca Nai Cibal Felisitas Ndeot; Petrus Redy Partus Jaya; Maria Rahayu Anwar
Amal Ilmiah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1: November 2019
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.775 KB) | DOI: 10.36709/amalilmiah.v1i1.8619

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru PAUD yang bergabung dalam PKG Ca Nai Cibal. Para guru anggota PKG Ca Nai Cibal menyadari akan pentingnya kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kegiatan yang dapat menambah kemampuan para guru yang sebagian besar merupakan tamatan SMA/setara. Para guru diharapkan mampu merancang APE yang sederhana, menarik, menyenangkan, sesuai dengan karakteristik, situasi, dan kondisi di mana satuan PAUD berada agar pembelajaran yang diberikan berlangsung menyenangkan dan menarik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode diskusi, ceramah, demonstrasi, dan unjuk kerja. APE yang digunakan dalam kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan tema “Budaya”, dengan sub tema “Budaya Manggarai”. APE tersebut berupa APE “Miniatur Mbaru Niang dan Pop Up Book Motif Songke Manggarai”. APE ini dirancang berdasarkan permintaan dari para anggota PKG Ca Nai Cibal yang kesulitan dalam membuat dan menentukan APE yang sesuai untuk tema budaya tersebut. Dalam penggunaannya, APE “Miniatur Mbaru Niang dan Pop Up Book Motif Songke Manggarai” dapat digunakan untuk mengenalkan matematika awal pada anak. Alat permainan edukatif “Miniatur Mbaru Niang dan Pop Up Book Motif Songke Manggarai” juga merupakan salah satu bentuk penggunaan etnomatematika. Kata kunci: Alat Permainan Edukatif, Etnomatematika, Pengenalan Matematika Awal Anak Usia Dini, Budaya Manggarai.
Deschooling dan Learning Loss pada Pendidikan Anak Usia Dini di Masa Pandemi Covid-19 Felisitas Ndeot; Petrus Redy Partus Jaya
PERNIK : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2021): VOL 4, NO 1 (2021):PERNIK:JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/pernik.v4i1.6794

Abstract

Abstrak :Tulisan ini bertujuan untuk memberikan deskripsi kepada praktisi pendidikan, orang tua, dan pemerhati pendidikan anak usia dini dan semua stakeholders mengenai pandangan Ivan Illich tentang deschooling yang diharapkan dapat diadaptasi untuk mengubah pandangan tentang belajar pada siswa terutama dalam menstimulasi perkembangan anak usia dini. Tulisan ini juga mendeskripsikan tentang learning loss yang terjadi pada masa pandemi covid-19 pada siswa terutama pada anak usia dini karena kurangnya kompetensi orang tua saat membimbing anak belajar di rumah yang menyebabkan stimulasi pada anak usia dini kurang optimal. Dengan demikian, kreativitas guru PAUD, kemauan orang tua untuk terus menemukan metode yang sesuai dalam membimbing dan mendampingi anak dalam menstimulasi perkembangan di rumah, diharapkan mampu mengatasi situasi belajar di masa pandemi covid-19 ini. Kata kunci: deschooling; learning loss; belajar di rumah; pandemi covid-19; anak usia dini Abstract : This paper aims to provide a description to education practitioners, parents, and observers of early childhood education and all stakeholders regarding Ivan Illich's views on deschooling which are expected to be adapted to change views about learning in students, especially in stimulating early childhood development. This paper also describes the learning loss that occurred during the Covid-19 pandemic in students, especially in early childhood due to the lack of parental competence when guiding children to study at home which causes less optimal stimulation in early childhood. Thus, the creativity of early childhood education teachers, the willingness of parents to continue to find appropriate methods in guiding and accompanying children in stimulating development at home, expected to be able to learn situation during the covid-19 pandemic. Keywords: deschooling; learning loss; study at home; pandemic covid-19; early childhood
Pendampingan Penyusunan Dokumen KTSP Paud Felisitas Ndeot; Theresia Alviani Sum; Petrus Redy Partus Jaya; Engelbertus Nggalu Bali; Maria Makdalena Ori
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): MAY 2022
Publisher : Research Division Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.315 KB) | DOI: 10.35870/ajad.v2i1.39

Abstract

This service activity aims to provide assistance to the PAUD Santa Fransiska Asisi unit in compiling the KTSP document because the managers and teachers of the PAUD Santa Fransiska Asisi do not understand and have sufficient competence in compiling the KTSP document. The method used in this service activity is discussion and mentoring. The partners of this service activity are the managers and teachers of PAUD Santa Fransiska Assisi, totaling 3 people. The activity stages consist of (1) Studying the KTSP document; (2) Conduct discussions and assist the preparation of the PAUD KTSP document, (3) Observe the progress of the PAUD KTSP document preparation. The results of the service activities show that the managers and teachers of PAUD Santa Fransiska Assisi are able to prepare their own KTSP and produce a final KTSP document.