Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MODEL PENENTUAN JUMLAH ARMADA ANGKUTAN KOTA YANG OPTIMAL DI KOTA BANDUNG Aviasti Anwar; Asep Nana Rukmana; Jamaludin Jamaludin
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 4 No.2 (Juni, 2016) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v0i0.1786

Abstract

The research conducted is to make the model of determining the optimal transportation fleet in Bandung City, to overcome the imbalance between the number of available fleet and the number of passengers in need. This research type is quantitative with case study of two city transportation trajectory in the route of Sadang Serang Caringin and Riung Bandung Dago trajectory which at the time of preliminary research is categorized not optimal. To determine the optimal number of urban transport fleets, there are several variables associated with this include: number of passengers (P), fleet volume / frequency (F), vehicle capacity (C), cycle time (CTABA), load factor ( LF), and headway (H). The results showed that the number of public transport fleet for the route Dago - Riung Bandung and Sadang Serang - Caringin currently too much does not match the needs of the meaning is not optimal 
Penerapan Linier Discriminant Analysis pada Klasifiksi Distress Binsin Perbankan Asep Nana Rukmana; Bambang Siswoyo
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 7 No.2 (Juni, 2019) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknologi
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v7i2.4554

Abstract

Abstract. Linear discrimant machine learning analysis is part of artificial intelligence that can learn from past data, recognize patterns to get optimal solutions. The prediction of the bankruptcy of a Sharia public bank company in Indonesia is very important. Modeling Machine Learning with five input-output models can be implemented between financial ratio variables against bankruptcy. Overall, a linear discrimant analysis algorithm is able to train data to build patterns of input-output relationships and modeling behavior well. Every company certainly wants an appropriate and efficient decision making. Linear discrimant analysis builds predictive models using financial ratio variables as predictors. In this study the model can recognize well the pattern of financial ratios with the results of model validation in the form of means square error 8% and coefficient terminated 98%.Abstrak. Linier discrimant analisys machine learning merupakan bagian dari kecerdasan buatan yang dapat belajar dari data masa lalu, mengenali pola untuk mendapatkan solusi yang optimal. Prediksi kebangkrutan suatu perusahaan bank umum Syariah di Indonesia sangat penting. Modeling Machine Learning dengan lima model input-output dapat diimplementasikan antara variabel rasio keuangan terhadap kebangkrutan. Secara keseluruhan, algoritma linier discrimant analysis mampu melatih data untuk membangun pengenalan pola hubungan input-output dan perilaku pemodelan dengan baik.  Setiap perusahaan tentu menginginkan sebuah pengambilan keputusan yang tepat dan efisien. Linier discrimant analisis membangun model prediksi menggunakan variabel rasio keuangan sebagai prediktor. Pada penelitian ini model dapat mengenal dengan baik pengenalan pola rasio keuangan dengan hasil validasi model berupa means square error 8% dan koefesien diterminasi 98%.
PENETAPAN POTENSI UNGGULAN KECAMATAN DI KABUPATEN BANDUNG Asep Nana Rukmana; Aviasti; Reni Amaranti; Muhammad Akbar Shakira
Journal of Research and Technology Vol. 6 No. 1 (2020): JRT Volume 6 No 1 Jun 2020
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.163 KB)

Abstract

Economic development is a continuous effort to improve people’s welfare. The main problem in regional development lies in the development of policies that are based on the specific characteristics of the area concerned (endogenous development) by using the potential of human resource, institutional, and natural resource locally (regions). Potential leading sectors in Bandung Regency are agriculture, plantation, livestock, fishery, industry, and tourism. Each sub-district in Bandung Regency region has potential leading sectors that need to be set as leading sectors to be further developed. The purpose of this research was to identify the variables that influence the determination of superior potential of sub-districts in Bandung Regency. The method used to create a model in determining the superior potential of sub-districts in Bandung Regency was the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. In this research, 4 sub-districts were taken as an example of the model that were Majalaya, Banjaran, Soreang, and Cimenyan District. Leading sectors assessment of the four districts had the following priority sequence: Majalaya District is for the Industrial sector with a priority weight of 0.326, Agriculture 0.254, Tourism 0.163, Plantation 0.149, and Livestock 0.107; Banjaran District, had the Plantation sector with priority weights 0.294, Industry 0.207, Tourism 0.205, Agriculture 0.165, and Livestock 0.128; Soreang District, had the Agriculture sector with priority weights 0.278, Industry 0.222, Plantation 0.208, Tourism 0.199, and Livestock 0.093; Cimenyan District, had the Tourism sector with priority weights 0.373, Agriculture 0.223, Industry 0.195, Plantation 0.129, and Livestock 0.081. The sub-criteria/factors that were priorities in determining the superio sectors of the district, the top 5 of the 12 sub-criterias/factors were capital, technology, business management, market availability, and prices.
PEMBERDAYAAN POTENSI MASYARAKAT DESA CIMUNGKAL KECAMATAN WADO MELALUI WIRAUSAHA SEREH WANGI Aviasti Anwar; Nugraha Nugraha; Asep Nana Rukmana; Ahmad Arif Nurrahman
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 5 No.2 (Juni, 2017) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v5i2.2334

Abstract

Permasalahan utama di masyarakat yang menjadi mitra kegiatan pengabdian adalah tidak termanfaatkanya potensi dan sumber daya lokal dari sisi keterampilan wirausaha, maupun dana untuk membangun kegiatan produktif yang meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Tujuan utama kegiatan PKM yang diusulkan adalah pemanfaatan lahan kurang produktif melalui pengembangan wirausaha bagi masyarakat lokal sebagai mitra untuk meningkatkan nilai tambah perekonomian keluarga. Adapun luaran kegiatan sebagai berikut: 1) Pemanfaatan lahan tidak produktif melalui wirausahasereh wangi di desa Cimungkal, 2) Meningkatkan keterampilan wirausaha masyarakat dalam pemberdayaan lahan, 3) Terbentuknya kelompok usaha untuk mengelola wirausaha minyak sereh wangi. Metode PKM yang diterapkan untuk mencapai target luaran adalah 1) Analisis situasi; 2) identifikasi permasalahan utama; 3) Studi literatur; 4) Identifikasi solusi yang ditawarkan kepada mitra; 5) Penyusunan rencana dan jadwal pelaksanaan kegiatan; 6) Pelatihan teknik dan budidaya: penanaman sereh wangi, teknik penyulingan minyak sereh wangi, pengelolaan administrasi keuangan, dan pemasaran; 7) Pembentukan kelompok usaha bersama untuk pengelolaan dan penyulingan minyak sereh wangi, pendampingan usaha bersama, merintis pembentukan koperasi, monitoring kegiatan usaha bersama dan merumuskan tindakan pengembangan wirausaha sereh wangi. 
ANALISIS KETERKAITAN ANTARA GREEN DESIGN, GREEN PROCESS, GREEN DYNAMIC CAPABILITIES, DAN ABSORPTIVE CAPACITY PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR Aviasti Aviasti; Asep Nana Rukmana; Agus Nana Supena; Reni Amaranti
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jati.17.2.62-70

Abstract

Green manufacturing mulai diimplementasikan secara luas pada industri manufaktur untuk mengurangi dampak negatif kegiatan industri pada lingkungan. Berbagai faktor, baik eksternal maupun internal, mempengaruhi implementasi green manufacturing. Hal ini menyebabkan implementasi green manufacturing tidak mudah untuk dilakukan. Penelitian ini membahas keterkaitan faktor internal perusahaan pada praktik green manufacturing, yaitu keterkaitan antara kapabilitas dinamis hijau perusahaan, kemampuan untuk menyerap pengetahuan (absorptive capacity) dan green manufacturing (dalam hal ini terdiri dari green design dan green process). Penelitian dilakukan pada 34 perusahaan manufaktur di Jawa Barat, Indonesia. Model penelitian terdiri dari empat konstruk dengan lima hipotesis keterkaitan antar konstruk. Hasil pengujian model menunjukkan bahwa green dynamic capability berpengaruh positif dan signifikan terhadap green process akan tetapi tidak berpengaruh pada green design. Absorptive capacity berpengaruh signifikan terhadap green dynamic capabilities dan berpengaruh secara tidak langsung terhadap green process. Hal ini menunjukkan bahwa kapabilitas dinamis berperan memediasi hubungan absorptive capacity dengan green process.
Perancangan Produk Waistbag dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) Saeful Nurochim; Asep Nana Rukmana
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1264.79 KB) | DOI: 10.29313/jrti.v1i1.91

Abstract

Abstract. Product design is a stage in the process of making products based on certain shapes, sizes, and colors. Industrial Home industry is a company engaged in the bag manufacturing industry that has its own product brand, Kaboa. The problem with this is that Kaboa waistbag products have experienced a decline in sales by the significance associated with several problems, namely (1) There are no new models or innovations in Kaboa waistbag products, (2). The objectives of this study are (1) To identify the needs and demands of customers who are priorities and prove to be a variable in the quality of waistbag product designs, (2) Make waistbag product designs according to customer desires and needs to be able to meet customer demand and search. In this study, the method used to develop and request waistbag products to suit customer needs is the Quality Function Deployment (QFD) method. The parameters used in the Kaboa waistbag product design process are 13 quality variables used as references. The best alternative product design options are products made from condura fabric with the cheapest production costs, good quality, strong and durable, with patterned colors according to the consumer and the company's target market with the company's ability. Abstrak. Perancangan produk merupakan tahapan dalam proses menciptakan sebuah produk berdasarkan model bentuk, ukuran, dan warna tertentu. Home industri Kindustries merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri pembuatan tas yang memiliki brand produk sendiri yaitu Kaboa. Permasalahan yang dihadapi adalah produk waistbag Kaboa telah mengalami penurunan penjualan secara signifikan yang disebabkan beberapa permasalahan yaitu (1) Belum banyaknya model atau inovasi baru pada produk waistbag Kaboa, (2) Pangsa pasar sempit yang hanya di fokuskan kepada kalangan orang yang senang melakukan kegiatan outdoor. Tujuan pada penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan yang menjadi prioritas dan menerjemahkannya menjadi variabel kualitas rancangan produk waistbag, (2) Membuat usulan rancangan produk waistbag sesuai keinginan dan kebutuhan pelanggan untuk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan upaya memperluas pasar untuk meningkatkan penjualan. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk mengembangkan dan merancang produk waistbag agar sesuai kebutuhan dengan keinginan pelanggan adalah metode Quality Function Deployment (QFD). Parameter yang digunakan dalam proses desain produk waistbag yaitu berupa 13 variabel kualitas yang digunakan sebagai acuan. Alternatif desain produk pilihan terbaik rancangan produk berbahan kain condura dengan biaya produksi paling murah, berkualitas baik, kuat dan tahan lama, dengan warna bermotif sesuai penilaian konsumen dan target pasar perusahaan serta kemampuan perusahaan.