Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peningkatan Derajat Kesehatan Mental melalui Terapi Aktivitas Kelompok dalam Posyandu Jiwa Desakmade Ari Dwijayanti; R. Tri Rahyuning Lestari; Ni Kadek Yuni Lestari; Ni Made Nopita Wati; I Gede Juana Masta
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): JURNAL EMPATHY PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnalempathy.v1i1.3

Abstract

Background: This community service activity aims to improve mental health by applying group activity therapy in the posyandu. Of the soul. Methods: Used is learning method by finding various information related to group activity therapy (TAK). The role play method is by practicing directly how the implementation of TAK is in accordance with their respective roles so that it can be demonstrated directly by the patient and what he wants to convey in the TAK can be properly addressed to the patient. Results: The problem faced at this time is the lack of community knowledge in this case the family in caring for people with mental disorders ODGJ and how treatment can be provided through TAK. Conclusions: Problem solving that can be done is to provide assistance in providing knowledge, understanding and implementing role play so that it can be applied in everyday life and improve mental health.
Optimalisasi Penggunaan Alat Perlindungan Diri (APD) pada Masyarakat dalam Rangka Mencegah Penularan Virus COVID-19 Ni Made Nopita Wati; Ni Kadek Yuni Lestari; Desak Made Ari Dwi Jayanti; Nyoman Sudarma
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): JURNAL EMPATHY PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnalempathy.v1i1.1

Abstract

Background: COVID-19 is a pandemic that is being faced by all people in the world. COVID-19 transmission can be prevented by optimizing the use of PPE (Personal Proctection Equipment) such as masks. But there are still many people who do not know, understand and have the awareness to use them. Purpose of this study is to optimize using personal proctection equipment in community. Methods: Community service activities are carried aout throught health education with lecture methods, discussions and simulations of how to use PPE (Personal Proctection Equipment) such as masks. Results: The results of community service activities carried out have a positive impact and the community responds by implementing it in their daily lives. People ate starting to realize how important it is to use personal proctection during their daily activities which will have an impact on their health and safety during the COVID-19 pandemic. Conclusions: The implementation of community service activities can optimize the use of PPE to prevent COVID-19 transmission to the community and it is hoped that such activities can be carried out continuously so that COVID-19 transmission does not occur in the community.
Dukungan Caregiver Berdampak Terhadap Penerimaan Diri Pasien TBC Putu Thrisna Dewi, Ni Luh; Nopita Wati, Ni Made; Juanamasta, I Gede Juanamasta
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2019): Desember
Publisher : PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.874 KB) | DOI: 10.31934/promotif.v9i2.965

Abstract

TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Dampak dari penyakit TBC yaitu timbulnya perubahan fisik, ngangguan psikologi dan sosial pada pasien. Perubahan kesehatan yang cenderung menurun menyebabkan pasien TBC sulit untuk menerima keadaan dirinya. Oleh sebab itu pasien TBC memerlukan perhatian khusus dari caregiver dalam proses penyembuhan. Disamping itu, dukungan caregiver merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penerimaan diri pada pasien TBC. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi Hubungan Dukungan Caregiver Dengan Penerimaan Diri Pada Pasien TBC Di Wilayah Puskesmas I Denpasar Barat dengan sampel 55 responden. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan nonprobability sampling yaitu total sampling atau sampel jenuh. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian ini berdasarkan Rank spe arman diperoleh tingkat signifikan <0,05 yaitu 0,001 yang artinya ada Hubungan Dukungan Caregiver Dengan Penerimaan Diri Pada Pasien TBC Di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Barat dengan kekuatan kolerasi 0,771 yang menunjukkan adanya kolerasi positif dengan kekuatan kolerasi kuat yang berarti semakin baik dukungan Caregiver maka penerimaan diri seseorang semakin positif. Adanya dukungan Caregiver dan penerimaan diri yang baik tentunya membantu proses pemulihan yang optimal pada pasien TBC. Sehingga diharapkan pasien TBC melaksanakan kontrol dan melakukan pemeriksaan dahak secara berkala, sedangkan Caregiver tetap memberikan dukungan utamanya sebagai pengawas minum obat. 
The Role of Parenting to Increase Gross and Fine Motor Skills Development in Children Aged 5-6 Years Laksmi, I Gusti Ayu Putu Satya; Wati, Ni Made Nopita; Lestari, R. Tri Rahyuning
Media Keperawatan Indonesia Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.794 KB) | DOI: 10.26714/mki.3.2.2020.54-62

Abstract

Children's development includes several aspects including aspects of motor development, cognitive, social-emotional, language, moral, religion. One of the factors that influence motor development is parenting. The purpose of this study was to determine the relationship between parenting parents with gross motor and fine motor development in children aged 5-6 years. This study used a quantitative non-experimental correlational type research design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 75 respondents using a non-probability sampling technique with purposive sampling. the majority of parents applying democratic parenting, as many as 69 people (92%), most children aged 5-6 years have appropriate motor development, as many as 65 people (86.6%), most children aged 5-6 years have appropriate fine motor development, as many as 72 people (96%), there is a strong relationship between parenting parents with gross motor development in children aged 5-6 years with a correlation coefficient (r) = 0.628, there is a strong relationship between patterns foster parents with fine motor development in children aged 5-6 years with a correlation coefficient (r) = 0.672. The results of this study are expected to be used as a guide for parents who have not applied democratic parenting to their children so that the child's motor development can grow optimally.
OPTIMALISASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DAN DEMONSTRASI PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Lestari, Tri Rahayuning; Wati, Ni Made Nopita; Jayanti, Desak Made Ari Dwi; Lestari, Ni Kadek Yuni; Juanamasta, I Gede
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol. 2, No. 1: Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.01 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v2i1.1403

Abstract

Abstrak:Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan reproduksi wanita melalui pendidikan kesehatan dan demontrasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Metode kegiatan menggunakan (1) metode ceramah dan demonstrasi yakni untuk menyampaikan pengetahuan secara umum tentang kanker payudara dan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) disertai dengan sesi tanya jawab dan (2) metode pembelajaran digunakan untuk alih pengetahuan  atau ketrampilan dan system nilai yang dimiliki oleh nara sumber kepada remaja putri. Masalah yang dihadapi di lapangan adalah kurangnya pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pemecahan masalah yang dapat dilakukan dengan pendampingan yaitu memberikan pengetahuan, pemahaman, penyuluhan dan demontrasi.Abstract:  This service activity aims to optimize women's reproductive health through health education and breast self-examination demonstrations (BSE). The activity method uses (1) lecture and demonstration methods, namely to convey general knowledge about breast cancer and breast self-examination (BSE) accompanied by question and answer sessions and (2) learning methods used for knowledge transfer or skills and value systems owned by nara resources for young women. The problem faced in the field is the lack of knowledge of young women about breast self-examination (BSE). Problem solving that can be done with assistance is to provide knowledge, understanding, counseling and demonstration
Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Warga Binaan Pemasyarakatan Dengan Penyelahgunaan Narkotika Dian Wahyu Niarti; M. Adreng Pamungkas; Ni Made Nopita Wati
Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM) Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.846 KB) | DOI: 10.36569/jmm.v12i1.147

Abstract

Penggunaan narkotika yang semakin meningkat dengan estimasi penyalahguna narkotika yang berasal dari semua kalangan. Penyalahguna narkotika berusaha meningkatkan konsumsi narkotika untuk memperoleh efek rasa senang yang tetap sama. Salah satu dampak dari segi kesehatan mental pada penyalahguna narkotika yaitu cemas. Kecemasan merupakan kondisi emosi dengan timbulnya rasa tidak nyaman pada diri seseorang. Kecemasan dapat lihat melalui berbagai respon diantara kesulitan tidur tidak fokus bahkan bila kecemasan meningkat dapat berakibat pada panik, halusinasi atau bahkan bunuh diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada Warga Binaan Pemasyarakatan dengan penyalahgunaan narkotika di RumahTahanan Negara Kelas IIB Bangli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Hasil analisa data menunjukan sebagian besar responden mengalami kecemasan tingkat kecemasan sedang, yaitu sebanyak 16 orang (33,3%). Penyalahgunaan narkotika ternyata memiliki dampak kecemasan yang cukup berarti pada Warga Binaan Pemasyarakatan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat kecemasan yaitu dengan meningkatkan pembinaan kerohanian, olahraga dan membuat program rehabilitasi
Pengalaman Keluarga Dalam Merawat Anggota Keluarga Denga Penyakit Jantung Koroner Putu Visakha Damayanti; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Ni Made Nopita Wati
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 4 No 2 (2020): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v4i2.179

Abstract

PJK adalah penyakit yang terjadi sebagai manifestasi dari penurunan suplai oksigen ke otot jantung sebagai akibat penyempitan atau penyumbatan aliran darah arteri koronaria yang manifestasi kliniknya, tergantung pada berat ringannya penyumbatan arteri koronaria. ada beberapa gejala yang timbul pada pasien penyakit jantung koroner yaitu nyeri dada, sesak nafas, infark miokard. PJK dikenal juga dengan “Silence Killer” karena terkadang tidak menimbulkan gejala-gejalanya. Keberhasilan terapi untuk pasien PJK dipengaruhi oleh pengetahuan responden tentang PJK. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplor pengalaman keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami PJK di RSUD Wangaya Denpasar. Metode penelitian yaitu deskriftif kualitatif, dengan jumblahl 4 orang partisipan. Pengumpulan data menggunakan panduan wawancara dan didapatkan selama 2 minggu. Hasil analisa berdasarkan tema pemahaman keluarga tentang anggota keluarga dengan PJK kurang baik, reaksi psikologis keluarga tentang anggota keluarga dengan PJK masih belum dapat menerima kenyataan, reaksi psikologis keluarga terhadap penerimaan keluarga pada anggota keluarganya masih dalam tahap mulai menerima, hambatan keluarga dalam merawat cukup banyak, upaya mengatasi hambatan sudah bisa dengan baik diatasi oleh keluarga, dan harapan keluarga ingin mempertahankan keadaan klien dan mengurangi kekambuhan. Kesimpulanya bahwa pengalaman keluarga dalam merawat pasien dengan PJK masih kurang, sehingga perlu di kembangkan edukasi manajemen yang berkelanjutan dalam pelayanan kesehatan.
OPTIMALISASI GAYA KEPEMIMPINAN CARING LEADERSHIP DI MASA PANDEMI COVID-19 Wati, Ni Made Nopita; Jayanti, Desak Made Ari Dwi; Dewi, Ni Luh Putu Thrisna; Sudarma, I Nyoman; Lestari, Ni Kadek Yuni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4960

Abstract

Abstrak: Masyarakat dunia kini tengah berjuang menghadapi pandemi Covid-19. Pada masa pandemi saat ini kepemimpinan merupakan salah satu hal penting yang sangat di butuhkan. Gaya kepemimpinan antara satu pemimpin dengan pemimpin lainya dapat berbeda. Caring leadership merupakan salah satu gaya kepemimpian yang memiliki banyak manfaat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengoptimalkan kompetensi pemimpin dalam mengaplikasikan gaya kepemimpinan caring leadership di masa pandemic Covid-19. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode webinar yang dilakukan menggunakan aplikasi zoom meeting. Mitra kegiatan ini adalah RSU Dharma Yadnya Denpasar. Tahap pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pemimpin lebih percaya diri akan kompetensi kepemimpinan (caring leadership) yang dimilikinya. Hal ini mengindikasi bahwa pemimpin semakin optimal dalam mengaplikasikan gaya kepemimpinan caring leadership. Abstract:  The world community is now struggling with the Covid-19 pandemic. In the current pandemic, leadership is one of the most important things that is needed. The leadership style between one leader and another can be different. Caring leadership is one of the leadership styles that has many benefits. This activity aims to increase knowledge and optimize the competence of leaders in applying caring leadership style during the Covid-19 pandemic. This community service uses webinar methods conducted using the zoom meeting application. The partner of this activity is RSU Dharma Yadnya Denpasar. The implementation phase of the activity includes the preparation, implementation and evaluation phases. The results of community service activities show that leaders are more confident in their leadership competencies. This indicates that leaders are more optimal in applying caring leadership style.
HUBUNGAN SUPERVISI KEPERAWATAN DENGAN PELAKSANAAN BUDAYA SAFETY Ni Made Nopita Wati; Diah Prihatiningsih; Ni Putu Nanik Haryani
Adi Husada Nursing Journal Vol 4 No 2 (2018): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.358 KB)

Abstract

ABSTRAK Budaya Safety adalah kesadaran konstan, nilai, persepsi, keyakinan, sikap, kompetensi dan pola perilaku dari setiap individu yang dihasilkan oleh individual dan kelompok yang ditetapkan berdasarkan komitmen dan gaya dari manajemen organisasi kesehatan yang ada di rumah sakit untuk menjamin keselamatan pasien selama perawatan. Upaya meningkatkan budaya keselamatan pasien salah satunya adanya peran supervisi keperawatan yang mempromosikan keselamatan pasien kepada stafnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan supervisi keperawatan dengan pelaksanaan budaya safety di ruang rawat inap RSUD Sanjiwani Gianyar. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu total sampling dengan jumlah sampel yaitu perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Sanjiwani Gianyar sebanyak 94 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar kuesioner supervisi keperawatan dan budaya safety. Analisa data menggunakan uji Rank Spearman dengan level siginifikan (α = 0,05), penelitian ini menunjukkan hasil analisa didapatkan nilai p=0,000 dan r=0,478, yang berarti ada hubungan signifikan supervisi keperawatan dengan pelaksanaan budaya safety. Supervisi keperawatan dinilai cukup oleh sebagian besar responden sebanyak 64 orang (68,1%) dan pelaksanaan budaya safety sebagian besar berada pada kategori baik (55,3%). Disarankan kepada RSUD Sanjiwani Gianyar agar memberikan reward berupa dukungan dan motivasi kepada masing-masing unit pelayanan keperawatan yang berhasi menerapkan dan meningkatkan budaya safety. Kata Kunci : Supervisi Keperawatan, Budaya Safety ABSTRACT The safety culture is the constant awareness, value, perception, belief, attitude, competence and behavioral pattern of each individual generated by individuals and groups defined by the commitment and style of the organization's management of healthcare to ensure patient safety during treatment. Efforts to improve the safety culture of patients one of them the role of nursing supervision that promotes patient safety to its staff. The purpose of this study is to determine the relationship of nursing supervision with the implementation of safety culture in the inpatient room of RSUD Sanjiwani Gianyar. The design of this research is descriptive correlation with cross sectional approach. Sampling technique in this research is total sampling with number of sample that is nurse executor in hospital room of RSUD Sanjiwani Gianyar counted 94 responden. Data were collected using a nursing supervision questionnaire sheet and safety culture. Data analysis using Rank Spearman test with significance level (α = 0,05), this research show result of analysis got value p = 0,000 and r = 0,478, meaning there is significant correlation of nursing supervision with implementation of safety culture. Nursing supervision is considered sufficient by most respondents as much as 64 people (68.1%) and the implementation of safety culture is mostly in good category (55.3%). It is suggested to RSUD Sanjiwani Gianyar to give rewards in the form of support and motivation to each nursing service unit that is able to implement and improve safety culture Keywords: Nursing supervision, The safety culture