Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS SIFAT FISIKOKIMIA GELATIN YANG DIEKSTRAK DARI KULIT AYAM DENGAN VARIASI KONSENTRASI ASAM LAKTAT DAN LAMA EKSTRAKSI Diah Prihatiningsih; Ni Made Puspawati; James Sibarani
CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Magister Program of Applied Chemistry, Udayana University, Bali-INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.042 KB)

Abstract

 ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi asam laktat dan lama ekstraksi gelatin dari kulit ayam yang terbaik berdasarkan sifat fisikokimia. Percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor yaitu variasi konsentrasi asam laktat 1% (L1), 2% (L2), dan 3% (L3) dengan variasi  lama ektraksi 12 jam (T1), 24 jam (T2), dan 48 jam (T3) dengan suhu 45oC pada pH 4-5. Data rendemen, kekuatan gel, nilai pH, kadar air, kadar abu, kadar protein, dan kadar lemak dianalisis dengan ANOVA. Perbedaan  data antar perlakuan diuji dengan uji beda nyata terkecil dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum ekstrak gelatin dari kulit ayam adalah konsentrasi asam laktat 3% dan lama ekstraksi 48 jam (L3T3) dengan karakteristik fisikokimia : kekuatan gel (81,20 g bloom), nilai pH (3,54), kadar air (0,23%), kadar abu (0,10%), kadar protein (87,60%), dan kadar lemak (3,81%). Gelatin kulit ayam yang dihasilkan tidak berbeda jauh dengan gelatin komersial hal ini dilihat dari hasil karakteristik fisikokimianya. Kata kunci: gelatin, kulit ayam, asam laktat, kekuatan gel ABSTRACT: The aim of this study is to determine the best concentration of lactic acid and  duration of extraction of gelatin extracted from chicken skin based on physicochemical properties. The experiment was designed using an experiment in Randomized Complete Design with two factors which are variation in lactid acid concentration of 1% (L1), 2% (L2), and 3% (L3) and  variation of long extraction of 12 hours (T1), 24 hours (T2), and 48 hours (T3) at 45oC and pH of 4-5. Data of yield, gel strength, pH, water content, ash content, protein content, and lipid content were analyzed with Analysis of Varians. A Least Significant Difference (LSD) test was conducted to find out the difference among the treatment and continued by Duncan test. The research results showed that the optimum conditions of extract gelatin from the chicken skin were the lactic acid concentration of 3% and the 48 hours long extraction (L3T3) with physicochemical characteristics of gel strength, pH, water content, ash content, protein content, and lipid content are 81,20 g bloom, 3,54; 0,23%; 0,10%, 87,60%; and 3,81% respectively. The physicochemical properties of the obtained gelatin were not significantly different compared with the properties of commercial gelatin. Keywords: gelatin, chicken skin, lactic acid, gel strength 
Studi Deskriptif Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Ika Setya Purwanti; Diah Prihatiningsih; Ni Luh Putu Devhy
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.516 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i1.5194

Abstract

Medical records are files that contain records and patient identify documents, the results of examination treatments, action, and services that have been provided. The completeness of filling in the medical record file can make it easier for other health workers to provide patient action or treatment, and can be used as a useful source of information for hospital management in determining the evaluation and development of health services. The purpose of this research was to study the complete picture of medical record documents at Sanjiwani General Hospital, Gianyar. This research is a quantitative study using the checklist in accordance with Permenkes RI No. 269/Menkes/Per/III/2008. The method used in this study was observation using cross sectional and restrospective data collection. The results of this study indicate that the completeness of the medical record from the patients identity, the identity of the doctor, the identity of the nurse shows a completeness of 100% and the completeness of the information was 64,1%. Analysis of data from this research used descriptive methods. So that it is expcted from the results of this study to maintain the awareness and discipline of the officers responsible for filling out medical record in accordance with predetermined procedures.AbstrakRekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan yang telah diberikan. Kelengkapan pengisian berkas rekam medis dapat memudahkan tenaga kesehatan lain dalam memberikan tindakan atau pengobatan pasien, dan dapat dijadikan sebagai sumber informasi yang berguna bagi manajemen rumah sakit dalam menentukan evaluasi dan pengembangan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelengkapan  rekam medis di RSUD Sanjiwani, Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan Check list sesuai dengan Permenkes RI No. 269/Menkes/Per/III/2008. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan datanya secara retrospektif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelengkapan rekam medis dari kelengkapan identitas pasien, kelengkapan identitas dokter, kelengkapan identitas perawat menunjukkan kelengkapan rekam medis sebesar 100% sedangkan kelengkapan inform concern sebanyak 64,1%. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Dari hasil penelitian ini diharapkan agar rumah sakit dapat mempertahankan kesadaran dan kedisiplinan petugas yang bertanggung jawab dalam pengisian rekam medis sehingga sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
HUBUNGAN KONDISI PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS KADAR IODIUM DALAM GARAM DI TINGKAT PENJUAL YANG BEREDAR DI PASAR TRADISIONAL DI DENPASAR UTARA TAHUN 2017 Diah Prihatiningsih; Sherly Novitasari
Bali Medika Jurnal Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Chemistry Laboratory Vol 4 No 1 July 2017
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v4i1.53

Abstract

Introduction : One of the health problems in Indonesian society that has a huge impact on the survival and quality of human resources is GAKI. One of the basic human needs in daily life is widely used as an additional ingredient in food ingredients as food preservatives such as salted fish, mustard greens, pickled fruits, and the basic manufacture of chemical compounds is salt. The research was to determine the effect of storage process and storage time on iodine content in salt. Method : The research was designed as descriptives quantitative study that conducted in traditional market at North Denpasar. The sample collected was 60 branded salt and unbranded salts. The iodine content was tested using iodometri titration method at Laboratorium Analis Kesehatan STIKes Wira Medika Bali. Data of storage condition was collected from direct measurement and interview with the vendor. The data was analyzed descriptively and analytically. Results : The researched results showed that iodine content of 5 branded and unbranded salts in North Denpasar was 58,98 ± 24,41 ppm. While the storage conditions with the average storage duration time at the traders was 13 days with average temperature of 29,760C and 68,82% humidity.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM MELAKSANAKAN PERSONAL HYGIENE DI KABUPATEN GIANYAR: THE CORRELATION BETWEEN FAMILY SUPPORT WITH INDEPENDENCE OF THE ELDERLY IN IMPLEMENTING PERSONAL HYGIENE IN GIANYAR REGENCY I Komang Yoki Kirawan; Diah Prihatiningsih
Bali Medika Jurnal Vol 7 No 1 (2020): Bali Medika Jurnal Vol7 No 1 Juli 2020
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v7i1.120

Abstract

Personal hygiene is the ability of a person to take care of himself starting from sleeping, bathing, dressing and so on until he goes to sleep again, or all activities of people who take care of themselves. To achieve this goal family support is needed as one of the interpersonal factors to achieve the independence of the elderly in implementing personal hygiene. This study aims to determine the relationship of family support with the independence of the elderly in carrying out personal hygiene This study used cross sectional. The sampling technique in this study used all sampling with 45 samples. The results of the Rank Spearman correlation test showed that the correlation coefficient (r) = 0.425 with a strong and positive correlation coefficient with a p value = 0.004 (p <a) which means there is a relationship between family support and elderly independence in implementing personal hygiene in Gianyar Based on the findings above can provide input and information for the community especially to further improve personal hygiene in the elderly to be better.
PENYULUHAN BAHAYA ROKOK UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN REMAJA MENGENAI DAMPAK BURUK ROKOK BAGI KESEHATAN DI SMP TAWWAKAL DENPASAR Diah Prihatiningsih; Ni Luh Putu Devhy; Ika Setya Purwanti; Ni Wayan Desi Bintari; AA Gde Oka Widana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 3, No 1 (2020) : Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v3i1.67

Abstract

Rokok merupakan salah satu faktor resiko utama dari beberapa penyakit kronis yang dapat mengakibatkan kematian. Hal ini menunjukkan bahwa rokok merupakan masalah besar bagi kesehatan masyarakat. Selain dari segi kesehatan, rokok juga mempengaruhi kepribadian perokok itu sendiri. Biasanya remaja usia SMP sudah mengenalrokok. Menurut mereka, kalau tidak merokok maka mereka dianggap tidak gaul. Semua hal tersebut belum sepenuhnya dipahami oleh remaja yang aktifitas merokok bahkan menjadi salah satu budaya dalam sosial mereka. Kegiatan pengadian masyarakat di SMP Tawakkal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai dampak buruk rokok bagi kesehatan. Peserta pengabdian masyarakat merupakan siswa sekolah menengah pertama kelas 8 yang berjumlah 64 anak. Berdasarkan jenis kelamin, peserta pengabdian terdiri atas 34 siswa laki-laki (53,13%) dan 30 siswa perempuan (46,87%). Kegiatan ini diawali dengan pengisian kuisioner pre-test pengetahuan tentang bahaya rokok yang kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan oleh narasumber dan dilakukan kembali pengisian kuisioner post-test. Hasil dari pengisian kuisioner setelah dilakukan penyuluhan mengalami peningkatan yaitu sebesar 92,89% siswa memahami tentang dampak buruk akibat rokok. Selama melakukan penyuluhan siswa sangat antusias dalam mendengarkan pemateri, untuk itu diharapkan kegiatan ini digalakkan khususnya di dunia Pendidikan. Kata kunci : Rokok, Remaja, Kesehatan
HUBUNGAN SUPERVISI KEPERAWATAN DENGAN PELAKSANAAN BUDAYA SAFETY Ni Made Nopita Wati; Diah Prihatiningsih; Ni Putu Nanik Haryani
Adi Husada Nursing Journal Vol 4 No 2 (2018): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.358 KB)

Abstract

ABSTRAK Budaya Safety adalah kesadaran konstan, nilai, persepsi, keyakinan, sikap, kompetensi dan pola perilaku dari setiap individu yang dihasilkan oleh individual dan kelompok yang ditetapkan berdasarkan komitmen dan gaya dari manajemen organisasi kesehatan yang ada di rumah sakit untuk menjamin keselamatan pasien selama perawatan. Upaya meningkatkan budaya keselamatan pasien salah satunya adanya peran supervisi keperawatan yang mempromosikan keselamatan pasien kepada stafnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan supervisi keperawatan dengan pelaksanaan budaya safety di ruang rawat inap RSUD Sanjiwani Gianyar. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu total sampling dengan jumlah sampel yaitu perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Sanjiwani Gianyar sebanyak 94 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar kuesioner supervisi keperawatan dan budaya safety. Analisa data menggunakan uji Rank Spearman dengan level siginifikan (α = 0,05), penelitian ini menunjukkan hasil analisa didapatkan nilai p=0,000 dan r=0,478, yang berarti ada hubungan signifikan supervisi keperawatan dengan pelaksanaan budaya safety. Supervisi keperawatan dinilai cukup oleh sebagian besar responden sebanyak 64 orang (68,1%) dan pelaksanaan budaya safety sebagian besar berada pada kategori baik (55,3%). Disarankan kepada RSUD Sanjiwani Gianyar agar memberikan reward berupa dukungan dan motivasi kepada masing-masing unit pelayanan keperawatan yang berhasi menerapkan dan meningkatkan budaya safety. Kata Kunci : Supervisi Keperawatan, Budaya Safety ABSTRACT The safety culture is the constant awareness, value, perception, belief, attitude, competence and behavioral pattern of each individual generated by individuals and groups defined by the commitment and style of the organization's management of healthcare to ensure patient safety during treatment. Efforts to improve the safety culture of patients one of them the role of nursing supervision that promotes patient safety to its staff. The purpose of this study is to determine the relationship of nursing supervision with the implementation of safety culture in the inpatient room of RSUD Sanjiwani Gianyar. The design of this research is descriptive correlation with cross sectional approach. Sampling technique in this research is total sampling with number of sample that is nurse executor in hospital room of RSUD Sanjiwani Gianyar counted 94 responden. Data were collected using a nursing supervision questionnaire sheet and safety culture. Data analysis using Rank Spearman test with significance level (α = 0,05), this research show result of analysis got value p = 0,000 and r = 0,478, meaning there is significant correlation of nursing supervision with implementation of safety culture. Nursing supervision is considered sufficient by most respondents as much as 64 people (68.1%) and the implementation of safety culture is mostly in good category (55.3%). It is suggested to RSUD Sanjiwani Gianyar to give rewards in the form of support and motivation to each nursing service unit that is able to implement and improve safety culture Keywords: Nursing supervision, The safety culture
The Influence of Gayatri Mantra & Emotional Freedom Technique (GEFT) towards Mood Disorders Nurse Students in Thesis Compilation Ni Kadek Ayu Cintya Dewi; Ni Luh Putu Thrisna Dewi; Ni Made Nopita Wati; Diah Prihatiningsih; Putu Gede Subhaktiyasa
Healthy-Mu Journal Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v5i1.35

Abstract

Thesis preparation results in students experiencing difficulties that cause psychological conditions that are distressed, causing emotional disorders such as mood disorders. Mood disorders can be bad for students and cause students to postpone their thesis. Efforts are made to overcome mood disorders when compiling thesis is to apply GEFT. GEFT is a merger between Gayatri Mantra and Emotional Freedom Technique (EFT). GEFT is done by chanting the Gayatri Mantra and giving a light knock on the body's 12 energy pathways called the energy meridians. The purpose of this study is to know the influence of GEFT towards mood disorders nurse students in thesis compilation. This research is quantitative with a quasi experiment research design pre and post with control group design. The sampling technique is purposive sampling with a total sample of 32 respondents divided into 2 groups the treatment group and the control group. Data were collected using The Brunel Mood Scale (BRUMS) questionnaire. Data analysis uses the Wilxocon Signed Rank Test and the Mann Whitney Test. The results showed the value of p value in the treatment group = 0.003 which means that there was an influence of GEFT on mood disorders of nursing students in preparing their thesis, whereas in the control group there was no difference with the value of p value = 0.317. Changes in students mood disorders after being given GEFT due to a combination of spiritual spells with techniques that support the effectiveness of GEFT.
ANALISIS PEMANTAPAN MUTU INTERNAL PEMERIKSAAN TROMBOSIT DI LABORATORIUM KLINIK UPTD. PUSKESMAS ABIANSEMAL I I Gusti Putu Agus Ferry Sutrisna Putra; Diah Prihatiningsih; Putu Gede Subhaktiyasa
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 5 No 2 (2020): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v5i2.2152

Abstract

Pemeriksaan trombosit memiliki nilai diagnostik yang tinggi. Pemantapan mutu internal yang meliputi tahap pra analitik, analitik dan pasca analitik diperlukan untuk mengendalikan hasil pemeriksaan laboratorium setiap hari dan untuk mengetahui penyimpangan hasil laboratorium untuk segera diperbaiki. Pelaksanaan pemantapan mutu internal untuk pemeriksaan ini belum optimal dilaksanakan di laboratorium klinik UPTD Puskesmas Abiansemal I. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pemantapan Mutu Internal pemeriksaan trombosit di laboratorium UPTD Puskesmas Abiansemal I, mengetahui ketepatan dan ketelitian hasil pemeriksaan trombosit di laboratorium UPTD Puskesmas Abiansemal I, dan untuk mengetahui nilai Total Error dan Sigma metric dari pemeriksaan trombosit Instalasi laboratorium UPTD Puskesmas Abiansemal I. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif, untuk mengetahui dan menganalisis pemantapan mutu internal pemeriksaan trombosit di laboratorium klinik UPTD Puskesmas Abiansemal I, yang meliputi tahap pra analitik, analitik, dan pasca analitik. Penelitian ini dilakukan di laboratorium klinik UPTD Puskesmas Abiansemal I. Penelitian akan dilakukan pada bulan Maret-Juni 2021. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh petugas laboratorium yang terlibat langsung pada proses pemeriksaan trombosit dan ditetapkan secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi langsung terhadap pelaksanaan pemantapan mutu internal pemeriksaan trombosit mulai tahap pra analitik, tahap analitik dan tahap pasca analitik. Pelaksanaan pemantapan mutu internal untuk pemeriksaan trombosit di Laboratorium UPTD Puskesmas Abiansemal I secara keseluruhan dalam kriteria kurang baik, dengan total skor pencapaian sebesar 73,8%. Hasil uji ketepatan pemeriksaan trombosit mempunyai ketepatan kurang baik, yaitu ketepatan atau d% sebesar 12,8%. Hasil uji ketelitian untuk trombosit mempunyai ketelitian kurang baik, yaitu untuk nilai ketelitian atau KV % sebesar 10,3%. Nilai total error yang dimiliki untuk pemeriksaan trombosit adalah 29,8% dan Sigma metric yang didapat 0,06.
SOSIALISASI DESAIN FORMULIR/RESUME KESEHATAN LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA (PSTW) DI KOTA DENPASAR Ni Luh Putu Devhy; Ika Setya Purwanti; Diah Prihatiningsih; Ni Wayan Desi Bintari; A.A Gde Oka Widana
Jurnal Abdidas Vol. 1 No. 2 (2020): Vol 1 No 2 June Pages 23-87
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.589 KB) | DOI: 10.31004/abdidas.v1i2.8

Abstract

Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) di Kota Denpasar merupakan panti sosial yang khusus untuk merawat orang tua atau lansia. Salah satu kegiatan yang dilakukan di PSTW ini adalah pemeriksaan rutin terhadap lansia yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Petugas kesehatan di PSTW tersebut belum memiliki formulir rekam medis yang dapat digunakan sebagai dokumentasi hasil pemeriksaan kesehatan lansia. Hasil pemeriksaan lansia tersebut hanya di catat di sebuah buku milik petugas kesehatan, sehingga lansia sendiri tidak bisa memantau hasil pemeriksaan kesehatannya setiap bulannya. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah lansia yang ada di PSTW, dan petugas kesehatan yang bertugas. penyampaian materi di berikan oleh dosen jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan dalam mengelola formulir rekam medis yang sesuai dengan standar,dan terdokumentasinya pemeriksaan lansia secara berkesinambungan. Berdasarkan permasalahan diatas maka PRODI RMIK bermaksud untuk mengadakan pengabdian masyarakat dengan judul sosialisasi formulir/resume lansia di Panti Sosial Tresna Werdha
GAMBARAN PENANGANAN DISMENOREA SECARA NON FARMAKOLOGI PADA REMAJA KELAS X DI SMA DWIJENDRA DENPASAR Ni Made Widyanthi; Ni Komang Ayu Resiyanthi; diah prihatiningsih
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 6: Nopember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i6.940

Abstract

Dismenorea adalah rasa nyeri saat menstruasi yang mengganggu kehidupan sehari-hari wanita. Prevalensi dismenorea di seluruh dunia adalah 90% remaja mengalami dismenorea, prevalensi di Indonesia sebesar 64,25%, prevalensi di Bali di perkirakan sebesar 29.505 jiwa. Denpasar merupakan kota dengan jumlah penduduk perempuan paling tinggi, yaitu sebanyak 385.296 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penanganan dismenorea secara non farmakologi pada remaja kelas X di SMA Dwijendra Denpasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi di SMA Dwijendra Denpasar yang mempunyai riwayat dismenorea sebanyak 136 orang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 102 responden dan teknik pengambilan sampel menggunakan Probability Sampling yaitu Stratified Random Sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 5 Oktober – 5 November 2018. Data yang diambil yaitu dengan cara menyebar kuesioner. Hasil penelitian didapatkan bahwa penanganan dengan kompres hangat yaitu 52%, olahraga yaitu 31,4%, pengobatan herbal dengan jamu yaitu 24,5%, massage yaitu 47,1%, istirahat yang cukup yaitu 79,4%, posisi knee chest yaitu 29,4%, teknik imagery guided yaitu 78,4%, dan teknik relaksasi nafas dalam yaitu 63,7%. Bagi petugas UKS perlu untuk melakukan penyuluhan tentang penanganan dismenorea secara non farmakologi pada remaja.