Hariyono, Didik
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Umur Pindah Tanam (Transplanting) dan Pupuk Nitrogen Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bayam Horenso (Spinacia oleracea L.) Tyas, Nia Trihayuning; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 11 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1011

Abstract

Bayam merupakan tanaman sayuran yang banyak di konsumsi oleh masyarakat dunia, salah satu negara yang mengkonsumsi bayam adalah Indonesia. Jenis bayam yang kini mulai dikenal adalah bayam horenso. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh transplantingdan pemberian berbagai dosis pupuk nitrogen pada pertumbuhan dan hasil bayam horenso. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai November 2016 di Sreen house Venus Orchid Dau, Malang.Penelitian menggunakan faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan kombinasi umur transplanting dan pemberian pupuk N sebagai perlakuan yang terdiri dari 6 taraf dosis dan di ulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang diterapkan antara lain TN1: transplanting 7 hari + Urea 200 kg ha-1, setara dengan 92 kg N ha-1, TN2: transplanting 7 hari + Urea 250 kg ha-1 setara dengan 115 kg N ha-1,TN3: transplanting 7 hari + Urea 300 kg ha-1 setara dengan 138 kg N ha-1,TN4: transplanting 14 hari + Urea 200 kg ha-1 setara dengan 92 kg N ha-1, TN5: transplanting 14 hari + Urea 250 kg ha-1 setara dengan 115 kg N ha-1, TN6: transplanting 14 hari + Urea  300 kg ha-1 setara dengan 138 kg N ha-1. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh antara umur pindah tanam dan pupuk nitrogen memberikan nilai hasil pertumbuhan bobot segar konsumsi per tanaman 57,57% lebih tinggi pada perlakuan umur pindah tanam 14 hari dan pupuk nitrogen (urea) 300 kg ha-1, sedangkan nilai hasil bobot segar total tanaman 57,53% pada perlakuan umur pindah tanam 14 hari dan pupuk nitrogen (urea) 300 kg ha-1.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi dan Effective Microorganism (EM4) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Saraswaty, Dwi; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1030

Abstract

Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman kacang-kacangan yang biasa dikonsumsi sebagai sayuran karena merupakan salah satu sumber protein nabati dan kaya vitamin. Salah satu  faktor yang menyebabkan produksi buncis yang semakin menurun adalahkualitas tanah yang menurun. Alternatif untuk meningkatkan kesuburan tanah dapat menggunakan pupuk organik yang dibantu dengan Effective Microorganisms 4 (EM4) yang merupakan kultur campuran mikroorganisme yang dapat mempercepat dekomposisi bahan organik sehingga dapat diserap langsung oleh perakaran tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh interaksi pemberian pupuk kandang sapi dan EM4 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis.Penelitian dilaksanakan  di lahan pertanian desa Wringinsongo, kecamatan Tumpang, kabupaten Malang pada bulan Mei 2017 sampai Juli 2017. Penelitian ini dilakasanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan.Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang sapi yang terdiri dari 3 taraf yaitu dosis pupuk kandang sapi 15, 25, dan 35 ton ha-1. Faktor kedua adalah konsentrasi EM4 yang terdiri dari 3 taraf yaitu 5, 7,5, dan 10 ml L-1. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan dosis pupuk kandang sapi dengan konsentrasi EM4 pada semua parameter pertumbuhan dan hasil tanaman buncis. Pemberian pupuk kandang sapi 35 ton ha -1 berpengaruh nyata pada 24, 34, dan 44 hst pada parameter jumlah daun. Pemberian EM4 dengan Konsentrasi 10 ml L-1 berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun 34 hst.
Pengaruh Berbagai Jenis Mulsa terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Medina, Syifa; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1085

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura berjenis umbi lapis yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomis tinggi. Dalam upaya mengoptimalkan hasil dan produktivitas tanaman bawang merah perlu dilakukan beberapa usaha berupa penggunaan varietas yang tepat, pemupukan yang tepat, penggunaan pestisida yang sesuai dan cukup serta penggunaan mulsa sebagai teknik budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara peng-gunaan berbagai jenis mulsa terhadap tiga jenis varietas bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Januari sampai dengan Bulan Maret 2018 di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan dengan percobaan faktorial yang disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama ialah varietas bawang merah (V) yaitu: V1: Varietas Super Philip, V2: Varietas Thailand, dan V3: Varietas Bauji. Sedangkan faktor kedua ialah mulsa, yaitu M1: Tanpa Mulsa, M2: Mulsa Plastik Hitam Perak, dan M3: Mulsa Jerami. hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan berbagai jenis varietas dan berbagai jenis mulsa terhadap komponen hasil tanaman bawang merah. Terutama pada bobot segar umbi dan bobot kering umbi.
Kajian Hubungan Unsur Iklim terhadap Produktivitas Tanaman Apel (Malus sylvestris Mill.) di Beberapa Sentra Produksi Zawawi, Arie Fakhrul; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1151

Abstract

Apel (Malus sylvestris Mill.) ialah salah satu jenis buah yang banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia karena memiliki rasa yang khas dan kandungan gizi yang tinggi. Kota Batu dan Kabupaten Malang merupakan daerah sentra produksi apel tertinggi di Indonesia. Unsur iklim yang memiliki peranan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman apel ialah curah hujan dan suhu. Terjadinya perubahan unsur iklim (curah hujan dan suhu) di wilayah Kota Batu dan Kabupaten Malang sangat berpotensi memberikan pengaruh terhadap hasil produktivitas tanaman apel. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari hubungan antara unsur iklim (curah hujan dan suhu) terhadap produktivitas tanaman apel di beberapa sentra produksi. Penelitiandilaksanakan pada Bulan Maret-Mei 2018di Kecamatan Bumiaji, Kecamatan Batu dan Kecamatan Poncokusumo. Penelitian menggunakan metode survei dengan mengumpulkan data hasil observasi lapang dan data sekunder terkait data unsur iklim dan produktivitas apel dari tahun 2008-2017. Selanjutnya data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi yang menunjukkan hubungan yang kuat dan nyata antara unsur iklim dengan produktivitas apel terjadi pada variabel iklim yaitu suhu maksimum dan suhu rata-rata di Kecamatan Bumiaji, suhu maksimum di Kecamatan Batu serta bulan basah di Kecamatan Poncokusumo.
Studi Perubahan Curah Hujan dan Hubungannya dengan Produktivitas Tanaman Lada (Piper nigrum L.) di Kabupaten Lampung Timur Wirantika, Resti; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1175

Abstract

Perubahan pola curah hujan merupakan salah satu unsur iklim yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman lada. Tingginya curah hujan berdampak nyata pada tanaman lada saat fase generatif yaitu pada saat pembungaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari perubahan curah hujan dan hubungannya dengan produktivitas tanaman lada di Kabupaten Lampung Timur. Penelitian dilaksanakan pada Maret-Mei 2017 di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Sukadana, Margatiga, dan Sekampug Udik, Kabupaten Lampung Timur.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey, yaitu penelitian mengambil sampel data dari suatu populasi melalui observasi sebagai alat pengumpulan data.Pengambilan sampel data dilakukan pada tiga Kecamatan yang merupakan sentra produksi lada di Kabupaten Lampung Timur.Metode penentuan sampel data dilakukan dengan penentuan lokasi dengan sengaja (purposiv sampling). Dalam satu kecamatan diambil 3 desa sebagai titik sampel pengamatan, jadi total lokasi pengamatan sebanyak 9 titik. Untuk penentuan responden ditentukan secara sengaja (purposive).Dalam satu titik lokasi dilakukan waawancara dengan 4 responden, total responden sebanyak 36 responden.Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan pengum-pulan data primer dan sekunder yang berhubungan dengan topik penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produktivitas tanaman lada dari periode I ke periode II di Kecamatan Sukadana, Margatiga, dan Sekampung Udik dengan tidak terjadi perubahan curah hujan antara periode I dan periode II. Produktivitas tanaman lada meningkat seiring dengan meningkatnya curah hujan, hari hujan, dan bulan basah, tetapi bulan kering memiliki hubungan berbanding terbalik dengan produktivitas tanaman lada, meningkatnya nilai bulan kering dapat menurunkan produktivitas tanaman lada.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Pupuk N terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleraceae L.) Karima, Naila; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1177

Abstract

Permintaan hasil tanaman kailan yang semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan konsumen, baik dalam segi kualitas maupun kuantitas perlu dilakukan peningkatan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara komposisi media tanam dan pupuk nitrogen pada pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Penelitian dilaksanakan di screenhouse Kampus 1 Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP), Lawang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yang terdiri atas 3 taraf, yaitu M1= tanah, M2= tanah+arang sekam (1:1), M3= tanah+cocopeat (1:1). Faktor kedua adalah pupuk N yang terdiri atas 3 taraf, yaitu P1= 50 kg N/Ha, P2= 100 kg N/Ha, P3=150 kg N/Ha.Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan komposisi media tanam dan pupuk N pada parameter jumlah daun umur 36 hst. Perlakuan komposisi media tanam berpengaruh nyata tehadap parameter tinggi tanaman umur 22 hst dan luas daun 15 hst. Sedangkan pemberian pupuk N berpengaruh nyata pada peningkatan tinggi tanaman pada umur pengamatan 15, 29 dan 36 hst, jumlah daun pada umur 22 dan 29 hst, luas daun pada umur 22 hst, indeks klorofil pada umur 15 dan  42 hst, panjang akar pada saat panen terhadap tanaman kailan.
Kajian Perubahan Curah Hujan terhadap Produktivitas Tanaman Jagung (Zea Mays L.) pada Lahan Kering Rahmani, Novia Thea; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1200

Abstract

Jagung ialah komoditas strategis yang dibutuhkan baik untuk pangan, pakan ternak, maupun bahan baku industri. Seiring dengan peningkatan kebutuhan jagung pada masyarakat diperlukan usaha peningkatan produksi jagung salah satunya dengan perluasan areal tanam.Hal ini dapat diwujudkan melalui kegiatan ekstensifikasi pada lahan kering. Permasalahan utama dalam meningkatkan produksi pertanian pada lahan kering ialah faktor lingkungan yang berkaitan dengan perubahan iklim dan pergeseran awal musim. Salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh pada produksi tanaman di lahan kering adalah curah hujan. Maka diperlukan kajian perubahan curah hujan terhadap produktivitas tanaman jagung pada lahan kering.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pola curah hujan serta hubungan perubahan pola curah hujan terhadap produktivitas tanaman jagung di lahan kering selama 10 tahun terakhir.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2018 di desa Wajak, desa Codo, dan desa Patok Picis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan pola curah hujan di Wajak pada periode I (2008-2012) ke periode II (2013-2017), namun terjadi pergeseran awal musim hujan dan kemarau.Begitu juga dengan hasil analisis korelasi yang telah dilakukan, (intensitas curah hujan, harihujan, bulan basah, bulan lembab, dan bulan kering) tidak berpengaruh terhadap produktivitas tanaman jagung di lahan kering.
Studi Perubahan Curah Hujan terhadap Produktivitas Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Beberapa Sentra Produksi Sholikin, Ahmad Riyadlus; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1214

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Permintaan bawang merah selalu meningkat dikarenakan bertambah-nya jumlah penduduk. Dari tahun 2012 hingga 2016 produksi/luas lahan bawang merah turun yakni dari 9,98 ke 8,42 atau sebesar 18% hanya dalam kurun waktu 4 tahun. (Badan Pusat Statistik Jawa Timur, 2017). Salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas bawang merah adalah curah hujan. Adanya pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan curah hujan yang dapat berpengaruh pada produksi tanaman Bawang Merah. Penelitian dilaksanakan pada Penelitian dilakukan di tiga lokasi sentra produksi bawang merah yaitu Kecamatan Sukomoro Kecamatan Pare dan Kecamatan Junrejo. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus–Oktober 2018. Penelitian menggunakan Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini yakni data primer dan data sekunder. Data primer berupa hasil wawancara dengan petani sebagai responden. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian meliputi data produktivitas bawang merah dan data curah hujan berupa intensitas curah hujan, jumlah hari hari hujan pada tahun (2008-2017). Hasil penelitian menunjukan bahwa intensitas curah hujan, dan hari hujan tidak berpengaruh terhadap produktivitas bawang merah di Kecamatan Badas, Kecamatan Sukomoro dan Kecamatan Junrejo. Hanya jumlah bulan kering yang berpengaruh terhadap produktivitas bawang merah di Kecamatan Badas pada periode II (2013-2017).
Respon Tiga Varietas Kacang Hijau (Vigna radiata L.) terhadap Kapasitas Lapang Wuryani, Dwi; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1268

Abstract

Kacang hijau merupakan komoditas penting secara agronomi maupun pangan fungsional. Namun produksi kacang hijau di Indonesia masih tergolong rendah. Solusi dari permasalahan tersebut ialah peningkatan produksi kacang hijau dengan memanfaatkan lahan kering sebagai lahan budidaya. Pada lahan kering sering mencul permasalahan kurangnya ketersediaan air bagi tanaman. Oleh karena itu diperlukan penelitian ketersediaan air pada lahan kering dan pengujian beberapa varietas tahan kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas yang sesuai dibudidayakan di lahan kering. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga April 2019 di lahan percobaan Joyo Agung, Lowokwaru, Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi dengan menginteraksikan dua faktor yaitu varietas sebagai main treatment dan persentase kapasitas lapang sebagai sub treatment. Perlakuan varietas terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu : V1 : Varietas Vima I, V2 : Varietas Vima II dan V3 : Varietas Kutilang. Kemudian perlakuan persentase kapasitas lapang terdiri atas : K1 : 100% kapasitas lapang, K2 : 70% dari kapasitas lapang dan K3 : 40% dari kapasitas lapang. Pengambilan sempel menggunakan metode non-destruktif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antar perlakuan terhadap bobot polong per tanaman. Perlakuan varietas berpengaruh terhadap umur berbunga dan bobot 100 biji dan perlakuan persentase kapasitas lapang berpengaruh terhadap tinggi tanaman, bobot polong, jumlah biji per polong dan bobot biji.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA DAN JUMLAH AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) Pratama, Ahmad Rizky Yuda; Dwi Yamika, Wiwin Sumiya; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/818

Abstract

Seledri merupakan tanaman yang dapat ditanam di polibag ataupun langsung di pekarangan, karena selain mudah dalam perawatan, umur panen seledri juga dikenal singkat. Diantara media tanam yang sesuai untuk digunakan pada tanaman seledri di dalam polibag adalah dengan menggunakan tanah dan kokopit. Namun, seledri juga diketahui sebagai tanaman yang sensitif terhadap ketersediaan air, baik dalam keadaan jenuh maupun defisit air. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mencari interaksi dan respon yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman seledri dengan perlakuan komposisi media dan jumlah air. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Kebun Percobaan Universitas Brawijaya,  Cangar, Bumiaji, Batu pada bulan November 2015-Januari 2016. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan komposisi media tanam dan jumlah air berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, total bobot panen konsumtif dan bobot segar akar tanaman seledri.Dalam kondisi kurang air (75% kapasitas lapang), media tanam yang cocok digunakan adalah media tanam tanah-kokopit 1:1. Sedangkan pada kondisi cukup air (100% kapasitas lapang), media tanam yang dapat digunakan adalah tanah 100%. Berdasarkan pada penelitian, media tanam kokopit tidak berbeda nyata terhadap seluruh perlakuan jumlah air.