Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VISUAL AUDITORY KINESTHETIC (VAK) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF IPA SISWA KELAS III SDN 28 CAKRANEGARA TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Anggriani, Susi; I Ketut Widiada; M Irawan Zain
JURNAL ILMIAH PENDAS: PRIMARY EDUCATION JOURNAL Vol 1 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi PGSD, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pendas.v1i2.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Visual Auditori Kinesthetic (VAK) terhadap hasil belajar kognitif IPA siswa kelas III SDN 28Cakranegara. Desain penelitian ini menggunakan Nonequivalent Control Group Design, tehnik penentuan sampel dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas III berjumlah sebanyak 73 orang siswa, dengan rincian kelas IIIA sebagai kelas eksperimen berjumlah 36 orang siswa, sedangkan kelas IIIB sebagai kelas kontrol berjumlah 37 orang siswa. Berdasarkan hasil perhitungan pengujian hipotesis dengan menggunakan tehnik Independent Samples T-Test pada taraf signifikansi 5%, dengan berbantuan program aplikasi SPSS 21.0 for windows diperoleh nilai sebesar 3,633 sedangkan sebesar 2,003, maka lebih besar dari Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran Visual Auditory Kinesthetic (VAK) terhadap hasil belajar kognitif IPA siswa.
Pelatihan Pembuatan Media Video dan Audio Visual Bagi Guru SD Negeri Gugus V Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah: Media Audio Visual; Perangkat; Kegiatan pembelajaran. Sudirman; Abdul Kadir Jaelani; I Ketut Widiada; Muhammad Tahir; Radiusma
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1112

Abstract

Banyak sekali peluang berbagai media pembelajaran bagi para guru. Akan tetapi, sangat disayangkan peluang-peluang belum banyak dimanfaatkan oleh guru termasuk media video pembelajaran. Keluhan tidak bisa membuat masih saja menjadi hambatan bagi guru untuk menangkap peluang-peluang tersebut, sehingga pengembangan diri dan karirnya berjalan tidak seperti yang diharapkan. Munculnya keluhan tidak bisa membuat video pembelajaran di kalangan guru tentu saja bukan tanpa sebab. Secara umum ada beberapa kendala yang bisa ditemukan sehingga membuat tingkat partisipasi dalam membuat media pembelajran dikalangan guru ini rendah. Di antaranya rendahnya minat membaca dan menulis, keterbatasan bahan bacaan yang bisa menjadi bahan tulisan, tidak adanya rasa percaya diri, ketidakpahaman guru atas bekal-bekal keilmuan untuk bisa terampil menulis, rendahnya motivasi untuk menulis, minimnya sarana untuk menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk jurnal ilmiah.Target yang ingin dicapai dalam pelatihan ini adalah guru SD di Gugus V Kecamatan Batukliang Utara dapat memiliki pemahaman yang baik tentang media pembelajaran khususnya media Video, sebagai media dalam menelurkan ide-ide kreatif, terampil dalam menentukan tema menarik, menguasai langkah membuat video pembelajaran. Metode pelaksanaan dilakukan dengan menjelaskan konsep media pembelajaran, media visual dan media audio visual, mengembangkan media yang menarik khususnya tentang pendidikan, mendemonstrasikan dan menampilkan media audio visual pembelajaran serta memberikan pendampingan kepada peserta. Selanjutnya setelah peserta menyelesaikan membuat media, guru kemudia sosialisasikan kepada peserta didik untuk dapat digunakan. Hasil kegiatan pelatihan ini menunjukkan bahwa para peserta (guru-guru dari Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah) memberikan sambutan positif terhadap materi yang diberikan. Hal ini terlihat dari antusiasme dan partisipasi aktif mereka terhadap materi dan tugas-tugas yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut Nampak dari konsistensi peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir. Bahkan, semua peserta mengharapkan agar dilakukan kegiatan serupa secara berkelanjutan. Semua guru dari Kecamatan Batukliang Utara yang menjadi peserta berhasil membuat satu contoh media audio visual untuk digunakan dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan materi dan kurikulum yang sedang berjalan saat ini. Namun demikian, masih ada peserta yang belum selesai sepenuhnya dalam pembuatan media audio visual dikarenakan keterbatasan waktu dan kendala yang dihadapai saat pelaksanaan PPM, dan factor lain adalah kemampuan peserta berbeda beda dalam mengoperasikan computer dan internet dan aplikasi Camtasia Studio 7. Hal ini menunjukkan bahwa masih perlu memberikan penyuluhan secara lebih intensif kepada guru-guru dalam mengembangkan perangkat pembelajran khususnya perangkat pembelajaran yang mengarah kepada penggunaan Media Audio Visual.