Ria Amalia
IKIP PGRI Jember

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGEMBANGAN KARTU MATEMATIKA ASYIK (KARMAS) UNTUK MENUNJANG MODEL PEMBELAJARAN TGT (TEAM GAMES TOURNAMENT) Ria Amalia; Indah Rahayu Panglipur; Dimas Anditha Cahyo Sujiwo
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.267 KB)

Abstract

Dalam belajar matematika, siswa cenderung terbiasa dalam menghafal dan mengingat rumus-rumus yang ada dalam matematika. Akibatnya ketika siswa dihadapkan dengan masalah-masalah dalam kategori sedang, sulit atau berbeda (tidak rutin) dari contoh yang diajarkan, maka siswa akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikannya menggunakan rumus-rumusyang telah dipelajari. Siswa perlu dibiasakan untuk bergelut dengan berbagai macam permasalahan. Salah satu model pembelajaran yang dapat menfasilitasi siswa untuk berlatih soal yaitu Model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT). Guna keberhasilan pembelajaran, maka diperlukan suatu Media Kartu Matematika Asyik (KARMAS). Penelitian menggunakan jenis penelitian pengembangan. Tujuan yaitu menghasilkan media kartu matematik asyik (KARMAS) untuk menunjang penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT yang valid, praktis dan efektif. Adapun subyek penelitian adalah siswa SMKN 3 jember kelas X tahun ajaran 2018/2019. Model pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan Kemp. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah telah tersusunnya media pembelajaran Kartu Matematika Asyik (KARMAS) untuk menunjang model pembelajaran kooperatif yang valid, praktis dan efektif.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Melalui Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Assessment Learning Eric Dwi Putra; Ria Amalia
Journal of Education and Learning Mathematics Research (JELMaR) Vol 1 No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Wisnuwardhana University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/jelmar.v1i1.17

Abstract

Improved learning will continue to be done to continuously improve the quality of learning. One of the efforts made through discovery learning is based on assessment learning. Collaborating between discovery learning and assessment learning is expected to improve students' critical thinking skills in discrete mathematics courses. Classroom action research conducted in 2 cycles where each cycle carried out as many as 4 (four) meetings. The results showed that a) Implementation of discovery learning based on assessment learning that can improve students' critical thinking skills is carried out in 7 stages, namely stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, generalitation and peer assessment. The seven stages work together to create independent learning and train students' thinking skills. b) Students' critical thinking skills have increased by 33.33%. This percentage indicates that discovery learning based on assessment learning can improve students' critical thinking skills
Profil Learning Trajectory Mahasiswa dalam Memecahkan Masalah Statistika Ditinjau dari Level Kemampuan Kognitif Filda Febrinita; Ria Amalia
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v7i1.8656

Abstract

Berdasarkan hasil ujian akhir matakuliah statistika, 55% mahasiswa prodi Teknik Informatika Unisba Blitar mendapatkan nilai lebih dari 75. Untuk itu, peneliti mengkaji lebih jauh tentang learning trajectory mahasiswa dalam memecahkan masalah statistika ditinjau dari level kemampuan kognitif. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan learning trajectory mahasiswa dalam memecahkan masalah statistika ditinjau dari level kemampuan kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif menggunakan 4 subjek, yaitu mahasiswa yang telah menempuh matakuliah statistika. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan kognitif, tes learning trajectory, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Learning trajectory mahasiswa level kognitif rendah, berada pada level berpikir tingkat 3 ketika memecahkan masalah statistika, yaitu menyelesaikan masalah sederhana secara prosedural. Sementara, Learning trajectory mahasiswa level kognitif tinggi, berada pada level berpikir tingkat 6 ketika memecahkan masalah statistika, yaitu fleksibel dalam menggunakan konsep dan strategi dalam menyelesaikan masalah
EVALUASI PRAKTIK MICRO TEACHING MAHASISWA BERDASARKAN INSTRUMEN UPT-PPL Lutfiyah Lutfiyah; Ria Amalia
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.158 KB)

Abstract

Micro teaching merupakan salah satu matakuliah yang memberikan pelatihan bagi mahasiswa untuk praktik mengajar, penguatan dalam kesiapan mengajar yang dilakukan oleh mahasiswa sebelum praktik pengalaman lapangan ada pada matakuliah micro teaching, selain itu saat menempuh matakuliah micro teaching mahasiswa sudah siap untuk dievaluasi berdasarkan 8 keterampilan mengajar sebagai calon guru yang professional, evaluasi dilakukan oleh dosen pendamping berdasarkan lembar penilaian UPT-PPL. Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan capaian evaluasi praktik micro teaching mahasiswa berdasarkan instrument UPT-PPL. Desain penelitian kualitatif verifikatif, hasil penelitian bahwa evaluasi yang dilakukan pada 18 mahasiswa dengan dua kali ujian praktik micro teaching dapat dinyatakan bahwa secara keseluruhan mahasiswa semester VI sudah dikategorikan baik dengan rata-rata kedua hasil evaluasi praktik micro teaching pada 8 keterampilan mengajar yaitu evaluasi I mencapai rata-rata 78,7% dan evaluasi II mencapai rata-rata 78,9%.