Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGENDALIAN PERSEDIAAN SPARE PART DAN PENGEMBANGAN DENGAN KONSEP 80-20 (ANALISIS ABC) PADA GUDANG SUKU CADANG PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk – DAIHATSU SALES OPERATIONAL CABANG TEGAL Ida Farida; Mohammad Nafiz Rozini
Prosiding Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) 2016 Pengembangan Sumber Daya Lokal Berbasis IPTEK Vol 1, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL IPTEK TERAPAN 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) 2016 Pengembangan Sumber Daya Lokal Berbasis IPTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap perusahaan, baik itu perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur, selalu memerlukan persediaan. Pengelompokkan ABC dalam pengendalian persediaan berangkat dari konsep 80-20 yang dikenal sebagai hukum Pareto. Konsep 80-20 berguna untuk merencanakan persediaan jika klasifikasi ABC akan diterapkan untuk jenis barang yang jumlahnya banyak. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan bantuan analisis kuantitatif yaitu nilai rata-rata persediaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengendalian persediaan yang diterapkan oleh PT. Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operational Cabang Tegal. Hasil penelitian ini menunjukkan safety stock kelompok A sebanyak 1.973 unit, kelompok B sebanyak 48 unit, dan kelompok C sebanyak 11 unit. Titik pemesanan ulang (reorder point) dilakukan pada saat kelompok A berjumlah 1.573 unit, kelompok B sebanyak 217 unit, dan kelompok C sebanyak 202 unit. Persediaan rata-rata kelompok A yaitu sebanyak 2.360 unit yang setara dengan Rp98.614.960 dan untuk persediaan maksimal sebanyak 3.146 unit. Untuk kelompok B, persediaan rata-rata sebanyak 326 unit yang setara dengan Rp.25.191.650 dan untuk persediaan maksimal sebanyak 434 unit. Untuk kelompok C, persediaan rata-rata sebanyak 303 unit yang setara dengan Rp6.843.407 dan untuk persediaan maksimal sebanyak 404 unit. Kata Kunci : Analisis ABC, Persediaan, Safety Stock, ROP, ITO, Rasio Layanan
The Perception of MSME in Tegal City on Readiness Towards MSME’S Digitalization in The New Normal Era Ida Farida; Aryanto Aryanto
Jurnal Riset Akuntansi Terpadu Vol 14, No 1 (2021): JRAT
Publisher : FEB Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35448/jrat.v14i1.10399

Abstract

The Covid-19 pandemic caused a crisis in all fields, this pandemic had a wide impact on the business world at all levels, MSMEs were the hardest hit. Data from the Ministry of Cooperatives and MSMEs, totaling 163,713 MSMEs, were affected by the Covid-19 pandemic. The Ministry of Cooperatives and SMEs has set a digitization target of 10 million MSMEs by 2020. The existence of this digitalization opportunity has not been optimally utilized by MSME players. Of the approximately 64 million MSME population in Indonesia, only 13% are connected to the digital ecosystem (Kominfo.co.id, 2020). There are 930 UMKM players in Tegal City from a total of 1940 UMKM recorded by the Cooperative Office. Of the number of MSMEs, some were able to survive and some had to close their businesses in the end. This is because some MSME players have not digitized their business. Perceptions of usefulness, perceived ease of use, and HR competence are factors that also influence MSME actors to readiness in implementing digitalization of their business. The purpose of this study was to determine the effect of perceived usefulness, perceived ease of use, and HR competence on the readiness of MSMEs towards business digitization in the new normal era. The results of this study indicate that the perceived usefulness variable has no effect on the readiness of MSMEs towards digitalization, while the variables of perceived ease of use and HR competencies have an effect on the readiness of MSMEs towards digitization.
MODEL PENDAMPINGAN UMKM PENGOLAHAN HASIL LAUT DENGAN METODE PENDEKATAN PENDAMPINGAN TERINTEGRASI Yeni Priatna Sari; Ida Farida; Hetika Hetika
Monex: Journal of Accounting Research Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/monex.v8i1.1269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari format pemberian pelatihan dan pendampingan yang tepat untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang ada di Tegal. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan mengambil data primer berupa wawancara dengan responden serta data sekunder dari laman kementerian Koperasi dan UMKM dan laman lain nya.   Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemangku kepentingan dalam hal ini ini adalah pemerintah dalam upaya pengembangan UMKM di waktu yang akan datang.Kata kunci : pendampingan UMKM, Pendampingan terintegrasi
KESIAPAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH INDUSTRI BATIK TEGALAN UNTUK MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Ida Farida; Aryanto Aryanto; Sunandar Sunandar
Monex: Journal of Accounting Research Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/monex.v10i1.2151

Abstract

AbstrakProfesor Klaus Schwab memperkenalkan Revolusi industri 4.0 yang pada saat itu berawal dari memperkenalkan  cyber-physical dimana industry menggunakannya.Manusia, mesin dan data membentuk  konektivitas secara virtual dari semua lini. Di Indonesia sendiri untuk perkembangan industri 4.0 memilki dampak yang cukup besar secara global. Strategi Making Indonesia 4.0 telah diluncurkan oleh Kementerian Perindustrian. Di setiap negara berkembang maupun di negara maju, ujung tombak pembangunan ekonomi adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurut Kementerian PPN/Bappenas laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia belakangan ini meningkat sebanyak 0,05 persen. Salah satu penopang pertumbuhan ekonomi itu terlihat dari geliat kegiatan usaha kecil yang signifikan, melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) baik di sektor tradisional maupun modern. Perkembangan UMKM di Kota Tegal merupakan salah satu penyumbang PAD, untuk itu pemerintah Kota fokus mengembangkan UMKM sehingga mengalami peningkatan dari 35.460 ditahun 2015 menjadi 36.202 unit usaha pada tahun 2016, naik sekitar 20,9%. Namun demikian UMKM kita memiliki kelemahan dalam meningkatkan kemampuan usahanya yaitu diantaranya kurang nya permodalan, keterampilan menejerial, keterampilan beroperasi dalam mengorganisir dan pemasarannya. UMKM Kota Tegal khususnya batik Tegalan mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan teknologi industri 4.0 yang disebabkan tidak memilikinya tenaga serta diluar jangkauan UMKM memasuki area baru dalam hal produk maupun produksi. Perekmbangan UMKM batik Tegalan dalam memasuki industry 4.0 diperlukan sebuah kesiapan pelaku UMKM, menilai kesiapan suatu usaha untuk berinovasi baru, teknologi informasi dan komunikasi merupakan syarat penting untuk mengembangkan dan mengikuti pasar. 
ANALISIS PELAPORAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) DENGAN APLIKASI E-FAKTUR PADA PT RAMADHAN CATURKARSA LAYORDA TEGAL Ririh Sri Harjanti; Nurul Mahmudah; Ida Farida
Monex: Journal of Accounting Research Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/monex.v8i1.1262

Abstract

Dengan adanya pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan aplikasi E-Faktur diharapkan suatu perusahaan mudah dalam administrasi perpajakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan aplikasi E-Faktur pada PT Ramadhan Caturkarsa Layorda Tegal. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis Deskriptif Kualitatif dan kuantitatif yaitu analisis data dengan mendeskripsikan informasi yang diperoleh yaitu mekanisme penggunaan aplikasi e-faktur , pajak keluaran berdasarkan faktur keluaran, pajak masukan berdasarkan faktur masukan, dan pelaporan PPN dengan aplikasi e-faktur pada perusahaan terkait untuk tahun 2017. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa PT Ramadhan Caturkarsa Layorda Tegal dalam menerapkan aplikasi e-faktur untuk menerbitkan faktur, dan pelaporan PPN sudah sesuai dengan peraturan perundang – undangan Perpajakan. Selama tahun 2017, diketahui bahwa perusahaan senantiasa tepat waktu dalam pelaporan PPN dengan aplikasi E-Faktur. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan aplikasi e-Faktur pada perusahaan sudah sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Kata kunci : Pelaporan,,Pajak Pertambahan Nilai, E-Faktur 
PERANAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) KOTA TEGAL Ida Farida; Aryanto Aryanto; Sunandar Sunandar
Monex: Journal of Accounting Research Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/monex.v8i1.1260

Abstract

Small and medium industries (IKM) play an important role in economic development because the employment rate is relatively high and the capital investment needs are small. Currently improving the performance of small and medium industries (IKM) is still being hit by various obstacles and challenges in the face of competition. Barriers and challenges faced by SME entrepreneurs in improving their business performance are limited capital. The role of banks in economic development is to channel funds for economic activities, one of which is in the form of credit for individual or business entities. Bank Rakyat Indonesia (BRI) has a commitment to help develop Small and Medium Industries (IKM) and improve community welfare.This study aims to determine the role of Business Credit (KUR) in developing Small and Medium Industries (IKM) in Tegal City. This type of research is causative research with survey methods to explain the role of the People's Business Credit (KUR) for the development of Small and Medium Industries. Keywords: People's Business Credit (KUR), Small and Medium Industries (IKM)
IbM PELATIHAN BUSINESS PLAN PADA UMKM KOTA TEGAL Ida Farida; Aryanto Aryanto; Sunandar Sunandar; Hetika Hetika; Krisdiyawati Krisdiyawati
Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v2i2.1384

Abstract

Perencanaan bisnis merupakan alat yang sangat penting bagi pengusaha maupun pengambil keputusan kebijakan perusahaan. Tujuan perencanaan bisnis adalah agar kegiatan bisnis yang akan dilaksanakan maupun yang sedang berjalan tetap berada di jalur yang benar sesuai dengan yang direncanakan. Perencanaan bisnis juga merupakan pedoman untuk mempertajam rencana-rencana yang diharapkan, karena dalam perencanaan bisnis kita dapat mengetahui posisi perusahaan kita saat ini, arah tujuan perusahaan dan cara mencapai sasaran yang diinginkan. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kabupaten Tegal selama ini belum dapat menerapkan perencanaan bisnis dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Jika dilihat dari segi potensi, UMKM di Kabupaten Tegal sangat memiliki banyak peluang untuk mengembangkan usahanya. Oleh karena itu pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, kami tim dosen Prodi Akuntansi akan memberikan pelatihan kepada UMKM terkait dengan perencanaan bisnis yang bertujuan untuk mengembangkan usahanya. Permasalahan utama yang berkaitan dengan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah UMKM yang berkembang di Kabupaten Tegal saat ini masih belum menerapkan ilmu perencanaan bisnis dimana perencanaan bisnis sangat diperlukan sebagai alat yang sangat penting bagi pengusaha maupun pengambil keputusan kebijakan perusahaan agar kegiatan bisnis yang akan dilaksanakan maupun yang sedang berjalan tetap berada di jalur yang benar sesuai dengan yang direncanakan selain itu juga dapat digunakan sebagai alat untuk mencari dana dari pihak ketiga, seperti pihak perbankan, investor, lembaga keuangan dan sebagainya.  Kata kunci : Bussines Plan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KINERJA UMKM DI KOTA TEGAL Ida Farida; Sunandar Sunandar; Aryanto Aryanto
Monex: Journal of Accounting Research Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/monex.v8i2.1385

Abstract

Tegal City has many small and medium industries. The development of UMKM in Tegal City increases the absorption of the highest labor compared to other business units (Department of Industry and Trade, Cooperatives and UMKM, Tegal City, 2015). To continue to develop UMKM in Tegal City must be able to improve competitiveness and self quality so that the performance of UMKM can also increase.Educational background is an important capital in determining the quality of human resources so that it will produce high quality and competitive products. Continuity of business development and progress is influenced by the educational background of UMKM entrepreneurs. With quality human resources will create new and innovative creations. Innovative and quality products will certainly increase competitiveness with products from outside. . The use of e-commerce systems in the marketing process of UMKM products is an important factor in improving the performance of UMKM. With e-commerce UMKM entrepreneurs can increase and expand market share and increase sales. This study aims to determine the effect of the ability to prepare financial statements, educational background and interest in using e-commerce on the performance of UMKM in Tegal City.
Strategi Pemberdayaan Pengecer dan Penjual Tradisional dalam Meningkatkan Daya Saing terhadap Pasar Modern di Wilayah Tegal Ida Farida; Aryanto Aryanto; Sunandar Sunandar
JURNAL ONLINE INSAN AKUNTAN Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Online Insan Akuntan (Juni 2020)
Publisher : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.05 KB) | DOI: 10.51211/joia.v5i1.1316

Abstract

Abstrak:. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemberdayaan pengecer dan penjual tradisional dalam meningkatkan daya saing terhadap pasar modern di wilayah Kota Tegal. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Penelitian ini menafsirkan dan menguraikan data yang bersangkutan dengan situasi yang sedang terjadi, sikap serta pandangan yang terjadi di dalam suatu masyarakat, pertentangan antara dua keadaan atau lebih, hubungan antar variable yang timbul, perbedaan antar fakta yang ada serta pengaruhnya terhadap suatu kondisi, dan sebagainya. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengecer dan penjual tradisional di Kota Tegal memiliki banyak kelemahan dalam menghadapi persaingan dengan minimarket modern. Meskipun ada beberapa undang-undang dan peraturan pemerintah tentang perlindungan pengecer / penjual tradisional dalam menghadapi pasar modern, peraturan ini tidak berfungsi secara optimal. Pengecer dan penjual tradisional dalam menghadapi persaingan memiliki strategi agar tetap bisa bertahan. Namun, dalam menerapkan strateginya para pelaku mengalami bermacam-macam kendala dalam mengatasi kendala-kendala yang ada dibutuhkan dukungan dari pemerintah. Kata kunci: Pengecer, Penjual Tradisional, Daya saing, Pasar modern Abstract: The purpose of this study was to determine the strategy of empowering traditional retailers and sellers in enhancing competitiveness of modern markets in the City of Tegal. In this research the research method used is descriptive analysis. This study interprets and describes the data concerned with the situation that is happening, attitudes and views that occur in a society, conflict between two or more conditions, the relationship between variables that arise, differences between existing facts and their influence on a condition, and so on . The results of the study concluded that traditional retailers and sellers in Tegal City had many weaknesses in facing competition with modern minimarkets. Although there are several laws and government regulations regarding the protection of traditional retailers / sellers in dealing with modern markets, these regulations do not function optimally. Traditional retailers and sellers in the face of competition have a strategy to stay afloat. However, in implementing the strategy the actors experienced various obstacles in overcoming the existing obstacles needed support from the government. Keywords: Retailers, Traditional Sales, Competitiveness, Modern Markets
Upaya Peningkatan Pemahaman Kewajiban Perpajakan Pada Pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Tegal Ida Farida; Sunandar Sunandar; Yeni Priatna Sari
Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.775 KB) | DOI: 10.30591/japhb.v1i1.685

Abstract

Industri Kecil dan Menengah (IKM) tidak akan pernah lepas dari istilah  perpajakan. Mengingat pentingnya pajak bagi Negara Indonesia maka diupayakan agar masyarakat Indonesia khususnya para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Tegal semakin banyak yang memahami tentang pajak khususnya Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi. Pelatihan pengisian SPT pajak PPh orang pribadi merupakan salah satu upaya yang dilakukan agar para pelaku Industri Kecil dan Menengah  (IKM) semakin mengerti akan pentingnya pemenuhan kewajiban perpajakan karena Undang-undang (UU) perpajakan di Indonesia terus mengalami perubahan. perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) baik wajib pajak badan maupun wajib pajak pribadi mulai tahun 2009 harus mengacu pada UU PPh baru. Wajib pajak yang tidak ber-NPWP akan dikenakan wajib pajak yang lebih tinggi. Perubahan ini pasti akan berdampak pada masyarakat dengan semakin banyaknya warga Negara yang ber-NPWP. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan peserta mampu memahami pokok-pokok perubahan dari UU perpajakan yang baru.Kata Kunci : IKM, SPT PPh Orang Pribadi, NPWP, Perpajakan.