Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penerapan Model Kooperatif Dengan Metode Peta Konsep Pada Pokok Bahasan Gerak Melingkar Untuk Menuntaskan Hasil Belajar Siswa di MA Sabilul Muttaqien S. Ida Kholida; Suprianto Suprianto
Wacana Didaktika Vol 3 No 2 (2015): Desember 2015 (Versi Cetak)
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.401 KB) | DOI: 10.31102/wacanadidaktika.3.2.170-185

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa khususnya kelas XI MA Sabilul Muttaqien pada mata pelajaran fisika disebabkan oleh kesulitan siswa dalam memahami konsep fisika, selain itu metode pembelajaran yang digunakan juga kurang tepat, serta sistem belajar siswa masih individual. Upaya untuk menuntaskan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan model kooperatif dan metode peta konsep. Penelitian ini bertujuan: (1). Untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa di kelas XI MA Sabilulmuttaqien dengan diterapkannya model kooperatif dengan metode peta konsep. (2). Untuk mengetahui aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilaksanakan tiga siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, evaluasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI MA Sabilul Muttaqien tahun pelajaran 2014/2015. Analisis data yang digunakan adalah teknik statistik deskriptif. Dari hasil analis didapatkan bahwa hasil belajar siswa dari Siklus I sampai Siklus III sudah mencapai kriteria ketuntasan dengan persentase yaitu, Siklus I (55%), Siklus II (80%), Siklus III (90%) dan aktivitas siswa sangat antusias di mana dapat dilihat di lampiran aktivitas siswa. Hasil evaluasi pretespostes yaitu dari 10,00% (tidak tuntas) menjadi 95,00%(tuntas). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif dengan metode peta konsep dapat menuntaskan hasil belajar fisika dan aktivitas siswa MA Sabilul Muttaqien pada pokok bahasan Gerak Melingkar.
Panduan Praktikum Fisika Dasar 1 Berbasis Guided Inquiry Terhadap Peningkatan Hard Skills dan Soft Skills Mahasiswa Suprianto Suprianto; S. Ida Kholida; Herman Jufri Andi
Momentum: Physics Education Journal Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.233 KB) | DOI: 10.21067/mpej.v1i2.2073

Abstract

Abstract This study aims to analyze the significant influence of the use of first basic physics guide based on a guided inquiry to increased hard skills and soft skills of students. The experimental design used was "One Group Pretest-Postest Control Groups Design". This research was conducted at Integrated Laboratory of Islamic University of Madura. The sample of the study is the students who follow the first Basic Physics Practicum. The instruments used are hard skills observation sheet and student soft skills. Data analysis using SPSS16 for windows software help. Based on the research results, the average value of hard skills posttest is 4.01 with the category "Good", while the average value of soft skills is 4.35 which is categorized as "Excellent". For analysis using SPSS16 for windows obtained t-test hard skills and soft skills of student equal to 13,175 and 12,551 with sig. 0.00. This indicates that there are significant differences in students' hard skills and soft skills during pretest and posttest. From the result of the research, it can be concluded that there is a significant influence of the use of first basic physics guide based on a guided inquiry to increased of hard skills and soft skill of students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya pengaruh yang signifikan penggunaan panduan praktikum fisika dasar 1 berbasis guided inquiry terhadap peningkatan hard skills dan soft skill mahasiswa. Rancangan eksperimen yang digunakan adalah " One Group Pretest-Postest Control Groups Design". Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Madura. Sampel penelitian adalah mahasiswa yang mengikuti matakuliah Praktikum Fisika Dasar 1. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan hard skills dan soft skills mahasiswa saat praktikum fisika dasar 1. Analisis data menggunakan bantuan software SPSS16 for windows. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rerata posttest hard skills sebesar 4,01 dengan kategori “Baik”, sedangkan nilai rerata soft skills sebesar 4,35 yang berkategori “Sangat Baik”. Untuk uji analisis menggunakan SPSS16 for windows diperoleh t hitung hard skills dan soft skills mahasiswa sebesar 13,175 dan 12,551 dengan sig. 0.00. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan hard skills dan soft skills mahasiswa saat pretest dan posttest. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan panduan praktikum fisika dasar 1 berbasis guided inquiry terhadap peningkatan hard skills dan soft skill mahasiswa.
The Effectiveness of Basic Physics Experiment Module Based on Guided Inquiry Model in Improving Hard Skills and Soft Skills of Prospective Physics Teachers Suprianto, S.; Kholida, S. I.; Andi, H. J.; Mahardika, I. K.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v14i2.11579

Abstract

The purpose of this research is to identify the effectiveness of the first basic physics practice module based on guided inquiry on improving students’ hard skills and soft skills. The experimental design is "One Group Pretest-Pottest Control Groups Design". The samples of the research are the students who take the first basic physics practice. Data analysis techniques were effect size and gain score. Based on the result of the research, it was found that the improvement of hard skills and soft skills of the students reached 0.49 and 0.61 which was categorized as moderate. For effect size obtained data of 2.65 and 3.61 for hard skills and soft skills are categorized very high. It can be concluded that the effectiveness of the use of the first basic physics practice module based on guided inquiry is very significant to improve hard skills and soft skills of the students.Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi keefektifan penggunaan panduan praktikum fisika dasar 1 berbasis guided inquiry terhadap peningkatan hard skills dan soft skills mahasiswa. Desain eksperimen yang digunakan adalah One Group Pretest-Postest Control Groups Design. Sampel penelitian adalah mahasiswa yang menempuh praktikum fisika dasar 1. Teknik analisis data yang digunakan adalah effect size dan gain score. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh peningkatan hard skills dan soft skills mahasiswa mencapai 0.49 dan 0.61 yang berkategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan panduan praktikum fisika dasar 1 dapat meningkatkan hard skills dan soft skills mahasiswa. Untuk uji effect size diperoleh data sebesar 2.65 dan 3.61 untuk hard skills dan soft skills yang berkategori tinggi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kefektivitas penggunaan modul panduan praktikum fisika dasar 1 berbasis guided inquiry sangat efektif untuk meningkatkan hard skills dan soft skills mahasiswa.
Efektivitas Penerapan Model Inkuiri Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Sub Pokok Bahasan Cermin Datar Suprianto Suprianto; S. Ida Kholida
Wacana Didaktika Vol 3 No 2 (2015): Desember 2015 (Versi Cetak)
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.57 KB) | DOI: 10.31102/wacanadidaktika.3.2.151-158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas penerapan model pembelajaran inkuiri dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional terhadap peningkatan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran fisika. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan rancangan pre-test post-test nonequivalen control group design. Populasi penelitian di SMP Ma‟arif 09 Pamekasan kelas VIII, dan sampelnya adalah kelas VIII-1 sebagai kelas Eksperimen yang berjumlah 14 siswa menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri sedangkan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 12 siswa menggunakan Model Pembelajaran Konvensional. Berdasarkan hasil penelitian, ditinjau dari nilai rata-rata kelas nilai prestasi belajar di kelas eksperimen adalah 32.85 sedangkan di kelas kontrol adalah 28.75. Sedangkan dari perhitungan statistik menggunakan uji t, diperoleh thitung = 2.093 sedangkan ttabel = 2.064 dengan taraf signifikansi 5%. Dengan demikian thitung > ttabel, maka nilai tersebut menunjukkan adanya perbedaan signifikan terhadap skor prestasi belajar diantara keduanya. Menurut rerata g factor diperoleh 0,47 (kategori sedang) untuk kelas eksperimen dengan rentang g factor (0,08 – 0,71) sedangkan untuk kelas kontrol rerata g factor sebesar 0,34 (kategori sedang) dengan rentang g factor (0,08 – 0,71). Hal ini menunjukkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Inkuiri lebih efektif untuk meningkatkan prestasi belajar dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.
Efektifitas Penggunaan Model Pembelajaran Kreatif Produktif Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas VII SMP Suprianto Suprianto; Aan Nurul Qomariyah; Mohammad Lutfi; Siti Nur Aizatul Qomariyah
Wacana Didaktika Vol 5 No 01 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.813 KB) | DOI: 10.31102/wacanadidaktika.5.01.67-75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran kreatif produktif terhadap keterampilan proses sains siswa kelas VII SMP serta untuk mengidentifikasi efektivitas model pembelajaran kreatif produktif terhadap keterampilan proses sains siswa kelas VII SMP dibanding dengan model pembelajaran langsung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalag quasi experiment dengan design pretes-postest control group design. Analisis data yang digunakan adalah uji efektivitas dan uji gain Normalisasi serta uji normalitas dan uji homogenitas sebagai uji prasyarat uji t. Berdasarkan uji efektivitas didapatkan data sebesar 2,18 dengan kategori Tinggi. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran kreatif produktif lebih efektif terhadap keterampilan proses sains dibandingkan dengan pembelajaran langsung. Berdasarkan uji N-Gain diperoleh nilai 0,89 dengan kategori Tinggi untuk kelas eksperimen sedangkan 0,57 dengan kategori sedang untuk kelas kontrol. Hal ini membuktikan bahwa peningkatan keterampilan proses sains siswa dengan menggunakan pembelajaran kreatif produktif lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran langsung. Berdasarkan uji t diperoleh t-hitung 6,287 dengan signifikan 0,000<0,05; hal ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran kreatif produktif terhadap Keterampilan Proses Sains siswa.
Front Matter (cover, Editor Boards dan daftar Isi) Suprianto Suprianto
Wacana Didaktika Vol 6 No 01 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.1 KB)

Abstract

Front Matter (cover, Editor Boards dan daftar Isi)
Front Matter (cover, Editor Boards dan daftar Isi) Suprianto Suprianto
Wacana Didaktika Vol 5 No 02 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.24 KB)

Abstract

Front Matter terdiri dari cover, Editor Boards dan daftar Isi
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMA HIDAYATUN NAJAH Suprianto Suprianto; S. Ida Kholida
Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/gravity.v2i1.915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh yang signifikan penerapan pendekatan pembelajaran STM terhadap peningkatan hasil belajar siswa serta untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dengan menggunakan pendekatan pembelajaran STM. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang membagi sampel menjadi dua kelompok yaitu kelas X-1 sebagai kelompok eksperimen yang menerapkan pendekatan pembelajaran STM sedangkan kelas X-2 sebagai kelompok kontrol yang menerapkan model model pembelajaran Langsung. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa kelompok eksperimen dengan uji N-gain diperoleh 0,64 sedangkan kelompok kontrol yaitu 0,46. Hasil uji-t peningkatan hasil belajar siswa memperoleh thitung= 2,37 sedangkan ttabel=2,00 dengan taraf signifikansi 0,05. Rata-rata persentase hasil pengamatan aktivitas belajar siswa dengan pembelajaran STM adalah 61,8% sedangkan model pembelajaran Langsung sebesar 45,5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penerapan pendekatan pembelajaran sains teknologi masyarakat terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan pendekatan pembelajaran sains teknologi masyarakat dikategorikan sedang, sedangkan aktivitas belajar siswa yang menerapkan pembelajaran STM lebih baik dari pada pembelajaran Langsung.
Studi Karakteristik I-V Sel Surya p-i-n Silikon Amorf Terhidrogenasi (a-Si:H) Suprianto Suprianto; Eddy Yahya; Darminto Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.419 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v7i2.905

Abstract

Telah dideposisi lapisan tipis silikon amorf terhidrogenasi dengan tehnik Plasma Enhanced Chemical Vapor deposition (PECVD) dengan daya RF sebesar 5 watt. Selanjutnya lapisan a-Si:H yang terbentuk diaplikasikan sebagai lapisan-i divais sel surya p-i-n. Hasil pengukuran karakteristik I-V dibawah penyinaran 24,7 mW/cm2 pada luas 1 cm2 menunjukkan nilai VOC dan ISC masing-masing 0,568 volt dan 2,71 mA/cm2. Sedangkanpada luas 0,25 cm2 diperoleh nilai VOC dan ISC masing-masing 0,449 volt dan 6,58 mA/cm2 dengan effisiensi 5,31%.
PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA FISIKA Suprianto Suprianto; S. Ida Kholida; Herman Jufri Andi
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Vol 2, No 2 (2016): Available Online in Desember 2016 (Web of Science Indexed)
Publisher : Department of Science Education, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.451 KB) | DOI: 10.30870/jppi.v2i2.427

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara terbatas dengan sebagian guru IPA fisika MTs di kecamatan Camplong Kabupaten Sampang didapatkan informasi bahwa hasil belajar siswa masih rendah dibawah KKM yang sudah ditentukan pihak sekolah. Hal ini disebabkan karena kurangnya penggunaan media pembelajaran, proses pembelajaran masih bersifat teacher centered sehingga sebagian besar siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pemanfaatannya dalam kehidupan nyata. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh pendekatan CTL berbantuan media powerpoint terhadap peningkatan hasil belajar IPA fisika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Quasi Experimen dengan menggunakan Nonrandomized Control Group Pretest-Postest Design dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes objektif bentuk pilihan ganda. Tes ini terdiri dari empat pilihan (opsi) dan hasilnya diuji melalui statistik uji “t”. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung sebesar 10,81 sedangkan ttabel sebesar 2,021 pada taraf signifikansi 0,05 atau dapat diketahui thitung > ttabel. Dari perhitungan N-gain, dapat dinyatakan bahwa peningkatan hasil belajar fisika yang diterapkan pendekatan CTL berbantuan media powerpoint lebih tinggi dari pada pembelajaran konvensional yaitu 0,71 > 0,52. Berdasarkan hasil analisis statistika dan deskriptif maka dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pendekatan CTL berbantuan media powerpoint terhadap peningkatan hasil belajar fisika siswa di kelas VIII MTs.