Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Komponen Bioaktif dan Aktivitas Antioksidan Kerang Balelo (Conomurex sp.) : Bioactive Compound and Antioxidant Activity of Balelo Sea Snail (Conomurex sp.) Nurhikma; Mirsa; Diah Anggraini Wulandari
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 24 No 1 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v24i1.33024

Abstract

Moluska memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam bidang pharmaceutical dan nutraceutical yaitu sebagai sumber antioksidan baru. Penelitian ini bertujuan mengkaji senyawa yang aktif dan aktivitas antioksidan pada daging kerang balelo (Conomurex sp.) berasal dari perairan Derawan, Kalimantan Timur. Ekstraksi kerang balelo dilakukan dengan tiga jenis pelarut yaitu metanol, etanol, dan etil asetat. Metode analisis yang dilakukan meliputi analisis rendemen, komposisi kimia, senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Kerang balelo memiliki kadar protein 27,30%, kadar air 56,29% kadar abu 2,00%, kadar lemak 10,30%, dan kadar karbohidrat sebesar 4,11%. Rendemen daging kerang balelo yaitu 34,7%, sedangkan rendemen ekstrak metanol, etanol dan etil asetat yaitu 15,33 %, 15,16 % dan 0,89%. Kerang balelo mengandung senyawa bioaktif alkaloid, tanin, saponin, fenol hidrokuinon dan steroid yang berfungsi sebagai antioksidan dengan nilai IC50 1.055, 8 µg/mL pada ekstrak metanol, 1.165,9 µg/mL ekstrak etanol dan ektrak etil asetat 1.220,53 µg/mL.Kerang balelo berpotensi sebagai antioksidan dan memiliki senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan dalam bidang pharmaceutical dan nutraceutical.
DIVERSITAS MOLUSKA DI PANTAI PAMEUNGPEUK, GARUT SELATAN, JAWA BARAT Diah Anggraini Wulandari; Mudjiono; Muhammad Safaat; Ayub Sugara
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v14i1.34718

Abstract

Moluska memiliki cara unik dalam mempertahankan dirinya pada daerah intertidal, selain itu moluska di daerah ini memiliki keanekaragaman yang berbeda dibandingkan zona lainnya. Oleh karena itu, perlu kajian mendalam terkait keanekaragaman dan cara adaptasi moluska pada daerah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan keanekaragaman moluska, cara adaptasi moluska pada gelombang tinggi, potensi ekonomis moluska, serta menentukan klaster komunitas moluska di Pantai Pamengpeuk, Jawa Barat. Penelitian ini berlokasi di Pantai Bubujung, Pantai Karang Paranje, Pantai Santolo Indah, Pantai Karang Papak, Pantai Taman Manalusu, Pantai Cicalobak, Pantai Karang Wangi, Pantai Ranca Buaya 2 dan Pantai Ranca Buaya 1 dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil pengamatan ditemukan 37 spesies moluska yang terdiri dari 33 jenis gastropoda dan 4 jenis bivalvia. Moluska di daerah ini beradaptasi dengan cara bersembunyi pada bebatuan dan mencari daerah yang lembab untuk mempertahankan kadar air di dalam tubuhnya. Famili dengan jumlah individu dan penyebaran tertinggi adalah Nodilittorina, Trochoides, dan Littorinidae. Indeks keanekaragaman (H') moluska tertinggi yaitu Pantai Ranca Buaya 1 dengan indeks keanekaragaman 2,8, sedangkan indeks kemerataan tertinggi (e) yaitu Pantai Parenje (0,92). Moluska yang berpotensi ekonomis untuk dikembangkan di Pantai Pamengpeuk, Garut Selatan antara lain Planaxis sulcata, Nerita polita, Nerita picea, Cerithium eburneum, dan Turbo setosus. Pantai Pemengpeuk memiliki tingkat keanekaragaman yang tinggi sehingga berpotensi untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kelestarian dan perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.
TOKSISITAS NANOPARTIKEL TERHADAP BIOTA DAN LINGKUNGAN LAUT Muhammad Safaat; Diah Anggraini Wulandari
Jurnal Kelautan Nasional Vol 16, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.421 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v16i1.9051

Abstract

Nanopartikel disintesis melalui metode fisika, kimia, dan green synthesis. Kelemahan dari metode fisika adalah konsumsi energi yang tinggi, sedangkan metode kimia memiliki potensi bahaya yang tinggi dalam toksisitas atau produk samping dari reaksi. Penanganan nanomaterial yang tidak tepat merupakan hal yang harus diperhatikan karena dapat membahayakan ekosistem laut. Faktor bahaya dari nanopartikel logam oksida adalah disolusi, yaitu pelepasan ion logam dari logam oksida ke dalam media perairan dan penyerapan ion logam oleh organisme sekitar. Nanopartikel dapat teradsorpsi ke permukaan sel dan menyebabkan perubahan struktur membran lipid dari sel melalui reaksi peroksidasi. Penyebab pembentukan ion logam di air laut terjadi karena terdapat senyawa organik alami seperti asam fulvat dan sistein. Toksisitas nanopartikel terhadap biota laut tergantung pada sifat fisikokimia nanopartikel saat berada di dalam air. Pemakaian nanopartikel yang turut serta dalam pendistribusian nanopartikel sebagai bahan pencemar di ekosistem perairan akan dijelaskan. Selain itu, analisis implikasi dari sintesis nanopartikel terhadap efek toksik yang ditimbulkan juga akan dilakukan sebagai evaluasi efektivitas dari metode sintesis nanopartikel terhadap lingkungan.
PERANAN CUMI-CUMI BAGI KESEHATAN Diah Anggraini Wulandari
OSEANA Vol 43 No 3 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian Oseanografi LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/oseana.2018.Vol.43No.3.66

Abstract

THE BENEFITS AND ROLE OF SQUID FOR HEALTH. Squids are rich in protein with a protein content 15-20%. Squids containing macro and micro minerals such as sodium, potassium, phosphorus, calcium, magnesium and selenium, besides that squid also comprise essential amino acids such as tryptophan, threonine, methionine, lysine, leucine, isoleucine, valine, phenylalanine, and non-essential amino acids such as glutamic acid, aspartic acid, tyrosine, cysteine, serine, proline, glycine, arginine and histidine. Squid ink contain alkaloids that potential as anti-inflammatory, antihypertensive, anti-diabetic, anti-microbial and anti-malaria agents. The benefit of Squids in the food industry are an enhancer of flavor and an artificial leather constituent in the biomedical field.
MORFOLOGI, KLASIFIKASI, DAN SEBARAN CUMI-CUMI FAMILI LOLINGINIDAE Diah Anggraini Wulandari
OSEANA Vol 43 No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian Oseanografi LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/oseana.2018.Vol.43No.2.21

Abstract

MORPHOLOGY, CLASIFICATION, AND DISTRIBUTION OF SQUID FAMILY LOLINGINIDAE. Squids are one of Indonesian export commodities that is produced in frozen, salted, dried or canned, however the information about biology, ecology, habitat and distribution of squid are little known. Squid have ten tentacles equipped with suction, and generates ink to defend against their enemies. Squids are demersal or semi-pelagic animal that lives in the waters column up to a depth of 400 m with diurnal movements. Squids reproduce sexually and by deocious. Squids with family Lolinginidae (genus Lolious) are distributed across the Indonesian waters with temperatures of 8 to 32 C and salinity of 8.5 to 30 ppm. Familly Lolinginidae is grouped into several genera included Afrololigo, Allotheuthis, Dorytheuthis, Heterololigo, Loliolus, Lollinguncula, Pickfordiateuthis, Sepioteuthis, dan Urotheuthis
Pengaruh Defatting, Frekuensi Pencucian dan Penyimpanan Beku Terhadap Kualitas Surimi Ikan Lele Anhar Rozi; Ikhsanul Khairi; Reni Tri Cahyani; Stephani Bija; Nurhikma Nurhikma; Nuring Wulansari; Deden Yusman Maulid; Siluh Putu Sri Dia Utari; Diah Anggraini Wulandari
Jurnal FishtecH Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/fishtech.v9i2.11955

Abstract

Catfish was a suitable alternative for the main raw material for making surimi, because it has a high protein content, easy to found and than has good prospective to be made surimi product. The aimed of this study to analyze effect of defatting, washing cycle, and frozen storage was add cryoprotectant. This research was conducted three step that is deffating, washing, and made surimi. The concentration of the selected for defatting processed was NaH2PO4 2% during 10 minutes and the result fat content was 0.15%. The best washing was one time of made kamaboko and has gel strength (510.35 g.cm), and the best quality (PLG : 0%; pH : 6.53; water content : 76.6%; folding test : 3.22; bite test : 3,77) when compared with washing cycle two times and three times. The best cryoprotectant addition was 4% trehalose and result of gel strength was 354.15 g.cm for three weeks of frozen storage.