Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

SIKAP HIDUP MASYARAKAT MADURA DALAM KUMPULAN CERPEN MATA BLATER KARYA MAHWI AIR TAWAR Faizin, Faizin
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 1, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.781 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v1i2.2613

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mendeskripsikan sikap hidup masyarakat Madura yang dikaitkan dengan kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan jenis penelitian adalah kualitatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan cerpen Mata Blater karya Mahwi Air Tawar dan diterbitkan pada tahun 2010, datanya berupa satuan cerita dari kutipankutipan yang sesuai dengan tujuan dan fokus penelitian. Hasil penelitian meliputi dua sikap; (1) sikap hidup masyarakat Madura yang hormat dan patuh terhadap orang tua, kiai, dan pejabat, (2) sikap hidup masyarakat Madura yang pemberani dalam segala aspek kehidupan.Kata Kunci: sikap hidup, hormat dan patuh, pemberaniAbstract: This study aimed to describe the Madurese people’s life attitude associated with their social life. This study used the literary sociology approach which is qualitative in nature. The method was descriptive analysis. The data were the story units quoted in accordance with the purposes and focus of this study. The source of data was the short story collection of Mata Blater (abbreviated MB) written by Mahwi Air Tawar and published in 2010. The results covered two types of attitude: (1) the honorable and obedient attitude ofMadurese people towards parents, kiai, and officers and (2) courageous attitude of Madurese people in every aspect of life.Keywords: life attitude, respect and obedience, braver
PEMIKIRAN LEMBAGA DAKWAH ISLAM INDONESIA (LDII): ANALISIS PRAKTIK KEAGAMAAN DAN PENGARUHNYA DI KABUPATEN KERINCI Faizin, Faizin
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pokok dalam penelitian ini antara lain: 1) bagaimana latarbelakang sejarah LDII di Kerinci; 2) bagaimana asas keagamaanLDII?; dan 3) bagaimana pengaruh paham keagamaanLDIIaspek Ibadah?.Kaedah penelitian yang digunakan adalahkualitatif dengan menggunakan teknik analisa dataflowanalysis. Hasil penelitian antara lain: 1) LDII menyebar dan berkembang di Kabupaten Kerinci sekitar tahun 80-an; 2) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sebagai organisasi Islam berasas kepada al-Qur’an dan Hadith (Jama’ah), Ijma’ dan Qias; dan 3) Pertama Dalam aspek keagamaan,  LDII menerima al-Qur’an dan hadith Nabi s.a.w sebagai asas beragama. Demikian juga qaul sahabat baik dari segi qias mahupun ijmaknya. Kedua, aspek politik, LDII mempunyai pandangan kepada sistem pemerintahan khalifah yang dipimpin oleh seorang ‘amir. Namun terhadap sistem kenegaraan LDII mengambil sikap moderat. Ketiga dalam bidang ekonomiLDII berasakan kepada syari’at Islam. Keempaat, dalam bidang sosial Budayatelah memberikan pengaruh terhadap ahli-ahli LDII seperti terhadap adat (‘urf), hak dan kedudukan wanita dan sosio kemasyarakatan. 
HUKUM PERCERAIAN DISEBABKAN OLEH LI’AN Faizin, Faizin
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 14 No 1 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to Islamic law, the despair and the end of a marriage in a conjugal situation can occur at the instance of her husband through divorce. While the conclusion of a marriage is the will of the husband and wife can occur through curses, that the oath taken spouses in which there is the curse of God if the statement is not true with respect to his vow husband alleged that his wife had committed adultery with another man. The allegations in the absence of witnesses, as required for the issue of adultery four witnesses. My husband Saw his wife admitted having sexual relations with another person, whereas witness Saw the act of adultery, the wife or husband denies and says that for several months did not have sexual relations with a variety of reasons. Under the provisions of article 162 is a common thread that can be taken by the husband and wife do lian each other, then there was a break between them for ever. Children conceived following his mother.Menurut syari’at Islam, putus asa dan berakhirnya suatu perkahwinan dalam keadaan suami-istri dapat terjadi atas kehendak suami melalui talak. Sedangkan berakhirnya suatu perkawinan atas kehendak suami juga isteri dapat terjadi melalui li’an, yaitu sumpah yang dilakukan suami atau isteri yang didalamnya terdapat pernyataan sikap dilaknat Allah jika sumpahnya tidak benar sehubungan dengan tuduhan suami bahwa isterinya telah berbuat zina dengan laki-laki lain.Tuduhan itu tanpa kehadiran saksi, seperti disyaratkan untuk masalah perzinaan yaitu empat orang saksi. Suami mengaku menyaksikan isterinya melakukan hubungan seksual dengan orang lain, sebagailayaknya saksi menyaksikan perbuatan zina, atau suami mengingkari kandungan isterinya dan mengatakan bahwa selama sekian bulan tidak pernah melakukan hubungan seksual dengan berbagai alasan. Berdasarkan ketentuan pasal 162 tersebut dapat diambil benang merah bahwa suami-isteri saling melakukan li’an, maka terjadilah perpisahan antara keduanya untuk selama-lamanya.  Anak yang dikandung dimasabkan kepada ibunya
The Influence Of Price, Promotion, and Brand Image on INK Helmet Purchase Decision (Study of INK Helmet User on Diponegoro University Students ) Faizin, Faizin; Hidayat, Wahyu; Widiartanto, Widiartanto
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Administrasi Bisnis, FISIP Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.932 KB)

Abstract

In the past three years, the motorcycle industry in Indonesia has increased. It affects the growth of the helmet industry to provide a comfortable and safe riding environment so that competition among helmet producers in Indonesia getting tougher. Helmet manufacture in Indonesia competed to create a quality product for the customers. INK helmet is one of helmet brand that has been in Indonesia’s helmet industry for a long time, but in the last two years INK helmet market shares has decreased due to the arrival of great competitor,  KYT helmet. The fluctuation of market share has encouraged this study.This study aimed to analyze the influence of  price, promotion, and brand image on the purchasing decision of INK helmet. Respondents who are involved in this study were 98 students, while methods used both are multi stage sampling, and purposive sampling. Data collected by spreading questionnaire and data analysis method was done through multiple linear regressions using SPSS software.Regression results indicate that the variable of price has positive and significant influence on purchase decisions toward INK helmet. Promotion variables have positive and significant impact on purchasing decisions. Brand image variables have positive and significant impact on purchasing decisions Coefficient of determination value amounted, this means purchase decision is influenced by variable price, promotion, and brand image, while the remaining can be explained by other variables that are not investigated in this study.Advice to this research is INKhelmet company have to always make an innovation, increase the promotion, , and quality of product also always giving an affordable price so INK helmet can survive on this tight competition
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENINGKATAN MUTU GURU Faizin, Faizin
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : Jurnal Pendidikan Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA KOMPETENSI DASAR MENDESKRIPSIKAN BENTUK BENTUK HUBUNGAN SOSIAL DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 PEUSANGAN SIBLAH KRUENG Faizin, Faizin
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : Jurnal Pendidikan Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Bentuk Bentuk Hubungan Sosial di Kelas VIII SMP Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui bagai mana peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Bentuk-Bentuk Hubungan Sosial  di Kelas VIII SMP Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng, Mengetahui bagaimana aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Bentuk-Bentuk Hubungan Sosial  di Kelas VIII SMP Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng, serta untuk mengetahui bagaimana  respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Bentuk-Bentuk Hubungan Sosial  di Kelas VIII SMP Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas Kelas VIII SMP Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng, dengan jumlah siswanya 34 orang. Laki-laki berjumlah 10 orang sedangkan perempuan berjumlah 24 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Tes, Observasi, Wawancara, catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa Model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi Mendeskripsikan Bentuk-Bentuk Hubungan Sosial , Melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa merasa senang dan bersemangat dalam belajar IPS terpadu karena dapat membuatnya untuk lebih giat belajar serta juga meningkat hasil belajar siswa dan sikap kerja sama antar siswa serta saling membantu dalam memahami materi yang sulit. Kata kunci : Hasil Belajar  Siswa, kooperatif  tipe STAD
KRITIK HADITS BERBASIS USHUL FIQHIYAH: REPOSISI SUNNAH DALAM DISKURSUS (HUKUM) ISLAM KONTEMPORER Faizin, Faizin
JURNAL EDURELIGIA Vol 1, No 1 (2017): Internalisasi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Islamic Faculty of Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article is aimed to figure out the significant position of Hadits in the midst of contemporary discourse of Islamic legal theory in general, or in Ushul Fiqh in specific, on which Al-Quran and Sunnah were based for law determination. In the history of Islamic development, there have been two major models of evaluation of Hadits, either by Muhaddits or by Ushuliyyun, which unfortunately offered no systematic methodology pertaining to make a clear of the position, of the function, and of the epistemological value of Hadits in legal theory (also in theological, philosophical, mystical fields of knowlede). This study attempts to (re)conceptualize a scope of Al-Quran and Sunnah in the pre-classical Islamic period, which notably characterized an important hermeneutic relationship between both of them, and to make critical questions of classical Muhaddits’ and Ushuliyyun’s methodologies, which focused merely on ‘normative’ issues of isnad and mutawatir, contributing to the negation of primordial-hermeneutic relationship Al-Quran and Sunnah and to the hypothetic assumption that the only objective of Hadits was to concern with textual authenticity (shahih) or narrators’ knowledge (mutawatir). By offering a new methodology which makes a question of both models of evaluation and provides a historical retention of hermeneutic relationship between Al-Quran and Sunnah, this article was considerably to build an ethic-religious synthesis between Ulumul Hadits and Ushul Fiqh.
Religiusitas dalam Syair-Syair Tegalan Karya Imam Chumedi Faizin, Faizin; Nuryatin, Agus
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.327 KB)

Abstract

Syair bukan hanya dilihat dari strukturnya saja. Lebih dari itu, syair menjadi salah satu media dakwah untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur, fungsi, dan makna religiusitas syair Tegalan karya Imam Chumedi. Data dikumpulkan dengan metode rekam, catat, dan ditranskripsi. Analisis data dilakukan dengan metode content analysis. Dalam syair Tegalan karya Imam Chumedi terdapat dua struktur syair: 1) struktur fisik, meliputi: diksi; imaji; kata konkret; dan rima, 2) struktur batin, meliputi; tema; perasaan penyair; nada; dan amanat. Selain itu, terdapat dua fungsi syair: sosial dan dakwah. Fungsi dakwah digunakan secara dominan yang berorientasi pada dakwah untuk menyerukan ajaran agama islam. Adapun makna religiusitas yang terdapat dalam syair Tegalan karya Imam Chumedi ada empat: 1) hubungan manusia dengan Tuhan; 2) hubungan manusia, lingkungan, dan masyarakat; 3) hubungan sesama manusia; dan 4) hubungan manusia dengan dirinya. Makna religiusitas yang paling dominan digunakan adalah makna hubungan manusia dengan Tuhan.Poetry is not only seen from the structure. Moreover, the poem became one of the media propaganda to convey the message to the public. The purpose of this study is to describe structure, function and meaning of religiosity Tegalan poem by Imam Chumedi. Data collected by the method of recording, recorded, and transcribed. Data were analyzed by content analysis method. In Tegalan poem by Imam Chumedi there are two structures of poetry: 1) physical structure, include: diction; images; concrete word; and rhyme, 2) inner structures, include; theme; feelings of the poet; tone; and mandate. In addition, there are two functions of poetry: social and propaganda. The function of propaganda is used dominantly which oriented propaganda calling for the teaching of Islamic religion. As for the meaning of religiosity contained in Tegalan poem by Imam Chumedi there are four: 1) the relationship with God; 2) human relationship with environment and society; 3) human relations; and 4) the relationship of man with himself. The most dominant religiosity meaning which used is human relations with God.
Fenomenologi Gegar Budaya Pemelajar BIPA Asal Negara Afrika Selatan di Malang Faizin Faizin; M Isnaini
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): VOLUME 5 NUMBER 1 MARCH 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i1.1600

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yakni untuk mengindentikfikasi serta mendeskripsi fenomenologi gegar budaya yang dialami pemelajar BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) yang berada di Malang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggambarkan secara utuh fenomenologi bentuk gegar budaya, dampak gegar budaya, dan cara mengatasi gegar budaya yang dialami pemelajar BIPA asal Afrika Selatan di Malang. Sybjek dalam penelitian ini yakni pemelajar BIPA asal Afrika Selatan yang berada di Malang. Data dalam peneitian ini yakni deskripsi tentang gegar budaya yang dialami mahasiswa asal negara Afrika Selatan dalam bentuk kalimat, uraian-uraian, dan cerita.Langkah pengumpulan data dalam penelitian ini yakni dengan menggunakan metode wawancara. Analisis dan pembahasan data menunjukkan bahwa : 1) bentuk gegar buadaya yang dialami pemelajaPertama, sulitnya menemukan penjual minuman beralkohol yang dapat pemelajar kunjungi dengan mudah. Kedua, kebiasaan merekok bukan pada tempatnya. Ketiga, sensitifnya isu tentang ras, suku, dan agama. 2) Dampak Gegar Budaya Terhadap Proses Pembelajaran BIPA. Pertama, dampak dari gegar budaya tersebut menimbulkan kondisi yang memengaruhi fisik pemelajar yakni merasa lelah dikarenakan banyaknya pikiran yang dialami untuk penyesuain terhadap gegar budaya yang dialami. Kedua, dari dampak gegar budaya tersebut juga menimbulkan tingkat stres yang variatif terhadap pemelajar BIPA asal Afrika Selatan. 3) Adaptasi Budaya untuk Minimalisir Dampak Gegar Budaya. Pertama, bertemu dengan teman yang berasal dari satu negara dan melakukan kegiatan yang biasa dilakukan di negaranya. Kedua, membaca beberapa literatur terkait kegaiatan buadaya yang ada di Idnonesia khususnya Malang baik yang dialami maupun yang belum dialami. Ketiga, berbincang dengan teman yang bersal dari daerah asli tempat pemelajar tinggal.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA PEMELAJAR BIPA LEVEL DASAR DENGAN MENGGUNAKAN KARTU KOSA KATA Isnaini, Mohamad; Faizin, Faizin
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2: November 2018
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.867 KB)

Abstract

ABSTRAK   Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar mengajar. Dalam pelaksanaan pembelajar yang baik, kita harus memaksimalkan seluruh media belajar demi tercapainya capaian pembelajaran. Dengan demkian media belajar ini dapat dijadikan penopang dan gandengan terhadap bahan ajar dalam pembelajaran. Kartu kosa kata merupakan media pembelajaran yang dirancang untuk dapat memaksimalkan peningkatan berbicara pemelajar BIPA level dasar dengan dapat menngunakan kosa kata tersebut sebagai acuan ide pembicaraan dan topik pembicraan.  Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terfokus pada situasi kelas, atau disebut dengan Classroom Action Research. Wardhani (2008:1.14) menjelaskan bahwa penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh pengajar dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja pengejar dan meningkatkan hasil belajar pemelajar. Media terbagi menjadi dua kategori, yaitu: media linier dan media interaktif. Media linier merupakan media yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Media interaktif merupakan suatu media yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya.  Dengan demikian pemanfaatan media kartu kosa kata ini diharapkan dapat menunjang terhadap percepatan penguasaan materi keterampilan berbahasa Indonesia pembelajar BIPA. Kartu kosa kata tersebut memiliki fungsi sebagai (a) mempermudah menghafal kosakata dasar, (b) mempermudah memproduksi kalimat dalam berbicara, dan (c) meminimalisir salah penggunaan kosakata dalam struktur  kalimat dalam berbicara.   Kata Kunci: Berbicara, pemelajar BIPA, dan Kartu Kosa Kata   ABSTRACT   The knowledge development and technology advancement have encouraged the use of technology in teaching and learning process. In order to provide an effective learning process, the utilization of technology should be maximized as a teaching media. Vocabulary cards are teaching media that are used to improve basic level BIPA students by using those vocabulary as a topic discussed and topic of conversation. This research uses Classroom Action Research design that is focused on the implementation of vocabulary flashcards. Wardhani (2008: pp. 14) explains that the classroom action research is a research conducted by teachers in order to improve both the teacher’s performance and learning outcomes. Basically, teaching media is categorized into two; linier media and interactive or multimedia media. Linier media is defined as a media that is not required a controller. Meanwhile, interactive media is equipped with a controller that can respond to user input. As a result, the use of interactive media can facilitate the language learning and teaching process in order to improve language skills, especially for vocabulary building in Bahasa Indonesia. Hence, the use of vocabulary flashcard is expected to support the teaching and learning process and improving Bahasa Indonesia mastery for BIPA students in many ways including (a) facilitating the learners to memorize basic vocabulary, (b) stimulating the learners to produce sentences in speaking, and (c) decreasing the use of incorrect vocabulary and structures in speaking.   Keywords: Speaking skills, BIPA students, and vocabulary flashcard.