Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Makna Komunikasi Simbolik di Kalangan Pengguna Tato Kota Bandung Gumilar, Gumgum
Mediator Vol 9, No 1 (2008): Isu Komunikasi Kesehatan yang Ter-”Pojok”-kan
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to give result qualitative data through phenomenological approach and symbolic interaction about tattoos among its users. The focus of this research includes its development, motivation and the process of making tattoo, symbolic meaning and impression management were done in communication among tattoo users in Bandung. The research informant in this research was 24 tattoo permanent users with using purposive sampling. The data collecting used in this research were observation, depth interview and documentation/archive study. The result of this research showed that tattoo users could be categorized based on: Reasons, contact and immanent tattoo users; motive, past and future orientation tattoo users; design, classical, modern, and contemporary tattoo users; Tattoo placing, open and close tattoo users, and studio preferences, safe and risk tattoo users. In addition, tattoo artists could be categorized in; the period of profession, past and current tattoo artist; the tool in making tattoo, traditional and modern; the process of tattooing, safe and risk; skills, independent learner artist and special learning learner artist; the place of tattoo making, professional and street vendor artist.
Penggunaan Media Massa dan Internet sebagai Sarana Penyampaian Informasi dan Promosi oleh Pengelola Industri Kecil dan Menengah di Bandung Gumilar, Gumgum
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.2, No.1, Juni 2014
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana media massa dan Internet dipergunakan sebagai saranapenyebarluasan informasi dan promosi oleh pengelola industri kecil dan menengah di kota Bandung. Penelitian inimenggunakan pendekatan dan metode penelitian kuantitatif, yaitu survei dengan teknik analisis deskriptif. Datayang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner, wawancara, studi pustaka dan pencarian data di Internet. Sampeldiperoleh dengan teknik proporsional random sampling dimana diperoleh ukuran sampel 96. Hasil penelitianmemperlihatkan bahwa hanya sebagian kecil pengelola industri kecil dan menengah menggunakan media massadan Internet. Intensitas penggunaan media massa dan Internet sangat tergantung pada media yang digunakan. Mediayang paling sering digunakan oleh pengelola industri kecil dan menengah adalah email. Informasi yang palingdominan disampaikan di media massa dan Internet adalah informasi mengenai produk. Tidak ada cara khususyang dilakukan oleh pengelola industri kecil dan menengah untuk menentukan media mana yang digunakan untukmenyebarkan informasi dan promosi, mereka lebih banyak bergantung pada promosi dari mulut ke mulut darikonsumen yang pernah menggunakan produknya. Berkaitan dengan biaya, Internet menjadi media alternatif untuksarana promosi karena biayanya relatif murah dibandingkan dengan media lainnya. Kesimpulannya, pemahamanpengelola usaha kecil dan menengah terhadap fungsi media massa dan Internet untuk menyebarkan informasi danpromosi masih kurang, padahal banyak media, terutama Internet, tidak memerlukan biaya besar dalam penggunaannya.Kata-kata Kunci: Media massa, Internet, informasi, promosi, usaha kecil menengah
Penggunaan Media Massa dan Internet sebagai Sarana Penyampaian Informasi dan Promosi oleh Pengelola Industri Kecil dan Menengah di Bandung Zulfan, Ipit; Gumilar, Gumgum
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.352 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v2i1.6054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana media massa dan Internet dipergunakan sebagai sarana penyebarluasan informasi dan promosi oleh pengelola industri kecil dan menengah di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan metode penelitian kuantitatif, yaitu survei dengan teknik analisis deskriptif. Data yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner, wawancara, studi pustaka dan pencarian data di Internet. Sampel diperoleh dengan teknik proporsional random sampling dimana diperoleh ukuran sampel 96. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hanya sebagian kecil pengelola industri kecil dan menengah menggunakan media massa dan Internet. Intensitas penggunaan media massa dan Internet sangat tergantung pada media yang digunakan. Media yang paling sering digunakan oleh pengelola industri kecil dan menengah adalah email. Informasi yang paling dominan disampaikan di media massa dan Internet adalah informasi mengenai produk. Tidak ada cara khusus yang dilakukan oleh pengelola industri kecil dan menengah untuk menentukan media mana yang digunakan untuk menyebarkan informasi dan promosi, mereka lebih banyak bergantung pada promosi dari mulut ke mulut dari konsumen yang pernah menggunakan produknya. Berkaitan dengan biaya, Internet menjadi media alternatif untuk sarana promosi karena biayanya relatif murah dibandingkan dengan media lainnya. Kesimpulannya, pemahaman pengelola usaha kecil dan menengah terhadap fungsi media massa dan Internet untuk menyebarkan informasi dan promosi masih kurang, padahal banyak media, terutama Internet, tidak memerlukan biaya besar dalam penggunaannya.
INTERNET DAN PELESTARIAN BUDAYA LOKAL (Studi Pemanfaatan Web Blog dalam Pelestarian Budaya Sunda oleh Pengelola Sundanesecorner.org) GUMILAR, GUMGUM; AGUSTIN, HERLINA
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku B - Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.945 KB)

Abstract

Pengguna internet di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. We Are Social mencatat pengguna internet di Indonesia sampai awal tahun 2016 mencapai 88,1 juta dimana sekitar 3 juta diantaranya adalah pengguna blog (blogger). Saat ini blog tidak hanya digunakan untuk aktivitas pribadi, tetapi juga digunakan untuk pendidikan dan pengembangan budaya lokal, salah satunya adalah Blog sundanesecorner.org. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pemanfaatan Web Blog sebagai media baru dalam pelestarian budaya sunda oleh Blog Sundanesecorner.org. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan pengelola sundanesecorner.com, penelusuran isi halaman web sundanesecorner.org dan studi literatur. Hasil penelitian ini memerlihatkan sundanesecorner.org dibuat dan dikembangkan oleh seorang kolumnis dan editor yang memiliki ketertarikan pada bahasa, literatur dan budaya sunda bernama Hawe Setiawan. Pengelola menyajikan halaman web dengan menggunakan bahasa inggris dengan tujuan agar tema kebudayaan Sunda menjangkau pembaca yang lebih luas daripada kalangan penutur bahasa Sunda sendiri. Informasi disajikan berdasarkan rubrik/kategori, serta umpan balik lebih banyak dilakukan oleh pembaca dari luar negeri. Kata Kunci : blog, sundanesecorner.com, sunda, budaya, hawe setiawan
PERAN INSTAGRAM BAGI KOMUNITAS FREELETICS BANDUNG Kusmayadi, Ika Merdekawati; Gumilar, Gumgum
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.418 KB)

Abstract

Pengguna media sosial di Indonesia semakin meningkat, saat ini ada sekitar 66 juta orang menggunakan mobile phone sebagai medium untuk bermedia sosial. Aplikasi media sosial tersebut juga telah dimanfaatkan oleh komunitas olahraga Freeletics di Kota Bandung, untuk berkomunikasi dan menyebarkan informasi dengan sesama anggota komunitas olahraga. Komunitas olahraga freeletics dibangun dan berkembang melalui media sosial, bertujuan menjadikan olahraga sebagai pola hidup sehat dan juga gaya hidup. Penyebaran informasi komunitas ini diiniasi oleh pengelola komunitas dengan memanfaatkan kelebihan dari media sosial Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas Instagram komunitas olahraga freeletics dalam mempopulerkan olahraga sebagai gaya hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan penelusuran dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram sangat berperan penting dalam pembentukan komunitas freeletics, komunitas ini memanfaatkan Instagram sebagai medium untuk menyebarkan informasi dan berkomunikasi dengan efektif. Instagram memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan jumlah anggota komunitas, dan juga menjadikan komunitas ini dikenal serta menarik pihak luar untuk bekerjasama dalam berbagai event baik yang profit maupun non-profit (charity). Keyword : Instagram, Freeletics, Komunitas, Bandung, mediasosia
POTENSI JURNALIS DI DAERAH PERBATASAN : STUDI MENGENAI POTENSI JURNALIS MEDIA LOKAL DI NUSA TENGGARA TIMUR Gumilar, Gumgum; Agustin, Herlina; Agustin, Herlina
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.214 KB)

Abstract

Perkembangan daerah perbatasan tidak terlepas dari peran media lokal dalam menyampaikan informasi, hal ini menyebabkan kebutuhan jurnalis media lokal yang memiliki kualifikasi serta kompetensi menjadi semakin besar. Persaingan media di daerah perbatasan bukan hanya antara media lokal, tetapi juga bersaing dengan media di negara yang berbatasan dengan wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data mengenai kualifikasi jurnalis media lokal di Nusa Tenggara Timur khususnya kota Kupang yang wilayah kerjanya mencakup wilayah perbatasan dengan Timor Leste. Metode yang digunakan adalah Metode Deskriptif dengan Informan penelitian Wakil Ketua KPID, Pemimpin Redaksi Media Cetak, Wartawan TVRI, dan Pengelola Media Online di Kupang. Hasil Penelitian memperlihatkan jurnalis di Kota Kupang masih sedikit yang telah lulus uji kompetensi wartawan baik cetak maupun elektronik. Sumber daya manusia yang tersedia masih kurang, pemenuhan kebutuhan wartawan yang sesuai dengan pendidikannya sulit, dan minat untuk menjadi wartawan masih rendah. Berbagai kendala dihadapi media lokal untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi wartawannya. Media lokal di Kupang melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kualifikasi serta kompetesi wartawannya antara lain mengirimkan wartawan untuk mengikuti uji kompetensi, mengikutsertakan wartawan dalam pelatihan di luar daerah, menyelenggarakan pelatihan internal serta menyediakan unsurunsur pendukung kerja wartawan. Kata Kunci: Jurnalis, kompetensi, kupang, media lokal, nusa tenggara timur, Perbatasan
POTENSI MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PELESTARIAN BUDAYA LOKAL Zulfan, Ipit; Gumilar, Gumgum
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 4 No 02 (2014): Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v4i02.163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi media sosial sebagai sarana pelestarian budaya lokaldengan menggali cara pandang penggiat Komunitas Aleut dan Sanggar Motekar terhadap Media Sosial, Mediasosial digunakan oleh Komunitas Aleut dan Sanggar Motekar, Informasi Budaya yang disampaikan KomunitasAleut dan Sanggar Motekar di Media Sosial serta Pengelolaan Media Sosial oleh Komunitas Aleut dan SanggarMotekar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian yang dipergunakan adalahstudi kasus. Data diperoleh dengan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi serta penelusurandata Internet. Informan diperoleh secara purposif dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasilpenelitian ini memeperlihatkan kedudukan penting media sosial dalam perkembangan komunitas, sebagaimedia penyebar informasi dan juga menarik minat khalayak. Sebagian besar bentuk media sosial digunakanoleh Komunitas Aleut dan Sanggar Motekar seperti Facebook, Twitter, Blog, Flickr, Tumblr, dan Youtube.Komunitas Aleut lebih cenderung menginformasikan kegiatannya dalam mengapresiasi karya seni, budayadan sejarah yang merupakan karya dalam bentuk artefak, sedangkan Sanggar Motekar menginformasikankegiatannya dalam pelestarian budaya tradisi seperti seni tari, musik, cikeruhan, dan kuda renggong. Selain itukedua komunitas berbagi tulisan dan tautan yang sesuai dengan tujuan komunitasnya. Komunitas Aleut yangdikelola oleh kaum muda yang masuk kategori Digital Native lebih bisa mengelola media sosial dibandingkanSanggar Motekar yang sebagian besar pengurusnya termasuk kateori Digital Immigrant.Kata Kunci : media sosial, sanggar moterakar, komunitas aleut, digital imigrant, digital native
PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI SARANA PROMOSI OLEH PENGELOLA INDUSTRI KREATIF FASHION DI KOTA BANDUNG Gumilar, Gumgum
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v5i2.228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan Instagram sebagai Sarana Promosi oleh Pengelola Industri Kreatif Fashion di Kota Bandung. Penelitian difokuskan pada Pengelola yang menggunakan instagram sebagai sarana promosi, ada tidaknya personil khusus yang mengelola instagram, frekuensi update informasi di instagram, materi promosi, keunggulan yang dipromosikan, penilaian keberhasilan promosi, kriteria dan tingkat keberhasilan promosi melalui instagram. Metode yang dilakukan adalah Survey dengan teknik analisis deskripstif. Teknik Pengumpulan data antara lain penyebaran angket/questioner, wawancara dan studi pustaka. Populasi penelitian adalah 220 pengelola. Sampel diukur dengan rumus Yamane yang menghasilkan ukuran sampel 69, diproporsikan berdasarkan wilayah dan ditentukan dengan cara random. Hasil penelitian memperlihatkan seluruh responden menggunakan media sosial dan instagram merupakan media sosial yang paling banyak digunakan dan dinilai paling efektif oleh Pengelola Industri Fashion di Kota Bandung. Sebagian besar pengelola atau sekitar 97% menyediakan personil dan dana khusus untuk mengelola instagram.78% pengelola melakukan update informasi di instagram setiap hari dan materi yang paling banyak diinformasikan mengenai daftar produk serta kualitas produk menjadi keunggulan yang dipromosikan di instragram.Sebanyak 61% pengelola selalu melakukan penilaian keberhasilan promosi dengan jumlah Friends/Like/Members sebagai kriteria utama penilaian. Promosi melalui instagram dianggap sudah berhasil oleh sekitar 59% pengelola dan dinilai belum optimal oleh 32 % pengelola Industri Fashion di Kota Bandung.