Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Kitektro

PERANCANGAN RANGKAIAN PENGASUTAN SOFT STARTING PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA BERBASIS ARDUINO NANO Agus Saputra; Syukriyadin Syukriyadin; Mahdi Syukri
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 2, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi dewasa ini  semakin banyak digunakan mulai dari aplikasi di rumah tangga ataupun di dunia industri. Hal ini disebabkan karena motor induksi memiliki berbagai keunggulan, diantaranya dari segi harga yang ekonomis serta konstruksinya yang sederhana. Motor induksi memiliki arus awal (Start) yang besar sekitar 5 hingga 7 kali dari arus nominal beban penuh ketika dihidupkan secara langsung [1]. Untuk mengatasi permasalahan arus awal yang besar tersebut pada penelitian ini akan dibuat rangkaian pengasutan soft starting motor induksi 3 fasa.  Rangkaian soft starting ini merupakan suatu metode pengasutan dengan cara mengatur nilai tegangan yang masuk pada motor induksi dengan memanfaatkan komponen elektronika daya yaitu thyristor, dengan peyalaannya dikontrol oleh mikrokontroller Arduino Nano. Hasil dari perancangan rangkaian soft starting ini sudah mampu menurunkan arus starting dari metode DOL yaitu sebesar 1.45 A saat motor tanpa beban dan 2.64 A saat motor berbeban menjadi 0,77 A saat tanpa beban dan 1.75 saat berbeban.
Analisis Besaran Frekuensi Terhadap Daya Listrik Pada Rangkaian Transmisi Listrik Nirkabel Fauzi Fauzi; Syukriyadin Syukriyadin; Mahdi Syukri
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Energi listrik merupakan suatu kebutuhan utama dalam kehidupan masyarakat yang disalurkan melalui saluran listrik baik tegangan tinggi ataupun rendah. Salah satu konsep yang digunakan saat ini masih tahap pengembangan yaitu teknologi transmisi listrik nirkabel (Wireless). Transmisi nirkabel ini merupakan pengiriman energi listrik tanpa kabel dari transmitter (pengirim) menuju receiver (penerima). Teknologi ini menggunakan prinsip induktansi bersama yang dapat menghantarkan energi listrik melalui medan magnet dihasilkan dari salah satu kumparan yag dialiri listrik. Efisiensi dari prinsip induktansi bersama berdasarkan jarak antara transmitter (pengirim) dan receiver (penerima), serta frekuensi . Pembangkitan nilai frekuensi menggunakan rangkaian osilator. Hasil yang didapat daya maksimum pada receiver  dengan frekuensi transmitter 133.5 KHz sebesar 0.018144 W , frekuensi 123.5 KHz sebesar 0.01768 W, dan frekuensi 119.8 KHz sebesar 0.017346 W.
Rancang Bangun Purwarupa Relai Diferensial Arus Dengan Metode Arus Bias Menggunakan Arduino Uno nur sayyid umar; Syukriyadin Syukriyadin; Rakhmad Syafutra Lubis
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Relai diferensial adalah alat proteksi yang bekerja sesuai dengan hukum kirchoff arus yaitu dengan membandingkan jumlah vektor arus yang masuk dan meninggalkan relai, bila jumlah antara vektor-vektor arus tidak sama dengan nol , maka relai akan bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang purwarupa proteksi kelistrikan menggunakan relai diferensial arus dengan metode arus bias berbasis mikrokontroler arduino uno. Purwarupa ini bekerja dalam sistem satu phasa, nilai arus dideteksi menggunakan sensor arus ACS712 30 A, nilai arus yang terdeteksi diperoses oleh mikrokontroler arduino uno apakah merupakan jenis gangguan atau masih dalam keadaan normal, sehingga dapat dikatakan arduino akan mengontrol kerja relai. Kerja purwarupa ini mengacu pada karakteristik tripping ANSI 87T, dengan slope mengacu pada SIPROTEC 7UT6, slope diatur guna mengantisipasi tripping untuk diferensial arus yang masih bisa dimaklumi. Hasil yang diharapkan nantinya adalah relai ini akan memutuskan hubungan rangkaian, bila diferensial antara arus yang terdeteksi oleh arduino diluar dari persentase slope yang telah diatur.
RANCANG BANGUN ALAT SINKRONISASI TEGANGAN, FREKUENSI, DAN SUDUT FASA SISTEM FOTOVOLTAIK DENGAN GRID/JARINGAN PLN MENGGUNAKAN ARDUINO M. Khairul Akbar; Syukriyadin Syukriyadin; Ramdhan Halid Siregar
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/kitektro.v5i3.17511

Abstract

Pada penelitian ini dirancang dan dibuat prototipe alat untuk melakukan sinkronisasi antara PLTS dan grid dengan parameter sinkronisasi tegangan, frekuensi, dan beda sudut fasa. Sehingga dengan adanya sistem sinkronisasi, PLTS dan grid dapat diparalelkan dan mensuplai daya ke beban bersamaan. Sistem sinkronisasi terdiri dari komponen voltage detector, frequency detector, phase angle detector, dan swicth controller yang semuanya dikontrol menggunakan board arduino. Phase angle detector menggunakan metode zero crossing detection sedangkan swicth controller akan bekerja berdasarkan input dari detectoruntuk melakukan sinkronisasi atau memparalelkan PLTS dan grid. Uji coba dilakukan untuk mengamati bahwa sinkronisasi antara PLTS dan grid berhasil dilakukan dengan pengambilan data hasil pengukuran arus di sisi grid, inverter (yang mewakili sistem PLTS), dan di beban. Berdasarkan hasil pengujian, sistem berhasil melakukan sinkronisasi sehingga PLTS dan grid mensuplai arus ke beban bersamaan. Pengujian dilakukan pada tegangan nominal 12 V dan persentase arus yang disuplai dari inverter/PLTS ke beban besarnya tidak konstan atau berubah bergantung besarnya beban yang digunakan. Inverter mensuplai 50% dari besar total arus ke beban 8 Ω, 24,27% ketika beban 11,65 Ω, 14,28% ketika beban 13 Ω dan 15,90% ketika beban yang digunakan 13,63 Ω.
Simulasi Relai Arus Lebih Standar Invers Dengan Beban Resistif Fariz Mashuri; Syukriyadin Syukriyadin; Ira Devi Sara
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu gangguan kelistrikan yang sering terjadi pada sistem tenaga listrik adalah gangguan arus lebih (overcurrent). Sebagai respon terhadap gangguan arus lebih maka diperlukan perangkat proteksi yang mampu mengatasi gangguan arus lebih tersebut. Salah satu perangkat proteksi yang menangani gangguan arus lebih adalah relai arus lebih (overcurrent relay). Dalam penelitian ini dilakukan simulasi relai arus lebih dengan karakteristik standar invers yang sesuai dengan standar IEC 60255 terhadap gangguan arus lebih akibat penggunaan beban resistif. Simulasi pada penelitian ini menggunakan software Proteus 8.6 yang pada software tersebut terdapat komponen-komponen yang dapat menunjang dilakukannya simulasi seperti mikrokontroler Arduino, sensor arus, sakelar elektromagnetik, dan beban resistif.Pada simulasi dilakukan pengaturan arus sebesar 1 A dan time multiplier setting (TMS) 0.1 hingga 0.4. Ketika simulasi arus gangguan sebesar 2 A didapatkan waktu operasi relai sebesar 1010 ms pada pengaturan TMS 0.1 dan 4055 ms pada pengaturan TMS 0.4. Ketika simulasi arus gangguan sebesar 5 A didapatkan waktu operasi relai sebesar 431 ms pada pengaturan TMS 0.1 dan 1753 ms pada pengaturan TMS 0.4. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa relai arus lebih yang disimulasikan berkerja sesuai dengan karakteristik standar invers standar IEC 60255. Kata Kunci: Relai arus lebih, ACS 712, Proteus 8.6, Arduino, arus lebih, IEC 60255, sakelar elektromagnetik.
PERANCANGAN PHASOR MEASUREMENT UNIT MENGGUNAKAN ARDUINO MEGA 2560 SEBAGAI ALAT PENDETEKSI ALIRAN DAYA PADA SALURAN DISTRIBUSI TIGA FASA Agus Iqrammullah; Hafidh Hasan; Syukriyadin Syukriyadin
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/kitektro.v5i1.15406

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah purwarupa alat monitoring daya pada sistem distribusi tiga fasa, purwarupa ini mengambil sample dan melakukan perhitungan terhadap gelombang tegangan, menggunakan prinsip vector space guna mendapatkan nilai dari beda fasa antara tegangan dari sumber tegangan yang mengalir pada saluran kirim menuju beban, selanjutnya dilakukan perhitungan guna mendapatkan nilai dari daya yang mengalir pada sistem distribusi, yang selanjutnya pembacaan tadi ditampilkan secara realtime dan disebut sebagai alat monitoring phasor atau phasor measurement unit (PMU), PMU pada penelitian ini sendiri merupakan purwarupa berbasis microcontroller yang mampu melakukan pengukuran terhadap besar daya listrik yang mengalir pada suatu jaringan distribusi, sudut, sekaligus juga mampu mengetahui arah aliran daya yang mengalir, bukan hanya sebatas pembacaan besarnya nilai daya seperti kebanyakan alat ukur yang ada saat ini, sehingga diharapkan alat ini kemudian dapat dipakai dan diaplikasikan pada sistem – sistem distribusi yang dimiliki oleh PT.PLN PERSERO.
PERANCANGAN PROTOTYPE PENGHASIL ENERGI LISTRIK BERBAHAN DASAR PIEZOELECTRIK Wira Hidayatullah; Mahdi Syukri; Syukriyadin Syukriyadin
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serta unjuk kerja dari piezoelektrik sebagai pembangkit energi listrik. Piezoelektrik yang digunakan pada penelitian ini adalah tipe ABT-441-RC, dan 30 piezoelektrik dirangkai secara paralel. Pada penelitian ini penambahan alas yang tepat sangat berpengaruh dari hasil yang dikeluarkan piezoelektrik desain struktur pijakan piezoelektrik salah satu yang menentukan hasil maksimal dan juga menentukan efesiensi waktu lama pakai bahan piezeo, jika desain pijakan tidak dirancang dengan benar maka bahan piezo yang digunakaan akan cepat rusak karena bahan piezo sangat rapuh. Piezoelektrik adalah tumpukan muatan dalam materi padat (Kristal atau keramik) tertentu dalam menanggapi regangan mekanik yang dikenakan, piezoelektrik berarti listrik yang dihasilkan dari tekanan. Sumber muatan listrik piezoelektrik merupakan akibat dari efek piezoelektrisitas.Pada penelitian ini percobaan yang dilakukan menghasilkan tegangan 0.702 V ketika diberi gaya 49 N, tegangan akan meningkat seiring kuat gaya yang diberikan terhadap piezoelektrik. Pada pengujian arus yang dilakukan dengan memberi gaya sebesar 49 N dengan beban resistor 10 Ω maka arus yang dihasilkan sebesar 50.2 µA, dan arus akan berkurang seiring bertambahnya beban yang di beri.Kata kunci: piezoelektrik, piezoelektrisitas, sel-sel kristal, polarisasi, medan listrik.
Perancangan Mesin Pengering Hasil Pertanian Secara Konveksi dengan Elemen Pemanas Infrared Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno dengan Sensor DS18B20 EL Zaky Rizki Hakim; Hafidh Hasan; Syukriyadin Syukriyadin
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SISTEM MANAJEMEN DAYA LISTRIK SURYA PADA GEDUNG BERBASIS ARDUINO M. Darianzhah Putra; Ira Devi Sara; Syukriyadin Syukriyadin
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi yang dihasilkan oleh panel surya tidak selalu mencukupi kebutuhan energi beban yang harus dilayani dan dilain waktu energi yang dihasilkan berlebih. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dirancang suatu sistem manajemen daya listrik pada gedung yang dipasang panel surya sebagai penyuplai daya. Pada penelitian ini ada 3 gedung dengan kapasitas daya listrik surya yang dihasilkan sama, setiap gedung dirancang memiliki perangkat 2 baterai dan sensor tegangan disetiap gedung serta kontroller yang sama. Pengujian dilakukan pada prototipe sistem yang telah dirancang, serta memakai bahasa pemograman C yang diinputkan kedalam mikrokontroller arduino. Skenario pengaturan daya dari dan ke gedung dilakukan dengan bantuan 6 relai dan mikrokontroller arduino. Gedung yang mengalami defisit diberi status low dan ditandai dengan kondisi tegangan baterai mencapai 85% dari tegangan nominal baterai. Gedung yang memiliki surplus daya ditandai dengan status high dan kondisi tegangan baterai diatas 90%. Kekurangan energinya akan disuplai oleh satu baterai dari salah satu gedung yang lain yang memiliki energi surplus paling tinggi. Dengan adanya penelitian ini dapat menjamin kekontinuitas suplai daya listrik pada gedung dan mengontrol penyaluran daya listrik antar gedung. Kata Kunci— Modul Surya, Manajemen Energi, Daya listrik, Sensor Tegangan, Mikrokontroller Arduino.