Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Covid-19 Melalui Media Poster dan Spanduk Pada Warga Kelurahan Panji Kecamatan Tenggarong Rahmi Susanti; Tahsya Erika
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): Juni
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/dharma.v1i2.4326

Abstract

Coronavirus is a disease that causes respiratory infections. Like other respiratory illnesses, COVID-19 can cause mild symptoms including runny nose, sore throat, cough and fever. Print media is one of the educational media to find out the dangers and prevention of COVID-19 transmission and access to health information. The activities of distributing posters and installing banners are aimed at increasing public awareness about the dangers and prevention of COVID-19 transmission and access to health information. This activity was in the form of distributing posters directly to residents' homes and installing banners in the Gang Nidatul Khair RT area. 12 Panji Village, Tenggarong District, Kutai Kartanegara Regency on November 28, 2020 with 15 posters and 1 banner about the dangers and prevention of COVID-19. 19 and access to health information. This activity has received a pretty good reception by the community as shown by the information presented, it is hoped that it can increase knowledge and increase public awareness about the dangers and importance of preventing COVID-19 and access to health information.
PENGARUH IMBANGAN ”RASI” (BERAS AMPAS SINGKONG) DAN BERAS MENIR TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK TAPE ”RASI” Marleen Sunyoto; Sumanty Debby Moody; Rahmi Susanti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“Rasi” (beras ampas singkong) merupakan produk kering hasil samping limbah padat pembuatan pati singkong. Pengolahan “rasi” menjadi tape merupakan alternatif untuk meningkatkan pemanfaatan “rasi”. Tape merupakan produk tradisional hasil fermentasi dari bahan yang mengandung pati tinggi. “Rasi” memiliki kandungan pati yang rendah, yaitu 37,35 % dan dalam pembuatan tape dapat ditingkatkan dengan penambahan beras menir yang memiliki kandungan pati tinggi, sebesar 76,24 %. Beras menir dapat menyumbangkan pati yang dibutuhkan selama proses fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan imbangan yang tepat antara “rasi” dan beras menir agar dihasilkan tape “rasi” dengan karakteristik yang baik dan disukai oleh panelis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari imbangan “rasi” dan beras menir, yaitu 75:25, 70:30, 65:35, 60:40, dan 55:45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbangan “rasi” dan beras menir 65:35 adalah yang terbaik dengan kadar gula pereduksi 16,52 %, kadar alkohol 1,37 %, total asam tertitrasi 3,44 %, pH 3,73, dan memiliki warna, aroma, tekstur, dan rasa yang disukai oleh panelis. Kata kunci : “Rasi”, Beras Menir, Tape
IDENTIFIKASI VARIABEL CONFOUNDING DENGAN PENERAPAN UJI CHI SQUARE MANTEL HAENSZEL PADA HUBUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) TERHADAP BBLR DI KOTA SAMARINDA Hasmawati Hasmawati; Ike Anggraeni; Rahmi Susanti
Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol 10 No 1 (2019): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 10 NO. 1 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.264 KB) | DOI: 10.22435/kespro.v10i1.2069

Abstract

Abstract Background: Confounding is a very important issue to consider because its presence can affect the p-value and the magnitude of the risk that can cause errors in decision making. The Mantel Haenszel is used when there are one or more confounding variables, which can be applied to public health problems such as the incidence of LBW which has many risk factors such as antenatal care (ANC), maternal age, parity, and anaemia. Objective: To identify confounding variables in the ANC relationship with LBW. Method: Nonreactive research with a case-control design. The sample was 305 (61 cases; 244 controls), in 3 Samarinda City Health Centers and sourced from the 2016-2017 maternal cohort registered, East Kalimantan. Results: Maternal age was confounding in the relationship of ANC to LBW (ΛOR 12.29%) whereas parity (ΛOR 1.65%) and anaemia (ΛOR 0,64%) didn’t become confounding. Conclusion: ANC has a significant relationship with the incidence of LBW without or accompanied by confounding variables. Parity and anemia are not as confounding whereas maternal age is influential confounding which is marked by changes in OR before and after considering external variables. Thus, more intensive pregnancy care is needed more mothers who are it too young and or too old. Key words: Confounding, Mantel Haenszel, Low Birth Weight, Maternal age Abstrak Latar belakang: Confounding merupakan isu yang penting untuk diperhatikan, karena kehadirannya dapat mempengaruhi p value dan besaran risiko yang dapat menyebabkan kesalahan dalam pengambilan keputusan. Mantel Haenszel digunakan bila terdapat satu atau lebih variabel confounding, yang dapat diterapkan pada permasalahan kesehatan masyarakat secara global seperti kejadian Berat Badan lahir Rendah (BBLR) yang banyak memiliki faktor risiko seperti ANC dan faktor risiko BBLR lain seperti usia ibu, paritas dan anemia Tujuan: Mengidentifikasi variabel confounding pada hubungan Antenatal Care dengan BBLR. Metode: Non reactive research dengan desain case control. Sampel berjumlah 305 (kasus 61; kontrol 244) di 3 Puskesmas Kota Samarinda dan bersumber dari register kohort ibu tahun 2016-2017. Penelitian ini menggunakan dua cara analisis yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi Square dan dilanjut identifikasi variabel confounding dengan Chi Square Mantel Haenszel. Hasil: Usia ibu ( menjadi confounding dalam hubungan ANC terhadap BBLR, sedangkan paritas ( dan anemia ( bukan menjadi confounding. Kesimpulan: ANC memiliki hubungan bermakna dengan kejadian BBLR tanpa atau disertai variabel confounding. Paritas dan anemia bukan sebagai confounding, sedangkan usia ibu memberikan pengaruh (confounding). Dengan demikian, perlu perawatan kehamilan yang lebih intensif kepada ibu dengan usia terlalu muda/usia terlalu tua. Kata kunci: Confounding, Mantel Haenszel, BBLR, Usia Ibu
Pengaruh Pemberian Perlakuan Suara Musik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah (Amaranthus gangeticus Linn.) Yeni Aprilia; Tasmania Puspita; Rahmi Susanti
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sriwi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/fpbio.v4i2.7122

Abstract

Penelitian dengan menggunakan suara musik dari beberapa jenis (dangdut, klasik, pop, dan rock) telah dilakukan untuk mengetahui respons terhadap pertumbuhan pada tanaman bayam merah (Amaranthus gangeticus Linn.). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima  ulangan  dengan  menggunakan  teknologi  sonic  bloom.  Penelitian  ini  terdiri  dari perlakuan kontrol (tanpa pemberian musik) dan dengan pemberian musik berupa musik dangdut, klasik, pop, dan rock. Data dianalisis dengan perhitungan ANAVA dan Uji Beda Jarak Nyata Duncan (BJND). Perbedaan jenis musik memberikan pengaruh nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian perlakuan musik berpengaruh terhadap pertumbuhan bayam merah seperti tinggi, jumlah daun, luas daun, berat basah dan berat kering tanaman. Perlakuan dengan jenis musik klasik dianjurkan untuk pertumbuhan    bayam    merah,    karena   memberikan    perbedaan    hasil                         yang       signifikan dibandingkan perlakuan kontrol. Berdasarkan hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa pemberian musik berpengaruh terhadap pertumbuhan bayam merah. Kata Kunci: Amaranthus gangeticus Linn., Sonic Bloom, Pertumbuhan, Musik
PEMBELAJARAN BIOLOGI SECARA ONLINE PADA MASA PANDEMI COVID-19: TINJAUAN DARI MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI DAN MAHASISWA PPG BIOLOGI DALAM JABATAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA Rahmi Susanti
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2021): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap bagaimana pelaksanaan pembelajaran Biologi selama pandemi covid-19 ditinjau dari mahasiswa calon guru Biologi dan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan (daljab) mata pelajaran Biologi Universitas Sriwijaya. Metodepenelitian adalah deskriptif kualitatif dengan sampel mahasiswa calon guru Biologi (189 orang) dan mahasiswa PPG (46 orang). Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup dengan skala Likert (27 pernyataan) dan angket terbuka (10 pertanyaan). Data dipersentasikan, dan disajikandalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan persentase respon mahasiswa terhadap pembelajaran online adalah: menjadikan mahasiswa lebih trampil dalam menggunakan IT (95,8 %), lebih mandiri dalam belajar (88,2%), keterampilan dosen dalam pembelajaran onlinedan konten pembelajaran yang menarik dan interaktif (95%), dan koneksi internet yang lemah selama pembelajaran online (97,3%). Pembelajaran Biologi secara online di sekolah didominasi menggunakan google clasroom, untuk interaksi dan diskusi dilaksanakan menggunakan googlemeet berbantuan WhatssApp group. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah pembelajaran Biologi secara online dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa menggunakan IT, mahasiswa menjadi lebih mandiri dalam belajar. Pembelajaran online dapat berlangsung dengan baik jika didukung dengan media yang menarik dan interaktif, dan melibatkan mahasiswa, serta kendala utama yang dihadapi adalah koneksi internet (sinyal dan kuota). Pembelajaran online di sekolahdidominasi menggunakan google classroom, untuk interaksi dan diskusi menggunakan video conference yaitu google meet berbantuan WhatsApp group, evaluasi pembelajaran Biologi dilaksanakan menggunakan aplikasi Google Form.
PENGARUH STRATEGI MENCATAT MENGGUNAKAN PETA PIKIRAN (MIND MAP) TERHADAP RETENSI SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI SMA PLUS NEGERI 2 BANYUASIN III Ayu Septiani; Rahmi Susanti; Meilinda Meilinda
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sriwi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/fpbio.v1i1.4699

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi mencatat menggunakan peta pikiran terhadap retensi siswa pada mata pelajaran Biologi kelas XI SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III. Metode penelitian yang digunakan pre-experimental design kategori Intact-Group Comparison. Materi pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini adalah sistem regulasi manusia. Pengambilan data dilakukan di kelas XI IPA 2 dengan jumlah siswa 25 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 1 dengan jumlah siswa 25 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket, dan observasi. Data yang dianalisis berupa nilai akhir (retensi jangka pendek dan retensi jangka panjang), respon siswa, dan penilaian peta pikiran. Setelah dianalisis, hasil Uji-t pada retensi jangka pendek retensi jangka panjang, hasil data dukung kuesioner (angket), dan hasil observasi peta pikiran melalui rubrik menggambarkan bahwa ada kaitannya antara tes, angket dan rubrik terhadap peta pikiran dan retensi siswa. Hasil uji korelasi peta pikiran terhadap retensi siswa pada 3 kali pertemuan memperoleh hasil 0,938, 0,953, dan 0,970 dengan interpretasi tinggi karena peta pikiran dapat digunakan untuk melihat retensi siswa dalam pembelajaran. Hasil uji dan data dukung dapat disimpulkan bahwa strategi mencatat menggunakan peta pikiran mempunyai pengaruh terhadap retensi siswa pada mata pelajaran Biologi.   Kata kunci: Peta Pikiran, Retensi jangka pendek, Retensi jangka panjang
Analisa Kemampuan Saluran Berdasarkan Metode Contingency N-1 Analysis . Syukriyadin; Rahmi Susanti
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.102 KB) | DOI: 10.17529/jre.v9i1.171

Abstract

Sistem transmisi memegang peranan yang sangatpenting dalam proses penyaluran daya. Oleh karena itupengamanan pada saluran transmisi perlu mendapatperhatian yang serius dalam perencanaannya. Analisakemampuan saluran merupakan aplikasi untuk mempelajarikestabilan sistem. Analisa kemampuan saluran dalampenelitian ini menggunakan metode contingency N-1 analysis.Contingency N-1 analysis merupakan sebuah program untukmemperhitungkan berbagi kondisi yang mungkin terjadidalam sistem dimasa yang akan datang denganmenggunakan indeks keandalan security N-1 yangmenggambarkan bagaimana keadaan sistem apabila sebuahunsur (komponen) yang ada dalam sistem dikeluarkan darioperasi. Komponen sistem yang dikeluarkan/dilepaskan padapenelitian ini adalah saluran. Pelepasan saluran diuji denganmenggunakan software PSAT 1.3.4 MATLAB/Simulink.Analisa kemampuan saluran dengan metode contingency N-1analysis ini dilakukan pada sistem 14 bus. Index kestabilansaluran digunakan untuk melihat bagaimana kondisi daritiap-tiap saluran apakah dalam kondisi stabil atau tidak.Dari hasil yang diperoleh adalah semua saluran memilikiindex kestabilan 1, yang berarti bahwa semua saluranmemiliki kondisi operasi yang stabil.
Pengaruh Aplikasi Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan Setek Cincau Hijau (Premna oblongifolia Merr.) dan Sumbangannya pada Pembelajaran Biologi SMA Mauliddina Septa Rizky; Rahmi Susanti; Khoiron Nazip
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sriwi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/fpbio.v4i2.7121

Abstract

Research on the influence of biological fertilizer application on the growth of cuttings of green grass jelly (Premna oblongifolia Merr.) has been done. The research was conducted in Sekarjaya village, Ogan Komering Ulu, South Sumatra on December 2016 to January 2017. The method used was the experimental method with completely randomized design which consists of five treatments and five replications. The treatment includes 0,05% (P1), 0,10% (P2), 0,15% (P3), 0,20 (P4) and 0% (P0) as a control. The data were analyzed by ANAVA and BJND test. The results showed that giving biological fertilizer influenced the growth of green grass jelly. The difference in concentration of biological fertilizer gave real effect on a few of growth parameters which were the shoot length and root dry weight. 0.10% concentration of biological fertilizer was a treatment which recommended to increase the growth of green grass jelly, because it gave significantly different results from the control treatment on the growth of green grass jelly. The information of this study hopefully can be an alternative of contextual example on Biology lesson grade twelve, Semester 1 on Basic Competence of 3.1 and Basic Competence of 4.1.Keywords :biofertilizer, green grass jelly, growth
PENGEMBANGAN SOAL KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA Dyah Kesuma Ramadhani; Rahmi Susanti; Djunaidah Zen
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sriwi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/fpbio.v2i1.4727

Abstract

Abstract: Research about the development of Science Process Skills (SPS) has been carried out as SPS measuring instrument study materials in Biology subject at 11th grade of senior high school. The study is aimed to produce a valid and practical test instrument of SPS. The method used in this research is Development Research (DR) method which refers to the instrument development model from Djaali and Mulyono (2008). The steps of the research and development consist of several phases: synthesis theory and requirements analysis, design stage (variable construction, development of indicators, the preparation of the lattice matter, writing of instruments, scoring) and the evaluation phase. Evaluation phase is divided into three: validity test, reliability test and analysis of grain items. The analysis of grain items is done by analyzing the degrees of difficulty, different power and distracters function. The validation of Science Process Skills (SPS) is done in three stages, namely validation theoretical (content experts, constructs experts and linguists) and empirical validation (test participants' answers). Based on the theoretical validation of the results obtained an average value of 4.2 which indicates that the questions of SPS is valid. Practicality of SPS can be detected through the result analysis of the test participants questionnaires in the trial test. The average of the questionnaire practicality while testing is 3.64 which indicate that the question of SPS is a practical category. The results of the analysis from the expert validation test and learner questionnaire showed the SPS that produced is valid and practical. Keywords: Questions development, science process skill, biology learning material
PENGEMBANGAN SOAL KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA Dyah Kesuma Ramadhani; Rahmi Susanti; Djunaidah Zen
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sriwi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/fpbio.v2i2.4732

Abstract

ABSTRACT: Research about the development of Science Process Skills (SPS) has been carried out as SPS measuring instrument study materials in Biology subject at 11th grade of senior high school. The study is aimed to produce a valid and practical test instrument of SPS. The method used in this research is Development Research (DR) method which refers to the instrument development model from Djaali and Mulyono (2008). The steps of the research and development consist of several phases: synthesis theory and requirements analysis, design stage (variable construction, development of indicators, the preparation of the lattice matter, writing of instruments, scoring) and the evaluation phase. Evaluation phase is divided into three: validity test, reliability test and analysis of grain items. The analysis of grain items is done by analyzing the degrees of difficulty, different power and distracters function. The validation of Science Process Skills (SPS) is done in three stages, namely validation theoretical (content experts, constructs experts and linguists) and empirical validation (test participants' answers). Based on the theoretical validation of the results obtained an average value of 4.2 which indicates that the questions of SPS is valid. Practicality of SPS can be detected through the result analysis of the test participants questionnaires in the trial test. The average of the questionnaire practicality while testing is 3.64 which indicate that the question of SPS is a practical category. The results of the analysis from the expert validation test and learner questionnaire showed the SPS that produced is valid and practical. Keywords: Questions development, science process skill, biology learning material