Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

MAKNA TAMPILAN VISUAL KEMASAN SEBAGAI PENERAPAN REDESAIN KEMASAN MAKANAN RINGAN DI UKM BENOK – KABUPATEN PROBOLINGGO Wahmuda, Faza; Hidayat, Moch Junaidi
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.876 KB)

Abstract

Sebagai sebuah hasil pengabdian masyarakat di UKM Benok probolinggo melalui desain kemasan diantaranya visualisasi, material, dan bentuk kemasan makanan ringan berbahan Jagung adalah bagian dari upaya peningkatan kualitas produk sekaligus meningkatkan citra UKM itu sendiri. Selain itu, problematika UKM tentang kemasan produk Emping dan Tortila menjadi teratasi dengan hasil pengabdian ini. Tidak hanya itu, makna tampilan visual desain kemasan ini mampu mewakili hadirnya UKM melalui produk sehingga komunikasi antara produk dan konsumen terjadi. Visualisasi yang sederhana dan menjual menjadi solusi tampilan yang lebih menarik selain bentuk serta material produk yang juga diubah.
ALTERNATIF DESAIN PRODUK DARI SAMPAH TONGKOL JAGUNG DILIHAT DARI JENIS TONGKOLNYA (Dalam Upaya Pengendalian Pencemaran Lingkungan) Wangge, Anastasia Prasilia; Wahmuda, Faza
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Peran Akademisi dan Praktisi Sebagai Inovator Teknologi Bangsa Indonesia dalam Menghadapi Tantangan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.188 KB)

Abstract

Upaya pencegahan untuk menekan bertambahnya jumlah sampah salah satunya yaitu dengan menerapkan konsep pemanfaatan sampah menjadi produk (waste to product). Sampah tongkol jagung hanya dimanfaatkan untuk bahan bakar memasak dan pakan ternak. Oleh karena itu perlu untuk dikaji lebih dalam terkait potensi sampah tongkol jagung untuk dikembangkan dalam hal mengurangi sampah, inovasi pengembangan produk dan memiliki nilai ekonomi produk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif, yaitu membuat uraian sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta serta sifat obyek penelitian yang dilanjutkan dengan kajian komparatif untuk memahami keterkaitan diantara fakta yang ada. Penelitian yang dilakukan berupa eksperimen, memberikan rekomendasi alternatif produk baru dari produk kerajinan yang sebelumnya. Sehingga mempunyai kontribusi bagi kemungkinan pengembangan khasanah kajian dalam disiplin ilmu desain produk dapat dirumuskan sebagai sebagai referensi dan inspirasi positif bagi kemungkinan pengaggasan akan hadirnya pemanfaatan sampah tongkol jagung sebagai bahan pengembangan produk dengan mengangkat tema green product melalui konsep reuse. Luaran penelitian ini merupakan bagian dari roadmap peneliti tentang pemanfaatan sampah/limbah sebagai bahan alternatif produk yang nantinya akan dilanjutkan pada penelitian yang lebih tinggi seperti hibah strategi nasional, foundamental, maupun hibah yang lain. Sehingga pada akhirnya nanti akan didapat sebuah peta strategi desain kreatif berwawasan lingkungan, dimana secara tidak langsung hal ini mendukung roadmap Indonesia dalam industri kreatif 2025 yang sudah dicanangkan Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Perdagangan, Perindustrian dan Industri Kreatif dan juga sebagai penerapan program sistem manajemen lingkungan, ekolabel, produksi bersih, dan teknologi berwawasan lingkungan, yang tertuang dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 31 tahun 2009 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan, Ekolabel, Produksi Bersih dan Teknologi Berwawasan Lingkungan di Daerah. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan diantaranya : pertama, sampah tongkol jagung yang ada di lingkungan sekitar kita dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku produk kerajinan mulai yang sederhana hingga yang memiliki nilai jual tinggi. Kedua, eksperimen yang telah dilakukan, memberikan rekomendasi alternatif produk baru dari produk kerajinan yang sebelumnya. Inovasi alternatif produk ini akan dilanjutkan pada tahap proses pengembangan desain produk dengan memanfaatkan tongkol jagung sebagai bahan baku produk dengan harapan dapat memanfaatkan lebih maksimal tentang bagaimana mengolah bentuk yang sedemikian rupa menjadi sebuah produk yang bermanfaat dari segi kebutuhan masyarakat, nilai estetis dan menjadi program pengendalian pencemaran lingkungan.
EKSPERIMEN PRODUK FUNGSIONAL LIMBAH AKRILIK DENGAN TEKNIK PEMANASAN DALAM PENERAPAN DESAIN FESYEN AKSESORIS Girsang, Hayde Starizqy Dirgatama; Wahmuda, Faza
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.107 KB)

Abstract

Saat ini perkembangan retail minimarket yang menjamur seperti Indomaret, Alfamart, dan lain-lain, menggunakan akrilik pada reklame huruf timbul yang biasa diletakkan di depan tempat penjualan. Dampak yang  terjadi dari penggunaan bahan akrilik adalah limbah akrilik dari sisa industri pembuatan display minimarket. Penelitian ini menggunakan metode penelitian riset terapan (applied research) pada material akrilik untuk dijadikan bahan produk. Terdapat tiga tahapan penelitian yang dilakukan, yaitu : Tahap pendahuluan yaitu proses berpikir dan pengumpulan data primer dan data sekunder, tahap Eksperimen yaitu hasil yang didapat pada tahap pendahuluan digunakan sebagai acuan dalam tahap eksperimen yaitu proses eksperimen karakteristik fisik, sebagai acuan untuk dilanjutkan pada proses pembuatan produk, tahap akhir yaitu evaluasi atas proses yang telah dilakukan untuk menghasilkan kesimpulan akhir atas penelitian. Pemanfaatan limbah akrilik menjadi produk fesyen aksesoris dengan teknik pemanasan ini cukup menghasilkan inovasi dalam pengembangan produk fesyen. Selain itu, pemanfaatan limbah akrilik dapat mengurangi penceramaran lingkungan pada industri akrilik. Proses eksperimen dengan metode pemanasan penggorengan menghasilkan karakteristik tersendiri. Metode pemanasan penggorengan ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan metode eksperimen lainnya untuk menghasilkan produk aksesori seperti tas, gelang, jam tangan dan lain sebagainya yang mampu memberikan inovasi bagi UKM sebagai pelaku industi kreatif.
Konsep Desain Partisi Dengan Sistem Modular Untuk Hunian Dengan Lahan Terbatas Di Surabaya Puspitasari, Ratna; Wahmuda, Faza
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.089 KB)

Abstract

Fenomena hunian dengan lahan terbatas banyak dialami pada perumahan tipe kecil terutama rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Furnitur sebagai bagian dari elemen interior dapat berfungsi sebagai pembatas area publik maupun privat. Partisi merupakan salah satu elemen pembagi ruang pada hunian. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dan menganalisa jenis partisi yang dapat digunakan untuk menciptakan area privat hunian dengan mengurangi kesan sempit yang mungkin terjadi akibat adanya elemen tersebut.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif-naturalistik untuk mencari kesesuaian perilaku dan penentuan sistem desain partisi yang sesuai. Hasil penelitian secara keilmuan dapat memberikan kontribusi dalam perencanaan sistem desain partisi. Dengan penggunaan sistem modular dapat membantu penataan ruang pada unit hunian.
Pemanfaatan Kulit Kayu Gelam Menjadi Produk Fesyen Aksesori Wanita Adhianti, Magita Tria; Wahmuda, Faza
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.151 KB)

Abstract

Kayu gelam (Melaleuca sp) merupakan kayu yang tumbuh di rawa gambut dengan karakteristik kulit kayunya yang mengelupas. Kulit kayu gelam yang berlapis-lapis dan mengelupas tidak memiliki nilai fungsi dan jual sehingga tidak dimanfaatkan. Berdasarkan hal tersebut, dilihat potensi untuk memanfaatkan kulit kayu gelam yang tidak terpakai sebagai material untuk pembuatan produk fesyen aksesori wanita. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode action research yaitu dengan teknik eksperimen dimana subjek yaitu kulit kayu gelam akan diberi perlakuan (treatment) sehingga akan didapat karakter material yang diinginkan. Terdapat 2 alternatif proses eksperimen yang dilakukan yaitu Proses Penghancuran dan Proses Penguatan Tekstur, dimana dari dua proses tersebut menghasilkan dua karakteristik yang berbeda. Pada proses Penghancuran, kulit kayu gelam melewati tahapan pelunakkan, penghalusan, pewarnaan, dan pengeringan. Sedangkan pada proses Penguatan Tekstur, kulit kayu gelam melewati tahapan pengupasan, pembersihan serat, pembentukan lembaran, finishing, pelapisan bahan, penggabungan material, pembentukan pola, dan penggabungan pola. Kulit kayu gelam hasil eskperimen tersebut dimungkinkan untuk pembuatan produk yang memiliki bidang lebar. Hasil dari eksperimen tersebut kemudian dijadikan sebagai material pembuatan produk fesyen aksesori wanita berupa tas, dompet, phone case, dan key holder. Produk yang dibuat menerapkan konsep desain Earth Tone yang bertujuan untuk menonjolkan kesan alam dan natural yang dimiliki oleh kulit kayu gelam.
EKSPLORASI LIMBAH PLASTIK KEMASAN FOIL DALAM PENERAPAN DESAIN UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL PRODUK FESYEN AKSESORIS Rochman, Alfan Nur; Wahmuda, Faza
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.846 KB)

Abstract

Sampah merupakan permasalahan yang selalu dihadapi oleh manusia setiap harinya, baik di kota besar maupun pedesaan. Hal ini ditimbulkan karena aktifitas manusia. Meningkatnya sampah di kota Surabaya ini cukup tinggi. Mengingat Surabaya merupakan salah satu kota metropolitan terbesar kedua. Secara tidak langsung, hal ini mempengaruhi peningkatan volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat kota. Sampah yang dihasilkan, salah satunnya sampah kemasan foil yang biasa digunakan untuk pembungkus makanan ringan, dan juga minuman sachet. Sejauh ini material tersebut, sudah dimanfaatkan oleh para pengerajin untuk kerajinann sederhana seperti hiasan bunga, baju daur ulang untuk lomba, dan juga produk fesyen. Namun pengolahannya masih sederhana sehingga harga jualnya masih rendah. Permasalahan tersebut, mendorong peneliti untuk memberikan sebuah inovasi dalam pengolahan sampah plastik kemasan foil dengan teknik hot textile, dalam penerapan desain produk aksesoris fesyen, agar memilki nilai jual yang tinggi.
EKSPLORASI SERAT BUAH SIMPALAK DALAM PENERAPAN DESAIN PRODUK AKSESORIS INTERIOR Suzandoko, Deo Adhityawan; Wahmuda, Faza
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.916 KB)

Abstract

Pada era globalisasi saat ini memang sangat dimudahkan dalam melakukan segala hal, akan tetapi dampak yang dihasilkan dari era ini sangat beragam, salah satunya adalah masalah sampah buah simpalak yang jatuh dari pohonnya. Buah simpalak atau bintaro (Cerbera Odollam) masih jarang diketahui oleh sebagian orang. Melihat potensi yang unik dari serat buah simpalak yang memiliki karakteristik yaitu memiliki motif garis lengkung tak beratuan yang saling terhubung, peneliti akan melakukan eksploasi pada material ini untuk diterapkan pada desain aksesoris interior. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang berfokus pada action researchberbasis eksperimen yang subjeknya diberi perlakuan lalu dianalisis akibat perlakuan pada subjek tersebut. Hasil dari analisis eksperimen yang dilakukan didapatkan serat buah simpalak tersebut dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan produk aksesoris interior. Tahapan yang dilakukan hingga serat buah simpalak dapat dijadikan produk elemen interior diantaranya melewati proses pemilihan bahan, proses pemanasan, pembentukan pola, pemisahan daging buah, pengkakuan serat, penggabungan pola dan proses finishing setelah itu dapat dilanjutkan ke dalam tahapan proses produksi produk aksesoris interior berupa produk kap lampu, jam, dan pot tanaman.
PENGEMBANGAN DESAIN WORKSTATION UNTUK PENJAHIT BUSANA DENGAN AREA TERBATAS Isnaini, Ni'matul; Wahmuda, Faza
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v7i2.11

Abstract

Abstrak Usaha menjahit adalah usaha untuk mengubah tekstil menjadi pakaian jadi yang bisa digunakan konsumen. Terdapat banyak peralatan dan perlengkapan yang menunjang pekerjaan tersebut seperti benang, jarum, kancing, gunting, dan lain sebagainya, namun tidak memiliki tempat tersendiri sehingga penjahit merasa sedikit kesulitan saat mencari peralatan tersebut. Kemudian tempat untuk memotong pola, menjahit, dan setrika merupakan tempat yang berbeda sehingga penjahit harus berpindah tempat saat melakukan aktivitas tersebut. Dengan permasalahan diatas maka dibutuhkan fasilitas berupa workstation yang memiliki banyak fungsi, serta dilengkapi dengan penyimpanan semua peralatan dalam menjahit. Metode yang digunakan dalam pencarian data adalah mix metode, yaitu metode penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif (metode penelitian berdasarkan observasi dan wawancara secara intensif) dan kuantitatif (metode penelitian berdasarkan hasil kuesioner yang akan menjadi data pendukung dalam penelitian). Pada observasi dilakukan pada dua tempat di area Surabaya dan Sidoarjo kemudian analisis menggunakan analisis kebutuhan kerja, analisis kebutuhan penyimpanan, analisis dimensi penyimpanan, analisis dimensi area kerja, analisis layout area kerja, analisis penempatan, analisis material, analisis finishing, analisis sistem, analisis bentuk, dan analisis warna. Kemudian didapatkan hasil sintesa desain, konsep desain, lima alternatif desain dan ditutup dengan kesimpulan dan saran. Kata kunci : desain, workstation, penjahit Abstract Sewing project is a project to change textile material into clothes that can be worn by the consumers. There are many tools and equipment that support this job such as yarn, needle, button, scissors, etc. however, they don’t have special place so the tailor gets difficulty when look for them. Besides that, the places to cut the pattern, to sew and to iron are different so the tailor has to move to other place when does those activities. By seeing that case, it needs a facility like a workstation that has many functions and be equipped by all sewing tools storage. The method that is used in searching data is mix method, means a research method using qualitative approach (research method based on observation and intensive interview) and quantitative (research method based on the result of questioners that can be support data in a research). The observations were made at two places in the area of Surabaya and Sidoarjo. In the step of analysis, it uses work need analysis, storage need analysis, storage dimension analysis, work area dimension analysis, work area layout analysis, placement analysis, material analysis, finishing analysis, system analysis, shape analysis, and colour analysis. Next, it will get the result of design synthesis, design concept, five alternative designs and ended by conclusion and advice. Keywords : design, workstation, tailor
Konsep Desain Partisi Dengan Sistem Modular Untuk Hunian Dengan Lahan Terbatas Di Surabaya Ratna Puspitasari; Faza Wahmuda
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena hunian dengan lahan terbatas banyak dialami pada perumahan tipe kecil terutama rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Furnitur sebagai bagian dari elemen interior dapat berfungsi sebagai pembatas area publik maupun privat. Partisi merupakan salah satu elemen pembagi ruang pada hunian. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dan menganalisa jenis partisi yang dapat digunakan untuk menciptakan area privat hunian dengan mengurangi kesan sempit yang mungkin terjadi akibat adanya elemen tersebut.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif-naturalistik untuk mencari kesesuaian perilaku dan penentuan sistem desain partisi yang sesuai. Hasil penelitian secara keilmuan dapat memberikan kontribusi dalam perencanaan sistem desain partisi. Dengan penggunaan sistem modular dapat membantu penataan ruang pada unit hunian.
IBM PEMBUATAN KERAJINAN ACRILIC Meilani, Budanis Dwi; Wahmuda, Faza
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya meningkatkan perekonomian warga Surabaya, pemerintah kota Surabaya terus memacu pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di kalangan warganya baik yang dikelola kelompok maupun individu. Institusi Pendidikan mengambil peran dalam hal pendampingan, melalui program Iptek bagi masyarakat (IbM) dimana perguruan tinggi bermitra dengan masyarakat. Mitra pada program IbM ini adalah kelompok PKK dan karang taruna pengrajin hiasan acrilic. Mitra IbM berlokasi di RW 01 Kelurahan Gubeng Kecamatan Gubeng dan RW 02 Kelurahan Ngagel Kecamatan Wonokromo. Selama ini Mitra mengenalkan produk hanya pada lingkungan sekitar serta kegiatan kegiatan pemerintah kota seperti pasar rakyat pada saat saat tertentu. Kendala yang dialami Mitra saat ini adalah kurangnya ketrampilan dan kurangnya pengetahuan tentang strategi penjualan. Dari permasalahan yang ada pada Mitra, maka Tim Pelaksana IbM “Pembuatan Hiasan Acrilic” bertujuan menambah ketrampilan untuk membantu meningkatkan produktivitas Mitra sehingga dapat memberikan dampak kemandirian Mitra serta peningkatan daya saing penjualan produk kerajinan hiasan acrilic. Dari hasil pengamatan langsung kegiatan Mitra, program IbM akan fokus pada bidang produksi termasuk didalamnya desain produk serta bidang pemasaran produk kerajinan hiasan acrilic. Dalam rangka untuk mencapai tujuan, tim pelaksana memberikan pendampingan, pelatihan, workshop dan pembuatan Web pemasaran kerajinan Acrilic. Sehingga Mitra mendapatkan peningkatan keahlian dan kemudahan dalam pemasaran serta mempunyai kompetensi agar mampu meningkatkan produktivitasnya.Pada bidang produksi Mitra mendapatkan pelatihan pembuatan pola atau desain kerajinan hiasan acrilic. Pola atau desain dibuat untuk menambah motif atau tema hiasan acrilic yang dimiliki Mitra menjadi lebih menarik dan memiliki daya jual yang tinggi. Pada bidang pemasaran dilakukan pelatihan pemasaran melalui media online seperti pengenalan produk melalui aplikasi web pemasaran, media sosial facebook, instagram, blog dengan fasilitas Search engine optimization serta membantu keikut sertaan dalam pameran-pameran produk kerajinan secara rutin. Akhir dari IBM “Pembuatan Hiasan Acrilic” ini adalah menambah ketrampilan Mitra dalam pembuatan Hiasan Acrilic dan pemasaran produk Hiasan Acrilic.