Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Revitalisasi Pendidikan Politik dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia Hermawan, Iyep Candra
ATIKAN Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.621 KB)

Abstract

IKHTISAR: Masalah pendidikan politik dan pendidikan kewarganegaraan bagi suatu negara-bangsa merupakan proses pembinaan, penanaman, dan pewarisan nilai-nilai kebangsaan dan kenegaraan yang diselenggarakan dalam lingkungan pendidikan, karena pendidikan dipandang memiliki peranan penting dan strategis dalam pembangunan bangsa. Dalam perkembangannya di Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan mengalami perubahan dan penyempurnaan sejak zaman Orde Lama (1959-1966), Orde Baru (1966-1998), dan Orde Reformasi (1998 – sekarang). Artikel ini membicarakan pentingnya dilakukan revitalisasi pendidikan politik dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Dalam konteks ini, pembelajaran pembentukan karakter bangsa melalui mata pelajaran PKn, atau Civic Education, perlu diarahkan agar mereka dapat mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual, rasional, emosional, dan sosial; tanggung jawab warga negara (civic responsibility); serta partisipasi warga negara (civic participation). Konsepsi yang termuat dalam kurikulum PKn perlu dipelajari, ditanamkan, dan diwariskan kepada peserta didik agar terbentuk warga negara yang baik. Melalui pembelajaran PKn berbasis pendidikan politik diharapkan memupuk kedisiplinan, kepekaan sosial, melatih berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah secara jernih, serta budaya demokratis dapat ditegakkan.KATA KUNCI: Revitalisasi pendidikan politik, pendidikan kewarganegaraan, warga negara yang baik, dan budaya demokrasi di Indonesia.ABSTRACT: This article entitled “Revitalization of Political Education in Indonesia’s Civics Education”. Problem of political education and citizenship education for a nation-state is the coaching process, planting, and inheritance of national values and the statehood were maintained in environmental education, due to education is seen to have an important and strategic role in the development of the nation. Civic education in Indonesia has changed and developed since the era of Old Order (1959-1966), New Order (1966-1998), and Reform Order (1998 to date). This article discussed the importance of political education conducted revitalization in Citizenship (Civics) Education. In this context, the formation of character, through learning subjects Civics Education, should be directed so that they can develop the intelligence of the citizens (civics intelligence) in the spiritual dimension, rational, emotional, and social responsibilities of citizens as well as participation citizenship. Conception contained in the Civics curriculum needs to be studied and instilled bequeathed to the students, in order to form good citizens. Civics education, through learning-based politics, is expected to faster self-discipline, social sensitivity, critical thinking, problem solving skills are clear, and democratic culture can be enforced.KEY WORD: Revitalization of political education, civics education, good citizen, and culture of democracy in Indonesia.About the Author: Haji Iyep Candra Hermawan, M.Pd. adalah Dosen Senior dan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNSUR (Universitas Suryakancana) di Cianjur, Jawa Barat, Indonesia. Bagi kepentingan akademik, penulis dapat dihibungi dengan alamat emel: s2bi_unsur_cjr@yahoo.comHow to cite this article? Hermawan, Iyep Candra. (2013). “Revitalisasi Pendidikan Politik dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.3(1) Juni, pp.9-26. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI in Bandung and FKIP UNSUR in Cianjur, West Java, ISSN 2088-1290. Chronicle of the article: Accepted (April 8, 2013); Revised (May 10, 2013); and Published (June 15, 2013).
Masalah Karakter Bangsa dan Figur Kepemimpinan di Indonesia: Perspektif Sejarah Suwirta, Andi; Hermawan, Iyep Candra
ATIKAN Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.336 KB)

Abstract

IKHTISAR: Karakter bangsa bagi negara-negara kebangsaan adalah hasil dari proses pencarian dan penemuan identitas dan jati diri bangsa tersebut. Karena tiap bangsa di dunia memiliki perjalanan sejarahnya sendiri-sendiri, maka tidaklah mengherankan kalau terjadi perbedaan karakter bangsa. Tulisan ini mengkaji tentang masalah karakter bangsa dan figur kepemimpinan di Indonesia. Dengan menganalisis enam figur Presiden Indonesia, tulisan ini menunjukkan bahwa ada kaitan yang erat antara pembangunan karakter bangsa dengan keteladanan dari seorang pemimpin bangsa. Hal ini karena seorang pemimpin, terutama Presiden Indonesia, adalah figur panutan dan contoh teladan bagi rakyat Indonesia yang berjumlah lebih dari 250 juta jiwa pada tahun 2015 nanti. Krisis kepemimpinan dan tiadanya keteladanan dari seorang pemimpin, dalam corak masyarakat Indonesia yang masih paternalistik, jelas akan mengakibatkan juga proses reduksi terhadap karakter bangsa secara keseluruhan.KATA KUNCI: Karakter bangsa, negara-bangsa Indonesia, figure pemimpin, Presiden Indonesia, dan model kepemimpinan. ABSTRACT: National character for nation-states is the result of seeking process and the invention of identity and national characteristic. Due to every nation in the world has its history journey, then, it is not a wonder if happened difference of national character. This article discusses about the problem of national character and leadership figure in Indonesia. By analyzing six figures of Indonesian President, this article indicates that there is closely relationship between development of national character and role model of a national leader. This condition because a leader, especially Indonesian President, is peer figure and role model for Indonesian society that amount to more than 250 million people in 2015 later. Leadership crisis and nothing role model from a leader, in Indonesian society pattern that still paternalistic, clearly will result also reduction the process of national character building as a whole.KEY WORD: National character, Indonesia’s nation-state, leadership figure, Indonesia President, and leadership model.  About the Authors: Andi Suwirta, M.Hum. adalah Dosen di Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), Jalan Dr. Setiabudhi No.229 Bandung 40154, Jawa Barat; dan H. Iyep Candra Hermawan, M.Pd. adalah Dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNSUR (Universitas Suryakancana) Cianjur, Jawa Barat, Indonesia. Alamat emel: andisuwirta@yahoo.com dan fkipunsurcjr@yahoo.co.idHow to cite this article? Suwirta, Andi & Iyep Candra Hermawan. (2012). “Masalah Karakter Bangsa dan Figur Kepemimpinan di Indonesia: Perspektif Sejarah” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.2(1) Juni, pp.133-154. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI in Bandung and FKIP UNSUR in Cianjur, West Java, ISSN 2088-1290. Chronicle of the article: Accepted (April 11, 2012); Revised (May 21, 2012); and Published (June 15, 2012).
PENERAPAN CONCEPT LEARNING MODEL PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DI SMA PGRI KABUPATEN CIANJUR Hermawan, Iyep Candra; Indriyani, Dina; Munadi, Heri
Integralistik Vol 29, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v29i2.16699

Abstract

Pengaruh Media Massa Terhadap Kesadaran Berpolitik Siswa di SMK Negeri 1 Cianjur Rahmawati, Rahmawati; Hermawan, Iyep Candra; Sulaeman, Tjeppy
Integralistik Vol 30, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v30i2.20872

Abstract

This research is motivated to find out the influence of mass media on students' political awareness. The role of mass media in the era of globalization provides a very large role in providing information to students, especially as a voter beginner or 17 years old. Through the media, information about politics is widely spread quickly and widely. The role of PPKn teachers in dealing with the influence of the mass media is the existence of political education provided to students in PPKn subjects. The results showed that at SMK Negeri 1 Cianjur the influence of the mass media on political awareness of students was very large. Technology has a very important role in this case social media, print media and electronic media which contains a lot of information and the role of PPKn teachers as educators in providing understanding to students so that they use mass media more wisely and aim so that the knowledge obtained can be used in community environment, in order to increase student participation, especially in any political activities. Thus, the influence of mass media can significantly increase political awareness (political awareness) of students and be democratic (democratic attitude).Penelitian ini dilatar belakangi untuk mengetahui pengaruh media massa terhadap kesadaran berpolitik siswa. Peran media massa di era globalisasi memberikan peran yang sangat besar dalam memberikan informasi kepada siswa khususnya sebagai pemilih pemula atau berusia 17 tahun. Melalui media, informasi mengenai politik banyak tersebar secara cepat dan meluas. Peran guru PPKn dalam menghadapi pengaruh media massa yaitu dengan adanya pendidikan politik yang diberikan kepada siswa dalam mata pelajaran PPKn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SMK Negeri 1 Cianjur pengaruh media massa terhadap kesadaran berpolitik siswa sangat besar. Teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam hal ini media sosial, media cetak dan media elektronik yang di dalamnya banyak memuat informasi dan peran guru PPKn sebagai pendidik dalam memberikan pemahaman kepada siswa sehingga memanfaatkan media massa dengan lebih bijaksana dan bertujuan agar pengetahuan yang diperoleh dapat digunakan dalam lingkungan masyarakat, guna meningkatkan partisipasi siswa khususnya dalam setiap kegiatan-kegiatan politik. Dengan demikian, pengaruh media massa secara signifikan dapat meningkatkan kesadaran berpolitik (political awareness) siswa dan bersikap demokratis (democratic attitude).This research is motivated to find out the influence of mass media on students' political awareness. The role of mass media in the era of globalization provides a very large role in providing information to students, especially as a voter beginner or 17 years old. Through the media, information about politics is widely spread quickly and widely. The role of PPKn teachers in dealing with the influence of the mass media is the existence of political education provided to students in PPKn subjects. The results showed that at SMK Negeri 1 Cianjur the influence of the mass media on political awareness of students was very large. Technology has a very important role in this case social media, print media and electronic media which contains a lot of information and the role of PPKn teachers as educators in providing understanding to students so that they use mass media more wisely and aim so that the knowledge obtained can be used in community environment, in order to increase student participation, especially in any political activities. Thus, the influence of mass media can significantly increase political awareness (political awareness) of students and be democratic (democratic attitude). AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi untuk mengetahui pengaruh media massa terhadap kesadaran berpolitik siswa. Peran media massa di era globalisasi memberikan peran yang sangat besar dalam memberikan informasi kepada siswa khususnya sebagai pemilih pemula atau berusia 17 tahun. Melalui media, informasi mengenai politik banyak tersebar secara cepat dan meluas. Peran guru PPKn dalam menghadapi pengaruh media massa yaitu dengan adanya pendidikan politik yang diberikan kepada siswa dalam mata pelajaran PPKn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SMK Negeri 1 Cianjur pengaruh media massa terhadap kesadaran berpolitik siswa sangat besar. Teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam hal ini media sosial, media cetak dan media elektronik yang di dalamnya banyak memuat informasi dan peran guru PPKn sebagai pendidik dalam memberikan pemahaman kepada siswa sehingga memanfaatkan media massa dengan lebih bijaksana dan bertujuan agar pengetahuan yang diperoleh dapat digunakan dalam lingkungan masyarakat, guna meningkatkan partisipasi siswa khususnya dalam setiap kegiatan-kegiatan politik. Dengan demikian, pengaruh media massa secara signifikan dapat meningkatkan kesadaran berpolitik (political awareness) siswa dan bersikap demokratis (democratic attitude)
Pemilu sebagai Pembelajaran Politik Bangsa Hermawan, Iyep Candra
Jurnal Civicus Vol 9, No 2 (2009): JURNAL CIVICUS, DESEMBER 2009
Publisher : Department of Civic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/civicus.v9i2.26098

Abstract

Pemilu sebagai Pembelajaran Politik Bangsa
Modal Historis Pendidikan Politik dalam Pembangunan Bangsa Hermawan, Iyep Candra
Jurnal Civicus Vol 10, No 2 (2010): JURNAL CIVICUS, DESEMBER 2010
Publisher : Department of Civic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/civicus.v10i2.26117

Abstract

Modal Historis Pendidikan Politik dalam Pembangunan Bangsa
PRAKTIK GERAKAN LITERASI SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA dalam PEMBELAJARAN PPKn DI SMA NEGERI 1 MANDE Risas Syafrizal; Iyep Candra Hermawan; Prima Yuana Sofwan
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan literasi sekolah merupakan gerakan yang bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan budaya literasi peserta didik yang dituangkan dalam program pembiasaan-pembiasaan positif yang diterapkan di sekolah. Melalui gerakan literasi sekolah peserta didik mampu memiliki kemampuan membaca dengan pemahaman yang tinggi, kemampuan menulis yang baik, kemampuan berbicara yang baik, serta kemampuan menguasai media dan teknologi digital. Berdasarkan hal tersebut peneliti memiliki ketertarikan untuk melakukan penelitian mengenai praktik gerakan literasi sekolah yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Mande.   Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan program gerakan literasi sekolah, peran guru dalam program gerakan literasi sekolah serta bentuk evaluasi dari gerakan literasi sekolah. Secara teoretis, manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan gerakan literasi sekolah di SMA Negeri 1 Mande, memahami konsep-konsep baru yang berkaitan dengan pengaruh literasi terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran PPKn.Penelitian ini dibuat menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Melalui penggunaan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen. Sampel penelitian adalah peserta didik SMA Negeri 1 Mande yang berjumlah 3 orang, guru mata pelajaran PPKn serta kepala perpustakaan SMA Negeri 1 Mande.Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh penulis di SMA Negeri 1 Mande diketahui bahwa dalam pelaksanaan gerakan literasi sekolah di SMA Negeri 1 Mande terbagi dalam dua program yaitu, program mingguan dan program harian. Di dalam pelaksanaan gerakan literasi sekolah guru memiliki peran penting dalam setiap kegiatannya, pelaksanaan evaluasi pada gerakan literasi sekolah dilakukan dengan metode penugasaan kepada peserta didik untuk membaca buku sebanyak 25 buku dan merangkum hasil bacaan pada buku tulis, serta diketahui juga bahwa melaui program gerakan literasi sekolah berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik dalam pembelajaran PPKn hal tersebut ditunjukan dengan perolehan nilai rapor yang dimiliki oleh peserta didik yang meraih nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM), perolehan prestasi dalam perlombaan dengan bertemakan PPKn serta perubahan sikap pada peserta didik yang kearah yang lebih positif.
PERANAN KURIKULUM 2013 DALAM MENUMBUHKAN PENGUATAN KARAKTER DISIPLIN PADA PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 2 CIANJUR Khairunisa Fajriyanti; Iyep Candra Hermawan; Sumarna Sumarna
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan Kurikulum 2013 dalam menumbuhkan karakter disiplin pada peserta didik. Kurikulum 2013 mengedepankan penguatan pendidikan karakter peserta didik di sekolah. Salah satu karakter yang diperkuat di sekolah adalah disiplin. Karakter disiplin harus dimiliki oleh setiap peserta didik agar dapat mengatur kehidupannya sehingga menjadi tertib dan teratur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SMA Negeri 2 Cianjur Kurikulum 2013 memiliki peranan yang positif bagi penguatan karakter disiplin peserta didik. Implementasi Kurikulum 2013 dilaksanakan melalui serangkaian aktivitas yang sudah tersusun secara sistematis yang dilakukan sejak peserta didik tiba di sekolah sampai tiba waktunya pulang. Kegiatan yang dilakukan di sekolah sudah terjadwal dan harus diikuti peserta didik dengan tertib sesuai waktu yang telah ditentukan. Penerapan Kurikulum 2013 tidak terlepas dari peran guru yang merupakan orang tua peserta didik di sekolah yang membina peserta didik agar dapat memperkuat karakter disiplin. Keberhasilan pendidikan bukan hanya dilihat dari aspek pengetahuan dan keterampilan, tetapi dilihat juga dari sikap yang dimiliki oleh peserta didik setelah menyelesaikan pendidikan. Maka dari itu, Kurikulum 2013 memiliki peranan positif dalam menumbuhkan penguatan karakter disiplin pada peserta didik.
MENGGALI NILAI-NILAI DEMOKRASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUNDA SEBAGAI PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN PKN DI SEKOLAH iyep candra hermawan
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Nilai-nilai demokrasi (democracy values) adalah nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh semua bangsa di dunia. Diantaranya nilai kebebasan, keterbukaan, persamaan, keadilan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Suatu negara dipandang demokratis apabila menjunjung tinggi dan menegakkan nilai-nilai demokrasi tersebut. Dikaitkan dengan kearifan lokal ternyata nilai-nilai demokrasi itu telah menjadi prinsip hidup dalam kearifan budaya Sunda. Sikap dan perilaku dalam budaya Sunda yang tentu kukuh pengkuh (berpegang teguh) pada landasan adat istiadat Sunda. Seperti ditegaskan dalam ungkapan “kudu nyanghulu ka hukum, nunjang ka nagara, mupakat ka balarea”. Hal ini sejalan dengan prinsip demokrasi yang dinyatakan oleh International Commission of Jurists tentang ciri pemerintahan demokratis berdasarkan rule of law, maupun yang telah banyak digagas oleh pakar hukum kenegaraan. Menggali nilai-nilai demokrasi dalam kearifan budaya lokal Sunda dapat menjadi pengembangan materi ajar dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah.  Kata Kunci: nilai demokrasi, kearifan lokal, pendidikan kewarganegaraan
PENGARUH PENDIDIKAN POLITIK TERHADAP KEPEMIMPINAN PESERTA DIDIK PADA ORGANISASI KESISWAAN DI SMA PASUNDAN CIKALONGKULON Almi Nurdina; iyep candra hermawan; banan sarkosih
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Indonesia merupakan negara yang menganut sistem politik yang berlandaskan ideologi Pancasila, pendidikan politik sangat berharga dan wajib disampaikan kepada para generasi muda yang bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus pendoktrinan tentang sistem politik yang diterapkan di Indonesia. Pendidikan politik yang disampaikan kepada generasi muda, diharapkan pada nantinya, para generasi muda bisa sadar tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia, sepantasnya proses pendidikan politik dapat membentuk dan mengembangkan sifat kepemimpinan peserta didik dalam menjalankan organisasi kesiswaan. Sekolah memiliki peranan penting yang mendasar dalam pembentukan karakter peserta didik dalam kehidupan bernegara. Sesuai dengan tujuan pendidikan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Proses pendidikan politik yang dilaksanakan di sekolah tidak terpaku hanya dilaksanakan di dalam ruang kelas belajar yang hanya mengajarkan kepada para peserta didik tentang teori-teori politiknya saja, tetapi para peserta didik juga diajarkan dengan prakteknya dalam kegiatan politik. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan mengambil judul Pengaruh Pendidikan Politik Terhadap Kepemimpinan Peserta Didik pada Organisasi Kesiswaan di SMA Pasundan Cikalongkulon.