Alif Muarifah
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

HUBUNGAN KECEMASAN DAN AGRESIVITAS Muarifah, Alif
HUMANITAS (Jurnal Psikologi Indonesia) Vol 2, No 2 (2005): Vol 2 No 2 Agustus 2005
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.641 KB)

Abstract

AbstrakPerilaku agresif  yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan gejala yang memprihatinkan,telah terjadi loncatan yang begitu tajam baik secara kualitas maupun kuantitas. Agresivitasyang dilakukan tidak sekedar  insidental atau musiman, melainkan sudah menjadi kebiasaan,bahkan terencana. Bentuk perilakunya amatlah beragam, mulai dari perkelahian, pengrusakan,perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dan tindak kriminal lainnya. Untuk menjelaskanfactor dasar yang menjdi penyebab munculnya perilaku agresif dapat ditinjau dari beberapapendekatan, yakni: pendekatan biologis, pendekatan eksternal dan belajar.Perilaku agresf juga berkaitan dengan kecemasan. Adapun faktor yang memunculkankecemasan adalah biologis, psikoanalisis, kepribadian, perilaku, belajar, kognitif danhumanistik.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif antara kecemasan denganagresivitas dengan angka korelasi 0, 459, r2 adalah 0, 21067 dengan P (0,05) artinya bahwasumbangan kecemasan terhadap agresivitas pada mahasiswa sebesar 21,06,  % dan 78, 94disebabkan oleh faktor lain.Kata kunci: kecemasan, agresivitas
HUBUNGAN KECEMASAN DAN AGRESIVITAS Muarifah, Alif
HUMANITAS (Jurnal Psikologi Indonesia) Vol 2, No 2: Agustus 2005
Publisher : HUMANITAS (Jurnal Psikologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.459 KB)

Abstract

AbstrakPerilaku agresif  yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan gejala yang memprihatinkan,telah terjadi loncatan yang begitu tajam baik secara kualitas maupun kuantitas. Agresivitasyang dilakukan tidak sekedar  insidental atau musiman, melainkan sudah menjadi kebiasaan,bahkan terencana. Bentuk perilakunya amatlah beragam, mulai dari perkelahian, pengrusakan,perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dan tindak kriminal lainnya. Untuk menjelaskanfactor dasar yang menjdi penyebab munculnya perilaku agresif dapat ditinjau dari beberapapendekatan, yakni: pendekatan biologis, pendekatan eksternal dan belajar.Perilaku agresf juga berkaitan dengan kecemasan. Adapun faktor yang memunculkankecemasan adalah biologis, psikoanalisis, kepribadian, perilaku, belajar, kognitif danhumanistik.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif antara kecemasan denganagresivitas dengan angka korelasi 0, 459, r2 adalah 0, 21067 dengan P (0,05) artinya bahwasumbangan kecemasan terhadap agresivitas pada mahasiswa sebesar 21,06,  % dan 78, 94disebabkan oleh faktor lain.Kata kunci: kecemasan, agresivitas
HUBUNGAN KECEMASAN DAN AGRESIVITAS Alif Muarifah
HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal Vol 2, No 2: Agustus 2005
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/humanitas.v2i2.319

Abstract

AbstrakPerilaku agresif  yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan gejala yang memprihatinkan,telah terjadi loncatan yang begitu tajam baik secara kualitas maupun kuantitas. Agresivitasyang dilakukan tidak sekedar  insidental atau musiman, melainkan sudah menjadi kebiasaan,bahkan terencana. Bentuk perilakunya amatlah beragam, mulai dari perkelahian, pengrusakan,perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dan tindak kriminal lainnya. Untuk menjelaskanfactor dasar yang menjdi penyebab munculnya perilaku agresif dapat ditinjau dari beberapapendekatan, yakni: pendekatan biologis, pendekatan eksternal dan belajar.Perilaku agresf juga berkaitan dengan kecemasan. Adapun faktor yang memunculkankecemasan adalah biologis, psikoanalisis, kepribadian, perilaku, belajar, kognitif danhumanistik.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif antara kecemasan denganagresivitas dengan angka korelasi 0, 459, r2 adalah 0, 21067 dengan P (0,05) artinya bahwasumbangan kecemasan terhadap agresivitas pada mahasiswa sebesar 21,06,  % dan 78, 94disebabkan oleh faktor lain.Kata kunci: kecemasan, agresivitas
Sibling Rivalry: Bagaimana Pola Asuh dan Kecerdasan Emosi Menjelaskan Fenomena Persaingan Antar Saudara? Muarifah, Alif; Fitriana, Yeni Familia Fasca
JECCE (Journal of Early Childhood Care and Education) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.731 KB) | DOI: 10.26555/jecce.v1i2.600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh demokrasi, pola asuh permisif, pola asuh otoriter, dan kecerdasan emosi terhadap sibling rivalry pada anak. Subjek penelitian ini adalah orangtua anak dengan kriteria mempunyai anak usia 7-8 tahun yang memiliki saudara kandung. Subjek penelitian sebanyak 116 orangtua. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain skala pola asuh demokrasi, pola asuh permisif, pola asuh otoriter, kecerdasan emosi, dan sibling rivalry. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda, yang diolah dengan menggunakan SPSS for Windows 17.0.Hasil analisis menunjukkan: 1) Ada hubungan negatif antara pola asuh demokrasi dengan sibling rivalry, rxy= -0.196, p=0,017 (p< 0,05). 2) Ada hubungan positif antara pola asuh permisif dengan sibling rivalry, rxy= 0,240, p=0,005 (p< 0,05). 3) Ada hubungan negatif antara kecerdasan emosi terhadap sibling rivalry rxy= -0,293, p=0,001 (p< 0,05). 4) Ada hubungan antara pola asuh dan kecerdasan emosi terhadap sibling rivalry, dengan nilai koefisien korelasi F=3,051, p= 0,02 (p< 0,05) yang berarti signifikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pola asuh demokrasi dan kecerdasan emosi, maka akan semakin rendah sibling rivalry pada anak.
Identifikasi Keterampilan Motorik Halus Anak Muarifah, Alif; Nurkhasanah, Nurkhasanah
JECCE (Journal of Early Childhood Care and Education) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.011 KB) | DOI: 10.26555/jecce.v2i1.564

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Harapannya, hasil penelitian ini bisa dijadikan dasar dalam memberikan intervensi yang sesuai kepada peserta didik. Penelitian ini melibatkan 21 subjek pada sebuah Taman Kanak-Kanak. Identifikasi dilakukan dengan metode observasi selama 3 hari dan wawancara kepada guru, sehingga dapat dilakukan triangulasi sumber. Identifikasi keterampilan motorik dalam penelitian ini berfokus pada kegiatan berikut: menganyam, mewarnai gambar sederhana, menggambar kolase, menggunting, meniru lipatan kertas sederhana, melukis dengan jari, dan garis meniru. Kemudian, hasilnya dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dengan 4 kategorisasi. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa dari 21 anak dapat dikategorikan sebagai berikut: rata-rata 67,5% anak berada pada kategori Belum Berkembang (BB), rata-rata 28,5% anak masuk dalam kategori Mulai Berkembang (MB), kategori 4% Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan 0% anak berada dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Dengan demikian, lebih dari 75% peserta didik di kelompok ini memerlukan intervensi berupa stimulasi motorik halus dengan strategi dan media yang menarik.
The Effect of Religiosity on Poor Adult Woman’s Meaningfulness of Life Muarifah, Alif; Muyana, Siti; Hidayah, Hudzaimah Nur
Islamic Guidance and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2020): Islamic Guidance and Counseling Journal
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung in collaboration with Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.457 KB) | DOI: 10.25217/igcj.v3i2.569

Abstract

Having a meaningful life is a part of a happy, vigorous, anxiety-free life. Various factors, such as poverty and religiosity, may affect an individual's meaningfulness of life. Grounded from the phenomenon, the present study aims to find out the effect of poor adult women’s religiosity on the meaningfulness of life. The samples of the study were 123 women who were selected using cluster random sampling. The selected samples were women who met the criteria of “poor” according to the National Family Planning Coordination Board of the Republic of Indonesia (BKKBN RI), which is categorized as prosperous family 1. This study used meaningfulness of life scale and religiosity scale authors had developed. The data were analyzed using simple linear regression. The result showed that religiosity significantly affects the meaningfulness of life (F=55.659, p<0.005), meaning that the higher the religiosity, the higher the meaningfulness of life. The result of the study may provide a depiction of the effect of poor adult woman’s religiosity on the meaningfulness of life, which can be used as a reference for the government or community observer on how to make a meaningful life by strengthening the religiosity.
Sibling Rivalry: Bagaimana Pola Asuh dan Kecerdasan Emosi Menjelaskan Fenomena Persaingan Antar Saudara? Alif Muarifah; Yeni Familia Fasca Fitriana
JECCE (Journal of Early Childhood Care and Education) Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jecce.v1i2.600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh demokrasi, pola asuh permisif, pola asuh otoriter, dan kecerdasan emosi terhadap sibling rivalry pada anak. Subjek penelitian ini adalah orangtua anak dengan kriteria mempunyai anak usia 7-8 tahun yang memiliki saudara kandung. Subjek penelitian sebanyak 116 orangtua. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain skala pola asuh demokrasi, pola asuh permisif, pola asuh otoriter, kecerdasan emosi, dan sibling rivalry. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda, yang diolah dengan menggunakan SPSS for Windows 17.0.Hasil analisis menunjukkan: 1) Ada hubungan negatif antara pola asuh demokrasi dengan sibling rivalry, rxy= -0.196, p=0,017 (p< 0,05). 2) Ada hubungan positif antara pola asuh permisif dengan sibling rivalry, rxy= 0,240, p=0,005 (p< 0,05). 3) Ada hubungan negatif antara kecerdasan emosi terhadap sibling rivalry rxy= -0,293, p=0,001 (p< 0,05). 4) Ada hubungan antara pola asuh dan kecerdasan emosi terhadap sibling rivalry, dengan nilai koefisien korelasi F=3,051, p= 0,02 (p< 0,05) yang berarti signifikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pola asuh demokrasi dan kecerdasan emosi, maka akan semakin rendah sibling rivalry pada anak.