Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pendampingan Kelompok Usaha Kerupuk Rajungan Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di Kawasan Pesisir Pantai Utara Cirebon Ria Adriyani; Erna Erna; Agus Siswanto; Rachmat Indrianto
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/dimasejati.v2i1.6653

Abstract

Masyarakat Desa Citemu yang berada di pesisir pantai utara Kabupaten Cirebon kehidupannya tergolong rentan secara sosial ekonomi karena tidak memiliki penghasilan yang tetap, mayoritas sebagai nelayan dengan penghasilan tidak menentu. Persoalan sulitnya memperoleh penghasilan bagi keluarga nelayan menjadi pemikiran pengabdian masyarakat bagaimana menggali potensi yang ada di wilayah tersebut agar masyarakat memiliki sumber penghasilan tambahan. Program pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan dengan skema pemberdayaan (1) membentuk kelompok usaha kecil yang memanfaatkan  sampingan olahan hasil laut berupa telur atau lemi rajungan sebagai bahan baku produk usaha kecil kerupuk rajungan,(2) merintis usaha secara berkelompok dan bekerjasama dalam kelompok usaha kecil (3) memproduksi kerupuk dalam skala kecil / industri rumahan (4) membuat kerupuk yang berkualitas baik sehingga memiliki nilai jual (5) dipasarkan kepada konsumen sehingga memberikan penghasilan bagi masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dengan metode pendampingan yang menjadi (1) fasilitator, (2) komunikator, (3) motivator dan (4) dinamisator. Berkat pendampingan kepada kelompok usaha para perempuan yang dilaksanakan melalui program pemberdayaan masyarakat ternyata berhasil memberi semangat dan dorongan yang positif, terbentuk kelompok masyarakat para ibu yang membuat cemilan khas daerah pesisir berupa kerupuk rajungan. Keberhasilan program ini adalah masyarakat mampu menjalankan usaha kerupuk rajungan secara mandiri dan berproduksi secara kontinu sehingga masyarakat bisa memiliki usaha kecil serta memperoleh income generic.
Pengembangan Strategi Metropolitan Cirebon Raya (MCR) dalam Mengantisipasi Dampak Lingkungan Erna Erna; Sumaryono Sumaryono
Journal of Communication Sciences (JCoS) Vol 2, No 2 (2020): April
Publisher : Program of Communication Sciences, Faculty of Social and Political Sciences, UIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/jcos.v2i2.446

Abstract

In this study, a community marketing approach was carried out in the development of the Greater Cirebon Metropolitan (MCR) to anticipate environmental impacts. Metropolitan is defined as a stand-alone area or a core urban area with surrounding urban areas having functional linkages connected to an integrated regional infrastructure network system with a total population of at least one million people. The development of MCR has the concept of developing Cirebon's historical culture with the leading sectors of tourism, trade, industry and crafts. Cirebon's leading tourism sector is based on cultural, religious and culinary tourism. Featured in the industrial and handicraft sector at MCR include: Seafood processing industry, agro industry, rattan furniture, food and beverage home industry, batik, earthenware carving, shell craft, natural stone. The development of the MCR is accelerated by the ease of accessibility of transportation modes. The development of MCR leads to filling the space that has been built by the transportation network to its satellite cities. Among the activities to fill the space are the potential for superior economic business in the form of hotel services, culinary businesses, trade, industry and crafts. Community marketing can be used as an instrument to control the negative environmental impacts of the presence of buildings or economic activities that can harm the community, such as floods in the rainy season and lack of clean water during the dry season, increased waste and traffic over crowded. Alternative instruments outside the regulation are in the form of building collective awareness of various parties to prevent the impact of environmental damage from the development of Metropolitan Cirebon Raya (MCR).
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN RAWAT INAP PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI RUMAH SAKIT CIREMAI KOTA CIREBON Erna Erna; Irfan Ramadhani
Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Academia Praja
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v5i1.914

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat dan adanya persaingan rumah sakit dituntut untuk memberikan dan meningkatkan pelayanannya. Pasien akan merasa puas apabila pelayanan kesehatan yang diperoleh sesuai dengan harapaanya, maka sudah selayaknya Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon memperhatikan kualitas pelayanan guna meningkatkan kepuasaan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap pada masa pandemi covid-19 di rumah sakit ciremai kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik accidental sampling melalui penyebaran angket/kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis data terkait variabel Kualitas Pelayanan (X) yang memperoleh nilai skor total sebesar 4.821 atau 88% dengan kategori sangat baik . Selain itu, variabel Kepuasaan (Y) juga memperoleh nilai skor total sebesar 3.474 atau 87% dengan kategori sangat setuju.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PUGAR TERHADAP KESEJAHTERAN PETANI GARAM DI PESISIR PANTAI KABUPATEN CIREBON Erna Erna; Ria Adriyani
CENDEKIA Jaya Vol 1 No 1 (2019): Edisi Februari
Publisher : FISIP UNTAG Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.224 KB) | DOI: 10.47685/cendekia-jaya.v1i1.7

Abstract

Pemerintah Indonesia mencanangkan Kebijakan berupa Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) bertujuan memberdayakan petani garam untuk kesejahteraan dengan mengoptimalkan produksi garam dari sisi kualitas maupun kuantitas di tingkat lokal dan nasional. Masuknnya garam import yang berkualitas lebih baik menjadi ancaman bagi masyarakat pesisir pantai yang menggantungkan hidup dari produksi garam. Sebagai upaya menanggulangi dampak krisis garam yang berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir pantai maka menjadi penting untuk mendeskripsikan dan menganalisis kesejahteraan petani garam program PUGAR di Pesisir Pantai Utara Kabupaten Cirebon yang dikaji melalui Implementasi pada model Kebijakan Grindle yang terdiri dari isi kebijakan(contents of Policy) danpelaksanaan kebijakan(contexts of policy). PUGAR merupakan program pemberdayaan yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan bagi petani garam, serta peningkatan produksi dan kualitas produk garam. Isi Kebijakan(contents of Policy)PUGAR yang telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 41 tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan dan Perikanan yang dilakukan oleh petani garam pesisir Kab Cirebon. Pada Pelaksanaan kebijakan (Context of Policy) PUGAR,yang telah dilakukan oleh kelompok di lokasi lahan tambak garam wilayah pesisir pantai Kabupaten Cirebon ternyata produk garam yang dihasilkan Program PUGAR belum dapat mensejahterakan masyarakat disebabkan belum meratanya program PUGAR diterima oleh petani garam sehingga garam yang diproduksi belum memenuhi standar yang ditetapkan industri. Hasil penelitian Dampak Kebijakan Program PUGAR terhadap kesejahteraan petani garam di pesisir pantai kabupaten Cirebon dengan metode penelitian deskiptif analisis dan analisis data dengan statistik menunjukan pengaruh positip yang signifikan yaitu koofesien korelasi 0,845 dan koofesien determinasi 71,40 % yang artinya besarnya pengaruh implementasi kebijakan PUGAR terhadap kesejahteraan adalah 71,40 sedangkan 28,6 dipengaruhi faktor lain selain kebijakan PUGAR, dan hipotesis terbukti yaitu hasil t hitung 15,558 ˃ dari t tabel 1,661.
IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL KARTU INDONESIA SEHAT (JKN KIS) DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN Pengelola Jurnal CENDEKIA Jaya; Erna Erna; Sumaryono Sumaryono
CENDEKIA Jaya Vol 2 No 2 (2020): Edisi Juli
Publisher : FISIP UNTAG Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.276 KB) | DOI: 10.47685/cendekia-jaya.v2i2.75

Abstract

Penelitian dilaksanakan sebagai kajian terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Panguragan Kabupaten Cirebon yang melaksanakan Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Kebijakan Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) dan untuk menganalisis faktor-faktor yang menghambat dan upaya mengatasi hambatan dalam Implementasi Kebijakan Program Jaminan Kesehatan Kartu Indonesia Sehat Terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan masyarakat miskin. Metode penelitian didasarkan Deskriptif Kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, Angket/Kuesioner dan Wawancara.Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan teknik pengambilan sempel dalam penelitian ini yaitu Simple Random Sampling, analisis data dengan menggunakan Skala Likert ke dalam kriteria penilaian presentase dan nilai jenjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Implementasi Kebijakan Program JKN KIS sebagai Variabel (X) berada pada katagori Baik dengan Skor 4473 dan Kualitas Pelayanan Kesehatan sebagai Variabel (Y) berada pada katagori Baik dengan Skor 5100. Hal ini menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Program Jaminan Kesehatan Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) berperan terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan karena kedua Variabel tersebut dinyatakan Baik.
KUALITAS PELAYANAN IJIN USAHA PERDAGANGAN ONLINE TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN INVESTASI PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DI KABUPATEN CIREBON Pengelola Jurnal CENDEKIA Jaya; Erna Erna
CENDEKIA Jaya Vol 3 No 1 (2021): Edisi Februari
Publisher : FISIP UNTAG Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.852 KB) | DOI: 10.47685/cendekia-jaya.v3i1.132

Abstract

Pelayanan Pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan Online merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat saat ini sebagai upaya meningkatkan investasi, maka dari itu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Cirebon (DPMPTSP) berupaya memperbaiki kualitas pelayanan yang akan memberikan kepuasan kepada masyarakat. Pembuatan SIUP secara online belum optimal, disebabkan ada permasalahan krusial terutama ketersediaan internet sebagai media utama, sering mengalami gangguan jaringan. Kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait prosedur pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan online masih minim, khususnya cara mengakses maupun modul dan vitur yang ada laman tersebut tidak dipahami, dan kemampuan sumber daya manusia masih kurang memadai, mengakibatkan pelayanan tidak efektif dan efisien. Metode penelitian menggunakan deskriptif analisis, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan pembuatan SIUP Online terhadap tingkat kepuasan masyarakat pada DPMPTSP Kabupaten Cirebon sudah menerapkan dimensi kualitas pelayanan dengan baik walaupun belum sepenuhnya, disebabkan kurangnya sosialisasi terutama tentang modul dan vitur yang ada di laman tersebut sehingga masyarakat kesulitan dalam mengakses pelayanan SIUP secara online karena banyak yang menggunakan laman tersebut, sehingga pelayanan yang diberikan belum sesuai harapan masyarakat. Adapun upaya yang dilakukan mengatasi permasalahan adalah mengadakan sosialisasi dan mengedukasi kepada masyarakat bagaimana mengatasi kesulitan akses dan modul serta vitur pada laman tersebut. Demi meningkatkan pelayanan SIUP online disarankan menyediakan tempat bimbingan dan konsultasi agar masyarakat tidak kesulitan dalam mengakses data pada laman tersebut, meningkatkan kapasitas internet yang ada, melakukan evaluasi bulanan terhadap kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan, membuat kotak saran, dan menyebarkan kuesioner kepada masyarakat pengguna jasa untuk mengetahui kepuasan masyarakat pengguna jasa.
Implementasi Kebijakan Pemenuhan Ketersediaan Bahan Baku Industri Perikanan di Wilayah Pesisir Pulau Jawa Erna Erna
Barakuda'45 Vol 3 No 2 (2021): Edisi November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.643 KB) | DOI: 10.47685/barakuda45.v4i1.208

Abstract

The waters of the Java Sea are the most important capture fisheries activity areas in the coastal areas of Java in terms of the number of fishing fleets, the number of fishermen, the number of fishing industries as well as market potential and infrastructure. This study aims to describe the implementation of the policy on the availability of raw materials to meet the fish supply, especially the processing industry. This research method uses cluster analysis. The data taken include secondary and primary data. The results obtained that the policy of fulfilling the availability of fish raw materials can be done by grouping fishing ports based on operational and distribution aspects in the coastal areas of Java. Geographically, the grouping of fishing ports in the coastal areas of Java can be divided into 3 parts, namely the western, central and eastern parts. The grouping is based on the similarity level of fishing port activities. The implementation of the fisheries port connectivity system policy essentially has implications for the fisheries logistics system. The establishment of an integrated fishery logistics system is expected to overcome the problems of shortage of raw materials for the fishing industry, oversupply and decline in the quality of catches.