Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Adaptasi Kinerja Bangunan Rumah Tinggal dengan Ventilasi Atap Responsif Mufidah Mufidah; LMF. Purwanto; Ridwan Sanjaya
RUAS Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : RUAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2021.019.01.7

Abstract

Thermal comfort is a condition where occupants can feel comfortable doing activities in the building. One of the ways to get comfort is done by passive design, in which the building is designed to adapt weather change outside the building. Because the weather outside is always changing, the planned building design must be responsive to these weather changes. This study uses a responsive roof ventilation model, that the movement of the roof vent covering grille, which serves as an attempt to regulate the exit of wind from the inlet. This study method begins with a literature review on the thermal comfort of residential building in the humid tropics,  as a study of the application of passive design principles as building adaptation to weather changes. Furthermore, an analysis of the ventilation area is made based on the need for thermal comfort in the building. Finally, the planning of building performance systems automatically using the Arduino temperature and humidity sensors. The result is the concept of a framework as applying automation to responsive roof ventilation. This preliminary study is still basic and it is hoped that can be continued in research with the application and experimentation of the roofs in small building
PENERAPAN FASAD KINETIK PADA TEKNOLOGI VERTIKAL GARDEN (GREENSCREEN PANEL) DALAM UPAYA KENYAMANAN THERMAL RUANG DALAM HUNIAN Wawan Destiawan; LMF Purwanto
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.978 KB) | DOI: 10.54325/kolaborasi.v1i1.5

Abstract

Pertumbuhan teknologi di Indonesia dalam bidang robotic diawali semenjak tahun 80an, pemanfaatan mesin otomatis sudah dicoba paling utama melali beberapa industry strategis. Dalam perkembangannya robot digunakan bagaikan penunjang guna serta estetika pada bangunan, dalam perihal ini ialah pada kulit luar ataupun fasad. Fasad adalah komponen terluar dari bangunan yang berfungsi sebagai perantara, melindungi dari cuaca luar, dan mengatur dapat tidaknya sinar matahari. Vertical garden ialah suatu teknologi yang sanggup tingkatkan mutu area jadi lebih baik. Dalam skala ruang teknologi, vertical garden sanggup merendahkan temperatur sehingga menghasilkan kenyamanan termal yang baik, dalam skala bangunan bisa berperan bagaikan penghalang panas matahari dikarenakan adanya ruang ini bagaikan secondary skin pada fasad bangunan. Area hijau yang tadinya jadi aspek penunjang kestabilan hawa saat ini ini bergeser guna jadi perumahan. Adanya teknologi vertikal garden juga diharapkan dapat menghasilkan atmosfer area rumah tinggal menjadi nyaman, serta atmosfer yang bagus dengan ruang area mikro. Pergerakan fasad principle berlangsung ketika uji coba membalas secara tepat menggunakan cryptography pada pemrograman yang sudah sebelumnya ditetapkan, dan juga dapat membalas secara kilat. Pergeseran fasad dikerjakan dan dites dengan menggunakan microcontroller Arduino. Penyusunan karya ilmiah ini dilakukan dengan jajak pustaka. Adapun susunan karya tulis ini terdiri dari kerangka pikir, ide, agregasi informasi serta data, pengolahan serta analisis informasi, rumusan pemecahan, serta pengambilan simpulan serta anjuran. Dengan konsep vertikal garden diharapkan sanggup menanggulangi keterbatasan lahan di perumahan spesialnya di kota– kota besar dapat jauh lebih baik dibanding halaman konvensional.
STRUKTUR KUDA-KUDA DAN RANGKA ATAP SEBAGAI ELEMEN PENDUKUNG ARSITEKTUR GEDUNG OLAH RAGA Muafani Muafani; LMF Purwanto
Jurnal Teknik Sipil Giratory Upgris Vol 2, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.121 KB) | DOI: 10.26877/goratory.v2i2.11409

Abstract

AbstrakSistem teknologi bangunan menjadi bagian tak terpisahkan dari proses perancangan sebuah bangunan, karena dalam menghasilkan sebuah bangunan yang sempurna tentunya harus dilengkapi dengan komponen-komponen yang mendukung kinerja dari bangunan tersebut sesuai fungsinya. Dalam arsitektur, struktur dan konstruksi juga dapat berperan sebagai sebuah elemen estetika. Sehingga dengan menampilkan Struktur sebagai elemen estetika tentunya akan mampu memunculkan kebenaran arsitektur dan kejujuran sistemnya. Untuk menghasilkan rancangan struktur sebagai elemen pendukung arsitektur, tentunya perlu mengeksplorasi potensi struktur untuk memperkaya arsitektur. Sehingga nantinya akan mampu untuk meningkatkan persepsi arsitek tentang struktur sebagai elemen integral dari arsitektur dan bukan hanya sebagai terapan teknologi saja. Oleh karena itu dengan metode tersebut diharapkan dapat mengubah pandangan tentang struktur sebagai komponen teknis arsitektur. Sehingga akan menggambarkan bahwa struktur sebagai elemen arsitektur yang sangat diperlukan dan terintegrasi secara menyeluruh serta terlibat dalam pembuatan arsitektur yang memainkan peran penting yang melibatkan indra, hati dan pikiran pengguna bangunan. Dan bagaimana struktur dapat membantu untuk menambahkan serta memperkaya nilai estetika dan fungsional pada karya arsitek.Kata kunci: Struktur, sistem, elemen, arsitektur.
PENGARUH WINDOW-TO-WALL RATIO (WWR) DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI ENERGI BANGUNAN Gervasius Herry Purwoko; LMF. Purwanto
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i2.004

Abstract

Jendela pada bangunan mempunyai peran yang sangat penting pada kinerja termal bangunan yang besarnya tergantung pada bentuk dan karakter dinding luar atau selubung bangunannya. Perbandingan luas jendela dengan luas dinding luar disebut Window-to-Wall Ratio (WWR), mempunyai kosekuensi dalam mengendalikan besarnya pemakaian energy pada bangunan. Permasalahannya adalah berapa nilai WWR yang dianggap optimal pada bentuk selubung yang berbeda-beda. Penelitian ini merupakan eksperimen model dengan menggunakan simulasi komputer untuk mengamati berbagai bentuk selubung bangunan perkantoran bertingkat banyak di Jakarta yang menggunakan beberapa besaran WWR untuk mencapai nilai optimal. Metode penelitian dilakukan dengan cara mengubah-ubah besaran WWR mulai 50% hingga 20% pada beberapa bentuk selubung bangunan yang umum digunakan. Hasilnya dibandingkan dengan bangunan standar pada kondisi dasar. Pengamatan dilakukan dengan simulasi DOE-2.1E dengan menggunakan model bentuk dasar bangunan yang mengacu pada standar energy bangunan perkantoran untuk Indonesia, sedangkan model selubung bangunan diklasifikasikan kedalam 5 bentuk model yang umum digunakan di Indonesia. Hasil pengamatan menunjukkan perbedaan nilai optimasi tergantung karakter bentuk selubungnya, namun pada umumnya di semua bentuk selubung terjadi kecenderungan penurunan pemakaian energy pada WWR 50%-40%, tetapi kecenderungan tersebut mulai mengecil pada WWR 30% hingga 20%. Jika WWR terus dikurangi justru membuat ruangan dalam bangunan menjadi gelap dan akan meningkatkan pemakaian energy dikarenakan meningkatnya beban pencahayaan didalam bangunan.
PENYESUAIAN DESAIN PASAR KANJENGAN SEMARANG MENUJU KLASIFIKASI BANGUNAN GEDUNG HIJAU Ratri Septina Saraswati; LMF Purwanto
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v27i1.1646

Abstract

Perancangan bangunan gedung termasuk pasar rakyat harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu SNI Pasar, persyaratan bangunan gedung, aksesibilitas dan persyaratan gedung hijau. Bangunan Gedung Hijau mengutamakan pada penghematan energi dengan cara menetukan orientasi bangunan Utara-Selatan untuk mengurangi pemanasan karena sinar matahari, ventilasi dalam ruangan, pemnafaatan pencahayaan alami semaksimal mungkin, dan pengelolaan limbah, sampah, air, dan pemanfaatan material hijau. Apabila dalam tahap perencanaan belum terpenuhi, maka perlu dilakukan peninjauan ulang desain sebelum permohonan izin membangun diajukan.
Pengaruh Digital dalam Presentasi Karya Arsitek Aria Zabdi Alias Dian Pandu; LMF Purwanto
MARKA (Media Arsitektur dan Kota) : Jurnal Ilmiah Penelitian Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Arsitektur Universitas Matana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33510/marka.2021.4.2.76-87

Abstract

Perkembangan teknologi digital beberapa dasawarsa terakhir secara signifikan mengubah cara arsitek bekerja. Revolusi digital dalam beberapa dekade terakhir ini memungkinkan kita untuk tidak hanya mengkonstruksi bangunan secara fisik, tetapi juga secara virtual. Presentasi merupakan tahap penting dalam sebuah pekerjaan arsitektur. Presentasi yang dilakukan arsitek adalah upaya untuk mengkomunikasikan sebuah informasi, yang berupa ide-ide dari sang arsitek. Klien sebagai penerima infomasi berasal dari berbagai kalangan dan latar belakang serta kemampuan spasial (spatial intelligence) yang berbeda. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan agar presentasi yang dilakukan oleh arsitek lebih mudah diterima oleh klien Perkembangan presentasi arsitek ini dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital. Arsitektur adalah salah satu bidang yang rutin menjadi pengguna temuan-temuan teknologi. Teknologi-teknologi terkini diaplikasikan dalam berbagai perangkat lunak arsitektur, salah satunya adalah penggunaan teknologi Virtual Reality dan Augmented Reality yang semula diaplikasikan dalam konsol permainan kini diintegrasikan dalam Builidng Information Modelling (BIM). Di masa mendatang, penggunaan teknologi dalam penyajian karya arsitektur terus akan berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi digital yang ada.
Kajian Fenomenologi Tektonika Rumah Batak Toba Widriyakara Setiadi; LMF Purwanto; Antonius Ardiyanto; Rudiyanto Soesilo; B.Tyas Susanti
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 7 No. 2 (2022): December 2021 ~ February 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/eija.v7i2.1130

Abstract

Indonesia is a super cultural power country, rich in customs and culture line from Sabang to Merauke, from Nias to Rote Island. Cultural wealth breeds architectural diversity. The potential of original Indonesian architecture has begun to be left behind and eroded by foreign cultures. The postmodern era has raised Nusantara Architecture to the world stage. Researches on the wealth of Nusantara architecture begin to bloom like mushrooms in the rainy season. The phenomenon of the skills or expertise of the masters has made traditional houses an endless research material. The purpose of this research is to explore the treasures of the Indonesian nation's wealth, especially the craftsmanship skills of Indonesian ancestors. The phenomenon of tying, knitting, and stringing materials into architectural masterpieces is a uniqueness and uniqueness that other nations do not have. The method used in this study uses the phenomenological method. Where in the vernacular architectural phenomenology is divided into two branches; first: related to space, place, and atmosphere, second: related to tectonic or the art of construction more on the elements of craftsmanship. The results of this study reveal that simple and straightforward technology becomes effective when it comes to craftsmen who have special skills. The conclusions of this study indicate that the skill of the masons is more dominant than the tools used, on the other hand, currently tools are more dominant than the skills of the masons.
Perbandingan Transfer Panas Pada Software Psi-Therm, HTflux Dan Ansys Dimitri Ryumiliano Paulus; LMF Purwanto
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 1, No 2: Maret 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1370.666 KB) | DOI: 10.24167/joda.v1i2.4306

Abstract

Dalam mendesain suatu bangunan tentunya harus memperhatikan kondisi iklim setempat untuk mencapai kenyamanan pengguna dalam melakukan aktivitas. Pada iklim tropis yang memiliki suhu lingkungan yang cukup tinggi tentunya akan mempengaruhi kondisi interior ruangan. Proses perambatan panas ini diminimalisir dengan menggunakan AC, pemilihan material dinding dan perencanaan dinding melalui software. Namun penggunaan AC yang berlebihan di dalam ruangan akan membuat konsumsi listrik menjadi tinggi dan berdampak pada penambahan panas pada bangunan. Pada penelitian ini digunakan software Psi-therm, HTflux dan Ansys untuk mensimulasikan perpindahan panas matahari ke dalam gedung. Tujuan utama penggunaan perangkat lunak adalah untuk menentukan aliran perpindahan panas ke struktur bangunan dan meminimalkan perpindahan panas melalui penggunaan bahan peredam pada dinding. Selain itu untuk mengetahui perbedaan hasil analisis dari ketiga software tersebut. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data di lapangan yang berhubungan dengan suhu di luar dan di dalam bangunan serta material penutup dinding. Data yang terkumpul akan dimasukkan ke dalam software Psi-Therm, HTflux, dan Ansys untuk menganalisis distribusi panas matahari pada struktur bangunan. Dengan menggunakan gambar sebaran panas yang telah dianalisa oleh perangkat lunak maka dilakukan upaya untuk meminimalisir panas tersebut dengan menggunakan bahan peredam pada dinding bangunan.
Eksplorasi Software CBE Thermal Comfort Tool Sebagai Perhitungan Kenyamanan Termal Calvindoro Mamesa; LMF Purwanto
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 1, No 2: Maret 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1351.801 KB) | DOI: 10.24167/joda.v1i2.4305

Abstract

Dalam menjalankan aktivitas dalam sebuah ruangan, tentunya setiap orang berharap ruang yang digunakannya nyaman secara termal. Bangunan dengan fungsi peribadatan tentunya menuntut akan tercapainya kenyamanan termal salah satunya adalah bangunan Gereja dimana kenyamanan termal akan berpengaruh terhadap fokus umatnya dalam mengikuti peribadatan di dalam Gereja. Gereja Gedangan adalah salah satu Gereja di Semarang yang memiliki banyak bukaan lebar guna masuknya penghawaan alami kedalam bangunan sehingga bangunan ini cukup menarik untuk dijadikan penelitian mengenai kenyamanan termal. Dewasa ini, perhitungan kenyamanan termal sendiri sudah banyak dilakukan dan seiring berjalannya waktu, teknologi memberi kemudahan kepada manusia dalam melakukan perhitungan kenyamanan termal terutama dalam menemukan nilai PMV dan PPD karena perhitungan ini cukup rumit tanpa bantuan software. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu dengan cara mengumpulkan data yang berupa angka melalui pengukuran di lapangan kemudian akan dihitung dan dianalisis dengan CBE Thermal Comfort Tool dan jika belum tercapai kenyamanan termal maka dilakukan eksperimen agar kenyamanan termal dapat tercapai. Penelitian mengenai kenyamanan termal pada bangunan fungsi peribadatan sangat penting untuk mengetahui apakah bangunan tersebut memenuhi kenyamanan termal pengguna dan jika belum, maka bagaimanakah solusi yang dapat diambil untuk dapat mencapai kenyamanan termal tersebut. Hasil yang akan dicapai dari penelitian ini adalah mengetahui nilai PMV dan PPD pada Gereja Gedangan dan solusi yang dapat diterapkan apabila kenyamanan termal pada Gereja Gedangan belum tercapai. 
PENGGUNAAN METODA ETNOGRAFI DALAM PENELITIAN ARSITEKTUR Choirul Amin; LMF Purwanto
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.971 KB) | DOI: 10.54325/kolaborasi.v1i1.1

Abstract

Metoda penelitian Etnografi adalah sebuah teknik atau langkah langkah penelitian yang lazimnya atau biasanya dipergunakan dalam ilmu Antropologi dan Ilmu Sosial. Apakah metoda penelitian etnografi dapat dipergunakan dalam penelitian arsitektur?, dalam jurnal ini peneliti mencoba mencari korelasi bagaimana sebuah metoda etnografi dapat dipergunakan dalam sebuah penelitian Arsitektur. Metoda penelitian Etnografi biasanya dilakukan secara kualitatif, untuk membahas atau cara meneliti sebuah obyek penelitian yang sifatnya erat dengan perilaku manusia, berupa adat istiadat dan kebiasaan masyarakat dalam suatu bangunan, atau kelompok bangunan atau pada sebuah kawasan yang terus menerus dilakukan sebagai hasil dari pengejawantahan suatu kebiasaan yang berkembang dari pola piker manusia yang disebut kebudayaan. Kebudayaan sendiri merupakan suatu unsur dasar dalam ilmu Arsitektur, dimana didalamnya mempelajari tentang pelaku – aktifitas – kebutuhan ruang hingga akhirnya menjadi program perencanaan dan perancangan yang kemudian diwujudkan dalam sebuah manifestasi karya Arsitektur. Tanpa kebudayaan sebuah karya arsitektur hanyalah sebuah artefak tanpa konsep dan makna sehingga tidak berbunyi dan berarti apa apa karena tidak ada isi berkaitan dengan perilaku penghuni didalamnya. Dari hal hal tersebut dapat disimpulkan bahwasanya penelitian ilmu arsitektur yang menggunakan metoda penelitian etnografi sangat dapat dipakai dan dipergunakan pada penelitian arsitektur, terutama pada kajian atau ruang lingkup kebudayaan. Hasil dari penelitian ini adalah membuktikan bahwa penelitian dengan metoda etnografi dapat dipakai dalam sebuah penelitian arsitektur terutama dalam ruang lingkup arsitektur budaya.