Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH BENTUK DASAR DAN ORIENTASI BANGUNAN TERHADAP BEBAN ENERGI PADA BANGUNAN BERTINGKAT DI JAKARTA PURWOKO, GERVASIUS HERRY
Serat Rupa Journal of Design Vol 1 No 3 (2017): SRJD-MAY
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.985 KB) | DOI: 10.28932/srjd.v1i3.482

Abstract

Due to expensive energy costs nowadays, the architects are demanded to produce relatively efficient building designs, especially those with many stories. As a consequence, both accurate estimation and energy saving measures are extremely needed even at the early stage of the planning process. In fact, the consumption for the building energy has been mostly absorbed by air conditioning and lighting needs. In practice, both of them have been affected by direct contact of the sunlight penetrating through the building casing, either by conduction, convection or radiation processes. While both shapes and positions of the building casing are very much dependent on the basic shapes and the building orientation, a critical question is needed to investigate any further: to what extent each basic shape of the buildings is likely to increase or decrease the energy and which orientation gives significant effects. Designed in an experimental research, this study aims to investigate the characteristics of the building shapes in obtaining the heat and to examine the total energy consumption. A series of testing measures is conducted by changing the building basic shapes and their orientation according to the basic conditions previously set. In so doing, obtaining calculated energy consumption difference could be achieved. It is expected that the results of this study is worth considering reference for architects and hence they are able to determine appropriate building basic shapes as well as their appropriate orientation during the planning phase.  Keywords: building basic shapes; building energy; orientation; sunlight
Pengaruh Overhang dan Sirip Terhadap Konsumsi Energi pada Bangunan Bertingkat Tinggi di Jakarta Gervasius Herry Herry Purwoko
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol 1 No 1 (2019): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.189 KB)

Abstract

Pertimbangan utama dalam proses perancangan bangunan bertingkat tinggi adalah dalam hal penggunaan energy bangunan. Oleh karena itu arsitek semakin dituntut untuk dapat menghasilkan desain bangunan yang efisien, untuk itu dibutuhkan upaya-upaya pengendalian dan penghematan energy pada bangunan sejak tahap perancangan. Energy bangunan sebagian besar dikonsumsi untuk AC dan lampu namun keduanya dipengaruhi oleh cahaya dan panas yang masuk kedalam bangunan melalui dinding eksterior bangunan dengan cara konduksi, konveksi, maupun radiasi. Salah satu parameter yang mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap pemakaian energy bangunan adalah overhang dan sirip (fin). Oleh karena itu adanya overhang dan sirip pada bangunan merupakan upaya untuk memberikan efek peneduhan pada dinding eksterior agar transformasi panas kedalam bangunan akan berkurang, permasalahannya adalah berapa panjang overhang dan berapa jarak antar sirip yang diperlukan untuk memperoleh nilai pengurangan dan penghematan energy yang paling optimal?.Penelitian ini menggunakan eksperimen model untuk mengamati karakteristik transformasi panas pada bangunan yang mempengaruhi pemakaian energy pada masing-masing panjang overhang dan jarak antar sirip pada bangunan, kemudian memperhitungkan pemakaian energy total. Pengamatan dilakukan dengan cara mengubah-ubah panjang overhang dan jarak antar sirip bangunan terhadap kondisi dasar yang telah ditentukan, sehingga pada masing-masing pengubahan didapat hasil selisih pemakaian energinya. Hasil penelitian ini dapat menjadi pedoman bagi para arsitek dalam menentukan panjang overhang dan jarak antar sirip bangunan yang tepat pada tahap perancangan.
ATMOSFIR BARU PADA INTERIOR KANTOR DENGAN GAYA MODERN Erico Gunawan; Gervasius Herry Purwoko; Stephanus Evert Indrawan
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.943 KB)

Abstract

Seiring terus bertumbuhnya penduduk di Indonesia dan terusnya berkembang bisnis tiap kota-kota yang ada di Indonesia, menyebabkan semakin banyaknya dan ketatnya persaingan dalam dunia berbisnis baik dalam sektor properti maupun non-properti. Sehingga banyak pebisnis yang berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik dan termuka. Fakta ini membuka peluang baik bagi peranan sebuah konsultan desain interior. Konsultan desain interior memiliki peranan yang cukup penting dalam memberikan kontribusi pada dunia bisnis saat ini dalam menunjang kemajuan bisnis tersebut. Kebutuhan masyarakat akan jasa konsultan interior semakin besar dan dicari oleh pasar bisnis. Oleh karena itu Ric Design Studio memiliki pernanan penting dalam memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing konsumer dengan memberikan pelayanan uyang maksimal dan kualitas kerja yang professional. Proyek yang ditanganin pada tugas akhir ini adalah proyek perancangan interior kantor PT. Pulau Emas Cemerlang di Samarinda. Proyek perancangan ini sesuai dengan fokus perusahaan Ric Design Studio, dimana perusahaan berfokus pada proyek komersial. Perancangan kantor ini menawarkan konsep yang menarik dan berbeda dari konsep kantor sebelumnya. Tujuan dari konsep ini adalah untuk memberikan suasana kantor yang berbeda dari suasana kantor sebelumnya, serta mengikuti perkembangan dari dunia desain saat ini. Tujuan lain dari konsep ini juga mampu menciptakan suasana lingkungan kerja yang produktif dan kondusif bagi pekerja.
PERANCANGAN KAFE BAPAK DI SIDOARJO Valentina Pangestu; Gervasius Herry Purwoko; Stephanus Evert Indrawan
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.835 KB) | DOI: 10.37715/aksen.v4i1.1035

Abstract

Proyek akhir perancangan Kafe Bapak merupakan proyek desain interior dan eksterior pada bangunan yang terletak di Jalan Letjen sutoyo no. 3, Waru, Sidoarjo. Perancangan ini dilatar belakangi oleh keinginan klien untuk membuat sebuah bangunan multibisnis yang unik, cozy, dan artful. Adapun tujuan dibangunnya Kafe Bapak yaitu sebagai sarana penyedia layanan yang masih sulit ditemui pada daerah tersebut, diantaranya kafe, car wash, salon & reflexology, dan multi function hall. Perancangan ini bertujuan menjawab keinginan klien serta memberi solusi atas permasalahan yang terdapat pada bangunan eksisting proyek. Konsep yang digunakan untuk menyelesaikan problem terinspirasi dari bentuk kurva melengkung yang terdapat pada bagian tengah biji kopi. Kurva ini kemudian diaplikasikan pada penataan layout dan pelingkup secara tiga dimensi. Ruang-ruang dalam Kafe Bapak diorganisasi sesuai kedekatan fungsi, sehingga membuat pola sirkulasi yang efisien bagi penggunanya. Dalam perancangan ini material - finishing pelingkup dan isi ruang yang dipilih merupakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan pengguna.
Pemanfaatan Bio-Slurry Mengurangi Dampak terhadap Pencemaran Lingkungan bagi Kesehatan Masyarakat J.E. Sutanto; Baswara Yua Kristama; Gervasius Herry Purwoko; Bagus Yossy Harnawan; Intan Suksma Dewi; Hana Faizah Fadilah; Adityo Tri Wicaksono; Rachmanu Eko Handriyanto; Maritha Nilam Kusuma
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v4i1.28634

Abstract

Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, akan mengurangi adanya faktor terjadinya dampak pencemaran lingkungan yang berpengaruh bagi kesehatan masyarakat di Dusun Pengajaran. Faktanya selama ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dampak pencemaran lingkungan bagi kesehatan.  Oleh karena itu tim pelaksana mencari alternatif sebagai solusinya yaitu tim pelaksana memberikan pelatihan bagi masyarakat Dusun Pengajaran bagaimana pemanfaatan bio-slurry  dijadikan briket. Metode pelaksanaannya yaitu tim pelaksana memberikan pelatihan pembuatan briket dan selain itu masyarakat juga diberikan mesin pembuat briket, dengan demikian langsung melakukan praktek proses produksi briket. Mesin pembuat briket tersebut ini juga sangat mudah dalam pengoperasiannya, aman dan juga sangat praktis. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat terkait pemanfaatan bio-slurry untuk mengurangi dampak terhadap pencemaran lingkungan dan juga bagi kesehatan masyarakat, namun menjadi tantangan dan sekaligus manfaat serta keuntungan bagi masyarakat yaitu bahwa briket bisa digunakan sebagai salah satu usaha di tengah kondisi harga gas LPG yang relatif tidak murah dan cenderung terus naik dan minyak tanah yang semakin langkah didapat, saat sekarang ini beberapa orang mulai mempertimbangkan  menggunakan bahan bakar alternatif. Penggunaan briket menjadi salah satu solusi yang tepat dan banyak dipilih sebagian besar masyarakat untuk keluar dari permasalahan tersebut. Secara tidak langsung fenomena ini turut membuka peluang usaha yang cukup menjanjikan, sehingga secara ekonomi akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan pada akhirnya kesehatan bagi masyarakat di Dusun Pengajaran tetap tidak terabaikan.  Kata kunci: Pencemaran lingkungan, kesehatan bagi masyarakat, briket, bio-slurry. 
Desain Arsitektur Interior Preschool yang Fun, Playful dan Edukatif Angelia Tryphena; Gervasius Herry Purwoko; Rani Prihatmanti
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.797 KB)

Abstract

Every parent certainly wants the best for their children. Childhood is the period where children experience growth and development in many aspects; physically, intellectually, socially, and emotionally. However, it seems that nowadays many parents are not capable to fully attend their children’s needs because of job demands. That is why many start to entrust their children’s first formal education to preschool. Preschool can stimulate the growth and development of the children by letting them learn and play. The learning process can accelerate well if the preschool has qualified teachers, good program, and proper physical environment. The children will feel uncomfortable to learn and play in dark, humid, and overcrowded place. Therefore, classrooms and other facility rooms need to be designed as comfortable as possible to support children’s need and growth in the learning process. Selection of colors, shapes, furniture and room layout should be done properly in accordance with children’s ergonomics, and should pay attention to the safety for its users.Interior architecture design Town for Kids Preschool with Playful Kid’s Town as a theme is to provide a comfortable preschool for children to maximize learning process through visual, audio and kinesthetic. Theme is applicable in selection of primary colors to enhance the spirit of children’s activities, simple geometric shapes according to the level of children’s learning abilities and playful design as children’s learning media.
Desain Showroom dan Booth Centimeter Home and Furniture Furnishing dengan Konsep House In a House Kathleen Stenecia Wahyudi; Gervasius Herry Purwoko; Rani Prihatmanti
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.728 KB)

Abstract

The demand of comfortability in a house has become an important factor. Because of that, any aspect that relates with it has to be well-designed. So, the people that live it in that house feel maycomfortable and that feeling has to be illustrated in the design. The priority for designing the showroom and booth is the comfort matter. Because of that, the idea for the design concept of this project is ‘House in a House’. In another words, it could be defined that the house ambience is illustrated in the showroom as well as in the exhibition booth. Inside the showroom, objects sold are the home furnishing products, including the furniture furnishing products. The most important thing of the design concept is a simple design. Therefore, it will give a relieved and roomy ambience, with black and white colour, and with the consideration of ergonomic, circulation arrangement, and room organizization. The showroom and the exhibition booth that were designed, were attractive and might invite people to buy the products, and the customer understand about the products sold.
PENGARUH WINDOW-TO-WALL RATIO (WWR) DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI ENERGI BANGUNAN Gervasius Herry Purwoko; LMF. Purwanto
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i2.004

Abstract

Jendela pada bangunan mempunyai peran yang sangat penting pada kinerja termal bangunan yang besarnya tergantung pada bentuk dan karakter dinding luar atau selubung bangunannya. Perbandingan luas jendela dengan luas dinding luar disebut Window-to-Wall Ratio (WWR), mempunyai kosekuensi dalam mengendalikan besarnya pemakaian energy pada bangunan. Permasalahannya adalah berapa nilai WWR yang dianggap optimal pada bentuk selubung yang berbeda-beda. Penelitian ini merupakan eksperimen model dengan menggunakan simulasi komputer untuk mengamati berbagai bentuk selubung bangunan perkantoran bertingkat banyak di Jakarta yang menggunakan beberapa besaran WWR untuk mencapai nilai optimal. Metode penelitian dilakukan dengan cara mengubah-ubah besaran WWR mulai 50% hingga 20% pada beberapa bentuk selubung bangunan yang umum digunakan. Hasilnya dibandingkan dengan bangunan standar pada kondisi dasar. Pengamatan dilakukan dengan simulasi DOE-2.1E dengan menggunakan model bentuk dasar bangunan yang mengacu pada standar energy bangunan perkantoran untuk Indonesia, sedangkan model selubung bangunan diklasifikasikan kedalam 5 bentuk model yang umum digunakan di Indonesia. Hasil pengamatan menunjukkan perbedaan nilai optimasi tergantung karakter bentuk selubungnya, namun pada umumnya di semua bentuk selubung terjadi kecenderungan penurunan pemakaian energy pada WWR 50%-40%, tetapi kecenderungan tersebut mulai mengecil pada WWR 30% hingga 20%. Jika WWR terus dikurangi justru membuat ruangan dalam bangunan menjadi gelap dan akan meningkatkan pemakaian energy dikarenakan meningkatnya beban pencahayaan didalam bangunan.
Reparameterizing Tectonics Perception on Planar Material-Design Stephanus Evert Indrawan; Gervasius Herry Purwoko; Tri Noviyanto P. Utomo
IJCAS (International Journal of Creative and Arts Studies) Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Graduate School of Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijcas.v6i1.3276

Abstract

Indonesia is known as a country rich in types of building materials and technologies inherited from generation to generation. Along with the passage oftime appears the computer as a human tools. However during the materialsprocessing this computational approach is still separated. Computers are still usedas tools for drawing and not used as design tools in the design thinking process.Computational design has an ability to integrating the design focus from thematerial side, structure, and formation associated with digital fabrication. Thispaper focuses to divide concepts of tectonics as general and relate them to theunderstanding of digital perception. This paper also presents the results of a studythat has involved digital perception in the study of planar materials and wafflestructure systems from the early stages to the model of construction. Plywood isthe only material used, made with milling machines and built by students. Thisprocess introduces students to different experience of the design process.Computational design makes possibilities to integrating the design focus from thematerial side, structure, and formation associated with digital fabrication.
Pemanfaatan Bio-Slurry sebagai Bahan Batako Berdampak terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Galengdowo Kabupaten Jombang J E Sutanto; Wahyu Nilam Sari; Rachmanu Eko Handriyono; Gervasius Herry Purwoko; Maritha Nilam Kusuma
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3, No 01 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3556.827 KB) | DOI: 10.32509/am.v3i01.976

Abstract

Kotoran (faeces) sapi, satu hingga tiga ekor, menghasilkan rata-rata 40 kg/hari. Faces itu dimanfaatkan warga untuk dijadikan biogas. Dalam proses pembentukan biogas terjadi proses anaerob yang akan menghasilkan bio-slurry. Melihat banyaknya limbah bio-slurry di Desa Galengdowo, tim pelaksana tertarik untuk mengetahui apakah bio-slurry dapat dijadikan batako sesuai memenuhi standar SNI 03-0349-1989 tentang bata beton (batako). Sebelumnya, dibuat percobaan menggunakan sampel bio-slurry dari peternakan sapi di Desa Galengdowo, kemudian diuji kadar air dan kadar organik bio-slurry. Batako dibuat secara manual dalam dua bentuk: (1) pejal berukuran 10 x 9 x 39 cm dan (2) batako berlubang berukuran 10 x 19 x 39 cm. Batako dibuat mengikuti panduan modul pelatihan pembuatan ubin. paving blok dan batako. Uji kualitas batako dilakukan secara laboratorium yakni kuat tekan dan daya serap air batako. Juga dilakukan uji sederhana bentuk dan ukuran, struktur, uji jatuh dan uji gores. Hasil pembuatan batako dapat disimpulkan: Bio-slurry di Desa Galengdowo setelah dikeringkan memiliki kadar air 1,87% dan kadar organik 80,98%. Batako dengan campuran bio-slurry yang dikeringkan memiliki kualitas terbaik kode C, batako bentuk pejal, dengan kuat tekan 33,28 kg/cm2 kategori IV sesuai SNI 03-0349-1989. Serta kualitas batako bio-slurry berdasarkan kuat tekan masuk dalam kategori I, III dan IV sesuai SNI 03-0349-1989. Sementara itu, berdasarkan uji praktis dan sederhana, mempunyai hasil mayoritas kurang baik karena batako dibuat secara manual.