Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perancangan Knowledge Management System Berbasis Web pada Tenaga Kependidikan Fakultas Teknik Universitas PGRI Madiun Sri Anardani; Slamet Riyanto; Dimas Setiawan
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8, No 1: Februari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.0813252

Abstract

Tenaga kependidikan merupakan barisan terdepan pelayanan administrasi yang dituntut mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan di lingkungan kerja. Secara rutin Universitas PGRI Madiun melaksanakan kegiatan mutasi, rotasi dan pensiun terhadap tenaga kependidikan. Hal ini berdampak pada banyaknya pengetahuan yang hilang karena dibawa oleh tenaga kependidikan yang dipindah atau sudah pensiun. Penelitian ini bertujuan menganalisa perancangan Knowledge Management System berbasis web untuk mengolah data pengetahuan tenaga kependidikan di Fakultas Teknik Universitas PGRI Madiun. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini merujuk pada kerangka kerja 10-Step Knowledge Management  Roadmap milik Amrit Tiwana.  Metode perancangan sistem menggunakan pendekatan berorientasi objek dengan tools UML (Unified Modelling Languange). Untuk pengujian kebutuhan fungsioanl sistem menggunakan metode FGD dengan responden tenaga kependidikan fakultas teknik.  Penelitian ini menghasilkan dokumen  rancangan aplikasi KMS yang dapat memberikan rekomendasi bagi lembaga untuk membangun aplikasi KMS di masa depan. AbstractEducational staff are at the forefront of the administration which is demanded to be able to quickly change in the work environment. The PGRI Madiun University routinely carries out mutation, rotation and retirement activities for educational staff. This has an impact on the amount of knowledge lost because it is carried by the transferred or retired teaching staff. This study aims to analyze the design of a web-based Knowledge Management System to process the knowledge of educational staff in the Faculty of Engineering, University of PGRI Madiun. The methodology used in this study refers to Amrit Tiwana's 10-Step Knowledge Management Roadmap. The system design method uses object-oriented approach with UML (Unified Modeling Language) tools.  To test the system functional requirements requirements using FGD method with engineering faculty respondent. This research produces a KMS application design document that can provide recommendations for institutions to build KMS applications in the future.
Implementasi Pengembangan Sistem Media Pembelajaran Pengenalan Komputer: Program Studi Sistem Informasi Universitas PGRI Madiun Dimas Setiawan; Irsyadul Arifin; Rian Ardianto
INTENSIF: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi Vol 2 No 2 (2018): Vol. 2 No. 2 Agustus 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.038 KB) | DOI: 10.29407/intensif.v2i2.12099

Abstract

The development of educational technology is growing rapidly, this is happening with the growing trend in the trend of online learning technology, mobile & multimedia. In the course of logic and program algorithm, students are introduced about the introduction of computer technology, in order to create a technology-based educational environment then made learning media introduction computer, made possible by the learning media, computer introduction, can help the learning process in the course of logic & programming algorithm.
Pengukuran usability pada learning management system perguruan tinggi menggunakan pedoman system usability scale Setiawan, Dimas; Rafianto, Naufal
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.2010

Abstract

Kebijakan pemerintah di masa pandemi berdampak pada perubahan kegiatan pembelajaran di Universitas PGRI Madiun, di mana keseluruhan proses dilaksakan secara daring, salah satunya dengan memanfaatkan ELMA (e-learning Universitas PGRI Madiun). Dalam praktiknya, pengguna mengeluh ketika menggunakan platform tersebut, salah satunya terdapat beberapa tombol yang malfungsi, beberapa menu dashboard membuat bingung pengguna, dan masih banyak permasalahan lainnya. Namun, keluhan tersebut belum bisa terakomodasi dengan baik, sehingga membuat pengguna merasa kurang nyaman dalam menggunakan platform tersebut, sehingga diperlukan evaluasi untuk mengungkap kondisi usability ELMA. Hal ini perlu dilakukan mengingat salah satu misi dari ELMA adalah mendukung pembelajaran online melalui fitur yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Adapaun evaluasi usablity yang bisa dilakukan salah satunya dengan menggunakan SUS (System Usability Scale). SUS merupakan salah satu instrumen evaluasi yang digunakan untuk melihat usability dari sebuah produk perangkat lunak. Berdasarkan hasil evaluasi usability terhadap 30 responden mahaiswa di berbagai lintas angkatan program studi sistem informasi, platform ELMA memiliki skor rata-rata sebesar 44 dengan rating rendah dan nilai huruf F. Hal ini menunjukkan bahwa ELMA masih memiliki tingkat kegunaan/usability yang masih rendah. Sehingga perlu adanya perbaikan, diantaranya menghilangkan menu yang dirasa tidak diperlukan, memperbaiki tampilan dari forum diskusi, perbaikan plug-in fitur live conference, perbaikan terhadap tombol yang sering terjadi malfungsi, serta percepatan loading page pada paltform tersebut.  Government policy during the pandemic has an impact on changes in learning activities at the University of PGRI Madiun, where the whole process is carried out online, one of them by utilizing ELMA (E-learning of Madiun PGRI University). In practice, users complain when using the platform, one of which is a number of useless buttons, some dashboard menus that confuse users, and many other problems. However, these complaints have not been well accommodated, so it makes users feel uncomfortable using the platform, so an evaluation is needed to understand the usability condition of ELMA. It is necessary to remember one of the ELMA's mission is to support online learning through the features according to user needs. The usablity evaluation can be done either by using SUS (System Usability Scale). SUS is one of the evaluation instrument used to look at the usability of a software product. Based on the results of usability evaluation of the 30 respondents from various forces student information system study program, ELMA platform has an average score of 44 with a "Awful" and letter grade F. This shows that ELMA still has a low level of usability. So there needs improvement, including removing the menu that was deemed unnecessary, improve the appearance of the discussion forum, repair plug-in features of a live conference, improvements to frequent malfunctions button and speed up page loading on the platform.
Evaluasi Usability Google Classroom Menggunakan System Usability Scale Dimas Setiawan; Suluh Langgeng Wicaksono
Walisongo Journal of Information Technology Vol 2, No 1 (2020): Walisongo Journal of Information Technology
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wjit.2020.2.1.5792

Abstract

Pandemi Covid-19 membuat pengguna E-learning di masa meningkat pesat, hal ini dikarenakan adanya kebijakan WFH (work from home) dari pemerintah sehingga seluruh proses kegiatan pembelajaran di kelas digantikan dengan model pembelajaran secara online, tak tekecuali di Universitas PGRI Madiun. Salah satu platform E-Learning yang banyak digunakan adalah Google Classroom, sebagai salah satu platform yang banyak digunakan tentunya perlu dilakukan evaluasi kepuasan agar terdapat perbaikan kedepannya. System Usability Scale merupakan salah satu metode evaluasi yang digunakan untuk melihat usabilitas dari sebuah produk perangkat lunak. Evaluasi Usability ini dilakukan kepada 10 responden pengguna Google clasrrom mahasiswa lintas angkatan, khususnya di program studi sistem informasi dan Teknik informatika UNIPMA. Berdasarkan hasil evaluasi Usability E-learning platform Google calssroom memiliki score 82,8 dan dianggap telah memenuhi unsur Usablity
Pengukuran usability pada learning management system perguruan tinggi menggunakan pedoman system usability scale Setiawan, Dimas; Rafianto, Naufal
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2106.561 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.2010

Abstract

Kebijakan pemerintah di masa pandemi berdampak pada perubahan kegiatan pembelajaran di Universitas PGRI Madiun, di mana keseluruhan proses dilaksakan secara daring, salah satunya dengan memanfaatkan ELMA (e-learning Universitas PGRI Madiun). Dalam praktiknya, pengguna mengeluh ketika menggunakan platform tersebut, salah satunya terdapat beberapa tombol yang malfungsi, beberapa menu dashboard membuat bingung pengguna, dan masih banyak permasalahan lainnya. Namun, keluhan tersebut belum bisa terakomodasi dengan baik, sehingga membuat pengguna merasa kurang nyaman dalam menggunakan platform tersebut, sehingga diperlukan evaluasi untuk mengungkap kondisi usability ELMA. Hal ini perlu dilakukan mengingat salah satu misi dari ELMA adalah mendukung pembelajaran online melalui fitur yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Adapaun evaluasi usablity yang bisa dilakukan salah satunya dengan menggunakan SUS (System Usability Scale). SUS merupakan salah satu instrumen evaluasi yang digunakan untuk melihat usability dari sebuah produk perangkat lunak. Berdasarkan hasil evaluasi usability terhadap 30 responden mahaiswa di berbagai lintas angkatan program studi sistem informasi, platform ELMA memiliki skor rata-rata sebesar 44 dengan rating rendah dan nilai huruf F. Hal ini menunjukkan bahwa ELMA masih memiliki tingkat kegunaan/usability yang masih rendah. Sehingga perlu adanya perbaikan, diantaranya menghilangkan menu yang dirasa tidak diperlukan, memperbaiki tampilan dari forum diskusi, perbaikan plug-in fitur live conference, perbaikan terhadap tombol yang sering terjadi malfungsi, serta percepatan loading page pada paltform tersebut.  Government policy during the pandemic has an impact on changes in learning activities at the University of PGRI Madiun, where the whole process is carried out online, one of them by utilizing ELMA (E-learning of Madiun PGRI University). In practice, users complain when using the platform, one of which is a number of useless buttons, some dashboard menus that confuse users, and many other problems. However, these complaints have not been well accommodated, so it makes users feel uncomfortable using the platform, so an evaluation is needed to understand the usability condition of ELMA. It is necessary to remember one of the ELMA's mission is to support online learning through the features according to user needs. The usablity evaluation can be done either by using SUS (System Usability Scale). SUS is one of the evaluation instrument used to look at the usability of a software product. Based on the results of usability evaluation of the 30 respondents from various forces student information system study program, ELMA platform has an average score of 44 with a "Awful" and letter grade F. This shows that ELMA still has a low level of usability. So there needs improvement, including removing the menu that was deemed unnecessary, improve the appearance of the discussion forum, repair plug-in features of a live conference, improvements to frequent malfunctions button and speed up page loading on the platform.
Pengukuran usability pada learning management system perguruan tinggi menggunakan pedoman system usability scale Setiawan, Dimas; Rafianto, Naufal
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2106.561 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.2010

Abstract

Kebijakan pemerintah di masa pandemi berdampak pada perubahan kegiatan pembelajaran di Universitas PGRI Madiun, di mana keseluruhan proses dilaksakan secara daring, salah satunya dengan memanfaatkan ELMA (e-learning Universitas PGRI Madiun). Dalam praktiknya, pengguna mengeluh ketika menggunakan platform tersebut, salah satunya terdapat beberapa tombol yang malfungsi, beberapa menu dashboard membuat bingung pengguna, dan masih banyak permasalahan lainnya. Namun, keluhan tersebut belum bisa terakomodasi dengan baik, sehingga membuat pengguna merasa kurang nyaman dalam menggunakan platform tersebut, sehingga diperlukan evaluasi untuk mengungkap kondisi usability ELMA. Hal ini perlu dilakukan mengingat salah satu misi dari ELMA adalah mendukung pembelajaran online melalui fitur yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Adapaun evaluasi usablity yang bisa dilakukan salah satunya dengan menggunakan SUS (System Usability Scale). SUS merupakan salah satu instrumen evaluasi yang digunakan untuk melihat usability dari sebuah produk perangkat lunak. Berdasarkan hasil evaluasi usability terhadap 30 responden mahaiswa di berbagai lintas angkatan program studi sistem informasi, platform ELMA memiliki skor rata-rata sebesar 44 dengan rating rendah dan nilai huruf F. Hal ini menunjukkan bahwa ELMA masih memiliki tingkat kegunaan/usability yang masih rendah. Sehingga perlu adanya perbaikan, diantaranya menghilangkan menu yang dirasa tidak diperlukan, memperbaiki tampilan dari forum diskusi, perbaikan plug-in fitur live conference, perbaikan terhadap tombol yang sering terjadi malfungsi, serta percepatan loading page pada paltform tersebut.  Government policy during the pandemic has an impact on changes in learning activities at the University of PGRI Madiun, where the whole process is carried out online, one of them by utilizing ELMA (E-learning of Madiun PGRI University). In practice, users complain when using the platform, one of which is a number of useless buttons, some dashboard menus that confuse users, and many other problems. However, these complaints have not been well accommodated, so it makes users feel uncomfortable using the platform, so an evaluation is needed to understand the usability condition of ELMA. It is necessary to remember one of the ELMA's mission is to support online learning through the features according to user needs. The usablity evaluation can be done either by using SUS (System Usability Scale). SUS is one of the evaluation instrument used to look at the usability of a software product. Based on the results of usability evaluation of the 30 respondents from various forces student information system study program, ELMA platform has an average score of 44 with a "Awful" and letter grade F. This shows that ELMA still has a low level of usability. So there needs improvement, including removing the menu that was deemed unnecessary, improve the appearance of the discussion forum, repair plug-in features of a live conference, improvements to frequent malfunctions button and speed up page loading on the platform.
Evaluasi Usability Google Classroom Menggunakan System Usability Scale Setiawan, Dimas; Wicaksono, Suluh Langgeng
Walisongo Journal of Information Technology Vol 2, No 1 (2020): Walisongo Journal of Information Technology
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wjit.2020.2.1.5792

Abstract

Pandemi Covid-19 membuat pengguna E-learning di masa meningkat pesat, hal ini dikarenakan adanya kebijakan WFH (work from home) dari pemerintah sehingga seluruh proses kegiatan pembelajaran di kelas digantikan dengan model pembelajaran secara online, tak tekecuali di Universitas PGRI Madiun. Salah satu platform E-Learning yang banyak digunakan adalah Google Classroom, sebagai salah satu platform yang banyak digunakan tentunya perlu dilakukan evaluasi kepuasan agar terdapat perbaikan kedepannya. System Usability Scale merupakan salah satu metode evaluasi yang digunakan untuk melihat usabilitas dari sebuah produk perangkat lunak. Evaluasi Usability ini dilakukan kepada 10 responden pengguna Google clasrrom mahasiswa lintas angkatan, khususnya di program studi sistem informasi dan Teknik informatika UNIPMA. Berdasarkan hasil evaluasi Usability E-learning platform Google calssroom memiliki score 82,8 dan dianggap telah memenuhi unsur Usablity
Peran dan Strategi Perguruan Tinggi dalam Menghadapi Era Society 5.0 Dimas Setiawan; Mei Lenawati
RESEARCH : Journal of Computer, Information System & Technology Management Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.229 KB) | DOI: 10.25273/research.v3i1.4728

Abstract

Perkembangan teknologi sistem informasi berkembang cukup pesat sehingga berdampak pada bermunculannya trend dari Revousi Industri 4.0  dan Society 5.0. Perguruan Tinggi merupakan salah satu Lembaga yang berkontribusi dalam kegiatan pendidikan di Indonesia tentunya harus mampu beradaptasi dalam menghadapi beberapa trend yang berkembang tak terkecuali trend Society 5.0. Upaya yang bisa dilakukan adalah memahami peran serta strategi yang perlu dilakukan perguruan tinggi dalam menghadapi era Society 5.0, dengan melakukan studi literatur mengenai Konsep Society 5.0 dan proses analisa data menggunakan metode analisa TOWS diharapan dapat menemukan peran serta strategi yang bisa dijadikan sebagai referensi kebijakan bagi perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan di era Revolusi Industri 4.0 saat ini dan Society 5.0 kedepannya. Selain  itu diperlukan komparasi keterkaitan anatra society 5.0 dengan Revolusi industri 4.0 dan SDGs sebagai data tambahan dalam menyusun peran dan strategi perguruan tinggi.
Perspektif E-Learning Dosen Program Studi Sistem Infromasi UNIPMA Dimas Setiawan
RESEARCH : Journal of Computer, Information System & Technology Management Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.713 KB) | DOI: 10.25273/research.v1i1.2448

Abstract

Penerapan lingkungan pendidikan berbasis teknologi bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan memanfaatkan  E-learning. Pembahasan E-learning  bukanlah hal yang baru di kalangan sivitas akademik perguruan tinggi. E-learning berevolusi cukup cepat dan membawa dampak dimana E-learning saat ini terkesan bervariasi dan memiliki cakupan yang cukup luas. Sehingga muncul permasalahan mengenai perbedaan cara pandang terhadap E-learning. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan sebuah penelitian yang membahas mengenai prespektif E-learning. Analisa prespektif ini dilakukan untuk mendapatkan sebuah informasi tentang konsep E-learning bagi dosen program studi sistem informasi UNIPMA, yang nantinya di masa depan dapat dijadikan sebagai acuan untuk dilakukan  sebuah evaluasi atau dijadikan  alat bantu untuk pengambilan sebuah  kebijakan di program studi sistem informasi terkait pengimplementasian E-learning
Rancang Bangun Alat Perekam Data Cuaca Dengan Berbasis Internet of Things Setiawan, Dimas; Hadi Prabowo, Nanang; Budi Sukoco, Nawanto
Jurnal Hidropilar Vol. 6 No. 2 (2020): JURNAL HIDROPILAR
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/hidropilar.v6i2.180

Abstract

Rancang Bangun Alat Perekam Data Cuaca dengan Berbasis Internet of Things merupakan alat yang digunakan untuk merekam Cuaca dan dimonitor menggunakan Internet Of Things, alat ini menggunakan beberapa sensor-sensor cuaca meliputi sensor arah dan kecepatan angin,sensor suhu dan kelembaban serta sensor tekanan udara. Alat ini dibuat bertujuan untuk bidang studi dan penelitian. Besar harapan penulis untuk bisa menyumbangkan pikiran dalam bentuk penelitian dan pengembangan mengenai teknologi dan pemenuhan kebutuhan peralatan yang berkaitan dengan teknologi berbasis Internet of Things sehingga akan bisa berguna sebagai alat monitoring cuaca dengan jangkauan tak terbatas menggunakan jaringan Internet.