Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGEMBANGAN DESAIN KURSI TAMAN BUNGKUL DENGAN MENGANGKAT TEMA SPARKLING SURABAYA Suci Ramadhani
ATRIUM: Jurnal Arsitektur Vol. 2 No. 2 (2016): ATRIUM: Jurnal Arsitektur
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.8 KB) | DOI: 10.21460/atrium.v2i2.57

Abstract

Title: Design Development of Bungkul Park Street Furniture Related to Sparkling Surabaya Theme City Park is an open green space that serves as the city's lungs and reduce the pollution and noise, and also can be a gathering place for city residents. In addition to the technical function and social function,a city park in Surabaya also raised Surabaya's image as a City which has 1001 parks. Bungkul Park is located in Darmo Street, this park is not only crowded, but also become one of an icon in Surabaya. Surabaya, which has made Sparkling Surabaya Theme became a brand since 2006, less contribute to the street furniture's design in the main streets of Surabaya and city parks. This is very unfortunate that it can be one of Surabaya's promotional event in national and international. The method of this research used comparative descriptive method, which make a systematic description, factual, and accurate about the facts and circumstances object of investigation that was followed by a comparative study to understand the interrelationships among facts. From the analysis conducted, either through observation, comparison of products, as well as literature study, the data showes that Surabaya Sparkling's elements contains typography, color and lighting factors. The final design of this research is a design of the street furniture of the park related to Sparkling Surabaya theme.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TAMAN WISATA KULINER DI SAMARINDA DENGAN KONSEP CITYWALK TEMA: URBAN TOURISM Riken Nurisnaini; Suci Ramadhani; Annisa Nur Ramadhani
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Samarinda dihadiri oleh aneka kuliner khas Kalimantan Timur. Di kota Samarinda belum ada fasilitas yang mewadahi semua kegiatan bidang Kuliner baik dalam hal wisata. Usaha yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan bidang kuliner untuk sarana informatif dan sarana wisata. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif, penelitian ini menganalisis objek pembanding untuk mendapatkan kesimpulan sebagai acuan dalam proses rancangan selanjutnya. Taman Wisata Kuliner ini menggunakan konsep Citywalk dan dengan pendekatan Urban tourism, penggabungan taman wisata kuliner dengan konsep city walk serta penggunaan tema bangunan yaitu urban tourism menjadikan taman wisata kuliner ini menjadi kawasan yang nyaman bagi para pengunjung. Menerapkan konsep Makro (Rekreatif), konsep makro tatanan lahan (Terarah), konsep bentuk (Kontemporer) dan konsep mikro ruang (Rekreatif). Hasil rancangan ini diharapkan menjadi obyek budaya kuliner yang dapat memberikan konstribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat serta yang dapat memberikan obyek wisata bagi masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri yang tertarik tentang kuliner makanan khas Kalimantan Timur di kota Samarinda.
Penerapan Tema Arsitektur Bioklimatik pada Perencanaan Beach Resort di Pantai Tanjung Papuma Jember Agustian Edikusuma; Suci Ramadhani; Amir Mukmin
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 1 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i1.1511

Abstract

Abstrak. Jember is a district that has quite a lot of tourism and cultural opportunities that need to be introduced to local and foreign tourists. One of the tourist objects in Jember Regency, namely Tanjung Papuma Beach, is one of the interesting tourist objects to visit. This beach has beautiful white sand and hills with green trees, Papuma has pristine natural beauty. The potential of Tanjung Papuma beach, if properly managed and developed, can become one of the regional assets. It is important to provide supporting facilities. One of them is by providing accommodation with decent and comfortable facilities and equipped with karaoke and sports entertainment facilities, which can provide alternative entertainment for tourists. So as to create a comfortable atmosphere that can give an impression to visitors who come. The formation of a good tourism image in this Papuma beach tourist area, makes visitors come back again in the future to enjoy the tourism objects in that place. The method used in this research is design with qualitative amalisa, where analysis is carried out related to site conditions, climate, land use, general economic conditions, site vegetation conditions, facilities and infrastructure on the site, which then become a design concept and adjusted to the implementation. concept on working drawings. This research produces a design that aims to provide facilities for the coastal tourism of Tanjung Papuma with a bioclimatic architectural approach. The bioclimatic architectural approach aims to design buildings by paying attention to the environment, especially in the climate aspect. Which aims to save energy in buildings by taking advantage of the climate in the environment around the coast of Tanjung Papuma.Keywords: bioclimatic architecture, beach, tourism Abstrak. Jember merupakan kabupaten yang memiliki cukup banyak peluang pariwisata dan kebudayaan yang perlu diperkenalkan kepada para wisatawan lokal maupun asing. Salah satu objek wisata yang ada di Kabupaten Jember yaitu Pantai Tanjung Papuma menjadi salah satu objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Pantai ini memiliki pasir putih yang indah dan bukit dengan pepohonan yang masih hijau, papuma memiliki keindahan alam yang masih asli. Potensi yang dimiliki pantai tanjung papuma ini jika dikelola dan dikembangkan dengan baik dapat menjadi salah satu aset daerah. Penyedia fasilitas pendukung pentingnya untuk dilakukan. Salah satunya, adalah dengan menyediakan tempat penginapan dengan fasilitas yang layak dan nyaman dan dilengkapi fasilitas hiburan karaoke dan olahraga, yang dapat memberikan hiburan alternatif bagi wisatawan. Sehingga tercipta suasana nyaman yang dapat memberikan kesan bagi pengunjung yang datang. Terbentukya citra wisata yang baik pada kawasan wisata pantai Papuma ini, membuat pengunjung kembali lagi di waktu mendatang untuk menikmati obyek wisata yang ada di tempat tersebut. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah perancangan dengan amalisa kualitatif, dimana dilakukan analisa terkait dengan kondisi site, iklim, tata guna lahan, kondisi umum ekonomi, kondisi vegetasi tapak, sarana dan prasarana pada tapak, yang kemudian menjadi sebuah konsep desain dan disesuaikan dengan implementasi konsep pada gambar kerja. Penelitian ini menghasilkan perancangan yang bertujuan untuk menyediakan fasilitas pada wisata pantai tanjung papuma dengan pendekatan arsitektur bioklimatik. Pendekatan arsitektur bioklimatik bertujuan untuk mendesain bangunan dengan memperhatikan lingkungan terutama pada aspek iklim. Yang bertujuan menghemat energi pada bangunan dengan memanfaatkan iklim di lingkungan sekitar pantai tanjung papuma.Kata kunci : Arsitektur bioklimatik, pantai, wisata
Arsitektur Neo Vernakular pada Gedung Pertunjukan Seni Tari Tradisional Suku Dayak di Samarinda Fauzi Syah; Suci Ramadhani; Esty Poedjioetami
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.2049

Abstract

Kota Samarinda merupakan Ibukota provinsi Kalimantan Timur dimana terdapat banyaknya ragam budaya di antaranya ada seni tari tradisional yaitu tari khas suku dayak.. Gedung Pertunjukan Seni Tari Tradisional Suku Dayak di Kota Samarinda dengan menggunakan tema aritektur Neo-Vernakular bertujuan untuk mengembangkan kesenian tari khas dari Kalimantan Timur. Dengan pendekatan tema arsitektur Neo Vernakular dan menerapkan makro konsep (Develop Culture) yang menciptakan desain dengan tujuan melestarikan unsur-unsur lokal yang telah terbentuk secara empiris oleh sebuah tradisi yang kemudian mangalami pembaruan menuju suatu karya yang lebih modern tanpa mengesampingkan nilai-nilai tradisi setempat. Mikro KonsepTatanan Lahan (Cultural Realm) Menciptakan desain tatanan lahan dengan menerapkan sebuah kawasan yang memiliki suasana nyaman dan asri serta menerapkan nilai-nilai budaya suku dayak pada kawsan. Mikro Konsep Bentuk (Forward Culture) Menciptakan desain bentuk bangunan dengan konsep budaya yang maju, agar dapat memberikan semangat untuk mengembangkan kebudayaaan khas daeerah. Mikro Konsep Ruang (Adaptive) Konsep “Adaptive” dalam Arsitektur menciptakan desain ruang secara langsung maupun tak langsung berhubungan dengan ruang, ruang yang berfungsi sebagai wadah kegiatan. Hasil rancangan ini diharapkan menjadi pusat kesenian tari khas suku dayak yang dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat serta dapat menjadi obyek wisata bagi masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri yang tertarik tentang kesenian tari asli Kalimantan Timur di Kota Samarinda.
Penerapan Tema Simbolis pada Bentuk Rancangan Museum dan Pusat Dokumentasi Perfilman Nusantara di Surabaya Siti Maria Ulfah; Esty Poedjioetami; Suci Ramadhani
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 1 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i1.1508

Abstract

Abstract. Films in Indonesia have a long history, and are even now considered an era of national film revival, which is marked by the condition of films experiencing an ever-increasing number of production. Due to the lack of facilities available specifically for archipelago film archives in Indonesia, this background is the reason for the need to build a Museum and Archipelago Film Documentation Center located in Surabaya, where according to the Indonesian Film Agency the island of Java is the region that dominates the largest number of film viewers in Indonesia. The method used in this research is a qualitative method with descriptive research type by making observations, field studies and literature. The land chosen for the designer is located on Jalan Simpang Dukuh, Suarabaya City with an area of 0.76 hectares with a relatively flat site. The use of a symbolic theme with a representative concept was chosen so that the building being designed does not only pay attention to its function. In addition to attracting visitors with the use of symbols in the form of building design, it is hoped that it will be able to appear to show the philosophy and functions that are in it which are used as a means of education, research and entertainment just by looking at the outer appearance of a building.Keywords: Film, Museum, Symbolic. Abstrak. Perfilman di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang, bahkan sampai saat ini dianggap sebagai era kebangkitan perfilman nasional yang ditandai dengan kondisi perfilman yang mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang terus meningkat. Karena minimnya fasilitas yang tersedia khusus arsip film Nusantara di Indonesia, dengan latar belakang tersebut menjadi alasan perlu dibangunnya sebuah Museum dan Pusat Dokumentasi Perfilman Nusantara yang terletak di Surabaya, dimana menurut Badan Perfilman Indonesia pulau Jawa merupakan wilayah yang mendominasi jumlah penonton film terbanyak di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan melakukan observasi, studi lapangan dan literatur. Penggunaan tema simbolis dengan konsep representatif dipilih agar bangunan yang didesain tidak hanya memperhatikan fungsinya. Selain untuk menarik pengunjung dengan penggunaan simbolieme pada bentuk desain bangunan diharapkan mampu tampil menunjukkan filosofi dan fungsi yang ada didalamnya yang tidak lain digunakan sebagai sarana edukasi, penelitian maupun hiburan hanya dengan melihat tampilan luar dari suatu bangunan.Kata Kunci: Film, Museum, Simbolis.
Pusat Pelatihan E-Sport Mobile dan Personal Computer Bertema Arsitektur Futuristik di Surabaya Reno Rizky Mahesa; Suci Ramadhani; Sigit Hadi Laksono
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1086

Abstract

E-Sport yang kini menjadi fenomena global, bermula dari sebuah kompetisi yang diadakan oleh suatu komunitas. E-Sport sendiri adalah kependekan dari electronic sport, yaitu olahraga yang menggunakan game sebagai bidang kompetitif utama yang dimainkan oleh profesional. Beberapa waktu lalu, E-Sport tidak dikenal di Surabaya maupun Indonesia. Namun sekarang seiring waktu fenomena E-Sport terus berkembang dan mulai memancing perhatian dari berbagai kalangan. E-Sport bukan sekedar bermain game untuk mengisi waktu, seperti yang dipersepsikan selama ini. E-Sport sama halnya dengan olahraga mental dan pikiran lainnya, seperti catur yang sudah termasuk dalam kategori olahraga dan diperlombakan pada olimpiade. Untuk bisa menjadi lebih lihai dalam bermain game dalam industri E-Sport, seorang pemain harus sering melakukan latihan dan meningkatkan kemampuannya. Namun latihan dalam video game bukan berarti sekedar bermain sebanyak, sesering, dan selama mungkin. Karena itu, Proyek ini akan merancang pusat pelatihan E-Sport. Karena diperlukan sebagai wadah bagi para gamer E-Sport, mengingat perkembangan E-Sport saat ini cukup pesat dan menjanjikan di Indonesia. Untuk menentukan suatu tempat bisa jadi pelatihan itu bukan hanya didasari computer yang dipakai kencang. Melainkan ada hal lain yang menunjang para gamer seperti ruang yang begitu nyaman untuk aktifitas bermain game dan memiliki berbagai fasilitas untuk latihan fisik para gamer.
ARSITEKTUR KONTEMPORER SABAGAI TEMA DESAIN REAL ESTATE DI SIDOARJO Hardiana Martasari; Wiwik Widyo Widjajanti; Suci Ramadhani
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sidoarjo berbatasan langsung dengan Kota Surabaya di mana Kabupaten Sidoarjo menjadi penyangga fasilitas perumahan dan wilayah peri urban bagi Kota Surabaya yang menyebabkan begitu banyak perkembangan di bidang industri sehingga berkembang juga pertumbuhan penduduk sehingga tingginya kebutuhan untuk menyediakan perumahan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Tema yang diterapkan pada rancangan ini adalah Arsitektur Kontemporer yang berkaitan dengan desain yang unik dan mengikuti zaman. Menerapkan konsep makro arsitektur modern  yang masih berkaitan dengan kontemporer. Rancangan tatanan lahan menggunakan konsep cluster dengan menggolongkan unit rumah sesuai dengan ukuran luas lahan dan bangunan. Rancangan bentuk bangunan memadukan konsep modern dengan kontemporer. Pada rancangan ruang menggunakan konsep minimalis dengan menyesuaikan kegunaan ruang tersebut.  Pada bangunan perumahan yang dirancang memiliki 3 tipe hunian, sehingga setiap desain lansekap, bangunan interior dan eksterior sangat memperhatikan fungsi. Fasilitas yang terdapat diperumahan ini antara lain Masjid, Taman Lingkungan,Kantor Pemasaran, Food Courd, Ruko, Club House, Klinik, Taman Kanak – Kanak. Diharapkan objek tersebut dapat menarik minat dari calon pembeli dan penghuni perumahan agar dapat bersosialisasi dengan masyarakat yang lain sehingga menciptakan hidup guyup rukun dan gotong royong.
Perancangan Komplek Turnamen E-Sport, di Surabaya Dengan Tema Arsitektur Futuristik Aldi Salvian Ramadhan; Suci Ramadhani; Failasuf Herman Hendra
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minimnya fasilitas dan tempat turnamen game online guna menampung kegiatan turnamen dan kurangnya tempat turnamen yang menyebabkan penggunaan bangunan umum seperti mall yang bukan selayaknya dipakai untuk kegiatan turnamen, sementara dilihat dari segi lain kurang efektif untuk mewadahi pelaksanaan turnamen. Komunitas dan organisasi juga semakin banyak akibat game online yang membuat perkembangan game semakin pesat dan banyak kompetisi turnamen game muncul serta banyak peminat game online yang ingin mengikuti turnamen. Ajang turnamen yang sering dipakai dan dikembangkan adalah turnamen E-Sport. E-Sport merupakan cabang olahraga yang berbasis electronic atau game, E-Sport tersebut berbasis Mobile. Kota Surabaya adalah kota terbesar di Provinsi Jawa Timur, dimana kota Surabaya memiliki luas sekitar 350,54 km² dengan penduduknya berjumlah 2.941.981 jiwa (2019). Kota Surabaya juga memiliki presentase yang sering meningkat dalam dunia game setiap tahunnya. Angka presentase game online meningkat mulai dari tahun 2014 (45%), 2015-2016 (53,18%), 2017-2019 (54%). Oleh sebab itu perlu dibuatkan desain bangunan turnamen yang dapat menampung dan memfasilitasi kegiatan ajang turnamen E-Sport. Menggunakan Tema Arsitektur Futuristik dengan tujuan untuk memfasilitasi turnamen dan juga membangun bangunan yang lebih mengutamakan teknologi dimasa depan, karena Arsitektur Futuristik juga memanfaatkan kemajuan teknologi dengan cara menggunakan bahan seperti beton, baja, dan alumunium sebagai bahan bangunannya.
Pendekatan Arsitektur Vernakular Rumah Lamin Pada Desain Kompleks Studio Photography Etnik Kalimantan Timur di Samarinda Efiliana Purnamaria; Siti Azizah; Suci Ramadhani
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Photography diperkenalkan pada tahun 1826, seiring berjalannya waktu dan jaman kini photography perkembangannya kian pesat dengan berkembangnya teknologi yang canggih dengan teknik pengambilan gambar yang semakin mudah. Desain Kompleks studio Photography Etnik Kalimantan Timur Di Samarinda ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan para masyarakat sekitar dalam memiliki foto-video yang unik, tidak monoton, dan memiliki karakter yang diinginkan masyarakat dalam tema etnik budaya Kalimantan yang sangat beragam. Oleh karena itu dibutuhkan adanya Desain Kompleks Studio Photography Etnik Kalimantan Timur Di Samarinda untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan menggunakan metode penelitian deskriptif, metode observasi, dan metode wawancara/Interview pada objek tersebut untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. Tema yang diterapkan pada Kompleks Studio tersebut adalah Arsitektur vernakular yang dirancang berdasarkan kebutuhan lokal atau daerah setempat, disesuaikan dengan ketersediaan bahan bangunan, dan mencerminkan tradisi lokal. Budaya Kalimantan Timur yang diterapkan pada Makro konsep, adapun Mikro konsep yang diterapkan pada Tata Lahan yakni Mengalir, pada Ruang yakni Dinamis, serta pada Bentuk menerapkan Etnik Kalimantan Timur yang berpaku pada bentuk atap dari Rumah Lamin yakni rumah adat khas Kalimantan Timur.
Penerapan Bentuk Pada Fasilitas Kampung Inggris Di Pare Dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku Eric F. Sugestian; Sigit H. Laksono; Suci Ramadhani
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Direktur Marketing Kampung Inggris LC Frandy menegaskan bahwa setiap tahunnya kedatangan 8000 orang pendaftar dari segala kalangan. Perkembangan Desa Tulungrejo mengakibatkan permasalahan akibat suatu kebutuhan dan sarana penujang Kampung Inggris yang meningkat, hal ini membuat suatu kebutuhan fasilitas sangat di butuhkan terlebih fasilitas peneduh yaitu bangunan. Pada Kampung Inggris pare kebanyakan bentuk bangunan kurang di perhatikan seperti kurangnya sirkulasi udara dan pencahayaan. Pentingnya adaptasi pada lingkungan membuat bentuk bangunan harus bisa beradaptasi dengan lingkungan agar bisa memanfaatkan ikilm. Jenis penelitian yang akan digunakan merupakan penelitian Deskriptif, dengan pengumpulan data untuk memberikan gambaran tentang suatu gejala, yang berawal dari suatu latar belakang suatu objek dengan permasalahan, maksud, tujuan, tinjuauan putsaka yang berkaitan dan gambaran alur penelitian yang nantinya akan mendapatkan suatu hasil dan pembahasan suatu permasalahan. Penerapan Arsitektur perilaku berguna untuk memempenagruhi tindakan pengguna agar mengikuti alur pikir rancangan, seperti pemberian warna fasad bangunan bisa  mempengaruhi kondisi psikis seseorang. Pada Konsep bentuk yaitu adaptif agar bangunan ini bisa beradaptasi dan menyesuaikan pada lingkungan sekitar. Hasil rancangan berupa pemberian sunscreen pada bangunan agar bisa memanfaatkan sirkulasi udara dan pencahaan alami