Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Fenomena Mitos Semar sebagai Bentuk Religiositas Masyarakat dalam Novel Pol Karya Putu Wijaya Prapto Waluyo; Yuyus Rustandi
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jsalaka.v4i1.5672

Abstract

Semar bukan hanya menjadi karakter dalam pewayangan Jawa, melainkan menjadi representasi dari religiositas masyarakat Jawa. Putu Wijaya memperkuat semar sebagai representasi religiositas masyarakat Jawa melalui novel Pol. Artikel ini menganalisis semar sebagai representasi religiositas masyarakat Jawa. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori analisis interinsik dan eksterinsik novel. Kesimpulannya, religiositas masyarakat direpresentasikan dalam novel Pol. Representasi religiositas Semar menunjukkan bahwa terjadi dinamika kehidupan manusia, baik masyarakat dan Aston. Manifestasi dinamika tersebut muncul pada sikap manusia ketika merespons segala krisis dan masalah yang dihadapinya. Sikap manusia tersebut dapat tercermin dalam persepsi, nilai, dan penalaran kehidupan.
PENGUATAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA MELALUI CERPEN ANAK ‘ULIN DI MONUMÉN’KARYA TETTI HODIJAH Yuyus Rustandi; Hilda Septriani
Cakrawala Indonesia Vol 6 No 2 (2021): Nopember-April
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v6i2.541

Abstract

Setiap bangsa memiliki karakteristik dan jiwa kebangsaan yang berbeda-beda. Hal itu dapat dilandasi oleh berbagai faktor seperti nilai-nilai filosofi, sejarah, politik, sosial, budaya, dan lain-lain. Berbagai nilai tersebut akan berkelindan sehingga mewujudkan jati diri suatu bangsa yang harus dipertahankan oleh masyarakatnya. Implementasi pemertahanan tersebut dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara, salah satunya adalah melalui karya sastra kedaerahan yang ditulis oleh pengarang yang memang berorientasi pada aspek pelestarian bahasa dan budaya daerahnya. Sebagai cerminan masyarakat, teks sastra daerah mempunyai tempat khusus tersendiri yang berkaitan dengan jati diri bangsa Indonesia. Dalam penelitian ini, akan dibahas secara lebih merinci nilai-nilai pendidikan budaya dan moral yang terkandung dalam kumpulan cerita anak Ulin di Monumén karya Tetti Hodijah. Adapun metode yang akan digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan tahapan mengumpulkan data, merumuskan, dan menganalisis data yang akan diteliti. Data yang diperoleh berupa catatan hasil telaah studi pustaka yang sudah diolah. Sementara itu, tujuan penelitian ini yaitu memberikan gambaran bahwa melalui karya sastra berupa cerpen anak yang berjudul Ulin di Monumén karya Tetti Hodijah turut berkontribusi terhadap upaya penguatan jati diri bangsa Indonesia. Nilai pendidikan moral dan budaya yang dimaksud seperti, nasionalisme, cinta tanah air, semangat kebangsaan, pelestarian budaya yang pada hakikatnya merupakan karakteristik dan jati diri bangsa Indonesia yang harus dipertahankan.
PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN GAIRAH BELAJAR BAHASA SUNDA DI SDN KENCANA 3 KOTA BOGOR Yuyus Rustandi; Prapto Waluyo
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 28, No 2 (2022): Volume 28 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/wahana.v28i2.6425

Abstract

Sundanese as one of the largest regional languages in Indonesia after Javanese is increasingly being eroded due to the demands of an increasingly advanced era has resulted in less attention being paid to Sundanese language subjects at every level of education. To increase the passion for learning Sundanese subjects, especially at SDN Kencana 3, Bogor City, try to use active learning learning methods, so there are interesting things to research, considering the location of the school is in a heterogeneous elite housing complex environment from various provinces throughout Indonesia. Even the area outside the complex that surrounds it in terms of the use of everyday language is closer to the Betawi language area, but by using active learning the value of students' academic achievement in Sundanese subjects shows good and satisfactory results.
Analisis Gaya Belajar Siswa Berprestasi Raden Dhea Fitrilia; Ratih Purnamasari; Yuyus Rustandi
Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 13, No 2 (2021): Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : FKIP UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.848 KB) | DOI: 10.55215/pedagogia.v13i2.4499

Abstract

Analysis of Achieving Student Learning Styles. Qualitative research with a case study approach. Thesis of Primary School Teacher Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Pakuan University, Bogor, 2020. Aims to identify the dominant learning style possessed by an outstanding student at SDN Semeru 1 Bogor City named Muhammdan Rafa Setiawan and what factors affect the student's achievement. This type of research is qualitative with the case study method. Data collection techniques are carried out by interview, observation, and documentation. The results showed that students were less reactive to sound, easy to focus, quicker to understand new information by looking at it, were able to sit quietly during the lesson, answered verbal questions briefly to the point and liked learning activities by reading so it could be concluded that the dominant learning style the subject has, namely the visual learning style. Meanwhile, the factors that influence the subject's achievement are the presence of interest and high motivation to learn, have an unyielding and resilient attitude and support from the subject's teachers and parents.
KRITIK PADA POSITIVISME DALAM NOVEL KHOTBAH DI ATAS BUKIT KARYA KUNTOWIJOYO (SUATU TELAAH FALSAFAH SASTRA) Prapto Waluyo; Yuyus Rustandi
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 2, No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.285 KB) | DOI: 10.33751/jsalaka.v2i1.1836

Abstract

ABSTRAKPositivisme muncul pada abad XIX. Pemikiran itu mengubah kehidupan manusia dan ilmu pengetahuan, bahkan seni. Hingga saat ini, pada dasarnya, positivisme masih menjadi bagian dalam kehidupan manusia. Ia terwujud dalam cara pandang manusia dan pola hidupnya. Novel Khotbah di Atas Bukit karya Kuntowijoyo adalah novel yang berupaya mengkritik pola hidup postivistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi novel Khotbah di Atas Bukit dalam mengkritik pola hidup positivistik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan filsafat sebagai pendekatannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola hidup positivistik itu diejawantahkan dalam hubungan antartokoh dan perilaku tokoh. Hubungan tokoh Barman dan Popi menunjukkan pola hidup positivistik yang meterialistik itu. Perubahan perilaku  tokoh Barman menjadi sosok yang religius tidak berimpak kehidupannya karena ia masih berpandangan meterialistik. Melalui tokoh Humam, novel ini melakukan kritik atas pola hidup yang positivistik itu. Kata kunci: positivisme, falsafah sastra, Khotbah di Atas Bukit, Kuntowijoyo
REPRESENTASI ETOS KERJA ORANG SUNDA DALAM UNGKAPAN DAN FOLKLOR SUNDA Yuyus Rustandi; Langgeng Prima Anggradinata
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 1, No 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.852 KB) | DOI: 10.33751/jsalaka.v1i1.1146

Abstract

ABSTRAK Etos kerja orang Sunda direpresentasikan dalam ungkapan atau kosakata bahasa Sunda yang digunakan sehari-hari. Selain itu, folklor Sunda juga merepresentasikan etos kerja orang Sunda, misalnya cerita si Kabayan. Tulisan ini menganalisis representasi etos kerja orang Sunda dalam ungkapan dan folklor Sunda. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ungkapan yang kerap dituturkan oleh orang Sunda menunjukkan bahwa ungkapan-ungkapan yang dituturkan orang Sunda menunjukkan ekspresi kemalasan, misalnya ungkapan atau kosakata kumaha isuk, hoream, wanci pecat sawed, dll. Folklor si Kabayan merepresentasikan pula etos orang Sunda. Cerita itu menampilkan kembali dua tipe orang Sunda: (1) orang yang bekerja keras dan (2) orang yang malas. Cerita bermakna bahwa orang Sunda seharusnya bersikap sewajarnya; orang Sunda tidak boleh memiliki sifat malas dan ambisi yang tinggi karena keduanya sama-sama merugikan diri sendiri maupun orang lain. Dari ungkapan dan folklor tersebut terlihat representasi identitas dan dinamika orang Sunda dalam hal etos kerja. Kata kunci: etos kerja, orang Sunda, ungkapan, folklor, si Kabayan. 
APRESIASI SASTRA DALAM WAHANA TEATER DI KALANGAN PELAJAR (STUDI KASUS SEKOLAH DI KABUPATEN BOGOR) Yuyus Rustandi
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 3, No 2 (2021): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.375 KB) | DOI: 10.33751/jsalaka.v3i2.4563

Abstract

Apresiasi sastra dan teater adalah kajian yang penting dalam melihat bagaimana perilaku manusia diungkapkan. Lingkup sastra yang selama ini hanya permainan kata ketika telah dituangkan ke dalam wahana teater menjadi multidimensi. Perkembangan ilmu pengetahuan alam yang sangat pesat meninggalkan pengaruh yang sangat hebat pada cara berpikir. Ilmu pengetahuan tersebut berusaha menguraikan kenyataan yang ada sampai kepada unsur yang paling kecil serta merumuskan hukumnya. Dengan demikian, kita mampu menangkap segala sesuatu secara mutlak. Cara berpikir demikian menimbulkan rasionalitas yang tinggi dan berlaku bagi berbagai bidang kehidupan. Namun demikian, kemajuan di satu sisi hanya dilandaskan pada sebatas kesejahteraan lahiriah dan jasmaniah. Untuk mencapai tingkat kehidupan yang tinggi, peserta didik hanya didasarkan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan dengan penerapannya yang praktis. Kata-kata kunci: apresiasi sastra; pelajar; wahana teater.
Fenomena Mitos Semar sebagai Bentuk Religiositas Masyarakat dalam Novel Pol Karya Putu Wijaya Prapto Waluyo; Yuyus Rustandi
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.427 KB) | DOI: 10.33751/jsalaka.v4i1.5672

Abstract

Semar bukan hanya menjadi karakter dalam pewayangan Jawa, melainkan menjadi representasi dari religiositas masyarakat Jawa. Putu Wijaya memperkuat semar sebagai representasi religiositas masyarakat Jawa melalui novel Pol. Artikel ini menganalisis semar sebagai representasi religiositas masyarakat Jawa. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori analisis interinsik dan eksterinsik novel. Kesimpulannya, religiositas masyarakat direpresentasikan dalam novel Pol. Representasi religiositas Semar menunjukkan bahwa terjadi dinamika kehidupan manusia, baik masyarakat dan Aston. Manifestasi dinamika tersebut muncul pada sikap manusia ketika merespons segala krisis dan masalah yang dihadapinya. Sikap manusia tersebut dapat tercermin dalam persepsi, nilai, dan penalaran kehidupan.