Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Jean Baudrillard dan Pokok Pemikirannya Irmawati Oktavianingtyas; Alexander Seran; Ridzki Rinanto Sigit
PROPAGANDA Vol 1 No 2 (2021): PROPAGANDA: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/prop.v1i2.258

Abstract

Jean Baudrillard adalah seorang filsuf Perancis dan salah satu tokoh postmodern terkemuka. Beberapa pemikiran utamanya meliputi sign-value, simulakra, dan hiperrealitas. Pemikiran ini ditulis dalam karya awal Jean Baudrillard yang diterbitkan pada 1968 hingga 1981. Sedangkan karya lainnya yang diterbitkan setelah 1981 ditulis untuk memperkuat pemikiran awalnya. Artikel ini bertujuan untuk lebih mengenal Jean Baudrillard dan pemikiran utamanya, terutama pemikirannya mengenai sign-value, simulakra, dan hiperealitas.
Perempuan Subaltern Dunia Ketiga Dalam Tinjauan Teori Feminisme Poskolonial Gayatri Chakravorty Spivak Indah Suryawati; Alexander Seran; Ridzki Rinanto Sigit
FOCUS Vol 2 No 2 (2021): FOCUS: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/fcs.v2i2.336

Abstract

Istilah subaltern dihadirkan sebagai sinonim kaum proletar. Gayatri Spivak menekankan   pentingnya   melihat   mekanisme hegemonik yang tidak  disadari  mengenai  penggunaan atribut kata subaltern. Mereka berada dalam wacana  hegemonik  yang  berarti  ada  semacam manipulasi secara tidak sadar atas apa yang mereka lakukan. Dalam kajian  teoritis  Spivak,  kelompok  subaltern  adalah  kelompok  yang suaranya selalu direpresentasikan, sementara representasi hanyalah alat untuk menuju dominasi nyata. Oleh karena itu, masyarakat yang tertekan dan terjajah (subaltern), harus berbicara, harus mengambil inisiatif, dan menggelar aksi atas suara mereka yang terbungkam. Karena kekuasaan kolonial terus dipertahankan dalam dan melalui discourse (wacana) yang berbeda-beda. Sebagai kritikus feminis poskolonial Gayatri Spivak terus menerus menantang pemikiran kontemporer Barat dengan menunjukkan betapa wacana-wacana dan praktik-praktik kelembagaan dan budaya dominan telah secara konsisten mengecualikan dan meminggirkan kaum jelata (subaltern), terutama perempuan subaltern. Fokusnya pada sejarah perempuan subaltern dan kritiknya terhadap proyek subaltern telah secara radikal menantang cara identitas politik dikonseptualisasikan dalam banyak pemikiran kontemporer. Penekannya pada kemampuan kaum subaltern untuk berbicara.
Representasi Budaya Bugis Makassar Dalam Film Tarung Sarung (Analisis Semiotika Roland Barthes) chepi nurdiansyah; Jamalulail Jamalulail; Ridzki Rinanto Sigit; Jaka Atmaja
Jurnal Media Penyiaran Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1511.957 KB) | DOI: 10.31294/jmp.v2i2.1707

Abstract

Penelitian ini membahas tentang budaya adat bugis makasar yang di representasikan dalam film Tarung Sarung. Sigajang laleng Lipa merupakan sebuah tradisi dalam menyelesiakan suatu masalah. Dua perwakilan yang bertikai akan meyelesaikan masalah saling tikam dalam sebuah sarung. Cara ini adalah cara paling terakhir apabila musyawarah mufakat tidak menemui titik terang. Orang bugis meyakini apabila badik telah keluar dari sarungnya, pantang di selip dipinggang sebelum terhujam di tubuh lawan. Beraangkat dari permasalahn tersebut maka penelitian in bertujuan untuk mengidentifikasi simbol-simbol Sigajang Laleng Lipa dalam film Tarung Sarung. Untuk memahami fenomena tersebut peneliti menggunakan kajian semiotika dari perspektif Roland Barthes, yakni mengetahui Petanda (makna konotatif), Penanda (makna denotative), dan Mitos (cerita dibalik makna) yang mempresentasikan dalam film Tarung Sarung tersebut. Dari hasil penelitian di temukan bahwa dalam film Tarung Sarung representasi Sigajang Laleng Lipa  adalah simbol adat Bugis Makassar dalam menyelesaikan. Keyword: Representasi, Tarung Sarung, Semiotika Roland Barthes.