Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Imbangan Ongggok dan Sari Pepaya Terhadap Sifat Fisik Elita Retno Milyanti; Rachmat Wiradimadja; Iman Hernaman
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 3 (2019): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jitro.v6i3.7148

Abstract

ABSTRAK                                                                        Penelitian bertujuan untuk mengetahui sifat fisik campuran onggok dengan sari pepaya. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Data yang terkumpul dilakukan analisis uji Duncan.  Perlakuan terdiri atas 1) P0 = onggok (kontrol), 2) P1 = 1 bagian onggok + 1 bagian sari pepaya, 3) P2 = 1 bagian onggok + 2 bagian sari pepaya, dan 4) P3 = 1 bagian onggok + 3 bagian sari papaya. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Hasil menunjukan bahwa bahwa semakin tinggi penambahan sari pepaya pada onggok, maka semakin tinggi (P<0,05) nilai kerapatan tumpukan, sedangkan  nilai berat jenis paling tinggi (P<,005) diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 1,03 Kg/m3, ketika  kerapatan pemadatan tumpukan tidak menunjukan perbedaan yang nyata, Kesimpulan, pencampuran onggok dengan sari pepaya mengubah sifat fisik onggok, dimana nilai kerapatan tumpukan dan berat jenis tertinggi diperoleh pada pencampuran 1 bagian onggok dengan 3 bagian sari pepaya (P3).Kata Kunci : onggok, sari pepaya, sifat fisikABSTRACTThe research aims to determine the physical properties of the mixture of onggok with papaya extract. The study was conducted experimentally with a completely randomized design (CRD). The collected data was carried out by Duncan test analysis. Treatment consists of 1) P0 = onggok (control), 2) P1 = 1 part onggok + 1 part papaya extract, 3) P2 = 1 part onggok + 2 parts papaya extract, and 4) P3 = 1 part onggok + 3 parts papaya extract. Each treatment was repeated 6 times. The results showed that the higher the addition of papaya extract to onggok, cause the higher (P <0.05) of the value of bulk density, while the highest value of specific density (P <0.05) was obtained in P3 treatment of 1.03 Kg / m3, when the compact bulk density does not show a significant difference. The conclusion, mixing onggok with papaya juice changes the physical properties of onggok, where the highest bulk density and specific density is obtained by mixing 1 part onggok with 3 parts papaya juice (P3).Keywords: onggok, papaya extract, physical properties
Peningkatan Kadar Vitamin A pada Telur Ayam melalui Penggunaan Daun Katuk (Sauropus androgynus L.Merr) dalam Ransum (Improvement of Vitamin A Content in Chicken Egg by Katuk Leaves (Sauropus androgynus L.Merr) Utilization in Diet) Rachmat Wiradimadja; Handi Burhanuddin; Deny Saefulhadjar
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2262

Abstract

Penelitian mengenai “Peningkatan Kadar Vitamin – A pada Telur Ayam melalui Penggunaan Daun Katuk (Sauropus androgynus L.Merr) dalam Ransum”, telah dilakukan. Penelitian dilakukan secara eksperimental terhadap 72 ekor ayam petelur fase produksi (umur 30 minggu). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 (tiga) perlakuan ransum dan 6 ulangan.  Ransum tersebut, yaitu R-0 mengandung 0% daun katuk; R-1 mengandung 7,5% daun katuk, dan R-2 mengandung 15% daun katuk.  Peubah yang diamati adalah :  kualitas telur (intensitas warna kuning telur, Haugh Unit, dan tebal kerabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemberian daun katuk 15% dalam ransum ayam memberikan kualitas telur terbaik dibandingkan dengan 0% dan 7,5%.Kata Kunci :  Ransum, Daun Katuk, Vitamin A, Warna Kuning Telur.
Pendugaan Kadar Kolesterol Daging dan Telur Berdasarkan Kadar Kolesterol Darah pada Puyuh Jepang (Estimated Cholesterol Levels Meat and Egg Based on Blood Cholesterol on the Japanese Quail ) Dedi Rahmat; Rachmat Wiradimadja
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i1.405

Abstract

Kolesterol tubuh dapat berasal dari dua sumber, yaitu berasal dari makanan (kolesterol eksogen), dan kolesterol yang diproduksi sendiri oleh tubuh (kolesterol endogen).  Jika jumlah kolesterol yang berasal dari makanan sedikit, untuk memenuhi kebutuhan jaringan dan organ lain maka sintesis kolesterol dalam hati dan usus akan meningkat. Sebaliknya, jika jumlah kolesterol dalam makanan meningkat maka sintesis kolesterol dalam hati dan usus akan menurun. Cara yang dapat dipakai untuk menurunkan kadar kolesterol daging dan telur adalah dengan menurunkan kolesterol darah. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar kolesterol darah dengan kadar kolesterol daging dan telur telah dilakukan dengan menggunaan 120 ekor puyuh.  Parameter yang diukur meliputi kadar kolesterol darah, daging, dan telur. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan curve expect 1.3. Hasil penelitian diperoleh hubungan antara kadar kolesterol darah dengan kolesterol daging tinggi (r = 0,87) dengan model penduga mengikuti persamaan regresi : Y = -1,0631 + 0,0235X – 0,0001X2, dan hubungan antara kadar kolesterol darah dengan kolesterol telur tinggi (r = 0,89) dengan model penduga mengikuti persamaan regresi : Y = -1,2059 + 0,0190X – 0,0001X2 Kata kunci :  Puyuh, telur, daging, dan kolesterol darah.
Peningkatan Kadar Vitamin A pada Telur Ayam melalui Penggunaan Daun Katuk (Sauropus androgynus L.Merr) dalam Ransum (Improvement of Vitamin A Content in Chicken Egg by Katuk Leaves (Sauropus androgynus L.Merr) Utilization in the Diet) Rachmat Wiradimadja; Handi Burhanuddin; Deny Saefulhadjar
Jurnal Ilmu Ternak Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v10i2.429

Abstract

Penelitian mengenai “Peningkatan Kadar Vitamin A pada Telur Ayam melalui Penggunaan Daun Katuk (Sauropus androgynus L.Merr) dalam Ransum”, telah dilaksanakan selama enam minggu.  Penelitian dilakukan secara eksperimental terhadap 72 ekor ayam petelur fase produksi (umur 30 minggu). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 (tiga) perlakuan ransum dan 6 ulangan.  Ransum tersebut, yaitu R-0 mengandung 0% daun katuk; R-1 mengandung 7,5% daun katuk, dan R-2 mengandung 15% daun katuk.  Peubah yang diamati adalah :  kualitas telur (intensitas warna kuning telur, Haugh Unit, dan tebal kerabang) serta kandungan vitamin A kuning telur.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  penggunaan daun katuk 15% dalam ransum memberikan kualitas telur dan kandungan vitamin A yang terbaik dibanding perlakuan pemberian ransum tanpa daun katuk maupun dengan penambahan daun katuk 7,5%. Kata Kunci :  Ransum, daun katuk, vitamin A, kualitas telur.