Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PERBANDINGAN PEROLEHAN BATUBARA CAIR (YIELD) ANTARA BATUBARA RANK RENDAH DENGAN RANK MENENGAH PADA BATUBARA FORMASI WARUKIN, KAB. TABALONG, KALIMANTAN SELATAN Nursanto, Edy; Idrus, Arifudin; Amijaya, Hendra; Pramumijoyo, Subagyo
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 6 No 1 Agustus 2013
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.941 KB) | DOI: 10.34151/technoscientia.v6i1.554

Abstract

Research focusing on the quality of coal in Warukin Formation has been conducted in coal outcrops located on Tabalong area, particularly in 3 coal seams, namely, Wara 120 which is low rank coal, then Tutupan 210 and Paringin 712 which consist of medium rank coal. The average coal quality for seam Wara 120 consist of inherent moisture (IM): 26.65%, whereas for ash and volatile matter (VM) is (ash:5.08%; VM=43.98%). Beside that for fixed carbon (FC) is 24.29%. Meanwhile for seam Tutupan 210 consist of inherent moisture (IM) is 18.42%, ash:1.81%, FC: 33,88% and Paringin 712 consist of inherent moisture (IM) is 16.84%, ash:1.36% VM: 23.02% and FC: 35.76%. Coal liquefaction is conducted of coal -200 mesh(1g) in an autoclave on low pressure and temperature. Pressure during the process is 14 psi and temperature is 120oC. Research was designed by using time variable, respectively, 30 60, 90 minutes. Conversion result gained will be associated with the length of yield process. The aim on the coal liquefaction process is coal liquid. The process is conducted on the time variables of 30, 60 and 90 minutes with following results: seam Wara 120 is 35,76% (30 minute),40.68% (60 minute), 31.15% (90 minute). Then Tutupan 210 and Paringin seam are 7,64% (30 minute): 14,51% (60 minute), 4,53% (90 minute) and 3,21% (30 minute): 9.57% (60 minute), 1,71% (90 minute). Due to characteristic of coal that Wara 120 seam have H/C ratio higher than Tutupan 210 and Paringin 712, so the average result of yield shows that coals in Wara has higher yield conversion than coals in seam Tutupan and Paringin.
BIAYA OPERASI DUMP TRUCK HD605 KOMATSU PADA PENGANGKUTAN BATU GAMPING DI PT XYZ KABUPATEN BOGOR Widara, Maharani Rindu; Sari, Avellyn Shintya; Nursanto, Edy
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.919 KB)

Abstract

Batu gamping merupakan salah satu bahan baku utama dalam pembuatan semen. Alat angkut yang digunakan untuk kegiatan penambangan batu gamping di PT XYZ saat ini adalah dump truck HD 605 yang dibeli tahun 2011, dengan kapasitas munjung 40 m3, waktu edar alat 13,26 menit dan Efisiensi kerja 78 % di dapat produksi sebesar 199 ton/ jam. Untuk mengetahui biaya setiap tahunan dump truck, maka dilakukan analisis biaya dengan menggunakan metode Equivalent Annual Cost (EAC) berdasarkan biaya kepemilikan dan biaya operasi. Umur ekonomis alat 9 tahun, dengan biaya investasi awal sebesar Rp 5.500.000.000,00 dan suku bunga 11,5 %. Maka hasil perhitungan EAC menunjukan sebagai berikut : Equivalent Annual Cost (EAC) dari tahun 2011 – 2017 sebesar Rp 3.438.974.924,00 per tahun. Perkiraan Equivalent Annual Cost (EAC) tahun 2018 – 2020 sebesar Rp 4.153.962.182,00 per tahun Sedangkan hasil perhitungan biaya satuan pekerjaan dump truck sebagai berikut : Biaya satuan pekerjaan pengangkutan batu gamping menggunakan dump truck HD605 dari tahun 2011 – 2017 sebesar Rp 3.193 /ton. Sedangkan perkiraan biaya satuan pekerjaan pengangkutan batu gamping dari tahun 2018 – 2020 sebesar Rp 3.857 /ton. Maka dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa biaya tahunan dump truck dari tahun 2018 – 2020 lebih mahal dibandingkan biaya pada tahun 2011 – 2017.
PENGARUH PARAMETER KEMIRINGAN NAF TERHADAP PENANGANAN AIR ASAM TAMBANG PADA SKALA LABORATORIUM Sukmawati Rukmana, Bantar Tyas; Winarso, Aris; Nursanto, Edy
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.267 KB)

Abstract

Air asam tambang merupakan air limpasan dari daerah tambang yang terbentuk akibat oksidasi mineral-mineral sulfida yang menghasilkan asam sulfat. Terbentuknya air asam tambang merupakan permasalahan serius bagi perusahaan - perusahaan yang berwawasan lingkungan. Hal ini disebabkan karena air asam tambang sangat berpengaruh pada kondisi lingkungannya yaitu menurunnya kualitas air permukaan, air tanah, biota perairan dan masyarakat. Oleh karena itu perlu penanganan air asam tambang, salah satunya adalah percobaan simulasi pencegahan air asam tambang pada skala laboratorium untuk mengetahui pengaruh kemiringan NAF terhadap air lindian yang dihasilkan dan dosis kapur efektif untuk menetralkan air asam tambang. Simulasi ini menggunakan kemiringan NAF yang berbeda-beda yaitu 150, 200, dan 250. Hasil simulasi ini berupa data pH air lindian dan dosis kapur tohor yang kemudian akan dianalisis dengan menggunakan metode statistika. Dari data tersebut didapatkan bahwa dengan menggunakan kemiringan NAF 150 lebih efektif dalam menghambat pembentukan air asam tambang dibandingkan kemiringan NAF yang lain.
Evaluasi Jumlah Kunjungan dan Jenis Bacaan di Perpustakaan Jurusan Teknik Pertambangan Nagara, Barlian Dwi; Suharyadi, Heru; Nursanto, Edy; Siri, Hasywir Thaib
LIBRARIA Vol 8, No 1 (2020): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/libraria.v8i1.6981

Abstract

Abstract  The library is a place to find information, interact and look for ideas. The library of the Department of Mining Engineering UPN "Veteran" Yogyakarta is one of the libraries that provides services for students in the learning process. The success rate of the library can be seen by looking at the number of visits to the library. If library visits are increasing, it can be interpreted if library services are getting better. This study aims to see the enthusiasm of students in visiting the library and evaluate how much student visits are libraryized and the relationship with the type of readings read by students. The study was conducted at the Department of Mining Engineering Library in January 2020 based on input data. It can be seen that the library visits in January are relatively few with the distribution based on student observations, so it is known that the highest number of visits in the class of 2016 with the type of reading is a Thesis.Keywords: Evaluation, Library, Student enthusiasm.  Abstrak Perpustakaan merupakan tempat untuk mencari informasi, interaksi serta mencari gagasan. Perpustakaan Jurusan Teknik Pertambangan  UPN “Veteran” Yogyakarta merupakan salah satu perpustakaan yang menyediakan layanan bagi mahasiwa dalam proses pembelajaran. Tingkat keberhasilan perpustakaan dapat dilihat dengan melihat jumlah kunjungan pada perpustakaan. Jika kunjungan dalam perpustakaan semakin meningkat, dapat diartikan jika pelayanan perpustakaan semakin baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat antusias mahasiwa dalam mengunjungi perpustakaan serta mengevaluasi seberapa besar kunjungan mahasiswa diperpustakan dan keterkaitan dengan jenis bacaan yang dibaca oleh mahasiswa. Penelitian dilakukan di Perpustakaan Jurusan teknik Pertambangan pada bulan Januari 2020 berdasarkan data inputan. Dapat diketahui bahwa kunjungan perpustakaan pada bulan januari relative tidak banyak dengan sebaran berdasarkan angakatan mahasiwa, maka diketahui jumlah kunjungan terbanyak angkatan 2016 dengan jenis bacaan berupa Skripsi.Kata Kunci: Antusias mahasiswa, Evaluasi. Perpustakaan
PERBANDINGAN HASIL PREDIKSI LAJU EROSI DENGAN METODE USLE, MUSLE, RUSLE BERDASAR LITERATUR REVIEW Lesmana, Dwi Mayanti Mega; Cahyadi, Tedy Agung; Waterman SB, Waterman SB; Nursanto, Edy; Winarno, Eddy
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.948 KB)

Abstract

Dalam kegiatan penambangan memberikan dampak positifnya untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam membangun infrastruktur, sarana prasarana dan bahan galian yang diambil dapat dimanfaatkan.sedangkan Dampak negatif dari kegiatan pertambangan adalah terjadinya perubahan bentuk lahan yang ada pada kawasan pertambangan dimana dari perubahan bentuk lahan tersebut pada umumnya mengakibatkan erosi dan gerakan massa tanah karena pertambangan yang dilakukan secara tradisional umumnya tidak berwawasan lingkungan karena tidak memiliki perencanaan penambangan. Pada lahan miring sering tidak memperhatikan tindakan konservasi tanah terutama pada penggunaan lahan. oleh karena itu, perlu dilakukan analisis prediksi laju erosi tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat erosi yang terjadi dan laju erosi tanah serta arahan untuk melakukan konservasi disekitar area penambangan dengan melihat parameter erosivitas hujan, erodibilitas tanah, panjang dan kemiringan lereng, Praktek pengelolaan lahan,Serta praktek pengelolaan tanaman sehingga dapat mengetahui tingkat erosi dan arah penyebaran erosi yang terjadi di daerah penelitian dengan menggunakan pendekatan metode USLE, metode MUSLE dan metode RUSLE serta memberikan arahan untuk melakukan konservasi lahan.
ANALISIS POTENSI LAHAN BEKAS TAMBANG DALAM MEMBERIKAN MANFAAT TERHADAP PERUNTUKAN LAHAN PERKEBUNAN DI KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI Rianto, Doli Jumat; Nursanto, Edy; Kresno, Kresno
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.043 KB)

Abstract

PT. Daya Bambu Sejahtera adalah perusahaan pertambangan batubara dengan menerapkan metode tambang terbuka (open pit). Rendahnya unsur hara pada lapisan (top soil) dan terjadinya perubahan bentuk lahan (landscape) akibat penambangan, sangat penting untuk dilakukan analisis pada lahan bekas tambang tersebut dengan menggunakan metode pemberian nilai berdasarkan kelas. Sehingga diperoleh tingkat kesesuaian jenis tanaman yang diperuntukan pada lahan bekas tambang. Berdasarkan hasil analisis arahan penggunaan lahan bekas tambang pada lahan rencana reklamasi diperuntukan untuk perkebunan diperoleh nilai 44 dengan kriteria sedang yang mempunyai penghambat agak berat sehingga mengurangi pilihan jenis tanaman dan atau memerlukan pengelolaan tanah khusus, dimana kemiringan lereng >450 yaitu 118 % menunjukkan kondisi curam hingga sangat curam dengan dugaan adanya erosi sebesar 46,10 ton/ha/th (tingkat bahaya erosi tingkat sedang). Upaya yang dapat dilakukan pada lereng yang curam menjadi landai dengan membuat teras bangku kontruksi sedang sehingga dapat meminimalkan erosi yang terjadi 46,10 ton/ha/th hingga menurun menjadi 9,91 ton/ha/th (kriteria sangat rendah). Kesesuaian lahan yang peruntukan untuk perkebunan menunjukkan bahwa lahan cukup sesuai dengan rentang nilai 54-65, namun dibatasi dengan faktor penghambat yang dapat diusahkan untuk kemampuan dan kesesuaian dari lahan antara lain meminimalisirkan erosi dan perbaikan kualitas tanah  melalui pengapuran dalam upaya perbaikan tingkat keasaman tanah dan kandungan unsur lainnya. Hal ini dapat dilakukan dengan pemberian kapur dolomit dan pemberian pupuk (organik maupun anorganik) yang tepat dalam upaya perbaikan dan pensuplaian unsur hara dalam tanah.
PERBANDINGAN PEROLEHAN BATUBARA CAIR (YIELD) ANTARA BATUBARA RANK RENDAH DENGAN RANK MENENGAH PADA BATUBARA FORMASI WARUKIN, KAB. TABALONG, KALIMANTAN SELATAN Nursanto, Edy; Idrus, Arifudin; Amijaya, Hendra; Pramumijoyo, Subagyo
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 6 No 1 Agustus 2013
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v6i1.554

Abstract

Research focusing on the quality of coal in Warukin Formation has been conducted in coal outcrops located on Tabalong area, particularly in 3 coal seams, namely, Wara 120 which is low rank coal, then Tutupan 210 and Paringin 712 which consist of medium rank coal. The average coal quality for seam Wara 120 consist of inherent moisture (IM): 26.65%, whereas for ash and volatile matter (VM) is (ash:5.08%; VM=43.98%). Beside that for fixed carbon (FC) is 24.29%. Meanwhile for seam Tutupan 210 consist of inherent moisture (IM) is 18.42%, ash:1.81%, FC: 33,88% and Paringin 712 consist of inherent moisture (IM) is 16.84%, ash:1.36% VM: 23.02% and FC: 35.76%. Coal liquefaction is conducted of coal -200 mesh(1g) in an autoclave on low pressure and temperature. Pressure during the process is 14 psi and temperature is 120oC. Research was designed by using time variable, respectively, 30 60, 90 minutes. Conversion result gained will be associated with the length of yield process. The aim on the coal liquefaction process is coal liquid. The process is conducted on the time variables of 30, 60 and 90 minutes with following results: seam Wara 120 is 35,76% (30 minute),40.68% (60 minute), 31.15% (90 minute). Then Tutupan 210 and Paringin seam are 7,64% (30 minute): 14,51% (60 minute), 4,53% (90 minute) and 3,21% (30 minute): 9.57% (60 minute), 1,71% (90 minute). Due to characteristic of coal that Wara 120 seam have H/C ratio higher than Tutupan 210 and Paringin 712, so the average result of yield shows that coals in Wara has higher yield conversion than coals in seam Tutupan and Paringin.
DAMPAK PENCEMARAN LOGAM BERAT TERHADAP KUALITAS AIR DAN STRATEGI UNTUK MENGURANGI KANDUNGAN LOGAM BERAT Tony, Cein Penias; Ernawati, Rika; Nursanto, Edy
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2021.1967

Abstract

Aktivitas pertambangan akan memberikan limbah bagi lingkungan. Limbah tersebut berupa logam berat yang mudah terakumulasi dengan air. Logam berat dalam air sangat penting bagi organisme hidup tetapi jika konsentrasi di luar batas yang direkomendasikan oleh berbagai organisasi nasional dan internasional dapat menyebabkan gangguan fisiologis. Kelebihan ini di lingkungan air terjadi, melalui berbagai proses dan jalur, oleh sumber alami dan antropogenik. Akumulasi logam-logam ini dalam organisme hidup dapat menjadi racun dan karsinogenik karena sifatnya yang tidak dapat terurai secara hayati. Untuk tujuan ini air, manajemen kualitas dan penilaian dalam logam berat adalah sangat penting. Status kualitas air secara keseluruhan dan identifikasi sumber asal logam berat diperlukan untuk pengelolaan kualitas air. Indeks polusi logam berat (HPI) dan Analisis faktor (FA) adalah pendekatan yang paling nyaman dan efektif untuk menilai status kualitas air dan mengidentifikasi sumber polutan. Makalah ini mengulas tentang sumber, dampak terhadap kesehatan manusia dan teknik penilaian pencemaran logam berat di lingkungan perairan serta. teknik pengolahan air limbah untuk menghilangkan logam berat tersebut
Penentuan Debit Air Limpasan dan Luas Kompartemen pada Rencana Desain Wetland Bukit Ragas Tri Aditya, Muhammad; Sulistyana Bargawa , Waterman; Agung Cahyadi , Tedy; Ernawati, Rika; Nursanto, Edy
Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi (SOSTECH)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/jurnalsostech.v1i2.11

Abstract

Pada danau bekas tambang feldspar dipenuhi oleh air limpasan yangberpotensi mencemari lingkungan. Selama masa pascatambangdiperlukan pengelolaan kualitas air. Salah satu cara pengelolaan kualitasair yaitu remediasi pasif dengan menggunakan sistem wetland. Salahsatu aspek yang penting dalam desain wetland adalah aspek hidrologi.Air pada permukaan pada tambang terbuka bersumber dari air hujan.Wetland merupakan suatu fasilitas pengelolaan air buatan yang dangkaldengan menggunakan tanaman air. Prinsip wetland ialah menghilangkanpolutan dengan mempertimbangkan kondisi hidrologi setempat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya debit air limpasanyang menuju desain wetland, serta untuk mengetahui luasan minimumkompartemen dari rencana desain wetland. Dalam penelitian inimenggunakan metode pengumpulan data, kemudian peneliti melakukananalisis intensitas curah hujan, luas daerah tangkapan hujan, kondisidanau bekas tambang, arah aliran air limpasan, analisis debit airlimpasan, dan analisis dimensi danau bekas tambang. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa debit air limpasan hasil perhitungan sebesar 0,35m³/detik dan luas minimum kompartemen desain wetland hasilperhitungan yaitu sebesar 137 m2tiap kompartemen.
Analisis Laju Erosi Menggunakan Metode USLE pada Studi Kasus Penambangan Sirtu, Selo, Boyolali, Jawa Tengah Mega Lesmana, Dwi Mayanti; Agung Cahyadi, Tedy; Sulistyana Bargawa, Waterman; Nursanto, Edy; Winarno, Eddy
Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi (SOSTECH)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/jurnalsostech.v1i3.35

Abstract

Kegiatan pertambangan memberikan dampak positif dan negatif, dampak positifnya adalah bahan galian yang diambil dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam membangun infrastruktur dan sarana prasarana. Dampak negatif dari kegiatan pertambangan adalah terjadinya perubahan bentuk lahan yang ada pada kawasan pertambangan dimana dari perubahan bentuk lahan tersebut pada umumnya mengakibatkan erosi dan gerakan massa tanah. Masalah yang terjadi di lokasi penelitian ialah tingkat erosi tanah yang tinggi akibat tidak adanya vegetasi dan penyebaran laju erosi diakibatkan oleh degradasi lahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat erosi yang terjadi dan laju erosi tanah serta arahan untuk melakukan konservasi di sekitar area penambangan dengan melihat parameter erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS), praktik pengelolaan lahan (P), serta praktik pengelolaan tanaman (C), sehingga dapat mengetahui tingkat erosi dan arah penyebaran erosi yang terjadi di daerah penelitian dengan menggunakan pendekatan metode USLE serta memberikan arahan untuk melakukan konservasi lahan. hasil penelitian menunjukkan bahwa metode USLE menghasilkan 19 kelas tingkat bahaya erosi yang sangat berat, 2 kelas erosi sedang 4 kelas ringan, dan 1 kelas erosi sangat ringan