Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kinetics of Palm Oil Transesterification Using Double Promoted Catalyst CaO/KI/γ- Al2O3 Asri, Nyoman Puspa; Budikarjono, Kusno; Suprapto, Suprapto; Roesyadi, Achmad
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol 47, No 4 (2015)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.867 KB) | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2015.47.4.1

Abstract

Double promoted catalyst (CaO/KI/γ-Al2O3) was used as the catalyst for transesterification of palm oil into biodiesel. The experiment was carried out in a batch reactor consisting  of a three-neck glass flask (500 ml capacity) equipped with a reflux condenser, thermometer and magnetic stirrer. Kinetic study was  carried out with methanol under reflux conditions  at different temperatures (35-75°C) and different times of reaction (1-7 hours). The effects of temperature and time of the reaction on the conversion of palm oil into biodiesel and reaction rate constants were investigated. The results showed that the conversion and rate constants of reaction increased with the increasing of the reaction temperature. The highest conversion of 97% was obtained at 65°C and 5 hours  of reaction time. Meanwhile, the activation energy and the frequency factor were 15.47 kJ/mol and 1.22.102, respectively.
SULFONASI MWCNTS SEBAGAI PENYANGGA KATALIS HETEROGEN DENGAN PROMOTOR SENG OKSIDA (ZNO) UNTUK TRANSESTERIFIKASI MINYAK KESAMBI Restyani, Nadya Errys; Asri, Nyoman Puspa
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel adalah salah satu bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar solar, oleh karena itu biodiesel terus menerus dilakukan pengembangan guna mengatasi kelangkaan energi serta penurunan kualitas lingkungan. Minyak kesambi tumbuh dengan baik di iklim tropis seperti di Indonesia sehingga memiliki potensi yang cukup besar sebagai sumber energi terbarukan. Penelitian ini berfokus pada sulfonasi penyangga MWCNTs dengan penambahan agen sulfonat pada katalis heterogen ZnO untuk transesterifikasi minyak kesambi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mempelajari pengaruh loading ZnO dan rasio molar minyak-metanol terhadap yield produk hasil transesterifikasi. Pembuatan katalis menggunakan metode impregnasi dan penambahan agen sulfonat ammonium sulfat. Katalis ini dikarakterisasi dengan analisis X-ray diffraction (X-RD), analisis N2 adsorption-desorption dengan perhitungan brunauer emmett-teller (BET) untuk menentukan total luas permukaan dan scanning electrone microscopy-energy dispersive x-ray spectroscopy (SEM-EDX). Hasil penelitian menunjukkan yield tertinggi sebesar 88,90% diperoleh pada variabel loading ZnO 60% dan rasio molar minyak terhadap metanol 1:21 dengan kondisi lainnya konstan yaitu waktu impregnasi 12 jam, suhu kalsinasi 500oC, waktu kalsinasi 4 jam, sulfonasi 4 jam dan loading ammonium sulfat 35%.
SINTESIS KATALIS KOMPOSIT ZNO / MULTI-WALLED CARBON NANOTUBES (MWCNTS) TERSULFONASI UNTUK TRANSESTERIFIKASI MINYAK KESAMBI (SCHLEICHERA OLEOSA) Adelia, Ana; Asri, Nyoman Puspa
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan aktifitas industri di Indonesia menyebabkan peningkatan kebutuhan energi setiap tahunnya. Sedangkan sumber energi yang banyak digunakan berasal dari fosil yang tidak dapat diperbaharui. Biodiesel merupakan alternatif sumber energi mendatang, karena dapat diperbaharui. Namun biodiesel memiliki kekurangan yaitu mahalnya harga bahan baku sehingga berdampak terhadap biaya produksi menjadi lebih mahal dibanding biaya produksi minyak solar. Untuk itu pemanfaatan minyak kesambi sebagai bahan baku pembuatan biodiesel dapat menjadi alternatif karena selain harganya murah juga terdapat banyak di Indonesia. Untuk menghemat biaya produksi dapat digunakan katalis heterogen sebagai pengganti katalis homogen. Penelitian ini fokus terhadap pengembangan katalis heterogen ZnO/MWCNTs untuk transesterifikasi minyak kesambi. Tujuan penelitian ini yaitu mempelajari pengaruh waktu impregnasi dan penambahan dosis katalis terhadap yield produk hasil transesterifikasi. Sintesis katalis menggunakan metode impregnasi dengan penambahan gugus -SO?H. Karakterisasi katalis dilakukan dengan metode difraksi Sinar-X (XRD), scanning mikroskop elektron- EDX (SEM-EDX), brunauer-emmet teller (BET), serta spektroskopi infra merah (FT-IR). Hasil penelitian menunjukkan yield tertinggi sebesar 96,40% diperoleh pada variabel waktu impregnasi 8 jam, dengan penambahan dosis katalis 4% dengan kondisi lainnya konstan yaitu suhu kalsinasi 500°C, waktu kalsinasi 4 jam, sulfonasi 4 jam, loading ammonium sulfat 25%, rasio molar minyak terhadap methanol 1:15, suhu reaksi transesterifikasi 65°C, serta waktu reaksi transesterifikasi 5 jam.
Penurunan kadar logam berat limbah cair industri emas (pt. x) di surabaya Nyoman Puspa Asri; Rachmad Abadi; Arfina Hasmawati; Sita Alfian Mubarok
Jurnal Teknik Kimia Indonesia Vol 9, No 2 (2010)
Publisher : ASOSIASI PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK KIMIA INDONESIA (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtki.2010.9.2.3

Abstract

This research has purpose to reduce heavy metal contain in liquid waste of gold industries (PT. X) in Surabaya. Most of liquid waste from gold jewellery industry is an inorganic waste with high acid composition (low pH). The method being used is precipitation method with some variables such as type of presipitaior, pH of solution and time of precipitation. From the research's result with Ca(OH)2 and NaOH, the higher the pH, the higher the percentage removal of metal Cu, Ni, Zn, and Fe. The same result with variables of precipitation's time when the longer floculation time, the higher the percentage removal of metal (Cu, Ni, Zn and Fe). The optimum pH that can decrease metal content Cu, Ni, Zn and Fe, is 12. The percentage of removal with additional NaOH in order are 99.93%, 99.77%, 99.46%, and 99.35%, with additional Ca(OH)2 are 99.94%, 99.936%, 99.949%, 99.941%, meanwhile the optimum time of precipitation to decrease metal concentrate is 30 minute. So from the result the addition of Ca(OH)2 is much better than NaOH. Keywords: Heavy metals, liquid waste, presipitationAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar logam berat pada limbah cair industri emas (PT. X) di Surabaya. Limbah cair dari industri perhiasan emas sebagian besar merupakan limbah anorganik dengan kandungan asam yang cukup tinggi (pH rendah). Metode yang digunakan adalah metode presipitasi (pengendapan) dengan beberapa variabel yaitu jenis bahan pengendap (NaOH dan Ca(OH)2), pH larutan dan waktu pengendapan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dengan penambahan Ca(OH)2 maupun NaOH, semakin tinggi pH, maka semakin besar pula persen penurunan logam Cu, Ni, Zn, dan Fe. Demikian pula dengan variabel waktu pengendapan maka semakin lama waktu pengendapan maka semakin besar persen penurunan logam Cu, Ni, Zn, dan Fe. pH optimum yang dapat menurunkan kadar logam Cu, Ni, Zn dan Fe adalah pada pH 12. Besarnya persen penurunan logam Cu, Ni, Zn dan Fe dengan penambahan presipitan NaOH berturut - turut adalah 99,993%, 99,877%, 99,946% dan 99,935%. Besarnya persen penurunan logam Cu, Ni, Zn dan Fe dengan penambahan presipitan Ca(OH)2 berturut-turut adalah 99,994%, 99,936%, 99,949% dan 99,941%, sedangkan waktu pengendapan yang optimum adalah pada 30 menit. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa presipitan Ca(OH)2, lebih baik dibanding NaOH.Kata kunci: Logam berat, limbah cair, presipitasi
Kinetics of Palm Oil Transesterification Using Double Promoted Catalyst CaO/KI/γ- Al2O3 Nyoman Puspa Asri; Kusno Budikarjono; Suprapto Suprapto; Achmad Roesyadi
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 47 No. 4 (2015)
Publisher : Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2015.47.4.1

Abstract

Double promoted catalyst (CaO/KI/γ-Al2O3) was used as the catalyst for transesterification of palm oil into biodiesel. The experiment was carried out in a batch reactor consisting  of a three-neck glass flask (500 ml capacity) equipped with a reflux condenser, thermometer and magnetic stirrer. Kinetic study was  carried out with methanol under reflux conditions  at different temperatures (35-75°C) and different times of reaction (1-7 hours). The effects of temperature and time of the reaction on the conversion of palm oil into biodiesel and reaction rate constants were investigated. The results showed that the conversion and rate constants of reaction increased with the increasing of the reaction temperature. The highest conversion of 97% was obtained at 65°C and 5 hours  of reaction time. Meanwhile, the activation energy and the frequency factor were 15.47 kJ/mol and 1.22.102, respectively.
Pembuatan Katalis CuO-ZnO dengan Penyangga gamma-Al2O3 untuk Transesterifikasi Minyak Biji Kapuk (Ceiba Pentandra L.) Wahyu Dwi Prasetiyo; Angga Kafidhu; Nyoman Puspa Asri
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.875 KB) | DOI: 10.17977/um0260v3i22019p025

Abstract

Biodiesel adalah sebuah alternatif energi yang menjanjikan sebagai pengganti bahan bakar fosil. Namun, kendala utama saat ini adalah biaya produksinya yang mahal sehingga harga biodiesel tidak dapat bersaing dengan minyak diesel. Selain itu bahan baku menggunakan minyak kelapa sawit yang sebenarnya selain mahal, juga bersaing dengan industri makanan. Substitusi katalis heterogen terhadap katalis homogen dan menggunakan minyak biji kapuk sebagai bahan baku adalah strategi yang menjanjikan untuk produksi biodiesel secara massal. Penelitian ini berfokus pada pengembangan katalis heterogen CuO-ZnO berpenyangga γ-Al2O3 untuk transesterifikasi minyak biji kapuk. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh suhu kalsinasi dan loading CuO. Sintesis katalis dilakukan menggunakan metode sol-gel. Karakterisasi katalis dilakukan dengan metode difraksi sinar-X (XRD), scanning mikroskop elektron-EDX (SEM-EDX) dan Brunnauer-Emmet Teller (BET). Uji aktivitas katalis diaplikasikan pada transesterifikasi minyak biji kapuk dengan metanol dalam reaktor batch jenis kaca. CuO-ZnO/γ-Al2O3 berhasil disintesis dengan cukup baik dan berpotensi digunakan sebagai katalis heterogen dari minyak biji kapuk.
SINTESIS KATALIS KOMPOSIT ZNO / MULTI-WALLED CARBON NANOTUBES (MWCNTS) TERSULFONASI UNTUK TRANSESTERIFIKASI MINYAK KESAMBI (SCHLEICHERA OLEOSA) Ana Adelia; Nyoman Puspa Asri
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan aktifitas industri di Indonesia menyebabkan peningkatan kebutuhan energi setiap tahunnya. Sedangkan sumber energi yang banyak digunakan berasal dari fosil yang tidak dapat diperbaharui. Biodiesel merupakan alternatif sumber energi mendatang, karena dapat diperbaharui. Namun biodiesel memiliki kekurangan yaitu mahalnya harga bahan baku sehingga berdampak terhadap biaya produksi menjadi lebih mahal dibanding biaya produksi minyak solar. Untuk itu pemanfaatan minyak kesambi sebagai bahan baku pembuatan biodiesel dapat menjadi alternatif karena selain harganya murah juga terdapat banyak di Indonesia. Untuk menghemat biaya produksi dapat digunakan katalis heterogen sebagai pengganti katalis homogen. Penelitian ini fokus terhadap pengembangan katalis heterogen ZnO/MWCNTs untuk transesterifikasi minyak kesambi. Tujuan penelitian ini yaitu mempelajari pengaruh waktu impregnasi dan penambahan dosis katalis terhadap yield produk hasil transesterifikasi. Sintesis katalis menggunakan metode impregnasi dengan penambahan gugus -SO?H. Karakterisasi katalis dilakukan dengan metode difraksi Sinar-X (XRD), scanning mikroskop elektron- EDX (SEM-EDX), brunauer-emmet teller (BET), serta spektroskopi infra merah (FT-IR). Hasil penelitian menunjukkan yield tertinggi sebesar 96,40% diperoleh pada variabel waktu impregnasi 8 jam, dengan penambahan dosis katalis 4% dengan kondisi lainnya konstan yaitu suhu kalsinasi 500°C, waktu kalsinasi 4 jam, sulfonasi 4 jam, loading ammonium sulfat 25%, rasio molar minyak terhadap methanol 1:15, suhu reaksi transesterifikasi 65°C, serta waktu reaksi transesterifikasi 5 jam.
SULFONASI MWCNTS SEBAGAI PENYANGGA KATALIS HETEROGEN DENGAN PROMOTOR SENG OKSIDA (ZNO) UNTUK TRANSESTERIFIKASI MINYAK KESAMBI Nadya Errys Restyani; Nyoman Puspa Asri
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel adalah salah satu bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar solar, oleh karena itu biodiesel terus menerus dilakukan pengembangan guna mengatasi kelangkaan energi serta penurunan kualitas lingkungan. Minyak kesambi tumbuh dengan baik di iklim tropis seperti di Indonesia sehingga memiliki potensi yang cukup besar sebagai sumber energi terbarukan. Penelitian ini berfokus pada sulfonasi penyangga MWCNTs dengan penambahan agen sulfonat pada katalis heterogen ZnO untuk transesterifikasi minyak kesambi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mempelajari pengaruh loading ZnO dan rasio molar minyak-metanol terhadap yield produk hasil transesterifikasi. Pembuatan katalis menggunakan metode impregnasi dan penambahan agen sulfonat ammonium sulfat. Katalis ini dikarakterisasi dengan analisis X-ray diffraction (X-RD), analisis N2 adsorption-desorption dengan perhitungan brunauer emmett-teller (BET) untuk menentukan total luas permukaan dan scanning electrone microscopy-energy dispersive x-ray spectroscopy (SEM-EDX). Hasil penelitian menunjukkan yield tertinggi sebesar 88,90% diperoleh pada variabel loading ZnO 60% dan rasio molar minyak terhadap metanol 1:21 dengan kondisi lainnya konstan yaitu waktu impregnasi 12 jam, suhu kalsinasi 500oC, waktu kalsinasi 4 jam, sulfonasi 4 jam dan loading ammonium sulfat 35%.
PEMANFAATAN LIMBAH TULANG IKAN SEBAGAI KATALIS PADA PROSES TRANSESTERIFIKASI PALM FATTY ACID DISTILLATE MENJADI BIODIESEL Syahrizal Christian; Dicky Agustian Aditya Wardana; Nyoman Puspa Asri
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.192 KB)

Abstract

Energi di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya dan cara  mengatasi masalah  tersebut yaitu mengembangkan sumber energi alternatif. Pada penelitian ini digunakan limbah tulang ikan sebagai katalis untuk reaksi transesterifikasi Palm Fatty Acid Distillate menjadi biodiesel. Reaksi pembuatan biodiesel dari bahan baku PFAD diantaranya meliputi reaksi esterifikasi dan reaksi transesterifikasi. Kandungan asam lemak bebas pada PFAD yaitu 89,259%, analisa GC-MS pada PFAD didapatkan presentase senyawa penyusun terbesar yaitu Hexadecanoic Acid (C16H32O2) sebesar 63,14%. Limbah tulang ikan di kalsinasi pada suhu 900oC selama 2 jam di dalam furnace. Karakterisasi XRD dalam tulang ikan menunjukkan bentuk kristal senyawa Ca 10 dan Cs6In2O6. Hasil konversi tertinggi pada reaksi esterifikasi terdapat pada rasio molar PFAD:metanol 1:12 yaitu sebesar 98,45%. Pada reaksi transesterifikasi hasil yield tertinggi sebesar 83% yang diperoleh dari penambahan katalis tulang ikan sebanyak 8% terhadap berat minyak. Hasil analisa biodiesel pada kondisi terbaik yaitu meliputi analisa densitas biodiesel yang mendapatkan hasil 851,4 kg/m3, analisa kadar asam lemak bebas sebesar 1,112% Mg-KOH/g, analisa angka iodine didapatkan hasil sebesar 53,066 g-I2/100g, analisa cloud point biodiesel yaitu sebesar 15,3o, dan analisa GC-MS dimana komponen senyawa metil ester terbesar dalam biodiesel yaitu Pentadecanoic Acid methyl ester (C17H34O2) sebesar 48,72%.
TRANSESTERIFICATION OF VEGETABLES OIL USING SUBAND SUPERCRITICAL METHANOL Nyoman Puspa Asri; Siti Machmudah; Wahyudiono Wahyudiono; Suprapto Suprapto; Kusno Budikarjono; Achmad Roesyadi; Mitsuru Sasaki; Motonobu Goto
Reaktor Volume 14, Nomor 2, Oktober 2012
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.746 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.14.2.123-128

Abstract

A benign process, non catalytic transesterification in sub and supercritical methanol method was usedto prepare biodiesel from vegetables oil. The experiment was carried out in batch type reactor (8.8 mlcapacity, stainless steel, AKICO, JAPAN) by changing the reaction condition such as reactiontemperature (from 210°C in subcritical condition to 290°C in supercritical state with of 20°Cinterval), molar ratio oil to methanol (1:12-1:42) and time of reaction (10-90 min). The fatty acidmethyl esters (FAMEs) content was analyzed by gas chromatography-flame ionization detector (GCFID).Such analysis can be used to determine the biodiesel yield of the transesterification. The resultsshowed that the yield of biodiesel increases gradually with the increasing of reaction time atsubcritical state (210-230oC). However, it was drastically increased at the supercritical state (270-290oC). Similarly, the yield of biodiesel sharply increased with increasing the ratio molar of soy oilmethanolup to 1:24. The maximum yield 86 and 88% were achieved at 290oC, 90 min of reaction timeand molar ratio of oil to methanol 1:24, for soybean oil and palm oil, respectively.Proses transesterifikasi non katalitik dengan metanol sub dan superkritis,merupakan proses yang ramah lingkungan digunakan untuk pembuatan biodiesel dari minyak nabati.Percobaan dilakukan dalam sebuah reaktor batch (kapasitas 8,8 ml, stainless steel, AKICO, JAPAN),dengan variabel kondisi reaksi seperti temperatur reaksi (dari kondisi subkritis 210°C-kondisisuperkritis 290°C dengan interval 20°C), rasio molar minyak-metanol (1:12-1:42) dan waktu reaksi(10-90 menit). Kandungan metil ester asam lemak (FAME) dianalisis dengan kromatografi gasdengan detektor FID (GC-FID). Hasil Analisis tersebut dapat digunakan untuk menentukan yieldbiodiesel dari proses transesterifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield biodiesel meningkatsecara perlahan dengan meningkatnya waktu reaksi pada keadaan subkritis (210-230oC). Namun,yield biodiesel meningkat secara drastis pada kondisi superkritis (270-290oC). Demikian pula halnyadengan rasio molar minyak kedelai-metanol, dimana hasil biodiesel meningkat tajam denganmeningkatnya rasio molar minyak-metanol hingga 1:24. Yield maksimum dicapai pada 290oC, waktureaksi 90 menit dan rasio molar minyak terhadap metanol 1:24, yaitu sebesar 86% untuk minyakkedelai dan 88% untuk minyak sawit.