cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
The Southeast Asian Journal of Midwifery
ISSN : 24769720     EISSN : 24769738     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Kajian tentang batang tubuh keilmuan kebidanan (midwifery), Pendidikan dan pelayanan kebidanan (midwifery)
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
PERBANDINGAN PENERAPAN METODE BRAINSTORMING DAN BUZZ GROUP TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SUAMI IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN, PERSALINAN, DAN NIFAS (STUDI KASUS DI BOGOR) Winancy, Winancy; Raksanagara, Ardini S; Fuadah, Yoni
The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol 1 No 1 (2015): The Southeast Asian Journal of Midwifery
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suami ibu hamil sebagai pengambil keputusan dalam keluarga penting diberi Pendidikan Kesehatan tentang tanda bahaya kehamilan, persalinan, dan nifas untuk meningkatkan perannya dalam mencegah situasi 3 terlambat yang menjadi penyebab tidak langsung kematian ibu di Indonesia. Metode brainstorming dan buzz group dalam Pendidikan Kesehatan dapat menstimulasi peran aktif peserta diskusi sehingga informasi yang diberi lebih mudah diterima.Penelitian ini adalah penelitian Quasi Experiment dengan rancangan Non Randomized Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah suami yang istrinya sedang hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukamakmur Kabupaten Bogor di Desa Sirnajaya dan Desa Cibadak. Metode pengambilan sampel adalah secara accidental sampling yang terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok brainstorming sebanyak 63 responden dan kelompok buzz group sebanyak 61 responden. Analisis uji statistik menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden sebelum dan segera setelah proses Pendidikan Kesehatan mengalami peningkatan (p<0,001). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa peningkatan nilai median pengetahuan responden pada kelompok buzz group adalah lebih baik dibandingkan brainstorming. Metode Pendidikan Kesehatan brainstorming dan buzz group mempunyai pengaruh terhadap pengetahuan responden tentang tanda bahaya kehamilan, persalinan, dan nifas.Kata kunci: Brainstorming; Buzz Group; Pengetahuan; Tanda bahaya kehamilan.ABSTRACTIt is important to give the husbands of pregnant women, as decision makers in the family, health education about the danger signs in pregnancy, childbirth, and postpartum. Methods of brainstorming and buzz group on health education are able to stimulate the active role of participants of a discussion, so they accept the information given to them more easily.This was a Quasi Experimental Study with Non Randomized Pretest-Posttest design. Population in this study consisted of the husbands whose wife was pregnant and lived in the work area of Sukamakmur Puskesmas (Community Health Center) in Bogor District. Accidental sampling method was used and it involved two groups, namely brainstorming group consisting of 63 respondents and buzz group consisting of 61 respondents. Statistical analysis used Wilcoxon and Mann-Whitney tests.The results showed that the respondents knowledge was improved immediately after the health education had been given (p <0.001). The results of Mann-Whitney test described that the increased median value of knowledge of the respondents in buzz group was better than that in brainstorming group. The conclusion shows that Buzz group has better impacts on the increased median value of the respondents’ knowledge.Key Words: Brainstroming, Buzz Group; Knowledge; Danger sign of pregnancy.
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK KOMBINASI DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH DI BPM “E” KECAMATAN PURWOSARI, PASURUAN Rahayu, Sri; Sundari, Siti; Widiyani, Erni
The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol 1 No 1 (2015): The Southeast Asian Journal of Midwifery
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontrasepsi suntik merupakan salah satu kontrasepsi yang paling banyak digunakan di Indonesia. Kontrasepsi suntik kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar glukosa darah karena mengandung hormon steroid dengan anti insulin rendah. Bahkan, penggunaan dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan gangguan pankreas. Kerja hormon dalam kontrasepsi suntik berlawanan dengan kerja insulin. Perlawanan kerja insulin menyebabkan kerja pankreas semakin berat untuk memproduksi insulin. Semakin lama pankreas akan tidak berfungsi secara optimal dan akan berdampak pada kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama pemakaian kontrasepsi dengan kadar glukosa darah pada akseptor KB suntik kombinasi. Desain penelitian adalah cross sectional. Sumber data yang digunakan adalah data primer dengan responden akseptor KB suntik kombinasi di BPM “E” Kecamatan Purwosari. Teknik pengambilan sampel adalah secara non probability sampling dengan teknik total sampling, dengan jumlah sampel 46 responden yang masuk kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Pada penelitian ini didapatkan bahwa 41% ibu memiliki kadar glukosa tinggi (lebih dari125mg/dl). Sebanyak 53,8% ibu yang menggunakan KB suntik kombinasi dengan lama pemakaian lebih dari dua tahun memiliki kadar glukosa darah lebih dari 125 mg/dl, namun dari hasil analisis diperoleh bahwa lama pemakaian alat kontrasepsi secara statistik tidak bermakna dengan kadar glukosa darah (nilai p 0,095). Jadi, pengguna kontrasepsi suntik dalam jangka waku yang lama perlu menjadi perhatian.Kata Kunci : Kadar Glukosa; Kontrasepsi Suntik;ABSTRACTInjectable is one of the most widely used contraceptives in Indonesia. Injectable contraceptive often causes the changes in blood glucose levels because it contains a steroid hormone with low anti-insulin. The use in the long term can even cause pancreatitis. Hormones in injectable contraceptive have opposite work against insulin. Insulin resistance causes pancreas to increasingly work harder to produce insulin. Over time the pancreas will not be able to function optimally and will have an impact on blood glucose levels.The objective of this study was to determine the relationship of the length of injectable contraceptive use to blood glucose levels among combined injectable acceptors. This study used cross sectional study design. The source of data was primary data with the respondents combined injectable acceptors in Privately Practising Midwife "E" at Purwosari Sub-district. The sampling technique was non probability sampling with a total sampling of 46 respondents who met the inclusion criteria. Data were analyzed using bivariate analysis with chi-square. In this study, 41% of women were found to have high glucose levels (>125mg/dl). A total of 53.8% of women who used combined injectable contraceptive more than two years had blood glucose levels over 125 mg / dl, but from the results of the analysis, it showed that the length of contraceptive use was not statistically significant with blood glucose levels (p value 0.095). Therefore, injectable contraceptive used in the long term must be taken into account.Key Words: Blood Glucose level, injectable contraceptive
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN USIA MENARCHE DENGAN DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI Beddu, Suriani; Mukarramah, Sitti; Lestaluhu, Viqy
The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol 1 No 1 (2015): The Southeast Asian Journal of Midwifery
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore primer merupakan permasalahan di bidang ginekologi yang banyak menyerang remaja putri. Dampak dari dismenore dapat mengganggu aktivitas remaja dan menyebabkan ketidakhadiran siswi di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dan usia menarche dengan dismenore primer pada remaja putri di SMA “N” Makassar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2013. Penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan desain cross sectional. Jumlah populasi adalah 98 orang dan sampel yang diambil adalah 79 orang berdasarkan rumus Solvin dengan standar error 0,05 dengan tekhnik pemilihan sampel simple random sampling. Pengambilan data menggunakan lembar checklist yang berisi numeric rating scale dan pengukuran antropometri (tinggi badan dan berat badan). Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis variabel status gizi dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan pearson chi-square test menunjukkan nilai p = 0,008, artinya terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan dismenore primer. Hasil uji statistik untuk variabel usia menarche menunjukkan p = 0,006 artinya terdapat hubungan yang bermakna antara usia menarche dengan dismenore primer.ABSTRACTPrimary dysmenorrhea is a problem in the field of gynecology that affects many adolescent girls. The impact of adolescent dysmenorrhea can interfere with the activity and lead to students to abstain from schools. Abnormal nutritional status and age of menarche are a risk factor of rapid primary dysmenorrhea. This study aimed to determine the relationship of nutritional status and age at menarche to primary dysmenorrhea in high school girls in Makassar National High School from May to Juny 2013. The population was 98 students and the sample size was 79 people using Solvin formula with standard error of 0.05 with simple random sampling. This was an analytical survey with a cross sectional study design. Data collection used checklist sheet which contained numeric rating scale and anthropometric measurements (stature and weight). Analysis of the data used univariate and bivariate analysis with chi-square test. From the research, the nutritional status variables using chi-square test statistic with pearson chi-square revealed a p-value of 0.008, meaning that there was a significant relationship between nutritional status and primary dysmenorrhea. Statistical test results for the variable of age of menarche showed a p-value of 0.006, meaning that there was a significant relationship between age of menarche and primary dysmenorrhea.
PENYEBAB UNMET NEED KB DARI SUDUT PANDANG BUDAYA MINANGKABAU DI NAGARI LAMBAH KECAMATAN AMPEK ANGKEK KABUPATEN AGAM Fahrunnisa, Fahrunnisa; Meilinda, Agus
The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol 1 No 1 (2015): The Southeast Asian Journal of Midwifery
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unmet need KB adalah wanita yang membutuhkan KB tetapi tidak terpenuhi. Salah satu sasaran program BKKBN 2010-2014 adalah menurunnya angka unmet need dari 9,1 % menjadi 5 % dari jumlah PUS. Penelitian ini ingin mengetahui faktor penyebab unmet need KB dari sudut pandang Budaya Minangkabau di Nagari Lambah Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan informan PUS di Nagari Lambah dengan pengambilan sampel yang menggunakan teknik Quota Sampling. Pengumpulan data dilakukan secara in-depth interview kepada PUS dan 4 orang tokoh masyarakat, yaitu: Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, dan Bundo Kanduang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab unmet need KB adalah adanya larangan suami, keinginan terhadap jenis kelamin anak tertentu, dan rumor dan mitos yang negatif terhadap KB. Budaya ini juga berkaitan dengan matrilineal dan harato pusako di Minangkabau. Selain nilai budaya, nilai agama juga ikut mempengaruhi.ABSTRACTUnmet need for family planning (FP) is women that cannot meet their need of contraceptives. Factors to cause unmet need of contreaceptives seen from Minangkabau culture in Nagari Lambah of Ampek Angkek Sub-district of Agam District in 2014 was not yet known.This was a qualitative research. The informants were all couples of reproductive age (PUS) in Nagari Lambah with quote sampling. Data was collected with in-depth interviews to PUS and 4 public figures, namely Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, and Bundo Kanduang.The results showed that the causes of unmet need for FP were prohibition from husband, desire for certain gender of child, and negative myths and rumors about contraception. This culture was related to matriarch and Harato Pusako in Minangkabau. In addition to culture, religion also influenced respondents’ unmet need of FP.
PERAN BIDAN DALAM PARENTING EDUCATION SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI Sunarsih, Tri
The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol 1 No 1 (2015): The Southeast Asian Journal of Midwifery
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan promosi kesehatan melalui parenting education di PAUD holistik integratif adalah wadah pendidikan orangtua untuk meningkatan pola asuh kepada anak, agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Bidan memiliki tugas dalam promosi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor peran bidan desa dalam proses promosi kesehatan melalui parenting education di PAUD holistik integratif yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap pola asuh orangtua secara holistik di Kabupaten Karanganyar.Penelitian ini dilakukan di wilayah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian ini adalah penelitian survei dengan disain cross-sectional yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama pengumpulan data primer. Data sekunder diperoleh dari pencatatan di instansi terkait di Kabupaten Karanganyar. Sampel yang diperoleh adalah sebanyak 108 orangtua, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis penelitian adalah regresi linier berganda dan model analisis jalur (path analysis).Temuan-temuan pentingnya adalah bahwa secara bersama-sama (simultan) peran bidan desa, peran pendidik PAUD, peran petugas PLKB, dan proses promosi kesehatan melalui parenting education berpengaruh signifikan baik langsung maupun tidak langsung terhadap pola asuh orangtua secara holistik. Secara parsial, peran bidan desa, peran pendidik PAUD, peran petugas PLKB serta proses promosi kesehatan melalui parenting education berpengaruh signifikan terhadap pola asuh orangtua secara holistik. Strategi promosi kesehatan melalui parenting education yang tepat adalah dengan peningkatan kerjasama lintas sektor.ABSTRACTImplementation of health promotion through parenting education in holistic integrative earcly childhood education (PAUD) is a medium for parental education to improve parenting to children, so that children can grow and develop optimally. Holistic integrative education in early childhood among Posyandu, Education for Family with Toddler, and Early Childhood Education is a new paradigm; thus, there is a need for a strategy that combines three aspects: nutrition, health, psychosocial, and education. This research aimed to analyze the influence of the role of village midwife in health promotion process through parenting education in holistic integrative PAUD that impacts directly or indirectly on parenting parents holistically in Karanganyar District.This research was conducted in the Region of Karanganyar District, Central Java. This was a survey research with a cross-sectional design, using questionnaires as the main instrument to collect primary data. Secondary data were obtained from records in the relevant agencies in Karanganyar District. The sample size was 108 parents, taken by using purposive sampling technique. This research used multiple linear regression analysis and path analysis model.The findings were that, simultaneously and partially, the roles of village midwife, PAUD educator, and family planning outreach worker as well as the process of health promotion through parenting education had significant effects both directly and indirectly on holistic parenting. Strategy for health promotion through appropriate parenting education can be done with the improvement of multi sectoral cooperation.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TYPE STAD TERHADAP KETERAMPILAN PENGISIAN PARTOGRAF MAHASISWA KEBIDANAN Yulizawati, Yulizawati; Rismawanti, Venny
The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol 1 No 1 (2015): The Southeast Asian Journal of Midwifery
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan pendidikan menuntut adanya cara berfikir dan bertindak yang berbeda dari apa yang telah ada. Sistim pembelajaran yang baik harus mampu memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk membuka potensi dirinya dalam menginternalisasikan knowledge, skills dan attitudes melalui pengalaman belajarnya. Untuk mencapai hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan pola pembelajaran aktif melalui student centered learning (SCL) yang salah satunya adalah tipe STAD (Student Teams Achievement Division) karena tipe ini mengajarkan kerjasama, tanggung jawab, interaksi promotif, kepercayaan, pembuatan keputusan, komunikasi dan manajemen konflik. Dengan metode STAD, penguasaan pengisian partograf sebagai kompetensi inti dari mahasiswa kebidanan dalam pemantauan persalinan dapat meningkat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari metode STAD terhadap keterampilan mahasiswa dalam pengisian partograf. Metode yang dipakai penelitian ini adalah penelitian komparasi untuk membandingkan tingkat penguasaan keterampilan pengisian partograf sebelum dan sesudah penggunaan metode kooperatif tipe STAD. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu terdapat perbedaan yang sangat signifikan pada tingkat penguasaan keterampilan mahasisa dalam mengisi partograf antara sebelum dengan sesudah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan nilai p= 0,001. Metode pembelajaran student centered learning (SCL) dengan tipe STAD terbukti signifikan dalam peningkatan kompetensi mahasiswa dalam pengisian partograf.ABSTRACTEducational development demands different ways of thinking and act from what have already existed. Ideal learning system must be able to provide a learning experience for students, to open up their potential for internalizing knowledge, skills and attitudes through their learning experiences. It can be done by applying an active learning method through student centered learning (SCL), one of these methods is STAD (Student Teams Achievement Division). This type teaches cooperation, responsibility, interaction, confidence, decision-making, communication, and conflict management. With this method, partograph filling skill as the core competencies of midwifery students in labor monitoring may increase..This research aims to determine the effect of STAD method on partograph filling skill of midwifery students. This was a comparative study to compare the level of student skill in filling up partograph before and after applying cooperative learning using STAD method. The results obtained in this study showed that there was a very significant difference of the skill of students before and after using cooperative learning of STAD method, with a p-value is 0.001. Student centered learning using STAD method is proved to be more significant to improve student competence of filling up partograph.
PENGARUH HYPNOBIRTHING TERHADAP TINGKAT NYERI DAN KEMAJUAN PERSALINAN PADA IBU BERSALIN DI BPM KOTA CIMAHI Astuti, Indria; Noviyanti, Noviyanti
The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol 1 No 1 (2015): The Southeast Asian Journal of Midwifery
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekitar 90% penyebab kematian ibu adalah komplikasi obstetrik yang terjadi saat persalinan. Salah satu komplikasi obstetrik adalah persalinan yang berlangsung lama yang disebabkan kontraksi uterus yang tidak adekuat. Salah satu upaya mempertahankan kontraksi uterus adalah dengan tehnik hypnobirthing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hypnobirthing terhadap tingkat nyeri dan kemajuan persalinan.Jenis penelitian yang digunakan adalah True Experiment yang termasuk ke dalam Posttest Only Control Design. Populasi penelitian ini adalah ibu bersalin di salah satu BPM di Kota Cimahi sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling yang berdasarkan kriteria penelitian. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan partograf, dan analisis data menggunakan bivariat dengan Uji T-test independent.Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai p tingkat nyeri adalah 0.001, yang artinya bahwa terdapat pengaruh hypnobirthing yang signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri dan 0.038, yang artinya bahwa terdapat pengaruh hypnobirthing yang signifikan terhadap kemajuan persalinan.ABSTRACTApproximately 90% of causes of maternal deaths occur during delivery due to obstetric complications. One of the complications is prolonged labor caused by inadequate contractions. One method to maintain the uterine contractions is with hypnobirthing. The objective of this research was to determine the effects of hypnobirthing on the level of pain and the progress of labor.This was a true experiment with a posttest only control design. The population was women delivering at BPM at the Cimahi amounting to 30 respondents. The sampling technique used accidental sampling based on research criteria. Data collection method used observation sheets and partograph. The data were then analyzed using bivariate analysis with T-test independent.The results showed that the p-value obtained was 0.001 and 0.038, respectively, meaning that there was a significant relationship between hypnobirthing and decreased pain intensity and between hypnobirthing and the progress of labor.
PENGARUH TERAPI PIJAT TERHADAP PENGURANGAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN (STUDI KASUS DI KOTA BANDUNG) Noviyanti, Noviyanti; Astuti, Indria; Hamdah, N. Melly Nilawati
The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol 2 No 1 (2016): The Southeast Asian Journal of Midwifery
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri persalinan merupakan nyeri yang timbul karena adanya kontraksi otot-otot uterus, hipoksia dari otot-otot yang mengalami kontraksi, peregangan serviks pada waktu membuka, iskemia korpus uteri, dan peregangan segmen bawah rahim. Salah satu cara penatalaksanaan nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri persalinan adalah dengan endorphin-induced massage. Pijat ini merupakan teknik sentuhan serta pemijatan ringan yang dapat menormalkan denyut jantung dan tekanan darah, serta meningkatkan kondisi rileks dalam tubuh ibu hamil dengan memicu perasaan nyaman melalui permukaan kulit. Teknik ini dapat meningkatkan pelepasan zat oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh endorphin-induced massage terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin.Penelitian menggunakan Pre Experimental Design dengan One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 36 responden dengan teknik pengambilan sampling Accidental. Pengumpulan data adalah melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat uji t-dependent.Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dilakukan endorphin-induced massage, 33 (91,7%) responden mengalami skala nyeri berat dan, setelah dilakukan endorphin-induced massage, sebagian besar responden atau 32 orang (88,9%) mengalami nyeri sedang. Hal ini menunjukkan bahwa pijat ini memiliki pengaruh terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif dengan p-value <0,05. Endorphin-induced massage disarankan untuk memberikan sebagai intervensi dan asuhan kebidanan pada ibu selama persalinan kala I fase aktif.ABSTRACTLabor pain is pain that arises because of the contraction of the muscles of the uterus, hypoxia of the muscle contraction, stretching of the cervix at the time of dilation, ischemia of the uterine corpus, and stretching of the lower uterine segment. One way to reduce the non-pharmacological management of labor pain is endorphin-induced massage. This massage is done by touching or light massage technique that can normalize heart rate and blood pressure and increase the relaxed conditions in the pregnant woman’s body by triggering a feeling of comfort through the skin surface. This technique can increase the release of oxytocin substance. This study aimed to determine the effect of endorphin-induced massage at the active phase of the first stage of labor of delivering mothers.This research used Pre Experimental Design with one group pretest-posttest. The samples included 36 respondents with accidental sampling technique. The collection of data was through interviews using a questionnaire. Analysis of data used univariate and bivariate by t-dependent test.The results showed that prior to the endorphin-induced massage, 33 (91.7%) of respondents experienced severe pain scale and, after the massage, the majority of respondents or 32 people (88.9%) had moderate pain. This showed that this massage had an influence on labor pain of the active phase of the first stage with a p-value of <0.05. Endorphin-induced massage is suggested to be provided as interventions and midwifery care in the mother during the active phase of the first stage of labor.
GAMBARAN TINGKAT KEJADIAN ANEMIA DAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 6 - 60 BULAN Astuti, Endah Puji; Prahesti, Ratna; Andriyani, Ana Dwi
The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol 2 No 1 (2016): The Southeast Asian Journal of Midwifery
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia lebih dari separuh anak bawah lima tahun (balita) mengalami masalah gizi kurang atau malnutrisi. Malnutrisi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, penurunan fungsi kognitif, psikomotor dan daya tahan tubuh anak, karena pada umumnya anak yang malnutrisi selain kekurangan energi dan protein juga mengalami kekurangan berbagai mikronutrien. Tujuan penelitaian untuk mengetahui gambaran perkembangan balita dan tingkat kejadian anemia pada kelompok tersebut. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua balita usia 6 bulan – 5 tahun sebanyak 603 balita. Sampel diambil dengan purposive sampling sebanyak 158 balita. Pengambilan data primer menggunakan penilaian Denver Development Screening Test (DDST) dan Digital Haemoglobin Test. Analisis yang digunakan adalah kendall’s tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 49,4% balita mengalami anemia ringan, dan 69,6% berada dalam perkembangan normal. Mayoritas balita yang mengalami anemia tetap memiliki perkembangan normal.ABSTRACTIn Indonesia, there are more than half of under-five children suffer from malnutrition resulting in growth retardation, the decrease of cognitive function, psychomotor and the immune system of children. These problems occur because children suffering from malnutrition will experience lack of energy and protein as well as the shortage of some important micronutrients. The purpose of the research to know the description of the development of toddlers and the incidence rate of anemia on the group. This was an analytical-correlation research which involved a cross sectional approach. The population of the research included 603 toddlers aged 6 months-5 years old with research samples by 158 toddlers taken by purposive sampling. The primary data were collected using Denver Development Screening Test (DDST) dan Digital Haemoglobin Test. The analysis used Kendall’s tau. The result showed that 49,4% of toddlers suffered from mild anemia, and 69,6% of them had normal development. The majority of toddlers suffering from anemia also had normal development.
PERAN PUSAT INFORMASI DAN KONSELING (PIK-KRR) TERHADAP PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA SMPN TERPILIH DI JAKARTA SELATAN TAHUN 2016 Andriani, Putri
The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol 2 No 1 (2016): The Southeast Asian Journal of Midwifery
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seksualitas adalah salah satu TRIAD kesehatan reproduksi remaja yang perlu penanganan yang serius agar remaja tidak terjerumus kedalam perilaku seksual yang berisiko. Salah satu cara untuk mencegah perilaku seksual berisiko adalah dengan meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi melalui pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah.Penelitian ini adalah studi komparatif dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional yang dilakukan di dua SMPN yang telah dan yang belum memiliki fasilitas PIK KRR dengan jumlah sampel 136 orang. Cara pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sedangkan analisa data menggunakan uji non parametric Mann Whitneyy.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata yang signifikan antara sikap terhadap perilaku seksual berisiko (p=0.000) dan tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi (p=0.000) antara sekolah yang telah memiliki dan belum memiliki fasilitas PIK KRR. Pada analisis bivariat, terdapat hubungan antara perilaku seksual dengan jenis kelamin, akses media pornografi, sikap pada jenis kelamin, sikap pada relijiusitas, sikap pada akses media pornografi, sikap pada pengaruh teman sebaya dan tingkat pengetahuan pada relijiusitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku seksual berisiko di kalangan remaja di dua sekolah sebagai tempat penelitian ini.ABSTRACTSexuality among teenagers needs to be directed seriusly into behavior that does not bring any risks. One of the intervention given to adolescent reproductive health concerning sexuality is by providing reproductive education to schools.This was a comparative study using a cross sectional method in two junior high school which had and did not have the Information and Counseling Center of Reproductive Health (PIK-KRR) amounted to 136 samples. Data was analyzed with Mann Whitney test.This research showed that there was a significant difference in attitute in risky sexual behaviour (p=0.000) and knowledge level of health reproduction (p=0.000) between school which had and did not have PIK-KRR. In bivariate analysis, there was a significant difference in gender to risky sexual activity, porn media access to risky sexual activity, gender to attitude of risky sexual behaviour, religiousity to attitude, attitude to porn media access, attitude to peer affect (p=0.004) and religiousity to knowledge level of health reproduction. This study concluded that the level of knowledge had a significant relationship with risky sexual behavior among adolescents at the two study sites.

Page 1 of 14 | Total Record : 138