cover
Contact Name
Arie Widodo
Contact Email
arie.widodo@kemdikbud.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
arie.widodo@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Jl. Mangkurejo, Ds. Kwangsan, Sedati - Sidoarjo
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
ISSN : 23389184     EISSN : 26224283     DOI : 10.31800
Core Subject : Education,
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on 5 areas of educational technology as well as related topics. All articles are peer-reviewed by at least one peer-reviewers. Jurnal Kwangsan is published online and printed twice in a year. July and December. The scope of Jurnal is innovative works on Learning System Design, the development, implementation, assessment, management, research papers, and case studies of educational technology, which are effective in giving positive contributions to schools and educational institutions
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
PENGEMBANGAN MODEL MOBILE VIRTUAL LABORATORIUM UNTUK PEMBELAJARAN PRAKTIKUM SISWA SMA nFn Manikowati; Dody Iskandar
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v6n1.p23--42

Abstract

The schools and or students number compared with the experimental laboratories was still not proportional. The available virtual laboratory media had not accommodated the anywhere and anytime learning mobility. This research was to develop mobile V-Lab for senior high school. This research and development was conducted along May  December 2016. It started from identifying problems, analyzing needs, designing mobile V-Lab, producing the applications, implementing and evaluating them. Instruments used were closed and opened quessionaires, observation sheet, and interview sheet. From the data identified, it was needed an offine mobile V-Lab with simulation format, and completed with an experiment sheet. Information and perform/ experiment features linked with the downloadable experiment sheet was designed. Two prototypes were developed by using Unity and implemented in web www.m-edukasi.kemdikbud.go.id dan google play. Those, then, were evaluated and revised to get a qualified applications and implemented. Considering the results, it was recommended to make more apps. AbstrakPerbandingan antara jumlah sekolah dan atau siswa dengan laboratorium praktikum belum proporsional. Media pembelajaran virtual lab yang sudah dikembangkan belum bisa mengakomotir mobilitas pembelajaran yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan mobile virtual lab dengan sasaran SMA. Penelitian dan pengembangan ini dilaksanakan dengan rentang waktu Mei – Desember 2016. Penelitian dimulai dari identifikasi masalah, analisis kebutuhan, perancangan mobile V-Lab, produksi aplikasi, implementasi, dan diakhiri dengan evaluasi formatif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tertutup, kuesioner terbuka, lembar observasi, dan panduan wawancara. Dari permasalahan yang teridentifikasi, didapatkan kemudian kebutuhan mobile V-Lab yang bersifat offline pada aplikasinya, berformat sajian simulasi, dan dilengkapi dengan Lembar kerja Praktikum (LKP) sebagai panduan praktikum. Untuk itu, pada desainnya, mobile V-Lab dilengkapi dengan fitur informasi dan performa serta LKP yang bisa diunduhmelalui aplikasi. Dua prototipe aplikasi mobile V-Lab dibuat dengan menggunakan Unity dan selanjutnya diimplementasikan di web www.m-edukasi.kemdikbud.go.id dan google play. Kedua prototipe tersebut akhirnya diuji coba dan direvisi sehingga mendapatkan aplikasi yang berkualitas dan layak untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran. Memperhatikan hasil yang telah diperoleh direkomendasikan kemudian agar mobile V-Lab tersebut dikembangkan lebih banyak lagi.
KONTRIBUSI TEORI DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DALAM TEKNOLOGI PEMBELAJARAN Bambang Warsita
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 2, No 2 (2014): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v2n2.p71--91

Abstract

Every technology is built on the basis of certain theory, instructional technology is built on the basis of principles that is drawn from communication theory and results of research in the utilization of communication technology. This study aims to gain an overview of the contribution of communication theory and technology in instructional technology. Instructional technology is built based on the principles that is drawn from various theories, one of them is a theory of communication. Instructional technology is utilizing communication media based on communication technology (broadcasting technology) which is a radio and television. The results of this study indicates that contribution or support theory and communication technology in the presence of various Instructional technologies as an alternative learning model in which innovative based communications technology to solve problems of learning and teaching. For instance, the use of books, films, radio broadcasts, television broadcasts, etc. in efforts to use communication technologies to support the quality improvement of learning process. AbstrakSetiap teknologi dibangun atas dasar suatu teori tertentu, teknologi pembelajaran dibangun atas dasar prinsip-prinsip yang ditarik dari teori komunikasi dan hasil hasil penelitian dalam pemanfaatan teknologi komunikasi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kontribusi teori dan teknologi komunikasi dalam teknologi pembelajaran. Teknologi pembelajan dibangun berdasarkan pada prinsip-prinsip yang ditarik dari berbagai teori, salah satunya adalah teori komunikasi. Teknologi pembelajaran memanfaatkan media komunikasi yang berbasis teknologi komunikasi (teknologi broadcasting) yaitu radio dan televisi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kontribusi atau dukungan teori dan teknologi komunikasi dalam teknologi pembelajan yaitu adanya berbagai model pembelajaran alternatif yang inovatif berbasis teknologi komunikasi untuk memecahkan masalah belajar dan pembelajaran. Misalnya penggunaan buku, film, siaran radio, siaran TV, dan lain-lain dalam upaya pemanfaatan teknologi komunikasi untuk menunjang peningkatan kualitas proses pembelajaran.
RUANG BELAJAR BARU DAN IMPLIKASI TERHADAP PEMBELAJARAN DI ERA TATANAN BARU Uwes Anis Chaeruman
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v8n1.p142--153

Abstract

The Pandemic Coronavirus Disease (Covid-19) has taken place all over the world. This situation has affected all sectors of human life, likewise in the education sector. Physical distancing policy has forced all countries to close the school. Distance and online learning have become the only option to solve it. This article tried to answer two questions. First, what are the essences of learning spaces in the context of e-learning viewed from the perspective of time and space synchronicity? Second, what are the implications of it to the implementation of teaching and learning in the era Covid-19 and new normal? The researcher applied literature review to answer those questions. Literatures review result showed that learning space can be divided into four categories. This classification provides some implications toward the implementation of teaching and learning in the era of Covid-19 and new normal. AbstrakPandemi virus corona (Covid-19) telah melanda seluruh dunia. Bencana kejadian luar biasa ini telah berpengaruh terhadap semua sektor kehidupan manusia, termasuk sektor pendidikan. Kebijakan jarak sosial dan fisik telah memaksa proses pembelajaran di sekolah terhenti. Belajar di rumah dengan moda pembelajaran jarak jauh dan daring menjadi satu-satunya pilihan untuk memecahkan masalah tersebut. Artikel ini berupaya menjawab dua hal. Pertama, apa esensi ruang belajar dalam konteks e-learning ditinjau dari sudut pandang ruang dan waktu? Kedua, apa implikasinya dalam pembelajaran di era Covid-19 dan tatanan baru? Peneliti menggunakan metode kajian pustaka untuk menjawab pertanyaan tersebut. Berdasarkan hasil kajian pustaka, diperoleh empat klasifikasi ruang belajar baru dan implikasi terhadap pembelajaran di era Covid-19 dan tatanan baru. 
PEMBERDAYAAN MAHASISWA UNTUK BERPIKIR KRITIS, KREATIF, DAN KOLABORATIF MELALUI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KOLABORASI nFN Mustaji
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 3, No 1 (2015): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v3n1.p59--76

Abstract

The purpose of this research is to develop a learning device in the form of Syllabus and Class events Unit, instructional materials, student activity sheet, sheet assessment of students and using collaborative learning model. The device was developed to improve the ability of critical thinking, creative and collaborative environment for students in the Faculty of Education, State University of Surabaya. The development of learning device uses a ADDIE model. Its activities include the analysis phase, planning, design, development), implementation, evaluation and revision. Phase evaluation and revision is an ongoing activity conducted in each phase alongthe development cycle. Learning device which have been developed consisting of three courses namely introduction of graphic media, learning to draw, and education management. Learning device has been validated in the first year and meet the acceptability of the usefulness, feasibility, and accuracy. In the second year learning device was implemented in three courses, namely, Education Technology, Education Management, and Early Childhood Education. Implementation Phase uses experimental research design one group pre test - posttest design. The research instrument used to collect data comprising: of result of learning test, observation sheets, product evaluation sheets and questionnaires of collaborative skills. The data of this study were analyzed descriptively and statistically. The results showed that the use of collaborative learning device can improve the ability of critical thinking, creative and collaborative AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran berupa silabus dan satuan acara perkuliahan, bahan ajar, lembar kegiatan mahasiswa dan lembar Penilaian dengan menggunakan model pembelajaran kolaborasi. Perangkat tersebut dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan kolaboratif bagi mahasiswa di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan UniversitasNegeri Surabaya. Pengembangan perangkat pembelajaranmenggunakan model ADDIE. Kegiatannya meliputi fase analisis (analysis), perencanaan (planning), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), evaluasi dan revisi (evaluation and revision). Fase evaluasi dan revisi merupakan kegiatan berkelanjutan yang dilakukan pada tiap fase di sepanjang siklus pengembangan. Perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan terdiri dari 3 mata kuliah yakni pengantar media grafis, pembelajaran menggambar, dan manajemen pendidikan. Perangkat pembelajaran telah divalidasi pada tahun pertama dan memenuhi akseptabilitas dari sisi kegunaan, kelayakan, dan ketepatan. Pada tahun kedua perangkat pembelajaran dimplementasikan pada tiga program studi, yakni: Teknologi Pendidikan, Manajemen Pendidikan, dan Pendidikan Anak Usia Dini. Fase implementasi dengan menggunakan desain penelitian experimental one group pretest - postest design. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan terdiri atas: tes hasil belajar, lembar observasi, lembar penilaian produk, dan angket keterampilan kolaboratif. Data hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perangkat pembelajaran kolaborasi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan kolaboratif.
EVALUASI PEMANFAATAN MEDIA AUDIO “ABC” (AKU BACA DALAM CERITA) UNTUK MENGENALKAN HURUF PADA PAUD nfn Innayah
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v6n2.p107--121

Abstract

Audio media “ABC” (Aku Baca dalam Cerita) a learning media that introduces letters through stories for Early Childhood Education aged 5-6 years. To find out the success of the media, it is necessary to evaluate: Is ABC audio media can help introduce alphabet on early childhood learners? How the level of development of the language aspects of students after learning with ABC audio media? Evaluation of the use of audio media ABC aims to know the audio media ABC in introducing letters to students in early childhood and to determine the development of language students with learning ABC audio media. This research was conducted for 10 days on 1-14 August 2017 in ABA Gamping TK, Sleman, Yogyakarta. The population of this research is all of ABA Gamping TK students with the sample of 40 PAUD students. The results of this study obtained data that the level of developmental achievement of students aged 5-6 years in recognizing the letter pattern was good. Thus it can be seen that ABC learning audio media can help in introducing letters to students in early childhood. At the level of achievement of language development, it is shown that most students can achieve the predetermined indicators. This shows that ABC audio media can improve language development in early childhood education. However, there is still a need for variations in the presentation format in ABC learning audio media programs to stimulate the imagination of students in early childhood and the need for supporting materials that can stimulate the students' creativity.ABSTRAKMedia Audio “ABC” (Aku Baca dalam Cerita) merupakan media audio pembelajaran yang memperkenalkan huruf melalui cerita untuk Pendidikan Anak Usia Dini usia 5-6 tahun. Untuk mengetahui keberhasilan media tersebut perlu dilakukan evaluasi tentang: Apakah media audio ABC dapat membantu mengenalkan huruf pada peserta didik PAUD? Bagaimana tingkat perkembangan aspek bahasa peserta didik setelah belajar dengan media audio ABC? Tujuan evaluasi pemanfaatan media audio ABC ini yaitu untuk mengetahui media audio ABC dalam mengenalkan huruf pada peserta didik PAUD dan untuk mengetahui perkembangan bahasa peserta didik dengan belajar media audio ABC. Penelitian ini dilaksanakan selama 10 hari pada tanggal 1-14 Agustus 2017 di TK ABA Gamping, Sleman, Yogyakarta. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa TK ABA Gamping dengan sampel 40 siswa PAUD. Hasil dari penelitian ini diperoleh data bahwa tingkat pencapaian perkembangan peserta didik usia 5-6 tahun dalam mengenal pola huruf sudah baik. Dengan demikian dapat diketahui bahwa media audio pembelajaran ABC dapat membantu dalam mengenalkan huruf pada peserta didik PAUD. Pada tingkat pencapaian perkembangan bahasa ditunjukkan bahwa peserta didik sebagian besar dapat mencapai indikator yang telah ditentukan. Hal ini menunjukkan bahwa media audio ABC dapat meningkatkan perkembangan bahasa pada pendidikan anak usia dini. Saran, perlunya variasi format sajian dalam program media audio pembelajaran ABC untuk merangsang imajinasi peserta didik pada PAUD dan perlunya bahan penunjang yang dapat merangsang keratifitas peserta didik.
PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING TERINTEGRASI PHET: MEMBANGUN PEMAHAMAN KONSEP LISTRIK DINAMIS Muhammad Reyza Arief Taqwa; Lugy Rivaldo
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v7n1.p45--56

Abstract

This study aims to see the effectiveness of problem solving learning (PS) on PhET integration on the topic of dynamic electric. The study was conducted in 3 classes at SMAN 1 Malang and 3 classes at SMAN 4 Malang with groups taught with PS integrated PhET, PS, and conventional. Each group consists of 2 classes with a total of 48 students. 20 reasoned multiple-choices questions were used in posttest to measure differences in the average score of each group. Data analysis used one-way anova and further tests using the Tukey's HSD test. Based on the results of the analysis obtained Fh = 22.31. With Ft = 3.06, it can be concluded that the average score of the three groups is significantly different at α = 0.05. Based on further tests it was found that the PS group was integrated with PhET better than the PS group, and the PS group was better than the conventional group. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pembelajaran problem solving (PS) diintegrasi PhET pada topik listrik dinamis. Penelitian dilakukan pada 3 kelas di SMAN 1 Malang dan 3 kelas di SMAN 4 Malang dengan kelompok yang diajar dengan PS diintegrasi PhET, PS, dan konvensional. Tiap grup terdiri atas 2 kelas dengan jumlah 48 siswa. 20 soal pilihan ganda beralasan digunakan dalam posttest untuk mengukur perbedaan rata-rata skor tiap kelompok. Analisis data digunakan anova satu arah dan uji lanjut dengan menggunakan uji Tukey’s HSD. Berdasarkan hasil analisis diperoleh Fh = 22,31. Dengan Ft = 3,06 maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata skor ketiga kelompok berbeda secara signifikan pada α = 0,05. Berdasarkan uji lanjut diperoleh bahwa kelompok PS diintegrasi PhET lebih baik dari pada kelompok PS, dan kelompok PS lebih baik dari pada kelompok konvensional.
PENGEMBANGAN BUKU SISWA BERTEMA CUACA MENGGUNAKAN METODE FOUR STEPS TEACHING MATERIAL DEVELOPMENT Nur Inayah Syar; Nadya Meriza
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v8n2.p190--212

Abstract

The teaching and learning process is built on three interaction aspects such as the interaction among the teachers, students, and learning sources. To ease this process, the teacher can make their own teaching material that will be used in learning process. This research aims to develop weather theme students’ book by using Four Steps Teaching Material Development (4STMD) method. The research method used was Research and Development (R&D). This students’ book consists of 5 sub-themes such as substance characteristics, interaction of organisms and their environment, temperature and heat, pollution and global warming. This book was developed by using 4STMD method through four stages such as selection, structurization, characterization, and didactic reduction. The feasibility test results show that the student book has complete material based on basic competencies and indicators, has accurate, actual and integrated material. Besides the student’s book that was developed also has aspects of legibility, language rules and language logic that is appropriate, presented attractively and has a layout and design that is feasible to be used. Overall the students’ perception on the usage and result of this students’ book development is positive. ABSTRAKProses belajar mengajar dibangun oleh tiga aspek interaksi. Interaksi tersebut adalah interaksi antara pendidik, peserta didik dan sumber belajar. Untuk memudahkan proses tersebut, guru dapat membuat sendiri bahan ajar (buku) yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku siswa bertema Cuaca  dengan metode Four Steps Teaching Material Development (4STMD) dan menganalisis kelayakan serta persepsi siswa terhadap buku siswa yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Buku siswa ini terbagi atas 5 sub tema yaitu karakteristik zat, interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya, suhu dan kalor, pencemaran dan pemanasan global. Buku ini dikembangkan dengan metode 4STMD melalui empat tahap, yaitu seleksi, strukturisasi, karakterisasi dan reduksi didaktik. Hasil Uji Kelayakan menggambarkan bahwa buku siswa memiliki cakupan materi yang lengkap berdasarkan Kompetensi Dasar dan indikator, memiliki materi akurat, mutakhir serta terpadu. Selain itu buku dikembangkan juga memiliki aspek keterbacaan, kaidah bahasa dan logika bahasa yang baik, disajikan dengan menarik dan memiliki tata letak serta desain yang layak digunakan. Adapun persepsi siswa terhadap penggunaan dan hasil pengembangan buku siswa, secara keseluruhan bernilai positif.
PENGEMBANGAN PAKET PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBUAT MANISAN NANGKA UNTUK PROGRAM KEAKSARAAN FUNGSIONAL MANDIRI Putut Wijayanto
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v1n1.p16--33

Abstract

One of the role of Instructional Technology is the provision of learning resources through the development. Especially in the Functional Literacy Programm (Program Keaksaraan Fungsional/KF) on Mandiri Level, study material that really designed for learning is not available yet. This study aims to develop skills learning package such as video learning and modules by taking a theme about making candied jackfruit. This is suitable with the implementation of the KF program that promotes life skills learning. The results revealed that the learning package of making candied jackfruit favored by 30 respondents of the student in Bougenvile Study Group, Medokan Semampir Village, Sukolilo, Surabaya. As new subjects, students learning outcomes perfome a very satisfactory theory and practice value.AbstrakSalah satu peran Teknologi Pembelajaran adalah penyediaan sumber-sumber belajar melalui kegiatan pengembangan (development). Namun untuk program Keaksaraan Fungsional (KF) Tingkat Mandiri, belum sepenuhnya tersedia sumber belajar yang dirancang khusus (by design) untuk pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Paket Pembelajaran Keterampilan (PPK) berupa modul dan video pembelajaran tentang membuat manisan nangka. Penelitian ini sesuai dengan kebutuhan Program KF yang mengutamakan pembelajaran life skills. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa paket pembelajaran modul dan video tentang membuat manisan nangka digemari oleh 30 orang responden warga belajar di Kelompok Belajar (Kejar) Bougenvile, Kelurahan Medokan Semampir, Sukolilo, Surabaya. Sebagai mata pelajaran baru, hasil belajar warga belajar menunjukkan nilai teori dan nilai praktek yang sangat memuaskan.
MENUMBUHKAN MINAT BACA MASYARAKAT MELALUI TAMAN BACAAN MASYARAKAT BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI Asep Saepudin; Bunga Nisa Mentari
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v4n1.p43--54

Abstract

The purpose of this study is to analyze the community reading interest at Community Library, the implementation of the Community Library program based on information technology, and the third, the impact of Community Library program based on information technology to increase the community interest in the Community Library. The method used is descriptive method with qualitative approach. subjects numbered five persons consisting of one manager, three participants, and one facilitator of Community Library. The results of this study is: (1) the community interest in reading at Community Library arising from internal factors and external factors. however, that has more influence that external factor because people tend to be always invited, persuaded, and given encouragement from others; second implementation of the Community Library based information technology is done through of the following stages: organizing, mobilizing, and coaching; thrid impact of Community Library based technology infornmation views of the cognitive domain, it is known that the citizens involved in the Community Library program has subsequently internalized the new knowledge, and applied in everyday. in the affective domain, citizens have a positive attitude towards the movement of at least ten minutes reading through the “games” in Community Library. In conclusion, Community Library has increased the ability to read community that are useful in performing activities of daily living. AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk me-nganalisis minat baca masyarakat di wilayah Taman Bacaan Masyarakat Sukamulya Cerdas, pelaksanaan kegiatan Taman Bacaan Masyarakat berbasis Information Technology, dan dampak pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) berbasis IT terhadap peningkatan minat baca masyarakat di wilayah TBM Sukmulya Cerdas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian berjumlah lima orang terdiri dari satu orang pengelola, tiga orang peserta kegiatan, dan satu orang fasilitator TBM Sukamulya Cerdas. Hasil penelitian adalah bahwa minat baca masyarakat sekitar TBM timbul dari faktor internal dan faktor eksternal (faktor eksternal lebih berpengaruh karena masyarakat cenderung harus selalu diajak, dibujuk, serta diberikan dorongan dari orang lain), pelaksanaan kegiatan TBM berbasis teknologi informasi dilakukan melalui tahapan pengorganisasian, penggerakkan, dan pembinaan, dampak kegiatan TBM berbasis teknologi informasi dari ranah kognitif (masyarakat memiliki pengetahuan baru yang selanjutnya diinternalisasi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari), dan ranah afektif (warga masyarakat memiliki sikap positif terhadap gerakan membaca buku minimal sepuluh menit melalui “games” di TBM). Simpulan penelitian adalah bahwa TBM telah meningkatkan kemampuan membaca masyarakat yang bermanfaat dalam menjalankan aktivitas hidup sehari-hari.
REFLECTIVE MODUL BERBASIS CHILD FRIENDLY SCHOOL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DAN KARAKTER SISWA Santy Dinar Permata; Ali Mustadi
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v8n2.p251--274

Abstract

Welcoming the Golden Generation 2045 program the Indonesian government envisions the literacy movement in schools as an effort to improve the literacy abilities and character of students. The problem in the field is the lack of types of student reading that are able to develop students 'thinking power and character, therefore this study aims to produce reflective module development products based on child friendly schools that are fit for use by fifth grade elementary school students in school literacy activities as a means of increasing students' literacy abilities and character. The type of research used is Research and Development (RnD) research, referring to the type of research developed by Borg and Gall. The subjects of the study were the fifth grade 73 students at SDN Tegalrejo 3 and SDN Bangirejo 1. Collecting data through interviews, observations, questionnaires and response scales. The analysis technique used is descriptive analysis. The results showed that the child friendly school-based reflective module products met the eligibility criteria by referring to the results of the questionnaire validation by media experts and material experts as well as the scale of responses of teachers and fifth grade elementary school students. AbstrakMenyongsong program Generasi Emas 2045 pemerintah Indonesia mencangangkan adanya gerakan literasi di sekolah sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dan karakter siswa. Permasalahan dilapangan adalah kurangnya jenis bacaan siswa yang mampu mengembangkan daya pikir dan karakter siswa oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pengembangan reflective modul berbasis child friendly school yang layak digunakan oleh siswa kelas V SD dalam kegiatan literasi sekolah sebagai sarana meningkatkan kemampuan literasi dan karakter siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development (RnD) mengacu pada jenis penelitian yang dikembangkan oleh Borg and Gall. Subjek penelitian adalah 73 siswa kelas V SD di SDN Tegalrejo 3 dan SDN Bangirejo 1. Pengumpulan data melalui wawancara,observasi,angket dan skala respon. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk reflective modul berbasis child friendly school memenuhi kriteria kelayakan dengan mengacu pada hasil validasi angket oleh ahli media dan ahli materi serta skala respon guru dan siswa kelas V SD.

Page 1 of 11 | Total Record : 106