cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Zuriat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
Stabilitas Hasil Beberaoa Genotipe Jagung Hibrida Harapan pada Sembilan Lokasi Andi Takdir; R. Neni Iriany M.; M. Annas B.; Marsum Dahlan; Firdaus Kasim
Zuriat Vol 10, No 1 (1999)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v10i1.6823

Abstract

Percobaan mengenai stabilitas hasil genotipe jagung hibrida harapan dilakukan terhadap sepuluh genotipe jagung hibrida F1 dan dua kultivar pembanding yaitu Bisma dan BISI-2, pada Sembilan lokasi, yaitu Maros, Gowa, Malino, Malang, Probolinggo, Kediri, Pati, Temanggung, dan Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menduga stabilitas hasil sepuluh genotipe jagung hibrida harapan. Percobaan lapangan menggunakan rancangan acak kelompok dengan empat ulangan dilaksanakan pada musim tanam 1998/1999, dari bulan Mei 1998 sampai September 1998. Stabilitas hasil diukur dengan menggunakan metode Eberhart dan Russel. Genotipe jagung hibrida harapan AG7010, AG5018, dan AG8016 memiliki daya hasil tinggi pada areal lokasi yang luas. Penampilan hasil biji sangat dipengaruhi oleh interaksi genotipe x lingkungan. Genotipe AG9014, AG9016, AG6016, AG5014, AG5018, AG8014, dan AG7010 memperlihatkan stabilitas hasil biji yang tinggi pada semua lokasi pengujian. 
Pendugaan Kompatibilitas Batang Bawah dan Batang Atas pada Tanaman Karet dengan Analisis Daya Gabung Mudji Lasminingsih; , Kuswanhadi; Island Boerhendhy
Zuriat Vol 11, No 1 (2000)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v11i1.6664

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendugakompatibilitas beberapa klon karet sebagai batang bawah dan batang atas dalam teknik okulasi dengan menggunakan analisis daya gabung terhadap karater pertumbuhan. Penelitian dilakukan di KP Balit Sembawa dengan rancangan acak kelompok lengkap enam perlakuan (klon) sebagai batang bawah dan batang atas dengan dua ulangan. Dari enam klon tersebut diperoleh 21 kombinasi tanpa resiprokalnya. Klon karet yang digunakan adalah BPM 1, BPM 24, RRIC 100, RRIC 101, RRIC102, dan RRIC 110. Analisis daya gabung dilakukan dengan pendekatan Griffing’s, Metoda II. Karakter yang dianalisis adalah lilit batang umur 18 BST dan persentase keberhasilan okulasi. Dari hasil perhitungan efek daya gabung, ternyata klon BPM 24 mempunyai nilai daya gabung umum yang tinggi untuk kedua parameter yang diamati. Sedangkan klon RRIC 110 untuk lilit batang, dan klon BPM 1 untuk karakter keberhasilan okulasi. Kombinasi antara BPM 1/RRIC 101 berturut-turut sebagai batang bawah dan sebagai batang atas, serta kombinasi RRIC 100/RRIC 101 memberikan nilai daya gabung khusus yang tinggi untuk karakter lilit batang. Sedangkan untuk karakter keberhasilan okulasi adalah kombinasi antara BPM 1/BPM 24 dan kombinasi antara BPM 24/RRIC 100.
Penampilan Fenotipik dan Beberapa Parameter Genetik Delapan Kultivar Kacang Tanah Pada Lahan Sawah , Ruchjaniningsih; Ali Imran; Muh. Thamrin; M. Zain Kanro
Zuriat Vol 11, No 1 (2000)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v11i1.6665

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui penampilan fenotipik dan parameter genetik karakter hasil dan komponen hasil kacang tanah di lahan sawah. Delapan kultivar kacang tanah telah dievaluasi di Bulukumba Sulawesi Selatan pada bulan Oktober 1998 sampai Januari 1999, menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Bahan penelitian adalah kultivar-kultivar unggul yang berasal dari introduksi dan hasil persilangan, ke delapan kultivar adalah: Jerapah, Komodo, Gajah, Biawak, Singa, Panther, Kelinci, dan Lokal (Palampang). Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga kultivar kacang tanah yang berpenampilan baik dan hasil lebih tinggi, yaitu Singa, Panther, dan Kelinci dibandingkan kultivar Palampang. Nilai variabilitas genetik luas terdapat pada karakter lebar kanopi (cm), tinggi tanaman (cm), jumlah cabang, jumlah biji 100 polong, jumlah kotak per polong, persentase ginofora hampa, persentase ginofora isi, bobot kering 100 polong (g), bobot kering 100 biji (g), hasil polong (t.ha−1), hasil biji kering (t.ha−1) dan rendemen biji kering (%). Nilai duga heritabilitas tinggi terdapat pada karakter lebar kanopi, tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah biji 100 polong, jumlah kotak per polong, persentase ginofora hampa, bobot kering 100 polong, hasil polong (t.ha−1), dan hasil biji kering (t.ha−1). Korelasi genetik dan korelasi fenotipik positif sangat nyata antara hasil biji kering (t.ha−1) dengan lebar kanopi, tinggi tanaman, total ginofora, jumlah biji 100 polong, bobot polong kering per tanaman, bobot kering 100 polong dan hasil polong (t.ha−1).
Analisis Interaksi Genotip X Lingkungan Tanaman Perkebunan (Studi Kasus pada Tanaman Teh) Woerjono Mangoendidjojo
Zuriat Vol 11, No 1 (2000)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v11i1.6666

Abstract

Interaksi genotip dengan lingkungannya (G× E) merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui oleh para pemulia tanaman, karena keragaan suatu genotip yang ditanam pada berbagai lingkungan dapat berbeda. Keberadaan interaksi (G × E) dapat menimbulkan kesulitan dalam program pemuliaan, meskipun demikian analisis (G × E) banyak digunakan untuk memperkirakan seberapa jauh daya adaptasi dan stabilitas yang dimiliki oleh suatu varietas. Lingkungan tumbuh tanaman, khususnya tanaman perkebunan untuk analisis (G × E) dapat bersifat spatial dan sequential. Analisis (G × E) yang dilakukan ini merupakan studi kasus pada tanaman teh yang ditanam di kebun Pagilaran menggunakan data hasil sepuluh klon yang diuji selama satu tahun dengan bulan sebagai lingkungan yang bersifat spatial. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sembilan dari sepuluh klon yang dievaluasi, mempunyai stabilitas yang baik padaberbagai lingkungan. Tiga klon yang menduduki peringkat teratas berturutturut adalah GPPS-1/2678, MPS-7/2109/2, dan MPS-5/140/1. Klon TRI-2025 yang merupakan klon unggulan selama ini hanya menduduki peringkat ke tujuh.
Determinasi Enam Kultivar Lokal Padi Ladang Asal Kendari yang Mengandung Tepungsari Berinti Satu (Uninucleate) Untuk Pemuliaan In Vitro , Suaib
Zuriat Vol 11, No 1 (2000)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v11i1.6667

Abstract

Percobaan ini dilakukan di Kebun Praktek dan Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian Universias Haluoleo, sejak April 1998 hingga Februari 1999. Tujuannya adalah ingin mengetahui hubungan antara umur tanaman enam kultivar lokal padi ladang asal Kendari dan panjang pemunculan malai dengan tepungsari berinti satu yang telah mencapai lebih dari 50% dalam populasi. Keenam kultivar tersebut adalah (1) Pae Kuni (PK), (2) Pae Dai Meeto (PD), (3) Pae Hulo (PH), (4) Pae Iku Laku (PL), (5) Pae Mornene (PM), dan (6) Pae Wila (PW). Setiap pengamatan digunakan tiga malai sebagai ulangan, dan masing-masing malai dibagi tiga bagian, yakni: (a)bagian ujung malai, (b)bagian tengah malai, dan (c)bagian pangkal malai. Setiap bagian digunakan tiga bulir sebagai sumber antera. Komposisi tingkat perkembangan tepungsari dalam antera masing-masing malai dicatat sebagai sifat yang diamati. Data yang diperoleh melalui pengukuran dan penghitungan selanjutnya ditabulasi, kemudian dianalisis secara rata rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1)Pae Kuni (PK) tercapai pada umur 92 hari sesudah tanam (HST), malai berada dalam bungkusan maksimal kelopak daun bendera dan mengandung 77.55% tepungsari berinti satu, (2)Pae Dai Meeto (PD), tercapai pada 104 HST, malai berada dalam bungkusan maksimal kelopak daun bendera dan mengandung 78.94% tepungsari berinti satu, (3)Pae Hulo (PH) tercapai pada 95 HST, malai telah muncul sepanjang 1.50cm dan mengandung 84.50% tepungsari berinti satu, (4)Pae Iku Laku (PL) tercapai pada umur 118 HST, malai masih berada dalam bungkusan maksimal kelopak daun bendera dan mengandung 76.37% tepungsari berinti satu, (5)Pae Mornene (PM) tercapai pada umur 97 HST, malai telah muncul sepanjang 1.67cm dan mengandung 87.65% tepungsari berinti satu, dan (6)Pae Wila (PW) tercapai pada umur 117 HST, malai masih berada dalam bungkusan maksimal kelopak daun bendera, dan mengandung 81.25% tepungsari berinti satu.
Penampilan Fenotipik dan Hasil Beberapa Karakter Penting 10 Jagung Hibrida Harapan Berumur Genjah Di Maros, Sulawesi Selatan Marcia B. Pabendon; Andi Takdir M.
Zuriat Vol 11, No 1 (2000)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v11i1.6668

Abstract

Sepuluh genotip jagung hibrida berumur genjah telah dievaluasi di lingkungan Maros, Sulawesi Selatan, pada musim tanam 1998/1999, untuk melihat penampilan fenotipik karakter hasil dan beberapa karakter penting lainnya. Percobaan ditata dalam rancangan acak kelompok dengan 12 perlakuan dan empat ulangan. Genotip yang diuji adalah AG9012, AG9014, AG9016, AG6016, AG5014, AG5018, AG8014, AG8016, AG7110, dan AG4010. Sebagai cek digunakan kultivar Bisma (bersari bebas) dan kultivar BISI-2 (hibrida). Berdasarkan hasil uji LSI, terdapat delapan genotip hibrida berumur genjah, yaitu AG9012, AG9014, AG9016, AG5014, AG5018, AG8014, AG8016, dan AG7110, yang lebih tinggi dari kultivar Bisma, namun tidak ada yang melebihi hasil kultivar BISI-2. Hasil yang lebih tinggi dari kultivar Bisma tersebut sejalan dengan penampilan beberapa karakter penting lain, seperti jumlah tongkol per tanaman, bobot biji per tanaman, kadar air saat panen, bobot tongkol per tanaman, serta keluarnya bunga jantan dan bunga betina yang lebih cepat.
Pengaruh Tetua Jantan dalam Persilangan Terhadap Produksi dan Kandungan Kimiawi Buah Salak Pondoh Super , Nandariyah; Edi Purwanto; Sasono Kurniadi
Zuriat Vol 11, No 1 (2000)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v11i1.6669

Abstract

Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi Salak Pondoh Super dilakukan penelitian pengaruh penggunaan tetua jantan di dalam persilangan pada Salak Pondok Super. Telah dilakukan persilangan Salak Pondoh Super terhadap 10 kultivar jantan sebagai sumber serbuk sari. Percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap tiga ulangan, dengan faktor tunggal berupa macam tetua jantan terdiri dari 10 kultivar: Pondoh Super, Kembangarum, Nglumut, Jagan, Bejalen, Banjarnegara, Manonjaya, Suwaru, Bangkalan, dan Lawu. Bahan penelitian berupa bunga betina pada tanaman Salak Pondoh Super dan serbuk sari bunga jantan dari 10 kultivar, masing-masing diambil dari satu tanaman. Untuk mengetahui pengaruh tetua jantan pada hasil persilangan dilakukan uji homogenitas tetua betina Salak Pondoh Super. Pengujian meliputi karakter morfologi tanaman, komponen hasil dan kandungan kimiawi buah dengan melakukan penyerbukan menggunakan tetua sejenis (Pondoh Super). Hasil uji menunjukkan adanya homogenitas pada populasi betina sehingga dapat digunakan sebagai bahan induk dalam persilangan. Hasil persilangan dengan 10 kultivar tetua jantan, dengan pembanding Pondoh Super jantan menunjukkan adanya pengaruh nyata tetua jantan terhadap sejumlah karakter, meliputi bobot buah, volume buah, tebal daging buah, bobot daging buah, bobot kering daging buah, kadar tanin, kadar asam, dan kadar air buah. Pengaruh yang tidak nyata tampak pada bobot biji, diameter buah, panjang buah dan kadar gula buah. Dari 10 kultivar yang digunakan sebagai tetua jantan dengan pembanding Pondoh Super jantan, terdapat tiga kultivar yang mampu meningkatkan hasil dan kandungan kimiawi buah Salak Pondoh Super, berturut-turut adalah Kembangarum, Bejalen, dan Suwaru.
Analisis Lintas Karakter Vegetatif dan Generatif Kelapa dalam Kupal Terhadap Jumlah Bunga Betina , Miftahorrachman; Mangindaan H. F.; H. Noverianto
Zuriat Vol 11, No 1 (2000)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v11i1.6670

Abstract

Percobaan dilakukan bulan Agustus 1998 di Desa Kupal, Kecamatan Bacan, Kabupaten Maluku Utara. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung beberapa karakter vegetatif dan generatif terhadap jumlah bunga betina sebagai salah satu komponen yang berpengaruh terhadap produksi. Perhitungan sidik lintas dilakukan dengan metoda matris. Hasil sidik lintas terhadap empatbelas karater yang diamati, ternyata enam karakter yang memberikan pengaruh langsung terhadap karakter jumlah bunga betina. Karakter-karakter tersebut adalah lebar petiole, panjang batang, panjang central axis, panjang petiole, panjang pinak daun, dan panjang rachis. Penyederhanaan hubungan kausal antara ke enam karakter tersebut terhadap jumlah bunga betina menunjukkan bahwa karakter panjang central axis, panjang batang pada 11 bekas daun, dan panjang pinak daun berpengaruh langsung terhadap jumlah bunga betina. Karakter-karakter ini dapat digunakan sebagai dasar seleksi pohon induk produksi tinggi untuk kelapa Dalam Kupal.
Pendugaan Kemajuan Seleksi Gabungan Keturunan Saudara Tiri dan S1 pada Populasi Jagung Bisma Rudi Hari Murti; , Nasrullah; Woerjono Mangoendidjojo
Zuriat Vol 11, No 1 (2000)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v11i1.6671

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendapatkan pembobot yang unique untuk seleksi gabungan dan mendapatkan nilai duga kemajuan genetik seleksi gabungan keturunan saudara tiri dan keturunan menyerbuk sendiri. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan, Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kalitirtro (KP4), Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta mulai Juli sampai Oktober 1999. Sebanyak 81 pasang keturunan, masing-masing pasang terdiri satu keturunan menyerbuk sendiri dan empat keturunan saudara tiri dievaluasi dengan menggunakan petak baris tunggal (delapan tanaman per baris). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan komponen vektor penciri yang digunakan sebagai pembobot keturunan menyerbuk sendiri jauh lebih besar (0.93-0.99) daripada pembobot keturunan saudara tiri (0.07-0.34) untuk semua variabel yang diamati. Kemajuan seleksi harapan paling besar terjadi pada berat kering biji per tongkol (10.23% per siklus) dan paling kecil diameter tongkol (1.31%). Kemajuan seleksi gabungan yang lebih besar daripada seleksi individualnya hanya terjadi pada panjang tongkol yaitu 4.11% dan terjadi sebaliknya pada variabel yang lain.
Identifikasi Jenis-Jenis Rotan Di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Gorontalo, Sulawesi Utara Hengky Novarianto; Elsje T. Tenda; H. F. Mangindaan; , Miftahurrachman
Zuriat Vol 11, No 2 (2000)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v11i2.6672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis-jenis rotan di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Gorontalo, Sulawesi Utara. Observasi dilakukan di Kecamatan Suwawa yang merupakan kawasan cagar alam. Jenis-jenis rotan yang dijumpai dicatat dan diidentifikasi berdasarkan karakteristik batang dan daun. Frekuensi setiap jenis rotan ditentukan berdasarkan kepadatan populasi setiap jenis pada beberapa tinggi tempat. Informasi ini akan menggambarkan keadaan jenis dan po pulasi rotan di Kawasan Taman Nasional, dan menduga tingkat erosi genetis rotan. Penelitian dilakukan pada bulan September 2000. Hasil eksplorasi dan identifikasi jenis-jenis rotan di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dijumpai sebanyak 17 jenis rotan berdasarkan nama lokal. Beberapa diantaranya teridentifikasi dengan nama Latin. Dari 17 jenis rotan ini diperoleh delapan jenis rotan tumbuh berumpun, dan tujuh jenis tumbuh tunggal. Jenis rotan yang paling dominan penyebarannya adalah rotan Batang (Calamus zollingeri) dan rotan Susu (Daemonorops sp.). Keragaman karakter antar jenis rotan diperlihatkan oleh karakteristik batang yaitu panjang ruas buku dan diameter batang. Diameter batang terbesar ditemukan pada jenis rotan Batang (4.7 cm) dan Tikus (0.8 cm). Keragaman daun diperlihatkan oleh karakter panjang rachis dan petiole, jumlah pinak daun, dan panjang serta lebar pinak daun. Hasil penelitian jumlah dan jenis rotan pada beberapa tinggi tempat diperoleh bahwa pada 100 m dpl hanya ditemukan dua jenis rotan, yaitu rotan Batang dan Susu, kemudian pada 200 m dpl dijumpai empat jenis rotan, yakni rotan Batang, Susu, Tohiti, dan Topalo, dan di atas 300 m dpl. dijumpai lima jenis rotan, yaitu rotan Batang, Susu, Tohiti, Maneaku, dan Siombu. Keadaan ini memperlihatkan telah terjadi erosi genetis rotan di Kawasan Taman Nasional ini, dan perlu perencanaan serta tindakan pengembangan rotan kembali untuk konservasi in situ.

Page 1 of 28 | Total Record : 271