cover
Contact Name
Nisma Ula Shoumi Rahmawati
Contact Email
nismaula74@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
nismaula74@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 26564572     EISSN : 25993070     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Folium Jurnal Ilmu Pertanian, merupakan media untuk publikasi tulisan asli yang berkaitan dengan ilmu pemuliaan, agroekologi, tanah, fisiologi, bioteknologi, hama dan penyakit, hortikultura dan tanaman pangan yang ditulis dalam Bahasa Indonesia. Naskah berupa: hasil-hasil penelitian mutakhir (paling lama 5 tahun yang lalu).
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Potensi Mikroba Tanah Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Ismul Mauludin Al Habib; Dwi Sucianingtyas Sukamto; Lila Maharani
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1, No 1 (2017): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.81 KB) | DOI: 10.33474/folium.v1i1.1011

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang prospektif dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Budidaya tanaman  cabai rawit menghadapi kendala antara lain keterbatasan lahan, ketersediaan unsur hara rendah, cuaca ekstrem, dan serangan hama penyakit tanaman. Upaya mengatasi kendala ketersediaan unsur hara yang renda, petani melakukan pemupukan dengan mengkombinasikan pupuk kimia dan pupuk hayati (biofertilizer). Pupuk hayati mengandung mikroba tanah yang mampu menambat nitrogen alam seperti Azotobacter dan Azospirillum, sedangkan Bacillus dan Pseudomonas merupakan bakteri pelarut phosphate, dan Cytophaga bakteri tersebut mampu mendegradasi bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi bioferlizer terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Penelitian ini menggunakan rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. P1: Tanpa pupuk; P2: Pupuk NPK; P3 : Pupuk NPK + Mikroba tanah; P4: Mikroba tanah. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang tidak nyata diantara perlakuan yang diujikan pada tiap peubah pertumbuhan. Perlakuan Mikroba tanah (P4) memberikan jumlah bunga dan jumlah buah yang paling banyak yaitu berturut turut 24,78±4,44 dan 24,11±4,57. Kata kunci       : Cabai Rawit,  pupuk kimia, biofertilizer, Mikroba Tanah.
Pengaruh Aplikasi Vermikompos Berbahan Aditif Pestisida Nabati Terhadap Pertumbuhan, Hasil Dan Serapan Hara N, P Dan K Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L.) Yang Terinfeksi Hama Plutella xylostella Prayoga Gumilar Geri Winarno; Anis Sholihah; N Nurhidayati
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2019): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.743 KB) | DOI: 10.33474/folium.v3i2.2057

Abstract

Untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia terhadap lingkungan dalam sistem budidaya konvensional, perlu adanya teknik pengendalian alternatif secara organik dengan menggunakan pupuk organik dan pestisida nabati.  Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan pengaruh aplikasi vermikompos berbahan aditif pestisida nabati terhadap pertumbuhan, hasil dan serapan hara tanaman brokoli (Brassica oleracea L.) yang terinfeksi hama Plutella xylostella. Penelitian merupakan percobaan pot menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) sederhana yang terdiri atas 14 perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1 (pupuk dan pestisida kimia) P2 – P13 (menggunakan vermikompos berbahan aditif pestisida nabati dengan cara aplikasi yang berbeda). Variabel yang diamati adalah variabel tumbuh, hasil serapan N, P dan K tanaman.  Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P4 dan P6 memberikan pertumbuhan tanaman terbaik, perlakuan P4, P6 dan P8 memberikan berat segar total biomassa tertinggi berturut-turut dengan nilai 257,85 gram, 257,31 gram dan 250,64 gram, perlakuan P7 memberikan berat kering total biomassa tertinggi dengan nilai 37,32 gram, perlakuan P6 memberikan diameter floret terbesar dengan nilai 8,76 cm dan perlakuan P9 memberikan hasil indeks panen tertinggi dengan nilai 26,96 %. Perlakuan P4 memberikan serapan hara N dan P tertinggi dengan nilai berturut-turut  1,24  dan 0,16 gram tan.-1.   Serapan hara K tertinggi pada perlakuan P8 dengan nilai 1,36 gram tan.-1. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa untuk pengendalian hama ulat Plutella xylostella secara organik, perlu aplikasi vermikompos dengan  bahan aditif daun mimba + daun pepaya dan  daun mimba + daun paitan yang dibenamkan Kata Kunci: Vermikompos, pestisida nabati, serapan hara, pertumbuhan dan hasil tanaman, brokoli (Brassica oleracea L.), hama (Plutella xylostella) 
Peran Daun Mimba Sebagai Bahan Aditif Vermikompos Terhadap Intensitas Serangan Hama Ulat Plutella xylostella dan Hasil Tanaman Kubis Krop (Brassica oleraceae var. Capitata L.) Cicik Fitriyatun Nadhiroh; Mahayu Woro Lestari; N Nurhidayati
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2019): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.375 KB) | DOI: 10.33474/folium.v3i1.2050

Abstract

Tanaman mimba merupakan tanaman yang mempunyai potensi sebagai pestisida organik. Kandungan senyawa dalam daun mimba yang berperan penting sebagai pembasmi hama adalah senyawa azadirachtin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi vermikompos berbahan aditif daun mimba dan campurannya terhadap intensitas serangan hama ulat Plutella xylostella dan hasil tanaman kubis krop dan untuk mengetahui pengaruh intensitas serangan hama ulat Plutella xylostella terhadap hasil tanaman kubis krop. Rancangan yang digunakan adalah RAK sederhana dengan 10 perlakuan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P5 (Vermikompos berbahan aditif campuran daun mimba + daun papaya dengan cara dibenamkan dalam tanah dengan dosis 100 g/polibag dan disemprotkan ke tanaman dengan dosis 100 g/polybag) cenderung memberikan hasil panjang tanaman yang tertinggi dan P7 (Vermikompos berbahan aditif campuran daun mimba + daun paitan dengan cara dibenamkan dalam tanah dengan dosis 100 g/polibag dan disemprotkan ke tanaman dengan dosis 100 g/polibag) cenderung memberikan jumlah daun tertinggi,intensitas serangan hama terendah, bobot segar total biomassa, bobot kering total biomassa dan bobot bernilai ekonomis tertinggi dibanding dengan P0 (Tanpa aplikasi vermikompos).
Pengaruh Substrat Afkir Jamur Kayu Dan Metode Pembuatan Bibit Yang Berbeda Pada Pertumbuhan Dan Produksi Jamur Merang (Volvariella Volvaceae) Dengan Sistem Nampan Bersusun Agus Sugianto; Anis Sholihah; Siti Muslikah
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2019): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.283 KB) | DOI: 10.33474/folium.v3i2.2053

Abstract

Jamur merang merupakan salah satu jenis jamur yang banyak digunakan sebagai olahan makanan, permintaan jamur merang terus meningkat menyebabkan nilai ekonominya juga terus meningkat. Selama ini budidaya jamur merang membutuhkan tempat yang luas sehingga perlu dilakukan terobosan inovasi budidaya dengan sistem nampan. Kandungan  mineral limbah media jamur kayu yang tersisa dapat digunakan sebagai campuran media tumbuh jamur merang. Pembuatan bibit metode tanam eksplan langsung baru sebatas bibit jamur kayu dan belum pernah digunakan pada jamur merang maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi jamur merang serta mengetahui analisis nilai usaha tani. Rancangan yang digunakan RAL faktorial dua faktor, faktor pertama yaitu penambahan substrat afkir jamur kayu dan faktor kedua adalah metode pembuatan bibit yang berbeda. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan secara umum tidak banyak terjadi interaksi antar perlakuan, namun secara terpisah perlakuan metode pembuatan bibit yang berbeda memiliki masa pertumbuhan yang berbeda, pada metode bibit TEL (tanam eksplan lagsung) memiliki periode masa panen total selama 20 hari dan metode BMM (biakan murni mieselum) 24 hari. Hasil analisis usaha tani penggunaan limbah jamur 40% memiliki nilai usaha tani paling tinggi dalam 11 periode tanam. Kata Kunci : Jamur Merang, Limbah Baglog Afkir, Sistem Nampan Bersusun.
Efek Pemberian Kombinasi Vermikompos Berbahan Aditif Biochar Dan Pupuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan Dan Kadar Hara N, P Dan K Tanaman Brokoli (Brassica oleraceae L.) Pada Tanah Berpasir Nur Ahda Tauhidah; Anis Rosyidah; N Nurhidayati
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2019): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.621 KB) | DOI: 10.33474/folium.v3i1.2051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan kadar hara N, P dan K tanaman brokoli (Brassica oleracea L.) akibat pemberian kombinasi vermikompos berbahan aditif biochar dan pupuk anorganik pada tanah berpasir. Penelitian ini merupakan percobaan pot yang dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang pada bulan Januari hingga Juli 2018. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak kelompok dengan 2 faktor, faktor yang pertama dosis vermikompos berbahan aditif biochar (0, 5, 10, 15 dan 20 ton.ha-1) dan faktor yang kedua dosis pupuk anorganik (0, 250 dan 500 kg.ha-1). Dari kedua faktor tersebut diperoleh 15 kombinasi perlakuan, dan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 135 unit percobaan. Terdapat dua variabel pengamatan yang dilakukan diantaranya variabel tumbuh dan variabel kadar hara. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F taraf nyata 5%. Apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjut dengan uji BNJ taraf 5%. Untuk menentukan titik optimum vermikompos berbahan aditif biochar ditentukan dengan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan vermikompos berbahan aditif biochar dosis 20 ton.ha-1 dan pupuk anorganik dosis 500 kg.ha-1 memberikan respon pertumbuhan terbaik  dan kadar hara tertinggi pada tanaman brokoli. Kata kunci : Brokoli, Vermikompos, Biochar Dan Pupuk Anorganik
Variasi Campuran Brangkasan Kedelai Dan Jerami Padi Terhadap Serapan N Dan Efesiensi Penggunaan N, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi Gogo (Oryza sativa L.) Anis Sholihah; Agus Sugianto; Taqijuddin Alawiy
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2019): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.873 KB) | DOI: 10.33474/folium.v3i1.1912

Abstract

Brangkasan kedelai merupakan bahan organik yang mampu menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, Brangkasan Kedelai sendiri merupakan bahan organik berkualitas tinggi karena proses dekomposisinya yang relatif cepat sehingga unsur yang dibutuhkan oleh tanaman dapat tersedia dan dapat diserap ketika tanaman membutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serapan unsur hara N yang dihasilkan dari kompos brangkasan kedelai dan jerami padi pada tanaman padi gogo serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo. Rancangan yang digunakan adalah RAKsederhana dengan 5 perlakuankompos ditambah kontrol dan pembanding pupuk NPK. Pencampuran bahan organik berbeda kualitas brangkasan kedelai dan jerami padi pada komposisi D4 (25% brangkasan kedelai dan 75% jerami) dengan berbagai komposisi dapat meningkatkan serapan N 16,44% dan efisiensi penggunaan N sebesar 33,88% pada tanaman padi dibandingkan menggunakan komposisi 100% jerami. Hasil tanaman padi campuran dengan komposisi 100% brangkasan kedelai menghasilkan gabah 6,91 ton ha-1yang memberikan pengaruh terbaik dan tidak berbeda nyata dengan dengan komposisi 75% : 25% brangkasan kedelai dan jerami padi menghasilkan (6,31 ton ha-1)  dan 50% : 50%  brangkasan kedelai dan jerami padi menghasilkan (6,20 ton ha-1). Kata kunci :brangkasan kedelai, serapan N,  efesiensi N, jerami padi, padi
Upaya Peningkatan Produksi Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) Dengan Aplikasi Pemberian Giberelin Dan Lama Induksi Siplo Dini Cahya; Sugiarto Sugiarto; Siti Muslikah
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2019): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.156 KB) | DOI: 10.33474/folium.v3i1.1889

Abstract

Buah naga saat ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga jumlah kebutuhan harus terpenuhi secara kuantitas dan standart kualitasnya. Tujuan untuk mengetahui lama induksi siplo dan dosis penyemprotan giberelin terhadap kualitas dan produksi buah naga.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri atas 9 perlakuan antara lama induksi siplo : 0 menit, 60 menit, 90 menit dan penyemprotan giberelin : 0 mg/20.000 liter.ha, 250mg/20.000 liter.ha, 500 mg/20.000 liter.ha. Hasil produksi buah per hektar pada perlakuan I1G2 (panen ke 1 (6,8 ton/ha); ke 2 (7,6 ton/ha);  ke 3 (8,6 ton/ha) dan; ke 4 (8,7 ton/ha). Presentase grading buah perlakuan I1G2 pada panen ke 1 (416,33 gram); ke 2 (457,5 gram); ke 3 (497,04 gram) dan; ke 4 (478,54 gram). Hasil memperlihatkan termasuk pada kualitas grade A yaitu 100 %. Analisis total padatan terlarut pada perlakuan I1G2 (7,67 0Brix). Hasil regresi menunjukkan pengaruh lama induksi siplo terhadap produksi buah naga R2 =  0,9542. Pengaruh penyemprotan giberelin terhadap produksi per hektar R2 = 0,9882. Kombinasi perlakuan lama induksi siplo 60 menit dan penyemprotan giberelin dosis 500 mg/20.000 liter.ha dapat meningkatkan produksi dan kualitas buah naga. Kata kunci : Siplo, Giberelin, Total Padatan terlarut.
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Kentang (Solanum Tuberosum L.) Akibat Aplikasi Pupuk Kalium Di Dataran Medium Anis Rosyidah
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 2 (2018): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.691 KB) | DOI: 10.33474/folium.v2i2.1016

Abstract

Keberadaan kalium (K) di tanah sangat mobil sehingga ketersediaanya dalam tanah relatif rendah dan perlu aplikasi kalium setiap kali tanam. Penggunaan varietas tanaman yang efisien dalam menggunakan K menjadi sangat penting untuk keberlanjutan pertanian. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji respon pertumbuhan dan hasil tiga varietas kentang pada pemberian pupuk kalium di dataran medium.  Penelitian ini merupakan percobaan lapang di desa Pandanrejo – Batu. Penelitian menggunakan rancangan Petak Terbagi. Petak utama : varietas kentang, terdiri dari varietas Granola, DTO-28 dan Red Pontiac. Anak Petak: dosis pupuk KCl, terdiri dari: 125, 250 dan 375 kg ha-1.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan varietas dan dosis yang diberikan. Secara keseluruhan, kentang varietas Red Pontiac dan dosis kalium  250 - 375 kg ha-1 memberikan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, serapan kalium tanaman, bobot segar umbi tanaman-1 dan bobot kering umbi lebih tinggi dibandingkan penggunaan varietas yang lain pada dosis yang sama. Dosis optimum KCl dicapai pada 367 kg ha-1 pada varietas Red Pontiac. Kata kunci: Varietas, Red Pontiac, dosis, kalium, optimal
Pengaruh Metode Pembibitan Dan Berat Substrat Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Agus Sugianto; Anis Sholihah
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 2 (2018): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.678 KB) | DOI: 10.33474/folium.v2i2.1015

Abstract

Perkembangan budidaya jamur yang pesat saat ini ternyata tidak diikuti dengan perkembangan teknologi pembibitan dan budidayanya. Ketersediaan bibit yang langka menyebabkan keberadaan bibit menjadi faktor pembatas dalam budidaya jamur tiram yang berakibat pada mahalnya harga bibit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pertumbuhan dan produksi jamur tiram putih yang berasal dari metode Tanam Eksplan Langsung (TEL) dan metode Biakan Murni Miselium (BMM) yang dikombinasi dengan berat substrat tanam berbeda. Penelitian dilaksanakan di laboratorium terpadu dan rumah jamur Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang pada bulan Oktober 2016 – Pebruari 2017. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah metode pembibitan (M) terdiri dari dua level yaitu m1 = metode TEL dan m2 = metode BMM. Faktor kedua adalah berat substrat (B) terdiri dari b1 (1 kg) , b2 (1,5 kg), b3 (2 kg), dan b4 (2,5 kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode TEL dapat dipakai sebagai metode alternatif dibanding metode BMM yang lebih rumit. Metode TEL menghasilkan produksi bobot segar total badan buah jamur yang lebih tinggi dari metode BMM, dengan bobot segar total badan buah berturut- turut sebesar . 951,5 g dan 919,5 g (rata-rata dua kali periode panen). Efesiensi biologi tertinggi justru terdapat pada berat substrat 1 kg (b1) sebesar 63,1% pada panen dua kali. Kata Kunci: jamur tiram putih, pembibitan, berat substrat,  efesiensi biologi
Pengaruh Sistem Pengendalian Gulma Terhadap Pertumbuhan Awal Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Zainol Arifin
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 2 (2018): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.166 KB) | DOI: 10.33474/folium.v2i2.1013

Abstract

Penelitian ini merupakan percobaan lapang yang bertujuan untuk menjelaskan  pengaruh gulma  terhadap pertumbuhan awal tanaman tebu. Penelitian ini  dilaksanakan di Desa Barurambat Timur Kecamatan Pamekasan  Kabupaten Pamekasan yang berada pada ketinggian 4 m diatas permukaan laut dengan jenis tanah Inceptisol dan suhu rata-rata 28-30 oC serta pH 6.5-7.0. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan pertumbuhan tanaman tebu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah waktu pengendalian pada umur tanaman tertentu (W) yang terdiri 5 taraf yaitu: W1 = 5 dan 20 HST, W2 = 5 dan 35 HST, W3 = 20 dan 35 HST, W4 = 20 dan 50 HST, dan W5 = 5, 20 dan 35 HST. Faktor kedua adalah cara pengendalian gulma (C) yang terdiri dari 2 taraf yaitu: C1 = Cara manual dan C2 = Menggunakan herbisida. Hasil percobaan  menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan waktu dan cara pengendalian gulma tidak memberikan  interaksi yang nyata terhadap semua variable pengamatan (jumlah anakan, panjang tanaman induk, panjang anakan, luas daun, berat basah batang induk dan berat basah anakan).  Perlakuan waktu pengendalian gulma berpengaruh nyata terhadap luas daun pada pengamatan umur 10 minggu setelah tanam (MST). Waktu pengendalian gulma 5 dan 20 HST (W1) menghasilkan daun terluas (387,14 cm²) walaupun tidak berbeda nyata dibandingkan perlakuan W2, W3 dan W5.  Perlakuan cara pengendalian gulma berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman induk, diameter batang induk, luas daun pada pengamatan 6,8 dan 10 MST serta berat basah anakan. Cara pengendalian manual (C1) menghasilkan pertumbuhan tanaman tebu yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan cara kimiawi (C2) menggunakan herbisida.Kata kunci: Pertumbuhan, Tebu, gulma, cara pengendalian