cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14119331     EISSN : 25497219     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
Analisis Risiko Pembangunan Jalan Tol pada Tahan Konstruksi (Studi Kasus Jalan Tol Pekanbaru-Dumai) Ari Sandhyavitri; Muhammad Zulfiqar
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.681 KB) | DOI: 10.28932/jts.v10i1.1380

Abstract

Ruas Jalan yng menghubungkan antara Kota Pekanbaru-Dumai (terdiri dari 2-lajur 2-arah)adalah merupakan urat nadi transportasi penting di Provinsi Riau. Diproyeksikan ruas jalan iniakan over kapasitas pada tahun 2015. Oleh karena itu direncanakan akan diabgun jalan tol untukmengatasi masalah tersebut. Namun, investasi untuk pembangunan jalan tol melibatkan beberapatingkat risiko dan ketidakpastian, maka analisis dan pengelolaan risiko diperlukan dalam prosespembangunan jalan tol ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi danmenganalisis risiko proyek (selama proyek tahap konstruksi). Studi ini mengukur nilaiprobabilitas risiko dan dampak risiko yang mungkin terjadi selama tahap konstruksi jalan tol.Besarnya masing-masing risiko dianalisis dan disimulasikan menggunakan perangkat lunak @Risk. Dalam rangka untuk mendapatkan input data, survei dilaksnakan dalam dua tahap utama;(i) survei awal, dan (ii) survei detil. Kemudian dilakukan analisis risiko berdasarkan stokastik.Hasil analisis kemudian dibandingkan dengan parameter-parameter risiko yang diterbitkan olehPuslitbang Pd-T-01-2005-B 2005. Diidentifikasi empat risiko utama yang dipengaruhi selamatahap konstruksi proyek, sebagai berikut; (i) risiko pembiayaan proyek, (ii) risiko pembangunanproyek, (iii) risiko peralatan, dan (iv) force majeure. Besarnya risiko yang mungkin terjadi selamaproyek konstruksi jalan
Stabilitas Dermaga Akibat Kenaikan Muka Air Laut (Studi Kasus: Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat Kalimantan Barat) Grecia Alfa; Olga Pattipawaej
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1292.943 KB) | DOI: 10.28932/jts.v10i1.1381

Abstract

Perkembangan armada kapal perikanan yang berada di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN)Pemangkat menunjukkan jumlah yang terus meningkat dengan ukuran kapal yang semakin besardan kenaikan muka air laut akibat pemanasan global. Analisis lebih lanjut diperlukan untukstruktur dermaga yang sudah ada. Tulisan ini lebih difokuskan kepada stabilitas lereng dermagaakibat pemanasan global menggunakan perangkat lunak Plaxis. Faktor Keamanan untuk stabilitasterhadap penggalian dibagi menjadi dua bagian, yaitu Faktor Keamanan untuk stabilitas terhadappenggalian normal dan Faktor Keamanan untuk stabilitas terhadap penggalian akibat pemanasanglobal. Faktor Keamanan untuk stabilitas terhadap penggalian, pemancangan, dan pembalokanterdiri dari dua Faktor Keamanan, yaitu untuk stabilitas terhadap penggalian, pemancangan danpembalokan dalam kondisi normal dan untuk stabilitas terhadap penggalian, pemancangan danpembalokan dengan memasukkan kenaikan muka air laut akibat pemanasan global. Faktorkeamanan yang dihasilkan memperlihatkan bahwa lereng dermaga dalam kondisi stabil.dapat lebihefisien dan aman sesuai kebutuhan pelabuhan.
Pengaruh Penggunaan PS Ball Sebagai Pengganti Pasir Terhadap Kuat Tekan Beton Ronald Simatupang; Naning Dyah Ulfaturosida
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.937 KB) | DOI: 10.28932/jts.v10i1.1382

Abstract

Development in the current structure is progressing very rapidly which took place invarious fields. Concrete is one option as a structural material in building construction. But withincreasing climate change needs an innovation in the world of construction to be able to create aconcrete constituent materials friendly to the environment. One way to use the waste products ofsteel called a PS Ball. The purpose of this research is to knowing the effect of using PS Ball as areplacement of sand in to compressive strength. Result obtained from research performed is thatthe PS Ball can use as the replacement of sand in the mix concrete. The increase in compressionstrength of concrete when PS Ball as sand replacement is 1,16 from normal concrete.
Sistem Informasi Pencatatan Material untuk Pengadaan Barang Masuk dan Keluar Maksum Tanubrata; Andya Basanta
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.785 KB) | DOI: 10.28932/jts.v10i1.1383

Abstract

Manajemen material pada proyek konstruksi sipil yang kurang baik seringkali mengakibatkanketerlambatan penyelesaian proyek. Dapat ditemukan beberapa masalah di lapangan sepertipembuatan dokumentasi data pembelian & penggunaan material konstruksi dan laporan yangmasih dilakukan secara manual, sulitnya di lapangan untuk mengecek ketersediaan materialkonstruksi dan dibutuhkannya proses autorisasi untuk mengeluarkan material konstruksi darigudang. Untuk menyelesaikan masalah di atas, dibutuhkan bantuan dari bidang ilmu lain, dalamhal ini Sistem Informasi untuk membantu memanajemen material pada sebuah proyek konstruksi.Dengan adanya Sistem Informasi dapat ditemukan masalah pada sistem di lapangan yang dinilaidapat dirubah, kemudian dibuat sebuah sistem baru untuk menyelesaikan masalah tersebut.Dengan adanya aplikasi dengan bahasa pemrograman Java ini diharapkan dapat membantu pihak– pihak yang bekerja pada sebuah proyek konstruksi untuk memanajemen material di lapangan.Dengan menggunakan aplikasi ini manajemen material akan menjadi lebih mudah, cepat, aman,efisien, akan ada pengurangan dalam penggunaan kertas kerja dan pengurangan pekerjaan yangmasih dilakukan secara manual.
Mengamati Keselamatan Penumpang Angkutan Sungai dan Danau Budi Hartanto Susilo; Petrus Teguh Esha
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.502 KB) | DOI: 10.28932/jts.v10i1.1384

Abstract

Tingkat kecelakaan angkutan sungai dan danau di Indonesia saat ini masih cukup tinggi. Hal inidisebabkan karena kurangnya tingkat kelaikan angkutan yang di gunakan dan faktor manusia yangseringkali mengabaikan standar keselamatan yang ada. Selain itu sosialisasi dalam kesadaranberkesalamatan dalam transportasi sangat minim adanya yang berakibat kelalaian terhadappengguna angkutan sungai dan darat. Dari hasil pengamatan di provinsi Sumatera Utara, SumateraSelatan, Kalimantan Selatan, dan Bali, ternyata tiap wilayah telah mempunyai Perda dan peraturanlokal untuk menanggulangi bahaya kecelakaan angkutan sungai dan danau dengan istilah teknikyang berbeda, kedalaman dan keluasan peraturan termasuk perizinan yang berbeda pula. Di sisiyang lain mempunyai orientasi yang sama bahwa dalam hal perizinan angkutan sungai dan danau(ASD) merupakan PAD (Pendapatan Asli Daerah) sehingga ketegasan dalam penerapan
Kinerja Struktur Portal Terbuka Beton Bertulang Terhadap Beban Lateral Raden Mariana Sari Badriah; Iswandi Imran
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.727 KB) | DOI: 10.28932/jts.v10i2.1387

Abstract

Kejadian gempa bumi telah banyak menyebabkan runtuhnya dan robohnya bangunan betonbertulang terutama rumah dan gedung. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya bangunandibawah tujuh lantai termasuk rumah di bangun tanpa mengikuti peraturan yang ada. Sehinggapada saat gempa terjadi, bangunan tersebut mengalami kerusakan. Penelitian ini akan mencakupaspek pengujian dan analitis. Uji eksperimental dilakukan pada satu portal terbuka yang memilikisatu bentang dan satu tingkat dengan skala model setengah. Kerusakan yang terjadi berupa retaklentur, geser dan rompal pada beton kolom dan sambungan balok kolom. Kerusakan akibat bebanlateral diperbaiki dan diuji kembali terhadap beban lateral. Perbaikan portal dilakukan hanya padabeton yang rusak akibat beban lateral. Pembebanan yang diaplikasikan adalah dalam bentuk bebanlateral siklik sebagai simulasi beban gempa. Tujuan dari eksperimen ini diharapkan bisa diperolehkinerja portal beton bertulang sebelum mengalami kerusakan (portal terbuka/portal utuh) danportal setelah mengalami kerusakan kemudian diperbaiki (portal perbaikan). Dari analisis hasilpengujian, diperoleh kapasitas lateral portal utuh dan portal perbaikan relatif sama. Tetapi,kekakuan dan kemampuan mendisipasi energi serta daktilitas portal utuh lebih besar dibandingkanportal perbaikan. Hal
Pengaruh Getaran pada Struktur Bangunan Satu Tingkat Akibat Gerakan Manusia Dwi Catra Rimaza; Daud Rachmat Wiyono
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.687 KB) | DOI: 10.28932/jts.v10i2.1388

Abstract

Kriteria-kriteria yang harus diperhatikan dalam perencanaan suatu bangunan diantaranya adalahkekakuan, kekuatan, kestabilan, kelenturan dan keekonomisan. Ada satu kriteria yang seringkaliterlupakan dalam perencanaan suatu bangunan, yaitu masalah getaran yang sangat berdampakterhadap kenyamanan penghuni bangunan itu sendiri. Analisis getaran dilakukan pada beberapatipe pelat, balok induk, dan kolom dengan variasi pada ukuran dimensi. Pembahasan hanyadilakukan terhadap bangunan kantor, pusat perbelanjaan, dan tempat ibadah. Berbagai macamstandar untuk kenyamanan manusia telah ada sejak bertahun-tahun lamanya, termasuk sejarahsingkat perkembangan standar umum yang digunakan di Amerika Serikat dan Eropa. Batasanpuncak percepatan untuk bangunan kantor, pusat perbelanjaan dan tempat ibadah berdasarkanpanduan Steel Design Guide 11th Series “Floor Vibration due to Human Activity” adalah 0,5 %;1,5 %; dan 0,5 %. Analisis dilakukan berdasarkan panduan Steel Design Guide 11th Series “FloorVibration due to Human Activity” di mana standar ini juga didasari oleh ISO 2631/1-1985 danISO 2631/2-1989 dan dengan bantuan program ETABS V9.5. Melalui program ini akan diperolehperiode getar dan berat struktur dari pemodelan bangunan yang dibuat. Disini diketahui dimensiminimum dari ketebalan pelat, balok induk dan kolom serta nilai perkiraan puncak percepatangetaran yang masih berada dalam batas toleransi sesuai dengan peraturan Steel Design Guide 11thSeries..
Perancangan Perangkat Lunak Perencanaan Sambungan Kayu Berdasarkan SNI 7973-2013 dengan Alat Sambung Baut Michael Wijaya; Yosafat Aji Pranata
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.748 KB) | DOI: 10.28932/jts.v10i2.1389

Abstract

Desain sambungan memegang peranan yang sama pentingnya dengan desain struktur, khususnyauntuk material kayu. Konstruksi kayu terdiri dari sangat banyak sambungan kayu. Perhitunganmanual sambungan kayu menjadi kurang efisien. Belum banyak aplikasi yang beredar untukmenunjang perhitungan sambungan kayu. Oleh karena itu, diperlukan aplikasi yang dapatmenunjang perhitungan sambungan kayu. Aplikasi perhitungan sambungan kayu dibuat lebihspesifik ? hanya untuk alat sambung baut ? untuk membatasi permasalahan yang ada. Aplikasidibuat sesuai dengan peraturan konstruksi kayu terbaru di Indonesia, SNI 7973-2013. Dalammerancang aplikasi, digunakan pendekatan melalui desain ERD dan DFD. Bahasa pemogramanyang digunakan adalah Java dengan basis data MySql. Hasil penelitian menunjukan bahwa telahberhasil dibuat aplikasi yang mampu menunjang perhitungan sambungan kayu, khususnya diIndonesia.
Evaluasi Geser Dasar Minimun pada SNI 1726-2012 Johnny Setiawan; Iswandi Imran
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2280.882 KB) | DOI: 10.28932/jts.v10i2.1390

Abstract

Terdapat cukup banyak perubahan pada SNI 1726-2012, salah satunya adalah adanya persyaratanbatas geser dasar minimum (minimum base shear) yang tidak ada pada peraturan sebelumnya.Metode yang akan dilakukan adalah bangunan gedung dengan klasifikasi ketinggian rendah,sedang dan tinggi akan dianalisis dengan menerapkan geser dasar minimum dan tanpa geser dasarminimum. Analisis yang akan digunakan adalah analisis ragam spektrum respons (ResponsSpectrum Analysis, RSA), analisis respons riwayat waktu (Time History Analysis, THA) dananalisis respons riwayat waktu non linier (Non Linear Time History Analysis, NLTHA). Hasilanalisis menunjukkan bahwa pada peraturan SNI 1726-2012 dengan adanya persyaratan batasangeser dasar minimum dapat menjamin kinerja struktur sesuai dengan yang diharapkan.Kekhawatiran adanya batasan geser dasar minimum pada SNI 1726-2012 akan membuat desainmenjadi tidak ekonomis, ternyata tidak terbukti karena tidak memberikan pengaruh signifikanpada hasil desain, khususnya untuk bangunan dengan kategori ketinggian rendah dan sedang.Untuk bangunan dengan klasifikasi bangunan tinggi, analisis dan desain dengan memperhitungansyarat batasan geser dasar minimum dan tanpa memperhitungkan geser dasar minimum dapatmemberikan hasil desain yang baik, tetapi pengecekan pada Level Kinerja (Performance Level)sesuai dengan story drift menunjukkan bahwa analisis dengan memperhitungkan syarat geser dasarminimum memberikan hasil dengan level kinerja yang cukup baik yaitu Immediate Occupancy(IO) hingga Damage Control (DO), sedangkan tanpa memperhitungkan geser dasar minimummemberikan hasil dengan level kinerja yang kurang baik yaitu Life Safety (LS) hingga StructuralStability (SS). Sedangkan pada level kinerja elemen struktur, analisis tanpa memperhitungkangeser dasar minimum menyebabkan banyak elemen struktur yang berada pada level kinerjaCollapse Prevention (CP).
Tahanan Gesekan Selimut pada Tiang Bor Panjang Andrias Suhendra Nugraha
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.758 KB) | DOI: 10.28932/jts.v10i2.1391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari mekanisme transfer beban (load transfer) dan tahanangesekan selimut (skin friction resistance) dari hasil uji beban aksial terinstrumentasi pada tiang bor(bored pile). Diameter tiang, d, yang ditinjau pada penelitian ini adalah 1.00 m dan panjang tiang,L, yang ditinjau adalah 43.10m dan 48.00m. Hasil uji beban aksial terinstrumentasi pada 2 tiangbor panjang (long bored pile) dengan ujung bawah tiang terletak pada tanah lanau (silt) danlempung (clay) dengan konsistensi very stiff hingga hard menunjukkan bahwa tahanan gesekanselimut termobilisasi pada deformasi yang kecil yaitu pada 0.9% d hingga 2.6% d.

Page 1 of 19 | Total Record : 183